Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Penerapan Total Quality Management Dalam Peningkatan Mutu Satuan Pendidikan
This research aims to analyze the implementation of quality-based management in improving the quality of education at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hikmah Lantan. The main focus of this research is to identify the problems faced, examine the potential for implementing quality-based management, and provide strategic recommendations for improving quality-based education management. The method used in this research is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation and documentation studies. The results of the research show that the implementation of quality-based management in this madrasa is still limited, especially in aspects of decision making that are not yet data-based, weak coordination between madrasa heads and educators, and evaluations that are more immoral in nature. formality without concrete follow-up. Obstacles faced include limited trained human resources, inadequate facilities, and low involvement of stakeholders such as parents and the community in supporting education policies. However, this research also identifies great potential in implementing quality-based management, including by increasing human resource capacity through training, using technology for data management and evaluation, and strengthening coordination and communication between stakeholders.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen berbasis mutu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hikmah Lantan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, mengkaji potensi penerapan manajemen berbasis mutu, serta memberikan rekomendasi strategis guna meningkatkan pengelolaan pendidikan yang berbasis mutu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen berbasis mutu di madrasah ini masih terbatas, terutama dalam aspek pengambilan keputusan yang belum berbasis data, koordinasi yang lemah antara kepala madrasah dan pendidik, serta evaluasi yang lebih bersifat formalitas tanpa tindak lanjut yang konkret. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih, fasilitas yang tidak memadai, serta rendahnya keterlibatan pemangku kepentingan seperti orang tua siswa dan masyarakat dalam mendukung kebijakan pendidikan. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi potensi besar dalam penerapan manajemen berbasis mutu, antara lain melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan data dan evaluasi, serta penguatan koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan
Implementation of strengthening character education at madrasah diniyah al-hidayah Karangnongko Klaten, central Java
The education developed in Indonesia aims to make learning citizens (students) have four main characters, namely religious humans, individual humans, social humans, and citizens. Currently, a very serious social problem occurring around us is the destruction of the order of moral values or noble character (moral decadence). Madrasah Diniyah Al-Hidayah is one of the three main components of education (tri-educational centers), namely the community, which operates in the religious sector and is organized by the community for the community (self-help community) which is concerned with the importance of character education. So this research aims to describe the implementation of Strengthening Character Education at Madrasah Diniyah Al-Hidayah Kanoman Karangnongko Klaten. The data collection techniques used by researchers are observation, interviews, and documentation. The results of the research show that the implementation of strengthening character education at Madrasah Diniyah Al-Hidayah includes learning planning which refers to the philosophical basis to the empirical basis. Then the implementation of the process is manifested through a class-based approach, a culture-based approach at Madrasah Diniyah, and a community-based approach. Lastly is habituation which includes aspects of worship, behavior (character), and example.Pendidikan yang dikembangkan di Indonesia bertujuan menjadikan warga belajar (peserta didik) memiliki empat karakter pokok, yaitu selaku manusia beragama, manusia individu, manusia sosial, dan selaku warga negara. Dewasa ini permasalahan sosial yang sangat serius terjadi di sekitar kita adalah rusaknya tatanan nilai-nilai moral atau akhlak mulia (dekadensi moral). Madrasah Diniyah Al-Hidayah merupakan satu dari tiga komponen utama pendidikan (tri pusat pendidikan) yakni masyarakat, yang bergerak di bidang keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk masyarakat (swadaya masyarakat) yang mana memiliki concern terhadap pentingnya pendidikan karakter. Maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait implementasi Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah Diniyah Al-Hidayah Kanoman Karangnongko Klaten. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah itu, dilakukan triangulasi data baik secara metode maupun sumber lalu disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi penguatan pendidikan karakter di Madrasah Diniyah Al-Hidayah mencakup Perencanaan pembelajaran yang yang mana mengacu pada Dasar Filosofis hingga Dasar Empiris. Kemudian pelaksanaan proses yang mana dimanifestasikan melalui pendekatan berbasis kelas, pendekatan berbasis budaya madrasah diniyah, dan pendekatan berbasis masyarakat. Terakhir adalah pembiasaan yang mana mencakup aspek Ibadah, perilaku (karakter), dan keteladana
Membaca dan Menulis sebagai Dasar-Dasar Esensial untuk Pembelajaran yang Efektif di Sekolah Dasar
Reading and writing skills need to be possessed by students in acquiring knowledge. The most important and primary factor in acquiring knowledge is being skilled in reading and writing. Teachers are required to innovate and be selective in using models, methods and media in the learning process, especially in improving reading and writing skills in elementary school students in the lower grades. The research method uses a literature review. The findings of the researcher found that the learning models that can be used are Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Visual, Auditory, Read-Write, Kinesthetic (VARK) and the Edutainment Method, the Edutainment Picture and Picture model. The methods that can be used are the Spell Reading Method, the SAS method (Structural Analytical Synthetic), the child's approach, reading in turns, providing additional hours and cooperation with parents. While the media that can be used are ICT or Power Point, Flashcards, AISEM and MMP modules, Stick letters and smooth upright booksKeterampilan membaca dan menulis perlu dimiliki siswa dalam pemerolehan ilmu pengetahuan. Faktor terpenting dan utama dalam memperoleh pengetahuan adalah terampil dalam membaca dan menulis. Guru dituntut untuk melakukan inovasi dan selektif dalam pengunaan model, metode dan media dalam proses pembelajaran khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis pada siswa sekolah dasar di kelas rendah. Metode penelitian mengunakan literature review. Hasil temuan peneliti menemukan bahwa model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Visual, Auditory, Read-Write, Kinesthetic (VARK) dan Metode Edutaiment model Edutainment Picture and Picture. Untuk metode yang dapat digunakan adalah Metode membaca Eja, metode SAS (Struktural Analitik Sintetik), pendekatan anak, membaca bergilir, memberikan jam tambahan dan kerjasama dengan orang tua. Sedangkan media dapat yang digunakan TIK atau Power Point, Flashcard, modul AISEM dan MMP, Tempel huruf dan buku halus tegak bersambung
Peran Muhammad Abduh dalam al-Waqa'i' al-Misriyyah, Lembaran Resmi Mesir
The article discusses the role of Muhammad Abduh (1849-1905) in his illustrious career as leading editor of al-Waqā’i‘ al-Misrīyya ( الوقائع المصرية) [Egyptian Events] an official Egyptian gazette. It brings profound impact in the field of journalism in the context of rising popularity of al-Waqā’i‘ al-Misrīyyah during his editorship (1880-1882), that established its reputation as leading Egyptian newspapers highlighting unprecedented socio-cultural and religious reform undertaken by the establishment, in the midst of phenomenal and competitive growth of independent press. His writing was instrumental in developing national consciousness toward modernization program and influencing public opinion in Egypt. It allowed for better development of formidable national spirit and awakening their higher ideal and convention in language, literature and culture as well as mobilizing social awareness of intense political and cultural dynamics. His career span the period of Riyad Pasha and Sharif’s administration and subsequent political unrest.Artikel ini membahas peran Muhammad Abduh (1849-1905) dalam karirnya yang termasyhur sebagai editor terkemuka al-Waqā’i‘ al-Misrīyya ( الوقائع المصرية) [Peristiwa Mesir] sebuah surat kabar resmi Mesir. Hal ini membawa dampak yang besar dalam bidang jurnalisme dalam konteks meningkatnya popularitas al-Waqā’i‘ al-Misrīyyah selama masa jabatannya sebagai editor (1880-1882), yang membangun reputasinya sebagai surat kabar terkemuka di Mesir yang menyoroti reformasi sosio-kultural dan agama yang belum pernah dilakukan sebelumnya, di tengah pertumbuhan pers independen yang fenomenal dan kompetitif. Tulisannya berperan penting dalam mengembangkan kesadaran nasional terhadap program modernisasi dan mempengaruhi opini publik di Mesir. Hal ini memungkinkan pengembangan yang lebih baik dari semangat nasional yang kuat dan membangkitkan cita-cita dan konvensi mereka yang lebih tinggi dalam bahasa, sastra dan budaya serta memobilisasi kesadaran sosial akan dinamika politik dan budaya yang intens. Kariernya mencakup periode pemerintahan Riyad Pasha dan Sharif serta kerusuhan politik berikutnya
Implementasi Vicarious learning Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islami Pada Siswa Berkebutuhan Khusus
This research was motivated by the behavior of students with special needs that did not reflect Islamic values, such as going in and out of class without permission, not focusing while studying, using harsh language, shouting during the learning process and so on. The aim of this research is find out how vicarious learning is implemented in instilling Islamic values in students with special needs . The research method used is qualitative descriptive. The results of the research show that instilling Islamic values, especially in children with special needs, is, firstly, the implementation of dhuha and noon prayers in congregation. Second, reciting the Koran. Third, the Friday charity program. Fourth, starting activities with prayer. Lastly, apologizing when making mistakes. Students with special needs at SD Muhammadiyah 3 are able to say sorry when they realize their mistake, even though they sometimes forget and need to be reminded.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa berkebutuhan khusus yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islami, seperti keluar masuk kelas tanpa izin selama pembelajaran, tidak fokus saat belajar, menggunakan bahasa kasar yang tidak sesuai dengan usianya, berteriak saat proses pembelajaran berlangsung, serta makan ketika teman-temannya sedang sholat. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana implementasi vicarious learning dalam menanamkan nilai-nilai islami pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah 3 Samarinda. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai islami khususnya pada anak berkebutuhan khusus ialah, yang pertama, pelaksanaan sholat dhuha dan sholat dzhuhur berjama’ah. Yang kedua, mengaji tilawati. Yang ketiga, program sedekah jum’at. Yang keempat, mengawali kegiatan dengan berdo’a. Yang terakhir, meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah 3 sudah mampu mengucapkan kata maaf saat menyadari kesalahannya, meskipun terkadang lupa dan perlu diingatkan
PROFESIONALISME GURU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: INTEGRASI KOMPETENSI DAN NILAI KEISLAMAN
Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut mengenai profesionalisme guru dalam perspektif pendidikan terintegrasi antara kompetensi dan nilai keislaman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kepustakaan, jadi dalam hal ini peneliti melakukan penelitian yang bersumber dari beberapa sumber bacaan mulai dari buku, jurnal ilmiah dan kabar berita terbaru yang beredar pada kejadian atau peristiwa pada saat ini. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan jika profesionisme guru dalam perspektif pendidikan ini guru memiliki beberapa kompetensi diantaranya yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Selain itu guru harus memiliki upaya berkelanjutan dalam pengembangan keterampilan dan guru dapat melakukan perubahan dengan menyesuaikan zaman pada saat ini. Sedangkan profesionalisme guru dalam perspektif pendidikan islam ini diantaranya yaitu guru memiliki karakter yang jujur, sabar, memiliki kompetensi yang dapat diandalkan serta berilmu pengetahuan yang luas. Sedangkan profesionalisme guru dalam perspektif integrasi kompetensi dan nilai keislaman guru harus mengintegrasikan holistik antara kompetensi formal dengan nilai keislaman yang mendalam, guru berperan sebagai murobi tidak hanya mentransfer ilmu tapi juga menanamkan etika dan akhlak mulia yaitu nilai-nilai keislaman, untuk mendukung integrasi tersebut maka dibutuhkan sistem pendidikan dan kebijakan kelembagaan yang mendukung untuk mewujudkan profesionalisme guru yang terintegrasi.
 
KEPEMIMPINAN ISLAM MODERN DI PONDOK PESANTREN CENDEKIA DARUL LUTFIAH MURNI NW AIKMEL
Pondok pesantren merupakan salah satu wadah untuk mengaktualisasikan pola kepemimpinan. Perubahan pondok pesantren sangat ditentukan oleh pemimpinnya atau Kyainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepemimbinan berbasis struktural dan kepemimpinan modern berbasis nilai-nilai islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenalogis. Penelitian ini menggunakan subyek pondok pesantren Cendekia Darul Lutfiyah Murni NW Aikmel yang mengelola pendidikan dari tingkat PAUD sampai Perguruan Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis struktural dimulai dari Mudir atau Kyai, wakil mudir, seketaris Mudir, dan pengurus harian. Kedua kepemimpinan modern berbasis nilai-nilai agama yang diterapkan adalah kepemimpinan demokratis dengan prinsip musyawarah, kepemimpinan transformasional dengan perinsip keadilan dan pembinaan, kepemimpinan partisipatif dengan prinsip persaudaraan, kepemimpinan adaptif dengan prinsip mengikuti perkembangan zaman
SOSIALISASI USAHA MANDIRI: BEKAL KEMANDIRIAN BAGI IBU RUMAH TANGGA
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Air Ali, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan motivasi Ibu Rumah Tangga (IRT) mengenai pentingnya usaha mandiri dalam memperkuat ekonomi keluarga. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar IRT masih terfokus pada kegiatan rumah tangga dan belum memanfaatkan waktu senggang untuk aktivitas produktif. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui metode sosialisasi dan diskusi interaktif yang menekankan pada partisipasi peserta aktif. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta antusias dalam mengikuti kegiatan, memahami konsep dasar usaha mandiri, serta mulai menunjukkan minat untuk mengembangkan usaha kecil sesuai potensi lokal. Pengamatan melalui kuesioner pascakegiatan juga menampilkan peningkatan pemahaman dan motivasi peserta terhadap wirausaha. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam proses pemberdayaan ekonomi perempuan dan berakhir pada pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha yang lebih berkelanjutan.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi Ibu Rumah Tangga (IRT) di Dusun Air Ali, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, mengenai pentingnya usaha mandiri sebagai bekal kemandirian ekonomi keluarga. Permasalahan yang dihadapi IRT setempat adalah rendahnya partisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif, keterbatasan akses terhadap modal dan pelatihan, serta minimnya literasi kewirausahaan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi interaktif, yang meliputi pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta, pemaparan materi mengenai peluang usaha mandiri sederhana, diskusi dan tanya jawab, simulasi pencatatan keuangan sederhana, serta posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman. Kegiatan diikuti oleh 25 IRT dan berjalan dengan antusiasme tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, munculnya motivasi berwirausaha, serta kesadaran baru bahwa usaha mandiri dapat menjadi solusi menambah penghasilan keluarga. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi program lanjutan berupa pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha secara lebih intensif
Proses Translasi Representasi dalam Memahami Teorema Pythagoras Ditinjau dari Gaya Belajar Mahasiswa
This study aims to describe the translation of representation in understanding the Pythagorean theorem in terms of students' learning styles. Representation has an important role in learning mathematics. Representation as a means of understanding concepts and mathematical thinking and revealing conceptual understanding. The research method uses a qualitative approach. The subjects of this study came from 85 mathematics education students from the State Islamic University of Mataram. The selection of subjects was based on the results of a learning style questionnaire with categories of visual learning style, auditory learning style, and kinesthetic learning style. Data collection techniques used a learning style questionnaire, a Pythagorean theorem test instrument and task-based interviews. This study has proven that students successfully completed the Pythagorean theorem problems because they were able to carry out the translation process from verbal to visual representation and from visual to symbolic. This indicates that understanding concepts and the ability to change information in various forms of representation greatly influence success in solving mathematical problems.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan translasi representasi dalam memahami teorema pythagoras ditinjau dari gaya belajar mahasiswa. Representasi mempunyai peran penting dalam pembelajaran matematika. Representasi sebagai sarana dalam memahami konsep dan berpikir matematis serta mengungkap pemahaman konsep. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini berasal dari 85 orang mahasiswa tadris matematika dari Universitas Islam Negeri Mataram. Pemilihan subjek dipilih berdasarkan hasil angket gaya belajar dengan kategori gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket gaya belajar, instrumen tes teorema pythagoras dan wawancara berbasis tugas. Penelitian ini telah membuktikan bahwa mahasiswa berhasil menyelesaikan soal teorema pythagoras karena mereka mampu melakukan proses translasi dari representasi verbal ke visual dan dari visual ke simbolik. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman konsep dan kemampuan untuk mengubah informasi dalam berbagai bentuk representasi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam memecahkan masalah matematika
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD Media Card Sort dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Darul Ulum Waru
This study will look at the use of Card Sort media in the (STAD) Cooperative Learning paradigm to increase student engagement in Arabic language classes at MA Darul Ulum Waru. Arabic language subjects are also religious lessons, there needs to be activeness in them because students usually feel bored. The methodology used in this study is qualitative. Class X students who have difficulty understanding Arabic language material volunteered to be research subjects. Data were collected through observation and interviews. Interviews with students and one field supervisor who teaches Arabic. Then also see the results from when learning Arabic by implementing a different learning model, namely card sort. According to the study, the use of Card Sort media combined with the STAD learning approach significantly increases students' interest, activeness, and understanding of Arabic language subject matter and enthusiasm in learning. This increase can be seen from the way students participate in group discussions. Therefore, it is recommended that MA Darul Ulum Waru use this model to increase student activeness in learning Arabic. The uniqueness of the students is very enthusiastic, the interesting thing is that even though Arabic lessons can also use the card sort model, the importance of providing knowledge.Penelitian ini akan melihat pemanfaatan media Card Sort dalam paradigma Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan keterlibatan siswa pada kelas bahasa Arab di Madrasah Aliyah Darul Ulum Waru. Mata pelajaran bahasa arab merupakan salah satu pelajaran juga masih cakupan dalam pelajaran agama, sehingga perlu adanya keaktifan di dalamnya karena biasanya siswa merasa bosan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Siswa Kelas X yang kesulitan memahami materi bahasa Arab mengajukan diri untuk menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Wawancara terhadap beberapa siswa kelas X dan satu guru pembimbing lapangan yang mengajar bahasa arab. Kemudian juga melihat hasilnya dari ketika pembelajaran bahasa arab dengan menerapkan model pembelajaran yang berbeda yaitu card sort. Menurut penelitian, penggunaan media Card Sort yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran STAD secara signifikan meningkatkan minat, keatifan, dan pemahaman siswa lebih terhadap materi pelajaran bahasa arab dan bersemangat dalam belajar. Peningkatan ini terlihat dari cara siswa berpartisipasi dalam diskusi kelompok, menjawab pertanyaan, dan memenuhi tujuan pembelajaran. Maka, disarankan agar Madrasah Aliyah Darul Ulum Waru menggunakan model ini untuk meningkatkan keaktifan siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab. Keunikannya siswa sangat antusias, kemenarikanya meskipun pelajaran bahasa arab bisa menggunakan model card sort, pentingnya memberikan pengetahuan