Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    Perkembangan Nagham di Indonesia: Sejarah dan Diskursus Implementasinya

    Get PDF
    This article aims to analyze the development of Nagham in Indonesia by taking the historical context and discourse on its implementation. This study is more popularly known as style, even though the essence of the object is the same, namely about the melody or rhythm of reading the Al-Qur'an. This article uses a qualitative method by explaining it descriptively-analytically from document data. This article finds that the development of nagham in Indonesia cannot be separated from the articulation of the command to read the Al-Qur'an in a beautiful voice. Beauty itself is born from elements of art that are related to beauty and communal culture. As for the history in Indonesia, the development of this science also received support from the government through MTQ activities, universities that concentrate on this science such as PTIQ, IIQ, and others. Meanwhile, the implementation discourse is still being debated regarding the use of non-Arabic styles. Although this debate will gradually reach its own meeting point. This article also provides input related to government policy in accommodating Nagham developments for official events such as MTQ, etc. Without interfering with majority-minority views, because that is part of the development of the art of reading the Al-Qur'an.Pembahasan utama dalam Artikel ini adalah perkembangan naghamdi Indonesia dengan konteks kesejarahan serta diskursus implementasinya. Kajian ini lebih populer dengan istilah langgam, meskipun hakikat objeknya sama, yaitu tentang melodi atau irama bacaan Al-Qur’an. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan memaparkannya secara deskriptif-analitis dari data dokumen. Setelah melalui proses akademik yang panjang, penulis menemukan bahwa perkembangan naghamdi Indonesia tidak bisa lepas dari artikulasi perintah membaca Al-Qur’an dengan suara yang indah. Adapun keindahan sendiri lahir dari unsur seni yang berkait kelindah dengan budaya komunal. Adapun sejarahnya di Indonesia perkembangan ilmu ini juga mendapat dukungan dari pemerintah melalui kegiatan MTQ, Perguruan Tinggi yang konsen pada ilmu ini seperti PTIQ, IIQ, dan lainnya. Sedangkan diskursus implementasinya masih menjadi perdebatan terkait penggunaan langgam non Arabi. Meskipun perdebatan tersebut lambat laun akan menuai titik temunya sendiri. Artikel ini juga memberikan masukan terkait dengan kebijakan pemerintah dalam mengakomodir perkembangan nagham untuk kegiatan acara-acara resmi seperti MTQ, dll. Tanpa memberikan intervensi pada pandangan mayoritas-minoritas, karena hal itu bagian dari perkembangan seni baca Al-Qur’an

    Peningkatan Keterampilan Pengelolaan Website Bagi Warga Pengelola Desa Wisata Cisaat

    Get PDF
    Cisaat Tourism Village is one of the villages in Subang Regency that has received website facilities both as a public service media and tourism promotion. However, due to limited human resources, the website management of Cisaat Tourism Village is not optimal. This community service activity aims to provide Cisaat Tourism Village managers with training on website management skills. This community service activity was conducted offline for two days using the Participatory Technology Development and Participatory Rural Appraisal (PRA) approaches. Technically, this service activity is divided into three stages: preparation, implementation, and evaluation. Based on the evaluation results obtained, the service activities succeeded in increasing the knowledge and skills of the participants in managing the village website. In addition, the new skills acquired by the participants also inspired them to utilize the website as a medium for service and promotion of tourism in Cisaat Tourism Village.Desa Wisata Cisaat merupakan salah satu desa di Kabupaten Subang yang telah mendapatkan fasilitas website baik sebagai media layanan umum maupun promosi pariwisata. Meskipun demikian keterbatasan sumber daya manusia pengeloaan website Desa Wisata Cisaat tidak maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan mengelola website bagi pengelola Desa Wisata Cisaat. Kegiatan pengabdian ini dilaksakan selama dua hari secara luring menggunakan pendekatan Participatory Tecnology Development dan Participatory Rural Appraisal (PRA). Secara teknis lapangan, kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdaarkan hasil evaluasi yang didaptkan, kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam meneglola website desa. Selain itu, keterampilan baru yang didapatkan peserta inipun menginspirasi mereka untuk memanfaatkan website sebagai media layanan dan promosi pariwisata Desa Wisata Cisaat

    Menjaring Makna Yad dalam Al-Qur’an Perspektif Semantik Toshihiko Izutsu

    Get PDF
    This article discusses the semantic meaning of the word yad in the Qur'an. The author uses a semantic approach, namely an analytical study of the key terms of a language with a view that ultimately arrives at a conceptual understanding or world view. This research uses a qualitative research method with a descriptive analytical discussion method with a type of library research. The word yad in the Qur'an is repeated 113 times, and is found in 103 verses, with various forms, namely mufrad (singular) 16 times, mutsanna (double) 33 times, and plural (compound) 64 times. Based on Toshihiko Izutsu's semantics, the author concludes that the basic meaning of the word yad is the hand, part of the human body, while the relational meaning from the syntagmatic analysis of the word yad is kudrah, strength, in front and gift. Among the paradigmatic relational meanings are Al Kaff and Al Dzira. In the pre-Qur'anic period, the word yad meant hands, part of the human body. In the Qur'anic period, the hand can shift to meanings that have spiritual value (bakhil, benefactor). Meanwhile, in the post-Quranic period, the word yad did not experience a significant change in meaning. From several analyzes that have been carried out above, it can be seen that the waltanschauung or worldview of the word yad, namely the hand, is materially part of the human body and also yad which has a shift in meaning in the spiritual realm such as generosity, piety, grace and strength.Tulisan ini berbicara tentang makna semantic kata yad dalam Al-Qur’an. Penulis menggunakan pendekatan semantik, yaitu sebuah studi analisis terhadap istilah istilah kunci suatu bahasa dengan suatu pandangan yang akhirnya sampai sampai pada pengertian konseptual atau pandangan dunia. Penelitian ini menggunakan motode penelitian kualitatif dengan motode pembahasan deskriptif analitis dengan jenis penelitian kepustakaan. Lafaz yad didalam Al-Qur’an terulang sebanyak 113 kali, dan terdapat dalam 103 ayat, dengan berbagai bentuk yaitu mufrad (tunggal) sebanyak 16 kali, mutsanna (ganda) sebanyak 33 kali, dan jamak (majemuk) sebanyak 64 kali. Berdasarkan semantik Toshihiko Izutsu maka penulis menyimpulkan makna dasar kata yad adalah tangan bagian anggota tubuh manusia, adapaun makna relasional  dari analaisis sintagmatik kata yad yaitu kudrah, kekuatan, di depan dan pemberian anugrah. Di antara makna relasioanl paradigmatik yaitu Al Kaff dan Al Dzira. Pada priode pra Qur’anik, kata yad bermakna tangan bagian dari anggota tubuh manusia. Pada periode Qur’anik tangan bisa bergeser ke makna yang bernilai spiritual ( bakhil, dermawan). Sedangkan pada priode pasca Qur’anik kata yad tidak mengalami peruahan makna yang signifikan. Dari beberapa analisis yang telah dilakukan diatas, maka dapat diketui bahwa waltanschauung atau pandangan dunia (worldview) kata yad yaitu tangan secara materi bagian dari anggota tubuh manusia dan juga yad yang memiliki pergeseran makna keranah spiritual seperti kedermawanan, kebakhilan, anugrah dan kekuatan

    Strategi Mutu Pesantren dan Tantangan Dekadensi Moral di Tengah Geliat Artificial Intelligence

    Get PDF
    Technological advances have had a very significant impact on all aspects of human life. Starting from economic, political, social life, to the realm of education. Technological advances can make it easier to access global information. The existence of machines replaces the role of humans, causing the birth of an instant culture. Needs are served by smart machines and this causes a lack of human interaction. This literature research (library research) aims to explain the importance of moral, character and character education for students. However, humans interact with machines, learn via the internet, communicate via the internet and other artificial intelligence (Artificial Intelligence). However, moral and moral education must still be considered. The results of this research show that education must be directed at developing and maturing students' personalities. Therefore, the educational process does not only include the transfer of knowledge, but also the transfer of values ​​and skills, as well as the formation of morals and character (character building)Kemajuan teknologi telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari kehidupan ekonomi, politik, sosial, hingga ranah pendidikan. Kemajuan teknologi dapat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi global. Keberadaan mesin menggantikan peran manusia sehingga menyebabkan lahirnya budaya serba instan. Kebutuhan dilayani oleh mesin-mesing pintar dan ini menyebabkan kurangnya interaksi sesama manusia. Penelitian literatur (library research) ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pentingnya pendidikan moral, karakter, dan pekerta bagi peserta didik. Bagaimanapun manusia berinteraksi dengan mesin-mesin, belajar melalui internet, berkomunikasi melalui internet dan kecerdasan buatan lainnya (Artificial Intelligence). Namun pendidikan moral dan akhlak harus tetap diperhatikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan harus diarahkan untuk pengembangan dan pendewasaan kepribadian peserta didik Oleh karena itu, proses pendidikan tidak hanya mencakup transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga transfer nilai dan keterampilan, serta pembentukan moral dan budi pekerti (character building

    KAJIAN KITAB HADIS: Metode Kesahihan Hadis Dalam Kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini

    Get PDF
    Tulisan ini membahas tentang bagaimana metode kesahihan hadis dalam kitab al-Mustadrak ‘Ala al-Sahihaini, yang merupakan karya dari Abu Abdullah Muhammad bin Hamdawiyah bin Nu’aim bin al-Bayyi’ al-Dhabbi alThahmani al-Naysaburiy dalam kajian hadis. Kitab alMustadrak ‘Ala al-Sahihaini merupakan kitab yang ia susun mulai sejak tahun 373 H, yang secara implisit dapat dikatakan bahwa, inisiatif dalam penulisan kitab alMustadrak ‘Ala al-Sahihaini berawal dari faktor internal, ialah asumsi dari al-Hakim yang berpendapat masih banyak terdapat hadis-hadis sahih yang berserakan. Tulisan ini diharapkan dapat mengembalikan kita pada pemahaman dan pengetahuan yang menyeluruh tentang bagaimana para ulama’ hadis menjelaskan dan membedakan antara hadis yang ma’mul bih dan gair ma’mul bi

    Peran Pendidikan dalam Membentuk Peradaban Islam di Era Sains dan Teknologi: Tinjauan Sosial Budaya

    Get PDF
    Peradaban Islam telah menunjukkan kontribusinya yang luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan manusia, terutama dalam budaya dan sosial. Dalam konteks budaya, peradaban Islam melahirkan karya-karya monumental seperti seni, arsitektur, dan sastra yang mencerminkan kedalaman spiritual dan intelektual. Dalam aspek sosial, Islam menekankan pada nilai-nilai keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan umat melalui ajaran seperti zakat dan prinsip ukhuwah (persaudaraan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif untuk menggali bagaimana peradaban Islam mengembangkan budaya dan struktur sosial yang harmonis. Melalui kajian terhadap teks-teks Al-Qur'an, hadis, dan karya ilmiah sejarah, ditemukan bahwa peradaban Islam tidak hanya berfokus pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan masyarakat yang adil dan sejahtera. Islam mengajarkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar untuk membangun masyarakat yang berbasis pada kebaikan bersama. Di masa modern, nilai-nilai sosial dan budaya Islam memiliki relevansi tinggi dalam mengatasi tantangan global, seperti ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan.Peradaban Islam telah menunjukkan kontribusinya yang luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan manusia, terutama dalam budaya dan sosial. Dalam konteks budaya, peradaban Islam melahirkan karya-karya monumental seperti seni, arsitektur, dan sastra yang mencerminkan kedalaman spiritual dan intelektual. Dalam aspek sosial, Islam menekankan pada nilai-nilai keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan umat melalui ajaran seperti zakat dan prinsip ukhuwah (persaudaraan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif untuk menggali bagaimana peradaban Islam mengembangkan budaya dan struktur sosial yang harmonis. Melalui kajian terhadap teks-teks Al-Qur'an, hadis, dan karya ilmiah sejarah, ditemukan bahwa peradaban Islam tidak hanya berfokus pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan masyarakat yang adil dan sejahtera. Islam mengajarkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar untuk membangun masyarakat yang berbasis pada kebaikan bersama. Di masa modern, nilai-nilai sosial dan budaya Islam memiliki relevansi tinggi dalam mengatasi tantangan global, seperti ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan

    Implementasi Metode Permainan Kauny Quantum Memory Dalam Hafalan Al – Qur’an di SMP IT Hajjah Fauziah Binjai

    Get PDF
    Memorizing the Qur'an is an activity that has many methods, including the talqin and talaqqi methods. However, both methods are often less interesting for students. Therefore, this study aims to implement the Kauny Quantum Memory Game Method as a fun alternative for students of SMP IT Hajjah Fauziah Binjai in memorizing the Qur'an. This method involves the use of illustrations and body movements related to the verses to be memorized, so that it is expected to increase interest and effectiveness in the memorization process. This study was conducted with a research and development approach using the Hanafin and Peck models. Data collection techniques used include observation, interviews, and distributing questionnaires to students and teachers. The results of this study indicate that the learning media with the Kauny Quantum Memory Game Method received a very good assessment from media experts and theory experts, with a high validation percentage of 96%. The implications of this study indicate that this method is not only effective in helping students memorize the Qur'an, especially the short letters in juz 30, but can also provide a more enjoyable and interesting learning atmosphere.Menghafal Al-Qur'an merupakan aktivitas yang memiliki banyak metode, di antaranya metode talqin dan talaqqi. Namun, kedua metode tersebut sering kali kurang menarik bagi siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Metode Permainan Kauny Quantum Memory sebagai alternatif yang menyenangkan bagi siswa SMP IT Hajjah Fauziah Binjai dalam menghafal Al-Qur'an. Metode ini melibatkan penggunaan ilustrasi gambar dan gerakan tubuh yang berkaitan dengan ayat-ayat yang akan dihafalkan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat dan efektivitas dalam proses hafalan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian dan pengembangan menggunakan model Hanafin dan Peck. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada siswa dan guru. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran dengan Metode Permainan Kauny Quantum Memory mendapatkan penilaian yang sangat baik dari ahli media dan ahli teori, dengan persentase validasi tinggi sebesar 96%. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode ini tidak hanya efektif dalam membantu siswa dalam menghafal Al-Qur'an, khususnya surat-surat pendek yang terdapat di juz 30, tetapi juga dapat memberikan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan menarik

    Aplikasi Yayasan Pendidikan Surau Minang Berbasis Digital bagi Wali Murid di SDIT Padang Islamic School

    Get PDF
    This service aims to describe the use of the digital-based YPSM (Yayasan Pendidikan Surau Minang) application at SDIT Padang Islamic School as an effort to improve the efficiency and effectiveness of the school administration system. The method used in this service is service learning. The learning procedure in experiential learning consists of 4 stages, namely; real experience stage, reflection observation stage, conceptualization stage, and implementation stage. This includes ensuring optimal understanding for all participants, consisting of student guardians and teachers. The results of this service showed that the training provided was able to improve the understanding and skills of the Student Guardians in operating the YPSM (Yayasan Pendidikan Surau Minang) application. With this socialization, it is hoped that the implementation of this application can accelerate access to information, increase administrative transparency, and strengthen communication between the school and parents. With this training, it is hoped that schools can be better prepared to adopt digital technology to support a more modern and efficient education systemPengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan aplikasi YPSM (Yayasan Pendidikan Surau Minang) berbasis digital di SDIT Padang Islamic School sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem administrasi sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah service learning. Prosedur pembelajaran dalam experiential learning terdiri dari 4 tahapan, yaitu; tahapan pengalaman nyata, tahap observasi refleksi, tahap konseptualisasi, dan tahap implementasi. ini meliputi guna memastikan pemahaman yang optimal bagi seluruh peserta, yang terdiri dari wali murid dan guru. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan Wali Murid dalam mengoperasikan aplikasi YPSM (Yayasan Pendidikan Surau Minang). Dengan adanya sosialisasi ini, diharapakan implementasi aplikasi ini dapat mempercepat akses informasi, meningkatkan transparansi administrasi, serta memperkuat komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua. Dengan demikian pelatihan ini diharapkan sekolah dapat lebih siap dalam mengadopsi teknologi digital guna mendukung sistem pendidikan yang lebih modern dan efisie

    Pendidikan Islam Dalam Menjawab Problem Etika Bermedia Sosial, Cyber Bullying, Hoaks, Dan Konten Negatif

    Get PDF
    Technological developments have brought positive impacts as well as ethical challenges, especially for the younger generation in using social media. The phenomena of cyber bullying, the spread of hoaxes, hate speech, and negative content have become serious issues that require comprehensive solutions. This study aims to examine how Islamic education plays a role in addressing ethical issues in social media. The research method used is a literature review with a normative and contextual approach. The results show that Islamic values, such as tabayyun (clarification of information), mujahadah al-nafs (self-control), and the principle of ukhuwah (brotherhood), are relevant to be applied in facing digital challenges. Additionally, the integration of Islamic-based digital literacy into the education curriculum can equip students with practical skills and a moral foundation for using social media. However, the implementation of Islamic Education as a solution to digital ethics still faces obstacles, such as the lack of digital literacy material in the curriculum, the suboptimal role of teachers as role models for digital communication, and weak parental guidance. Therefore, it is necessary to strengthen the curriculum, increase teacher capacity, and create synergy between schools, families, and communities to build a healthy and ethical digital ecosystem.Perkembangan teknologi membawa dampak positif sekaligus tantangan etika, terutama bagi generasi muda dalam menggunakan media sosial. Fenomena cyber bullying, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta konten negatif menjadi persoalan serius yang membutuhkan solusi komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan Islam berperan dalam menangani isu-isu etika di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan normatif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam, seperti tabayyun (klarifikasi informasi), mujahadah al-nafs (pengendalian diri), dan prinsip ukhuwah (persaudaraan), relevan untuk diterapkan dalam menghadapi tantangan digital. Selain itu, integrasi literasi digital berbasis ajaran Islam dalam kurikulum pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan praktis dan landasan moral dalam bermedia sosial. Namun, implementasi Pendidikan Islam sebagai solusi etika digital masih menghadapi kendala, seperti minimnya materi literasi digital dalam kurikulum, kurang optimalnya peran guru sebagai teladan komunikasi digital, serta lemahnya pendampingan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membangun ekosistem digital yang sehat dan beretika

    Perspekif Guru Terhadap Pembelajaran yang Efektif dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar

    No full text
    The purpose of this study was to analyze the teacher's perspective on effective learning in science and social sciences (science and social sciences) in elementary schools. The researcher felt the need to conduct further research on the perceptions of elementary school teachers towards effective learning in science and social sciences subjects contained in the Independent Curriculum. The research method used was a qualitative descriptive method. The results of the study showed that elementary school teachers gave a positive response to the science and social sciences subjects contained in the Independent Curriculum. Effective science and social sciences learning is considered to have a positive impact because it can reduce the burden on teachers in pursuing material so that teachers have plenty of time to explore various models and learning methods that are interesting for students. The results of the study also showed that teachers were considered ready to implement science and social sciences learning in elementary schools, as evidenced by the planning, implementation and assessment that had been prepared carefully.Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis Perspektif guru terhadap pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPAS (IPA dan Sosial) di Sekolah Dasar. peneliti merasa perlu meneliti lebih lanjut mengenai persepsi guru sekolah dasar terhadap pembelajaran yang efektif pada mata pelajaran IPAS yang terdapat pada Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sekolah dasar memberikan respon yang positif terhadap mata pelajaran IPAS yang terdapat pada Kurikulum Merdeka. Pembelajaran yang efektif IPAS dianggap berdampak positif karena dapat mengurangi beban guru dalam mengejar materi sehingga guru memiliki banyak waktu untuk mengeksplorasi bebagai model dan metode pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa guru dinilai telah siap untuk melaksanakan pembelajaran IPAS di sekolah dasar, yang dibuktikan dengan perencanaan, implementasi dan penilaian yang telah disusun secara matang

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇