Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    Peran Camat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program UMKM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran camat dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui program usaha mikro kecil dan menengah di kecamatan sako kota Palembang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif, dimana menurut proses, penelitian kualitatif melibatkan upaya-upaya penting diantaranya, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, prosedur-prosedur, mengumpulkan data spesifik dari informan. Upaya tersebut dilakukan peneliti pada wilayah Kecamatan Sako Kota Palembang untuk melihat bagaimana peran Camat dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui program usaha mikro kecil dan menengah menggunakan teori Transformasional oleh Bernard M. Bass, yaitu 1) Idealized Influence (Pengaruh Idealis), 2) Inspirational Motivation (Motivasi yang memberi informasi), 3) Intellectual Stimulation (Stimulasi Intelektual) dan 4) Individualized Consideration (Pertimbangan Individu). Dapat disimpulkan bahwa peran camat dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui program UMKM ini sudah cukup baik dengan berbagai upaya yang dilakukan, walaupun upaya-upaya tersebut tidak sepenuhnya berjalan dengan optimalPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran camat dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui program usaha mikro kecil dan menengah di kecamatan sako kota Palembang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif, dimana menurut proses, penelitian kualitatif melibatkan upaya-upaya penting diantaranya, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, prosedur-prosedur, mengumpulkan data spesifik dari informan. Upaya tersebut dilakukan peneliti pada wilayah Kecamatan Sako Kota Palembang untuk melihat bagaimana peran Camat dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui program usaha mikro kecil dan menengah menggunakan teori Transformasional oleh Bernard M. Bass, yaitu 1) Idealized Influence (Pengaruh Idealis), 2) Inspirational Motivation (Motivasi yang memberi informasi), 3) Intellectual Stimulation (Stimulasi Intelektual) dan 4) Individualized Consideration (Pertimbangan Individu). Dapat disimpulkan bahwa peran camat dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui program UMKM ini sudah cukup baik dengan berbagai upaya yang dilakukan, walaupun upaya-upaya tersebut tidak sepenuhnya berjalan dengan optimal

    Analisis Ketergantungan Guru IPA terhadap Buku Teks dan Implikasinya pada Inovasi Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah

    Full text link
    This study aims to analyze the form and level of dependence of science teachers in Madrasah Ibtidaiyah on textbooks and its implications for learning innovation. The approach used is qualitative with a phenomenological design to explore teachers' subjective experiences and meanings in using textbooks as the main source of learning. Data were collected through interviews, observations, and document analysis from four science teachers at Madrasah Ibtidaiyah. The research results show that teachers' dependence on textbooks is still high due to factors such as limited competence, administrative pressure, a school culture that emphasizes compliance, and minimal support for learning facilities. This condition has an impact on low innovation and the lack of development of exploration based learning and direct experience.  Theoretically, this study confirms the relationship between dependence on textbooks and low pedagogical creativity of teachers in implementing the principles of independent learningPenelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan tingkat ketergantungan guru IPA Madrasah Ibtidaiyah terhadap buku teks serta implikasinya terhadap inovasi pembelajaran di era Kurikulum Merdeka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis untuk menggali pengalaman dan makna subjektif guru dalam menggunakan buku teks sebagai sumber utama pembelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen dari empat guru IPA di Madrasah Ibtidaiyah dan madrasah ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan guru terhadap buku teks masih tinggi karena faktor keterbatasan kompetensi, tekanan administratif, budaya sekolah yang menekankan kepatuhan, dan minimnya dukungan sarana pembelajaran. Kondisi ini berdampak pada rendahnya inovasi dan kurang berkembangnya pembelajaran berbasis eksplorasi serta pengalaman langsung. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan hubungan antara ketergantungan pada buku teks dan rendahnya kreativitas pedagogis guru dalam mengimplementasikan prinsip merdeka belajar

    ISLAM DI TENGAH PERDEBATAN FAHAM LIBRALISME, DAN FUNDAMENTALISME, DAN MODERATISME

    Full text link
    Pada dasawarsa akhir-akhir ini, berbicara Islam sangat menarik perhatianberbagai kalangan baik dari kalangan Islam sendiri, maupun kalangan non-Islam.Ketertarikan terhadap Islam sebagai sebuah institusi bagi para peneliti, terutama paraorientalis, ada yang motivasinya untuk menjatuhkan Islam dari dalam, seperti yang dilakukanoleh Snouck Hourgrounje, maupun ada yang berkeinginan untuk menggali Islam sebagaisebuah peradaban, sebagaimana yang dilakukan oleh H.A.R Gibb, dengan menghasilkanyang spektakuler berjudul Whither Islam menyatakan: Islam is indeed much more then asystem of theology, it is complete civilazition ( Islam sesungguhnya lebih dari sekedar sebuahagama, ia adalah sebuah peradaban yang sempurna). Sampai saat ini, Islam terusmenunjukkan dinamika dan keberagaman eksperesinya. Tema-tema dominan dalam Islamadalah revivalisme Islam. Suatau dampak yang lebih nyata pada kehidupan kaum Muslimdapat disaksikan diberbagai belahan dunia Islam, entah itu berupa pakaian busana muslimahdi Negara-negara sekuler seperti Amirika Serikat, atau dalam kehidupan politik kaum Muslimmulai dari Tunisia sampai Mindano. Dalam bidang ekonomi telah diperkenalkan Bank-bankIslam di Negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim seperti Indonesia

    Analisis Implementasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Negeri

    No full text
    This research is motivated by the low level of numeracy literacy skills of Indonesian students who get below average scores. The purpose of this study is to find out about the numeracy literacy skills of grade III students in the material of arithmetic operations of whole numbers. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. This study was conducted on 10 grade III students of Al-Ikhlash Elementary School, Surabaya. The data collection technique was a test instrument in the form of literacy-based story questions given to 10 research subjects to determine students' numeracy literacy skills, interviews were conducted with students and with grade III elementary school homeroom teachers as supporting data on students' numeracy literacy skills. Based on the results of the study conducted on 10 students, the following results were obtained: 5 out of 10 students have a low level of numeracy literacy skills with a score below 65. 4 out of 10 students have a moderate level of numeracy literacy skills with a score below 85, and 1 out of 10 students has a high level of numeracy literacy skills because they get a score above 85Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kemampuan literasi numerasi siswa Indonesia yang mendapatkan nilai dibawah rata-rata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang bagaimana kemampuan literasi numerasi siswa kelas III pada materi operasi hitung bilangan cacah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan kepada 10 orang siswa kelas III SD Al-Ikhlash Surabaya. Teknik pengumpulan data adalah instrument tes berupa soal cerita berbasis literasi yang diberikan kepada 10 subjek penelitian untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi siswa, wawancara dilakukan kepada siswa dan kepada wali kelas III SD sebagai data pendukung tentang kemampuan literasi numerasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada 10 orang siswa, didapatkan hasil sebagai berikut: 5 dari 10 orang siswa memiliki tingkat kemampuan literasi numerasi yang rendah dengan skor dibawah 65.  4 dari 10 orang siswa memiliki tingkat kemampuan literasi numerasi sedang dengan skor dibawah 85, dan 1 dari 10 orang siswa memiliki tingkat kemampuan literasi numerasi tinggi sebab mendapatkan skor diatas 85

    Optimalisasi Peran Masjid Sebagai Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Ummat

    Full text link
    This community service program aims to improve the prosperity of the mosque, especially in increasing the participation of the congregation in religious activities and to improve the knowledge and understanding of the Dasan Lendang hamlet community regarding the optimization of the role of the mosque. This Community Service activity uses the Participatory Action Research (PAR) approach. The method used in this service is Socialization and mentoring. The results of this service, there are several activities carried out to optimize the role of the mosque, namely: socialization through studies and lectures held twice a week every Thursday and Sunday nights, discussions and questions and answers held once a week every Tuesday night, providing assistance in reading the barzanjian which is held once a week every Monday night, and the yasinan which is held once a week every Friday night. With the implementation of socialization and mentoring, the mosque management has become more active and has made the mosque more alive, for children, youth and parents. So that the mosque becomes a place for various activities for the community.Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran masjid khususnya dalam meningkatkan partisipasi jama’ah dalam kegiatan keagamaan serta untuk meningkatkan pengetahuan  dan pemahaman masyarakat dusun Dasan Lendang terhadap optimalisasai peran masjid. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Sosialisasi dan pendampingan. Adapun hasil pengabdian ini, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan untuk mengoptimalisasi peran masjid yaitu : sosialisasi melalui kajian-kajian dan ceramah yang dilaksanakan dua kali seminggu setiap malam kamis dan minggu, diskusi dan tanya jawab yang dilaksanakan 1 kali seminggu setiap malam selasa, memberikan pendampingan dalam pembacaan barzanjian yang dilaksanakan 1 kali seminggu setiap malam senin, dan yasinan yang dilaksanakan 1 kali seminggu setiap malam jum’at. Dengan telah diadakannya sosialisasi dan pendampingan pengurus masjid menjadi lebih aktif dan menjadikan masjid menjadi lebih hidup, untuk anak-anak, pemuda dan orang tua. Sehingga masjid menjadi tempat kegiatan berbagai aktifitas bagi masyarakat

    Konsekuensi Burnout dan Dukungan Organisasi Terhadap Turnover Intention di PT Ungaran Sari Garments

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, karakteristik pekerjaan, dan konflik pekerjaan keluarga terhadap burnout, serta pengaruh burnout yang dimoderasi oleh persepsi dukungan organisasi terhadap turnover instruction pada PT. Pakaian Ungaran Sari Kabupaten Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada PT. Ungaran Sari Garments mempunyai karyawan kurang lebih 20.000 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 205 responden, dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model Partial Least Square. Hasil penelitian menyatakan bahwa beban kerja dan konflik pekerjaan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout, sedangkan karakteristik pekerjaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap burnout. Dan burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover turnover. Dan dukungan organisasi yang dirasakan dapat memoderasi hubungan antara burnout dengan niat berpindah ke arah negatif dan signifika

    Problematika Tafsir Sosial Dawam Rahardjo: Kritik Atas Etika dan Metodologi Penafsiran al-Qur`an

    Full text link
    The development of Qur'anic studies in Indonesia, especially in the 90s, experienced significant growth. It was marked by the emergence of various methodological offers from those who not only specialize as mufassirs, but also from non-mufassir scholars. Dawam Rahardjo with his new idea of “social thematic interpretation” (al-Mauḍū’īyyah al-Ijtimā’iyyah) is one of the non-interpretive scholars who have colored the dialectic of Qur`anic interpretation. His thematic methodology based on the analysis of key terms has become an object of discourse that continues to be debated until now. The research in this article is one of the critical studies that tries to fill the discourse. Methodologically, this research is a qualitative research that is operationalized in two approaches: First, the historical approach is used to analyze the originality of the development of Dawam Rahardjo’s tafsir thought. Second, through a critical approach from the perspective of ‘ulūm al-Qur`ān, the author rethinks and critically reads Dawam Rahadjo's interpretation methodology, both in terms of novelty, excellence and weakness. The results of this study show that Dawam Rahardjo’s thematic interpretation methodology has no fundamental differences with thematic methods in general, although some aspects such as “historical interpretation” and “paradigmatic interpretation” are distinctive. However, Dawam has some weaknesses. In terms of the ethics of interpretation, he tends to be apathetic towards the “formal requirements” agreed upon by the majority of scholars, thus often ignoring the basic principles in interpretation. While in terms of methodology, his ideas are still discursive discourse, immature, so it is not uncommon when interpreting, his ideas are not in line with the theory he developed, even some aspects of his views seem distorted, especially his description of the genealogy of thematic interpretation (mauḍū’ī).Perkembangan kajian al-Qur`an di Indonesia khususnya di era tahun 90-an mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal itu ditandai oleh munculnya beragam tawaran metodologis dari kalangan yang bukan hanya berspesialisasi sebagai mufassir, tetapi juga dari kalangan sarjana non-tafsir. Dawam Rahardjo dengan gagasan baru yang disebutnya sebagai “tafsir tematik sosial” (al-Mauḍū’īyyah al-Ijtimā’iyyah) adalah satu di antara sarjana non-tafsir yang ikut mewarnai dialektika penafsiran al-Qur`an. Tawaran metodologi tematik berbasis analysis of key terms-nya menjadi objek diskursus yang terus diperdebatkan hingga sekarang. Penelitian dalam artikel ini merupakan salah satu kajian kritis yang mencoba mengisi diskursus tersebut. Secara metodologis, penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dioperasionalkan dalam dua pendekatan: Pertama, pendekatan historis (kesejarahan) yang digunakan untuk menganalisis orisinalitas perkembangan (development) pemikiran tafsir Dawam Rahardjo. Kedua, melalui pendekatan kritis dari perspektif ‘ulūm al-Qur’ān, penulis melakukan rethinking dan pembacaan kritis terhadap metodologi penafsiran Dawam Rahadjo, baik dari segi kebaruan, keunggulan maupun kelemahannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, tawaran metodologi tafsir tematik Dawam Rahardjo tidak memiliki perbedaan yang mendasar dengan metode tematik pada umumnya, meskipun beberapa aspek seperti “tafsir historis” dan “tafsir paradigmatis” menjadi kekhasan tersendiri. Akan tetapi, Dawam memiliki beberapa kelemahan. Dari sisi etika tafsir, dia cenderung apatis terhadap “persyaratan formal” yang disepakati mayoritas ulama, sehingga kerapkali mengabaikan prinsip-prinsip dasar di dalam  penafsiran. Sementara dari sisi metodologis, gagasannya masih bersifat wacana yang diskursif, belum matang, sehingga tidak jarang ketika menafsirkan, gagasan-gagasannya tidak sejalan dengan toeri yang  dikembangkannya, bahkan beberapa aspek pandangannya terkesan distorsif terutama uraiannya tentang genealogi tafsir tematik (mauḍū’ī)

    A STUDY ON THE IMPACT OF THE COVID-19 PANDEMIC ON THE SOCIAL ECONOMY IN KETANGGA VILLAGE, EAST LOMBOK, FROM AN ISLAMIC PERSPECTIVE

    Full text link
    This research was motivated by Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Ketangga Village, Suela District who were affected by the Covid-19 pandemic. This research method is qualitative research. The data sources used in this research are primary data and secondary data.  In data collection techniques, researchers carried out observations, interviews and documentation. The results of this research show that the impact of the Covid-19 pandemic has resulted in disruption to the economy of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Ketangga Village, Suela District because since the Covid-19 pandemic, there have been many Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Ketangga Village, Suela District. loss of buyers/customers. Not only does it have an impact on the economy, but it also has an impact on social life, including aspects of health and education. The health aspect highlights the large number of people who are sick but are reluctant to go to the doctor because they are afraid of being exposed to the Covid-19 virus. Meanwhile, from the educational aspect, namely the closure of schools after the Covid-19 pandemic, the face-to-face teaching and learning process is not allowed so it has to be done online

    Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Agama Islam

    Full text link
    The purpose of this research to find out the Leadership of School Principals in Increasing the Professionalism of Islamic Teachers. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Research resultshows that 1. The leadership of school principals in increasing the professionalism of Islamic religious teachers prioritizes family aspects with a leadership typology that is legal and rational. 2. Factors that support increasing the professionalism of Islamic religious teachers come from Islamic religious teachers themselves, where even though they have standard abilities, there is still a desire to improve and become even better accompanied by real effort. The factors that inhibit it are divided into two, namely, first: the inhibiting factor for madrasas whose main milestone is caused by weak financial factors which have an impact on others such as the lack of facilities and infrastructure as well as media in learning and the low level of education. 3. Efforts made by madrasa heads to increase the professionalism of Islamic religious teachers, namely by coaching and supervising Islamic religious teachers, improving the welfare of Islamic religious teachers, sending Islamic religious teachers to take part in scientific activities, activating teachers in MGMP and motivating religious teachers Islam to studyTujuan penelitian ini untuk mengetahui Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Agama Islam. Penelitian ini menggunakan kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan  observasi, wawanacara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Kepemiminan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionahsme guru agama Islam lebih mengedepan kan aspek kekeluargaan dengan tipologi kepemempinan yang legal rasional. 2. Faktor‑faktor yang mendukung peningkatan profesionalisme guru agama Islam, datang dari guru agama Islam itu sendiri dimana meskipun dengan kemampuan yang standar tetapi keinginan untuk bangkit menjadi lebih baik lagi tetap ada yang disertai usaha yang nyata. Faktor yang menghambatnya dibagi menjdi dua yaitu, pertama : faktor penghambat dari madrasah yang tonggak utamanya disebabkan oleh faktor lemahnya finansial yang berimbas kepada yang lainnya seperti kurangnya sarana dan prasarana serta media dalam pembelajaran dan masih rendahnya jenjang pendidikan hal inilah yang menyebabkan lemahnya kreatifitas guru agama Islam dalam mengajar dan masih kurangnya variasi dan inovasi dalam pemilihan metode dalam kegiatan pembelajaran. 3. Upaya-upaya yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru agama Islam yaitu dengan pembinaan dan supervisi guru agama Islam, meningkatkan kesejahteraan guru agama Islam, mengirim guru agama Islam untuk mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah, mengaktifkan guru dalam MGMP dan memotivasi guru agama Islam untuk belaja

    Program Pengajian Rutin Jum’at sebagai Strategi dalam Meningkatkan Sikap Tawakal para Peserta Didik di MAS Al-Ishlahiyah Binjai

    No full text
    The routine Friday recitation program at MAS Al-Islahiyah Binjai as a strategy to improve students' tawakal attitude. The Madrasah stipulates regulations that the program must be followed by students as well as in an effort to motivate them. This study uses descriptive qualitative research to understand the reality of phenomena in the field (research locus) while answering the research objectives regarding the urgency of implementing a routine recitation program to improve religious understanding and noble morals, as well as to improve the advancement of science and improve students' religious understanding. The results of this study indicate that there are significant benefits in participating in the routine Friday recitation program held at MAS Al Islahiyah Binjai school to help students improve their religious attitudes (tawakkal).Program pengajian rutin Jum’at di MAS Al-Islahiyah Binjai sebagai strategi dalam meningkatkan sikap tawakal siswa. Madrasah menetapkan regulasi bahwa program tersebut harus diikuti oleh siswa sekaligus dalam upaya memberikan motivasi kepada mereka. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif untuk memahami realitas phenomena di lapangan (lokus penelitian) sekaligus menjawab tujuan penelitian tentang urgensi melaksanakan proggram kegiatan pengajian rutin untuk meningkatkan pemahaman agama dan akhlak yang luhur, serta meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan meningkatkan pemahaman agama peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaa ada manfaat signifikan dalam mengikuti program pengajian rutin Jum'at yang diselenggarakan di sekolah MAS Al Islahiyah Binjai untuk membantu siswa-siswi meningkatkan sikap keagamaan (tawakkal) mereka

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇