Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    Penyebaran Dakwah Islam Populer di TV Indonesia Pasca Rezim Suharto

    Get PDF
    This dissertation examines the emergence of televised da'wah (Islamic propagation) following the downfall of the Suharto regime in Indonesia. The proliferation of da'wah programs on television, fueled by the country's Islamization and conservative Islamic influences, disrupted traditional authorities and reshaped religious dynamics. Through an ethnographic study of post-Suharto da'wah television ecology, Siddik highlights the role of charismatic religious preachers both on-screen and in real life, underscoring their influence in the contest for religious authority. The book presents historical evidence demonstrating the global trend of television preachers and sociological evidence illustrating how society supports da'wah programming, considering it a valuable medium for religious education. Overall, the dissertation asserts that the modern era's transformation of religious authority in Indonesia has been profoundly shaped by television, further solidifying the position of religious preachers in the religious domain struggle.Disertasi ini mendiskusikan tentang bagaimana fenomena penyebaran dakwah di televisi pasca jatuhnya rezim Suharto. Penyebaran dakwah di televisi yang marak pasca jatuhnya Suharto ini, selain ditopang dengan Islamisasi negara juga tumbuh berkat geliat Islamisme yang membangkitkan pula ekologi televisi yang bercorak Islam konservatif di Indonesia. Melalui pembacaan ekologi televisi, Siddik menemukan bahwa corak agama yang dikelola oleh televisi berjalan secara tumpang-tindih bahkan mengusik kemapanan otoritas tradisional. Melalui kajian etnografis tentang ekologi televisi dakwah pasca jatuhnya rezim Suharto, Siddik ingin menegaskan bahwa pergeseran otoritas agama di era modern berhasil membentuk komunitas dan berhubungan erat dengan kecendikiawanan seorang pendakwah agama di panggung televisi maupun kehidupan nyata sehingga memperkuat posisi mereka dalam pergulatan domain agama di Indonesia. Argumen utama buku ini adalah pembuktian historis yang menunjukkan bahwa pendakwah di televisi merupakan tren global dan pembuktian sosiologis terkait bagaimana masyarakat menjamin keberlangsungan tayangan tersebut dengan mengafirmasi produk keislaman di televisi sebagai media untuk belajar agama

    Konsep Nusyūz Dalam Al-Qur’an: (Studi Komparasi Tafsir Jami’ Al-Bayan Dan Al-Qur’an Al-Azhim)

    Get PDF
    This research is an attempt to find out how At-Tabari and Ibnu Katsir view nusyūz. Starting from the many circulating understandings about nusyūz which are only shown and questioned only to women (wives). Understanding that tends to be textual in surah An-Nisa verse 34 is often used as an excuse for committing acts of violence against his wife both physically and psychologically. Even though in fact in Surah An-Nisa verse 128 it is proof that husbands can also do nusyūz. and in the settlement between the two, there is still discrimination against women. This type of research is library research, namely research that is based on data processing obtained from written library materials. Using a comparative approach (muqarin), namely comparing the opinions of At-Tabari in the book jami' Al-Bayan and Ibn Kathir in Tafsir Al-Qur'an Al-Azhim. This study uses the theory of gender equality and liberation theology put forward by Ali Engineer. From this research, it shows that At-Tabari and Ibnu Katsir found that nusyūz of a wife or husband is a form of hatred for a partner and leaves obligations that have been set in household life, and in solving the nusyūz of a wife, there are three stages, namely advising, separating and hitting According to the theology, beatings are only permitted when a wife is proven to have committed adultery. Meanwhile, the settlement of the husband's nusyūz is by peace, and from the liberation theology, a wife is free to file for divorce. Then equality in the settlement of nusyūz which is carried out by the wife can also be carried out in the settlement of the husband's nusyūz.Penelitian ini merupakan sebuah upaya untuk mengetahui bagaimana pandangan At-Thabari dan Ibnu Katsir mengenai nusyūz. Berawal dari banyaknya pemahaman yang beredar tentang nusyūz yang hanya ditunjukan dan dipermasalahkan hanya kepada perempuan(istri). Pemahaman yang cendrung tekstual dalam surah An-Nisa ayat 34 kerap kali dijadikan dalih sebagai alasan untuk melakukan tindak kekerasan terhadap istrinya baik berupa fisik dan psikis. Padahal kenyataanya dalam surah An-Nisa ayat 128 menjadi bukti bahwa suami juga bisa melakukan nusyūz. dan dalam penyelesaian antara keduanya masih menyisakan diskriminatif pada perempuan. Jenis penelitian ini adalah library research yaitu penelitian yang berpijak pada pengolahan data yang diproleh dari bahan pustaka tertulis. Menggunakan pendekatan komparatif (muqarin) yaitu membandingkan pendapat At-Thabari dalam kitab jami’ Al-Bayan dan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim. Penelitian ini menggunakan teori kesetaraan gender dan teologi pembebasan yang dikemukakan oleh Ali Engineer. Dari penelitian ini menunjukan bahwa At-Thabari dan Ibnu Katsir mengemukan bahwa baik nusyūz istri atau suami ialah bentuk kebencian kepada pasangan serta meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan dalam kehidupan rumah tangga, dan dalam penyelesaiannya nusyūz istri ialah ada tiga tahapan yaitu menasehati, pisah ranjang dan memukul,  dikaji dengan teologi pembebasan pemukulan hanya diperbolehkan ketika seorang istri terbukti melakukan zina. Sedangkan penyelesaian nusyūz suami ialah dengan perdamaian, dan dari teologi pembebasan yang ada seorang istri bebas untuk mengajukan perceraian. Kemudian kesetaraan dalam penyeselesaian nusyūz  yang dilakukan kepada istri bisa juga dilakukan dalam penyelesaian nusyūz suami

    Pengelolaan pembelajaran pendidikan agama islam dengan pemanfaatan teknologi artificial intellegence bagi mahasiswa program studi PAI

    No full text
    The study aims to explore and analyze the potential use of AI in improving the effectiveness of the teaching and learning process at the Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Institute and the Muhammadiyah University of North Sumatra. The method used is a survey with a questionnaire as a data collection tool. The data analysis technique is carried out quantitatively by calculating the percentage of responses from participants. The subjects of this study were 30 lecturers and a number of students at both institutions. The results of the study showed that 75% of lecturers had a good understanding of AI, and 60% of students showed a high interest in learning about this technology. In addition, 80% of lecturers believed that AI could make teaching materials more interesting and interactive, and students felt the benefits through a richer learning experience. The implication is that to improve the integration of AI in religious education, collaboration between various stakeholders is essential.Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis potensi penggunaan AI dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung persentase respons dari partisipan. Subjek penelitian ini adalah 30 dosen dan sejumlah mahasiswa di kedua institusi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% dosen memiliki pemahaman yang baik tentang AI, dan 60% mahasiswa menunjukkan minat yang tinggi untuk belajar tentang teknologi ini. Selain itu, 80% dosen berpendapat bahwa AI dapat membuat materi ajar lebih menarik dan interaktif, dan mahasiswa merasakan manfaat melalui pengalaman belajar yang lebih kaya. Implikasinya adalah  untuk meningkatkan integrasi AI dalam pendidikan agama, kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan

    Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Satuan Berat Siswa Kelas II SDN Kalicari 01 Semarang

    Get PDF
    The purpose of this study was to improve the learning outcomes of weight unit material using problem-based learning model for grade II students. This research was conducted at SDN Kalicari 01 Semarang involving 26 grade II students. The research method used was classroom action research method using 2 cycles. Data collection techniques used observation, interviews, and tests. The data obtained were then analyzed using quantitative and qualitative methods. The results of this study indicate that student learning outcomes improve in each cycle. In cycle I students who reached the KKM were only 69.23% (18 students). In cycle II students who reached the KKM increased to 24 students a percentage of 92.30%. Based on the results of the study, it can be concluded that learning outcomes on the material of units of weight of objects in grade 2 students can be improved through the use of Problem Based Learning learning model.Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar materi satuan berat menggunakan model pembelajaran problem based learning siswa kelas II SD. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kalicari 01 Semarang dengan melibatkan 26 siswa kelas II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas menggunakan 2 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes setiap siklus. Data yang  diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat disetiap siklus. Pada siklus I siswa yang mencapai KKM hanya 69,23 % (18  siswa). Pada siklus II siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 23 siswa dengan persentase 88,46%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada materi satuan berat benda pada siswa kelas 2 siswa SDN Kalicari 01 Semarang dapat ditingkatkan melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning

    Implikasinya Pendidikan Karakter Peserta Didik Dalam Q.S Al Hujurat Ayat 1-5 Menurut Tafsir Ibnu Katsir

    Get PDF
    Morals that hit some students in the country. One indicator of the crisis is due to the widespread coverage in the mass media related to impolite behavior by students in a number of educational institutions in the country, this issue shows that the practice of moral attitudes for students is very important in Islamic education. Therefore students must have good attitudes or morals towards educators, with a good attitude possessed by students and educators it is hoped that the goals of Islamic education can be achieved properly. The focus of the problem in this study is how students interact with educators in Q.S al-Hujurat verses 1-5 and their implications for Islamic education. The approach used in this study is library research (literature study), namely deepening, reviewing and identifying existing knowledge in the literature (reference books or other research results) related to the discussion under study. In this discussion the method used is the deductive method. From the results that the authors have done, it shows that the morals of students and educators have a polite attitude as contained in the contents of Al-Hujurat verses 1-5, that is, students may not precede when walking with educators, except for asking permission, when we are talking to educators, we are not justified in speaking loudly as we are talking to our neighbors, but in a voice that is gentle and full of respect. The implication in Islamic education, the attitude that students should have in interacting with educators is to imitate what has been explained by Allah in Q.S al-Hujurat verses 1-5, so with this all the rules regarding politeness will be applied in Islamic education.Akhlak yang melanda sebagian peserta didik di tanah air. Salah satu indikator terjadinya krisis tersebut adalah karena maraknya pemeritaan di media massa terkait dengan perilaku tidak sopan yang dilakukan oleh peserta didik di sejumlah lembaga pendidikan di tanah air, persoalan ini menunjukkan bahwa pengamalan terhadap sikap akhlak bagi peserta didik menjadi sangat penting dalam pendidikan Islam. Oleh karena itu peserta didik harus memiliki sikap atau akhlak yang baik kepada pendidik, dengan adanya sikap yang baik yang dimiliki oleh peserta didik dan pendidik diharapkan tujuan pendidikan Islam itu dapat tercapai dengan baik. Adapun yang menjadi fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi peserta didik dengan pendidik dalam QS al-Hujurat ayat 1-5 dan diwujudkannya dalam pendidikan Islam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan library research (studi pustaka) yaitu pendalaman, penelahan dan pengidentifikasian pengetahuan yang ada dalam kepustakaan (sumber bacaan buku-buku referensi atau hasil penelitian lain) yang berhubungan dengan pembahasan yang diteliti. Paada pembahahasan ini adalah metode yang digunakan yaitu metode deduktif. Dari hasil yang penulis perlihatkan menunjukkan bahwa akhlak peserta didik dengan pendidik memiliki sikap santun santun seperti yang terdapat dalam isi surat Al-Hujurat ayat 1-5 yaitu, peserta didik tidak boleh meniru pada saat sedang berjalan bersama pendidik, kecuali meminta izin, ketika kita sedang Berbicara dengan pendidik, kita tidak dibenarkan bersuara keras seperti halnya berbicara sesama kita, melainkan dengan suara yang lembut lembut dan penuh dengan rasa takut

    Use of Comic Media in Science Learning in Elementary Schools

    No full text
    Comics are a type of graphic media in the form of stories that emphasize students' sense of sight in receiving information in the form of learning material presented by the teacher. The tendency of students not to be very interested in textbooks means that comics are starting to be used as a learning medium. This research aims to determine the use of comic media in science learning in elementary schools. The research method used in this research is a qualitative descriptive research method. Based on the object of study, this research is included in bibliographic research. Data collection was carried out by documenting all articles that had similar research to this research report. Based on this research, the results showed that comic media can be used as a science learning medium in elementary schools

    Analisis Problem Based Learning Berbantu LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Pada Tema 7 Subtema 2 Pembelajaran 2 Kelas III

    Get PDF
    Effective and innovative learning methods are crucial to ensure that students can gain deep understanding and develop the necessary skills. Research conducted a descriptive research basic qualitative approach. This research was at SDN Kalicari 01 Semarang with 27 students. The data collection technique in this research is triangulation. This LKPD teaching material will run with the help of the Problem Based Learning model. Learning can run effectively, this model requires students to be active in solving problems in learning. Based on the research that has been done by researchers. The utilization of LKPD based on the PBL as teaching material has a positive effect in increasing student activeness. LKPD based on PBL model is feasible to use as teaching material in schools, because the use of PBL-based LKPD in the learning process can help students understand the material so that the success of the teaching and learning process is achieved.Metode pembelajaran yang efektif dan inovatif menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa siswa dapat memperoleh pemahaman yang mendalam dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SDN Kalicari 01 Semarang yang berjumlah 27 siswa terdiri dari 16 laki-laki dan 12 perempuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah triangulasi. Bahan ajar LKPD ini akan berjalan dengan bantuan model Problem Based Learning. Dengan adanya model  Problem Based Learning ini pembelajaran dapat berjalan dengan efektif, model ini menutut siswa untuk aktif dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemanfaatan LKPD berbasis model Problem Based Learning sebagai bahan ajar berpengaruh positif dalam meningkatkan keaktifan siswa. LKPD berbasis model PBL layak digunakan sebagai bahan bajar di sekolah, karena penggunaan LKPD berbasis PBL dalam proses pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi sehingga keberhasilan proses belajar mengajar tercapai

    Efektivitas Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II Sekolah Dasar

    Get PDF
    The purpose this research is to improve student learning outcomes the theme togetherness in the school environment. This research is quantitative study conducted in two hours study and takes pretest and posttest data. The research sample is class II with learning outcomes. The data obtained from the research are the learning outcomes the cognitive, affective, and psychomotor aspects and the results the research show that from the pretest and posttest the learning outcomes in these three aspects. The learning outcomes the pretest and posttest cognitive aspects that the researchers carried out in class II students Elementary School after being analyzed by researchers through the normality gain according to Meltzer resulted in the "High" criterion. Based on the results the study, can be concluded that the use culture in the form special food from students' backgrounds learning medium can improve student learning outcomes on ttheme togetherness in the school environment.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kebersamaan di lingkungan sekolah pemanfaatan budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua kali pembelajaran dan mengambil data pretest dan posttest. Sampel dari penelitian ini adalah kelas II dengan hasil belajar setelah adanya perlakuan. Data yang diperoleh dari penelitian yaitu data hasil belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pretest dan posttest hasil belajar siswa untuk tiga aspek peningkatan. Hasil belajar aspek kognitif pretest dan posttest yang peneliti lakukan pada siswa kelas II SD Negeri di kota Semarang setelah dianalisis oleh peneliti melalui normalitas gain menurut Meltzer menghasilkan kriteria “Tinggi”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan budaya berupa makanan khas dari latar belakang siswa sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Tema kebersamaan di lingkungan sekolah

    Strategi Pengurus Pondok Pesantren Dalam Membina Kedisiplinan Belajar Santri

    Get PDF
    The purpose of this study aims to determine the management strategy of Islamic boarding schools, the learning discipline of students at Islamic boarding school Al-Hadi II Tambakberas Jombang, and the supporting and inhibiting factors of Islamic boarding schools in encouraging learning discipline. Qualitative research methods are used in this study because the data collected is in the form of words. To obtain the necessary data, researchers used data collection techniques which included observation, interviews, and documentation. The validity of the data is then checked by adding persistence and triangulation. This study examines the management strategy of Islamic boarding schools in encouraging discipline in learning for students, in this case focusing on the first management strategy of Islamic boarding schools. the strategy of the board of the Islamic boarding school: 1. students must be proficient in disciplinary behavior 2. advice and reprimand 3. providing motivation, the two disciplines of student learning: 1. Diniyah activities, 2. Muhadaroh learning, 3. study lectures, 4. Tahfiz learning activities, 5, congregational prayer activities, three supporting factors: 1. all Santri live in the dormitory, 2. adequate administrators, 3. clear rules and sanctions, while the inhibiting factors: 1. lack of facilities and infrastructure, 2. because some administrators live far from boarding school. So, it can be said that the strategy of the management of the Islamic boarding school in encouraging the discipline of the students is very disciplined in carrying out the activities of the Islamic boarding school.Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan pondok pesantren, disiplin belajar santri di pondok pesantren Al-Hadi II Tambakberas Jombang dan faktor pendukung dan penghambat pondok pesantren dalam mendorong disiplin belajar. Metode penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data kemudian diperiksa dengan menambahkan persistensi dan triangulasi. Penelitian ini mengkaji tentang strategi pengelolaan pondok pesantren dalam mendorong disiplin belajar santri dalam hal ini menitikberatkan pada strategi pengelolaan pondok pesantren yang pertama. starategi pengurus pondok pesantren: 1. santri harus mahir dalam berperilaku disiplin 2. nasehat dan teguran 3. pemberian motivasi, kedua kedisiplinan belajar santri: 1. kegiatan diniyah, 2. pembelajaran muhadaroh, 3. ceramah kajian, 4. kegiatan belajar tahfiz, 5. kegiatan sholat berjamaah, ketiga faktor pendukung: 1. semua Santri tinggal di asrama, 2. pengurus yang memadai, 3. aturan dan sanksi yang jelas, sedangkan faktor penghambatnya: 1. kurangnya sarana dan prasarana, 2. karena beberapa pengurus tinggal jauh dari pesantren. Maka dapat dikatakan bahwa strategi pengurus pondok pesantren dalam mendorong kedisiplinan santri sangat disiplin dalam pelaksanaan kegiatan pondok pesantren

    TRANSFORMASI ORGANISASI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL: Telaah Transformasi IAIN Surakarta Menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana mengetahui pentingnya transformasi lembaga Pendidikan Islam dalam menghadapi persaingan global,  transformasi IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surkarta, dan peluang dan tantangan transformasi IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surkarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Penulusuran kepustakaan dilakukan dengan melihat pada sumber-sumber yang tidak terbatas seperti artikel jurnal, buku, website, artikel prosiding dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pentingnya transformasi Lembaga Pendidikan Islam untuk menghadapi persaingan global transformasi lembaga pendidikan ini menjadi lebih penting karena dengan transformasi inilah lembaga pendidikan dapat berjalan lebih aktif. Lembaga pendidikan dapat juga menentukan pola dari proses pendidikan di setiap level organisasinya. Lembaga pendidikan juga dapat menawarkan program pendidikan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai ciri ilmu keislaman yang kuat dan mentradisi oleh karena itu lembaga pendidikan Islam mempunyai peluang menjadi pusat keunggulan baru didalam dunia pendidikan yaitu di Indonesia. Pusat keunggulan baru yang dimaksud akan menjadi keniscayaan karena adanya model integrasi dan interkoneksitas didalam pengembangan ilmu, dan juga akan berdiri dengan tegak dimasa globalisasi ini. Transformasi IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surkarta merupakan sejarah lembaga perguruan tinggi Islam di Indonesia yang selalu mengalami perkembangan. Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) menjadi contoh dari perkembangan tersebut. Transformasi IAIN menjadi UIN dari segala aspek mulai dari manajemen perencanaannya, fasilitas, sasaran, tenaga pengajar, keilmuan, serta metodologi sebagai  hasil yang diingkan sesuai dengan penunjang. Peluang dan tantangan transformasi IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surkarta yaitu alih status menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta mempunyai peluang untuk membuka fakultas dan program studi baru berbasis ilmu umum sehingga akan menjadi cara untuk memikat daya tarik. Kekuatan (strength) yaitu letak geografis UIN Raden Mas Said Surakarta yang bertempat pada wilayah segitiga emas (Surakarta, Semarang, dan Yogyakarta) yang termasuk daerah strategis dalam mengembangkan kampus dan sosialisi kepada masyarakat. Kelemahan (weaknesses) kurangnya sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan akademik dan non akademik. Kemudian juga, kurangnya seimbangnya rasio perbandingan antara pendidik dengan mahasiswa. Selanjutnya dari segi Ancaman (threat) yaitu persaingan antar perguruan tinggi lain yang kebih maju dan berkembang, baik di lingkup Surakarta maupun Indonesia dan internasional.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana mengetahui pentingnya transformasi lembaga Pendidikan Islam dalam menghadapi persaingan global,  transformasi IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surkarta, dan peluang dan tantangan transformasi IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surkarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Penulusuran kepustakaan dilakukan dengan melihat pada sumber-sumber yang tidak terbatas seperti artikel jurnal, buku, website, artikel prosiding dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pentingnya transformasi Lembaga Pendidikan Islam untuk menghadapi persaingan global transformasi lembaga pendidikan ini menjadi lebih penting karena dengan transformasi inilah lembaga pendidikan dapat berjalan lebih aktif. Lembaga pendidikan dapat juga menentukan pola dari proses pendidikan di setiap level organisasinya. Lembaga pendidikan juga dapat menawarkan program pendidikan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai ciri ilmu keislaman yang kuat dan mentradisi oleh karena itu lembaga pendidikan Islam mempunyai peluang menjadi pusat keunggulan baru didalam dunia pendidikan yaitu di Indonesia. Pusat keunggulan baru yang dimaksud akan menjadi keniscayaan karena adanya model integrasi dan interkoneksitas didalam pengembangan ilmu, dan juga akan berdiri dengan tegak dimasa globalisasi ini. Transformasi IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surkarta merupakan sejarah lembaga perguruan tinggi Islam di Indonesia yang selalu mengalami perkembangan. Transformasi IAIN menjadi UIN dari segala aspek mulai dari manajemen perencanaannya, fasilitas, sasaran, tenaga pengajar, keilmuan, serta metodologi sebagai  hasil yang diinginkan sesuai dengan penunjang. Peluang dan tantangan transformasi IAIN Surakarta menjadi UIN Raden Mas Said Surkarta yaitu alih status menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta mempunyai peluang untuk membuka fakultas dan program studi baru berbasis ilmu umum sehingga akan menjadi cara untuk memikat daya tarik. Kekuatan (strength) yaitu letak geografis UIN Raden Mas Said Surakarta yang bertempat pada wilayah segitiga emas (Surakarta, Semarang, dan Yogyakarta) yang termasuk daerah strategis dalam mengembangkan kampus dan sosialisi kepada masyarakat. Kelemahan (weaknesses) kurangnya sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan akademik dan non akademik. Kemudian juga, kurangnya seimbangnya rasio perbandingan antara pendidik dengan mahasiswa. Selanjutnya dari segi Ancaman (threat) yaitu persaingan antar perguruan tinggi lain yang kebih maju dan berkembang, baik di lingkup Surakarta maupun Indonesia dan internasional

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇