Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Humans as Cultured, Ethical, and Aesthetic Beings: A Conceptual Study
Conceptual study of humans as human beings with culture, ethics, and aesthetics is still developing considering that humans are complex entities that still require various understandings. Thus, this article attempts to elaborate on conceptual studies as part of enriching discourse and understanding of humans. This article is a literature review written using a qualitative descriptive approach. From the results of the study, it was found that the pattern of relations between humans and culture cannot be separated from one another. Humans are creators of culture. The creation of culture is the result of human interaction with all aspects of life, both abstractly and concretely. Culture was born because of humans, so as long as humans remain on earth, culture will also remain sustainable. In its development, culture then continues to experience dynamics in dialectics because of the role of humans who carry out or maintain this culture.Telaah konseptual mengenai manusia sebagai manusia sebagai makhluk berbudaya, beretika, serta berestetika masih terus berkembang mengingat manusia merupakan entitas kompleks yang masih memerlukan berbagai pemahaman. Dengan demikian, artikel ini mencoba mengelaborasi telaah-telaah konseptual sebagai bagian dari memperkaya wacana dan pemahaman mengenai manusia. Artikel ini merupakan kajian literatur yang ditulis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil kajian didapatkan gambaran bahwasanya Pola hubungan antara manusia dan kebudayaan juga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Manusia ialah pencipta kebudayaan. Terciptanya kebudayaan merupakan hasil interaksi manusia dengan segala aspek kehidupannya, baik secara abstrak maupun kongkrit. Budaya lahir karena adanya manusia, sehingga selama manusia tetap ada di muka bumi maka kebudayaan juga akan tetap lestari. Dalam perkembangannya, kebudayaan kemudian terus berdialektika mengalami dinamika karena adanya peran manusia yang melaksanakan ataupun mempertahankan kebudayaan tersebut
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMK NW WANASABA
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Manajemen sumber daya manusia di SMK NW Wanasaba. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru di SMK NW Wanasaba.
Penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan mengambil lokasi di SMK NW Wanasaba. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan kepala sekolah atau wakil kepala sekolah, guru, dan waka kesiswaan. Langkah-langkah peneliti dalam mnganalisis data ialah pertama, dengan mengambil pokok-pokok dan memusatkan pada data yang berkaitan dengan hal-hal penting, kedua, penyajian data yang dilakukan berupa uraian singkat dan sejenisnya, ketiga, menarik kesimpulan.
Hasil dalam penelitian ini bahwa pertama Manajemen sumber daya manusia di SMK NW Wanasaba dilaksanakan dengan tahap sebagai berikut: a. Kepala sekolah melakukan perencanaan sumber daya manusia denga guru, b. rekrutmen dilakukan setiap tahun jika diperlukan dengan menyebarkan pengumuman lewat website, meding sekolah, media sosial dan informasi internal, c. seleksi administrasi, wawancara, dan micro teching, d. orientasi diberikan oleh kepala sekolah dan guru, e. penempatan terkait pembagian wali kelas, f. penilaian kerja dilakukan secara sistematis setiap hari dan setiap selesai semester, g. pelatihan di berikan oleh sekolah ataupu dari pemerintah, serta pengembangan guru dengan memberikan sebuh jabatan dalam struktural sekolah, h. kompensai dalam bentuk ucapan dan honor atau insentif, i. pemberhentian secara pribadi dan diberhentikan kepala sekolah. Kedua, faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan profeisoalisme guru selalu ada termasuk dari internal maupun eksternal baik dari pihak guru itu sendiri dan pihak sekolahPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Manajemen sumber daya manusia di SMK NW Wanasaba. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru di SMK NW Wanasaba. Penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan mengambil lokasi di SMK NW Wanasaba. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan kepala sekolah atau wakil kepala sekolah, guru, dan waka kesiswaan. Langkah-langkah peneliti dalam mnganalisis data ialah pertama, dengan mengambil pokok-pokok dan memusatkan pada data yang berkaitan dengan hal-hal penting, kedua, penyajian data yang dilakukan berupa uraian singkat dan sejenisnya, ketiga, menarik kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini bahwa pertama Manajemen sumber daya manusia di SMK NW Wanasaba dilaksanakan dengan tahap sebagai berikut: a. Kepala sekolah melakukan perencanaan sumber daya manusia denga guru, b. rekrutmen dilakukan setiap tahun jika diperlukan dengan menyebarkan pengumuman lewat website, meding sekolah, media sosial dan informasi internal, c. seleksi administrasi, wawancara, dan micro teching, d. orientasi diberikan oleh kepala sekolah dan guru, e. penempatan terkait pembagian wali kelas, f. penilaian kerja dilakukan secara sistematis setiap hari dan setiap selesai semester, g. pelatihan di berikan oleh sekolah ataupu dari pemerintah, serta pengembangan guru dengan memberikan sebuh jabatan dalam struktural sekolah, h. kompensai dalam bentuk ucapan dan honor atau insentif, i. pemberhentian secara pribadi dan diberhentikan kepala sekolah. Kedua, faktor pendukung dan penghambat dalam peningkatan profeisoalisme guru selalu ada termasuk dari internal maupun eksternal baik dari pihak guru itu sendiri dan pihak sekolah
Peningkatan Kesehatan dan Solidaritas Masyarakat Melalui Program Donor Darah
Blood is a basic need for every human being. Blood donors are an integral part of supporting health as meeting the needs of blood in the body. Nglaban Village is one of the villages in Loceret District, Nganjuk Regency with a population of 6,228 people, but only 3-4 of the total population have awareness of blood donors. Therefore, UNESA KKN-T 28 students held a blood donor program which was open to the public, especially for the people of Nglaban Village. The aim is to increase the number of people who are aware of the importance of blood donation and to increase the number of blood donors in the village. This community service activity began with conducting a survey of village midwives and village officials. After that, continued with the establishment of the program. Then socialization was carried out to the people of Nglaban Village. The next step is to donate blood on May 18th. As a result, through this blood donor program, there has been an increase in the awareness and willingness of the people of Nglaban Village to participate in blood donation activities.
Keywords: Blood Donors, NglabanDarah merupakan kebutuhan pokok setiap umat manusia. Donor darah menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk menunjang kesehatan sebagaimana tercukupinya kebutuhan darah dalam tubuh. Desa Nglaban merupakan salah satu desa di Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk dengan jumlah penduduk 6.228 jiwa, namun yang memiliki kesadaran donor darah hanya 3-4 orang dari total penduduk tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-T 28 UNESA mengadakan program donor darah yang dibuka untuk umum, utamanya untuk masyarakat Desa Nglaban. Tujuannya yaitu, (1) meningkatkan kesehatan masyarakat, (2) meningkatkan jumlah masyarakat yang sadar akan pentingnya donor darah, dan (3) meningkatnya jumlah pendonor darah di desa tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan mengadakan survei ke bidan desa dan pamong desa. Kemudian dilanjut dengan pembentukan program, pelaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, dan pelaksanaan donor darah pada tanggal 18 Mei 2023. Hasilnya melalui program donor darah ini, terjadi peningkatan kesadaran dan kemauan masyarakat Desa Nglaban untuk mengikuti kegiatan donor darah.
Kata Kunci: Donor Darah, Nglaba
Penta Helix : Lima Variabel Unsur Kekuatan Dalam Pengembangan Desa Wisata Taman Langit, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat
This research discusses the application of the penta helix model in the development of the Taman Langit tourist village in Bengkuang Hill, Bengkaung village, Gunungsari sub-district, West Lombok district, NTB. The penta helix model emphasizes the important role of five main actors, namely government, community, business people, media and academics, in building and developing tourism destinations. Harmonious collaboration between these five factors is considered very crucial for the smooth development of village tourism. In the context of the Taman Langit tourist village, the government has a role as a provider of tourism access and infrastructure, while the community and business people act as the main actors who run and develop village tourism. The media functions as a promotional tool, while historians provide direction, consultation and predictions regarding the development of village tourism. Through the penta helix approach, it is hoped that people from various sectors can enjoy the positive benefits resulting from the development of the Taman Langit tourist village. This research uses a type of library study (library research) with secondary data in the form of literature such as books, journals, magazines and websites that are relevant to the research. Key words: penta helix, sky garden, tourismpenelitian ini membahas mengenai penerapan model penta helix dalam pengembangan desa wisata taman langit di bukit bengkuang, desa bengkaung, kecamatan gunungsari, kabupaten lombok barat, ntb. model penta helix menekankan peran penting lima aktor utama, yaitu pemerintah, komunitas, pebisnis, media, dan akademis, dalam membangun dan mengembangkan destinasi pariwisata. kolaborasi yang harmonis di antara kelima faktor tersebut dianggap sangat krusial untuk kelancaran pengembangan wisata desa. Dalam konteks desa wisata taman langit, pemerintah memiliki peran sebagai penyedia akses dan infrastruktur pariwisata, sementara komunitas dan pebisnis berperan sebagai pelaku utama yang menjalankan dan mengembangkan wisata desa. Media berfungsi sebagai alat promosi, sedangkan sejarawan memberikan arahan, konsultasi, dan prediksi terkait pengembangan wisata desa. Melalui pendekatan penta helix, diharapkan masyarakat dari berbagai sektor dapat menikmati manfaat positif yang dihasilkan dari pengembangan desa wisata taman langit. Penelitian ini menggunakan jenis studi kepustakaan (penelitian perpustakaan) dengan data sekunder berupa literatur seperti buku, jurnal, majalah, dan website yang relevan dengan penelitian.
Kata kunci : penta helix, taman langit, pariwisata
 
Pendidikan Spiritual Anak Usia Dini Dalam Perspektif Al-Qur’an
Early childhood spiritual education in the perspective of the Qur'an is an educational process that emphasizes cultivating the child's spiritual potential that he has brought from birth through inculcating religious spiritual values which include Aqidah, Faith, Islam and Ihsan which are applied directly to children. early childhood, as an effort to animate and develop the natural potential of children who are carried from birth. Spiritual education will not grow by itself without guidance from divine revelation. Spirituality that is taught without involving the guidance of divine revelation will be limited only to the view of logic. Then this spiritual will be dry and far from the guidance of the Creator. So spiritual education must be taught and developed through spiritual education that comes from religious teachings, because spirituality is closely related to divinity. To revive the spirituality of early childhood can only be done through inculcating religious spiritual values such as teaching faith, Islam and sincerity, because these three sources are known as religious foundations. Thus this research is different from the view which states that: to revive spirituality does not require the role of religion.Pendidikan spiritual anak usia dini dalam perspektif Al-Qur’an ialah proses pendidikan yang menekankan kepada menumbuhkan potensi spiritual anak yang ia bawa dari sejak lahir melalui penanaman nilai-nilai spiritual agama yang mencakup Aqidah, Iman, Islam dan Ihsan yang diterapkan secara langsung kepada anak usia dini, sebagai upaya untuk menghidupkan dan mengembangkan potensi fitrah anak yang dibawa dari sejak ia lahir. Pendidikan spiritual tidak akan tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya bimbingan yang bersumber dari wahyu ilahi. Spiritual yang diajarkan tanpa melibatkan bimbingan wahyu ilahi akan terbatas hanya pada pandangan logika saja. Maka spiritual ini akan kering dan jauh dari petunjuk Sang Pencipta. Maka pendidikan spiritual harus diajarkan dan dikembangkan melalui pendidikan spiritual yang bersumber dari ajaran agama, karena spiritual berkaitan erat dengan ketuhanan. Untuk menghidupkan spiritual anak usia dini hanya dapat dilakukan melalui penanaman nilai-nilai spiritual agama seperti mengajarkan keimanan, keislaman dan keihsanan, karena tiga sumber ini dikenal dengan pondasi agama. Dengan demikian penelitian ini berbeda dengan pandangan yang menyatakan bahwa: untuk menghidupkan spiritual tidak memerlukan peran agama
Kebijakan Implmentasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Jenjang Madrasah Ibtidaiyah
Tujuan penelitian untuk menganalisis kebijakan implementasi kurikulum merdeka belajar di jenjang Madrasah Ibtidaiyah, upaya-upaya yang dilakukan madrasah dalam menerapkan kurikulum merdeka serta faktor penghambat dalam menerapkan kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini setelah dilakukan analisis menujukkan bahwa penerapan merdeka belajar di Madrasah ibtidaiyah dilakukan dengan beberapa cara, yaitu memahami siswanya dan mengetahui peta kemampuan siswanya. Setelah menerapkan kurikulum merdeka, ada beberapa nilai positif yang dirasakan yaitu pada sistem pembelajaran dan kemampuan siswa. Penerapan Kurikulum merdeka memberikan harapan yang positif bagi satuan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah, Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan bagi guru, sehingga dalam menjalankan tugas mengajar guru fokus mengembangkan potensi siswa dan merdeka dalam urusan-urusan lain dalam kegiatan belajar mengajar seperti penguasaan bahan ajar yang terlalu banyak, kesibukan administrasi perangkat pembelajaran, sumber belajar dan hal lainnya. kebijakan penerapan kurikulum merdeka belajar di tingkat Madrasah Ibtidaiyah disesuaikan dengan kebutuhan sekolah juga keadaan siswa serta materiTujuan penelitian untuk menganalisis kebijakan implementasi kurikulum merdeka belajar di jenjang Madrasah Ibtidaiyah, upaya-upaya yang dilakukan madrasah dalam menerapkan kurikulum merdeka serta faktor penghambat dalam menerapkan kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini setelah dilakukan analisis menujukkan bahwa penerapan merdeka belajar di Madrasah ibtidaiyah dilakukan dengan beberapa cara, yaitu memahami siswanya dan mengetahui peta kemampuan siswanya. Setelah menerapkan kurikulum merdeka, ada beberapa nilai positif yang dirasakan yaitu pada sistem pembelajaran dan kemampuan siswa. Penerapan Kurikulum merdeka memberikan harapan yang positif bagi satuan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah, Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan bagi guru, sehingga dalam menjalankan tugas mengajar guru fokus mengembangkan potensi siswa dan merdeka dalam urusan-urusan lain dalam kegiatan belajar mengajar seperti penguasaan bahan ajar yang terlalu banyak, kesibukan administrasi perangkat pembelajaran, sumber belajar dan hal lainnya. kebijakan penerapan kurikulum merdeka belajar di tingkat Madrasah Ibtidaiyah disesuaikan dengan kebutuhan sekolah juga keadaan siswa serta materi
Representasi Qs. Al-Imran: 104 “Analisis atas Nilai Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Konten Video Tiktok (VT) Dakwah Muezza”
In today's modern world, humans really need technology to get information and make work easier. Islam as the majority religion, especially in Indonesia, must be able to keep up with the times in spreading its sharia. This study discusses the representation of the values of the Qur'an in the Tiktok dakwahmuezza content. Dakwahmuezza carries a new method of spreading the message of the Qur'an, and the method used is in the form of an animated video. The purpose of this study is to explore the representation of Qs values. Al-Imran: 104 using Stuar Hall's representation theory. The method used in this study is the library research method, with the data needed, namely relevant literature, both books, journals, magazines and so on. The results obtained in this study are that the dakwahmuezza account uses the video animation method in conveying Islamic da'wah messages, so that the content contained in dakwahmuezza already represents the value in Qs. Al-Imran: 104, where the meaning of the verse is presented and discussed in an animated video.Dunia modern sekarang ini manusia sangat membutuhkan teknologi untuk mendapatkan iformasi dan mempermudah pekerjaan. Islam sebagai agama mayoritas, khususnya di Indonesia harus bisa mengikuti perkembangan zaman dalam menyebarkan syariatnya. Penelitian ini membahas tentang representasi nilai Al-Qur’an pada konten Tiktok dakwahmuezza. Dakwahmuezza mengusung metode baru dalam menyebarkan pesan Al-Qur’an, dan cara yang digunakan berbentuk video animasi. Tujuan penelitian ini yaitu menggali representasi nilai Qs. Al-Imran: 104 dengan menggunakan teori representasi Stuar Hall. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Pustaka (library research), dengan data yang dibutuhkan yaitu literatur yang relevan, baik buku, jurnal, majalah dan lain sebagainya. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu akun dakwahmuezza menggunakan metode video animasi dalam menyampaikan pesan dakwah Islam, sehingga konten yang ada dalam dakwahmuezza sudah merepresentasikan nilai yang ada pada Qs. Al-Imran: 104, dimana makna ayat tersebut disajikan dan dibahasakan dengan video yang berbentuk animas
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN LIFE SKILL PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 AIKMEL LOMBOK TIMUR
Pembahasan dalam skripsi ini adalah implementasi manajemen berbasis sekolah dalam mengembangkan life skill peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel. Manajemen Berbasis Sekolah merupakan sekolah mempunyai wewenang untuk mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak didiknya disekolah, termasuk di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana implementasi manajemen berbasis seekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel dalam mengembangkan life skill peserta didik.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam pnelitian inidimulai dari observasi secara terus menerus, reduksi data, triangulasi dan terakhir menyimpulkan. Sedangkan untuk mengecek keeabsahan data tersebut peneliti menggunakan metode triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi manajemen berbasis sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel dalam mengembangkan life skill peserta didik sudah mampu berjalan dengan baik, meliputi pertama perencanaan merupakan langkah pertama untuk membuat program yang dilakukan dengan melihat kondisi sekolah. Kedua pengorganisasian, merupakan tahap pembagian kerja guru yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ketiga pelaksanaan, tahap ini merupakan tahap merealisasikan apa yang telah direncanakan dengan melibatkan masyarakat didalamnya untuk membantu sekolah melaksanakan beberapa program kegiatan. Keempat evaluasi, merupakan tahap akhir dari manajemen untuk melihat sejauh mana program yang sudah berjalan. Upaya yang dilakukan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel dalam mengembangkan life skill peserta didik dilakukan dengan pertama program pengembangan diri, diantaranya ekstrakulikuler baik dalam bidang OSN maupun karya seni lainnya. Kedua melalui kegiatan pembelajaran seperti pelajaran PAI mengembangan life skill seperti kecakapan spiritual, kecakapan social, serta memperbaiki prilaku siswa dalam sehari-hari. Pelajaran fisika mengembangkan life skill seperti kecakapan berfikir,mengenal lingkungan, mengolah informasi, kecakapan kerjasama dan komunikasi dengan orang lain. Kegiatan kepramukaan mengembangkan life skill degan kecakapan personal dan social sepertimeningkatkan kecakapan mereka untuk menjadi pemimpin ang baik serta menjadi anggota yang bertanggung jawab dan saling bekerja samaPembahasan dalam skripsi ini adalah implementasi manajemen berbasis sekolah dalam mengembangkan life skill peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel. Manajemen Berbasis Sekolah merupakan sekolah mempunyai wewenang untuk mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak didiknya disekolah, termasuk di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana implementasi manajemen berbasis seekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel dalam mengembangkan life skill peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam pnelitian inidimulai dari observasi secara terus menerus, reduksi data, triangulasi dan terakhir menyimpulkan. Sedangkan untuk mengecek keeabsahan data tersebut peneliti menggunakan metode triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi manajemen berbasis sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel dalam mengembangkan life skill peserta didik sudah mampu berjalan dengan baik, meliputi pertama perencanaan merupakan langkah pertama untuk membuat program yang dilakukan dengan melihat kondisi sekolah. Kedua pengorganisasian, merupakan tahap pembagian kerja guru yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ketiga pelaksanaan, tahap ini merupakan tahap merealisasikan apa yang telah direncanakan dengan melibatkan masyarakat didalamnya untuk membantu sekolah melaksanakan beberapa program kegiatan. Keempat evaluasi, merupakan tahap akhir dari manajemen untuk melihat sejauh mana program yang sudah berjalan. Upaya yang dilakukan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Aikmel dalam mengembangkan life skill peserta didik dilakukan dengan pertama program pengembangan diri, diantaranya ekstrakulikuler baik dalam bidang OSN maupun karya seni lainnya. Kedua melalui kegiatan pembelajaran seperti pelajaran PAI mengembangan life skill seperti kecakapan spiritual, kecakapan social, serta memperbaiki prilaku siswa dalam sehari-hari. Pelajaran fisika mengembangkan life skill seperti kecakapan berfikir, mengenal lingkungan, mengolah informasi, kecakapan kerjasama dan komunikasi dengan orang lain. Kegiatan kepramukaan mengembangkan life skill degan kecakapan personal dan social sepertimeningkatkan kecakapan mereka untuk menjadi pemimpin yang baik serta menjadi anggota yang bertanggung jawab dan saling bekerja sama
Theoretical Framework Pemikiran Mulla Sadra dan Aktualisasinya dalam Pendidikan Islam
The relationship between science and religion, both in the ontological, epistemological and axiological realms, always leaves problems that are never finished being discussed. Science today is being dictated due to the western secularization movement so that there is a separation between general science and religious science. General science is identified with science whose source is taken from the universe, while religious science is derived from revelation, even though all of it comes from the same source, namely God Almighty because revelation and the universe are all verses of Allah, so if you look at the development of science in Islam, there is no dichotomy between religious science and non-religious science.
This research uses qualitative research methods with a descriptive type of research. The techniques used in data collection in this study used literature study techniques. Literature Study is a data collection technique by searching and studying various data, articles, document archives, and literature books as well as previous research that is considered relevant. In this study, Literature Studies were carried out by collecting library materials obtained from various literature such as books, scientific journals, previous research, news in the media.
The unity of science and religion is at the level of the world of Intellection which is absolute truth. At this level science and religion are in existential unity, because both are within and part of God.
Thus, in essence in the context of the unity of Wujūd , there is no dichotomy between the science of God and the science of human creation, since that dichotomy would presuppose that there is a science of human creation that seems to be outside the science of God. The distinction between naqliyah (derived from revelation) and aqliyah (derived from reason) does not indicate that naqliyah science is God's science while aqliyah is human science. But the concepts of naqliyah and aqliyah are epistemological concepts of the way in which man discovers the truth. As for the science itself in the form of qauliyah verses and kauniyah verses, both are the knowledge of Allah. Man has no knowledge but masters knowledge (because God has the power to deprive man of the knowledge). Also, it is appropriate to say that man is not the creator of science but the inventor of science.Hubungan ilmu (sains) dan agama, baik dalam ranah ontologis, epistemologis maupun aksiologis selalu menyisakan persoalan yang tidak pernah selesai dibicarakan. Ilmu pengetahuan dewasa ini mengalami dikotomisasi akibat gerakan sekularisasi barat sehingga ada pemisahan antara ilmu umum dan ilmu agama. Ilmu umum diidentikkan dengan ilmu yang sumber pengambilannya dari alam semesta, sedangkan ilmu agama yang bersumber dari wahyu, padahal semua itu berasal dari sumber yang sama yaitu Tuhan Yang Maha Esa karena wahyu dan alam semesta semuanya adalah ayat-ayat Allah, maka kalau melihat perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam tidak dijumpai adanya dikotomi antara ilmu keagamaan dan ilmu non keagamaan
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Studi Pustaka merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mencari dan mempelajari berbagai data, artikel, arsip dokumen, dan buku-buku literatur serta penelitian terdahulu yang dianggap relevan. Dalam penelitian ini, Studi Kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan bahan pustaka yang didapat dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, penelitian terdahulu, berita di media.
Kesatuan ilmu dan agama berada pada tingkat dunia Inteleksi yang merupakan kebenaran Absolut. Pada tingkatan ini ilmu dan agama berada dalam kesatuan eksistensial, karena keduanya berada di dalam dan menjadi bagian dari Tuhan.
Dengan demikian, pada hakikatnya dalam konteks kesatuan Wujūd , tidak ada dikotomi antara ilmu Tuhan dan ilmu ciptaan manusia, karena dikotomi itu akan mengandaikan bahwa ada ilmu ciptaan manusia yang seakan-akan berada di luar ilmu Tuhan. Adanya pembedaan ilmu naqliyah (berasal dari wahyu) dan aqliyah (berasal dari akal) tidak menunjukkan bahwa ilmu naqliyah adalah ilmu Tuhan sedangkan aqliyah adalah ilmu manusia. Namun konsep naqliyah dan aqliyah adalah konsep epistemologis cara bagaimana manusia menemukan kebenaran. Adapun ilmunya sendiri yang berupa ayat qauliyah dan ayat kauniyah, keduanya merupakan ilmu Allah. Manusia tidak memiliki ilmu tetapi menguasai ilmu (karena Allah berkuasa untuk mencabut ilmu yang dikuasai manusia). Demikia pula, tepat untuk dikatakan bahwa manusia bukan pencipta ilmu namun penemu ilmu
PENGARUH METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR OPERASI HITUNG CAMPURAN
Quantitative research is research used to analyze problems based on existing data to find causal relationships in a study. The purpose of quantitative research in this study is to determine the effect of the application of peer tutor method (Peer Teaching) to the learning outcomes of MI Madinatul Ulum students, especially on the material of mixed arithmetic operations. Peer tutor method (Peer Teaching) is one of the good methods to apply to the subject of mathematics. This method is believed to be able to provide solutions to the problems of students who are less able to understand the explanation presented by the teacher in mathematics learning activities. In this study the research method used is quasy experimental method with design nonequivalent control group design in the case of a two-step approach, the two-step approach is used to compare the two-step approach before and after the treatment (treatment). Based on research that has been done on the students of Class VI MI Madinatul Ulum on the material of mixed arithmetic operations where Class VI A as a control class and Class VI B as an experimental class, it has been found an increase in student learning outcomes by 17% in the experimental class. The percentage is known to be higher than that of the control class. This is evidenced using statistical tests that show that t count > ttable that is 4.08 > 1.68 for a significant level of 95%, so the initial hypothesis can be accepted. Based on the data obtained, the number of significant graduation between the control class and the experimental class, namely 17 experimental class students with a percentage of 68% passed KKM, while the control class counted only 4 students who passed KKM with a percentage of 16%.Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menganalisis masalah berdasarkan data yang ada untuk menemukan hubungan sebab akibat dalam suatu penelitian. Tujuan penelitian kuantitatif dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode tutor sebaya (Peer Teaching) terhadap hasil belajar siswa MI Madinatul Ulum khususnya pada materi operasi hitung campuran. Metode tutor sebaya (Peer Teaching) merupakan salah satu metode yang baik untuk diterapkan pada mata pelajaran matematika. Metode ini diyakini mampu memberikan solusi terhadap permasalahan siswa yang kurang mampu memahami penjelasan yang disampaikan guru dalam kegiatan pembelajaran matematika. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode quasy eksperimen dengan design nonequivalent control group design dalam hal pendekatan dua langkah, pendekatan dua langkah digunakan untuk membandingkan pendekatan dua langkah sebelum dan sesudah perlakuan (treatment). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas VI MI Madinatul Ulum pada materi operasi hitung campuran dimana kelas VI A sebagai kelas kontrol dan kelas VI B sebagai kelas eksperimen ditemukan adanya peningkatan hasil belajar siswa. sebesar 17% pada kelas eksperimen. Persentase tersebut diketahui lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji statistik yang menunjukkan bahwa t hitung > ttabel yaitu 4,08 > 1,68 dengan taraf signifikan 95%, sehingga hipotesis awal dapat diterima. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah kelulusan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 17 siswa kelas eksperimen dengan persentase 68% lulus KKM, sedangkan kelas kontrol sebanyak 4 siswa yang lulus KKM dengan persentase 16%