Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Pengaruh Relaksasi Gu Ided Imagery Terhadap Body Image Pada Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Klangenan Kabupaten Cirebon
Stroke adalah suatu gangguan dimana penderita mengalami keterbatasan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sehingga mengakibatkan body image yang negatif, Untuk meningkatkan body image yang negatif dapat dilakukan salah satunya dengan relaksasi guided imagery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi guided imagery terhadap body image pada pasien stroke di wilayah kerja puskesmas klangenan kabupaten Cirebon. Desain penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan rancangan one grup pre test-post test design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 23 responden. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji paired t-test dengan α 0,05 (5%). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa body image pasien stroke sebelum diberikan relaksasi guided imageri sebagian besar dengan kategori negatif yaitu 20 orang (87%), Body image setelah dilakukan relaksasi guided imageri sebagian besar dengan kategori negatif yaitu 12 orang (52,2%). dan ada pengaruh relaksasi guided imagery terhadap body image pada pasien adalah (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh secara signifikan relaksasi guided imagery terhadap body image pada pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Klangenan Kabupaten Cirebon. Saran peneliti, relaksasi guided imageri dapat dijadikan tindakan keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan body image pada pasien strokesecara mandiri.Stroke adalah suatu gangguan dimana penderita mengalami keterbatasan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sehingga mengakibatkan body image yang negatif, Untuk meningkatkan body image yang negatif dapat dilakukan salah satunya dengan relaksasi guided imagery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi guided imagery terhadap body image pada pasien stroke di wilayah kerja puskesmas klangenan kabupaten Cirebon. Desain penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan rancangan one grup pre test-post test design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 23 responden. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji paired t-test dengan α 0,05 (5%). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa body image pasien stroke sebelum diberikan relaksasi guided imageri sebagian besar dengan kategori negatif yaitu 20 orang (87%), Body image setelah dilakukan relaksasi guided imageri sebagian besar dengan kategori negatif yaitu 12 orang (52,2%). dan ada pengaruh relaksasi guided imagery terhadap body image pada pasien adalah (p=0,000) . Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh secara signifikan relaksasi guided imagery terhadap body image pada pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Klangenan Kabupaten Cirebon. Saran peneliti, relaksasi guided imageri dapat dijadikan tindakan keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan body image pada pasien strokesecara mandiri
Perbedaan Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lemon Dan Aromaterapi Peppermint Terhadap Ibu Hamil Dengan Mual Muntah Trimester I Di BPM Nina Marlina Bogor, Jawa Barat, Tahun 2020
Pada masa kehamilan terdapat berbagai komplikasi atau masalah yang terjadi, seperti halnya mual dan muntah yang sering dialami pada ibu hamil yang merupakan salah satugejala awal kehamilannya. Penatalaksanaan mual dan muntah dapat dilakukan dengan menggunakan aromaterapi. Aromaterapi yang dapat digunakan yaitu Inhalasi Peppermintdan Ingesti Lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas aromaterapi inhalasi peppermint dan ingesti lemon terhadap penurunan mual pada ibu hamil trimester I. Desain penelitian ini quasy eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan Two group post test design. Jumlah sampel 20 ibu hamil trimester I dengan teknik purposive sampling. Ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan ingesti lemon terhadap penurunan rasa mual pada ibu hamil trimester I dengan nilai ρ value sebesar 0,014. Ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan inhalasi peppermint terhadap penurunan rasa mual pada ibu hamil trimester I dengan nilai ρ value sebesar 0,007. Tidak ada perbedaanintensitas mual antara kelompok ingesti lemon dan kelompok inhalasi peppermint dengan nilai ρ value sebesar 0,853. Ada pengaruh aromaterapi ingesti lemon dan aromaterapi inhalasi peppermint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di BPM Nina Marlina, Bogor. Dan tidak ada perbedaan intensitas mual antara kelompok ingesti lemon dankelompok inhalasi peppermint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di BPM Nina Marlina, Bogor.Pada masa kehamilan terdapat berbagai komplikasi atau masalah yang terjadi, seperti halnya mual dan muntah yang sering dialami pada ibu hamil yang merupakan salah satu gejala awal kehamilannya. Penatalaksanaan mual dan muntah dapat dilakukan dengan menggunakan aromaterapi. Aromaterapi yang dapat digunakan yaitu Inhalasi Peppermint dan Ingesti Lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas aromaterapi inhalasi peppermint dan ingesti lemon terhadap penurunan mual pada ibu hamil trimester I. Desain penelitian ini quasy eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan Two group post test design. Jumlah sampel 20 ibu hamil trimester I dengan teknik purposive sampling. Ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan ingesti lemon terhadap penurunan rasa mual pada ibu hamil trimester I dengan nilai ρ value sebesar 0,014. Ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan inhalasi peppermint terhadap penurunan rasa mual pada ibu hamil trimester I dengan nilai ρ value sebesar 0,007. Tidak ada perbedaan intensitas mual antara kelompok ingesti lemon dan kelompok inhalasi peppermint dengan nilai ρ value sebesar 0,853. Ada pengaruh aromaterapi ingesti lemon dan aromaterapi inhalasi peppermint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di BPM Nina Marlina, Bogor. Dan tidak ada perbedaan intensitas mual antara kelompok ingesti lemon dan kelompok inhalasi peppermint terhadap mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di BPM Nina Marlina, Bogor
FAKTOR PENENTU MINAT BERKUNJUNG ULANG DI INSTALASI RAWAT JALAN POLIKLINIK NEUROLOGI RSUD DR. PIRNGADI KOTA MEDAN
Upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang diwujudkan dalam suatu wadah pelayanan atau yang sering disebut dengan sarana atau pelayanan kesehatan. Berdasarkan survei awal yang dilakukan terdapat penurunan kepuasan pasien dari tahun 2017 ke tahun 2018 dimana angka mencapai titik terendah di yaitu 77,6%, sementara target kepuasan rumah sakit adalah 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penentu minat berkunjung ulang di Instalasi Rawat Jalan Klinik Neurologi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4018 orang yang berobat jalan dan sampel yang diambil dengan cara purposive sampling sebanyak 97 pasien. Metode pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti fisik sig-p 0,181 > 0,05, kehandalan sig-p 0,012 < 0,05, ketanggapan sig-p 0,739 > 0,05, kepastian sig-p 0,018 < 0,05, empati sig-p 0,049 < 0,05 dan kepuasan pasien sig-p 0,004 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh kehandalan, kepastian, empati dan kepuasan pasien terhadap minat kunjungan ulang pasien neurologi, sedangkan bukti fisik dan ketanggapan tidak memiliki pengaruh terhadap minat kunjungan ulang pasien neurologi. Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan kepuasan pasien menjadi lebih baik seperti memberikan rasa peduli kepada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan, memberikan perhatian khusus kepada setiap pasien, pelayanan yang diberikan harus cepat, tanggung jawab dalam menjalankan tugas harus ditingkatkan dan memberikan jaminan kesembuhan pasien.Upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang diwujudkan dalam suatu wadah pelayanan atau yang sering disebut dengan sarana atau pelayanan kesehatan. Berdasarkan survei awal yang dilakukan terdapat penurunan kepuasan pasien dari tahun 2017 ke tahun 2018 dimana angka mencapai titik terendah di yaitu 77,6%, sementara target kepuasan rumah sakit adalah 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penentu minat berkunjung ulang di Instalasi Rawat Jalan Klinik Neurologi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4018 orang yang berobat jalan dan sampel yang diambil dengan cara purposive sampling sebanyak 97 pasien. Metode pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti fisik sig-p 0,181 > 0,05, kehandalan sig-p 0,012 < 0,05, ketanggapan sig-p 0,739 > 0,05, kepastian sig-p 0,018 < 0,05, empati sig-p 0,049 < 0,05 dan kepuasan pasien sig-p 0,004 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh kehandalan, kepastian, empati dan kepuasan pasien terhadap minat kunjungan ulang pasien neurologi, sedangkan bukti fisik dan ketanggapan tidak memiliki pengaruh terhadap minat kunjungan ulang pasien neurologi. Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan kepuasan pasien menjadi lebih baik seperti memberikan rasa peduli kepada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan, memberikan perhatian khusus kepada setiap pasien, pelayanan yang diberikan harus cepat, tanggung jawab dalam menjalankan tugas harus ditingkatkan dan memberikan jaminan kesembuhan pasie
Pengaruh Clapping, Vibrasi, Suction Terhadap Tidal Volume Pasien Yang Menggunakan Ventilator Di Icu Rsud Kabupaten Tangerang
Fisioterapi dada merupakan suatu rangkaian tindakan keperawatan yang terdiri dari clapping (perkusi), vibrasi nafas dalam dan batuk yang efektif di gunakan untuk pencegahan atau pengobatan penyakit pernafasan restriktif, kelainan muskuler, penyakit paru obstruktif menahun dan pasien yang menggunakan ventilasi mekanik dalam jangka waktu panjang di karenakan parenkim paru mengalami fibrasi. Fisioterapi dada di gunakan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit paru seperti obstruktif menahun, kelaian muscular atau restriktif yang memiliki tujuan membuang sekresi bronchial meningkatkan efisiensi otot – otot pernafasan serta memperbaiki ventilasi. penggunaan ventilator meningkatkan terjadinya HAIs sebanyak 6-21 kali dengan tingkat kematian akibat VAP adalah 24- 70%.Hal ini menyebabkan rata–rata waktu perawatan di icu meningkat menjadi 9,6 hari,serta biaya pengobatan setiap pasien denganVAP bertambah sebanyak US$ 40000. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pemberian tindakan clapping, vibrasi dan suction terhadap tidal volume pada pasien yang menggunakan dengan metode quasi eksperimen dengan rancangan populasi dalam penelitian ini adalah pasien ICU RSUD Kabupaten Tangerang yang menggunakan ventilator sebanyak 36 orang pasien periode 1 Juli sampai dengan 7 Agustus 2020, data di peroleh dengan cara melakukan pengukuran volume tidal sebelum dan sesudah di lakukan tindakan clapping,vibrasi dan suction, instumen yang di gunakan adalah lembar observasi pada pasien yang menggunakan ventilator. Uji yang di gunakan dalam penelitian ini adalah T dependent untuk melihat adanya pengaruh clapping,vibrasi dan suction terhadap tidal volume dengan signifikan ( p < 0,05 ). Saran penelitian ini adalah di harapkan kepada pihak rumah sakit khususnya petugas kesehatan lebih khususnya pada pasien yang sedang di rawat menggunakan ventilator
Pengaruh Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa dalam Peningkatan Pengetahuan, Keterampilan, Sikap, Persepsi dan Self Efficacy Kader Kesehatan Jiwa dalam Merawat Orang dengan Gangguan Jiwa
Latar belakang: Gangguan jiwa merupakan penyimpangan perilaku akibat adanya permasalahan dalam emosi sehingga terlihat tidak wajar. Terbatasnya jumlah kader kesehatan jiwa tidak sebanding dengan jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terus bertambah. Pengetahuan kader tentang kesehatan jiwa akan mempengaruhi perilaku kader untuk berperan serta dalam mengatasi permasalahan kesehatan jiwa. Tujuan Mereview dan membandingkan kesamaan beberapa hasil penelitian tentang pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, persepsi dan self efficacy dalam merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Metode: Literature review dengan pendekatan PRISMA dengan tahun terbit artikel 2016 sampai Juni 2020. Pencarian artikel selama Juni 2020 menggunakan lima Database Pubmed, Sciencedirect, Portal Garuda, Directory Open Access Journals (DOAJ) dan Google Scholar untuk artikel dengan desain quasi eksperimen. Hasil: Dari keenam artikel menyatakan ada pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, persepsi dan self efficacy dalam merawat ODGJ. Metode pelatihan yang digunakan diantaranya ceramah, demonstrasi, diskusi kelompok, sketsa kasus, permainan peran, studi kasus dan kunjungan rumah. Jumlah sampel dalam artikel rentang 27-62 responden. Diskusi dan Kesimpulan: Kader kesehatan jiwa baik yang baru maupun lama memerlukan pelatihan sebagai penyegaran dan meningkatkan kemampuan terhadap ilmu atau metode yang baru. Pelatihan yang diberikan kepada kader kesehatan jiwa dilakukan agar ada perubahan perilaku dengan meningkatnya self efficacy dalam diri kader kesehatan jiw
Faktor Risiko Kanker Serviks Pada Wanita Lanjut Usia Di Rsd Gunung Jati Kota Cirebon
Berdasarkan data dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) tahun 2016, Penderita kanker di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 17,8 juta jiwa dan tahun 2017 menjadi 21,7 juta jiwa. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Wanita yang terdiagnosa kanker serviks rata-rata berumur >45 tahun keatas atau memasuki fase lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko wanita lanjut usia penderita kanker serviks di RSD Gunung Jati Kota Cirebon. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh wanita yang menderita kanker serviks berdasarkan data rekam medis di RSD Gunung Jati Kota Cirebon yang berjumlah 30 responden. Hasil penelitian berdasarkan perilaku seksual, tidak bergonta-ganti pasangan (28%) dan bergonta-ganti pasangan (6,7%), berdasarkan paritas, kurang dari 1 anak (20%) dan lebih dari 3 anak (80%), berdasarkan penggunaan pembersih vagina, menggunakan (26,7%) dan tidak menggunakan (73,3%). Bagi petugas kesehatan diharapkan dapat melakukan penyuluhan tentang kanker serviks dan pencegahan serta pemeriksaan skrining test, agar mencegar penyakit kanker serviks di usia lanjut
Hubungan Paparan Kosmetik dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan pemakaian kosmetik dengan kejadian AV. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 126 orang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama pada bulan Maret-April 2020. Data diperoleh menggunakan kuesioner secara online dan dianalisis menggunakan metode Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini berusia 20 tahun (34,9%), memakai foundation (66,7%), memakai bedak (97,6%), memakai perona pipi (65,9%), dan mengalami akne vulgaris (65,1%). Mayoritas subjek penelitian ini juga tidak menggunakan kosmetik saat wajah sedang berjerawat (57,9%), mempelajari kosmetik yang digunakan (77,8%), mengetahui zat yang terkandung dalam kosmetik (87,3%), tidak menggunakan kosmetik yang tidak memiliki izin BPOM (86,5%), tidak menggunakan produk kosmetik dari SpKK (73%), dan tidak menggunakan produk kosmetik yang dijual bebas (73%). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan foundation, bedak, dan perona pipi dengan kejadian akne vulgaris (nilai p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara penggunaan foundation, bedak, dan perona pipi dengan kejadian akne vulgari
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Perilaku Siswa dengan Persebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Sekolah
Sekolah merupakan tempat yang sangat berpotensi dalam penyebaran dan penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak usia sekolah. Anak-anak merupakan golongan umur yang paling rentan untuk terserang DBD. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke dalam peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, yaitu Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Salah satu upaya yang paling tepat dalam pencegahan dan pemberantasan DBD di sekolah adalah dengan diadakan kegiatan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan merubah perilaku siswa terhadap persebaran DBD di sekolah. Metode Studi literature ini menggunakan literature review pra prisma dimana hasilnya ditemukan pada jurnal dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya untuk mengkaji lebih dalam pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku siswa terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Hasil penelitian dari keempat jurnal, terdapat adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku siswa ditandai dengan meningkatnya pengetahuan secara signifikan setelah dilakukan program pendidikan kesehatan. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada pelaksana program di sekolah bahwa pendidikan kesehatan dengan metode penggunaan media seperti audio visual sangat efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam pengendalian vektor untuk mencegah persebaran DBD di sekolah
Pelaksanaan Pemberian Suplemen Zat Besi Pada Remaja Putri Di Smp 12 Kota Cirebon Kecamatan Harjamukti
Salah satu kelompok yang rawan terhadap anemia adalah remaja, khususnya remaja putri. Secara global data menunjukkan bahwa 29% wanita subur mengalami anemia sedangkan wanita usia 15-49 tahun (produktif) mencapai 38%. WHO menargetkan pada tahun 2025 penurunan 50% kejadian anemia pada wanita usia produktif. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pemberian suplemen zat besi pada remaja putri di SMP 12 Kota Cirebon Kecamatan Harjamukti Tahun 2019. Puskesmas Kalitanjung presentasi remaja putri mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) sebesar 57,8%, target remaja putri mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) di Kota Cirebon sebanyak 100%.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMP 12 yaitu sebanyak 305 orang dengan sampel sebanyak 305 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar cheecklist dari data absen kelas SMP 12 bulan Juli tahun 2019.hasil penelitian menunjukan sebagian besar remaja dengan remaja putri yang mendapat, meminum dan pelaksanaan pemberian suplemen zat besi sebesar 282 orang (92,5%) serta yang tidak mendapat, meminum, dan pelaksanaan pemberian suplemen zat besi sebesar 23 orang (7,5%). Anemia gizi pada remaja adalah kurangnya asupan zat besi, disebut anemia gizi besi (AGB). Untuk itu diharapkan remaja dapat mengetahui tentang gejala anemia yang terjadi saat masa remaja, sehingga dapat di cegah dengan cara meminum suplemen zat besi, melakukan pemeriksaan Hb dan mengubah gaya hidup.Salah satu kelompok yang rawan terhadap anemia adalah remaja, khususnya remaja putri. Secara global data menunjukkan bahwa 29% wanita subur mengalami anemia sedangkan wanita usia 15-49 tahun (produktif) mencapai 38%. WHO menargetkan pada tahun 2025 penurunan 50% kejadian anemia pada wanita usia produktif. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pemberian suplemen zat besi pada remaja putri di SMP 12 Kota Cirebon Kecamatan Harjamukti Tahun 2019. Puskesmas Kalitanjung presentasi remaja putri mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) sebesar 57,8%, target remaja putri mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) di Kota Cirebon sebanyak 100%.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMP 12 yaitu sebanyak 305 orang dengan sampel sebanyak 305 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar cheecklist dari data absen kelas SMP 12 bulan Juli tahun 2019.hasil penelitian menunjukan sebagian besar remaja dengan remaja putri yang mendapat, meminum dan pelaksanaan pemberian suplemen zat besi sebesar 282 orang (92,5%) serta yang tidak mendapat, meminum, dan pelaksanaan pemberian suplemen zat besi sebesar 23 orang (7,5%). Anemia gizi pada remaja adalah kurangnya asupan zat besi, disebut anemia gizi besi (AGB). Untuk itu diharapkan remaja dapat mengetahui tentang gejala anemia yang terjadi saat masa remaja, sehingga dapat di cegah dengan cara meminum suplemen zat besi, melakukan pemeriksaan Hb dan mengubah gaya hidup
Monitoring Profil Berkas Elektron Menggunakan Sensor Chatode Ray Tube
Telah dilakukan rancang bangun monitoring profil berkas elektron menggunakan chatode ray tube menggunakan metode bahan pendar. Variasi tegangan inputan dilakukan pada 203 V, 205 V, 208 V, 210 V, 212 V, 213 V, 215 V, 218 V dan 220 V. Tegangan inputan mempengaruhi perubahan pada diameter, intensitas iluminasi dan dosis serap berkas elektron yang ditunjukkan hasil pengukuran pada nilai diameter dan intensitas ilumninasi berkas elektron yang berbanding lurus dengan kenaikan tegangan input. Sedangkan hasil pengukuran nilai dosis serap berkas elektron terjadi kenaikan pada variabel tegangan 203 V hingga 210 V dan mengalami penurunan pada tegangan 212 V, Kemudian mengalami kenaikan yakni semakin tinggi tegangan inputan, semakin besar pula nilai dosis serap berkas elektron. Hasil akurasi data pengukuran nilai dosis serap berkas elektron pada cathode ray tube dengan data SNI radiasi untuk pengawetan bahan makanan, yaitu pada variabel tegangan 208 Volt, 215 Volt dan 220 Volt memenuhi syarat untuk radiasi pengawetan makanan, diantaranya dapat digunakan untuk menghambat pertunasan selama penyimpanan pada umbi lapis dan umbi akar, menunda pematangan dan memperpanjang masa simpan pada sayur dan buah segar selain umbi lapis dan umbi bakar. Dan terakhir, digunakan untuk perlakuan karantina dan membasmi serangga.Telah dilakukan rancang bangun monitoring profil berkas elektron menggunakan chatode ray tube menggunakan metode bahan pendar. Variasi tegangan inputan dilakukan pada 203 V, 205 V, 208 V, 210 V, 212 V, 213 V, 215 V, 218 V dan 220 V. Tegangan inputan mempengaruhi perubahan pada diameter, intensitas iluminasi dan dosis serap berkas elektron yang ditunjukkan hasil pengukuran pada nilai diameter dan intensitas ilumninasi berkas elektron yang berbanding lurus dengan kenaikan tegangan input. Sedangkan hasil pengukuran nilai dosis serap berkas elektron terjadi kenaikan pada variabel tegangan 203 V hingga 210 V dan mengalami penurunan pada tegangan 212 V, Kemudian mengalami kenaikan yakni semakin tinggi tegangan inputan, semakin besar pula nilai dosis serap berkas elektron. Hasil akurasi data pengukuran nilai dosis serap berkas elektron pada cathode ray tube dengan data SNI radiasi untuk pengawetan bahan makanan, yaitu pada variabel tegangan 208 Volt, 215 Volt dan 220 Volt memenuhi syarat untuk radiasi pengawetan makanan, diantaranya dapat digunakan untuk menghambat pertunasan selama penyimpanan pada umbi lapis dan umbi akar, menunda pematangan dan memperpanjang masa simpan pada sayur dan buah segar selain umbi lapis dan umbi bakar. Dan terakhir, digunakan untuk perlakuan karantina dan membasmi serangga