E-Journal Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau
Not a member yet
231 research outputs found
Sort by
STUDI KASUS EKS PENYALAHGUNA NAPZA DENGAN KEPERCAYAANDIRI RENDAH DI KELURAHAN LUBUK TANJUNG KOTA LUBUKLINGGAU
The crisis of confidence in former drug abusers is a common condition, then the effects of these illegal drugs are exacerbated by an unsupportive environment, thus disrupting the social life of the individual. Feelings of inferiority and even anxiety illustrate that the self-confidence of drug abusers is low. Thus, the purpose of this study is to explore the problems that occur through how the factors that cause self-confidence problems experienced by the subject and the application of treatment use individual counseling with the trait and factor approach. The subject of this research is one former drug abuser with low self-confidence. This research uses a qualitative method in the form of case study research that uses data collection techniques through observation, questionnaires, and interviews. Data analysis was carried out through six stages, namely: the analysis step, the synthesis step, the diagnosis step, the prognosis step, the treatment step, and the follow-up step. Furthermore, using the technique of determining the validity of the data by means of member check. The results of the study illustrate that clients have self-confidence caused by internal and external factors, while the application of trait and factor counseling treatments shows changes in client behavior towards better than before and can overcome client problems.
Krisis kepercayaan diri pada mantan penyalahguna NAPZA merupakan kondisi yang lazim terjadi, kemudian efek yang ditimbulkan dari obat-obatan terlarang tersebut diperparah dengan lingkungan yang kurang mendukung, sehingga mengganggu kehidupan sosial individu. Perasaan minder bahkan cemas menggambarkan bahwa kepercayaan diri penyalahguna NAPZA itu rendah. Dengan begitu tujuan penelitian ini untuk mendalami permasalahan yang terjadi melalui bagaimana faktor-faktor penyebab permasalahan kepercayaan diri yang dialami subjek dan penerapan treatment menggunakan konseling individu pendekatan trait and factor. Subjek penelitian adalah satu orang eks penyalahguna NAPZA dengan kepercayaan diri rendah Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui, observasi, angket, dan wawancara. Analisis data ditempuh melalui enam tahapan yakni: langkah analisis, langkah sintesis, langkah diagnosis, langkah prognosis, langkah treatment, dan langkah follow-up. Selanjutnya menggunakan teknik penentuan keabsahan data
dengan cara member check. Hasil penelitian menggambarkan bahwa klien memiliki kepercayaan diri disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, sedangkan penerapan treatment konseling trait and factor menunjukan perubahan perilaku klien kearah yang lebih baik dari sebelumnya dan dapat mengatasi permasalahan klien
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DENGAN TEKNIK PLAY THERAPY DALAM KONSELING INDIVIDU
Konseling merupakan sebuah wadah untuk membantu sesama dan untuk mengurangi masalah didalam masyarakat. Sering terjadi tidak adanya penyelesaian suatu hal yg dihadapi oleh seseorang oleh karena itu peran ini diperlukan. Seiring dengan perkembangan zaman sudah banyak sekali pengalaman yang dapat diambil, bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang artinya saling membutuhkan. Dan metode atau teknik yang akan digunakan dalam hal ini ada banyak sekali,maka dari itu metode yang akan digunakan ialah play therapy, metode atau teknik ini sudah lama dilakukan karena sesuai dengan berbagai umur walaupun sering digunakan untuk anak-anak 10-14 tahun. teknik ini juga bisa untuk kalangan dewasa disebabkan oleh Play therapy ini memiliki banyak konsep pelaksanaan serta memiliki seni dalam mempraktekkannya. Bukan hanya membantu tetapi juga bisa memberi warna dalam sebuah kegiatan, sehingga klien dalam konseling dapat menemukan penyelesaian masalah (problem solver). Jadi rasa percaya diri akan timbul sehingga dapat meningkatkan keterampilan melakukan suatu kegiatan ataupun problematika kehidupan sehari-hari, apabila rasa percaya diri sudah ada dan rasa semangat dalam diri untuk melakukan suatu hal maka keterampilan akan terus terasa dan itu dapat menjadi bekal untuk masa depan. Karena ada rasa yakin akan hal tersebut serta tidak takut untuk mengalami kegagalan, karena kegagalan akan dijadikan sebagi sebuah doping penyemangat dalam mencapai kesuksesan serta ketrampilan yang sudah terasah dengan baik
PERAN SUPERVISI DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PEMBIMBING
The role of supervision is needed to improve, enhance and empower supervising teachers so that they can and are able to develop their competencies, so they are able to work with good performance. This study aims to obtain information related to: 1. The role of supervision to help improve the performance of supervising teachers at SMP Negeri L. Sidoharjo; 2. Obstacles that the supervising teacher has in carrying out supervision in improving the performance of the supervising teacher. The type of research used in this research is qualitative research with descriptive methods, the data collection technique used is through interviews, observation and documentation, the subject of the research is the supervising teacher. The results of this study are: 1. The supervision that is carried out plays a role in helping to improve the performance of supervising teachers at the school. 2. The obstacle experienced by the supervising teacher during the implementation of supervision was that the supervision was carried out by supervisors who did not have a background in counseling guidance, so that during the implementation of supervising the supervising teacher explained the work tools and service programs used in implementing the supervising teacher.
Peran supervisi diperlukan untuk perbaikan, peningkatan serta memberdayakan guru pembimbing supaya bisa dan mampu mengembangkan kompetensinya, sehingga mampu bekerja dengan kinerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperolah informasi yang berkaitan dengan: 1. Peran supervisi untuk membantu meningkatkan kinerja guru pembimbing pada SMP Negeri L. Sidoharjo; 2. Hambatan yang guru pembimbing dalam pelaksanaan supervisi dalam meningkatkan kinerja guru pembimbing. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, subjek penelitian tersebut adalah guru pembimbing. Hasil penelitian tersebut yaitu: 1. Peran supervisi yang dilaksanakan kurang dirasakan oleh guru pembimbing dalam membantu meningkatkan kinerja guru pembimbing di sekolah tersebut. 2. Hambatan yang dialami guru pembimbing saat pelaksanaan supervisi adalah pelaksanaan supervisi dilaksanakan oleh supervisor yang tidak berlatar belakang bimbingan konseling, sehingga saat pelaksanaan supervisi guru pembimbinglah yang menjelaskan perangkat kerja dan program layanan yang digunakan dalam pelaksanaan guru pembimbing
CITRA DAN KEPRIBADIAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM
This paper aims to examine the image and personality of human beings in the perspective of Western psychology and Islamic psychology. The writing method used is a qualitative method (qualitative research). As for the process of analyzing the data, the author uses the descriptive-analytical analysis method. This paper proves that the study of human image in the review of Western psychology and Islamic psychology has similarities. Similarly, in the humanistic school of psychology the image of the human being is seen as a good being and has unlimited potential (homo ludens). This view is consistent with the teachings of Islam as well as the Eastern people's view of man. However, in understanding human personality, Western psychology and Islamic psychology have differences. First, in the perspective of Western psychology, the study of human personality is ethically neutral, that is, it only displays the personality that appears as it is.In the perspective of Islamic psychology, the study of human personality is ethically laden, that is, it displays the personality that should be. Second, in the perspective of Western psychology, the study of personality only looks at the empirical (environmental) aspect, without looking at the mental (spiritual) aspects behind the human personality.In the perspective of Islamic psychology, the study of personality not only looks at the empirical (environmental) aspects, but also looks at the mental (spiritual) aspects that underlie the human personality. Third, in the perspective of Western psychology the study of personality is anthropocentrically oriented, which means that the human personality is influenced by human potential alone, and negates the existence of interference or will from God Almighty. Meanwhile, the study of human personality in the perspective of Islamic psychology is anthropo-religiouscentric oriented, which means that human personality is not only influenced by human potential, but also there is interference or will from God Almighty
Konsep Behavior Therapy dalam Meningkatkan Self Efficacy Pada Siswa Terisolir
This article describes the concept of behavioral therapy in self-efficacy for isolated students. Behavioral theory assumes that the counselee's behavior is the result of the counselor's condition, therefore, the counselor in every counseling must assume that every counseling must assume that every counselee's reaction is the result of the situation (stimulus) it provides. The purpose of behavioral counseling in decision making is to actually make decisions. The behavioral counselor with the counselee agrees to arrange a sequence of behavior change procedures to be changed, and then the counselor stimulates the counselee's behavior. Behavioral counselors have a very important role in helping the counselee express the role that must be done by the counselor, namely being accepting, trying to understand the counselee and what is being said without judging or criticizing it. problems, goals to be achieved.
Artikel ini menjelaskan konsep terapi perilaku dalam self-efficacy untuk siswa terisolasi. Teori perilaku beranggapan bahwa perilaku konseli merupakan hasil dari kondisi konselor, oleh karena itu konselor dalam setiap konseling harus beranggapan bahwa setiap konseling harus menganggap bahwa setiap reaksi konseli merupakan akibat dari situasi (stimulus) yang diberikannya. Tujuan konseling perilaku dalam pengambilan keputusan adalah untuk benar-benar membuat keputusan. Konselor perilaku dengan konseli sepakat untuk menyusun urutan prosedur perubahan perilaku yang akan diubah, kemudian konselor merangsang perilaku konseli. Konselor perilaku memiliki peran yang sangat penting dalam membantu konseli mengungkapkan peran yang harus dilakukan oleh konselor yaitu menerima, berusaha memahami konseli dan apa yang dikatakan tanpa menilai atau mengkritiknya. masalah, tujuan yang ingin dicapai
PENYELESAIAN PERMASALAHAN SANTRI MELALUI PEER HELPING INDIGENOUS
Peer helping is the behavior of providing interpersonal assistance carried out by non-professional people who carry out a role of assistance to others. In this phase, adolescents still show a childish nature, but on the other hand, they are required to be mature by their environment. In line with their social development, they are more conforming to the group, begin to break away from the bonds and dependence on their parents and often show an attitude of challenging the authority of more mature people. Mental health guidance efforts are very important among teenagers, in the form of special programs, such as increasing awareness of mental health, and so on. This santri mental health program can be carried out through formal youth institutions, such as schools, Islamic boarding schools and can also be carried out through other interventions in the form of programs made specifically for peer groups of students. The purpose of the study was to identify problems that are often faced by students in participating in activities at Islamic boarding schools including problems related to personal life, social life, learning, and self-adaptability to the pattern of Islamic boarding school life. Each of these problems has different characteristics and patterns so that different patterns of settlement are needed according to their respective characteristics. The method applied in this study is a qualitative method to explain a phenomenon as deeply as possible by collecting the deepest data, which shows the importance of depth and detail of the data being studied. The results of the application in solving a problem through peer helping (peer helpers) indigenous counseling which presents an approach with context (family, social, cultural, and ecological) its contents (meanings, values, and beliefs) in other words so that counseling provides space for values. Local cultural values so that through peer helping can be realized properly then they can be trusted with each other among their peers, this can be applied if you meet clients who can indeed be more open with their peers.
Peer helping (penolong sebaya) adalah perilaku pemberian bantuan interpersonal yang dilakukan oleh orang-orang non profesional yang menjalankan suatu peranan bantuan kepada orang lain. Pada fase ini remaja masih menunjukkan sifat kekanak-kanakan, namun di sisi lain dituntut untuk bersikap dewasa oleh lingkungannya. Sejalan dengan perkembangan sosialnya, mereka lebih konformitas
pada kelompoknya, mulai melepaskan diri dari ikatan dan kebergantungan kepada orang tuanya juga sering menunjukkan sikap menantang otoritas orang yang lebih dewasa. Usaha bimbingan kesehatan mental sangat penting dilakukan di kalangan remaja, dalam bentuk program-program khusus, seperti peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental, dan lain sebagainya. Program kesehatan mental santri ini dapat dilakukan melalui institusi-institusi formal remaja, seperti sekolah, pesantren dan dapat pula melalui intervensi-intervensi lain dalam bentuk program yang dibuat khusus untuk kelompok santri sebaya. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi permasalahan yang sering dihadapi para santri dalam mengikuti kegiatan di pondok pesantren meliputi masalah yang terkait dengan kehidupan pribadi, sosial, pembelajaran, dan kemampuan diri dalam adaptabilitas terhadap pola kehidupan pesantren. Masing-masing permasalahan tersebut memiliki ciri dan pola yang berbeda sehingga diperlukan pola penyelesaian yang berbeda pula sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Metode yang di terapkan dalam penelitian ini metode kualitatif menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, yang menunjukkan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Hasil penerapan dalam menyelesaikan suatu permasalahan melalui Peer helping (penolong sebaya) konseling indigenous yang mempresentasikan sebuah pendekatan dengan konteks (keluarga, sosial, kultur, dan ekologis) isinya (makna, nilai, dan keyakinan) dengan kata lain agar konseling memberikan ruang kepada nilai-nilai budaya lokal sehingga melalui Peer helping (penolong sebaya) dapat terealisasikan dengan baik maka bisa saling di percaya satu sama lainnya antar teman sebayanya, hal ini bisa di terapkan apabila di temui klien yang memang dapat lebih terbuka dengan teman sebayanya
UPAYA MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI SUPERVISOR PADA GURU BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ERA SOCIETY 5.0
Education is something that is important to humans because education teaches them how to deal with all the problems in the universe and keep their lives going. Teachers of guidance and counseling have a lot on their plates. In order for teachers to meet the challenges of Islamic education in the era of society 5.0, where students are required to be able to solve problems and think critically, it is important to improve the competence of supervisors in guidance teachers and counseling. Teachers must be able to guide their students to become human beings of development with a Pancasila spirit, then have professional honesty, and always be able to maintain good relations with their students, colleagues, parents of students or families, and the community and have creativity. The method in this study is descriptive with a qualitative approach, data collection in this study using observation, interview and documentation techniques. The results of this study are that in improving the competence of guidance and counseling teacher supervisors, the school principal has a very important role so that this can be realized. Some of the programs that have been designed and scheduled by the SMPIT Annida Lubuklinggau school principal include conducting class visits, conducting individual interviews and conducting evaluations related to guidance and counseling teacher performance reports.
Manusia perlu memiliki akses pendidikan untuk belajar bagaimana menghadapi semua masalah di alam semesta dan melanjutkan hidup mereka. Guru bimbingan dan konseling memiliki banyak tugas. Guru harus selalu dapat menjaga hubungan baik dengan siswanya, rekan kerja, orang tua siswa atau keluarga, dan masyarakat. Mereka juga harus mampu membimbing anak didiknya menjadi manusia pembangunan yang berjiwa pancasila., maka dari itu pentingnya dalam meningkatkan kompetensi supervisor pada guru bimbingan dan konseling supaya dapat menghadapi tantangan-tangan pendidikan Islam yang ada pada era society 5.0, dimana siswa dituntut untuk harus dapat memecahkan masalah, berpikir kritis dan memiliki kreatifitas.
Adapun metode dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data didalam penelitian ini dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ialah dalam meningkatkan kompetensi supervisor guru bimbingan dan konseling, kepala sekola memiliki peranan yang sangat penting supaya hal ini dapat terwujud. Adapun beberapa program yang telah dirancang dan dijadwalkan oleh kepala sekolah SMPIT Annida’ Lubuklinggau yaitu diantaranya seperti melakukan kegiatan kunjungan kelas, melakukan wawancara perseorangan dan melakukan evaluasi terkait laporan kinerja guru bimbingan dan konseling
Integrasi Filsafat, Agama dan Konseling (General Review Integratifitas Konseling dengan Epistimologi Islam)
Filsafat menjadi pandangan yang menghantarkan kita menuju sebuah kedewasaan dalam menghadapi problematika hidup secara lebih bijaksana. Filsafat memiliki kontribusi besar untuk membentuk kepribadian para ahli bidang Bimbingan Konseling atau Guru BK. Nilai-nilai filosofis dapat memberikan arahan dan pemahaman, khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling agar dapat dipertanggungjawabkan secara logis, etis, maupun estetis.
Integratifitasnya terhadap bimbingan dan konseling Islam adalah penerapan Epitimologi Islam dalam proses dan landasan bimbingan konseling salah satunya yaitu landasan filosofis. Dari sudut pandang Epitimologi Islam bahwa ilmu dan agama berfungsi secara beriringan meskipun tak bisa di satukan secara serempak. Ilmu pengetahun dan agama sama- sama melibatkan pengalaman dan interpretation/ penafsiran, sama- sama menggunakan analogi, modern, dan melibatkan paradigma. Perbedaan yang menonjol adalah wahyu yang tidak ada padanannanya dengan ilmu.
Dalam konteks Bimbingan dan Konseling Islam integratifitas epistimologi Islam dengan bimbingan dan konseling adalah pada implementasi landasan filosofis dan profesionalisasi. Seorang konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling terhadap Konseli harus bersikap bijaksana dan tidak otoriter serta melibatkan landasan filosofis selama proses konseling. Dalam lingkup Bimbingan Konseling Islam, kajian tentang jiwa, mental, psikologi dan pendidikan lebih luas jika di tadabburi dalam Al-Qur’an dan Al – Hadist. Konsep dan landasan Bimbingan Konseling Islam sendiri berpijak pada Al- Qur’an dan As-sunah akan menghasilkan pemikiran pemikiran baru dan sikap yang lebih baik dari dalam diri konseli
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI NASIONALISME BUDAYA SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH BUSTANUL ULUM 05 MOJOMULYO KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2020/2021
The impact of globalization has actually eroded the values of nationalism including regional arts and regional languages in basic education, this has been proven both theoretically and empirically. MI bustanul Ulum 05 as one of the basic educational institutions affected by globalization is trying to fortify negative culture from outside and preserve positive culture from within the country, especially regional languages and regional arts. The form of this effort is contained in optimizing the role of the teacher both in informatory, motivator and facilitator ways.
The focus of this research is 1). What is the teacher's role in giving students an understanding of regional languages and regional arts at Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum 05 Mojomulyo for the 2020/2021 Academic Year? 2). What is the role of the teacher in fostering a sense of love and enthusiasm for students in maintaining regional languages and regional arts at Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum 05 Mojomulyo for the 2020/2021 academic year? 3). What is the teacher's role in facilitating students so that they can preserve regional languages and regional arts at Madrasah Ibtidaiyah for the 2020/2021 Academic Year?
This research uses a qualitative approach with the type of research is a field study. Determination of research subjects using purposive sampling. Methods of data collection using observation, interviews, and documentation. Analysis of research data using the Miles and Huberman model. While testing the validity of the data using data triangulation techniques and source triangulation.
The conclusions from the research findings at Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum 05 Mojomulyo for the 2020/2021 Academic Year are: 1) The teacher gives a role in students' understanding of regional languages and regional arts. 2) The role of the teacher fosters students' love and enthusiasm for regional languages and regional arts. 3) the teacher facilitates students so that they can preserve regional languages and regional arts.
Dampak globalisasi memanglah secara nyata mengikis nilai-nilai Nasionalisme termasuk seni daerah dan bahasa daerah pada pendidikan dasar, hal ini dibuktikan baik secara teoritis maupun empiris. MI bustanul Ulum 05 sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar yang terdampak globalisasi sedang berupaya untuk membentengi budaya negative dari luar dan melestarikan budaya positif dari dalam negeri khususnya bahasa daerah dan seni daerah. Bentuk upaya tersebut tertuang dalam mengoptimalkan peran guru baik secara informatory, motivator dan fasilitator.
Fokus penelitian ini adalah 1). Bagaimana Peran guru dalam memberikan pemahaman siswa terhadap bahasa daerah dan seni daerah di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum 05 Mojomulyo Tahun Pelajaran 2020/2021?. 2). Bagaimana Peran Guru dalam menumbuhkan rasa cinta dan semangat siswa dalam Menjaga Bahasa Daerah dan Seni Daerah di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum 05 Mojomulyo Tahun Pelajaran 2020/2021?. 3). Bagaimana peran guru dalam menfasilitasi siswa agar dapat melestarikan bahasa daerah dan seni daerah di Madrasah Ibtidaiyah Tahun Pelajaran 2020/2021?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah study lapangan. Penentuan subjek penelitian menggunakan purpose sampling. Metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, interview, dan dokumentasi. Analisa data penelitian menggunakan model Miles and Huberman. Sedangkan uji keabsahan datanya menggunakan teknik trianggulasi data dan triangualasi sumber.
Kesimpulan hasil temuan penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Bustanul Ulum 05 Mojomulyo Tahun Pelajaran 2020/2021 adalah: 1) Guru memberikan Peran dalam pemahaman siswa terhadap bahasa daerah dan seni daerah. 2) Peran guru menumbuhkan rasa cinta dan semangat siswa terhadap bahasa daerah dan seni daerah. 3) guru menfasilitasi siswa agar dapat melestarikan bahasa daerah dan seni daerah
KONSEP BIMBINGAN KONSELING NON FORMAL KHUSUSNYA PADA PENDIDIKAN KESETARAAN
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan betapa pentingnya layanan bimbingan konseling dimana masalah yang akan muncul berada pada usia anak menginjak 17-20 tahun yaitu pada jalur Pendidikan kesetaraan. Biasanya faktor yang menjadi latar belakang ialah karena kemiskinan. Pengembangan Warga Belajar di Unit Bimbingan Sekolah tidak resmi sangat bervariasi, jadi tahapan dan tugas Perkembangan yang ingin dicapai oleh setiap warga Belajar memiliki perbedaan satu sama lain. Pendampingan dan perencanaan pelayanan selama ini Tidak banyak khusus di lembaga pendidikan nonformal. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan ide Mengembangkan rencana layanan pendampingan dan konsultasi internal lembaga pendidikan nonformal. pengembangan rencana bimbingan dan saran komprehensif berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan, pendidikan nonformal disusun berdasarkan rangkaian proses yang sistematis tersusun dari Perencanaan, desain, implementasi, evaluasi dan keberlanjutan yang harus dilakukan dengan jujur, akurat dan efisien terhadap warga negara yang mengenyam pendidikan nonformal. Penelitian ini menggunakan metode Study Pustaka (Library Research). Dalam penelitian ada beberapa masalah yang muncul meliputi, masalah pribadi dan sosial, masalah belajar, dan masalah karir. Hasil penelitian ini Pendidikan non formal adalah proses kesempatan dimana terdapat komunikasi yang terarah diluar sekolah dan seseorang memperoleh informasi, pengetahuan, Latihan maupun bimbingan sesuai dengan tingkat usia dan tingkat kebutuhan. Pendidikan non formal khususunya kesetaraan memiliki permasalahan yang beragam dan kompleks baik masalah pribadi, sosial, belajar, maupun dalam permasalahan karir. Sehingga perlu menjadi perhatian khusus baik dari pemerintah, konselor, tutor maupun pemangku kepentingan yang lainnya yang terkait dengan Pendidikan non formal agar masalah yang dihadapi oleh siswa dapat ditindak lanjuti dan teratasi