Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Hubungan Self-Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Di RSUD Encik Mariyam Tahun 2020
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan self -management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di RSUD Encik Mariyam Tahun 2020. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel dilakukan dengan tekhik purposive sampling dan menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel 38 responden. Hasil penelitian dianalisa dengan uji Spearman rho.Dengan hasil persentase respon tertinggi pada usia 56-65 tahun (47,37%), perempuan (63,16%),menikah (97,37%),pendidikan SMP (47,73%) dan tinggal bersama suami,isteri dan anak (42,11%).Dengan self-management yang baik (13,15%),self-management sedang (39,47%) dan self-management kurang (47,36%).Dengan kualits hidup yang baik (21,05%),kualitas hidup sedang (31,57%) dan kualitas hidup kurang (47,36%).Kesimpulan diketahui derajat kemaknaan α=0,00,diperoleh hasil p=0,000 dimana (p≤0,05),dengan kekuatan (r=0,967) yaitu sangat kuat dan arah hubungan positif artinya ada Hubungan Self-Management dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke di RSUD Encik Mariyam. Diharapkan untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kinerja yang lebih baik guna memberikan bimbingan pelayanan kesehatan bagi pasien,khususnya pasien pasca stroke agar dapat mendukung pencapaian self-management yang baik untuk menunjang kualitas hidup pasien pasca stroke.Pasien stroke pada dasarnya masih mempunyai kemampuan untuk sembuh sesudah mengalami serangan stroke. Setengah dari pasien pasca stroke akan merasakan gejala sisa serangan stroke yang sangat beragam, yakni gangguan gerak atau pun motorik, gangguan penglihatan, gangguan bicara, perubahan emosi, serta gejala lain sesuai lokasi otak yang mengalami penyumbatan (Misbach, 2014). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan self -management dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di RSUD Encik Mariyam Tahun 2020. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel dilakukan dengan tekhik purposive sampling dan menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel 38 responden. Hasil penelitian dianalisa dengan uji Spearman rho.Dengan hasil persentase respon tertinggi pada usia 56-65 tahun (47,37%), perempuan (63,16%),menikah (97,37%),pendidikan SMP (47,73%) dan tinggal bersama suami,isteri dan anak (42,11%).Dengan self-management yang baik (13,15%),self-management sedang (39,47%) dan self-management kurang (47,36%).Dengan kualits hidup yang baik (21,05%),kualitas hidup sedang (31,57%) dan kualitas hidup kurang (47,36%).Kesimpulan diketahui derajat kemaknaan α=0,00,diperoleh hasil p=0,000 dimana (p≤0,05),dengan kekuatan (r=0,967) yaitu sangat kuat dan arah hubungan positif artinya ada Hubungan Self-Management dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke di RSUD Encik Mariyam. Diharapkan untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kinerja yang lebih baik guna memberikan bimbingan pelayanan kesehatan bagi pasien,khususnya pasien pasca stroke agar dapat mendukung pencapaian self-management yang baik untuk menunjang kualitas hidup pasien pasca stroke
ANALISIS IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP BANGSAL PENYAKIT DALAM PEREMPUAN RUMAH SAKIT DR. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2019
Asuhan keperawatan masih menjadi masalah yang seringdijumpai di rumah sakit dimana 59% rencana keperawatanmemadai, 66% pelaksanaan keperawatan memadai dan60% evaluasi asuhan keperawatan dan 62% dokumentasiasuhan keperawatan sedangkan standar penerapan akurasipada proses keperawatan adalah 100%. Berdasarkan surveiawal di ruang rawat inap penyakit dalam Perempuan RSUDDR. Pirngadi Medan terhadap 5 orang pasien, dimana 3 orangpasien menyatakan kurang puas dan 2 orang pasienmenyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuanpenelitian ini untuk menganalisis implementasi asuhankeperawatan terhadap kepuasan pasien. Desain penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitikdengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitianini sebanyak 70 orang pasien dengan sampel seluruh populasi.Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic.Hasil penelitian ada pengaruh diagnosa dengan nilai sig-p0,016 < 0,05, perencanaan sig-p 0,039 < 0,05, pelaksanaantindakan sig-p 0,004 < 0,05 dan evaluasi sig-p 0,014 < 0,05terhadap kepuasan pasien, sedangkan tidak ada pengaruhpengkajian dengan nilai sig-p 0,613 > 0,05 terhadap kepuasanpasien. Selanjutnya faktor yang paling berpengaruhterhadap kepuasan pasien yaitu pelaksanaan tindakandengan besar pengaruh (OR : 9,918) atau 10 kali lipat.Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh diagnosa,perencanaan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi terhadapkepuasan pasien, sedangkan pengkajian tidak ada pengaruhterhadap kepuasan pasien. Saran bagi rumah sakit yaitudiharapkan dapat menjadi acuan agar lebih memahamipentingnya asuhan keperawatan yang sesuai dengan peraturankementerian kesehatan.Asuhan keperawatan masih menjadi masalah yang sering dijumpai di rumah sakit. Berdasarkan survei awal di ruang rawat inap penyakit dalam Perempuan RSUD DR. Pirngadi Medan terhadap 5 orang pasien, dimana 3 orang pasien menyatakan kurang puas dan 2 orang pasien menyatakan puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi asuhan keperawatan terhadap kepuasan pasien. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 orang pasien dengan sampel seluruh populasi. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic. Hasil penelitian ada pengaruh diagnosa dengan nilai sig-p 0,016 < 0,05, perencanaan sig-p 0,039 < 0,05, pelaksanaan tindakan sig-p 0,004 < 0,05 dan evaluasi sig-p 0,014 < 0,05 terhadap kepuasan pasien, sedangkan tidak ada pengaruh pengkajian dengan nilai sig-p 0,613 > 0,05 terhadap kepuasan pasien. Selanjutnya faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien yaitu pelaksanaan tindakan dengan besar pengaruh (OR : 9,918) atau 10 kali lipat. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh diagnosa, perencanaan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi terhadap kepuasan pasien, sedangkan pengkajian tidak ada pengaruh terhadap kepuasan pasien. Saran bagi rumah sakit yaitu diharapkan dapat menjadi acuan agar lebih memahami pentingnya asuhan keperawatan yang sesuai dengan peraturan kementerian kesehatan
 
PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) PADA ANAK DENGAN DIARE DI RUMAH SAKIT UMUM KELAS B KABUPATEN SUBANG
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai 71,92, angka ini meningkat sebesar 0,53 poin atau tumbuh sebesar 0,74 persen dibandingkan tahun 2018. Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia angka kesakitan diare untuk semua golongan umur adalah sekitar 120-360 per 1000 penduduk(12%-36%). Tujuan penelitian ini yaitu hubungan pengetahuan ibu tentang perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada anak di ruang Anggrek Rumah Sakit Umum Kelas B Kabupaten Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 responden, pengambilan data dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data berupa data primer. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kategori baik (57,1%). Angka kejadian diare berada pada kategori diare tanpa dehidrasi (56%). Analisis Bivariat (Chi Square) variabel pengetahuan dengan kejadian diare p.Value = 0,000 (p.ValueIndeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai 71,92, angka ini meningkat sebesar 0,53 poin atau tumbuh sebesar 0,74 persen dibandingkan tahun 2018. Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia angka kesakitan diare untuk semua golongan umur adalah sekitar 120-360 per 1000 penduduk(12%-36%). Tujuan penelitian ini yaitu hubungan pengetahuan ibu tentang perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada anak di ruang Anggrek Rumah Sakit Umum Kelas B Kabupaten Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 responden, pengambilan data dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data berupa data primer. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kategori baik (57,1%). Angka kejadian diare berada pada kategori diare tanpa dehidrasi (56%). Analisis Bivariat (Chi Square) variabel pengetahuan dengan kejadian diare p.Value = 0,000 (p.Value <0,05) Kesimpulan penelitian yang penulis lakukan adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang Perilaku Hidu
Pengaruh Adaptasi Lingkungan Pembelajaran terhadap Kemampuan Akademik Mahasiswa Di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama
Keberhasilan mahasiswa dapat dilihat dari proses adaptasi di lingkungan pembelajaran kampus, dengan kemampuan akademik yang baik di setiap semester akan mencegah mahasiswa untuk dropout. Kemampuan akademik yang baik pada perkuliahan sangat penting untuk motivasi berkelanjutan sampai mereka lulus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh adaptasi lingkungan akademik di perguruan tinggi terhadap kemampuan akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan secara cross sectional, teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling. Alat pengumpulan data untuk kemampuan akademik memakai nilai indeks prestasi kumulatif. Kemudian menggunakan The Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ)) untuk mengukur adaptasi lingkungan pembelajaran di perguruan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil analisis uji chi-square mendapatkan nilai P=0.04 sehingga hipotesa kerja (ho) ditolak, berarti terdapat hubungan pengaruh adaptasi terhadap metode pembelajaran mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama
Adverse Drug Reactions (ADRS) Antikanker pada Pasien Ca Mammae yang Menjalani Kemoterapi di RSUD Kota Yogyakarta
Adverse Drug Reactions (ADRs) pada kemoterapi terjadi ketika obat sitotoksik ikut merusak sel sehat dalam tubuh. Kemoterapi menyebabkan penekanan sumsum tulang yang mengakibatkan myelosupresi sehingga mengurangi jumlah sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ADRs yang terjadi dan perbedaan profil hematologi sebelum dan sesudah kemoterapi pada pasien ca mammae di RSUD Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini observasional dengan pengumpulan data secara prospektif menggunakan rekam medis dan wawancara pasien. Dari sebanyak 121 pasien ca mammae yang menjalani kemoterapi diperoleh 41 pasien yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi. Nilai hematologi sebelum dan sesudah kemoterapi dibandingkan dengan non parametric test Wilcoxon. ADRs yang terjadi dinilai menurut penilaian kausalitas WHO. Semua responden berjenis kelamin wanita dengan usia rata-rata 54,9 ± 10,2 tahun. Regimen terapi yang digunakan yaitu docetaxel + epirubicin + carboplatin sebanyak 68,3%, paclitaxel + epirubicin + carboplatin sebanyak 29,3% dan docetaxel + doxorubicin + carboplatin sebanyak 2,4%. Diperoleh kejadian ADRs sebagian besar kasus yaitu nausea (92,7%), alopecia (82,9%), anemia (80,5%), leukopenia (65,8%) dan trombositopenia (21,9%). Berdasarkan Berdasarkan penilaian kausalitas WHO didapatkan 66% ADRs kategori probable/likely, kategori possible (20%), kategori unlikely (3%), kategori conditional (11%). Terdapat penurunan yang signifikan terhadap nilai hematologi pasien yaitu tingkat hemoglobin (11,7 vs 10,7 g/dL, * p value = 0,000 < 0,050), jumlah leukosit (8.800 vs 2.700/uL, *p value = 0,000 < 0,050) dan jumlah trombosit (331.000 vs 219.000 /uL, *p value = 0,000 < 0,050). Kesimpulan: kemoterapi menyebabkan ADRs pada pasien. Terdapat penurunan nilai hematologi yang signifikan pada pasien ca mammae yang menjalani kemoterapi di RSUD Kota Yogyakarta
An 8-Years-Old Child With Post Streptococcal Related Acute Glomerulonephritis Accompanied By Pleural Effusion: Case Report
The inflammatory process in the glomerulus caused after infection from group A nephritogenic type beta-hemolytic streptococcal bacteria is called acute post-infectious streptococcal glomerulonephritis (GNAPS). Patients who exhibit symptoms such as gross hematuria, puffiness, and hypertension, as well as acute renal failure after streptococcal infection, should suspect post-streptococcal acute glomerulonephritis. Typical signs of glomerulonephritis in urinalysis, evidence of laboratory streptococcal infection (ASTO more than 100 Todd), and low levels of C3 complement (less than 4 years or more than 15 years) have a history of disease with similar symptoms, accompanied by chronic renal failure, GFR below 50% of normal age, macroscopic hematuria more than 3 months or microscopic hematuria more than 1 year, C3 levels decrease over 3 months as well as refractory proteinuria. Administration of antibiotics (Penicillin for 10 days) in the acute phase does not affect the worsening of the condition of glomerulonephritis but rather reduces the spread of Streptococcal infections that may still exist. In addition, treatment of hypertension is also necessary. Peritoneal measures of dialysis or hemodialysis may be considered in cases of acute renal failure