Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
THE INDONESIAN SHARIA BANK PLAYS A CRUCIAL ROLE IN SUPPORTING THE SHARIA ECONOMIC COMMUNITY PROGRAM IN TIRTANADI VILLAGE
This article discusses the MES organization together with the government and Bank Syariah Indonesia launching the MES program, namely rose mas in NTB with the aim of growing the community's economy and eradicating mosque-based loan sharks. This type of research uses descriptive qualitative research, which is classified as field research. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation techniques. Data analysis techniques use stages of data reduction, data presentation and data verification. The results of this research show that Bank Syariah Indonesia together with the MES Program is able to build a quality economy by increasing economic growth rates by opening employment opportunities by offering businesses from the capital provided by Bank Syariah Indonesia through the MES program implemented in Dasan Gerung, Tirtanadi Village to reduce unemployment rates and by The implementation of the MES program can reduce users of loan shark services in Dasan Gerung, Tirtanadi Village
ANALYSIS OF ABDULLAH SAEED'S CONTEXTUAL INTERPRETATION IN QS. ALI IMRAN VERSE 159 CONCERNING PARENTING PATTERNS FOR CHILDREN
This study analyzes Abdullah Saeed's contextual interpretation of QS. Ali Imran verse 159 with a focus on parental upbringing. Abdullah Saeed, a contemporary Islamic intellectual, emphasizes the need for a contextual approach in understanding the verses of the Qur'an to make them relevant to modern conditions. QS. Ali Imran verse 159, which speaks of the Prophet Muhammad's gentle and consultative approach with his companions, is used as a basis to examine principles of wise and compassionate parenting. This study employs a descriptive qualitative method with a literature review approach and aims to explore the relevance of the values contained in the verse to the challenges of parenting in the digital age. The results show that a contextual interpretation can provide comprehensive guidance for parents in building harmonious relationships and educating children with a gentle, wise, and consultative approach
Implementasi Supervisi Peer To Peer dalam Mengembangkan Kompetensi Guru
This research aims to describe the implementation of peer to peer supervision in developing teacher competency at SMPN 17 Mataram and MTSN 3 Mataram, Sekarbela sub-district. This research uses qualitative research methods to produce descriptive data. The data in this research consists of two types, namely; primary data and secondary data. Data collection techniques use; 1) Observation 2) Interview 3) Documentation. The data analysis techniques that researchers use are; Data collection coincides with the research process, presenting data, reducing data and drawing conclusions. The techniques used to test the validity of the data are; source triangulation and time triangulation. The research results show that the implementation of peer to peer supervision at SMPN 17 Mataram and MTSN 3 Mataram involves various forms, such as determining teaching administration and assessing learning tools. Teacher competencies developed through peer supervision include collaboration skills, communication, pedagogical knowledge, and the use of technology at SMPN 17 Mataram, as well as self-reflection skills, collaboration, active learning skills, and pedagogical knowledge at MTSN 3 MataramPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi supervisi peer to peer dalam mengembangkan kompetensi guru SMPN 17 Mataram dan MTSN 3 Mataram kecamatan sekarbela. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif menghasilkan data deskriptif. Data pada penelitian ini terdiri dari dua macam yaitu; data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan; 1) Obervasi 2) Wawancara 3) Dokumentasi. Teknik analisis data yang peneliti gunakan yaitu; pengumpulan data bersamaan dengan proses penelitian, penyajian data, data reduksi dan penarikan kesimpulan.Teknik yang digunakan dalam uji keabsahan data yaitu; triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi supervisi peer to peer di SMPN 17 Mataram dan MTSN 3 Mataram melibatkan berbagai bentuk, seperti penetapan administrasi pengajaran dan penilaian perangkat pembelajaran. Kompetensi guru yang berkembang melalui supervisi peer to peer mencakup kemampuan kolaborasi, komunikasi, pengetahuan pedagogik, serta penggunaan teknologi di SMPN 17 Mataram, dan kemampuan merefleksi diri, kolaborasi, keterampilan pembelajaran aktif, dan pengetahuan pedagogik di MTSN 3 Mataram
Analisis Pelatihan, Motivasi, dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan
The aim of this research was to analyze the influence of training, motivation and work discipline on employee work productivity at PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Medan. The approach used is quantitative descriptive in the form of numbers and statistical analysis using SPSS Version 25. The population of this research is all 36 employees. Meanwhile, the sampling for this research is probability sampling using saturated sampling. The results of this study show that training has no effect and is not partially significant on employee work productivity with a value of tcount> ttable (1.792>2.036) and motivation has no effect and is not partially significant on employee work productivity with a value of tcount> ttable (0.770>2.036). and work discipline has a positive and partially significant effect on employee work productivity with a value of tcount> ttable (2.568>0.015). Simultaneously training, motivation and work discipline have a positive and significant effect on employee work productivity with a value of fcount>ftable (29.936 > 2.90). The magnitude of the influence exerted between variables with an R2 value of 71.3% and the remaining 28.7% is explained by other independent variables not examined in this study.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pelatihan, motivasi dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Medan. Metode pendekatan yang digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif berupa angka-angka dan analisis statistik menggunakan SPSS Versi 25. Populasi penelitian ini seluruh karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Medan Bagian MSDM yang berjumlah 36 karyawan, sedangkan teknik penarikan sampel pada penelitian ini secara probability sampling yaitu dengan menggunakan sampling jenuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak berpengaruh dan tidak signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai thitung> ttabel (1,792>2,036) dan motivasi tidak berpengaruh dan tidak signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai thitung> ttabel (0,770>2,036) dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan dengan nilai thitung> ttabel (2,568>0,015). Secara simultan pelatihan, motivasi, dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Medan dengan nilai fhitung>ftabel (29,936 > 2,90). Besarnya pengaruh yang diberikan antara variabel dengan nilai R2 sebesar 71,3% dan sisanya sebesar 28,7% dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak diteliti pada penelitian ini
Peran Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dalam Membantu Perekonomian Masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara
Starting from the unstructured Lazismu work program for Southeast Sulawesi Province, resulting in funds not being distributed appropriately to the community (both Muhammadiyah cadres and non-Muhammadiyah cadres) in the end the funds that should have been distributed were only stagnant in the institution's account, even though if you look at the amount of the funds it is based on the Lazismu report Southeast Sulawesi for period 2 for 6 months the funds are quite large. In relation to poverty, the method used in this research is field research, using a qualitative approach intended to examine a situation or phenomenon comprehensively, rationally and systematically, as well as looking at possible relationships between variables in looking at the problems determined in a study. The results of this research To minimize poverty, taking into account the nominal amount of lazismu income in Southeast Sulawesi Province, the author provides suggestions for performance to increase and be more targeted in distribution, the program offers are: Distribution of educational scholarships, humanitarian aid, health costs, increasing salaries Honoraria, Distributing funds to young people who are hampered by panic money, Friday Blessings, Activating Lazismu social media accounts.Berawal dari tidak terstrukturnya program kerja Lazismu Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga mengakibatkan dana tidak tersalurkan secara tepat pada Masyarakat (baik itu kader Muhammadiyah maupun non kader Muhammadiyah) akhirnya dana yang seharusnya tersalurkan hanya stagnan dalam rekening lembaga, padahal jika melihat besaran dana tersebut berdasarkan laporan Lazismu Sulawesi Tenggara untuk periode 2 selama 6 bulan dana tersebut cukup banyak. Kaitannya dengan kemiskinan, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif dimaksudkan untuk mengkaji sebuah keadaan atau fenomena secara menyeluruh, rasional, dan sistematik, serta melihat kemungkinan keterkaitan antar variabel dalam melihat permasalah yang ditentukan dalam sebuah penelitian. Hasil dari penelitian ini Untuk meminimalisir kemiskinan, dengan mempertimbangkan besaran nominal pendapatan lazismu di Provinsi Sulawesi Tenggara, maka penulis memberikan saran kinerja agar lebih meningkat serta tepat sasaran dalam pendistribusian, adapun tawaran program yaitu: Pendistribusian beasiswa Pendidikan, Bantuan kemanusiaan, Biaya Kesehatan, Meningkatkan gaji Honorer, Mendistribusikan dana ke pemuda yang terhalang dengan uang panaik, Jum’at Berkah, Mengaktifkan Akun media sosial Lazismu
Konsep Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan Model Integratif yang Realistis di Madrasah Ibtidaiyah
Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan model integratif di madrasah ibtidaiyah memungkinkan peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan bermakna tentang perkembangan peradaban Islam. Maka materi Sejarah Kebudayaan Islam Sejarah Kebudayaan Islam diintegrasikan dengan disiplin ilmu lain, seperti Geografi, Ekonomi, dan Bahasa Arab. Integrasi antar mata pelajaran membantu peserta didik melihat keterkaitan antara Sejarah Kebudayaan Islam dengan konteks sosial, ekonomi, dan budaya pada masa perkembangan peradaban Islam, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembelajaran integratif mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis dalam mengkaji perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam. Mereka tidak hanya menghafal fakta-fakta sejarah, tetapi juga mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam. Melalui model pembelajaran integratif, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah dalam konteks interdisipliner. Metode penelitian ini Pembahasan ini mengunakan Penelitian Kepustakaan (Library Research) dengan mengabungkan beberapa pendapat ahli untuk ditarik kesimpulan, Penilaian pembelajaran integratif Sejarah Kebudayaan Islam dilakukan secara komprehensif. Maka guru untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang capaian pembelajaran peserta didik madrasah ibtidaiyah. Penerapan model pembelajaran integratif pada Sejarah Kebudayaan Islam membutuhkan perencanaan yang matang, kolaborasi antar guru mata pelajaran, dan kesiapan sumber daya pembelajaran yang penuh mendukung. Model ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islamdan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik madrasah ibtidaiyah. Secara keseluruhan, penerapan model pembelajaran integratif pada Sejarah Kebudayaan Islam dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih holistik dan kontekstual tentang perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam madrasah ibtidaiyah.Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan model integratif di madrasah ibtidaiyah memungkinkan peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan bermakna tentang perkembangan peradaban Islam. Maka materi Sejarah Kebudayaan Islam Sejarah Kebudayaan Islam diintegrasikan dengan disiplin ilmu lain, seperti Geografi, Ekonomi, dan Bahasa Arab. Integrasi antar mata pelajaran membantu peserta didik melihat keterkaitan antara Sejarah Kebudayaan Islam dengan konteks sosial, ekonomi, dan budaya pada masa perkembangan peradaban Islam, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembelajaran integratif mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis dalam mengkaji perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam. Mereka tidak hanya menghafal fakta-fakta sejarah, tetapi juga mampu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam. Melalui model pembelajaran integratif, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah dalam konteks interdisipliner. Metode penelitian ini Pembahasan ini mengunakan Penelitian Kepustakaan (Library Research) dengan mengabungkan beberapa pendapat ahli untuk ditarik kesimpulan, Penilaian pembelajaran integratif Sejarah Kebudayaan Islam dilakukan secara komprehensif. Maka guru untuk memperoleh gambaran yang utuh tentang capaian pembelajaran peserta didik madrasah ibtidaiyah. Penerapan model pembelajaran integratif pada Sejarah Kebudayaan Islam membutuhkan perencanaan yang matang, kolaborasi antar guru mata pelajaran, dan kesiapan sumber daya pembelajaran yang penuh mendukung. Model ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islamdan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik madrasah ibtidaiyah. Secara keseluruhan, penerapan model pembelajaran integratif pada Sejarah Kebudayaan Islam dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih holistik dan kontekstual tentang perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam madrasah ibtidaiyah
Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI di MTs Yamisa Soreang Bandung
Islamic Religious Education (PAI) is one of the subjects that has a vital role in shaping the character, morality and spirituality of students in Indonesia. However, the challenge of increasing students' interest in Islamic learning is still the main focus in curriculum development in this country. One of the latest efforts to improve the quality of learning is the implementation of the Independent Curriculum which gives schools and teachers more freedom in designing and implementing learning that is more relevant to student needs. This research aims to explore the impact of implementing the Merdeka Curriculum on students' interest in learning, especially in PAI learning. The research method used in this research is a qualitative approach with data collection techniques through classroom observations, interviews with PAI teachers, and analysis of documents related to the curriculum. The sample for this research consisted of class The research results show that the implementation of the Merdeka Curriculum positively influences students' interest in learning towards PAI. The flexibility provided by the Merdeka Curriculum allows teachers to use more innovative and interesting approaches in teaching, such as the use of interactive learning media and project-based learning methods. In addition, students' active participation in planning and evaluating learning also increases their sense of ownership of the learning process. However, there are several obstacles faced in implementing the Independent Curriculum, such as limited resources and lack of training for teachers in adapting the new curriculum. Therefore, greater support is needed from schools, government and related institutions to improve the quality and success of implementing the Independent Curriculum in PAI learning.Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah salah satu mata pelajaran yang memiliki peran vital dalam membentuk karakter, moralitas, dan spiritualitas siswa di Indonesia. Namun, tantangan dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap PAI masih menjadi fokus utama dalam pengembangan kurikulum di negara ini. Salah satu upaya terbaru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah implementasi Kurikulum Merdeka yang memberikan lebih banyak kebebasan kepada sekolah dan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari implementasi Kurikulum Merdeka terhadap minat belajar siswa khususnya dalam pembelajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara dengan guru PAI, dan analisis dokumen terkait kurikulum. Sampel penelitian ini terdiri dari siswa kelas X di sebuah SMA di Indonesia yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka secara positif memengaruhi minat belajar siswa terhadap PAI. Fleksibilitas yang diberikan oleh Kurikulum Merdeka memungkinkan guru untuk menggunakan pendekatan yang lebih inovatif dan menarik dalam mengajar, seperti penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan metode pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, partisipasi aktif siswa dalam merencanakan dan mengevaluasi pembelajaran juga meningkatkan rasa memiliki terhadap proses belajar. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka, seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya pelatihan bagi guru dalam mengadaptasi kurikulum baru. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang lebih besar dari pihak sekolah, pemerintah, dan lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas dan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dengan Kinerja Tenaga Kependidikan: (Penelitian di MAN Kota Bandung dan Kota Cimahi)
This research aims to describe the reality of the leadership style of Madrasah heads and the performance of MAN education staff in Bandung City and Cimahi City and analyze the relationship between the two. The research uses a quantitative approach with correlational descriptive methods. The data collection technique is distributing questionnaires with analysis techniques using SPSS 26 to analyze instruments (validity and reliability), descriptive statistical analysis, assumption analysis (normality and linearity) and inferential statistics in the form of coefficient correlation tests. The research results explain that variable It can be concluded that the leadership style of the Madrasah head is considered good. Variable Y has a normal data distribution and the result of calculating the partial average of the indicators in the variable is 3.23 in the "high" category. It can be concluded that the performance of educational staff is considered good. The leadership style of the Madrasah head has a significant relationship with the performance of educational staff with a Sig value. (2-tailed) between variable X and variable Y is 0.008 < 0.05 so it can be concluded that H1 is accepted and H0 is rejected. The calculated r value of the Pearson Correlation is 0.466 > 0.344 (r table), so it can be concluded that there is a relationship or correlation between leadership style (X) and the performance of educational staff (Y) as well as the criteria for the strength of the relationship being moderate/sufficient.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan realitas gaya kepemimpinan kepala Madrasah dan kinerja tenaga kependidikan MAN Kota Bandung dan Kota Cimahi serta menganalisis hubungan antara keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Teknik pengumpulan data yaitu menyebar angket dengan teknik analisis menggunakan SPSS 26 untuk menganalisis instumen (validitas dan reliabilitas), analisis statistik deskriptif, analisis asumsi (normalitas dan linearitas) dan statistik inferensial berupa uji korelasi koefisien. Hasil penelitian variabel X dan Y memiliki nilai rata-rata parsial indicator 3,26 “Sangat Tinggi”. Nilai Sig. (2-tailed) antara variable X dengan variable Y adalah sebesar 0,008 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Nilai r hitung Pearson Correlation yaitu 0,466 > 0,344 (r tabel) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja tenaga kependidikan dengan kekuatan hubungan sedang/cukup
Fenomena Kriminologis Bullying Di Kalangan Peserta Didik Studi Kasus Di MI NWDI Pringgasela
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Pengetahuan guru dan peserta didik di MI NWDI Pringgasela tentang bullying. (2) Bentuk-bentuk bullying yang terjadi pada kalangan peserta didik di MI NWDI Pringgasela, (3) Apa saja faktor penyebab terjadinya bullying pada kalangan peserta didik di MI NWDI Pringgasela, (4) Bagaimana upaya pencegahan bullying pada kalangan peserta didik di MI NWDI Pringgasela. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif model studi kasus. Subjek penelitian: Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Bapak/Ibu Guru dan peserta Didik di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data: Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Hasil Penelitian yang dilakukan terkait dengan. 1). Bullying menurut guru-guru dan peserta didik yaitu: perundungan, akhlak tercela, tindakan kekerasan, ancaman, penindasan. 2). Bentuk-bentuk bullying yang terjadi yaitu: bullying fisik seperti memukul mendorong, menjambak, menendang, mencubit san lainnya dan bullying non fisik seperti celaan, mengejek, menghina, dan juga merendahkan. 3). Faktor menjadi penyebab bullying di kalangan peserta didik yaitu: keluarga, lingkungan sosial, media massa, pola asuh orang tua, berawal dari bercandaan, peserta didikyang berkebutuh khusus, tersinggung, bosan, mencari perhatian. 4). Upaya pencegahan bullying pada kalangan peserta didik yaitu: percaya diri, berani melawan, laporkan kepada guru/orang tua, membagi pengalaman bersama teman yang juga mengalami pembullyan, melakukan pencegahan bullying, sosialisasi, membiasakan peserta didik kerja tim.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Pengetahuan guru dan peserta didik di MI NWDI Pringgasela tentang bullying. (2) Bentuk-bentuk bullying yang terjadi pada kalangan peserta didik di MI NWDI Pringgasela, (3) Apa saja faktor penyebab terjadinya bullying pada kalangan peserta didik di MI NWDI Pringgasela, (4) Bagaimana upaya pencegahan bullying pada kalangan peserta didik di MI NWDI Pringgasela. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif model studi kasus. Subjek penelitian: Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Bapak/Ibu Guru dan peserta Didik di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data: Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Hasil Penelitian yang dilakukan terkait dengan. 1). Bullying menurut guru-guru dan peserta didik yaitu: perundungan, akhlak tercela, tindakan kekerasan, ancaman, penindasan. 2). Bentuk-bentuk bullying yang terjadi yaitu: bullying fisik seperti memukul mendorong, menjambak, menendang, mencubit san lainnya dan bullying non fisik seperti celaan, mengejek, menghina, dan juga merendahkan. 3). Faktor menjadi penyebab bullying di kalangan peserta didik yaitu: keluarga, lingkungan sosial, media massa, pola asuh orang tua, berawal dari bercandaan, peserta didikyang berkebutuh khusus, tersinggung, bosan, mencari perhatian. 4). Upaya pencegahan bullying pada kalangan peserta didik yaitu: percaya diri, berani melawan, laporkan kepada guru/orang tua, membagi pengalaman bersama teman yang juga mengalami pembullyan, melakukan pencegahan bullying, sosialisasi, membiasakan peserta didik kerja tim
Perbandingan Fikih Syafi'iyah dengan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terkait Perlindungan Hukum Perempuan
This research is driven by the disparities in the eradication of violence against women as outlined in Law Number 12 of 2022, which pertains to Criminal Acts of Sexual Violence (UU-TPKS), and the teachings of Imam Syafi'i. The research methodology employed is library research, utilizing primary and secondary sources as data sources. Primary data is derived from scholarly sources that are directly relevant to the central topic, such as articles, newspapers, books, and scientific journals. Secondary data refers to additional data that complements and supports primary data. After conducting extensive investigation, the author discovered many findings: Law no. 12 of 2022 was enacted to safeguard the rights of those who have experienced sexual violence, as such crimes frequently manifest in society as physical, psychological, and sexual abuse. In addition to overseeing the enforcement of criminal penalties, such as monetary fines. Furthermore, Imam Syafi'i strongly highlighted that Islamic law unequivocally forbids any and all manifestations of sexual aggression. According to Shafi'i scholars, sexual assault can be penalized with Qishash, diyat, and ta'zir, depending on the specific offensePenelitian ini didorong oleh disparitas pemberantasan kekerasan terhadap perempuan yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU-TPKS), dan ajaran Imam Syafi'i. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan memanfaatkan sumber primer dan sekunder sebagai sumber data. Data primer diperoleh dari sumber-sumber ilmiah yang relevan langsung dengan topik sentral, seperti artikel, surat kabar, buku, dan jurnal ilmiah. Data sekunder mengacu pada data tambahan yang melengkapi dan mendukung data primer. Setelah melakukan penelusuran mendalam, penulis menemukan banyak temuan: UU No. 12 Tahun 2022 diberlakukan untuk melindungi hak-hak mereka yang pernah mengalami kekerasan seksual, karena kejahatan tersebut sering kali muncul di masyarakat dalam bentuk pelecehan fisik, psikologis, dan seksual. Selain mengawasi penegakan sanksi pidana, seperti denda moneter. Lebih lanjut, Imam Syafi'i dengan tegas menggarisbawahi bahwa hukum Islam dengan tegas melarang segala bentuk agresi seksual. Menurut ulama Syafi'i, kekerasan seksual dapat diancam dengan qishash, diyat, dan ta'zir, tergantung pada pelanggarannya