Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PARTICIPATION BASIC INTRUCTIONAL (PBI) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DALAM PEROSES PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS X MA NW MAFAZA

    No full text
    This research aims to describe efforts to increase student learning activeness in the Mathematics learning process in class X MA NW Mafaza. This type of research uses action research, the subject of this research is MA NW Mafaza class X as many as 18 students. The research object is active learning using the participation basic instructional learning model. Data collection techniques using observation sheets, interview sheets and questionnaires. Data analysis techniques using qualitative analysis techniques and quantitative analysis techniques. Through this action research, it can be found that there is an increase in student activity in the mathematics learning process regarding three-variable linear equation systems. This is proven from the results of observations of student learning activity before being given action, which was in the very low category, namely only 33%, after being given action in cycle I, student activity increased to the medium category, namely 61% of data from observation results and 66% of data from questionnaires. In cycle II, student learning activity rose again to a high category, namely 72% of data from observations and 77% of data from questionnaires. Based on the results of this study, it can be a reference for teachers to improve student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya peningkatan keaktifan belajar Siswa dalam peroses pembelajaran Matematika di kelas X MA NW Mafaza. Jenis penelitian ini menggunakan action research, subjek penelitian ini MA NW Mafaza kelas X sebanyak 18 Siswa. Objek penelitian keaktifan belajar dengan menggunakan model pembelajaran participation basic instructional. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan teknik analisis kuantitatif. Melalui penelitian tindakan ini dapat ditemukan bahwa terdapat peningkatan keaktifan Siswa pada proses pembelajaran matematika materi sistem persamaan linier tiga variabel. Hal ini dibuktikan dari hasil observasi keaktifan belajar Siswa sebelum diberikan tindakan termasuk dalam kategori sangat rendah, yaitu hanya 33%, setelah diberi tindakan pada siklus I keaktifan Siswa naik menjadi kategori sedang yaitu 61% data dari hasil observasi dan 66% data dari angket. Pada siklus II keaktifan belajar Siswa naik lagi menjadi kategori tinggi yaitu 72% data dari hasil observasi dan 77% data dari angket. Berdasarkan hasil penelitian ini dpat menjadi refrensi bagi Guru untuk meningkatkan hasil belajar Siswa

    Muhammad Husain Tabataba'i dan Tafsir Al-Mizan:: Kajian Syafa’at dalam al-Qur’an Surah al-Baqarah

    Get PDF
    This research is focused on the views and interpretations of Muhammad Husain Thabahaba'i regarding intercession in his commentary, al-Mizan Fi Tafsir al-Qur'an. Discussion of intercession is a debate between Sunni and Shia groups. One of these debates is conveyed in the form of interpretation of the Koran or interpretation of the Koran. Interpretation of verses regarding intercession is influenced by ideological interests, such as Sunni and Shia interests. This means that the Sunni group has a different interpretation from the Shia group regarding intercession, the intercessor, the form of intercession in the Qur'an. This research is a library (Library Research) with the research object focused on Tafsir al-Mizan Fi Tafsir al-Qur'an. This study uses a thematic approach (Maudlu'i), the analytical method used is descriptive-analytical. This study found two major conclusions. First, Tabataba'i understands syafa'at in the sense of obtaining benefits and to keep harm away. As for the group of intercessors, Tabataba'i divides them into two: (a) intercessors in the life of the world and (b) intercessors in the hereafter. Second, in interpreting QS. al-Baqarah: 48, 123, and 254, Tabataba'i understands it as a rejection of giving absolute intercession to the Jews. Meanwhile, in interpreting QS. al-Baqarah: 255. Tabataba'i understands that intercessors are absolutely given by Allah SWT and by groups who get permission or are pleased from Allah, such as the Prophet Muhammad SAW and the Shia Imams.Peneltian ini difokuskan pada pandangan dan penafsiran Muhammad Husain Thabahaba’i mengenai syafa’at dalam tafsirnya, al-Mizan Fi Tafsir al-Qur’an. Pembahasan mengenai syafa’at menjadi perdebatan antara kelompok Sunni dan Syi’ah. Perdebatan ini salah satunya disampaikan dalam bentuk interpretasi al-Qur’an atau tafsir al-Qur’an. Tafsir ayat-ayat mengenai syafa’at dipengaruhi oleh kepentingan ideologi, semisal kepentingan Sunni dan Syi’ah. Artinya, kelompok sunni memiliki tafsir yang berbeda dengan kelompok Syi’ah mengenai syafa’at, pemberi syafa’at, bentuk syafa’at dalam al-Qur’an. Penelitian ini adalah kepustakaan (Library Research) dengan objek penelitian terfokus pada kitab Tafsir al-Mizan Fi Tafsir al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan tematik (Maudlu’i), metode analisis yang digunakan, deskriptif-analitis. Penelitian ini menemukan dua kesimpulan besar. Pertama, Thabathaba’i memahami syafa’at dalam pengertian memperoleh keuntungan dan untuk menjauhkan mudharat. Adapun kelompok pemberi syafa’at oleh Thabathaba’i membaginya menjadi dua: (a) pemberi syafa’at dalam kehidupan dunia dan (b) pemberi syafa’at di akhirat. Kedua, dalam menafsirkan QS. al-Baqarah: 48, 123, dan 254, Thabathaba’i memahaminya sebagai penolakan pemberian syafa’at secara mutlak kepada orang yahudi. Sedangkan dalam menafsirkan QS. al-Baqarah: 255. Thabathaba’i memahaminya bahwa pemberi syafa’at itu mutlak diberikan oleh Allah SWT dan oleh kelompok yang mendapatkan izin atau ridha dari Allah, seperti Nabi Muhammad SAW dan para Imam Syi’a

    Kontroversi Teori Nasakh Wal Mansukh Menurut Para Ulama: Studi atas Pemikiran Abdullah Ahmad An-Naim

    Get PDF
    Nasakh theory to this day is still being debated in the understanding of scholars, a very complex issue in this theory is that there are scholars who reject the theory of Nasakh wal Mansukh, on the grounds that there is no annulment or abolition of syar'i law contained in the Qur'an. an, the theory of Nasakh is permissible according to reason, but according to Shari'a, nasakh may not occur in the Qur'an. The purpose of this study is to explain and review the theory of nasakh wal mansukh by presenting some of the views of classical and contemporary scholars, then the author presents the opinions of contemporary scholars, namely Abdullah Ahmad An-Naim. This research is a type of research that uses qualitative methods and is descriptive analysis in nature, namely by systematically describing and describing discussion materials obtained from various sources and then analyzed to obtain research results. The results of this study turned out that behind the controversy of the theory of Nasakh wal Mansukh among scholars, both scholars who agreed with the theory of texts and those who disagreed emphasized that from the two groups of scholars above in providing the basis for rejecting or accepting the theory, it turned out that the basis or verse they use the same Q.S. Al-Baqarah:106 in providing a basis for their argument, but they only differ in interpretive positions. Because this research focuses on the theory of texts offered by Abdullah Ahmad An-Naim, the author will explain his views, An-Naim in defining texts is defined as having been deleted, while the words munsi'ha are defined as 'postponing' their implementation or application, from the definition given the author has explained that An-Na'im does not acknowledge the existence of deletions in the text of the Qur'an, in his opinion that there is only a delay in its implementation until the circumstances and conditions are right for enacting the text.Teori nasakh sampai hari ini masi terus berpolemik dalam pemahaman ulama, isu yang sangat kompleks dalam teori tersebut adalah adanya ulama  yang menolak teori Nasakh wal Mansukh, dengan alasan menegaskan bahwa, tidak terjadi pembatalan ataupun penghapusan hukum syar’i yang ada dalam Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan teori nasakh wal mansukh dengan menghadirkan beberapa pandangan ulama klasik dan kontemporer. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan metode kualitatif dan bersifat analisis deskriptif yaitu dengan menggambarkan dan menguraikan secara sistematis materi-materi pembahasan yang diperoleh dari berbagai sumber kemudian di analisis untuk memperoleh hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini Ternyata dibalik kontroversi dari teori Nasakh wal Mansukh dikalangan para ulama, baik ulama yang setuju dengan teori nasakh maupun yang tidak setuju. Karena  penelitian ini berfokus pada teori nasakh yang ditawarkan oleh  Abdullah Ahmad An-Naim, ia mendefinisikan nasakh diartikan dengan telah dihapus, sedangkata kata munsi’ha diartikan sebagai ‘menunda’ pelaksanaanya atau penerapannya.&nbsp

    Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an

    Get PDF
    To become an entrepreneur, the first thing to prepare is to master the knowledge of entrepreneurship, know the basic concepts of entrepreneurship and the ins and outs of it. An entrepreneur requires a strong mentality and a creative, innovative and courageous spirit to face challenges in the future. To become an entrepreneur is not bound by a certain gender, anyone has the right to become an entrepreneur without any differences in ethnicity, race and gender. Men and women are created in pairs and both are partners who complement each other. It should be noted that, long before there were balance theories about men and women in entrepreneurship, the Qur'an had previously reported on this theory, this is mentioned in the Qur'an in surah An-Nisa/4: 32 and surah an-nahl/16: 97, explicitly states that: men and women have equal access and opportunities to become entrepreneurs. The balance of roles between men and women in entrepreneurship is a necessity, because both are creatures that were created to complement each other, have the same potential and both come from the same creation and origin, and both have the same abilities. in doing whatever they wantUntuk menjadi seorang wirausaha perkara yang terlebih dahulu dipersiapkan ialah menguasai ilmu pengetahuan tentang wirausaha, mengetahui konsep dasar kewirausahaan serta seluk beluk tentangnya. Seorang wirausaha membutuhkan mental yang kuat dan jiwa kreatif, inovatif dan berani menghadapi tantangan di masa depan. Untuk menjadi seorang wirausahawan tidak terikat dengan jenis kelamin tertentu, siapapun berhak untuk menjadi seorang wirausaha tanpa ada perbedaan suku, ras, dan jenis kelamin tertentu. Laki-laki dan perempuan diciptakan secara berpasang-pasangan dan keduanya adalah mitra kerja yang saling melengkapi antara satu sama lainnya. Untuk diketahui bahwa, jauh sebelum adanya teori-teori keseimbangan tentang laki-laki dan perempuan dalam berwirausaha, Al-Qur’an terlebih dahulu sudah memberitakan teori tersebut, hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an dalam surah An-Nisa/4: 32 dan surah an-nahl/16: 97, secara tegas menyebutkan bahwa: laki-laki dan wanita memiliki akses dan peluang yang sama untuk menjadi seorang pengusaha. Keseimbangan peran antara laki-laki dan wanita dalam berwirausaha merupakan suatu keniscayaan, karena keduanya adalah makhluk yang diciptakan untuk saling melengkapi antara satu sama lain, memiliki potensi yang sama dan  keduanya berasal dari penciptaan dan asal muasal yang sama, dan keduanya sama-sama memiliki kemampuan dalam melakukan apa saja yang mereka kehendak

    CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SDN 02 PERCONTOHAN

    Get PDF
    This research discusses the effectiveness of implementing Contextual Teaching and Learning (CTL) in Islamic Religious Education (PAI) learning at SDN 02 Pilot. This research uses a qualitative descriptive approach with a phenomenological approach, which aims to understand the reality of events and various activities that occur in the learning process using a contextual approach at the school. The data sources for this research were SDN 02 Perpilotan students and PAI teachers, and data was collected through observation, interviews and documentation. Research data was analyzed descriptively qualitatively, starting with coding, transcription and reduction. The results of data analysis reveal that the application of PAI learning with a contextual approach at SDN 02 Pilot is in accordance with the main components of the contextual approach, such as constructivism, discovery, questioning, learning communities, modeling, reflection and authentic assessment. Apart from that, PAI learning with a contextual approach is also effective in supporting students' academic achievements and their understanding of the application of learning in everyday life. This learning becomes meaningful, cheerful and enjoyable (joyful learning) for students.Penelitian ini membahas tentang efektivitas penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 02 Percontohan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yang bertujuan untuk memahami realitas peristiwa dan berbagai kegiatan yang terjadi dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual di sekolah tersebut. Sumber data penelitian ini adalah siswa SDN 02 Percontohan dan guru PAI, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif, dimulai dengan pengkodean, transkripsi, dan reduksi. Hasil analisis data mengungkapkan bahwa penerapan pembelajaran PAI dengan pendekatan kontekstual di SDN 02 Percontohan sesuai dengan komponen utama pendekatan kontekstual, seperti konstruktivisme, penemuan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian yang autentik. Selain itu, pembelajaran PAI dengan pendekatan kontekstual juga efektif dalam mendukung prestasi akademik siswa dan pemahaman mereka terhadap aplikasi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini menjadi bermakna, ceria, dan menyenangkan (joyful learning) bagi siswa

    Penerapan Metode Numbered Head Together Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Aqidah Akhlak Di MI NW Karang Baru

    Get PDF
    Abstract The formulation of the problems in this study are (1) How to apply the Numbered Head Together (NHT) model in improving the learning outcomes of the Aqidah Akhlak material Faith to the books of Allah SWT. class IV MI NW Karang Baru? (2) How to increase student learning outcomes by using the Numbered Head Together (NHT) model in the Aqidah Akhlak subject on Faith in the books of Allah SWT. students of class IV MI NW Karang Baru?. This study uses Class Action Research (Class Action Research) as much as two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementing, observing and reflecting. The techniques used in collecting data include tests and interviews. The research results show that the application of the Numbered Head Together (NHT) model can improve students' learning outcomes of the Akhlak Aqidah. This is evidenced by an increase in student learning outcomes from cycle I to cycle II, namely the average score of learning outcomes in the final test of cycle I was 69.70 which was in the category of unfavorable, while in the final test of cycle II was 84.12 and was very good criteria. This shows an increase of 14.42. From these data it can be seen that the application of the Numbered Head Together (NHT) model can improve the learning outcomes of class IV MI NW Karang Baru studentsAbstrak Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan model Numbered Head Together (NHT) dalam meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak materi Iman kepada kitab-kitab Allah Swt. siswa kelas IV MI NW Karang Baru? (2) Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Numbered Head Together (NHT) pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Iman kepada kitab-kitab Allah Swt. siswa kelas IV MI NW Karang Baru?. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data antara lain tes dan wawancara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II yaitu nilai rata-rata hasil belajar pada tes akhir siklus I adalah 69,70 yang berada pada kriteria kurang baik, sedangkan pada tes akhir siklus II adalah 84,12 dan berada pada kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 14,42. Dari data tersebut terlihat bahwa penerapan model Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MI NW Karang Bar

    Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Pembelajaran Di Sd Negeri Pondok Ranji 02

    Get PDF
    Abstract This research is a descriptive qualitative research that aims to reveal related to the use of the internet as a source of learning, which was conducted at SD NEGERI PONDOK RANJI 02. Data collection was carried out by conducting interviews, observations, and documents. Results from interviews, observations and documents were then analyzed using descriptive techniques. Data was collected using data triangulation, namely comparing observational data with interview data and with documents. The results of research on how to use the internet as a learning resource SD NEGERI PONDOK RANJI 02, Forms of using the internet as a source of learning SD NEGERI PONDOK RANJI 02 which is carried out by teachers and students is by assignment by the teacher, students are given the task of finding, learning, and expressing when learning to enrich the limited material in children's books and worksheets used during learning and to answer questions that arise during discussions, children's high desire to seek knowledge from various sources obtained through browsing and searching on the internet.Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkap terkait dengan pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran, yang dilakukan di SD NEGERI PONDOK RANJI 02. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan metode wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil dari wawancara, observasi dan dokumen kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif. Data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data yaitu membandingkan data hasil observasi dengan data hasil wawancara dan dengan dokumen. Hasil penelitian tentang bagaimana Pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran  SD NEGERI PONDOK RANJI 02 , Bentuk pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran  SD NEGERI PONDOK RANJI 02 yang dilakukan oleh guru dan siswa adalah dengan penugasan oleh guru, siswa diberikan tugas untuk mencari, mempelajari, dan mengungkapkan pada saat pembelajaran untuk memperkaya keterbatasan materi yang ada pada buku dan lembar kerja anak yang digunakan pada saat pembelajaran dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada saat diskusi, keinginan anak yang tinggi untuk mencari pengetahuan dari berbagai sumber yang didapat melalui browsing dan searching di internet

    PENYULUHAN KONSERVASI LINGKUNGAN BERBASIS AL QUR’AN: (Living Qur’an dan Penguatan Nilai-Nilai Qur’ani Pada Masyarakat Sembalun Bumbung Terhadap Ayat-Ayat Ekologi dan Konservasi)

    Get PDF
    This article discusses Qur'an-based environmental conservation counseling and strengthening Qur'anic values on ecology and conservation verses in Sembalun Bumbung, East Lombok, West Nusa Tenggra. The purpose of this activity is to raise public awareness of the importance of preserving the environment and provide an understanding of how the Qur'an provides guidance in protecting nature. The methods used in this extension activity are lectures and group discussions. The results showed that this activity succeeded in increasing people's knowledge and awareness about the importance of environmental conservation and encouraging them to implement Qur'anic values in their daily lives to preserve the environment. Keywords: extension, conservation, ecological verse, qur;anic value. Artikel ini membahas tentang penyuluhan konservasi lingkungan berbasis Al Qur'an dan penguatan nilai-nilai Qur'ani terhadap ayat-ayat ekologi dan konservasi di Sembalun Bumbung, Lombok Timur, NTB. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan pemahaman tentang bagaimana Al Qur'an memberikan panduan dalam menjaga alam. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah ceramah dan diskusi kelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi lingkungan serta mendorong mereka untuk mengimplementasikan nilai-nilai Qur'ani dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kata Kunci: penyuluhan, konservasi, ayat ekologi, nilai qur;ani.  &nbsp

    TRAINING MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI ORGANISASI BEM STAI DARUL KAMAL NW KEMBANG KERANG NTB

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB. Kegiatan yang diformat dalam bentuk Training/pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang tata kelola organisasi dan kemampuan manajerial administrasi bagi pengurus, serta melatih kemampuan dan tanggung jawab dalam mengelola organisasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah mentoring, diskusi, dan coaching (bimbingan dan pendampingan). Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari 21 pengurus BEM dari 9 orang perwakilan masing-masing program studi. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa rumusan dan rancangan program kerja BEM selama satu periode kepengurusan.Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB. Kegiatan yang diformat dalam bentuk Training/pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang tata kelola organisasi dan kemampuan manajerial administrasi bagi pengurus, serta melatih kemampuan dan tanggung jawab dalam mengelola organisasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah mentoring, diskusi, dan coaching (bimbingan dan pendampingan). Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari 21 pengurus BEM dari 9 orang perwakilan masing-masing program studi. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa rumusan dan rancangan program kerja BEM selama satu periode kepengurusan

    Hadis-Hadis Tentang ‘Ain : Penyakit ‘Ain Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Relevansinya Terhadap Media Sosial

    Get PDF
    This research is motivated by the advances in technology and information enabling easier communication through messages, photos, videos, and others. However, this phenomenon causes negative impacts to arise such as the emergence of jealousy and amazement feeling that is not based on the greatness of Allah which is known as ‘Ain illness. ‘Ain illness is not widely known by people in general, but it can be studied in hadiths by referring to the hadiths of scholars, such as Imam Ibn Qayyim -rahimahullah in his various books, one of which is the Book of Zād Al-Ma'ad. This study aims to find out Ibn Qayyim's perspective on ‘Ain, how to prevent and treat it, as well as the impact of ‘Ain on something that is not seen directly.Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi sehingga dapat lebih mudah berkomunikasi melalui pesan, foto, video dan lainya. Namun dibalik fenomena tersebut terdapat dampak negatif yang mungkin muncul seperti munculnya rasa iri dan dengki atau takjub tanpa didasari perasaan akan kebesaran Allah yang kemudian akan memunculkan penyakit ‘Ain. Penyakit ‘Ain masih asing dikalangan masyarakat umum namun dapat dikaji dalam hadis dengan merujuk kepada ulama hadis, seperti Imam Ibnu Qayyim -rahimahullah- dalam berbagai kitab beliau, salah satunya yaitu Kitab Zād Al-Ma>’ad. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana perspektif Ibnu Qayyim terhadap ‘Ain, cara pencegahan dan pengobatannya, serta pengaruh ‘Ain terhadap sesuatu hal yang tidak dilihat secara langsung

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇