Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Konsep ukhuwah dalam perspektif al-Qur’an dan relevansinya dalam kehidupan bermasyarakat: (Kajian Surat Al-Hujurat Ayat 10)
Abstract - Ukhuwwah is a fabric of brotherhood among human beings that transcends ethnic, racial, religious, tribal, hereditary, social background and so on. In the Qur'an there are many kinds of ukhuwah, this is shown because of the many words akh in the Qur'an, such as ukhuwah ubudiyah, ukhuwah insaniyah, ukhuwah diniyah and ukhuwah wathaniyah. In life in this world, a Muslim can understand the existence of views and even opinions that are different from his religious views, because all of this cannot be outside of God's will. In Surat al-Hujurrat verse 10 it is very clear, Allah says that Muslims are brothers, and orders to carry out corrective relations if there is a misunderstanding between groups of Muslims. So the Qur'an provides examples and causes of rifts in relations while at the same time prohibiting every Muslim from making a fuss. Therefore, brotherhood must be built and grown in our daily lives. In interacting with the community, we place great emphasis on ukhuwah so that we can live peacefully side by side with each other without any gaps.Abstrak - Ukhuwwah merupakan jalinan persaudaraan di antara umat manusia yang melampui batas-batas etnik, ras, agama, suku, keturunan, latar belakang sosial dan lain sebagainya. Di dalam al-Qur’an ditemukan banyak macam ukhuwah, hal ini ditunjukkan karna banyaknya kata akh dalam al-Qur’an, seperti ukhuwah ubudiyah, ukhuwah insaniyah, ukhuwah diniyah dan ukhuwah wathaniyah. Dalam kehidupan di dunia ini, seorang muslim dapat memahami adanya pandangan bahkan pendapat yang berbeda dengan pandangan agamanya, karena semua itu tidak mungkin berada di luar kehendak Ilahi. Dalam surat al-Hujurrat ayat 10 sangat jelas sekali, Allah mengatakan bahwa orang-orang muslim itu bersaudara, dan memerintahkan untuk melakukan hubungan perbaikan jika seandainya terjadi kesalah pahaman di antara kelompok kaum muslimin. Maka al-Qur’an memberikan contoh dan penyebab keretakan hubungan sekaligus melarang setiap muslim melakukan keributan. Oleh karena itu, persaudaraan harus dibangun serta tumbuhnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Di dalam berintraksi dengan masyarakat, jalinan ukhuwah sangat kita tekankan sehingga kita bisa hidup damai saling berdampingan satu sama lain tanpa ada jurang pemisah
PEMIKIRAN PENDIDIKAN IBNU KHALDUN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SAINS DI MADRASAH IBTIDAIYAH
This study aims to describe the concept of science education in Madrasah Ibtidaiyah that is expected at this time, the educational model according to Ibnu Khaldun, the goals of education according to Ibnu Khaldun and its relevance to Science education in Madrasah Ibtida'iyah. This type of research is Library Research with the primary data source from the work of Ibn Khaldun, namely the Muqqaddimah Book, and the secondary data source is obtained from books, journals and other writings related to science education in Madrasah Ibtidaiyah and Ibn Khaldun's educational thoughts. Data collection techniques by identifying information from books, previous research reports, journals, articles, the web, or other information. This research uses descriptive analysis method. The results of this study indicate that science education in Madrasah Ibtidaiyah is directed through direct experience, scientific investigations develop process skills and scientific attitudes, 2) according to Ibnu Khaldun education is a process of consciously capturing, absorbing and experiencing natural events throughout the ages. 3) The similarity of the educational model of Ibnu Khaldun with science education in elementary schools, namely in the teaching method which does not force students to memorize and requires students to be actively involved in the learning process, 4) The relevance between the two is in concept, purpose, position of educators and students.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang konsep pendidikan sains di Madrasah Ibtidaiyah yang diharapkan pada saat ini, model pendidikan menurut Ibnu Khaldun, tujuan pendidikan menurut Ibnu Khaldun dan relevansinya terhadap pendidikan Sains di Madrasah Ibtida’iyah. Jenis penelitian ini adalah Library Research dengan sumber data primer dari karya Ibnu Khaldun yaitu Kitab Muqqaddimah, dan sumber data skunder adalah diperoleh dari buku, jurnal dan tulisan lain yang berkaitan dengan pendidikan sains di Madrasah Ibtidaiyah dan pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun. Teknik pengumpulan data dengan cara mengidentifikasi informasi dari buku, laporan penelitian sebelumnya, jurnal, artikel, web, atau informasi lainnya. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan sains di Madrasah Ibtidaiyah diarahkan melalui pengalaman langsung, dilakukan penyelidikan ilmiah mengembangkan keterampilan proses dan sikap ilmiah, 2) menurut Ibnu Khaldun pendidikan adalah proses secara sadar menangkap, menyerap dan menghayati peristiwa alam sepanjang zaman. 3) Kesamaan model pendidikan Ibnu Khaldun dengan pendidikan Sains di Sekolah dasar, yaitu pada metode pengajarannya yang tidak memksa siswa untuk melakukan hafalan dan menuntut siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajarannya, 4) Relevansi antara keduanya dalam konsep, tujuan, posisi pendidik dan peserta didik
BLENDED LEARNING SEBAGI SISTEM PEMBELAJARAN PADA MASA COVID-19 DI MI NW 1 KEMBANG KERANG
The atmosphere is tense due to the Covid-19 virus outbreak. Several schools were forced to close by the government and some also entered with shortened face-to-face time. Schools that conduct face-to-face must comply with the provisions of reducing face-to-face time and using health protocols, and some are also conducting online learning. And MI NW 1 kembang scallops is a school or madrasa that carries out online and offline learning processes or commonly known as the Blendend Learning system. In this study the authors used qualitative research methods, which intended to interpret the phenomena that occurred and carried out in various ways involving various existing data collection techniques. In general, the results of this study show that the implementation of learning at MI NW 1 Kembang Clam uses the Blended Learning system, even though it is not yet running effectively. Blended learning is a policy of the head of the madrasa which is based on the results of the meeting of the madrasah and the school committee in the MI NW 1 kembang shell environment. The process of learning in shifts or alternately. Blended learning evaluation is handed over to each teacher.Suasana mencekam akibat wabah virus Covid-19. Beberpa sekolah terpaksa diliburkan oleh pemerintah dan beberpa juga masuk dengan waktu tatap muka dipersingkat. Sekolah yang melakukan tatapmuka harus dengan ketentuan pemangkasan waktu tatap muka serta menggunakan protocol kesehatan, dan ada juga yang melakukan pembelajaran secara online. Dan MI NW 1 kembang kerang merupakan sekolah atau madrasah yang menjalankan proses pembelajaran online dan offline atau biasa dikenal dengan system Blendend Learning . Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, yang bermaksud untuk menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan berbagai cara melibatkan berbagai teknik pengumpulan data yang ada. Secara garis besarnya hasil dari penelitian ini menujukkan pelaksanaan pembelajran di MI NW 1 kembang kerang menggunakan sistem Blended learning walapun belum secara efektif berjalan. Pembelajaran Blended learning merupakan kebijakan kepala madrasah yang didasari oleh hasil rapat pihak madrasah bersama komite sekolah di lingkungan MI NW 1 kembang kerang. Proses pembelajran dengan sif-sifan atau bergantian. Evaluasi pembelajran Blended learning diserahkan kepada masing masing guru
Strategi pemasaran pendidikan dalam menarik minat siswa di SMA muhammadiyah di Lombok
Seeing the current situation, many educational institutions are standing, causing intense competition between institutions, so a business approach is also used in the world of education so that institutions can survive and be better known by many people. This study aims to find out how the educational marketing strategy for SMA Muhammadiyah Masbagik Kec. Masbagik Kab. East Lombok Province. NTB and what are the supporting and inhibiting factors in marketing? The method used by researchers is descriptive qualitative. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis through data reduction, data presentation, and data verification. To check the validity of the data through tests of credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results of the study show that the educational marketing strategy in attracting students' interest in SMA Muhammadiyah Masbagik Kec. Masbagik Kab. East Lombok Province. NTB namely forming a marketing team, market identification, market segmentation by looking at the location of the area, outreach to schools, outreach to the community, distributing brochures, installing banners, and using social media such as Facebook, while the marketing mix has implemented 7 elements namely product, price, place, promotion, people, physical evidence, process. And the supporting factors when marketing is facilities and infrastructure as icons, marketing costs, teacher empowerment, school status, and flagship programs. Meanwhile, the inhibiting factor is the addition of quotas at public schools and a large number of public schools such as SMKs, community understanding, and the influence of friends.Melihat situasi pada saat ini banyaknya lembaga pendidikan berdiri menimbulkan persaingan yang ketat antar lembaga, sehingga pendekatan bisnis pun digunakan dalam dunia pendidikan agar lembaga tetap bertahan dan lebih di kenal banyak orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran pendidikan SMA Muhammadiyah Masbagik Kec. Masbagik Kab. Lombok Timur Prov. NTB dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan pemasaran. Metode yang digunakan peneliti yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Untuk mengecek keabsahan data melalui uji kredibilitas, transferadibility, depandibility, konfirmability. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pemasaran pendidikan dalam menarik minat siswa di SMA Muhammadiyah Masbagik Kec. Masbagik Kab. Lombok Timur Prov. NTB yaitu membentuk tim pemasaran, identifikasi pasar, segmentasi pasar dengan melihat letak daerah, sosialisasi ke sekolah, sosialisasi ke masyarakat, penyebaran brosur, pemasangan spanduk dan menggunakan media sosial seperti facebook, sedangkan bauran pemasaran sudah di terapkan 7 elemen yaitu product, price, place, promotion, people, physical evidence, process. Dan yang menjadi fakror pendukung ketika pemasaran ialah sarana dan prasarana sebagai ikon, biaya pemasaran, pemberdayaan guru, status sekolah dan program unggulan. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya ialah penambahan kuota di sekolah negeri dan banyaknya berdiri sekolah negeri seperti SMK, pemahaman masyarakat serta pengaruh tema
Manajemen kesiswaan dalam membangun budaya disiplin Peserta didik sekolah menengah pertama di Lombok
Culture is one of the tasks carried out by education to pass on noble cultural values to students in order to form a good personality through education. For this reason, one of the school cultures that has been developed is discipline towards students. The purpose of this study was to describe student planning, student implementation and supporting and inhibiting factors in the implementation of student discipline culture at SMP N 1 Masbagik. The type of research used by the author in this research is descriptive research with a qualitative approach, data is collected using observation techniques, interviews, and documentation. Sources of data are school principals, student vice presidents, teachers, and students. data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and verification of conclusions. Data validity was carried out by source triangulation and technique triangulation. Because in this study the data obtained will be collected and the truth will be known. The results showed that: 1) student management planning in building a student discipline culture includes: analysis of student needs, student recruitment, student selection, student orientation, student placement, student recording and reporting. 2) student development in an effort to build a disciplined culture of students, the implementation of student guidance consists of (a) fostering school rules by giving a statement regarding the readiness of students to comply with school rules. (b) coaching through activities such as; orientation activities namely by socializing the rules and regulations at school, holding morning calls and returning home from school to provide directions and advice to students. (c) coaching through scout extracurricular activities to train students in terms of discipline. Both time discipline, discipline in dress and discipline in behavior. 3) supporting and inhibiting factors in the implementation of student discipline culture, namely supporting factors: commitment of the committee and principal, all school members, and school environment. The inhibiting factor is the student's own awareness, the student's parents.Budaya merupakan salah satu tugas yang emban oleh pendidikan untuk di wariskan nilai-nilai luhur budaya kepada siswa agar membentuk kepribadian yang baik melalui pendidikan. Untuk itu salah satu budaya sekolah yang dikembangkan yakni kedisiplinan terhadap peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan kesiswaan, pelaksanaan kesiswaan dan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan budaya disiplin peserta didik di SMP N 1 Masbagik. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Sumber data yaitu kepala sekolah, waka kesiswaan, guru, dan siswa. teknik analisis data terdiri atas reduksi data, penyajian data, verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Karena pada penelitian ini data yang diperoleh akan dikumpulkan dan diketahui kebenarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) perencanaan manajemen kesiswaan dalam membangun budaya disiplin peserta didik meliputi :analisis kebutuhan peserta didik, rekrutmrn peserta didik, seleksi peserta didik, orientasi peserta didik, penempatan peserta didik, pencatatan dan laporan peserta didik.2) pembinaan peserta didik dalam upaya membangun budaya disiplin peserta didik, pelaksanaan pembinaan peserta didik terdiri dari (a) pembinaan tata tertib sekolah dengan memberikan surat pernyataan mengenai kesiapan siswa dalam mentaati tata tertib sekolah.(b) pembinaan melalui kegiatan seperti; kegiatan orientasi yaitu dengan melakukan sosialisasi mengenai peraturan dan tata tertib di sekolah, melakukan apel pagi dan pulang sekolah untuk memberikan arahan dan nasehat kepada siswa.(c) pembinaan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka untuk melatih siswa dalam hal kedisiplinan. Baik disiplin waktu, disiplin dalam berpakaian maupun disiplin dalam bersikap.3) faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan budaya disiplin peserta didik yaitu faktor pendukung: komitmen komite dan kepala sekolah, semua warga sekolah, lingkungan sekolah. Faktor Penghambatnya kesadaran siswa sendiri, orang tua sisw
Konsep Amanah Dalam Al-Qur’an
Abstract - Al-Qur'an is the holy book that was revealed by Allah as a guide to all people. Among the instructions of the Al-Qur'an, there are various, one of which is an invitation to behave with noble morals, such as: honest, fair, gentle, amanah. This paper tries to learn about the concept of amanah in the Al-Qur'an. Regarding the various forms of the word amanah in the Al-Qur'an and their meanings, Al-Qur'an exclamation is known as amanah, and it is also a required attribute for the messenger. The application of the amanah by the objects of the amanah has various scopes, according to their respective responsibilities. Given the importance of applying the amanah in life, we hope that by using this thematic method, we can provide an easier to understand the understanding of the explanation of the amanah verses contained in the Al-Qur'an.Abstrak - Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah sebagai petunjuk bagi umat manusia. Diantara petunjuk Al-Qur’an itu bermacam-macam, salah satunya adalah ajakan untuk berperilaku dengan akhlak yang mulia, seperti: jujur, adil, lemah lembut, amanah. Tulisan ini mencoba mempelajari tentang konsep amanah didalam Al-Qur’an. Tentang berbagai bentuk kata amanah serta pengertiannya. Seruan Al-Qur’an kepada amanah yang juga merupakan sifat wajib bagi rasul. Pengaplikasian amanah oleh objek-objek amanah dalam ruang lingkup yang bermacam-macam, sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing. Dengan metode secara tematik ini, semoga bisa memberikan pemahaman yang lebih mudah dipahami tentang penafsiran ayat-ayat amanah yang terkandung dalam Al-Qur’an, mengingat betapa pentingnya pengaplikasian sifat amanah dalam kehidupan
IMPLEMENTASI PROSES PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR NEGERI 014 SUNGAI BARU KECAMATAN GAUNG
This study aims to find out how the implementation of the 2013 Curriculum-based learning process in grades IV, V, and VI at 014 Sungai Baru State Elementary School, Gaung District. This type of research is qualitative research. The sample in this study was 3 class teachers at State Elementary School 014 Sungai Baru, Gaung District. The data in this study were collected using observation, interview and documentation techniques. Furthermore, the collected data was analyzed using the percentage formula. The results of data analysis through observation and interviews can be concluded as follows: The implementation of the 2013 Curriculum-based learning process at 014 Sungai Baru State Elementary School, Gaung District, reached the "Good" category. Based on interview data, it is good to implement the 2013 Curriculum-based learning process at 014 Sungai Baru State Elementary School, Gaung District, because: The teacher has carried out the initial activities in learning well. The core activity, learning has been carried out with interesting and varied methods and approaches, so that students' activeness in the learning process is quite developed. In the closing activity, the teacher has also provided relevant evaluations and invited students to draw conclusions.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah implementasi proses pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 pada kelas IV, V, dan VI di Sekolah Dasar Negeri 014 Sungai Baru Kecamatan Gaung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 3 orang guru kelas di Sekolah Dasar Negeri 014 Sungai Baru Kecamatan Gaung. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan rumus persentase . Hasil analisa data melalui observasi dan wawancara dapat disimpulkan sebagai berikut: Implementasi proses pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri 014 Sungai Baru Kecamatan Gaung, mencapai kategori “Baik”. Berdasarkan data hasil wawancara baiknya implementasi proses pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Negeri 014 Sungai Baru Kecamatan Gaung, karena: Guru telah melakukan kegiatan awal dalam pembelajaran secara baik. Kegiatan inti, pembelajaran telah dilaksankan dengan metode dan pendekatan yang menarik dan variatif, sehingga keaktifan siswa dalam proses pembelajaran cukup berkembang. Pada kegiatan penutup guru telah pula memberikan evaluasi yang relevan, dan mengajak siswa membuat kesimpulan
PENGARUH EKSTRAKULIKULER TAHFIZ AL-QUR’AN TERHADAP HASIL BELAJAR AL QUR’AN HADIST KELAS III MI NW 01 KEMBANG KERANG
This study aims to determine the effect of extracurricular Tahfiz Al-Qur'an on learning outcomes Al-Qur'an Hadith class III MI NW 01 Kembang Kerang. The method used is quantitative comparative design. The independent variable is the extracurricular Tahfiz Al-Qur'an and the dependent variable is the result of learning the Al-Qur'an Hadith. The sample used was a random sampling technique (Simple Random Sampling) in this study were students of class III A MI NW 01 Kembang Kerang. Data collection was carried out by means of documentation and oral tests as the main data source and interviews as additional data sources, while the data analysis technique used was simple linear regression and product moment. The results showed that the memorization results of students in class III A MI NW 01 Kembang Kerang obtained an average score of 49.5 while the learning outcomes of the Al-Qur'an Hadith students of class III A MI NW 01 Kembang Kerang obtained an average value of 63.9. Based on the calculation of the correlation coefficient at the 5% level with > or 0.64 > 0.381, the hypothesis is accepted. This means that the average value of Al-Qur'an Hadith class III A MI NW 01 Kembang Kerang learning outcomes is 40.96% determined by the Extracurricular Tahfiz Al-Qur'an which is given through the regression equation Y = 43 + 0.42X. while the remaining 59.04% is determined by other factorsPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Ekstrakulikuler Tahfiz Al-Qur’an terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadist kelas III MI NW 01 Kembang Kerang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif desain komparatif. Variable bebasnya adalah Ekstrakulikuler Tahfiz Al-Qur’an dan variable terikatnya adalah hasil belajar Al-Qur’an Hadist. Sampel yang digunakan adalah tehnik sampel acak (Simpel Random Sampling) dalam penelitian ini adalah siswa kelas III A MI NW 01 Kembang Kerang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan tes lisan sebagai sumber data utama serta wawancara sebagai sumber data tambahan, sedangkan tehnik analisis data yang digunakan adalah regresi liner sederhana dan product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil menghafal siswa kelas III A MI NW 01 Kembang Kerang memperoleh nilai rata-rata 49,5 sedangkan hasil belajar Al-Qur’an Hadist siswa kelas III A MI NW 01 Kembang Kerang dengan nilai rata-rata 63,9. Berdasarkan perhitungan koefisien korelasi dengan taraf 5% dengan > atau 0,64 > 0,381 dengan demikian hipotesis diterima. Hal ini bermakana nilai rata-rata hasil belajar Al-Qur’an Hadist kelas III A MI NW 01 Kembang Kerang sebesar 40,96 % ditentukan oleh Ekstrakulikuler Tahfiz Al-Qur’an yang diberikan melalui persamaan regresi Y = 43 + 0,42X. sedangkan sisanya 59,04% ditentukan oleh faktor-faktor lai
MANAJEMEN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN NILAI MORAL DAN AGAMA PADA ANAK USIA DINI DI PAUD INSAN KAAMIL TENIGA LOMBOK UTARA
Salah satu sikap yang harus dimiliki seorang anak untuk menjadi manusia yang baik dan benar adalah memiliki sikap moral dan keagamaan yang baik dalam berperilaku sebagai umat Beragama, sebagai anggota keluarga, dan anggota masyarakat. Dari umur Anak Usia Dini adalah saat yang paling baik bagi seorang pendidik dan tenaga kependidikan dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan moral dan keagamaan terhadap anak. Walaupun peran orang tua sangat besar dalam membangun dasar moral dan agama bagi anak-anaknya, tetapi peran seorang pendidik/guru PAUD juga tidak kalah penting perannya dalam membimbing/membangun nilai moral dan keagamaan bagi seorang anak, karena biasanya anak-anak selalu menuruti perintah gurunya. Oleh karena itu seorang pendidik/guru PAUD harus selalu berupaya dengan berbagai cara agar dapat membimbing anak-anak muridnya agar mempunyai kepribadian yang baik, yang dilandasai dengan nilai moral dan agama. Dengan diberikannya landasan pendidikan moral dan agama kepada Anak Usia Dini, maka seorang anak PAUD dapat belajar membedakan perilaku yang baik, benar dan salah, serta terbiasa menjalankan ajaran agama sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Mendidik anak-anak dengan pendidikan moral agama yang baik, bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan, oleh karena itu seorang pendidik/guru PAUD harus selalu meningkatkan wawasan, pemahaman dan keterampilan terkait pengembangan Nilai Moral dan Nilai Agama Anak Usia DiniSalah satu sikap yang harus dimiliki seorang anak untuk menjadi manusia yang baik dan benar adalah memiliki sikap moral dan keagamaan yang baik dalam berperilaku sebagai umat Beragama, sebagai anggota keluarga, dan anggota masyarakat. Dari umur Anak Usia Dini adalah saat yang paling baik bagi seorang pendidik dan tenaga kependidikan dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan moral dan keagamaan terhadap anak. Walaupun peran orang tua sangat besar dalam membangun dasar moral dan agama bagi anak-anaknya, tetapi peran seorang pendidik/guru PAUD juga tidak kalah penting perannya dalam membimbing/membangun nilai moral dan keagamaan bagi seorang anak, karena biasanya anak-anak selalu menuruti perintah gurunya. Oleh karena itu seorang pendidik/guru PAUD harus selalu berupaya dengan berbagai cara agar dapat membimbing anak-anak muridnya agar mempunyai kepribadian yang baik, yang dilandasai dengan nilai moral dan agama. Dengan diberikannya landasan pendidikan moral dan agama kepada Anak Usia Dini, maka seorang anak PAUD dapat belajar membedakan perilaku yang baik, benar dan salah, serta terbiasa menjalankan ajaran agama sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Mendidik anak-anak dengan pendidikan moral agama yang baik, bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan, oleh karena itu seorang pendidik/guru PAUD harus selalu meningkatkan wawasan, pemahaman dan keterampilan terkait pengembangan Nilai Moral dan Nilai Agama Anak Usia Din
Al-Qur’an : Reading For Reality: (Membaca al-Qur’an ‘ala Ahmad an-Na’im)
Islamic thought was born to answer the anxiety over the reality faced by an intellectual. Ahmad an-Na'im is a figure who arises from the unease over the reality of Muslims in disciperizing the concept of shari'ah and the state. This article uses explorative analysis, an-Na'im ideas about the Qur'an will be the focus of the study. The Qur'ān guides human behavior and morality, it is not a textual narrative about the law. This became the paradigm of the Qur'an, the Qur'an as reading for reality. The conception of the Qur'an in view of the reality of makki-madani makes the terma nask-mansukk not abolition, but a temporary delay in the implementation of verses. Aspects of makkiyah verse can be postponed and replaced with aspects in the verse madaniyah. The Qur'an is not a book that because of its contradiction makes people lazy to think.Pemikiran Islam lahir menjawab kegelisahan atas realitas yang dihadapi oleh seorang intelektual. Ahmad an-Na’im adalah tokoh yang muncul dari kegelisahan atas realitas umat Islam dalam menerpkan konsep syari’ah dan negara. Artikel ini menggunakan analisis ekploratif, ide-ide an-Na’im tentang al-Qur’an akan menjadi focus kajian. Al-Qur’ān penuntun prilaku dan moralitas manusia, ia bukan narasi tekstual mengenai hukum. Ini menjadi paradigma al-Qur’an, al-Qur’an sebagai reading for reality. Konsepsi al-Qur’an dalam memandang realitas makki-madani menjadikan terma nask-mansukk bukan penghapusan, melainkan penundaan sementara pemberlakuka ayat. Aspek ayat makkiyah bisa ditunda pelaksanaannya dan diganti dengan aspek-aspek dalam ayat madaniyah. Al-Qur’an bukanlah kitab yang karena kontradiski aytanya membuat manusia malas untuk berfikir