Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
    676 research outputs found

    Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Peran Orangtua Dalam Menurunkan Stressor Hospitalisasi Pada Pasien Anak Di Rs Mayapada Tangerang Tahun 2020

    Get PDF
    Hospitalisasi adalah keadaan kritis yang terjadi pada anak-anak saat mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah sakit, peralatan medis, dan prosedur medis yang menakutkan bagi anak-anak. Dampak dari hospitalisasi ini memberikan beragam reaksi pada anak dari tahap protes hingga menolak. Penurunan stressor hospitalisasi akan memberikan dampak yang baik untuk proses penyembuhan pada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan peran orangtua dalam menurukan stressor hospitalisasi pada pasien anak di RS Mayapada Tangerang tahun 2020. Metode : Penelitian ini menggunakan model penelitian causative dengan pendekatan corss sectional. Penelitian ini dilakukan di RS Mayapada Tangerang dengan jumlah sampel sejumlah 133 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara non probability sampling yaitu teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan uji chi-square .Diskusi : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan serta peran orangtua dalam menurunkan stressor hospitalilasi pada anak. Penelitian ini dapat digunakan RS Mayapada Tangerang agar melibatkan orangtua dalam memberikan asuhan kepada anak selama dirawat di rumah sakit

    Pengaruh Kinerja Kader Terhadap Cakupan Partisipasi Ibu Bayi Pada Kegiatan Posyandu Di Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis

    Get PDF
    Keberhasilan kegiatan posyandu sangat tergantung pada kinerja kader. Rendahnya kinerja kader akan menyebabkan cakupan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan posyandu akan rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kinerja Kader Terhadap Cakupan Partisipasi Ibu Bayi Pada Kegiatan Posyandu di Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Hasil penelitiannya adalah Kinerja kader posyandu di DesaCiharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis adalah 46,9% pernah ikut pelatihan dan 53,1% belum pernah ikut pelatihan. Cakupan partisipasi ibu bayi pada kegiatan posyandu di Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis adalah 18,8% lebih dari 9 kali, 56,2% antara 9-12 kali dan 25,0% lebih dari 12 kali. Ada pengaruh signifikan kinerja kader terhadap cakupan partisipasi ibu bayi pada kegiatan posyandu di Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis dengan nilai p-value 0,002. Kader posyandu hendaknya terus meningkatkan kinerjanya melalui ikut pelatihan-pelatihan kader sehingga kegiatan posyandunya dapat berjalan dan diminati oleh masyarakat sasaran.Keberhasilan kegiatan posyandu sangat tergantung pada kinerja kader. Rendahnya kinerja kader akan menyebabkan cakupan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan posyandu akan rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kinerja Kader Terhadap Cakupan Partisipasi Ibu Bayi Pada Kegiatan Posyandu di Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Hasil penelitiannya adalah Kinerja kader posyandu di Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis adalah 46,9% pernah ikut pelatihan dan 53,1% belum pernah ikut pelatihan. Cakupan partisipasi ibu bayi pada kegiatan posyandu di Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis adalah 18,8% lebih dari 9 kali, 56,2% antara 9-12 kali dan 25,0% lebih dari 12 kali. Ada pengaruh signifikan kinerja kader terhadap cakupan partisipasi ibu bayi pada kegiatan posyandu di Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis dengan nilai p-value 0,002. Kader posyandu hendaknya terus meningkatkan kinerjanya melalui ikut pelatihan-pelatihan kader sehingga kegiatan posyandunya dapat berjalan dan diminati oleh masyarakat sasaran

    Analisis Faktor Penentu Minat Kunjung Ulang Pasien Diabetes Melitus Di Instalasi Rawat Jalan Poliklinik Endokrin RS. Pirngadi

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penentu minat kunjung ulang pasien diabetes melitus di Instalasi Rawat Jalan Poliklinik Endokrin. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1879 pasien yang berobat jalan dan sampel yang diambil dengan cara purposive sampling sebanyak 95 pasien. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin sig-p 0,201 > 0,05, pekerjaan sig-p 0,987 > 0,05, pendidikan sig-p 0,942 > 0,05, pengetahuan sig-p 0,995 > 0,05, bukti nyata sig-p 0,108 > 0,05, kehandalan sig-p 0,025 < 0,05, daya tanggap sig-p 0,048 < 0,05, jaminan sig-p 0,036 < 0,05, empati sig-p 0,022 < 0,05 dan kepuasan pasien sig-p 0,031 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan kepuasan pasien terhadap minat kunjungan ulang pasien, sedangkan jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dan bukti nyata tidak memiliki pengaruh terhadap minat kunjungan ulang pasien. Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan kepuasan pasien menjadi lebih baik seperti memberikan rasa peduli kepada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatanSistem atau cara pelayanan yang optimal otomatis bisa memunculkan kepercayaan pasien pada instansi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penentu minat kunjung ulang pasien diabetes melitus di Instalasi Rawat Jalan Poliklinik Endokrin. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1879 pasien yang berobat jalan dan sampel yang diambil dengan cara purposive sampling sebanyak 95 pasien. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin sig-p 0,201 > 0,05, pekerjaan sig-p 0,987 > 0,05, pendidikan sig-p 0,942 > 0,05, pengetahuan sig-p 0,995 > 0,05, bukti nyata sig-p 0,108 > 0,05, kehandalan sig-p 0,025 < 0,05, daya tanggap sig-p 0,048 < 0,05, jaminan sig-p 0,036 < 0,05, empati sig-p 0,022 < 0,05 dan kepuasan pasien sig-p 0,031 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan kepuasan pasien terhadap minat kunjungan ulang pasien, sedangkan jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dan bukti nyata tidak memiliki pengaruh terhadap minat kunjungan ulang pasien. Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan kepuasan pasien menjadi lebih baik seperti memberikan rasa peduli kepada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan

    Pengaruh Efektivitas Tehnik Relaksasi Guidet Imagery Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Di RSUD Pesanggrahan Jakarta Selatan Tahun 2020

    Get PDF
    Tujuan: untuk mengetahui pengaruh efektivitas teknik relaksasi guided imagery terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Pesanggrahan Jakarta Selatan tahun 2020. Desain penelitian: quasi experiment menggunakan rancangan One Group Pretest – Posttest. Sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 114 responden. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil: berdasarkan analisis univariat dari 114 orang, pada pasien pre operasi yang belum diberikan teknik relaksasi guided imagery mayoritas mengalami cemas berat sebesar 39,5%) dan yang sudah diberikan mayoritas cemas ringan sebesar 41,2%. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon diketahuii bahwa p value 0,000 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kelompok pre test dan post test. Kesimpulan: pasien pre operasi yang mengalami kecemasan setelah diberikan teknik relaksasi guided imagery mengalami penurunan tingkat kecemasan. Saran: bagi responden diharapkan dapat menerapkan relaksasi guided imagery sebelum dilakukannya operasi, dikarenakan sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa relaksasi guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien.Latar Belakang: Data Tabulasi Nasional Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2016, menjabarkan bahwa tindakan bedah menempati urutan ke-11 dari 50 pola penyakit di Indonesia dengan persentase 12,8% dan diperkirakan 32% diantaranya merupakan bedah mayor, dan 25,1% mengalami kondisi kejiwaan serta 7% mengalami kecemasan. Kecemasan pada pasien pre operasi dapat dicegah dengan menggunakan teknik relaksasi. Beberapa jenis relaksasi di antaranya adalah relaksasi guided imagery. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh efektivitas teknik relaksasi guided imagery terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSUD Pesanggrahan Jakarta Selatan tahun 2020. Desain penelitian: quasi experiment menggunakan rancangan One Group Pretest – Posttest. Sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 114 responden. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil: berdasarkan analisis univariat dari 114 orang, pada pasien pre operasi yang belum diberikan teknik relaksasi guided imagery mayoritas mengalami cemas berat sebesar 39,5%) dan yang sudah diberikan mayoritas cemas ringan sebesar 41,2%. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon diketahuii bahwa p value 0,000 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kelompok pre test dan post test. Kesimpulan : pasien pre operasi yang mengalami kecemasan setelah diberikan teknik relaksasi guided imagery mengalami penurunan tingkat kecemasan. Saran: bagi responden diharapkan dapat menerapkan relaksasi guided imagery sebelum dilakukannya operasi, dikarenakan sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa relaksasi guided imagery dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien

    HUBUNGAN KECEMASAN TENTANG PENULARAN PENYAKIT DENGAN PERAN KELUARGA DALAM PERAWATAN PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASIR NANGKA KABUPATEN TANGERANG

    Get PDF
    Tuberkulosis (TBC) menjadi masalah kesehatan global. Sepertiga populasi dunia tertular TBC dan menjadi penyebab utama kedua kematian dari penyakit menular diseluruh dunia. Penyakit Tuberkulosis dapat terjadi karena adanya perilaku dan sikap keluarga yang kurang baik. Begitupun dalam hal mempercepat proses penyembuhan pasien TB Paru diperlukan perawatan yang sangat intensif terlebih dari pihak keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecemasan tentang penularan penyakit dengan peran keluarga dalam perawatan penyakit TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Pasir Nangka Kabupaten Tangerang. Desain penelitian termasuk survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden. Pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil berdasarkan analisis univariat dari 106 responden mayoritas kecemasan berat sebesar 43,4% dan peran keluarga baik sebesar 60,4%. Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat ada hubungan antara kecemasan tentang penularan penyakit (p-value 0,000) dengan peran keluarga dalam perawatan penyakit TB Paru. Kesimpulan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan peran keluarga. Saran agar responden dapat aktif dan meningkatkan pengetahuannya mengenai penyakit TB Paru dan juga cara pencegahannya, supaya dapat membedakan mana yang perlu dicemaskan dan mana yang tidak perlu dicemaskan, dan agar dapat menumbuhkan kesadaran kepada keluarga juga masyarakat supaya bahu membahu untuk melakukan upaya perawatan penyakit TB Paru.Tuberkulosis (TBC) menjadi masalah kesehatan global. Sepertiga populasi dunia tertular TBC dan menjadi penyebab utama kedua kematian dari penyakit menular diseluruh dunia. Penyakit Tuberkulosis dapat terjadi karena adanya perilaku dan sikap keluarga yang kurang baik. Begitupun dalam hal mempercepat proses penyembuhan pasien TB Paru diperlukan perawatan yang sangat intensif terlebih dari pihak keluarga. Tujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan tentang penularan penyakit dengan peran keluarga dalam perawatan penyakit TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Pasir Nangka Kabupaten Tangerang. Desain penelitian termasuk survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden. Pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil berdasarkan analisis univariat dari 106 responden mayoritas kecemasan berat sebesar 43,4% dan peran keluarga baik sebesar 60,4%. Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat ada hubungan antara kecemasan tentang penularan penyakit (p-value 0,000) dengan  peran keluarga dalam perawatan penyakit TB Paru. Kesimpulan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan peran keluarga. Saran agar responden dapat aktif dan meningkatkan pengetahuannya mengenai penyakit TB Paru dan juga cara pencegahannya, supaya dapat membedakan mana yang perlu dicemaskan dan mana yang tidak perlu dicemaskan, dan agar dapat menumbuhkan kesadaran kepada keluarga juga masyarakat supaya bahu membahu untuk melakukan upaya perawatan penyakit TB Par

    PERBANDINGAN SUPERVISI MODEL PROCTOR DAN MODEL REFLEKTIF DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANGAN RAWAT COVID-19

    No full text
    Supervisi keperawatan merupakan upaya untuk membangun keahlian, peningkatan kemampuan staf keperawatan dengan memberikan dorongan, bimbingan serta pendampingan. Situasi pandemic Covid-19 menimbulkan banyak tantangan dalam memberikan pelayanan keperawatan, namun tetap menuntut pelayanan keperawatan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan supervisi model proctor dan model reflektif terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan di ruang perawatan Covid-19. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah sample 76 responden yang terbagi pada dua kelompok sample yaitu 39 responden pada kelompok supervisi model proctor dan 37 responden pada kelompok supervisi model reflektif. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi square dan uji t independen. Berdasarkan analisa data bivariat, diperoleh adanya pengaruh antara pelaksanaan supervisi model proctor maupun pelaksanaan supervisi model reflektif terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan di ruang perawatan Covid-19 Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta. Pada uji t independen ditemukan tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata mutu pelayanan keperawatan pada kedua kelompok sample. Terdapat pengaruh antara pelaksanaan supervisi model proctor dan model reflektif terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan di ruang perawatan Covid-19 Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta, namun tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata mutu pelayanan keperawatan antara pelaksanaan supervisi model proctor dengan pelaksanaan supervisi model reflektif

    Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Di Rs Advent Bandar Lampung

    Get PDF
    Hemodialisis merupakan salah satu terapi pengganti ginjal untuk pasien Gagal Ginjal Kronik. Selama menjalani terapi, pasien dapat kehilangan kebebasan terhadap hidupnya karena pasien memiliki pantangan-pantangan atau aturan-aturan yang perlu diperhatikan guna tidak memperburuk kondisi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RS Advent Bandar Lampung. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hdup pasien hemodialisa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 127 orang. Kriteria responden adalah pasien hemodialisa di RS Advent Bandar Lampung. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan metode univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji statistic sebagian besar responden atau 107 orang (84.3%) mendapat dukungan keluarga yang baik, dan 20 responden mendapatkan dukungan keluarga yang cukup. Sedangkan 126 responden (99.2%) memiliki kualitas hidup baik dan 1 responden (0.8%) memiliki kualitas hidup buruk. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas hidup pasien hemodialisa tetap baik. Orang yang hidup dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, perhatian dan motivasi maka kondisi kesehatannya jauh lebih baik dari mereka yang tidak memiliki lingkungan itu

    Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Gel Rambut Ekstrak Etanol Daun Pare (Momordica charantia L.) Dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940

    Get PDF
    ecara empiris, daun pare (Momordica charantia L.) digunakan oleh masyarakat untuk menyuburkan rambut yang tipis. Pada pria dan wanita rambut mempunyai peran penting bagi penampilan. Gel rambut merupakan produk penataan rambut yang memiliki peran vital dalam penataan rambut dengan mengatur dan menjaga rambut dalam posisi yang diinginkan serta membuat rambut tampak mengkilap, licin dan rapih. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun pare dalam sediaan gel rambut dengan menggunakan variasi konsentrasi carbopol 940 sebagai gelling agent yaitu 0,5%, 1 %, 1,5% dan 2% serta pengaruhnya terhadap evaluasi fisik sediaan gel rambut. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan uji freeze-thaw. Hasil pengamatan organolepis, homogenitas dan pH pada penyimpanan 28 hari serta penyimpanan pada suhu 4 °C dan 45 °C tidak menunjukan perubahan. Hasil pengamatan lain menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi carbopol berpengaruh signifikan terhadap daya sebar yang semakin rendah, daya lekat yang lama, dan viskositas yang semakin tinggi.Secara empiris, daun pare (Momordica charantia L.) digunakan oleh masyarakat untuk menyuburkan rambut yang tipis. Pada pria dan wanita rambut mempunyai peran penting bagi penampilan. Gel rambut merupakan produk penataan rambut yang memiliki peran vital dalam penataan rambut dengan mengatur dan menjaga rambut dalam posisi yang diinginkan serta membuat rambut tampak mengkilap, licin dan rapih. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun pare dalam sediaan gel rambut dengan menggunakan variasi konsentrasi carbopol 940 sebagai gelling agent yaitu 0,5%, 1 %, 1,5% dan 2% serta pengaruhnya terhadap evaluasi fisik sediaan gel rambut. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan uji freeze-thaw. Hasil pengamatan organolepis, homogenitas dan pH pada penyimpanan 28 hari serta penyimpanan pada suhu 4 °C dan 45 °C tidak menunjukan perubahan. Hasil pengamatan lain menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi carbopol berpengaruh signifikan terhadap daya sebar yang semakin rendah, daya lekat yang lama, dan viskositas yang semakin tinngi

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Puskesmas Sepatan dan Puskesmas Kedaung Barat Tahun 2019

    Get PDF
    Desain penelitian metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien skizofenia di Puskesmas Sepatan dan Puskesmas Kedaung Barat Kabupaten Tangerang tahun 2020, yaitu sebanyak 97 orang. Sampel diambil berdasarkan total populasi yaitu sebanyak 97 responden. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji koefisien korelasi. Hasil: berdasarkan analisis univariat dari 97 orang, mayoritas skizofenia yang tidak kambuh sebesar 51,5%, faktor genetik ya sebesar 61,9%, kepatuhan minum obat yang patuh sebesar 60,8%, pengetahuan keluarga yang baik sebesar 54,6%, dukungan keluarga baik sebesar 60,8% dan dukungan tenaga kesehatan yang baik sebesar 68%. Hasil analisis bivariat dengan uji koefisien korelasi didapat ada hubungan antara faktor genetik (p-value 0,001), kepatuhan minum obat (p-value 0,000), pengetahuan keluarga (p-value 0,000), dukungan keluarga (p-value 0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value 0,029), dengan kekambuhan pasien skizofenia. Kesimpulan Berdasarkan hasil koefisien korelasi didapatkan nilai tingkat hubungan tertinggi yaitu pada kepatuhan minum obat (r = 0,743). Saran diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan frekuensi penyuluhan dan memberikan konseling kepada pasien dan keluarga pasien agar pasien dan keluarga tahu tentang kekambuhan yang dapat terjadi karena tidak patuh minum obat

    Hubungan Antara Kekurangan Energi Kronis (Kek) Dengan Kejadian Partus Lama Di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu

    Get PDF
    Ibu bersalin yang KEK secara teori memiliki resiko lebih besar untuk mengalami partus lama dibandingkan ibu bersalin tidak KEK. Menurut Manuaba (2012) ibu bersalin dengan KEK akan cenderung kekurangan energi untuk melakukan his sehingga his lemah yang dampaknya proses pengeluaran janin terhambat dan memicu terjadinya partus lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekurangan energi kronis (KEK) dengan kejadian partus lama pada ibu bersalin di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu tahun 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deksriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu dengan jumlah sampel 62 orang. Teknik samplingnya menggunakan purposive sampling. Hasil uji korelasi Chi Square diketahui nilai p-value = 0,011. Karena nilai p-value 0,011 kurang dari < α 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terbukti ada hubungan signifikan kekurangan energi kronis (KEK) dengan kejadian partus lama pada ibu bersalin di Wetan Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu.Ibu bersalin yang KEK secara teori memiliki resiko lebih besar untuk mengalami partus lama dibandingkan ibu bersalin tidak KEK. Menurut Manuaba (2012) ibu bersalin dengan KEK akan cenderung kekurangan energi untuk melakukan his sehingga his lemah yang dampaknya proses pengeluaran janin terhambat dan memicu terjadinya partus lama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekurangan energi kronis (KEK) dengan kejadian partus lama pada ibu bersalin di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu tahun 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deksriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu dengan jumlah sampel 62 orang. Teknik samplingnya menggunakan purposive sampling. Hasil uji korelasi Chi Square diketahui nilai  p-value = 0,011. Karena nilai p-value  0,011 kurang dari < α 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terbukti ada  hubungan signifikan kekurangan energi kronis (KEK) dengan kejadian partus lama pada ibu bersalin di Wetan Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramay

    637

    full texts

    676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Health Sains (JHS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇