Pondok Jurnal
Not a member yet
398 research outputs found
Sort by
Manajemen Pendidikan Berbasis Multikultural dalam Mewujudkan Budaya Toleransi Peserta Didik
Keberagaman keyakinan maupun suku akan melahirkan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat secara umum maupun lingkungan Pendidikan secara khusus. Terkait hal tersebut di SMP Negeri 2 Tarano tenyata masih adanya rasa ingin menguasai di tengah perbedaan suku, budaya dan agama serta seringnya terjadi perundungan antara murid yang satu dengan yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen Pendidikan berbasis multikultural dalam mewujudkan karakter toleransi serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen Pendidikan berbasis multikultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah implementasi manajemen Pendidikan multikultural dalam mewujudkan karakter toleransi peserta didik di SMP Negeri 2 Tarano telah diupaykan semaksimal mungkin dengan memamfaatkan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang ada disekolah, dari segi manajemen perencanaa, pengorganisaisn, implementasi dan pengawasan oleh pihak sekolah yang selalu menyesuaikan dengan situasi yang ada dengan selalu mengutamakan dan mempertimbangkan unsur kebijakan. Dalam hal ini faktor pendukung manajemen Pendidikan multikutural yaitu guru, program kegiatan sekolah dan intraksi antar komponen di sekolah, selain faktor pendukung ada pula faktor penghambat diantaranya latar belakang suku, keluarga, Bahasa dan tontonan festifal kebudayaan perayaan setiap suku,budaya dan agamaKeberagaman keyakinan dan suku bangsa akan menimbulkan permasalahan dalam masyarakat pada umumnya dan lingkungan pendidikan pada khususnya. Terkait hal tersebut, di SMP Negeri 2 Tarano ternyata masih ada rasa ingin mendominasi di tengah perbedaan suku, budaya, dan agama serta sering terjadi perundungan antara siswa satu dengan siswa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen pendidikan berbasis multikultural dalam mewujudkan karakter toleransi dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan manajemen pendidikan berbasis multikultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan manajemen pendidikan multikultural dalam mewujudkan karakter toleran siswa di SMP Negeri 2 Tarano tetap mengoptimalkan ranah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan oleh pihak sekolah dengan keselarasan antara kondisi yang ada, dengan mengedepankan dan mempertimbangkan elemen kebijakan. Faktor pendukung pengelolaan pendidikan multikultural adalah guru, program kegiatan sekolah dan interaksi antar komponen di sekolah, faktor penghambat antara lain latar belakang suku, keluarga, bahasa dan tontonan online atau festival budaya yang merayakan setiap suku, budaya dan agama
Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Guru
A comfortable working environment is the most important thing for teachers, because a clean and comfortable working environment will increase their work morale. This work spirit is what the school really needs, so that the school's goals can be achieved. This research aims to determine the influence of the work environment on teacher morale at SMPI Baussalam, North Lombok. The type of research used in this research is quantitative research. This research was conducted on all teaching and educational staff through distributing questionnaires. To find out whether there is a significant influence of work environment variables on teacher morale at SMPI Babussalam North Lombok. The method used to obtain data in this research is the questionnaire method as the main method and documentation as the supporting method. Meanwhile, the data analysis used is statistical analysis using the product moment formula. The results of data analysis obtained in this study were 0.746, while the t table was 0.514, indicating (0.746>0.514) at a significance level of 5%. So (Ha) the alternative hypothesis is accepted and (Ho) the null hypothesis is rejected. The conclusion of this research is: There is a significant influence of the work environment on teacher morale.Kenyamanan lingkungan Kerja merupakan bagian terpenting bagi Guru, karena bersih dan nyamannya lingkungan kerja akan meningkatkan semangat kerja mereka. Semangat kerja inilah yang sangat diperlukan oleh sekolah, sehingga tujuan sekolah bisa tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Guru pada SMPI Baussalam Lombok Utara. Jenis penelitian digunkan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui penyebaran kuesioner. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel lingkungan kerja terhadap semangat kerja guru pada SMPI Babussalam Lombok Utara. Metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah metode angket sebagai metode pokok dan dokumentasi sebagai metode penunjang. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dengan rumus product moment. Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 0,746 sedangkan t tabel sebesar 0,514 yang menunjukkan (0,746>0,514) pada taraf signifikansi 5%. Jadi (Ha) hipotesis alternatif diterima dan (Ho) hipotesis nol ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: Ada pengaruh lingkungan kerja terhadap semangat kerja guru pada SMPI Babussalam Lombok Utara adalah Signifikan
LGBT Perspektif Fitrah, Hukum Syariah dan Tafsir al-Qur’an Depag R.I Surah al-A’raf Ayat 80-81
Abstract:
There is no verse in the Quran that explicitly mentions LGBT (lesbian, gay, bisexual, and transgender) groups. The term LBGT is based solely on the analysis of scholars' approach and munasabah to the verse on the word fahisiyah or al-Fahasya. This research is a literature study using primary data from tafsir al-Quran, tafsir documents from the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia, and secondary data from books and other articles related to the discussion of LGBT. This research is conducted using the Maudui data collection method. That is, setting the topic of discussion, searching and collecting verses of the Qur'an that have similar themes and arguments, and explaining the interpretation of verses related to the topic of sexual disorientation. After collecting all the data, the next step is to analyze the data using descriptive and contextual analysis. The main variable is the Qur'anic verse. Then, the text is explained, categorized, and interpreted objectively based on the Hadith and scholarly opinions on the subject under discussion. Therefore, from the above explanation, we can conclude that LGBT is a deviant act and is clearly prohibited in Islam, as stated in the interpretation book of the Indonesian Ministry of Religious Affairs.
Keywords: LGBT, Tafsir Depag RI, Qs. al-A'raf Verse 80-81Abstrak:
Tidak ada ayat dalam al-Quran yang secara eksplisit menyebutkan kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Istilah LBGT semata-mata didasarkan pada analisis pendekatan ulama dan munasabah terhadap ayat mengenai kata fahisiyah atau al-Fahasya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan menggunakan data primer dari tafsir al-Quran, dokumen tafsir dari Kementerian Agama Republik Indonesia, dan data sekunder dari buku-buku dan artikel lain yang berkaitan dengan pembahasan LGBT. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengumpulan data Maudui. Artinya, menetapkan tema pembahasan, mencari dan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur'an yang memiliki tema dan dalil yang serupa, serta menjelaskan tafsir ayat-ayat yang berkaitan dengan tema disorientasi seksual. Setelah seluruh data terkumpul, langkah selanjutnya adalah menganalisis data dengan menggunakan analisis deskriptif dan kontekstual. Variabel utamanya adalah ayat al-Quran. Kemudian menjelaskan teks tersebut, mengkategorikannya, dan menafsirkan teks tersebut secara objektif berdasarkan hadis dan pendapat ulama tentang topik yang sedang dibahas. Oleh karena itu, dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa LGBT adalah perbuatan menyimpang dan jelas dilarang dalam Islam, sebagaimana tertuang dalam buku tafsir Kementerian Agama RI.
Kata Kunci: LGBT, Tafsir Depag RI, Qs. al-A’raf Ayat 80-8
Strategi Pembelajaran Perguruan Tinggi di Era Artificial Intelligence (AI)
The aim of this research is to find out a quantitative descriptive picture of the skills of PTKI lecturers in Indonesia and formulate strategies in dealing with the invasion of Artificial Intelligence (AI) in higher education. Based on the type of data, this research is mixed research (Mixed Method Research). The research framework chosen is a case study. Data collection techniques use questionnaires, Online Focus Group Discussion (OFGD), observation and documentation. From the results of data analysis, it is known that the majority of lecturers have a level of skill and readiness in facing AI invasion on a scale of 3 from 1 to 5. Furthermore, it is concluded from the comparison test that lecturers over 42 years old have a significantly lower level of skill and readiness than the next generation. . Meanwhile, from qualitative analysis it is concluded that AI can improve the quality and efficiency of learning systems if AI is positioned as a tool. If adaptation to the AI era is not carried out, AI will actually become a new disruption in learning in higher education.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran deskriptif kuantitatif kecakapan dosen-dosen PTKI di Indonesia serta merumuskan strategi dalam menghadapi invasi Artificial Intelligence (AI) di perguruan tinggi. Berdasar jenis datanya, penelitian ini merupakan penelitian campuran (Mixed Method Research). Adapun framework penelitian yang dipilih adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, Online Focus Group Discussion (OFGD), observasi, dan dokumentasi. Peneliti mengumpulkan data komprehensif dari objek penelitian tentang invasi AI dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Dari objek tersebut, dilakukan eksplorasi secara kualitatif dengan melibatkan informan-informan yang merupakan praktisi dan pakar berkaitan dengan objek penelitian. Dari hasil analisa data, didapatkan bahwa mayoritas dosen memiliki tingkat kecakapan dan kesiapan dalam menghadapi invasi AI dalam skala 3 dari skala 1 sampai 5. Lebih lanjut, didapatkan kesimpulan dari uji komparasi bahwa dosen di atas 42 tahun memiliki tingkat kecakapan dan kesiapan yang lebih rendah daripada generasi setelahnya secara signifikan. Adapun dari analisa kualitatif, didapatkan kesimpulan bahwa AI dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi sistem pembelajaran jika AI diposisikan sebagai alat. Jika adaptasi terhadap era AI tidak dilakukan, maka AI justru akan menjadi disrupsi baru dalam pembelajaran di perguruan tingg
Manajemen Pembelajaran Metode Edutainment Terhadap Kemampuan Literasi Dasar (Baca Tulis) Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SDN 1 Batu Mekar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen metode edutainment terhadap kemampuan literasi (baca-tulis) siswa kelas IV pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SDN 1 Batu Mekar.. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang berbentuk angka untuk menguji suatu hipotesis, yang dilaksanakan dengan design pre-eksperimental design dengan teknik one group pretest posttest Penelitian ini menemukan bahwa, berdasarkan uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test dengan bantuan aplikasi SPSS for windows 27.0 dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) yakni 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode edutainment terhadap kemampuan literasi (baca tulis) siswa kelas IV pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SDN 1 Batu Mekar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen metode edutainment terhadap kemampuan literasi (baca-tulis) siswa kelas IV pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SDN 1 Batu Mekar.. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang berbentuk angka untuk menguji suatu hipotesis, yang dilaksanakan dengan design pre-eksperimental design dengan teknik one group pretest posttest Penelitian ini menemukan bahwa, berdasarkan uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test dengan bantuan aplikasi SPSS for windows 27.0 dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) yakni 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode edutainment terhadap kemampuan literasi (baca tulis) siswa kelas IV pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SDN 1 Batu Mekar
Analisis dampak Bullying terhadap Psikologis Siswa di MTs Al-Uswah Kecamatan Kuala
The school environment can affect the mental development and learning achievement of students. The good and bad conditions of the school environment will affect the development of students. Bullying behavior is one of the negative behaviors that often occurs in the school environment. Bullying is an aggressive action by someone to the target of bullying by attacking intentionally and without burden, done repeatedly because they consider the victim weak, easy to tease and unable to defend themselves. Bullying behavior has a serious impact on the mental development of students. Based on the results of the study, it can be concluded that the bullying behavior that occurs in students is mostly in the form of verbal bullying. The bullying treatment received by victims of bullying causes psychological disorders, victims of bullying experience lack of self-confidence and disorders in socializingLingkungan sekolah dapat mempengaruhi perkembangan mental dan prestasi belajar siswa. Baik dan buruknya kondisi lingkungan disekolah akan berpengaruh terhadap perkembangan siswa. Prilaku bullying merupakan salah satu perilaku negatif yang kerap terjadi dilingkungan sekolah. Bullying merupakan tindakan agresif seseorang kepada target bullying dengan menyerang secara sengaja dan tanpa beban, dilakukan secara berulang kali karena menganggap korban lemah, mudah diejek dan tidak dapat membela diri. Perilaku bullying memberikan dampak serius terhadap perkembangan mental peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa periaku bullying yang terjadi pada siswa paling banyak berbentuk bullying secara verbal. Perlakuan bullying yang diterima oleh korban bullying menyebabkan gangguan secara psikologis, korban bullying mengalami tidak percaya diri dan gangguan dalam bersosialisas
Tafsir Lisan Amar Makruf Nahi Mungkar: Kajian Perspektif Ḥabā`Ib di Kota Pontianak Kalimantan Barat
This article explores the oral interpretation of amar makruf nahi mungkar from the perspective of ḥabā`ib in Pontianak City, West Kalimantan. The study is qualitative in nature and adopts a field research model with descriptive-analytic data analysis. The findings suggest that local ḥabā`ib interpretations of amar makruf nahi mungkar can be classified into two groups: those that specifically focus on Quranic texts containing the phrase, and those that interpret verses of the Quran without the phrase. The discussion of the term ‘munkar’ predominantly revolves around issues relating to Muslim and non-Muslim leaders, the criminalization and humiliation of ulama, and LGBT-related cases. The oral tradition plays a crucial role in shaping the interpretation of ḥabā`ib, which is characterized by three key aspects: a) a focus on local issues, b) an agonistic tone, and c) conservative or traditionalist views. These characteristics have a significant impact on the interpretation of amar makruf nahi mungkar by ḥabā`ib, resulting in an interpretation that differs from that found in traditional interpretation literature.Artikel ini mengupas tentang tafsir lisan amar makruf nahi mungkar sudut pandang ḥabā`ibdi Kota Pontianak Kalimantan Barat. Penelitian ini bersifat kualitatif dan mengadopsi model penelitian lapangan dengan analisis data deskriptif-analitis. Temuan ini menunjukkan bahwa penafsiran ḥabā`ib lokal terhadap amar makruf nahi mungkar dapat digolongkan menjadi dua kelompok: kelompok yang secara khusus berfokus pada teks Al-Quran yang mengandung frasa tersebut, dan kelompok yang menafsirkan ayat-ayat Al-Quran tanpa frasa tersebut. Pembahasan istilah ‘munkar’ sebagian besar berkisar pada isu-isu yang berkaitan dengan pemimpin Muslim dan non-Muslim, kriminalisasi dan penghinaan terhadap ulama, serta kasus-kasus terkait LGBT. Tradisi lisan memainkan peran penting dalam membentuk penafsiran ḥabā`ib, yang dicirikan oleh tiga aspek utama: a) fokus pada isu-isu lokal, b) bernada agonistik, dan c) pandangan konservatif atau tradisionalis. Ciri-ciri tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penafsiran amar makruf nahi mungkar karya ḥabā`ib, sehingga menghasilkan penafsiran yang berbeda dengan yang terdapat dalam literatur tafsir tradisional
Manajemen Integrasi Kurikulum Madrasah dengan Kurikulum Pesantren dalam Meningkatkan Moderasi Beragama
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Integrasi manajemen kurikulum dalam meningkatkan moderasi beragama santri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif menghasilkan data deskriptif tentang Integrasi manajemen kurikulum dalam meningkatkan moderasi beragama. Data pada penelitian ini terdiri dari dua macam yaitu; data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan; 1) Obervasi 2) Wawancara 3) Dokumentasi. Teknik analisis data yang peneliti gunakan yaitu; pengumpulan data, penyajian data, data reduksi dan penarikan kesimpulan.Teknik yang digunakan dalam uji keabsahan data yaitu; triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama: Perencanaan Kurikulum Integratif mencakup tiga proses perencanaan yaitu: (1) Analisis Kebutuhan, (2) Tujuan Pendidikan yaitu santri yang paham IPTEK, kuat IMTAQ, dan terbiasa Moralnya. (3) Fleksibilitas Kurikulum. (4) Kolaborasi Guru; kolaborasi guru antar mata pelajaran. Kedua: Pelaksanaan kurikulum integratif yaitu (1) pelaksanaan kurikulum tingkat madrasah (2) Pelaksanaan kurikulum tingkat kelas dengan. (3) Memilih Metode Pembelajaran. Ketiga: Evaluasi Kurikulum integratif yaitu; (1) Menyusun evaluasi mencakup pemilihan Metode Evaluasi yang memuat evaluasi yaitu Evaluasi Model EKOP (Evaluasi Kualitas dan Output Pembelajaran). (2) Evaluasi Guru (3) Evaluasi untuk santri
Kritik Terhadap Penggunaan Metode Penafsiran Literal dalam Tafsir Al-Qur’an
This research aims to criticize the use of literal interpretation methods in the interpretation of the Quran and offer contextual interpretation as an alternative method of interpretation. The study analyzed the history of the use of literal interpretation methods in the interpretation of the Quran, the characteristics of literal interpretation methods, the weaknesses of literal interpretation methods, and the impacts of using literal interpretation methods. The method used in this study was qualitative with a literature study approach. Data was collected through a literature study of books, journals, and related articles. Then, data analysis was conducted using a qualitative descriptive analysis method. The results of the study show that the use of literal interpretation methods in the interpretation of the Quran still lacks attention to the historical and social context when writing verses, and produces a rigid and limited understanding of the Quranic text. The excessive use of literal interpretation methods can also lead to conflicts among Muslims. The impacts of using literal interpretation methods include producing a rigid understanding of religion, neglecting the development of times and the needs of Muslims, and not paying enough attention to social justice values in the Quran. As an alternative, contextual interpretation is offered as a method that pays more attention to the historical, social, and cultural context when writing verses in the Quran. In conclusion, this research shows that the use of literal interpretation methods in the interpretation of the Quran has many weaknesses and negative impacts, so it is necessary to consider using alternative methods such as contextual interpretation.Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi penggunaan metode penafsiran literal dalam tafsir Al-Qur’an dan menawarkan tafsir kontekstual sebagai alternatif metode penafsiran. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap sejarah penggunaan metode penafsiran literal dalam tafsir Al-Qur’an, karakteristik metode penafsiran literal, kelemahan metode penafsiran literal, dan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan metode penafsiran literal. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari buku, jurnal, dan artikel terkait. Setelah itu, dilakukan analisis data dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode penafsiran literal dalam tafsir Al-Qur’an masih kurang memperhatikan konteks sejarah dan sosial saat penulisan ayat, serta menghasilkan pemahaman yang kaku dan terbatas terhadap teks Al-Qur’an. Penggunaan metode penafsiran literal secara berlebihan juga dapat menyebabkan konflik antara umat Islam. Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan metode penafsiran literal termasuk menghasilkan pemahaman agama yang kaku, mengabaikan perkembangan zaman dan kebutuhan umat Islam, serta kurang memperhatikan nilai-nilai keadilan sosial dalam Al-Qur’an. Sebagai alternatif, tafsir kontekstual ditawarkan sebagai metode alternatif yang lebih memperhatikan konteks sejarah, sosial, dan budaya saat penulisan ayat dalam Al-Qur’an. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode penafsiran literal dalam tafsir Al-Qur’an memiliki banyak kelemahan dan dampak negatif, sehingga perlu dipertimbangkan untuk menggunakan metode alternatif seperti tafsir kontekstual
Analisis Komparatif Kitab Tarjuman Al-Mustafid dengan Tafsir Anwar At-Tanzil dan Tafsir Jalalain pada Ayat-ayat Sihir
This research presents a comparative analysis between the Tarjuman Al-Mustafid book with Anwar At-Tanzil's commentary, and Jalalain's commentary with a focus only on magic verses starting from Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah verse 102, and Al-Falaq. The research method used is a qualitative approach focused on library research with the main data coming from the books of Tarjuman Al-Mustafid, Tafsir Anwar At-Tanzil, and Tafsir Jalalain. The results of the research show that there is quite a big influence from Anwar At-Tanzil's interpretation and Jalalain's interpretation on Tarjuman Al-Mustafid in terms of the systematic writing and meaning of the verses. One important factor in the relationship with the interpretation of Jalalain is Abdurrauf's intellectual connection with Jalaluddin As-Suyuti, the author of the interpretation of Jalalain. Apart from that, Anwar At-Tanzil's tafsir is also an important reference source in writing this tafsir, as stated on the cover of Tarjuman Al-Mustafid's tafsir. In understanding the magic verses, Abdurrauf is more inclined or agrees with Tafsir Jalalain because it is used as a reference, and is influential when providing a more general explanation.Penelitian ini menyajikan sebuah analisis komparatif antara kitab Tarjuman Al-Mustafid dengan tafsir Anwar At-Tanzil, dan tafsir Jalalain dengan fokus hanya pada ayat-ayat sihir yang dimulai dari surat Al-Fatihah, Al-Baqarah ayat 102, dan Al-Falaq. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang difokuskan pada penelitian pustaka (library research) dengan data utama yang berasal dari kitab Tarjuman Al-Mustafid, Tafsir Anwar At-Tanzil, dan tafsir Jalalain. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang cukup besar dari tafsir Anwar At-Tanzil dan tafsir Jalalain pada Tarjuman Al-Mustafid dari segi sistematika penulisan dan makna ayat. Salah satu faktor penting dalam hubungan dengan tafsir Jalalain adalah keterkaitan intelektual Abdurrauf dengan Jalaluddin As-Suyuti, penulis tafsir Jalalain. Selain itu, tafsir Anwar At-Tanzil juga menjadi sumber referensi penting dalam penulisan tafsir ini, seperti yang tercantum dalam sampul tafsir Tarjuman Al-Mustafid. Dalam memahami ayat-ayat sihir, Abdurrauf lebih condong atau sependapat dengan Tafsir Jalalain karena dijadikan sebagai rujukan, serta berpengaruh ketika memberikan penjelasan yang lebih umum