Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Tauhid kepada Peserta Didik di MAS Al-Maksum Stabat

    No full text
    Belajar merupakan proses dimana penambahan pemahamana dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar, pengetahuan seseorang akan meningkat seiring proses pembelajarannya. Berpikir kritis juga terdapat dalam proses belajar, hal ini di karenakan apabila peserta didik dapat berpikir secara kritis, maka dapat memahami dan menyelesaiakan berbagai masalah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep tauhid kepada peserta didik di MAS Al-Maksum Stabat. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan mewawancarai beberapa guru dan peserta didik di Madrasah Aliyah Swasta Al-Maksum Stabat. Sasaran dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Aqidah Akhlak dan juga beberapa peserta didik kelas XII. Hasil-hasil yang di peroleh pada penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkataknan keterampilan pemecahan masalah dan mampu membuat peserta didik berpikir kritis mengenai konsep tauhid para peserta didik. Para peserta didik antusias mengikuti pembelajaran dan menyambut penerapan model pembelajaran ini dengan sangat baik.Belajar merupakan proses dimana penambahan pemahamana dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar, pengetahuan seseorang akan meningkat seiring proses pembelajarannya. Berpikir kritis juga terdapat dalam proses belajar, hal ini di karenakan apabila peserta didik dapat berpikir secara kritis, maka dapat memahami dan menyelesaiakan berbagai masalah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep tauhid kepada peserta didik di MAS Al-Maksum Stabat. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan mewawancarai beberapa guru dan peserta didik di Madrasah Aliyah Swasta Al-Maksum Stabat. Sasaran dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Aqidah Akhlak dan juga beberapa peserta didik kelas XII. Hasil-hasil yang di peroleh pada penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkataknan keterampilan pemecahan masalah dan mampu membuat peserta didik berpikir kritis mengenai konsep tauhid para peserta didik. Para peserta didik antusias mengikuti pembelajaran dan menyambut penerapan model pembelajaran ini dengan sangat baik

    Strategi Guru PAI dalam Mengatasi Burnout di SDN 011 Sangatta Utara

    Full text link
    This research aims to identify and analyze the strategies used by Islamic Religious Education (PAI) teachers in overcoming burnout at SDN 011 Sangatta Utara. The method used in this research is a descriptive qualitative approach, with participants consisting of PAI teachers who teach at the school. Data was collected through in-depth interviews, observation and documentation. The research results show that burnout among PAI teachers at SDN 011 Sangatta Utara is influenced by various factors, including high workload, demands from students' parents, and lack of support from school management. Although teachers have implemented various strategies, they still face significant challenges, such as a lack of training in stress management high demands from parents and a rigid curriculum. This research concludes that to increase the effectiveness of the strategies implemented, educational institutions need to provide relevant training and adequate support for PAI teachers. It is hoped that these findings will provide insight for education stakeholders in designing better professional development programs and supporting teachers' mental well-being.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi burnout di SDN 011 Sangatta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan partisipan terdiri dari guru-guru PAI yang mengajar di sekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout di kalangan guru PAI di SDN 011 Sangatta Utara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk beban kerja yang tinggi, tuntutan dari orang tua siswa, serta kurangnya dukungan dari manajemen sekolah. Meskipun guru telah menerapkan berbagai strategi, mereka masih menghadapi tantangan signifikan, seperti kurangnya pelatihan dalam manajemen stres dan tuntutan tinggi dari orang tua serta kurikulum yang kaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas strategi yang diterapkan, lembaga pendidikan perlu menyediakan pelatihan yang relevan dan dukungan yang memadai bagi guru PAI. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pemangku kepentingan pendidikan dalam merancang program pengembangan profesional yang lebih baik dan mendukung kesejahteraan mental guru

    Dinamika Organisasi Mahasiswa: Pengembangan, Komitmen, dan Transformasi di Zaman Modern

    Full text link
    This research discusses the important role of Student Organizations (ORMAWA) in developing the self, character and knowledge of students in higher education, highlighting the urgency of Ormawa based on education law. The focus is on the concept of organizational commitment, identifying three forms of student engagement attitudes. Student interests as the main driver of participation are analyzed by considering factors such as personal interest, self-development and social contribution. This article also examines Ormawa challenges, such as lack of participation and restrictive campus policies, which have a serious impact on organizational resources and atmosphere. The research method used is descriptive qualitative with data triangulation, with analysis of organizational paradigms, sustainability strategies, and solutions to identified problems. Recommendations for adaptive strategies in the contemporary era, including the use of technology, focus on community involvement, improving program quality, effective promotion and branding, innovation in leadership, and external partnerships are outlined. It is hoped that this article can provide in-depth insight into the role and challenges of Ormawa and become a basis for developing sustainability strategies in accordance with dynamicsPenelitian ini membahas peran krusial organisasi mahasiswa (ORMAWA) dalam pengembangan diri, karakter, dan kecendekiawanan mahasiswa di perguruan tinggi, menyoroti urgensi Ormawa berdasarkan undang-undang pendidikan. Fokusnya pada konsep komitmen organisasi, mengidentifikasi tiga bentuk sikap keterlibatan mahasiswa. Minat mahasiswa sebagai pendorong utama partisipasi dianalisis dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti minat pribadi, pengembangan diri, dan kontribusi sosial. Artikel juga mencermati tantangan Ormawa, seperti kurangnya partisipasi dan pembatasan kebijakan kampus, berdampak serius pada sumber daya dan atmosfer organisasi. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan triangulasi data digunakan, dengan analisis terhadap paradigma organisasi, strategi keberlanjutan, dan solusi permasalahan yang diidentifikasi. Rekomendasi strategi adaptif di era kontemporer, termasuk pemanfaatan teknologi, fokus pada keterlibatan komunitas, peningkatan kualitas program, promosi dan branding efektif, inovasi dalam kepemimpinan, serta kemitraan eksternal diuraikan. Artikel ini diharapkan memberikan wawasan mendalam tentang peran dan tantangan Ormawa serta menjadi landasan untuk pengembangan strategi keberlanjutan sesuai dengan dinamik

    Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Penerapan Nilai-Nilai Adat Banjar

    Full text link
    This research is motivated by one of the traditions that is still carried out by the Sasak community, namely the banjar tradition. This tradition not only reflects the richness of cultural identity, but also has great potential to become an instrument for community economic empowerment. In the midst of globalization and modernization, the continuation of banjar traditions and the implementation of traditional values ​​and local wisdom in everyday life is crucial to maintain. In conducting this research, the author used observation, interviews and documentation methods to obtain primary data. Meanwhile, for secondary data, the author took it from several literature related to the theme. After conducting extensive research, the author found that the implementation of traditional values ​​and local wisdom in the banjar tradition has a central role in empowering the economy of the Monggas village community. Values ​​such as mutual cooperation, togetherness and social responsibility are a strong foundation for collaboration in developing local economic businesses. Banjar traditions are also a strong social glue in the community. This is the basis for the formation of a strong social network for the economic empowerment of local communitiesPenelitian ini dilatarbelakangi oleh salah satu tradisi yang masih dijalankan oleh masyarakat sasak yakni tradisi banjar. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan kekayaan identitas kultural, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, keberlanjutan tradisi banjar dan implementasi nilai-nilai adat serta kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari menjadi krusial untuk dipertahankan. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data primer. Sedangkan untuk data sekunder, penulis mengambilnya dari beberapa literatur yang terkait dengan tema. Setelah melakukan penelitian panjang, penulis menemukan bahwa implementasi nilai-nilai adat dan kearifan lokal dalam tradisi banjar mempunyai peran sentral dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa Monggas. Nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial menjadi landasan kuat bagi kolaborasi dalam pengembangan usaha ekonomi lokal. Tradisi banjar juga menjadi perekat sosial yang kuat dalam komunitas. Hal ini menjadi dasar bagi terbentuknya jaringan sosial yang kuat dalam perberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Sehingga tradisi banjar bukan hanya warisan budaya, tetapi juga modal sosial dan ekonom

    Peran Orang Tua dalam Falsafah Wetu Telu: Pondasi Penguatan Moral Dalam Pendidikan Di Desa Sapit

    Full text link
    Penelitian  ini bertujuan mengeksplorasi peran orang tua dalam penerapan falsafah Wetu Telu sebagai dasar penguatan moral dalam pendidikan di Desa Sapit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap sejumlah orang tua, tokoh adat, dan pendidik di desa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua di Desa Sapit berfungsi sebagai pendidik utama yang menerapkan prinsip-prinsip Wetu Telu, yakni kesadaran spiritual, sosial, dan ekologis, dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan moral anak tidak hanya dilakukan melalui nasihat, tetapi lebih pada contoh langsung yang diberikan oleh orang tua dalam rutinitas kehidupan mereka. Ajaran Wetu Telu menjadi pondasi dalam menanamkan nilai-nilai seperti kedamaian, kejujuran, rasa tanggung jawab, serta keharmonisan dengan alam. Oleh karena itu, penguatan peran orang tua dalam mendidik anak dengan landasan kearifan lokal Wetu Telu diyakini dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh dan berkepribadian luhur.Penelitian  ini bertujuan mengeksplorasi peran orang tua dalam penerapan falsafah Wetu Telu sebagai dasar penguatan moral dalam pendidikan di Desa Sapit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap sejumlah orang tua, tokoh adat, dan pendidik di desa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua di Desa Sapit berfungsi sebagai pendidik utama yang menerapkan prinsip-prinsip Wetu Telu, yakni kesadaran spiritual, sosial, dan ekologis, dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan moral anak tidak hanya dilakukan melalui nasihat, tetapi lebih pada contoh langsung yang diberikan oleh orang tua dalam rutinitas kehidupan mereka. Ajaran Wetu Telu menjadi pondasi dalam menanamkan nilai-nilai seperti kedamaian, kejujuran, rasa tanggung jawab, serta keharmonisan dengan alam. Oleh karena itu, penguatan peran orang tua dalam mendidik anak dengan landasan kearifan lokal Wetu Telu diyakini dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh dan berkepribadian luhur

    Strategi Pembentukan Akhlak Kedisiplinan Siswa di MAS Al-Ishlahiyah Binjai

    Full text link
    This study aims to explore the strategies and methods used by MAS Al-Ishlahiyah Binjai in shaping students' morals and discipline, because there are indications of students who are less and or not disciplined in following the rules and there are still students who are late. In disciplining students, teachers have a role, so as not to hinder and disturb other students. Therefore, to find out the role of teachers in overcoming indiscipline, research is needed. The research method used is a case study with a qualitative approach, through participatory observation and interviews with teaching staff and students. The purpose of the study is to find out how the efforts made by teachers to provide understanding to students who are indicated as naughty or undisciplined at MAS Al Ishlahiyah Binjai, so that the results of the efforts made to shape MAS Al-Ishlahiyah students to be disciplined can be known.Studi ini bertujuan untuk menggali strategi dan metode yang digunakan oleh MAS Al – Ishlahiyah Binjai dalam membentuk akhlak dan kedisiplinan siswa, karena adanya indikasi Siswa yang kurang dan atau tidak disiplin dalam mengikuti peraturan dan  masih ada siswa yang terlambat datang. Dalam mendisiplinkan siswa, guru memiliki andil, sehingga tidak menghambat dan mengganggu siswa yang lainnya. Oleh karena itu, untuk mengetahui peran guru dalam mengatasi ketidakdisiplinan, sehingga perlu dilakukan penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi partisipatif dan wawancara dengan staf pengajar dan siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana Upaya yang dilakukan oleh para guru  untuk memberikan pemahaman kepada siswa yang terindikasi nakal atau tidak disiplin di MAS Al Ishlahiyah Binjai, sehingga dapat diketahui hasil dari Upaya yang dilakukan untuk membentuk siswa MAS Al-Ishlahiyah menjadi disiplin.

    Manajemen Krisis Public Relation dalam Menanggapi Kekerasan Sosial dan Meningkatkan Harmoni dengan Masyarakat : Studi Kasus pada Pondok Pesantren As-Sunah Lombok

    Full text link
    The occurrence of acts of vandalism and anarchy at Assunah Islamic Boarding School in Lombok resulted in damage to several facilities within the boarding school, and several vehicles parked at the location were also targeted for arson. The purpose of this research is to explore the crisis management strategies implemented by Assunah Islamic Boarding School in Lombok using the Image Restoration theory by William L Benoit. The research approach applied is constructivism with a qualitative method and a particularistic case study, focusing on the events, situations, phenomena, and specific programs at Assunah Islamic Boarding School in Lombok in response to acts of violence and public demonstrations following the spread of video clips discrediting some ancestral graves in Lombok and the rapid growth of the boarding school after the incident. Research data were collected through in-depth interviews with key informants within Assunah Islamic Boarding School in Nyaka, East Lombok, and other reliable informants. The research findings indicate that the Public Relations efforts of Assunah Islamic Boarding School in Lombok successfully convinced the public through persuasive means, and the responsibility for the anarchic actions was entirely handed over to the authorities.  Terjadinya tindakan pengerusakan dan anarkis di Ponpes Assunah Lombok menyebabkan beberapa fasilitas yang terdapat di Ponpes mengalami kerusakan, dan beberapa kendaraan yang terparkir di lokasi tersebut juga menjadi sasaran pembakaran. Tujuan Penelitian ini  untuk mengeksplorasi strategi manajemen krisis yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Assunah Lombok  yaitu dengan menggunakan teori Pemulihan Citra (Image Restoration) oleh William L Benoit. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah konstruktivisme dengan metode kualitatif dan studi kasus partikularistik, difokuskan pada peristiwa, situasi, fenomena, dan program khusus di Pondok Pesantren Assunah Lombok  dalam menanggapi aksi kekerasan dan demo masyarakat, buntut dari menyebarnya potongan video yang mendiskreditkan sejumlah makam leluhur di Lombok serta pertumbuhan pesat pondok pesantren tersebut pasca insiden. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Key Informan di dalam Pondok Pesantren Assunah bagik Nyaka Lombok Timur dan Informan lain yang dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya Public Relations Pondok Pesantren Assunah Lombok berhasil meyakinkan masyarakat dengan jalan persuasif dan aksi anarkis diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwaji

    Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Path Goal Theory Terhadap Perkembangan Karir Tenaga Pendidik

    Full text link
    The purpose of the study is to invertigate whether there is an influence of organizational culture and path goal theory leadership style on the career development of educators in the Central Lombok Education Office. This study comprises three variables: organization culture (X1), path goal theory leadership style (X2) as independent variables, and career development of educators as the dependent variabel (Y). The study conducted a quantitative approach with 110 population of  teachers, with a sample size of 84 teachers selected using cluster random sampling. The data collection was performed using an instrument that has been validated and tested for its realiability. Furthermore, the collected data was subjected to pre-requisite tests for normality, linearity, and multicollinearity. The hypothesis testing employed in this study included the F-test, which is a simultaneous test, and the T-test, which is a partial test, both analyzaed using SPSS 16.0 software. The findings of the study demonstrate that: (1) Organizational culture has a partial effect on the career development of educators in the Central Lombok Education Office. (2) Path-Goal Theory leadership style has an effect on the career development of educators in the Central Lombok Education Office. Meanwhile, a simultaneous have been effect.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab ada atau tidaknya pengaruh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan path goal theory terhadap perkembangan karir tenaga pendidik pada lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Lombok Tengah. Penelitian ini terdiri atas tiga variabel yaitu budaya organisasi (X1), gaya kepemimpinan path goal theory (X2) sebagai variabel bebas dan perkembangan karir tenaga pendidik sebagai variabel terikat (Y). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 110 guru dengan jumlah sampe l84 guru. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan  instrumen yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Data yang telah terkumpul kemudian diuji menggunakan uji prasyarat yaitu normalitas, linieritas dan multikolonieritas. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji F dan uji T yang di analisis menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1). secara parsial budaya organisasi memiliki pengaruh terhadap perkembangan karir tenaga pendidik pada lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Lombok Tengah. (2) gaya kepemimpinan path goal theory memiliki pengaruh terhadap perkembangan karir tenaga pendidik pada lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Lombok Tengah. Sedangkan secara simultan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan path goal theory memiliki pengaruh terhadap perkembangan karir tenaga pendidik pada lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Lombok Tenga

    Strategi Pemasaran Terintegrasi dalam Pengambilan Keputusan Pengajuan Kredit

    Full text link
    This research aims to identify the influence of Personal Selling, Service Quality, Business Location, and Digital Marketing on Credit Application Decisions at the ‘Sumber Manis’ Prajurit Kulon Farming Cooperative, Mojokerto City. This research uses a quantitative approach with a sample of 30 cooperative customers. The results of the F test show that these four variables have a simultaneous effect on the Credit Application Decision. The variables Personal Selling, Service Quality, Business Location, and Digital Marketing also partially have a positive influence on Credit Application Decisions. The results of this research provide deeper insight into various aspects of marketing in the context of credit application decisions in cooperatives. The practical implication is that cooperatives and similar financial institutions can improve their marketing strategies by considering the key roles played by Personal Selling, Service Quality, Business Location, and Digital Marketing in shaping customer perceptions and decisions. This research also supports previous findings which state that marketing aspects have an important role in influencing customer decisions regarding credit applications.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Personal Selling, Kualitas Pelayanan, Lokasi Usaha, dan Digital Marketing terhadap Keputusan Pengajuan Kredit di Koperasi Tani ‘Sumber Manis’ Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 30 nasabah koperasi. Data dikumpulkan melalui angket terbuka dan di analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil uji F menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut berpengaruh simultan terhadap Keputusan Pengajuan Kredit. Variabel Personal Selling, Kualitas Pelayanan, Lokasi Usaha, dan Digital Marketing secara parsial juga berpengaruh positif terhadap Keputusan Pengajuan Kredit. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang berbagai aspek pemasaran dalam konteks keputusan pengajuan kredit di koperasi. Implikasi praktisnya adalah bahwa koperasi dan lembaga keuangan serupa dapat meningkatkan strategi pemasaran mereka dengan mempertimbangkan peran kunci yang dimainkan oleh Personal Selling, Kualitas Pelayanan, Lokasi Usaha, dan Digital Marketing dalam membentuk persepsi dan keputusan nasabah. Penelitian ini juga mendukung temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa aspek-aspek pemasaran memiliki peran penting dalam memengaruhi keputusan nasabah terkait pengajuan kredit

    ANALYSIS OF IMAM SYAFI'I OPINION ON TALAK BA'IN QUBRA AND ITS IMPLEMENTATION IN THE LAW. NO. 1 OF 1974

    No full text
    This article discusses the conflict between Imam Syafi'i's opinion and the Law. No. 1 of 1974 concerning triple talaq. Imam Syafi'i is of the opinion that triple talaq cannot be referred to again, whereas the law and KHI provide confirmation that divorce only occurs in front of a court hearing. In conducting this research, the author used a type of library research where the types and sources of data used were primary and secondary. Primary data consists of scientific work that is directly related to the main research theme, while secondary data is supporting data. After carrying out a long process, the results of this research show that Imam Syafi'i's opinion regarding Ba'in Qubro talak is not relevant for use in Indonesia, because in reality its implementation uses the basis of law. No. 1 of 1974 and the Compilation of Islamic Law, which clearly explains that there is no legal power for people who have triple divorced outside of court, even though they have been triple divorced, there will still be mediation efforts to reconcile, according to the orders of the Law. No. 1 of 2016 concerning mediation and the divorce pledge only exists before the court

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇