Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Alur Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di RSU X Kota Bandung Tahun 2021
The number of patients infected with positive cases of Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) in Indonesia is increasing. COVID-19 was previously known as Novel 201 Novel Coronavirus (2019-nCoV) a disease that affects the respiratory system. In an effort to reduce the number of positive cases of the corona virus, the government urges all Indonesians to vaccinate against COVID-19, as an effort to prevent the spread of the COVID-19 virus. The provision of COVID-19 vaccination is carried out through government or private health service facilities that have been appointed and have met the standards. The purpose of this study was to analyze the flow of COVID-19 vaccination services at RSU X Bandung City. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach, data collection techniques using observation and literature study. The results of this study are the flow of COVID-19 vaccination services at RSU X Bandung City is simplified into the second rule set by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The simplification of the COVID-19 vaccination flow is expected to facilitate targets and speed up the process of vaccination services. However, the results were not optimal in providing COVID-19 vaccination services. There are several obstacles such as the length of time for screening, data entry, ineffective space and time provisions, causing queues for vaccine recipients and service support facilitiesAngka pasien yang terinfeksi kasus positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia semakin meningkat. COVID-19 sebelumnya dikenal sebagai Novel 201 Novel Coronavirus (2019-nCoV) penyakit yang mengganggu sistem pernapasan. Dalam upaya menurunkan angka kasus positif virus corona, pemerintah menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksinasi COVID-19, sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya penyebaran virus COVID-19. Pemberian vaksinasi COVID-19 dilaksanakan melalui fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah atau swasta yang telah ditunjuk dan telah memenuhi standar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa alur pelayanan vaksinasi COVID-19 di RSU X Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah alur pelayanan vaksinasi COVID-19 di RSU X Kota Bandung disederhanakan menjadi aturan kedua yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyederhanaan alur vaksinasi COVID-19 diharapkan dapat mempermudah sasaran dan mempercepat proses pelayanan vaksinasi. Tetapi didapatkan hasil yang belum optimal dalam pemberian pelayanan vaksinasi COVID-19. Terdapat beberapa kendala seperti lamanya waktu skrining, entry data, ketentuan ruang dan waktu yang kurang efektif sehingga menimbulkan antrian penerima vaksin dan fasilitas penunjang pelayana
Perbedaan Kelembaban, Kepadatan Hunian, Ventilasi Rumah terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita
The incidence of Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the main causes of illness in children under five in developing countries. Likewise in the working area of the Klapanunggal Health Center. This condition can be seen from the first prevalence of ARI, which always increases and is the first of the top ten based on the annual report of the Puskesmas. This study aims to determine the relationship between the physical conditions of the home environment which includes occupancy density, humidity, house ventilation with the incidence of ARI. This research was conducted in August 2020 in Klapanunggal District. This type of research uses a cross sectional approach. The subjects studied were all houses in which there were toddlers aged zero to five years with a sample size of 97 respondents. Data collection through structured interviews, observation. Statistical test using kai quadaract test. The results of the study showed that there was a relationship between occupancy density (OR = 8.254, p = 0.001), home ventilation (OR = 2.625, p = 0.003), and humidity (OR = 3.010, p = 0.018) with the incidence of ARI. Based on this research, an effort to reduce the incidence of ARI in children under five is to provide counseling to the community to improve the quality of housing and disseminating information about poor indoor air quality that can cause confusion with ISPA.Kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kesakitan utama pada balita di Negara berkembang. Demikian juga di Wilayah Kerja Puskesmas Klapanunggal. Kondisi ini terlihat dari pertama prevalensi penyakit ISPA yang selalu mengalami kenaikan dan menempati urutan pertama dari sepuluh besar penyakit berdasarkan laporan tahunan Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi fisik lingkungan rumah yang meliputi kepadatan hunian, kelembaban, ventilasi rumah dengan kejadian ISPA. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2020 di Kecamatan Klapanunggal. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Subjek yang diteliti yaitu seluruh rumah yang didalamnya terdapat balita berusia nol sampai lima tahun dengan besar sampel 97 responden. Pengumpulan data melalui wawancara tersetruktur, observasu. Uji statistic menggunakan uji kai kuadarat. Ahsil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kepadatan hunian (OR= 8,254, p= 0,001), Ventilasi Rumah (OR= 2,625, p= 0,003), dan kelembaban rumah (OR= 3,010, p= 0,018) dengan kejadian ISPA. Berdasarkan penelitian ini upaya untuk mengurangi kejadian ISPA pada balita adalah dilakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk menibgkatkan kualitas hunian rumah serta penyebarluasan informasi
Pengembangan Bioplastik Antibakteri Untuk Bahan AAlat Pelindung Diri (APD) yang Ramah Lingkungan
Production of Personal Protective Equipment (PPE) increased by 40% per month, resulting in global plastic waste during the pandemic and after the COVID-19 pandemic. Degradable plastic is a solution left over from PPE. This research uses environmentally friendly and non-toxic materials, namely PLA, chitosan, ZnO, and palm wax. There are two stages of research, (1) determining the best concentration of palm oil wax (1; 2.5; 5%) according to SNI, and (2) determining the concentration of chitosan (0.5%; 0.75%; 1%; 1, 25%; 1.5%) using the RAL method. Bioplastics were tested for morphology, structure, antibacterial, water vapor permeability, and biodegradability. The results of the morphological test showed cracks and crevices of chitosan in several places. The FTIR test confirmed that the addition of chitosan did not change the chemical components of the bioplastic. Chitosan concentration of 0.5% was the best in inhibiting Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The addition of chitosan made the tensile strength value increase but decreased elongation at rest, the WVP test had no significant effect, while the biodegradability test at the smallest concentration of chitosan could increase the biodegradability.Produksi Alat Pelindung Diri (APD) meningkat hingga 40% perbulan, menghasilkan limbah plastik global saat pandemi maupun setelah pandemi COVID-19. Plastik degradable merupakan suatu solusi mengurangi penumpukan limbah APD. Penelitian ini menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan nontoksik yaitu PLA, kitosan, ZnO, dan lilin kelapa sawit. Terdapat dua tahap penelitian, (1) menentukan konsentrasi lilin kelapa sawit (1; 2,5; 5%) terbaik sesuai SNI, dan (2) menentukan konsentrasi kitosan (0,5%; 0,75%; 1%; 1,25%; 1,5%) menggunakan metode RAL. Bioplastik diuji morfologi, struktural, antibakteri, water vapor permeability, dan biodegradabilitas. Hasil uji morfologi terlihat kitosan membentuk celah dan gumpalan kitosan pada beberapa tempat. Uji FTIR mengkonfirmasi penambahan kitosan tidak merubah komponen kimia bioplastik. Konsentrasi kitosan 0,5% paling baik dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penambahan kitosan membuat nilai tensile strength naik namun menurunkan elongastion at break, uji WVP tidak berpengaruh secara signifikan, sedangkan uji biodegradabilitas menunjukan pada konsentrasi terkecil kitosan dapat meningkatkan kemampuan biodegradabilitas
Tingkat Kepatuhan Pasien Diabetes di Klinik Ide Indramayu
Diabetes Mellitus (DM) is a disease caused by the body's inability to make or use insulin properly. Diabetes mellitus (DM) is a complex chronic disease characterized by elevated blood glucose levels or hyperglycemia, which occurs as a result of failure of insulin secretion, decreased insulin secretion or insulin resistance. The purpose of the study was to find out the picture of diabetes patients' compliance with therapy using diabetes drugs at Ide Indramayu Clinic. This type of research is research that is descriptive with case series design methods that are a collection of individual cases of a disease with the same diagnosis. The type of data method collected is secondary data that has been recorded on medical records (status cards) of people with diabetes Mellitus who seek road treatment in Kinik Ide. The proportion of the rate of fertility of diabetic patients in Ide Clinic is based on sociodemographic, the highest proportion is in the age group of 51-58 years 40%, female sex 65%, Javanese 85%, Islam 95%, based on work/IRT / pension as much as 45%, residence 100% of indramayu population.Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang disebabkan tubuh tidak mampu membuat atau menggunakan insulin dengan semestinya. Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis kompleks ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah atau hiperglikemia, yang terjadi akibat kegagalan sekresi insulin, penurunan sekresi insulin atau resistensi insulin. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kepatuhan pasien diabetes terhadap terapi menggunakan obat diabetes di Klinik Ide Indramayu. Jenis penelitian yang dilakukaan yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dengan metode desain case series yang merupakan kumpulan kasus-kasus individual suatu penyakit dengan diagnosis yang sama. Jenis metode data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang telah tercatat pada rekam medik (kartu status) penderita diabetes Melitus yang berobat jalan di Kinik Ide. Proporsi tingkat kepatuhahn pasien diabetes di Klinik Ide berdsarkan sosiodemografi, proporsi tertinggi terdapat pada kelompok umur 51-58 tahun 40%, jenis kelamin perempuan 65%, suku jawa 85%, Agama Islam 95%, berdasarkan pekerjaan tidak bekerja/IRT/ pensiun sebanyak 45%, tempat tinggal 100% penduduk Indramayu
Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Siwalima Periode Februari 2021
Diabetes mellitus is a metabolic disorder that is heterogeneous and characterized by the presence of hyperglycemia due to impaired insulin secretion, impaired insulin work or both. The prevalence of diabetes mellitus in Indonesia in 2013 was 2.1%. That's higher than in 2007 (1.1%). A total of 31 provinces (93.9%) showed a significant increase in the prevalence of diabetes mellitus. The prevalence of diabetes mellitus in Maluku Province is 0.7%, while based on nakes diagnosis it was found at 0.4%. Prevalence by district is highest in West Southeast Maluku Regency. The percentage of cases of diabetes mellitus that has been served by health workers by district, the lowest in Western Seram and Aru Islands. The purpose of this study is to find out blood glucose levels when in patients with type 2 diabetes mellitus in the health center siwalima period of February 2021.This study uses descriptive research methods, the study subjects are type 2 diabetes mellitus patients who have blood sugar examination results during and are examined at the general poly Siwalima Health Center in the city of Dobo Aru Maluku Islands in February 2021. Gender, Age, Blood sugar levels at the time, weight, height and waist circumference were recorded from medical records data. There were 17 patients who had type 2 diabetes mellitus, mostly women (52.94%), ages 45–64 years (64.70%), blood sugar levels when the most >180mg / dl (47.05%), overweight body mass index (41.17%), waist circumference above 80 cm in women (66.67%). The conclusion of the study was that DMT2 patients at puskesmas Siwalima Kota Dobo Aru Islands showed most had average blood levelswhen it wasbad.Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang bersifat heterogen dan ditandai dengan adanya hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya. Prevalensi diabetes mellitus di Indonesia pada tahun 2013 adalah sebesar 2,1%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2007 (1,1%). Sebanyak 31 provinsi (93,9%) menunjukkan kenaikan prevalensi diabetes mellitus yang cukup berarti. Prevalensi penyakit diabetes mellitus di Provinsi Maluku adalah 0,7%, sementara berdasarkan diagnosis nakes ditemukan sebesar 0,4%. Prevalensi menurut kabupaten tertinggi di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Persentase kasus diabetes mellitus yang sudah terlayani oleh tenaga kesehatan menurut kabupaten, paling rendah di Seram Bagian Barat dan Kepulauan Aru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas siwalima periode februari 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang mempunyai hasil pemeriksaan gula darah sewaktu dan dilakukan pemeriksaan di poli umum Puskesmas Siwalima di kota Dobo Kepulauan Aru Maluku pada bulan Februari 2021. Jenis kelamin, Usia, Kadar gula darah sewaktu, Berat badan, Tinggi badan dan Lingkar pinggang dicatat dari data rekam medik. Terdapat 17 pasien yang mengalami diabetes melitus tipe 2, sebagian besar adalah perempuan (52,94%), usia 45–64 tahun (64,70%), kadar gula darah sewaktu terbanyak >180mg/dl (47,05%), indeks massa tubuh kategori overweight (41,17%), lingkar pinggang diatas sama dengan 80 cm pada perempuan (66,67%). Kesimpulan penelitian adalah pasien DMT2 di Puskesmas Siwalima Kota Dobo Kepulauan Aru menunjukkan sebagian besar memiliki rerata kadar glukosa darah sewaktu yang buru
Kontribusi Regulasi Emosi terhadap Kecemasan pada Ibu Hamil di Kehamilan Pertama
Anxiety can occur in pregnant women in the first pregnancy, one of which is because they have difficulty to regulate proper emotions. The negative impact of anxiety triggers uterine contractions, increased blood pressure, preeclampsia and even miscarriage. When the experience and expression of emotions can be managed properly then it can have an impact on the lack of anxiety symptoms that appear and of course improve the psychological well-being of pregnant women. This study aims to find out the contribution of emotional regulation to anxiety in pregnant women in the first pregnancy. A study sample of 34 people with an age range of 20-37 years using purposive sampling techniques. The measurement tools used are Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) and Zung Self-rating Anxiety. The data is analyzed using a simple regression test. The results showed that emotion regulation contributed significantly to anxiety in pregnant women in the first pregnancy with a correlation index value (R) of 40.2%. Emotion regulation contributed to anxiety (R2) by 16.2% and 83.8% was affected by other variables outside the studyKecemasan dapat terjadi pada ibu hamil di kehamilan pertama salah satunya dikarenakan mengalami kesulitan untuk melakukan regulasi emosi yang tepat. Dampak negatif dari kecemasan memicu terjadinya kontraksi rahim, meningkatnya tekanan darah, terjadinya preeklamsi bahkan keguguran. Ketika pengalaman dan ekspresi emosi mampu dikelola dengan baik maka hal tersebut dapat berdampak pada minimnya gejala kecemasan yang muncul dan tentu saja meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi regulasi emosi terhadap kecemasan pada ibu hamil di kehamilan pertama. Sampel penelitian sejumlah 34 orang dengan rentang usia 20-37 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dan Zung Self-rating Anxiety. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi berkontribusi secara signifikan terhadap kecemasan pada ibu hamil di kehamilan pertama dengan nilai indeks korelasi (R) sebesar 40.2 %. Regulasi emosi memberikan kontribusi terhadap kecemasan (R2) sebesar 16,2% dan 83,8% dipengaruhi oleh variable lain diluar penelitian in
Evaluasi Pelaksanaan Identifikasi Pasien Dalam Pemberian Terapi, Transfusi, Pemeriksaan Penunjang Terhadap Insiden Dirumah Sakit
Metode Desain penelitian yang digunakan adalah kajian literature riview dengan metodological riview. Strategi dalam mencari jurnal, PICO dan artikel diseleksi menggunakan tinjauan sistematis dan metaanalisis PRISMA model alur (McInnes et al., 2018). pemilihan arikel berdasarkan kriteria inklusi dan berdasar kata kunci secara keseluruhan menghasilkan total 7 aritkel. Tujuan Mereview artikel untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan identifikasi pasien dalam memberikan terapi dan tranfusi, pemeriksaan penunjang terhadap dampak insiden di rumah sakit. Hasil Setelah dilakukan sintesis yang komprehensif terhadap 7 artikel yang menggambarkan pentingnya identifikasi pasien pada saat melakukan tindakan kepada pasien yang dilakukan oleh perawat, dokter atau tenaga kesehatan lainnya yang berdampak terhadap keselatamatan pasien.Introduction Automatic identification provides an efficient way to prevent errors that result in incidents in patient safety. Many studies have shown that many errors in patient identification occur in the administration of drugs, transfusions, and investigations The purpose of reviewing articles is to see the evaluation of patient evaluations in providing therapy and transfusions, supporting examinations of the impact in the hospital. Method The research design used was a literature review study with a methodological review. Strategies in finding journals used PICO and Articles selected using a systematic review and meta-analysis of PRISMA flow models (McInnes et al., 2018). in the initial stages of searching with an online database, EBSCHO, PUBMED, Google Scholar, articles and fortal online. selection of articles based on inclusion criteria, and based on keywords as a whole resulted in a total of 7articles.Results After a comprehensive synthesis of 7 articles describing the importance of patient identification when taking action on patients by nurses, doctors or other health professionals who have an impact on patient safet
Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dan Pengasuhan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Anak Tk Di Kabupaten Aceh Tengah
Anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan sehat dan terdidik, merasa aman dan bahagia merupakan dasar menciptakan SDM yang berkualitas. Kekurangan gizi dalam waktu yang cukup lama dan adanya penyakit infeksi menyebabkan pertumbuhan linear terhambat sehingga memicu terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penyakit infeksi yaitu riwayat penyakit diare dan penyakit ISPA, pengasuhan keluarga yaitu pola asuh kesehatan dan pola asuh psikososial dengan kejadian stunting anak TK di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional dengan subjek sebanyak 200 anak TK berumur 4-6 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner meliputi data karakteristik anak, karakteristik orang tua, riwayat penyakit infeksi dan pengasuhan keluarga. Tinggi badan anak diukur menggunakan microtoise. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistic berganda. Terdapat 32% anak TK mengalami stunting. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan penyakit diare (p = 0,005; OR = 3,48; 95% CI = 1,49 -8,10.), pola asuh kesehatan (p < 0,001; OR = 5,36; 95% CI = 2,37-12,11) dan pola asuh psikososial (p <0,001; OR = 9,07; 95% CI = 4,54-18,13) dengan kejadian stunting pada anak TK. Riwayat penyakit ISPA tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada anak TK di Kabupaten Aceh Tengah.Anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan sehat dan terdidik, merasa aman dan bahagia merupakan dasar menciptakan SDM yang berkualitas. Kekurangan gizi dalam waktu yang cukup lama dan adanya penyakit infeksi menyebabkan pertumbuhan linear terhambat sehingga memicu terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penyakit infeksi yaitu riwayat penyakit diare dan penyakit ISPA, pengasuhan keluarga yaitu pola asuh kesehatan dan pola asuh psikososial dengan kejadian stunting anak TK di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional dengan subjek sebanyak 200 anak TK berumur 4-6 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner meliputi data karakteristik anak, karakteristik orang tua, riwayat penyakit infeksi dan pengasuhan keluarga. Tinggi badan anak diukur menggunakan microtoise. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistic berganda. Terdapat 32% anak TK mengalami stunting. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan penyakit diare (p = 0,005; OR = 3,48; 95% CI = 1,49 -8,10.), pola asuh kesehatan (p < 0,001; OR = 5,36; 95% CI = 2,37-12,11) dan pola asuh psikososial (p <0,001; OR = 9,07; 95% CI = 4,54-18,13) dengan kejadian stunting pada anak TK. Riwayat penyakit ISPA tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada anak TK di Kabupaten Aceh Tenga
Hubungan Menggantung Pakaian Dan Memasang Kawat Kasa Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Langkat
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang sangat berbahaya dimana penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan bisa mengakibatkan kematian akibat perdarahan yang disebabkan oleh virus dengue. Kabupaten langkat merupakan salah satu wilayah endemis DBD dengan urutan ketiga di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara menggantung pakaian di dalam rumah dan memasang kawat kasa dengan kejadian DBD. Jenis Penelitian ini deskriptif dengan desain kasus kontrol. Populasi penelitian adalah masyarakat yang menderita DBD dan bertempat tinggal di Kecamatan Padang Tualang sejumlah 62 orang. Pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner. Metode analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa kasus demam berdarah dengue lebih dominan terjadi pada umur < 40 Tahun sebanyak (64%) dan berjenis kelamin laki-laki lebih banyak terjadi sebanyak (52%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara menggantung pakaian di dalam rumah (p= 0,002) dan memasang kawat kasa dengan nilai (p= 0,010) dengan kejadian DBD. Ada hubungan antara menggantung pakaian di dalam rumah dan memasang kawat kasa dengan kejadian demam berdarah dengue.Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang sangat berbahaya dimana penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan bisa mengakibatkan kematian akibat perdarahan yang disebabkan oleh virus dengue. Kabupaten langkat merupakan salah satu wilayah endemis DBD dengan urutan ketiga di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara menggantung pakaian di dalam rumah dan memasang kawat kasa dengan kejadian DBD. Jenis Penelitian ini deskriptif dengan desain kasus kontrol. Populasi penelitian adalah masyarakat yang menderita DBD dan bertempat tinggal di Kecamatan Padang Tualang sejumlah 62 orang. Pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner. Metode analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa kasus demam berdarah dengue lebih dominan terjadi pada umur < 40 Tahun sebanyak (64%) dan berjenis kelamin laki-laki lebih banyak terjadi sebanyak (52%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara menggantung pakaian di dalam rumah (p= 0,002) dan memasang kawat kasa dengan nilai (p= 0,010) dengan kejadian DBD. Ada hubungan antara menggantung pakaian di dalam rumah dan memasang kawat kasa dengan kejadian demam berdarah dengue
Analisa Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tidur Lansia Di Panti
Metode penelitian pencarian jurnal atau artikel menggunakan database yang terindeks Scopus, Proquest, Pubmed dan science Direct menggunakan kata kunci yang adekuat. The Centre for Review and Dissemination and The Joanna Briggs Institute digunakan untuk menilai kualitas penelitian. Framework yang digunakan untuk mereview adalah PICOS dan kriteria inklusi yang digunakan yakni jurnal berbahasa Inggris dan Indonesia dengan terbitan tahun 2015 sampai 2020. Dilakukan analisis dan tabulasi data pada artikel atau jurnal. Judul, abstrak, teks lengkap dan metodologi dinilai untuk menentukan kelayakan artikel atau jurnal. Hasil penelitian seribu delapan ratus dua puluh enam diidentifikasi, terdapat lima belas artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur diantaranya lingkungan, stress psikologi, gizi, gaya hidup, aktivitas fisik, Olahraga. Sedangkan cara meningkatkan kualitas tidur adalah brain gym, therapeutic touch, cognitive training, footbath theraphy, aromatheraphy, reminiscene therapy, acupressure. Kesimpulan lingkungan menjadi salah satu faktor yang paling mempengaruhi kualitas tidur lansia di panti, sedangkan salah satu cara yang cukup efektif untuk meningkatkan kualitas tidur lansia adalah penggunaan aromatherapy.Metode penelitian pencarian jurnal atau artikel menggunakan database yang terindeks Scopus, Proquest, Pubmed dan science Direct menggunakan kata kunci yang adekuat. The Centre for Review and Dissemination and The Joanna Briggs Institute digunakan untuk menilai kualitas penelitian. Framework yang digunakan untuk mereview adalah PICOS dan kriteria inklusi yang digunakan yakni jurnal berbahasa Inggris dan Indonesia dengan terbitan tahun 2015 sampai 2020. Dilakukan analisis dan tabulasi data pada artikel atau jurnal. Judul, abstrak, teks lengkap dan metodologi dinilai untuk menentukan kelayakan artikel atau jurnal. Hasil penelitian seribu delapan ratus dua puluh enam diidentifikasi, terdapat lima belas artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur diantaranya lingkungan, stress psikologi, gizi, gaya hidup, aktivitas fisik, Olahraga. Sedangkan cara meningkatkan kualitas tidur adalah brain gym, therapeutic touch, cognitive training, footbath theraphy, aromatheraphy, reminiscene therapy, acupressure. Kesimpulan lingkungan menjadi salah satu faktor yang paling mempengaruhi kualitas tidur lansia di panti, sedangkan salah satu cara yang cukup efektif untuk meningkatkan kualitas tidur lansia adalah penggunaan aromatherapy