Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    KOMUNIKASI KEPEMIMPIN DALAM MENCARI RESOLUSI KONFLIK ANTAR GURU DI MTSN 3 LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi kepemimpinan yang di lakukan kepala sekolah dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTSN 3 Lombok Timur. MTsN 3 LOTIM, adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang MTs di BERIRI JARAK, Kec.Wanasaba, Kab. Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dalam menjalankan kegiatannya, MTsN 3 Lotim di bawah naungan kementerian agama. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber informasi di dapatkan dari guru. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan di analisisi dengan pendekatan kualitatif, yang di sesuaikan dengan kodisi dan situasi di lapanagan. Hasil penelitian adalalah sebagai berikut : 1.  Pola komunikasi kepemimpinan dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTsN 3 LOTIM, yaitu : Berdasarkan hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi bahwa komunikasi kepemimpinan dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTsN 3 LOTIM memakai tiga pola (bentuk) komunikasi  yaitu komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dan komunikasi organisasi. Dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan bahwa sikap kepala sekolah MTsN 3 LOTIM dalam mengatasi konflik yaitu bersikap netral dan objetif, tidak membeda-bedakan antar guru, memberikan kesempatan kepada semua guru untuk menyampaikan pendapat dan selalu memotivasi guru dan memberi penghargaan bagi guru yang berprestasi. 2. Hambatan komunikasi kepemimpinan dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTsN 3 LOTIM, Yaitu : Dari wawancara tersebut kendala yang di hadapi kepala sekolah dalam menyelesaikan konflik yaitu adanya perbedaan pendapat/pandangan, namun hal tersebut di anggap biasa saja/ hal yang wajar oleh kepla sekolah sehingga tidak terlalu di beratkan. 3. Solusi terhadap kendala yang dihadapi dalam komunikasi kepemimpinan dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTsN 3 LOTIM, yaitu: Jadi setiap permasalahan yang ada kepala sekolah selalu melaukan diskusi dan musayawarah sehingga permasalaha yang terjadi langsung di tangani tanapa harus di tunda-tunda menunggu waktu yang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi kepemimpinan yang di lakukan kepala sekolah dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTSN 3 Lombok Timur. MTsN 3 LOTIM, adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang MTs di BERIRI JARAK, Kec.Wanasaba, Kab. Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dalam menjalankan kegiatannya, MTsN 3 Lotim di bawah naungan kementerian agama. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber informasi di dapatkan dari guru. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan di analisisi dengan pendekatan kualitatif, yang di sesuaikan dengan kodisi dan situasi di lapanagan. Hasil penelitian adalalah sebagai berikut : 1.  Pola komunikasi kepemimpinan dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTsN 3 LOTIM, yaitu : Berdasarkan hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi bahwa komunikasi kepemimpinan dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTsN 3 LOTIM memakai tiga pola (bentuk) komunikasi  yaitu komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dan komunikasi organisasi. Dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan bahwa sikap kepala sekolah MTsN 3 LOTIM dalam mengatasi konflik yaitu bersikap netral dan objetif, tidak membeda-bedakan antar guru, memberikan kesempatan kepada semua guru untuk menyampaikan pendapat dan selalu memotivasi guru dan memberi penghargaan bagi guru yang berprestasi. 2. Hambatan komunikasi kepemimpinan dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTsN 3 LOTIM, Yaitu : Dari wawancara tersebut kendala yang di hadapi kepala sekolah dalam menyelesaikan konflik yaitu adanya perbedaan pendapat/pandangan, namun hal tersebut di anggap biasa saja/ hal yang wajar oleh kepla sekolah sehingga tidak terlalu di beratkan. 3. Solusi terhadap kendala yang dihadapi dalam komunikasi kepemimpinan dalam mencari resolusi konflik antar guru di MTsN 3 LOTIM, yaitu: Jadi setiap permasalahan yang ada kepala sekolah selalu melaukan diskusi dan musayawarah sehingga permasalaha yang terjadi langsung di tangani tanapa harus di tunda-tunda menunggu waktu yang tepat

    Pembacaan Makna Nusyūz Dalam Tafsir Jami’ Al-Bayan Dan Al-Qur’an Al-Azhim

    No full text
    This research is an attempt to find out how At-Tabari and Ibn Kathir's views on nusyūz. This started from the many understandings circulating in the community that the problem of nusyūz was only shown and questioned to women (wives). The understanding that tends to be textual in Surah An-Nisa verse 34 is often used as an excuse as an excuse to commit acts of violence against women, both physically and psychologically. While the reading in another verse, namely in Surah An-Nisa verse 128 shows that husbands can also do nusyūz. From this study, it shows that At-Tabari in the book Jami' Al-Bayan and Ibn Kathir in Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim argues that either wife or husband nusyz is a form of hatred for a partner and leaves the obligations that have been set in domestic life. , and the completion of the wife's nusyūz is that there are three stages, namely advising, separating beds and hitting. while the settlement of husband's nusyz is by peace, then it is necessary to re-read the nusyz concept referred to by using the theory of gender equality in order to find an impartial understanding.Penelitian ini merupakan sebuah upaya untuk mengetahui bagaimana pandangan At-Thabari dan Ibnu Katsir mengenai nusyūz. Hal ini berawal dari banyaknya pemahaman yang beredar di masyarakat bahwa permasalahan nusyūz hanya ditunjukan dan dipermasalahkan kepada perempuan (istri). Pemahaman yang cendrumg tekstual dalam surah An-Nisa ayat 34 kerap kali dijadikan dalih sebagai alasan untuk melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan baik berupa fisik maupun psikis. Sedangkan pembacaan dalam ayat yang lain yaitu dalam surah An-Nisa ayat 128 menunjukkan bahwa suami juga bisa melakukan nusyūz. Dari penelitian ini menunjukan bahwa At-Thabari dalam kitab jami’ Al-Bayan dan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim mengemukan bahwa baik nusyūz istri atau suami ialah bentuk kebencian kepada pasangan serta meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan dalam kehidupan rumah tangga, dan dalam penyelesaiannya nusyūz istri ialah ada tiga tahapan yaitu menasehati, pisah ranjang dan memukul. sedangkan penyelesaian nusyūz suami ialah dengan perdamaian, maka kiranya perlu pembacaan kembali konsep nusyūz  yang dimaksud dengan menggunakan teori kesetaraan gender agar kiranya menemukan pemahaman yang tidak memihak

    PENERAPAN METODE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPA DI MI NW LINGKUK BUAK

    Get PDF
    Pemilihan metode pembelajaran yang bervariasi bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Metode Jigsaw merupakan salah satu metode yang dapat dijadikan metode alternatif untuk mendorong peserta didik lebih aktif dan belajar bekerjasama dengan pasangannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji metode talking stick dalam mengembangkan hasil belajar peserta didik di MI NW 1 Kembang Kerang Aikmel Lombok Timur. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV MI NW Lingkuk Buak yang berjumlah 21 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Teknik analisis data yang di gunakan untuk uji hipotesis dalam penelitian ini berupa siklus-siklus PTK Kurt Lewin. Dengan hasil siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 71,42%, dan siklus II dengan  presentasi ketuntasan belajarnya mencapai 76,19 %, dan siklus III ≥ 85%. dengan demikian tujuan yang diinginkan pada hasil belajar telah tercapai yaitu ketuntasan belajar ≥ 85%. Hal ini menunjukkan penelitian berhasil sesuai dengan indikator ketercapaian. Keberhasilan dari penelitian ini tentunya tidak terlepas dari metode pembelajaran yang digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa, serta peran guru yang melakukan refleksi dengan baik, sehingga penelitian ini berhasil dilakukan.Pemilihan metode pembelajaran yang bervariasi bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Metode Jigsaw merupakan salah satu metode yang dapat dijadikan metode alternatif untuk mendorong peserta didik lebih aktif dan belajar bekerjasama dengan pasangannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji metode talking stick dalam mengembangkan hasil belajar peserta didik di MI NW 1 Kembang Kerang Aikmel Lombok Timur. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV MI NW Lingkuk Buak yang berjumlah 21 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, angket, dan tes. Teknik analisis data yang di gunakan untuk uji hipotesis dalam penelitian ini berupa siklus-siklus PTK Kurt Lewin. Dengan hasil siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 71,42%, dan siklus II dengan  presentasi ketuntasan belajarnya mencapai 76,19 %, dan siklus III ≥ 85%. dengan demikian tujuan yang diinginkan pada hasil belajar telah tercapai yaitu ketuntasan belajar ≥ 85%. Hal ini menunjukkan penelitian berhasil sesuai dengan indikator ketercapaian. Keberhasilan dari penelitian ini tentunya tidak terlepas dari metode pembelajaran yang digunakan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa, serta peran guru yang melakukan refleksi dengan baik, sehingga penelitian ini berhasil dilakukan

    BIMBINGAN DINIYAH UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN AGAMA ISLAM DIDUSUN KELING DESAKALIJAGA TENGAH

    No full text
    Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Dusun Keling Desa Kalijaga Tengah tepatnya di Taman Pendidikan Al-Qur,an (TPQ) Al-Alifa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak-anak santri TPQ terhadap ilmu agama. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah mentoring dan partisipasi aktif. Dengan metode tersebut kami menemukan bahwa pembelajaran Diniyah yang dilaksanakan oleh TPQ Al-Alifa telah berjalan dengan baik terutama dalam pembelajaran Iqra (belajar membaca Al-Qur,an). Namun keadaan tersebut tidak ditemukan dalam pembelajaran agama sehingga anak-anak santri TPQ tidak memiliki pengetahuan agama Islam dasar yang memadai. Berdasarkan temuan tersebut kami mengadakan mentoring dan partisipasi aktif guna untuk meningkatkan pemahaman keagamaa Islam dasar bagi santri TPQ

    Otoritas Laki-Laki Dan Perempuan: Studi Penafsiran Kontekstual Abdullah Saeed terhadap Qs. an-Nisa 4: 34

    Get PDF
    The superiority of men over women often occurs because of the use of the Qur'anic argument in understanding the position of women in social life, including in their position as leaders. It can be observed and described in verse Qs. an-Nisa' verse 34. The keyword Qawwamuna is often used as an excuse and defense to explain the position of women in Islam. This happens not only in the vocabulary of verses, but also in the role of textual interpretation which forgets the context when this verse was revealed and the contextual conditions of life today. Qs. an-Nisa' verse 34 is often interpreted in contexts that are no longer relevant today. To gain a contextual understanding of "Qauwamuna" in Qs. an-Nisa: 34, researchers used Abdullah Saeed's contextual approach to the type of library research (library research). This study uses literature data (library). The main data (primary) is the work of Abdullah Saeed, namely: The 21st Century Al-Qur'an: Contextual Interpretation. The secondary data are works or writings that discuss Abdullah Saeed's contextual approach and also interpretations related to gender issues, especially those discussing Qs. an-Nisa: 34. This research produced several conclusions, including a): Abdullah Saeed's contextual interpretation methodology is a contemporary exegesis methodology that focuses only on the text of verses or the editorial verses of the Koran, but also focuses on understanding the context, (micro context, macro context, and context of social development, culture and current situation, b): Based on the analysis it was found that the words الرجل and النساء do not only refer to biology (male and female). This verse identifies the moral ideal of the Koran as a relationship of equals. With the development of today's context, both men and women have equal leadership potential.): Qs. an-Nisa:34 contains three values, namely: fundamental values, implementational values and instructional values. With this conclusion, this thesis will strengthen the role of gender interpretation studies on the one hand, and on the other hand will strengthen the importance of the paradigm of contextual interpretation of the Qur'anSuperioritas laki-laki atas perempuan seringkali terjadi karena adanya penggunaan dalil al-Qur’an dalam memahami posisi perempuan dalam kehidupan sosialnya, termasuk dalam posisinya sebagai pemimpin. Dapat dicermati dan digambarkan dalam ayat Qs. an-Nisa’ ayat 34. Kata kunci Qawwamuna seringkali menjadi alasan dan pembelaan untuk menjelaskan posisi perempuan dalam Islam. Hal tersebut terjadi tidak hanya pada kosa kata ayat saja, tetapi juga pada adanya peran tafsir tekstual yang melupakan konteks ketika ayat ini diturunkan serta kondisi kehidupan kontektual hari ini. Qs. an-Nisa’ ayat 34 seringkali ditafsirkan dalam konteks yang tidak lagi relevan dengan hari ini. Untuk memperoleh pemahaman yang kontekstual tekait “Qauwamuna” dalam Qs. an-Nisa: 34, peneliti menggunakan pendekatan kontekstual Abdullah Saeed dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan data literatur (kepustakaan). Data utama (primer) adalah karya Abdullah Saeed, yakni: Al-Qur’an Abad 21: Tafsir Kontekstual. Adapun data sekunder adalah karya atau tulisan-tulisan yang membahas tentang pendekatan kontekstual Abdullah Saeed dan juga tafsir-tafsir terkait isu gender, khususnya yang membahas Qs. an-Nisa: 34. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan, antara lain: a): Metodologi tafsir kontekstual Abdullah Saeed adalah metodologi tafsir di masa kontemporer yang memberikan hanya fokus pada teks ayat atau redaksi ayat al-Qur’an, tapi juga fokus memahami konteks, (konteks mikro, konteks makro,  dan konteks perkembangan sosial, budaya dan keadaan di hari ini, b): Berdasarkan analisis ditemukan bahwa kata الرجل  dan النساء tidak hanya merujuk pada biologis semata (laki-laki dan perempuan). Ayat ini mengidentifikasi gagasan ideal moral al-Qur’an sebagai sebuah hubungan yang setara. Dengan perkembangan konteks hari ini, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesetaraan dalam potensi kepemimpinan.): Qs. an-Nisa:34 mengandung tiga nilai, yakni: nilai fundamental, nilai implementasional dan nilai instruktional. Dengan kesimpulan ini, skripsi ini akan menguatkan peran studi tafsir gender pada satu sisi, dan pada sisi lain akan menguatkan peran pentingnya paradigma tafsir kontekstual al-Qur’an

    Interpretasi Narasi Ayat-Ayat Eskatologis Dalam Juz ‘Amma

    Get PDF
    The Qur'an tries to explain or put forward logical evidence about the existence of the last day based on justice, every action must get a reward. About eschatology is an attempt to inform the moral condition of society. Acceptance of the truth of the existence of the last day is evidence of the existence of God's justice. Belief in life after death can encourage people to do good for life after death. Writing this thesis aims to answer two problem formulations, namely how to describe the general narrative of the verses of Doomsday (eschatological) in Juz 'Amma and how to interpret the verses of Doomsday (eschatological) in Juz 'Amma. This research is a library research, using a descriptive analysis method, namely describing or giving an overview of the object under study through the data that has been collected. As a result, the general description of the Day of Judgment in juz amma is expressed with metaphorical expressions and according to some commentators such as M.Quraish Shihab and Muhammad Abduh, in interpreting the verses of the Day of Judgment, some tend to be textual and contextual.Al-qur’an berusaha menjelaskan atau mengemukakan bukti-bukti logis tentang adanya hari akhir berdasarkan keadilan, setiap perbuatan harus mendapatkan imbalannya. Tentang eskatologi merupakan upaya untuk menginformasikan kondisi moral masyarakat. Penerimaan akan kebenaran adanya hari akhir bukti wujud adanya keadilan Tuhan. Keyakinan terhadap kehidupan setelah mati dapat mendorong orang untuk berbuat kebajikan terhadap kehidupan setelah mati. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu bagaimana gambaran umum narasi ayat-ayat Kiamat (eskatologis) dalam Juz ‘Amma dan bagaimana penafsiran ayat-ayat Kiamat (eskatologis) dalam Juz ‘Amma. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), menggunakan metode deskriptif analisis yaitu mendiskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data yang telah terkumpul. Sebagai hasilnya gambaran umum hari kiamat dalam juz amma di ungkapkan dengan ungkapan metafora dan sedangkan menurut beberapa mufassir seperti M.Quraish Shihab dan Muhammad Abduh  dalam menafsirkan ayat-ayat kiamat ada yang cenderung ke tekstual dan kontekstual

    KONSTESTASI PENDIDIKAN ISLAM DI LOMBOK: NAHDLATUL WATHAN VIS A VIS SALAFI-WAHHABI

    Get PDF
    Abstract This article will discuss the contestation of Islamic Education in Lombok in post reformation 1998. Namely the contestation of madrasas and schools managed by the Islamic organization Nahdlatul Wathan (NW) and the Salafi-Wahhabi community in East Lombok. By using  qualitative approach in the form of library research, this article focuses on discussing some issues: first, the genealogy of the Nahdlatul Wathan and Salafi Madrasas. Second, Madrasas as the basis for the construction of  aswaja and Salafi-Wahhabi ideologies. Third, the pattern of contestation between Nahdlatul Wathan (NW) and Salafi-Wahhabi. This research  shows: First, the Nahdalul Wathan and Salafi madrasas in Lombok were genealogically founded by Middle Eastern Alumni (haramain). Second, curriculum design both in NW and Salafi madrasas uses for strengthening the ideology, identity and militancy of their own group. Third, the pattern contestation of Nahdlatul Wathan Islamic education vis a vis Salafi-wahhabi does not take place formally in madrasas, but uses the medium of mosques and virtual da'wah as well.Abstrak Artikel ini akan membahas tentang kontestasi Pendidikan Islam di Lombok pasca reformasi 1998. Yaitu kontestasi madrasah dan sekolah yang dikelola oleh organisasi Islam Nahdlatul Wathan (NW) dan komunitas Salafi-Wahhabi di Lombok Timur. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berupa penelitian kepustakaan, artikel ini memfokuskan pembahasan pada beberapa hal: pertama, silsilah Madrasah Nahdlatul Wathan dan Salafi. Kedua, Madrasah sebagai basis konstruksi ideologi aswaja dan Salafi-Wahhabi. Ketiga, pola kontestasi antara Nahdlatul Wathan (NW) dan Salafi-Wahhabi. Penelitian ini menunjukkan: Pertama, madrasah Nahdalul Wathan dan Salafi di Lombok secara genealogis didirikan oleh Alumni Timur Tengah (haramain). Kedua, desain kurikulum baik di madrasah NW maupun Salafi digunakan untuk memperkuat ideologi, identitas dan militansi kelompoknya sendiri. Ketiga, pola kontestasi pendidikan Islam Nahdlatul Wathan vis a vis Salafi-Wahabi tidak berlangsung secara formal di madrasah, tetapi menggunakan media masjid dan juga dakwah virtual

    UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PKWN) MELALUI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DI SMK NW TEMBENG PUTIK TAHUN PELAJARAN 2021/2022

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Jigsaw.  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan pada guru dan siswa SMK NW Tembeng Putik jurusan Teknik komputer dan jaringan (TKJ)  yang berjumlah 12 orang siswa, tepatnya mata pelajaran yang digunakan adalah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PKWn). Metode pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan Prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan. hal ini dapat dilihat melalui indikator sebagai berikut: kemampuan dalam mengemukakan gagasan berpikir saat kegiatan belajar mengajar ada 4 siswa setelah tindakan menjadi 8 siswa. keaktifan bertanya kepada guru dalam kegiatan belajar mengajar ada 3 siswa setelah tindakan menjadi 9 siswa. kemampuan berdiskusi dengan kelompok belajar ada 5 siswa setelah tindakan menjadi 11 siswa. siswa yang memiliki nilai memenuhi KKM (≥75) ada 5 siswa setelah tindakan menjadi 10 siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (Pkwn) siswa kelas XI SMK NW Tembeng Putik.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Jigsaw.  Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan pada guru dan siswa SMK NW Tembeng Putik jurusan Teknik komputer dan jaringan (TKJ)  yang berjumlah 12 orang siswa, tepatnya mata pelajaran yang digunakan adalah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PKWn). Metode pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan Prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan. hal ini dapat dilihat melalui indikator sebagai berikut: kemampuan dalam mengemukakan gagasan berpikir saat kegiatan belajar mengajar ada 4 siswa setelah tindakan menjadi 8 siswa. keaktifan bertanya kepada guru dalam kegiatan belajar mengajar ada 3 siswa setelah tindakan menjadi 9 siswa. kemampuan berdiskusi dengan kelompok belajar ada 5 siswa setelah tindakan menjadi 11 siswa. siswa yang memiliki nilai memenuhi KKM (≥75) ada 5 siswa setelah tindakan menjadi 10 siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (Pkwn) siswa kelas XI SMK NW Tembeng Putik

    Homoseksualitas: Pelanggaran terhadap Fitrah Kemanusiaan: Studi Komparasi Kitab al-Qur’an dan Alkitab

    Get PDF
    The issue of morality about homosexuals cannot be separated from the pros and cons. In Indonesia, this issue is still a hot topic of discussion among religious people. Some community members and religious leaders strongly reject homosexual behavior and others accept and provide support for homosexual perpetrators. Support for homosexuals comes from several Islamic religious leaders, according to him, the current rejection of homosexual behavior is essentially not purely Islamic. Likewise, with support from Christian religious figures, the leadership of the Vatican Catholic Church conveyed the statement that homosexual perpetrators are children of God who have rights in a family. The purpose of this paper is to complete the study of moral issues that develop in society, especially about homosexuality. There are three questions posed in this paper. First, how is homosexual behavior in the view of the holy scriptures of Muslims and Christians? Second, why does God punish people who behave homosexually? Third, how is the response to the perpetrators of homosexuality in today's life?. Of these three questions, the focus of the study in this paper is to present a historical picture of the Prophet Lut from the perspective of Islam and Christianity. After the data in question is obtained, then they are compared to see the similarities and differences. And in order to ground the text of the scriptures, the historical meaning of the people of the Prophet Lut in today's life is an important thing that needs to be knownIsu moralitas tentang homoseksual tidak lepas dari pro dan kontra. Di Indonesia isu ini masih terus menjadi perbincangan hangat di kalangan umat beragama. Sebagian masyarakat serta tokoh agama menolak keras perilaku homoseksual dan sebagian yang lain menerima serta memberi dukungan untuk pelaku homoseksual. Dukungan untuk pelaku homoseksual berasal dari beberapa tokoh agama Islam, menurutnya penolakan terhadap perilaku homoseksual yang ada sekarang ini pada hakikatnya tidak murni berasal dari agama Islam. Begitu pula dukungan berasal dari tokoh agama Kristen, pimpinan Gereja Katolik Vatikan menyampaikan pernyataan bahwa pelaku homoseksual adalah anak-anak Tuhan yang memiliki hak dalam sebuah keluarga. Adapun tujuan dari tulisan ini adalah untuk melengkapi studi tentang isu moral yang berkembang ditengah-tengah masyarakat khususnya tentang homoseksualitas. Terdapat tiga pertanyaan yang diajukan dalam tulisan ini. Pertama, bagaimana perilaku homoseksual dalam pandangan kitab suci umat Islam dan Kristen ? Kedua, Mengapa Tuhan memberi hukuman kepada orang yang berperilaku homoseksual ? Ketiga, bagaimana respon terhadap pelaku homoseksualitas pada kehidupan saat ini ?. Dari tiga pertanyaan tersebut, yang menjadi fokus kajian dalam tulisan ini ingin menyuguhkan gambaran historis kaum Nabi Luth dalam pandangan Islam dan Kristen. Setelah data-data yang dimaksud didapatkan, lalu dikomparasikan untuk melihat persamaan dan perbedaannya. Dan dalam rangka membumikan teks kitab suci, pemaknaan terhadap historis kaum Nabi Luth pada kehidupan saat ini merupakan suatu hal penting yang perlu untuk diketahui

    Hadis DAIF dalam Permasalahan Hukum Islam menurut Abu Hanifah

    Get PDF
    Hadis sebagai sumber ajaran Islam kedua (the second texts) muatannya berisikan tentang doktrin, perintah, larangan, etika dan tuntunan kehidupan manusia. Semua itu terangkum dalam matan atau redaksi hadis. Agar isi teks sebuah hadis benar-benar dapat dipertanggungjawabkan sebagai argumentasi hukum maka sanad hadis yang menjadi barometernya. Kesahihan matan tidak mesti berbanding lurus dengan kesahihan sanad, keduanya tidak dapat dipisahkan, ibarat dua sisi mata uang kalau dihilangkan sisi satunya, maka uang tidak ada nilainy

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇