Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Dikusi Pada Mata Pelajaran Akidak Akhlak Kelas VII MTs NW Suralaga
Pelaksanaan proses pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan metode diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs NW Suralaga. Semester 1 tahun pelajaran 2021/2O22. Adapun jumlah siswa kelas VII sebanyak 18 orang siswa (10 putra, 8 putri). Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif diperoleh dari hasil observasi terhadap minat belajar siswa dan kegiatan guru selama proses kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan minat belajar Akidah Akhlak dari pada siklus I hasil evaluasi mengenai peningkatan minat belajar siswa masih sedikit yang meningkat, siklus II Hasil evaluasi mengenai peningkatan minat belajar siswa sudah mulai meningkat dan siklus III siswa sudah aktif dan tidak malu-malu lagi untuk bertanya. Untuk mengetahui minat siswa melalui metode diskusi digunakan indikator minat belajar siswa sebagai pedoman guru antara lain Senang terhadap mata pelajaran Akidah Akhlak, memperhatikan apa yang disampaikan guru, aktif dalam kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak dan Ketertarikan terhadap mata pelajaran Akidah Akhlak. Kesimpulan penelitian ini adalah metode diskusi dapat meningkatkan minat belajar siswaPelaksanaan proses pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan metode diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs NW Suralaga. Semester 1 tahun pelajaran 2021/2O22. Adapun jumlah siswa kelas VII sebanyak 18 orang siswa (10 putra, 8 putri). Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif diperoleh dari hasil observasi terhadap minat belajar siswa dan kegiatan guru selama proses kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan minat belajar Akidah Akhlak dari pada siklus I hasil evaluasi mengenai peningkatan minat belajar siswa masih sedikit yang meningkat, siklus II Hasil evaluasi mengenai peningkatan minat belajar siswa sudah mulai meningkat dan siklus III siswa sudah aktif dan tidak malu-malu lagi untuk bertanya. Untuk mengetahui minat siswa melalui metode diskusi digunakan indikator minat belajar siswa sebagai pedoman guru antara lain Senang terhadap mata pelajaran Akidah Akhlak, memperhatikan apa yang disampaikan guru, aktif dalam kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak dan Ketertarikan terhadap mata pelajaran Akidah Akhlak. Kesimpulan penelitian ini adalah metode diskusi dapat meningkatkan minat belajar sisw
PEMBINAAN PENGELOLAAN LIMBAH KOTORAN SAPI DAN PLASTIK UNTUK DI APLIKASIKAN DALAM PENANAMAN KANGKUNG DARAT BERSAMA PEMUDA DUSUN LENDANG BUNGA DESA KALIJAGA BARU
Limbah ternak dan rumah tangga pada umumnya jarang dimamfaatkan sehingga dalam waktu lama akan bertambah banyak jumlahnya dan menjadi masalah dalam hal penanggulanganya, sedangkan dalam bidang pertanian masalah yang di temukan adalah jarang dan mahalnya pupuk anorganik yang berdampak pada daya masyarakat yamg menurun. Oleh karena itu perlu di lakukan penanggulangan berupa pemamfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik dan pemamfaatan limbah rumah tangga menjadi media tanam sebagai tempat pengaplikasian penggunaan pupuk organik dengan menanam sayuran (kangkung darat) guna mencegah dan mengurangi pencemaran lingkungan, dan juga mendorong penggunaan pupuk organik sebagai alternatif karena jarang dan mahalnya pupuk dalam pertanian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan PAR, teknik pengambilan data langsung terjun ke objek penelitian. Sedangkan sasaran utama penelitian ini ialah pemuda Dusun Lendang Bunga, Setidaknya solusi yang ditawarkan mengenai permasalahan diatas dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan bermamfaat bagi masyarakat terutama petani. Selama kegiatan ini berlangsung pemuda Dusun Lendang Bunga sangat antusias mengikuti program ini tahap demi tahap. Pemudanya dapat membuat pupuk organik sendiri dan membuat media tanam serta mengaplikasikannya dengan menanam kangkung darat dan di taruh dihalaman ruma
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR
Abstract
The demonstration method is a show about the process of the occurrence of an event or object to the appearance of exemplary behavior so that students can know and understand it in real or imitation. In other words, the demonstration method is a practical method that is carried out by demonstrating or demonstrating to students related to the material or discussion when learning takes place. This study uses library research, using a qualitative descriptive analysis. The data collected is in the form of documents, namely articles or theses of the past five years. Based on the results of document analysis, that the Application of the Demonstration Method to improve learning outcomes in elementary school science subjects is very suitable to be applied in elementary schoolsAbstrak
Metode demonstrasi adalah pertunjukkan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya. Dengan kata lain metode demontrasi merupakan sebuah metode praktek yang dilakukan dengan cara memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa terkait dengan materi atau pembahasan pada saat pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa dokumen yaitu artikel atau skripsi lima tahun terdahulu. Bedasarkan hasil analisis dokumen, bahwa Penerapan Metode Demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPA sekolah dasar sangat cocok diterapkan di sekolah dasar
STRATEGI DAKWAH DAN PENDIDIKAN NABI MUHAMMAD SAW : TELAAH KITAB ASAALIIBU AL-RASUL FI AL-DAKWAH WA AL-TARBIYYAH
Abstract
This article aims to examine the missionary and educational strategies of the Prophet Muhammad SAW in the book Asaaliibu al-Rasul fi al-Dakwah wa al-Tarbiyyah by Shaykh Yusuf Khathir Hassan al-Shuury. Library research is the method of choice in the preparation of this paper, using a literature review approach, namely conducting an in-depth critical study of various literature strategies and methods of da'wah and Islamic education. The book Asaaliibu al-Rasul fi al-Dakwah wa al-Tarbiyyah by Shaykh Yusif Khathir Hasin al-Shuury is the primary reference in studying Islamic da'wah and education strategies. The researcher found three important things related to the prophet's da'wah and education strategy in the book: First: the nature and characteristics of the prophet as an educator consisting of eight characteristics (namely: compassion, patience, intelligence, humility, forgiving, personality integrity, love of profession ) Second, the strategy of the prophet Muhammad SAW in preaching (such as giving gifts and loving each other, correspondence strategies, giving gifts and praise to competent students), Third, the strategy of the prophet in education (direct education/lectures and practice, motivating students, active learning with strategies question and answer, instill a soul bond between educators and students, pay attention to the physical and psychological development of students, instill ukhuwah)Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi dakwah dan pendidikan Nabi Muhammad SAW dalam kitab Asaaliibu al-Rasul fi al-Dakwah wa al-Tarbiyyah karya Syaikh Yusuf Khathir Hassan al-Shuury. Penelitian kepustakaan (Library research) menjadi pilihan metode dalam pebnyusunan tulisan ini, dengan menggunakan pendekatan literature review, yaitu melakukan kajian kritis mendalam terhadap berbagai literatur strategi dan metode dakwah dan pendidikan Islam. Kitab Asaaliibu al-Rasul fi al-Dakwah wa al-Tarbiyyah karya Syaikh Yusif Khathir Hasin al-Shuury menjadi rujukan primer dalam mengkaji strategi dakwah dan pendidikan Islam. Peneliti menemukan tiga hal penting terkait strategi dakwah dan pendidikan nabi dalam kitab tersebut: Pertama: sifat dan karakteristik nabi sebagai pendidik yang terdiri dari delapan sifat (yaitu: kasih sayang, sabar, cerdas, tawadhu’ berlapang dada, pemaaf, integritas kepribadian, cinta profesi) Kedua, strategi nabi Muhammad SAW dalam berdakwah (seperti pemberian hadiah dan saling mencinta, strategi persuratan, pemberian hadiah dan pujian kepada murid berkompeten), Ketiga, strategi nabi dalam pendidikan (pendidikan langsung/ceramah dan praktek, memotivasi siswa, active learning dengan strategi tanya jawab, menanamkan ikatan jiwa antara pendidik dan siswa, memperhatikan perkembangan fisik dan psikologi siswa, menanamkan ukhuwah
PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP BOOK PADA SISWA KELAS V SD PADA MATERI KOMPONEN EKOSISTEM
Education is one of the needs that must be met in developing one's potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and the skills needed by oneself, society, nation and country. However, based on the problems in the field, it is known that there is no learning media used in the learning process. The purpose of this research and development is to improve student learning outcomes through pop-up book media and to see the differences before and after the use of pop-up book media. The research method used in this research is Research and Development. The sampling technique used in this study used a purposive sampling technique. Data analysis in this study used a paired sample t-test with the help of SPSS 25.0 software. Based on the results of the study, there are differences in pop-up book media before and after the use of pop-up book media and there is an increase in student learning outcomes after using pop-up book media.Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam mengembangkan potensi diriuntuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Namun, berdasarkan permasalahan di lapangandiketahui bahwa belum adanya media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui media pop up book serta melihat perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan media pop up book. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan paired sample t-test dengan bantuan software SPSS 25.0. Berdasarkan hasil penelitian bahwamedia pop up book terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penggunaan media pop up bookdan terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah penggunaan media pop up book
Kaidah Rasm Utsmani dan korelasinya dengan qiroah sab’ah
The science of Rasm Al-Qur'an is the science that studies the writing of the mushat Al-Qur'an which is done in a special way, both in writing the pronunciations and the forms of letters used. The writer of the Qur'an at the time of the Prophet Muhammad SAW . It was carried out by his friends both in writing and in sequence with the aim of uniting the Muslims in one kind of mushab by uniforming the reading and unifying the Tertip arrangement of the verses. Thus, there is no difference in understanding between Mushab and other Mushab.Ilmu rasm Al-Qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushat Al- Qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun Bentuk-bentuk huruf yang digunakannya.Penulisa Al-Qur’an pada masa Nabi Muhammad Saw. Dilakukan oleh para sahabat- sahabatnya baik dalam penulisannya maupun urutannya dengan tujuan untuk menyatukan Kaum muslimin pada satu macam mushab dengan meyeragamkan bacaan serta menyatukan Tertip susunan ayat-ayatnya. Dengan demikian tidak terjadi perbedaan pemahaman antara Mushab dengan mushab yang lain.
Dinamika pemikiran intelektual muslim dalam penafsiran Al-qur’an
Allah SWT has created humans to be the best of creation (ahsan at-taqwim), namely beings who are given reason and lust. Humans as intelligent creatures are ordered by Allah to use their intellect. Regarding the command to use human reason in the Al-Qur'an, there is much mention of the words afala tatadzabbarun, afala taqqilu, afal tatafakkarun, ya ulil albab and so on. The end of these verses relates to the command to think about Allah's creation. Neither man himself nor the universe. However, awareness of history and the contextuality of human understanding in using their minds intersect with the texts of the al-Qur'an and their meanings. In fact, it is generally agreed that the Muslim intellectual believes that the Koran is sacred because the Qur'an is one of the words of Allah that was revealed to the last prophet, Muhammad SAW. After seeing the historical facts that the Qur'an uses Arabic and the Prophet Muhammad SAW himself was an Arab. So that the various information presented in the Koran itself uses a lot of Arabic cultural logic, then the various terms used in it also use terminology that is familiar to Arabic at that time, so various studies and discussions about the original status of the Qur'an have emerged. 'an. Here the question arises as put forward by Fahrudi Faiz "to what extent the Qur'an is divine and to what extent it has a human dimensionAllah SWT telah menciptakan manusia sebagai sebaik-baik ciptaan (ahsan at-taqwim) yakni makhluk yang diberi akal dan nafsu. Manusia sebagai makhluk yang berakal diperintahkan oleh Allah untuk menggunakan akalnya. Tentang perintah penggunaan akal manusia di dalam Al-Qur’an banyak disinggung terutama dengan kata-kata afala tatadzabbarun, afala taqqilu, afal tatafakkarun, ya ulil albab dan lain sebagainya. Akhir dari ayat-ayat tersebut berhubungan dengan perintah untuk memikirkan tentang ciptaan Allah SWT. Baik manusia itu sendiri maupun alam semesta. Namun kesadaran akan histories dan konstektualitas pemahaman manusia dalam menggunakan akalnya kan bersinggungan dengan nash-nash al-Qur’an dan pemaknaannya. Sebenarnya keyakinan intlektual muslim secara umum sudah disepakati bahwa al-Qur’an adalah sakral, karena al-Qur’an adalah merupakan salah satu dari kalam Allah yang diturunkan kepada nabi yang paling terakhir yakni Muhammad SAW. Setelah melihat fakta sejarah bahwa al-Qur’an memakai bahasa Arab dan Nabi Muhammad SAW sendiri adalah orang arab. Sehingga berbagai informasi yang disajikan di dalam al-Qur’an sendiri banyak memakai logika budaya Arab, kemudian berbagai istilah yang dipakai di dalamnya juga menggunakan terminologi yang akrab digunakan dikalangan arang Arab saat itu, maka muncullah berbagai kajian dan pembahasan tentang status keorisinilan al-Qur’an. Di sini timbul pertanyaan sebagaimana yang dikemukakan oleh Fahrudi Faiz “sejauh manakah al-Qur’an itu berdimensi Ilahiyah dan sejauh mana ia berdimensi manusiaw
STRATEGI MEMBANGUN KEMAMPUAN CRITICAL THINKING PADA GENERASI DIGITAL
Abstract
The ability to think critically is a must-have ability in the digital generation era, more specifically in the world of education. Because it is clear that the most important goal in today's modern education system is how to create a generation that has the capability in terms of critical thinking. Because this ability is a strong foundation in building the nation's civilization in the midst of increasing unstoppable digitalization. So to be able to build and develop these abilities, strategies are needed that can be manifested in the learning process in order to instill critical thinking skills in the digital generation. The method used in this research is literature study by collecting and reviewing library data which is then linked to research to obtain answers to problems. The results of the study show that there are many strategies that can be used to build critical thinking skills in children, especially the alpha generation or digital generation, namely (1) Problem Based Learning (PBL) strategies, (2) Learning with the help of technology, (3) Mobile Learning (M -Learning), (4) IMPROVE Method. These four methods are effective strategies in building students' critical thinking skills in welcoming the current digital era.Abstrak
Kemampuan Critical Thinking menjadi suatu kemampuan yang harus dimiliki dalam era generasi digital, lebih khusus dalam dunia pendidikan. Karena telah jelas bahwa tujuan terpenting pada system pendidikan modern saat ini adalah bagaiamana menciptakan generasi yang memiliki kapabilitas dalam hal critical thinking. Karena kemampuan ini merupakan pondasi kuat dalam membangun peradaban bangsa di tengah semakin meningkatnya digitalisasi yang tidak terhentikan. Maka untuk dapat membangun dan mengembangkan kemampuan tersebut di perlukan strategi-strategi yang dapat dimanifestasikan dalam proses pembelajaran guna menanamkan kemampuan berfikir kritis pada generasi digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literature dengan mengumpulkan dan menelaah data pustaka yang kemudian dihubungkan dengan penelitian untuk memperoleh jawaban dari permasalahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat banyak strategi yang dapat digunakan untuk membangun keterampilan berfikir kritis pada anak terutama generasi alpha atau generasi digital yaitu (1) strategi Problem Based Learning (PBL), (2) Pembelajaran dengan bantuan teknologi, (3) Mobile Learning (M-Pembelajaran), (4) Metode IMPROVE. Keempat cara tersebut merupakan strategi yang efektif dalam membangun kemampuan critical thinking pada siswa dalam menyongsong era digital saat ini
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN GOOGLE WORKSPACE TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SELAMA PANDEMI
Abstract
The purpose of this study was to determine differences in the communication skills of students who underwent learning using the Problem-Based Learning model assisted by Google Workspace and regular learning. Google Workspace is a tool in the form of an application that is used as an aid to facilitate online learning during a pandemic, the applications used include Google Classroom, Google Documents, Google Forms and Google Meet. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The sample in the study were students of class XI IPA 3 (experimental class) and XI IPA 4 (control class) at SMA Lab Malang, where the experimental class was taught using the PBL learning model with Google Workspace and the control class was taught by regular learning. Communication skills are measured using observation sheets that have been adapted to indicators of communication skills by Greenstein. Based on the research results, it is known that the results of hypothesis testing with the ANACOVA test show that there are significant differences in communication skills between students who are taught with the Google Workspace-based Problem Based Learning (PBL) learning model compared to the regular learning model.Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan komunikasi siswa yang menjalani pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Google Workspace dan pembelajaran reguler. Google Workspace merupakan alat dalam bentuk aplikasi yang digunakan sebagai bantuan untuk mempermudah pembelajaran daring selama masa pandemi, aplikasi yang digunakan dalam diantaranya adalah Google Classroom, Google Document, Google Form dan Google Meet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 (kelas eksperimen) dan XI IPA 4 (kelas kontrol) di SMA Laboratorium Malang, dimana kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL berbatuan Google Workspace dan kelas kontrol yang dibelajarkan dengan pembelajaran reguler. Keterampilan komunikasi diukur menggunakan lembar observasi yang telah disesuaikan dengan indikator keterampilan komunikasi oleh Greenstein. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil uji hipotesis dengan uji ANACOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan komunikasi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbatuan Google Workspace dibandingkan dengan model pembelajaran reguler
Implementasi metode brainstorming dalam implementasi pembelajaran pendidikan agama islam pada siswa SMA di Bukittinggi
The background of this research is because students are still lacking in the learning process, especially in Islamic Religious Education subjects at SMA Negeri 4 Bukittinggi. The purpose of this research is to find out how successful the implementation of the Brainstorming method is in Islamic Religious Education subject matter Syaja'ah and its relation to the problem of moral degradation today in class XI SMA Negeri 4 Bukittinggi. This research was conducted through a qualitative descriptive type approach using key informants, namely Islamic Religious Education subject teachers and supporting informants were class X students. In collecting data the authors used observation and interview data to test the accuracy of the data. Based on the results of the study there are obstacles in the application of the Brainstorming method to learning Islamic Religious Education, the use of the Brainstorming method cannot be applied optimally, in practice it is not in accordance with the steps of the Brainstorming methodPenelitian ini dilatarbelakangi karena keaktifan siswa masih kurang dalam proses pembelajaran terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 4 Bukittinggi. Tujuan dilakukan penelitian ini yakni untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari penerapan metode Brainstorming pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Syaja’ah dan kaitannya dengan permasalahan Degredasi moral di zaman sekarang di kelas XI SMA Negeri 4 Bukittinggi. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif jenis deskriptif dengan menggunakan informan kunci yaitu guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan informan pendukungnya adalah siswa kelas X. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan data observasi dan wawancara untuk menguji keakuratan data. Berdasarkan hasil penelitian terdapat kendala dalam penerapan metode Brainstorming pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, penggunaan metode Brainstorming yang belum bisa diterapkan secara maksimal, dalam pelaksanaannya belum sesuai dengan langkah- langkah dari metode Brainstorming