Pondok Jurnal
Not a member yet
    398 research outputs found

    Optimalisasi Pembelajaran Fiqih dengan Model STAD di Madrasah Tsanawiyah: Implementasi Pragmatik untuk Menghadapi Tantangan Belajar Siswa

    Full text link
    This study was conducted with the aim of finding out the concept of pragmatism, and how a teacher behaves pragmatically to solve learning problems in students using the STAD learning model, especially in fiqh learning in Madrasah Tsanawiyah. The method used in this study is a literature study with the hope of obtaining suitable and relevant theories to support the arguments from the results of the research conducted. Then the next is the result of the research that has been carried out, including; Pragmatism comes from the word pragma (Greek) which means action, deed. Pragmatism is a school of philosophy that holds that the criterion of the truth of something is whether something has usefulness for real life. Learning problems are certain conditions experienced by students and hinder the smooth process carried out by individuals to obtain a new change in behavior as a whole. One way that can and is suitable to be used as a solution to learning problems is to use an interactive learning model, namely the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsep pragmatisme, dan bagaimana seorang guru bersikap pragmatis untuk memecahkan masalah belajar pada siswa dengan menggunakan model pembelajaran STAD khususnya pada pembelajaran fiqih di madrasah Tsanawiyah. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah study kepustakaan dengan harapan mendapatkan teori-teori yang cocok dan relevan dalam mendukung argumentasi dari hasil penelitian yang dilakukan. Kemudian selanjutnya ialah hasil dari penelitian yang telah dilakukan antara lain ialah; Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatisme adalah aliran filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Salah satu cara yang bisa dan cocok digunakan sebagai solusi masalah belajar ialah dengan menggunakan model belajar interaktif yaitu model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD)

    Tantangan Kepemimpinan Madrasah di Era Society 5.0

    Full text link
    In carrying out the task of providing education, the role of a leader in a madrasa or school cannot be underestimated. Leadership has a crucial role in forming a vision, directing goals, and creating a learning environment that supports the development of students' potential. Madrasah or School Leadership is not just about managing administration, but also inspiring, guiding and being a role model for the entire educational community. This journal aims to examine madrasah/school leadership which includes the meaning of madrasah leadership/managers, the role of madrasah managers, the duties and responsibilities of madrasah managers. This research is library research (library research). The data analysis method used is content analysis.Dalam mengemban tugas penyelenggaraan pendidikan, peran seorang pemimpin dalam suatu madrasah atau sekolah tidak dapat dianggap remeh. Kepemimpinan memiliki peran krusial dalam membentuk visi, mengarahkan tujuan, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi pengembangan potensi peserta didik. Kepemimpinan Madrasah atau Sekolah bukan hanya tentang mengelola administrasi, tetapi juga menginspirasi, membimbing, dan menjadi teladan bagi seluruh komunitas pendidikan. Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji mengenai kepemimpinan madrasah/ sekolah yang meliputi, pengertian kepemimpinan/manajer madrasah, peranan manajer madrasah, tugas dan tanggung jawab manajer madrasah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode analisis data yang digunakan adalah content analysis. Kepemimpinan akan selalu berubah sesuai dengan zamannya termasuk dalam memimpin di era society 5.0. Era Society 5.0 merupakan sebuah masa di mana masyarakat berpusat sistem yang diintegrasikan secara online dalam menyelesaikan permasalahan sosial serta menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi

    Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Swasta Brigjend Katamso Medan

    Full text link
    This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMA Swasta Brigjend Katamso Medan. The Merdeka Curriculum is the latest policy from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, designed to provide flexibility for educators in designing learning that is more adaptive to the needs of students. This research uses a qualitative approach with a case study method involving in-depth interviews with PAI teachers, direct observation of the learning process, and analysis of curriculum documents and lesson plans. The findings show that the implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Swasta Brigjend Katamso Medan has been carried out effectively, although it still faces several challenges, such as limited resources and varying levels of understanding among the teachers. The Merdeka Curriculum allows PAI teachers to develop more interactive learning based on student needs, but further training and guidance for educators are required. The study also found that although the learning process is more flexible, periodic evaluation of the effectiveness of this new curriculum is still needed to optimize student competency achievement. In conclusion, while the implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Swasta Brigjend Katamso Medan has been successful, there is a need to strengthen teachers' competencies and understanding in managing the curriculum for better optimization.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Swasta Brigjend Katamso Medan.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan wawancara mendalam dengan guru PAI, observasi langsung terhadap proses pembelajaran, serta analisis dokumen kurikulum dan rencana pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Swasta Brigjend Katamso Medan telah berjalan dengan baik, meskipun masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan pemahaman yang bervariasi diantara guru-guru. Kurikulum Merdeka memungkinkan guru PAI untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis pada kebutuhan siswa, namun membutuhkan peningkatan pelatihan dan pendampingan lebih lanjut bagi para pengajar. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun pembelajaran lebih fleksibel, evaluasi terhadap efektivitas kurikulum baru ini masih perlu dilakukan secara berkala untuk mengoptimalkan pencapaian kompetensi siswa. Kesimpulannya, meskipun implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Swasta Brigjend Katamso Medan sudah dilaksanakan dengan baik, terdapat kebutuhan untuk memperkuat kompetensi dan pemahaman guru dalam mengelola kurikulum agar lebih optimal

    Eksistensi dan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Kearifan Lokal Suku Sasak (Krame Banjar) di Desa Sepit

    Full text link
    Penelitian ini bersifat lapangan sekaligus kajian pustaka dan teori yang digunakan untuk melihat proses dialektika tradisi kerame banjar dan bagaimana manejemen tradisi banjar terlembagakan dan diwariskan sebagai upaya penguatan nilai moderasi beragama di desa Sepit. Pendekatan yang digunakan dalam penalitian ini adalah pendekatan sosilogi yakni teori structural fungsional Talcott Parsons dan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Tomas Luckmann. Dalam teori struktural fungsional, ada empat gagasan penting yang membuat suatu sistem atau struktur bekerja dengan baik. Ide-ide ini disebut AGIL, yang merupakan singkatan dari Adaptasi, Pencapaian Sasaran, Integrasi, dan Latensi.  Sebagai hasilnya, Proses eksternalisasi Krame Banjar dapat dilihat melalui proses adaptasi nilai dan tindakan yang tergambar dalam sikap menerima dan partisipasi anggota banjar, selanjutnya proses objektifikasi tergambarkan dalam kontribusi anggota banjar dalam setiap acara banjar dan sebagai proses trakhir yakni proses internalisasi yakni anggota banjar mulai mempercayai dan melestarikan tradisi Banjar

    Konvergensi Nalar Doktrin Kitab Suci Agama: Telaah Konsep Keadilan Perspektif Al-Qur’an dan Weda

    Full text link
    All religions teach justice in its various forms and concepts. Also with the values of justice in all religions has a very substantial and principled position. No exception to Islam and Hinduism. This research uses library research methods with descriptive-analytical patterns, through text analysis approaches. It was created to examine the extent to which religions, in this context Islam and Hindu, understood the concept of justice based on the Scriptures. The Qur'an emphasizes the difference between the righteousness of mankind and that of God Himself. Unlike Hinduism, justice seems more exclusive, actionary and sometimes complex. That is, although Hindu teaches justice in the form of dharma and karmaphala, but it is bound by the law of cause and effect. It is the Lord who makes a distinction between it and the Qur'an. Moreover, the Hindu sees justice in the existence of karma acquired through the phase triangle, that is, life in the past, present, and life at rebirth. In the Qur'an, the term of absolute karma is not known. Because, God could have changed the fate of a slave if He pleased.Nilai-nilai keadilan dalam agama memiliki posisi yang sangat substansial dan prinsipil. Semua agama mengajarkan keadilan dalam berbagai bentuk dan konseptualnya. Artikel ini dibuat untuk menelaah sejauh mana agama, dalam konteks ini Islam dan Hindu, memahami konsep keadilan berdasarkan kitab sucinya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pola deskriptif-analitis, melalui pendekatan analisis tekstual. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa, konsep keadilan yang ditawarkan kitab suci Islam, mengandung perbedaan dengan yang ditawarkan kitab sucinya Hindu. Al-Qur’an menekankan perbedaan antara keadilan yang berlaku pada manusia dengan yang berlaku bagi Allah sendiri. Keadilan konteks manusia berkisar pada makna keseimbangan, persamaan, dan pemberian hak, sedangkan untuk Allah, keadilan adalah wujud rahmat dan kebaikan-Nya secara universal. Berbeda dengan Hindu, keadilan justru terlihat lebih eksklusif, aksional dan terkadang kompleks. Artinya, meskipun Hindu mengajarkan keadilan dalam wujud dharma dan karmaphala, tetapi ia terikat dengan hukum sebab akibat. Tuhan pun, masuk dalam ketetapan sebab akibat—inilah yang membedakannya dengan konsep al-Qur’an. Selain itu, Hindu melihat keadilan dalam wujud karma yang diperoleh melalui tigas fase, yaitu kehidupan masa lalu, sekarang, dan kehidupan saat kelahiran kembali. Dalam al-Qur’an istilah karma yang absolut justru tidak dikenal. Karena, Tuhan bisa saja merubah takdir seorang hamba jika Dia berkenan

    Peran Pengasuh Dalam Membina Prilaku Sosial Anak Panti Asuhan

    Full text link
    This service aims to determine the role of caregivers at the Mande Kanduang Pakan Sinayan Orphanage and foster the social behavior of foster children. The target object of this service is the head of the Mande Kanduang orphanage as well as the caretaker of the orphanage, and the children at the Mande Kanduang orphanage and their foster siblings.  The results of the service show that the orphanage administrators are considered as a family for each orphanage child where the orphanage administrators and caregivers have a function as a place to fulfill love, fulfill physical needs, provide education and provide a view of life for the children as well as a place to instill values ​​and norms that apply in society. Caregivers try to act by providing rules in the orphanage to change the behavior of foster children for the better. And caregivers have an important role in fostering social behavior which is always shown by every child at the Mande Kanduang orphanage both among themselves and with the surrounding community.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengasuh di Panti Asuhan Mande Kanduang Pakan Sinayan dan membina prilaku sosial anak asuh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. informan pertama dalam penelitian ini adalah kepala panti asuhan Mande Kanduang sekaligus pengasuh dari panti asuhan tersebut, dan informan pendukung adalah anak anak yang ada di panti asuhan Mande Kanduang beserta kakak asuhnya.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurus panti yang telah dianggap sebagai suatu keluarga bagi setiap anak panti dimana pengurus dan pengasuh panti mempunyai fungsi sebagai tempat pemenuhan kasih sayang, pemenuhan kebutuhan fisik, pendidikan dan memberikan pandangan hidup bagi anak-anak serta sebagai tempat penanaman nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Pengasuh berusaha bertindak dengan memberikan aturan di dalam panti untuk mengubah perilaku anak asuh kearah yang lebih baik. Serta pengasuh memiliki peran penting dalam membina prilaku sosial yang selalu di perlihatkan oleh setiap anak panti asuhan Mande Kanduang baik antar sesama maupun dengan masyarakat sekitar.&nbsp

    Penerapan Materi PAI dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Batik Ecoprint di Sekolah Dasar

    Full text link
    This research explores the integration of Islamic Religious Education (PAI) in the Project to Strengthen the Pancasila Student Profile through Batik Ecoprint. The study examines how the values of Pancasila and Islamic teachings can be combined to foster students' character development, creativity, and environmental awareness. The Batik Ecoprint project serves as an innovative educational approach that not only introduces students to traditional arts but also aligns with ecological consciousness and moral values emphasized in PAI. This qualitative research employs a case study method to analyze the project's implementation, highlighting its effectiveness in promoting religious values, cultural preservation, and environmental sustainability. The findings indicate that the integration of PAI with local cultural elements, such as Batik Ecoprint, contributes to shaping well-rounded students who embody the Pancasila profile with a strong foundation in religious principlesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Batik Ecoprint di Sekolah Dasar Negeri Cikaso. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipasi aktif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Batik Ecoprint berperan dalam mengembangkan tiga dimensi utama Profil Pelajar Pancasila, yaitu gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Proses pembelajaran ini menekankan kolaborasi antar siswa, pengembangan regulasi diri, dan eksplorasi kreativitas dalam menciptakan karya orisinal. Materi PAI diterapkan dengan menanamkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar tentang kewirausahaan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai Islami dan kebangsaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi PAI dalam proyek kreatif efektif membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran ekologi

    Integrasi Nilai-nilai Islam dalam Pembelajaran Matematika : (Studi Kasus MTs Putri Al-Ishlahuddiny Kediri)

    Full text link
    This study aims to understand the Islamic values ​​integrated into Mathematics learning at MTs Putri Al-Ishlahuddiny Kediri, and to understand how the integration method is. Using a qualitative approach with a case study type, data was collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that Islamic values ​​such as praying before studying, fairness, and helping each other are applied in Mathematics learning. The value of gratitude is instilled to increase motivation and academic achievement, while fairness and social care encourage the creation of an inclusive and collaborative learning environment. The integration of these values ​​is carried out through teaching that links the concept of Mathematics with Islamic teachings, as well as the preparation of evaluation questions with an Islamic concept. For example, in the material on linear equations, the teacher uses examples that reflect justice. Thus, the integration of Islamic values ​​in Mathematics learning at this madrasah contributes positively to the development of Islamic character.Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai Islam yang diintegrasikan dalam pembelajaran Matematika di MTs Putri Al-Ishlahuddiny Kediri, serta memahami bagaimana metode integrasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti berdo’a sebelum belajar, sikap adil, dan saling membantu diterapkan dalam pembelajaran Matematika. Nilai syukur ditanamkan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi akademik, sementara sikap adil dan peduli sosial mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan kolaboratif. Integrasi nilai-nilai ini dilakukan melalui pengajaran yang mengaitkan konsep Matematika dengan ajaran Islam, serta penyusunan soal evaluasi yang berkonsep keislaman. Misalnya, dalam materi persamaan linier, guru menggunakan contoh yang mencerminkan keadilan. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran Matematika di madrasah ini berkontribusi positif terhadap pengembangan karakter Islami

    Pendidikan Keamanan dan Perdamaian Berkelanjutan dalam Kurikulum Pendidikan Guru untuk Pembangunan Berkelanjutan: Persepsi Pendidik

    No full text
    This study investigated security and sustainable peace education in teacher education curriculum for sustainable development, teacher educators’ perception. The study adopted survey design to determine AlvanIkoku Federal College of Education Owerri teacher educators’ perceptions on integrating security and sustainable peace education in teacher education curriculum for sustainable development. Researchers’ made attitude questionnaire titled” Teachers-educator Questionnaire onintegrating security and sustainable peace education in teacher education curriculum for sustainable development”was used for data collection. It had reliability coefficient of 0.86 determined using Cronbach Alpha.  The findings showed that teacher educators have positive perceptions onintegrating security and sustainable peace education in teacher education curriculum for sustainable development. It was recommended among others that relevant authorities in teacher education programme and teacher education curriculum planning should endevour to integrate security education in teacher education curriculum for effective sustainable development.Studi ini menyelidiki keamanan dan pendidikan perdamaian berkelanjutan dalam kurikulum pendidikan guru untuk pembangunan berkelanjutan, persepsi pendidik guru. Studi ini mengadopsi desain survei untuk menentukan persepsi pendidik guru AlvanIkoku Federal College of Education Owerri tentang mengintegrasikan keamanan dan pendidikan perdamaian berkelanjutan dalam kurikulum pendidikan guru untuk pembangunan berkelanjutan. Kuesioner sikap yang dibuat peneliti berjudul "Kuesioner Guru-pendidik tentang mengintegrasikan keamanan dan pendidikan perdamaian berkelanjutan dalam kurikulum pendidikan guru untuk pembangunan berkelanjutan" digunakan untuk pengumpulan data. Kuesioner tersebut memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,86 yang ditentukan menggunakan Cronbach Alpha. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidik guru memiliki persepsi positif tentang mengintegrasikan keamanan dan pendidikan perdamaian berkelanjutan dalam kurikulum pendidikan guru untuk pembangunan berkelanjutan. Direkomendasikan antara lain bahwa otoritas terkait dalam program pendidikan guru dan perencanaan kurikulum pendidikan guru harus berusaha untuk mengintegrasikan pendidikan keamanan dalam kurikulum pendidikan guru untuk pembangunan berkelanjutan yang efektif

    Musik Populer dalam Dakwah Islam di Indonesia

    Full text link
    In the late 1990s, popular music with Islamic values ​​emerged in Indonesia’s music and recording industry. This music features lyrics containing Sufism values. The musicians are also spiritual leaders for the audience. Knauth found three main genres representing popular Islamic music in Indonesia from 2002-2007 through an ethnographic approach. The three genres are nasyid with musicians Aa Gym, Islamic rock with musicians Ahmad Dhani and Dewa 19, and Islamic fusion with Cak Nun and Kiai Kanjeng. Benedict Anderson's theory of Javanese power and leadership and the theory of Islamic political scholar John Esposito compare these leaders (musicians). Knauth explained how the spiritual journey of the three influenced the songs they performed. The lyrics of the song contain various monotheism and tasawuf teachings.In the late 1990s, popular music with Islamic values ​​emerged in Indonesia’s music and recording industry. This music features lyrics containing Sufism values. The musicians are also spiritual leaders for the audience. Knauth found three main genres representing popular Islamic music in Indonesia from 2002-2007 through an ethnographic approach. The three genres are nasyid with musicians Aa Gym, Islamic rock with musicians Ahmad Dhani and Dewa 19, and Islamic fusion with Cak Nun and Kiai Kanjeng. Benedict Anderson's theory of Javanese power and leadership and the theory of Islamic political scholar John Esposito compare these leaders (musicians). Knauth explained how the spiritual journey of the three influenced the songs they performed. The lyrics of the song contain various monotheism and tasawuf teachings. &nbsp

    328

    full texts

    398

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pondok Jurnal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇