Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Metode yanbu‘a dan program tasmi‘ dalam program hafalan al-qur'an pada santri Ponpes An Nur Bantul
This research aimed to determine how much influence the learning of the Yanbu'a method and the tasmi' program had on the achievement of memorizing the Qur'an of the students of PP An Nur Bantul Yogyakarta at the Attariq complex. This research used quantitative methods with three variables. The subjects in this research were 40 students. Data collection was done using interviews, documentation, and questionnaires. The instrument validity test was carried out using Aiken's formula and reliability estimation was carried out using Cronbach's Alpha. Data analysis was performed by multiple regression analysis. The results showed that: (1) the Yanbu'a method learning variable (X1) had a positive and significant relationship to the Al-Qur'an memorization achievement variable (Y), which was indicated by the correlation coefficient (Rx1Y) of 0.811, and p (sig) of 0.000. (2) the tasmi' program variable (X2) had a positive and significant relationship to the Al-Qur'an memorization achievement variable (Y). which was indicated by a correlation value (Rx2Y) of 0.821, with a p-value (sig) of 0.000. (3) simultaneously, variables X1 and X2 had an effect of 69.5% on variable Y.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembelajaran metode Yanbu‘a dan program tasmi‘ terhadap prestasi hafalan Al-Qur'an santri PP An Nur Bantul Yogyakarta komplek Attariq. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tiga variabel. Subyek dalam penelitian ini adalah 40 santri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan angket. Uji validitas instrumen dilakukan dengan rumus Aiken’s dan estimasi reliabilitas dilakukan dengan Cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) variabel pembelajaran metode Yanbu‘a (X1) memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variabel prestasi hafalan Al-Qur'an (Y), yang ditunjukkan nilai koifisien korelasi (Rx1Y) sebesar 0,811, dan p (sig) sebesar 0,000. (2) variabel program tasmi‘ (X2) memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variabel prestasi hafalan Al-Qur'an (Y). yang ditunjukkan dengan nilai korelasi (Rx2Y) sebesar 0,821, dengan nilai p (sig) sebesar 0,000. (3) secara bersamaan, variabel X1 dan X2 memiliki pengaruh sebesar 69,5% terhadap variabel Y
PENGEMBANGAN BUDIDAYA UDANG VANAME SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA SEMUT, WONOKERTO, PEKALONGAN
One of the villages in the Pekalongan Regency area which is located on the coast, and has great potential in the fisheries (catch and cultivation) and marine sector, namely Semut Village. Shrimp and milkfish cultivation is a form of aquaculture that is widely developed in this village. In addition, there are also crab catching activities. Community empowerment activities through the use of existing land for the development of vaname shrimp cultivation. This activity lasts 2 months from April to June 2021. The main goal is to improve community skills in the process of vaname shrimp cultivation. Training, both practical and theoretical, was provided mainly in the form of knowledge and technical skills regarding the preparation of vaname shrimp ponds. The community involved in vaname shrimp cultivation activities in Semut Village is the "Kolbu Vaname Amanah Semut" group. The empowerment scheme is carried out by providing assistance in the form of a package of vaname shrimp fry, feed, and windmills through this group. Through this activity, the community felt a change in the form of additional knowledge, harvests, income, and technology development.Salah satu desa di wilayah Kabupaten Pekalongan yang terletak di bagian pesisir pantainya, serta memiliki potensi besar di bidang perikanan (tangkap dan budidaya) dan kelautan yaitu Desa Semut. Budidaya udang dan ikan bandeng merupakan bentuk budidaya perikanan yang banyak berkembang di desa ini. Selain itu, juga terdapat kegiatan penangkapan kepiting. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahanyang ada untuk pengembangan budidaya udang vaname. Kegiatan ini berlangsung 2 bulan dari bulan April sampai bulan Juni 2021. Tujuan utamanya agar keterampilan masyarakat dalam proses budidaya udang vaname dapat meningkat.Pelatihan, baik praktek dan teori diberikan terutama berupa pengetahuandan keterampilan teknistentang persiapan tambak udang vaname. Masyarakat yang terlibat kegiatan budidaya udang vaname di Desa Semut adalah kelompok “Kolbu Vaname Amanah Semut”. Skema pemberdayaan dilakukan dengan pemberian bantuan berupasatu paket benur udang vaname, pakan, dan kincirmelalui kelompok ini. Melalui kegiatan ini,masyarakat merasakan adanya perubahan berupa adanya penambahanilmupengetahuan, panen, pendapatan, serta pengembangan teknologi
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FIQIH MATERI TAYAMMUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IIIA MI NW KALIJAGA
Abstract
This research was motivated by the low learning outcomes of class III-A MI NW Kalijaga fiqh subject in Tayammum material. This was known based on the results of the study, namely the number of students who had not reached the KBM (71%). Where in the initial conditions of the pre-cycle, only 20 students achieved completeness (40%), namely only 8 students who achieved KBM and 12 students who had not completed KBM. Researchers are trying hard to make improvements in learning tayammum material through Classroom Action Research (PTK) using the Demonstration method through two cycles. The results showed that the improvement of learning using the Demonstration method has been carried out well, this can be seen from the increase in student learning outcomes in cycle I from 20 students to 13 students who have completed KBM, with a percentage (65%), and increased to 17 students with a percentage (85%) who completed the KBM in cycle II. Thus the improvement of fiqh learning on tayammum material using the Demonstration method can improve student learning outcomes. So the researcher decided to end the Classroom Action Research only up to cycle II.Abstrak
Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas III-A MI NW Kalijaga Mata pelajaran fiqih pada materi Tayammum, Hal tersebut di ketahui berdasarkan hasil penelitian yaitu banyaknya siswa yang belum mencapai KBM (71%). Dimana pada kondisi awal pra siklus dari 20 siswa ketuntasan hanya mencapai (40%), yaitu hanya 8 Siswa yang mencapai Kbm dan 12 siswa yang belum tuntas KBM. Peneliti berupaya keras untuk melakukan perbaikan dalam pembelajaran materi tayammum melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode Demonstrasi melalui dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode Demonstrasi telah di laksanakan dengan baik, hal ini dapat di lihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dari 20 siswa meningkat menjadi 13 siswa yang tuntas KBM, dengan persentase (65%), dan meningkat menjadi 17 Siswa dengan persentase (85%) yang tuntas KBM pada siklus II. Dengan demikian perbaikan pembelajaran fiqih pada materi tayammum dengan menggunakan metode Demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga peneliti memutuskan untuk mengahiri Penelitian Tindakan Kelas hanya sampai II siklus saja
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI : (Studi Kasus di PAUD Raudatussibyan Al-Mannan Dusun Bagik manis Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Lombok Timur)
Abstract
The purpose of this study is to obtain information related to the impact of the Covid-19 pandemic on the implementation of early childhood learning and the form of synergy that teachers make in providing education to children during the Covid-19 pandemic. This research uses qualitative research methods with a case study approach, techniques, data used, namely, observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is the Mulles and Huberman analysis technique which consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions (levers). The results of this study are as follows: there are several impacts of the Covid-19 pandemic that are most dominant seen in Raudatussibyan Al-Mannan Dusun Bagik Manis on the implementation of early childhood learning including the impact on learning activities at school, the impact on learning activities at home, and impact on changes in children's attitudes and behavior. Meanwhile, the synergy carried out by teachers and parents at Paud Raudatussibyan Al-Mannan Bagik Manis Hamlet in providing education during the Covid-19 pandemic includes synergy in the children's learning process, synergy in the process of evaluating forms of learning.Abstrak
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan informasi terkait dengan dampak yang ditimbulkan adanya pandemi covid-19 terhadap pelaksanaan pembelajaran anak usia dini serta bentuk sinergi yang dilakukan guru dalam memberikan pendidikan terhadap anak dimasa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Mulles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: terdapat beberapa dampak pandemi covid-19 yang paling dominan terlihat di Paud Raudatussibyan Al-Mannan Dusun Bagik Manis terhadap pelaksanaan pembelajaran anak usia dini diantaranya ialah dampak terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah, dampak terhadap kegiatan pembelajaran di rumah, dan dampak terhadap perubahan sikap dan perilaku anak. Sedangkan bentuk sinergi yang dilakukan oleh guru dan orang tua di Paud Raudatussibyan Al-Mannan Dusun Bagik Manis dalam memberikan pendidikan selama masa pandemi covid-19 ialah sinergi dalam proses belajar anak, sinergi dalam proses evaluasi pembelajaran
SEGREGASI SOSIAL, PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURALISME MEDIA RESOLUSI KONFLIK UNTUK HARMONI
Abstract
This article will discuss about social segregation, Islamic education as a media to neutralize conflict. Multicultural Islamic education must be understood as a process of civilizing the principles of democracy, equality and justice oriented towards strengthening human values, togetherness, and peace; and develop an attitude of accepting and appreciating any diversity based on the Qur'an and hadith. Education is part of the duties of the human caliphate that must be carried out responsibly. Islamic religious education can be used as a fairly effective medium, to give birth to a generation of people who have awareness of multiculturalism. The writing of this article uses qualitative methods in the form of library research. The data sources used in this study are literature, both from books and Islamic education journals that have relevance to social segregation and multicultural education. Data analysis was carried out in two stages, the first was text content analysis and social context analysis. The cultivation of multicultural values must start from the family, school, and community by involving all components, which is expected to be able to prevent friction between ethnic groups and between social groups that can lead to social conflict. Thus, everyone must realize that he or she was born from a different cultural background, customs, ethnicity, and religion. Difference is sunnatullah that must be accepted by everyone. Thus, it will give birth to a sense of respect and tolerance among fellow human beings.Abstrak
Artikel ini akan membahas tentang segregasi sosial, pendidikan Islam sebagai media untuk menetralisir konflik. Pendidikan Islam multikultural harus dipahami sebagai proses pembudayaan prinsip demokrasi, kesetaraan dan keadilan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan perdamaian; serta mengembangkan sikap menerima dan menghargai setiap keragaman yang berlandaskan Al-Qur'an dan hadits. Pendidikan merupakan bagian dari tugas khilafah manusia yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Pendidikan agama Islam dapat dijadikan sebagai media yang cukup efektif, untuk melahirkan generasi bangsa yang memiliki kesadaran multikulturalisme. Penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kepustakaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur, baik dari buku maupun jurnal pendidikan Islam yang memiliki relevansi dengan segregasi sosial dan pendidikan multikultural. Analisis data dilakukan dalam dua tahap, yang pertama adalah analisis isi teks dan analisis konteks sosial. Penanaman nilai-nilai multikultural harus dimulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan melibatkan seluruh komponen, yang diharapkan mampu mencegah terjadinya gesekan antar suku dan antar kelompok sosial yang dapat menimbulkan konflik sosial. Oleh karena itu, setiap orang harus menyadari bahwa dirinya lahir dari latar belakang budaya, adat, suku, dan agama yang berbeda. Perbedaan adalah sunnatullah yang harus diterima oleh setiap orang. Dengan demikian, akan melahirkan rasa saling menghargai dan toleransi antar sesama manusia
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK UNTUK SISWA KELAS VII/1 DI MTS WIRDULLATIFAH NW BANJAR MANIS
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak pada materi taubat, taat, istiqamah dan ikhlas menggunakan model direct instruction di kelas VII/1 MTs Wirdullatifah NW Banjar Manis. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui penerapan metode pembelajaran berbasis inkuiri. Dalam pelaksanaannya, penelitian tindakan kelas menggunakan metode pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Akidah Akhlak. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang semula pada pra siklus dari 7 siswa hanya ada dua siswa yang tuntas (28,6%) dengan nilai rata-rata 66,85, nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 50. Dari pra siklus tersebut setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I ada peningkatan menjadi 4 siswa yang tuntas KBM, nilai rata-rata 73,28%, nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 55. Pada perbaikan pembelajaran siklus II keseluruhan 7 siswa tuntas KBM 100%, nilai rata-rata 83,57%, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 75.Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak pada materi taubat, taat, istiqamah dan ikhlas menggunakan model direct instruction di kelas VII/1 MTs Wirdullatifah NW Banjar Manis. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui penerapan metode pembelajaran berbasis inkuiri. Dalam pelaksanaannya, penelitian tindakan kelas menggunakan metode pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Akidah Akhlak. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang semula pada pra siklus dari 7 siswa hanya ada dua siswa yang tuntas (28,6%) dengan nilai rata-rata 66,85, nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 50. Dari pra siklus tersebut setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I ada peningkatan menjadi 4 siswa yang tuntas KBM, nilai rata-rata 73,28%, nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 55. Pada perbaikan pembelajaran siklus II keseluruhan 7 siswa tuntas KBM 100%, nilai rata-rata 83,57%, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 75
Gula Gending Dalam Sudut Pandang Budaya dan Perannya Menyokong Pendidikan Generasi Muda Desa Kembang Kerang
Gula gending merupakan sejenis jajanan khas yang berasal dari Desa Kembang Kerang yang begitu populer pada era 80an sampai 90an, terutama bagi anak-anak pada masa itu, sekaligus merupakan sebuah pertunjukan musik yang dimainkan ketika pedagang harum manis mempromosikan barang dagangannya untuk menarik perhatian calon pembeli. Gula Gending sering juga disebut sebagai jajanan khas Lombok (rambut nenek) yang di beberapa Daerah juga dikenal dengan beberapa sebutan, seperti gula kapas, harum manis, permen kapas (cotton candy). Kepopuleran gula gending dan banyaknya masyarakat kembang kerang memilih berprofesi sebagai pedagang gula gending membuat peneliti tertarik mengkaji lebih dalam bagaimana eksistensi gula gending dalam dinamika budaya Lombok ? dan seberapa besar perannya menyokong pendidikan generasi muda desa kembang kerang ?. Dengan melakukan studi kepustakaan peneliti mengkaji literatur terkait “gula gending”. Sebagai wadah dari para pengrajin kuliner dalam menjajankan manisan tersebut, produk unggul yang lahir dari kearifan lokal ini telah mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi warga masyarakatnya yang bermata pencaharian sebagai pengrajin dan penjual gula gending berkembang di lingkungan Desa Kembang Kerang Daya sebagai mata pencaharian masyarakat setempat. Alat pukul yang khas ini, hanya ada di Desa Kembang Kerang Daya dan kini merambah di Pulau Lombok sampai luar Daerah. Sehingga mereka mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga sarjana bahkan sampai doctor, tidak hanya itu, dari hasil berjualan gula gending mereka bisa pergi ke tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Analisis dilakukan terhadap fakta gula gending sebagai alat musik tradisional yang khas dengan keunikannya sudah dikenal sampai manca Negara serta eksistensinya dalam dinamika budaya LombokGula gending merupakan sejenis jajanan khas yang berasal dari Desa Kembang Kerang yang begitu populer pada era 80an sampai 90an, terutama bagi anak-anak pada masa itu, sekaligus merupakan sebuah pertunjukan musik yang dimainkan ketika pedagang harum manis mempromosikan barang dagangannya untuk menarik perhatian calon pembeli. Gula Gending sering juga disebut sebagai jajanan khas Lombok (rambut nenek) yang di beberapa Daerah juga dikenal dengan beberapa sebutan, seperti gula kapas, harum manis, permen kapas (cotton candy). Kepopuleran gula gending dan banyaknya masyarakat kembang kerang memilih berprofesi sebagai pedagang gula gending membuat peneliti tertarik mengkaji lebih dalam bagaimana eksistensi gula gending dalam dinamika budaya Lombok ? dan seberapa besar perannya menyokong pendidikan generasi muda desa kembang kerang ?. Dengan melakukan studi kepustakaan peneliti mengkaji literatur terkait “gula gending”. Sebagai wadah dari para pengrajin kuliner dalam menjajankan manisan tersebut, produk unggul yang lahir dari kearifan lokal ini telah mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi warga masyarakatnya yang bermata pencaharian sebagai pengrajin dan penjual gula gending berkembang di lingkungan Desa Kembang Kerang Daya sebagai mata pencaharian masyarakat setempat. Alat pukul yang khas ini, hanya ada di Desa Kembang Kerang Daya dan kini merambah di Pulau Lombok sampai luar Daerah. Sehingga mereka mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga sarjana bahkan sampai doctor, tidak hanya itu, dari hasil berjualan gula gending mereka bisa pergi ke tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Analisis dilakukan terhadap fakta gula gending sebagai alat musik tradisional yang khas dengan keunikannya sudah dikenal sampai manca Negara serta eksistensinya dalam dinamika budaya Lombo
Penerapan Metode Simulasi Untuk Membantu Siswa Dalam Melaksanakan Shalat Fardu Lima Waktu Dengan Baik dan Benar di Kelas VII B MTs NW Karang Baru
Materi shalat fardu merupakan salah satu materi yang sangat urgen sekali dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam yang harus tercapai secara tuntas kepada 3 ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Agar tercapainya 3 ranah tersebut maka haruslah menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajaran dan harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Masih Banyaknya siswa-siswi kelas VII B MTs Nahdlatul Wathan Karang Baru yang belum bisa melaksanakan shalat fardu dengan baik dan benar. Jika dibiarkan berlarut-larut maka siswa-siswi tidak akan pernah mengetahui tata cara sholat yang baik dan benar, Untuk mengatasi masalah ini, peneliti tertarik menggunakan metode simulasi untuk membantu siswa dalam melaksanakannya. Maka dari itu peneliti mengangkat judul penerapan metode simulasi untuk membantu siswa dalam melaksanakan sholat fardu lima waktu dengan baik dan benar. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pada siklus I ketercapaian daya serap siswa mencapai 66,9% dari 24 siswa dan tingkat ketuntasan klasikal siswa dalam simulasi sholat lima waktu hanya mencapai 32,5% atau hanya 11 siswa saja. sedangkan pada siklus II ketercapaian daya serap siswa mencapai 73,7% tingkat ketuntasan klasikal siswa dalam mensimulasi sholat lima waktu mencapai 71,% atau 23 siswa. Pada mata pelajaran fikih pada kompetensi ini sudah meningkat walaupun belum mencapai 99,9%. Perubahan yang terjadi dari siklus I ke siklus II menunjukkan bahwa menggunakan metode simulasi sudah efektif dilakukanMateri shalat fardu merupakan salah satu materi yang sangat urgen sekali dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam yang harus tercapai secara tuntas kepada 3 ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Agar tercapainya 3 ranah tersebut maka haruslah menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajaran dan harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Masih Banyaknya siswa-siswi kelas VII B MTs Nahdlatul Wathan Karang Baru yang belum bisa melaksanakan shalat fardu dengan baik dan benar. Jika dibiarkan berlarut-larut maka siswa-siswi tidak akan pernah mengetahui tata cara sholat yang baik dan benar, Untuk mengatasi masalah ini, peneliti tertarik menggunakan metode simulasi untuk membantu siswa dalam melaksanakannya. Maka dari itu peneliti mengangkat judul penerapan metode simulasi untuk membantu siswa dalam melaksanakan sholat fardu lima waktu dengan baik dan benar. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pada siklus I ketercapaian daya serap siswa mencapai 66,9% dari 24 siswa dan tingkat ketuntasan klasikal siswa dalam simulasi sholat lima waktu hanya mencapai 32,5% atau hanya 11 siswa saja. sedangkan pada siklus II ketercapaian daya serap siswa mencapai 73,7% tingkat ketuntasan klasikal siswa dalam mensimulasi sholat lima waktu mencapai 71,% atau 23 siswa. Pada mata pelajaran fikih pada kompetensi ini sudah meningkat walaupun belum mencapai 99,9%. Perubahan yang terjadi dari siklus I ke siklus II menunjukkan bahwa menggunakan metode simulasi sudah efektif dilakuka
PEMBINAAN CALON KHATIB DI MASJID AT-TAQWA WANASABA DAYA DUSUN EROT MAKMUR
Khatib merupakan orang yang berperan dalam pembacaan khutbah saat sholat jumat. Namun fenomena yang terjadi di Dusun Erot Makmur bahwa keberadaan khatib terbilang sedikit, hal ini kemudian menjadi pusat perhatian dalam penelitian. Pembinaan calon khatib menjadi solusi dalam menghasilkan generasi penerus serta memberikan variasi yang baru pada saat khutbah sholat jumat, serta dapat menambah jumlah khatib yang ada. Implementasi pembinaan khatib melalui beberapa tahapan berupa pencarian gagasan melalui musyawarah internal, seleksi khatib melalui standar kualifikasi, pengujian dan evaluasi khatib. Metode penelitian yang diterapkan berupa penelitian kualitatif dengan jenis field risearch (penelitian lapangan) dan data diperoleh melalui wawancara, observasi serta dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data Miles & Huberman. Dalam proses pembinaan calon khatib, bimbingan dan pengajaran dikembangkan melalui model STAD (Student Team Achievement Division) yakni suatu model pembelajaran terbimbing dimana beberapa orang dikelompokkan dalam kelompok kecil dan dengan menggunakan lembaran kerja untuk menguasai materi secara bersama-sama dengan jalan saling membantu satu sama lain. Adapun hasil yang didapatkan, salah satu calon khatib yang sudah mendapatkan pembinaan dan persiapan yang sudah baik, diizinkan tampil di atas mimbar sebagai khatib jumat di masjid At-Taqwa di Dusun Erot Makmur, sedangkan calon-calon khatib yang lain akan diizinkan tampil di minggu-minggu selanjutnya sebagaimana yang telah diungkapkan oleh tokoh masyarakat di Dusun Erot Makmur
Telaah Kritis Terhadap Kitab-Kitab Tafsir Bi Al-Ma’tsur: Periode Ulama’ Mutaqaddimin
Tafsir Bi Al-Ma'tsur is the tafsir of the Qur'an based on the history which includes verse by verse, interpretation of verses with the sunnah of the Messenger and also interpretation with the history of the companions and tabiin. The number of contradictions and problems in interpreting the Tafsir bi Al-Ma'tsur, this should be emphasized because that the Tafsir bi Al-Ma'tsur derived from the Qur'an and the sunnah are considered valid marfu’ and must be accepted. While those from the history of sahabat or tabiin are still disputed, whether accepted or not. Although it has many advantages in terms of the source of interpretation, but it is inevitable and there must be weaknesses that have Tafsir Bil-Ma'tsur. The research method used in this discussion is literature. The urgency or results of this research can reveal the books that are sourced from Bil-Ma'tsur Tafsir, especially in the period of scholars ' Mutaqaddimin which has the characteristics of each, both in terms of methods, values, patterns, systematics of writing, opinions of scholars’ and so forth.Tafsir Bi Al-Ma’tsur adalah tafsir Al-Qur’an berdasarkan riwayat yang meliputi ayat dengan ayat, penafsiran ayat dengan sunnah Rasul dan juga penafsiran dengan riwayat dari kalangan sahabat dan tabiin. Banyaknya pertentangan dan permasalahan dalam mengartikan Tafsir bi Al-Ma’tsur, hal ini perlu ditekankan karena bahwasannya Tafsir bi Al-Ma’tsur yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah yang sahih dinilai marfu’ dan harus diterima. Sementara yang berasal dari riwayat sahabat atau tabiin masih diperselisihkan, antara diterima atau tidak. Meskipun mempunyai banyak kelebihan dalam segi sumber penafsiran, tetapi tidak bisa dihindari dan pasti ada kelemahan yang dimiliki Tafsir Bil-Ma’tsur ini. Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan kali ini adalah literatur. Urgensi atau hasil dari penelitian kali ini dapat menguak kitab-kitab yang bersumber Tafsir Bil-Ma’tsur khususnya pada periode ulama’ Mutaqaddimin yang mana mempunyai ciri khas masing-masing, baik dari segi metode, nilai, corak, sistematika penulisan, pendapat ulama’ dan yang lain sebagainya