E-Journal Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau
Not a member yet
231 research outputs found
Sort by
PERUNDUNGAN MAYA (CYBER BULLYING) PADA REMAJA AWAL
Cyber harassment is a behavior or act of intimidation that is used through modern communication technology media aimed at humiliating, insulting, playing with, even threatening or intimidating individuals to control and regulate the individual. The most widely used online media are Facebook, SMS and Instagram. The forms of cyber harassment experienced by victims are ridicule, slander, threats, and are the object of gossip. The perpetrator of the harassment aims to joke, revenge, and because it can hide the identity. Virtual harassment causes the victim to feel angry, ashamed, unable to concentrate on learning, and afraid. Victims of virtual abuse claim that the mental impact they experience is more serious than abuse in the real world. Social media is usually used to upload content or show someone's aspirations as a way to express and communicate. The sophisticated development of media technology is the reason that all things can be well communicated. But humans today use it the other way around, one of which is currently rife is cyberbullying. Bullying behavior is still quite high in Indonesia, especially during adolescence, therefore bullying victims need special attention not to cause long trauma until they are mentally affected so as to cause harm to themselves by injuring, confined and even thinking about suicide.
Perundungan maya (cyber bullying) merupakan suatu perilaku atau tindakan intimidasi yang digunakan melalui media teknologi komunikasi modern yang ditujukan untuk mempermalukan, menghina, mempermainkan, bahkan mengancam atau mengintimidasi individu untuk menguasai dan mengatur individu tersebut. Adapun media online yang paling banyak digunakan adalah Facebook, SMS, dan Instagram. Bentuk perundungan maya yang dialami korban adalah ejekan, fitnah, ancaman, dan menjadi objek gosip. Pelaku melakukan perundungan bertujuan untuk bercanda, balas dendam, dan karena dapat menyembunyikan identitas. Perundungan maya menyebabkan korban merasa marah, malu, tidak bisa konsentrasi belajar, dan takut. Korban perundungan maya mengaku bahwa dampak mental yang dialami lebih serius dibanding dengan perundungan di dunia nyata. Media sosial biasanya digunakan untuk mengunggah sebuah konten atau menunjukkan aspirasi seseorang sering dipakai sebagai cara untuk berekspresi dan berkomunikasi. Canggihnya perkembangan teknologi media menjadi alasan bahwa semua hal dapat dikomunikasikan dengan baik. Namun manusia zaman ini menggunakannya dengan sebaliknya, salah satu yang kini tengah marak terjadi ialah cyberbullying. Perilaku bullying masih cukup tinggi di Indonesia terutama pada masa remaja, maka dari itu korban bullying sangat membutuhkan perhatian khusus jangan sampai menyebabkan trauma yang panjang sampai terkena mentalnya sehingga menyebabkan yang merugikan dirinya sendiri dengan cara melukai, terkekang bahkan sampai berpikir untuk bunuh diri
RELEVANSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SURAH ALI-IMRAN 159-160
Relatively Islamic character education is similar to moral education (akhlaq), in which purifying the soul is maintained because the main purpose man character’s creation is a submission to Allah. The objective of the research to explore the character education improvement and its implementation. In Islam, such an education is an effort to form good character as stated in Surah Ali-Imran verses 159-160. This study uses a qualitative method in that it is attempts to understand phenomena in the surrounding environment and to explore books, journal articles, and reviews of previously published research. The result of this research is that character education is to intentionally cultivate virtues in people like the Prophet Muhammad has who is a role model for humans. While the values of character education in Islam are taqwa (fear of God), tawakkal (trusting in God’s plan), responsible, tolerance, honest, discipline, hard work, curiosity, peace-loving, gentle, forgiving each other, deliberation (musyawarah), and helping each other. In short, according to Al-Misbah exegesis, the values of character education illustrated in the Surah Ali-Imran verses 159-160 include: gentleness, mutual forgiveness, deliberation, tawakkal to Allah, and helping each other.
Secara relatif, pendidikan karakter dalam Islam sama dengan pendidikan akhlak, dimana penyucian jiwa diutamakan karena tujuan penciptaan karakter manusia adalah untuk berbakti kepada Tuhan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplor peningkatan pendidikan karakter dan pelaksanaannya. Pendidikan karakter dalam Islam mengarahkan pencapaian seseorang pada karakter yang baik sebagaimana terdapat dalam surat Ali-Imran ayat 159-160. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan upaya memahami fenomena dalam lingkungan sekitar, buku, artikel jurnal, maupun laporan hasil penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini adalah pendidikan karakter menuntut manusia untuk berbudi luhur seperti Nabi Muhammad yang merupakan suri teladan bagi manusia. Sedangkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam Islam yaitu taqwa, tawakkal, bertanggung jawab, toleransi, jujur, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, cinta damai, lemah lembut, saling memaafkan, musyawarah, dan tolong-menolong. Ringkasnya, nilai pendidikan karakter yang dijelaskan dalam surat Ali-Imran ayat 159-160 perspektif tafsir Al-Misbah adalah lemah lembut, saling memaafkan, bermusyawarah, tawakkal kepada Allah, dan tolong-menolon
ANALISIS PEMBIAYAAN PRODUK AMANAH (KEPEMILIKAN KENDARAAN RODA DUA) PADA PT. PEGADAIAN SYARI’AH KOTA LUBUKLINGGAU
Implementasi pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada PT. Pegadaian Syari’ah kota Lubuklinggau masih jauh tertinggal karena pada dasarnya masyarakat lebih memilih untuk melakukan pembiayaan kendaraan roda dua dari lembaga bank maupun lembaga non bank, baik konvensional maupun syari’ah yang ada di kota Lubuklinggau dan proses untuk memperoleh persetujuan pinjaman memerlukan waktu yang lama dan administrasi yang rumit serta jaminan yang diinginkan harus sesuai pinjaman yang dibutuhkan. Dari latar belakang tersebut, permasalahan yang diahadapi adalah analisis serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syari’ah kota Lubuklinggau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan normative yang bertujuan untuk menilai apakah kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaan pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syari’ah kota Lubuklinggau. Hasil dari penelitian ini adalah bahwasanya prosedur pemberian pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syari’ah kota Lubuklinggau adalah mengisi dan menandatangani formulir aplikasi pembiayaan produk amanah dan melampirkan persyaratan yang telah ditentukan, verifikasi berkas (memeriksa kelengkapan berkas dan BI checking), survey lapangan oleh tim mikro dan persetujuan dan pencairan. Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syariah kota Lubuklinggau meliputi: syarat dalam pembiayaan produk amanah mudah dan praktis, biaya administrasi yang ringan, uang muka yang ringan, pembiayaan untuk kendaraan baru dan seken mulai dari Rp 5.000.000 dan maksimal Rp 150.000.000, biaya mu’nah 0,9 % dan objek pembiayaan di asuransikan guna untuk meminimalisir resiko yang mungkin terjadi. Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syari’ah kota Lubuklinggau meliputi kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memahami produk sistem syari’ah dan kurangnya sumber daya manusia (SDM) khususnya karyawan yang bertugas untuk mempromosikan produk ini sehingga kinerja pegadaian syari’ah menjadi tidak optimal
PSIKOTERAPI ISLAM DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Islamic psychotherapy is a process of healing or treatment given to clients by a professional counselor or therapist using a psychological approach, the Koran and hadith, with the aim of helping clients overcome their challenges. both mental problems, spiritual problems (religion), moral problems, and physical problems. Increasing the client's faith and worship, learning and practicing the Qur'an, psychological therapy through prayer, zakat, fasting, pilgrimage, patience, istighfar, and repentance, as well as therapy through dhikr and prayer are all methods that can be used in psychotherapy. The implication in Guidance and Counseling needs to help clients' various life problems, Psychotherapy is the main focus of this research. The type of this research used is library research. The content analysis method was used in this study to analyze the data. Valid conclusions can be drawn from this analysis, which can be double-checked in context. In this analysis, it will be carried out by selecting, comparing and combining some of the data that has been obtained from previous relevant studies. The results and conclusions in this study are Islamic psychotherapy in guidance and counseling is a process of healing or treatment carried out by counselors (therapists) who are professionals in their fields to counselees or clients through a psychological approach, the Koran and hadith
HAKIKAT NAFS DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU JUJUR DALAM BIMBINGAN KONSELING
Konselor islami perlu dilakukan mengingat pentingnya pemberian layanan bimbingan dan konseling yang profesional, pemberian materi berupa tazkiyatun nafs diharapkan mampu memberikan bekal kepada calon konselor dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang profesional dan berlandaskan nilai-nilai dalam Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pustaka (Library Reseach). Studi pustaka ialah penelitian yang teknik pengumpulan datanya dilakukan di lapangan (perpustakaan) dengan didasarkan atas pembacaan-pembacaan terhadap beberapa literatur yang memiliki informasi serta memiliki relevansi dengan topik penelitian. proses pendidikan Islam disini adalah membawa siswa pada keadaan seimbang antara jasmani dan rokhani atau fisik dan psikis. Keseimbangan antara jasmani dan rokhani ini lebih menekankan kepada kecukupan pemenuhan keduanya. Kebutuhan fisik lebih kepada kebutuhan untuk bertahan hidup, makan, minum, pakaian, tempat tinggal dll. Sedangkan kebutuhan rokhani lebih mengarah kepada pemenuhan dalam spiritualitas yang merujuk kepada ketentraman jiwa sehingga menghasilkan jiwa yang sehat
NILAI-NILAI RELIGIUSITAS DAN RITUAL DALAM SIRAMAN PENGANTIN ADAT JAWA: SUATU TINJAUAN AGAMA DAN BUDAYA
One of the ritual practices that has been passed down from generation to generation since decades ago is ritual of Siraman. Siraman is a ritual carried out at weddings in Javanese tradition. This is symbolic which means being able to clean up negative things both physically and mentally before carrying out the ijab qabul. This study aims to reveal the history, religiosity and concept of the bridal shower ritual in Javanese customs. This research method uses descriptive qualitative methods with content analysis techniques. In addition to self-purification, washing or bathing in a meaningful way to ask for guidance and safety from God for their life after marriage. During the Siraman, prayers for the bride and groom are recited. This splash is also a sign that the quotes, deeds, and thoughts of the bride and groom are clean. In the end, the ritual of Siraman becomes a cultural tradition in which philosophical and religious values are closely contained.
Salah satu praktik ritual yang lahir turun temurun sejak puluhan tahun silam yakni ritual siraman. Siraman adalah ritual yang dilaksanakan pada perayaan pernikahan pengantin dalam adat jawa. Siraman ini merupakan simbolis yang bermakna mampu membersihkan hal-hal yang negatif baik fisik ataupun mental pengantin sebelum dilaksanakan nya ijab qobul. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejarah, religiusitas dan konsep ritual siraman pengantin dalam adat Jawa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik conten analysis. Disamping untuk penyucian diri, siraman ataupun mandi bermakna pengantin meminta petunjuk dan keselamatan kepada sang khaliq untuk kehidupan keduanya setelah menikah. Selama siraman berlangsung, dilantunkan doa-doa kebaikan untuk kedua pengantin. Siraman ini juga menjadi tanda agar perkataan, perbuatan, maupun pikiran kedua pengantin bersih. Pada akhirnya, ritual siraman menjadi sebuah tradisi budaya yang didalamnya terkandung erat nilai filosofis dan nilai agama
PENGERTIAN AGAMA DAN PERAN AGAMA DALAM KESEHATAN MENTAL
Associated with mental health, of course, cannot be separated from the role of religion. In this paper, we will discuss how the influence of religion is related to mental health. Religious psychotherapy, namely therapy given by re-learning and practicing the teachings of Islam. As it is known that the teachings of Islam contain guidance on how human life is free from anxiety, tension, depression, etc. Mental health is the avoidance of a person from complaints and mental disorders in the form of neurosis and psychosis (adjustment to the social environment). Mentally healthy people will always feel safe and happy in any condition, he will also introspect on everything he does so that he will be able to control and control himself. Psychology of religion is one proof of the special attention of psychologists to the role of religion in human life and psychology. Even the most extreme opinion about it still shows how religion has been assessed as part of human personal life which is closely related to psychological symptoms.
Terkait dengan kesehatan mental tentunya tidak lepas dengan peran serta agama. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai bagaimana pengaruh agama tersebut kaitannya dengan kesehatan mental.Psikoterapi keagamaan, yaitu terapi yang diberikan dengan kembali mempelajari dan mengamalkan ajaran agama Islam. Sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Islam mengandung tuntunan bagaimana kehidupan manusia bebas dari rasa cemas, tegang, depresi, dan sebagainyaKesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial) Orang yang sehat mental akan senantiasa merasa aman dan bahagia dalam kondisi apapun, ia juga akan melakukan intropeksi atas segala hal yang dilakukannya sehingga ia akan mampu mengontrol dan mengendalikan dirinya sendiri. Psikologi agama merupakan salah satu bukti adanya perhatian khusus para ahli pskologi terhadap peran agama dalam kehidupan dan kejiwaan manusia. Pendapat yang paling ekstrem pun tentang hal itu masih menunjukkan betapa agama sudah dinilai sebagai bagian dari kehidupan pribadi manusia yang erat kaitannya dengan gejala gejala psikologis
PENERAPAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM PADA UNIT PENDIDIKAN
Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian yang berlangsung seumur hidup, baik di sekolah maupun di madrasah. Pendidikan juga merupakan suatu proses di mana individu dibantu baik jasmani maupun rohani untuk membentuk kepribadian yang berkualitas tinggi. Pendidikan dalam konteks Islam berarti membimbing, memimpin, mengajar, melatih, memelihara pertumbuhan jasmani dan rohani menurut ajaran Islam serta mengawasi pelaksanaan seluruh ajaran Islam. Dalam kaitan ini, peran bimbingan dan konseling Islam dalam pendidikan adalah membantu manusia menjadi manusia yang maju dalam pendidikan dan membentuk pribadi yang berguna dalam kehidupannya dengan cara pandang, pandangan, interpretasi, pilihan dan penyesuaian yang berbeda. dan keterampilan yang sesuai dengan Anda dan lingkungan. Oleh karena itu, urgensi bimbingan dan Konseling Islam sangat penting untuk mencapai perkembangan dan optimalisasi proses pendidikan
KOMUNIKASI TERAPEUTIK ISLAM DALAM MENGATASI MASALAH PSIKOLOGIS SISWA-SISWI DI SMP NEGERI 1 MUARA RUPIT
Komunikasi terapeutik Islam adalah komunikasi interpersonal yang terjadi antara pasien dengan perawat untuk membantu penyembuhan atau pemulihan pasien dengan memberikan saran interaksi kepada membantu penyembuhan pasien dan untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien, berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Pasien yang dirujuk siswa madrasah yang memiliki masalah psikologis yang dihadapi sebagai hasil dari tekanan dalam pendidikan, apakah itu target minimal yang harus dipenuhi, standardisasi, keragaman latar belakang mahasiswa, kompleksitas materi pelajaran, hingga masalah kekurangan sumber daya (baik kompetensi, potensi, maupun biaya pendidikan) menyebabkan stres dan masalah pada psikologis. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana komunikasi terapeutik Islam dapat dilakukan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa psikologi madrasah. Komunikasi terapeutik akan lebih bermakna jika suatu pendidik berinteraksi langsung dengan peserta didik, terutama dengan memberikan saran-saran untuk memperkuat unsur-unsur spiritual yang akan saran positif untuk penyembuhan dan masalah psikologis dihadapi oleh siswa. Dalam hal ini, para pendidik menjadikan dirinya terapeutik melalui berbagai teknik komunikasi secara optimal dengan tujuan mengubah perilaku pasien dalam positif melalui penguatan nilai-nilai Islam
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU SMP AL-FUDHOLA’ SUNGAI LILIN KAB MUSI BANYUASIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Kinerja Guru. Penelitian menggunakan metode peneletian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dari bahan-bahan tertulis yang berupa dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Al - Fudhola’ yaitu peran kepala sekolah sebagai educator (pendidik), sebagai manajer, sebagai administrator, sebagai supervisor, sebagai pemimpin, sebagai innovator dan sebagai motivator. Upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Al - Fudhola’ yaitu dengan cara (a) Memotivasi guru, (b) Meningkatkan disiplin guru, (c) menciptaan suasana kerja yang kondusif, (d) Meningkatkan kompetensi guru, dan (e) meningkatkan kompetensi akademik. Faktor pendukung dan Penghambat kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru yaitu: (a) Faktor pendukung; Kepala sekolah yang memahami perannya, Sarana dan prasarana yang memadai, Guru SMP Al - Fudhola’ memiliki integritas dan profesionalisme dalam proses pembelajaran, dan adanya kerjasama yang harmonis. (b) Faktor penghambat; kurangnya waktu yang tersedia dan adanya hal-hal yang bertabrakan dengan tugas seorang guru. Implikasi dari penelitian ini adalah peran kepala sekolah sangat penting dalam peningkatan kinerja guru dan terdapat beberapa peran kepala sekolah, sehingga berdasarkan penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak sekolah untuk lebih meningkatkan kinerja guru agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dapat dijadikan sebagai sumber teori atau referensi dalam meningkatkan kinerja guru