Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Uji Aktivitas Fraksi Etil Asetat Daun Daruju (Acanthus Ilicifolius L) terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes dan Staphylococcus Epidermidis
Daruju leaves (Acanthus Ilicifolius L) is a type of plant that is widely grown and developed in Indonesia. Daruju leaves (Acanthus Ilicifolius L) found the presence of many secondary metabolite compounds. Secondary metabolite compounds are non polar, semipolar and polar so that to maximize the extraction of secondary metabolites, fractionation is carried out. The fractionation process in this study used n-hexane, ethyl acetate and methanol as solvent, while the test bacteria used were Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. Antibacterial activity testing was carried out using the agar diffusion method. The antibacterial activity test showed that the ethyl aceat fraction of Daruju leaves (Acanthus Ilicifolius L) was able to inhibit the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis bacteria. The activity test of the ethyl acetate fraction of Daruju leaves (Acanthus Ilicifolius L) on Propionibacterium acnes bacteria was obtained at a concentration of 20% with an average diameter of the inhibition zone of 20.99 mm where the inhibition zone category was included in the strong category, while the Stаphylococcus epidermidis bacteria were obtained in concentration of 15% with an average diameter of the inhibition zone of 20.21 mm where the inhibition zone category is included in the strong category.Daun daruju (Acanthus Ilicifolius L) merupakan sejenis tanaman yang banyak tumbuh dan dikembangkan di Indonesia. Pada daun daruju (Acanthus Ilicifolius L) ditemukan keberadaan banyak kandungan senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder bersifat non polar, semipolar dan polar sehingga untuk memaksimalkan pengekstrakan senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan cara fraksinasi. Proses fraksinasi dalam penelitian ini menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol, sedangkan bakteri uji yang digunakan adalah bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa fraksi etil aseat daun daruju (Acanthus Ilicifolius L) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Uji aktivitas fraksi etil asetat daun daruju (Acanthus Ilicifolius L) pada bakteri Propionibacterium acnes diperoleh pada konsentasi 20% dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 20,99 mm dimana pada katagori zona hambat termasuk dalam katagori kuat, Sedangkan terhadap bakteri Stаphylococcus epidermidis diperoleh pada kosentrasi 15% dengan rata-rata diameter zona hambat sebesаr 20,21 mm dimana pada katagori zona hambat termasuk dalam katagori kua
Survei Deteksi Dini Keseimbangan pada Anak-Anak Suku Laut Duana di RT. 01 RW. 04 Kelurahan Tanjungbatu Kota
In children of age experiencing an increase in the quality of physical activity ability, in addition, it can also experience delays in growth and development. The World Health Organization (WHO) provides a statement that the most common childhood health disorders are musculoskeletal disorders. The musculoskeletal system has an important role in maintaining the balance of the human body. Balance is a major factor in maintaining and maintaining the balance of the human body properly. The purpose of the study was todetermine early detection of balance in children ofthe duana sea tribe. The research method conducted is quantitative research using survey methods with stork balance check instruments balance stand test. Sampling techniques using purposive sampling methods. Each child is tested 3 times and is taken the best grades. The time during the test is calculated using the Stopwatch. The results of the study measured the balance of children of the duana sea tribe, namely men 74% and women 58% got a very good category with the highest percentage results. This means that the children of the duana sea tribe are able to maintain a very good balance. The conclusion of early childhood motor development research is related to the development of motorik and with itsability to move. Children's motor skills can be seen from various movements and games that are done every day. Themotor skills of early childhood are closely related to the activities carried out by children.Pada anak usia mengalami peningkatan kualitas kemampuan aktivitas fisik, selain itu juga bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangannya. World Health Organization (WHO) memberikan pernyataan bahwa gangguan kesehatan pada anak yang paling banyak dialami adalah gangguan pada muskuloskeletal. Sistem muskuloskeletal memiliki peran yang penting dalam menjaga keseimbangan tubuh manusia. Keseimbangan merupakan faktor utama dalam menjaga dan mempertahankan keseimbangan tubuh manusia dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui deteksi dini keseimbangan pada anak-anak suku laut duana. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survei dengan instrumen pemeriksaan keseimbangan stork balance stand test. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Setiap anak dites sebanyak 3 kali dan diambil nilai yang terbaik. Waktu selama tes dihitung dengan menggunakan Stopwatch. Hasil penelitian pengukuran keseimbangan anak suku laut duana yaitu laki-laki 74% dan perempuan 58% mendapatkan kategori baik sekali dengan hasil persentase paling tinggi. Hal ini berarti anak-anak suku laut duana mampu mempertahankan keseimbangan sangat baik sekali. Kesimpulan penelitian perkembangan motorik anak usia dini berhubungan dengan perkembangan motorik dan dengan kemampuan geraknya. Kemampuan motorik anak dapat dilihat dari berbagai gerakan dan permainan yang dilakukan setiap hari. Kemampuan motorik anak usia dini terkait erat dengan aktivitas yang dilakukan anak
Gambaran Peresepan Antibiotik terhadap Pengobatan Pasien ISPA di Klinik Utama Pupuk Kujang Cikampek
ISPA treatment is an acute infection that attacks one or more parts of the airways from the nose to the alveoli, including the adnexan, namely the sinus, middle ear cavity and pleura. Basically, the principle of rational use of antibiotics is the selection of antibiotics that are selective against infecting microorganisms and effectively destroying infecting microorganisms. The method in this study was descriptive survey, which describes antibiotic prescribing of ARI treatment based on type of antibiotic and amount of drug in clinic Kujang,Cikampek. Based on the data obtained, the overall results of antibiotics prescribing in Januari – Maret 2021 at Clinic Kujang Cikampek were 719 Prescription and antibiotics prescribing for ARI were 250 Prescription (34.77%). The results of this study can be concluded that the number of antibiotics that were most prescribed in January were Zibramax 500mg as many as 29 prescriptions (39,19%); in February the most prescribed antibiotics were Zibramax 500mg with 26 prescriptions (47.27%); in March the most prescribed antibiotic was Zibramax 500mg with 55 prescriptions (45.45%)ISPA merupakan infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih saluran napas mulai dari hidung sampai alveoli termasuk adneksanya yaitu sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Pada dasarnya asas penggunaan antibiotik secara rasional adalah pemilihan antibiotik yang selektif terhadap mikroorganisme penginfeksi dan efektif memusnahkan mikroorganisme penginfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penulisan Resep antibiotik di Klinik Utama Pupuk Kujang Cikampek. Metode dalam penelitian ini adalah Survey deskriftif, yaitu mendeskripsikan atau menguraikan peresepan antibiotik terhadap pengobatan ISPA berdasarkan jenis antibiotik dan jumlah obat di Klinik Utama Pupuk Kujang Cikampek. Berdasarkan data yang diperoleh, hasil keseluruhan peresepan antibiotik pada bulan Januari – Maret Tahun 2021 di Klinik Utama Pupuk Kujang Cikampek sebesar 719 Resep dan Peresepan antibiotik untuk pasien ISPA 250 Resep (34.77%). Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jumlah antibiotik yang paling banyak diresepkan pada bulan Januari yaitu Zibramax 500 mg sebanyak 29 resep (39.19%); pada bulan Februari antibiotik yang paling banyak diresepkan yaitu Zibramax 500 mg sebanyak 26 resep (47.27%); pada bulan Maret antibiotik yang paling banyak diresepkan yaitu Zibramax 500mg sebanyak 55 resep (45.45%).
Tinjauan Literatur Hubungan Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Perawatan Luka Operasi Terhadap Tingkat Kesembuhan Luka Post Operasi Sectio Caesarea
Desain penelitian yang digunakan adalah literature review systematik mapping study artikel ini dikumpulkan dengan menggunakan mesin pencarian Search engine Research gate, google scholar, google books dan neliti di temukan sebanyak 35, jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 16 artikel. Dari hasil pencarian didapatkan sebanyak 35 artikel dan di saring atas berdasarkan judul, tahun, abstrak, kata kunci, analisa abstrak dan artikel Full text berdasarkan tinjauan sistematik yang sesuai dengan kriteria insklusi didapatkan 16 artikel. Dari hasil analisa jurnal di dapatkan 16 artikel yang sesuai dengan kriteria insklusi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional terhadap tingkat kesembuhan luka post operasi seksio sasarea semakain baik seorang perawat menjalankan SOP maka semakin cepat proses kesembuhan luka operasi seksio sesarea.Data from the World Health Organization (WHO) says that cesarean delivery is about 10-16% of all deliveries in developing countries, in the United States around 29.1%, Indonesia as much as 15% with cesarean delivery. 9%, and in Indonesia as much as 2.5%. The incidence rate of the sectio caesara method in Tangerang city 9,25%. The design used is a systematic literature review mapping study. This article was collected using the Seacrh engine Research gate, google scholar, google books and research found as many as 35, journals that fit the inclusion criteria as many as 16 articles. From the search results, 35 articles were obtained and were filtered based on title, year, abstract, keywords, abstract analysis and full text articles based on a systematic review that matched the inclusion criteria, obtained 16 articles. From the results of the journal analysis, there are 16 articles that fit the inclusion criteria, it can be concluded that there is a significant relationship between nurses' compliance in implementing standard operational procedures and the healing rate of postoperative cesarean section wounds, the better a nurse runs SOP, the faster the healing process. cesarean section woun
Tantangan Dalam Mendukung Program Pendidikan Gizi Sekolah Di Indonesia
Indonesia menjadi salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan negara-negara berpendapatan rendah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program gerakan nusantara dalam meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan nasional melalui serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan (PSP) gizi dan kesehatan, makan makanan yang bergizi seimbang, berolahraga dan membiasakan minum susu setiap hari. Riset evaluasi pada penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan kegiatan gernus bersama PKGK UI. Pelaksanaan program gernus dari tahun ke tahun mengalami perubahan dan perbaikan. Beberapa program yang dilaksanakan ditahun awal, mengalami tambahan dan perbaikan ditahun berikutnya, sesuai dengan kebutuhan. Hasil evaluasi yang dilakukan pada intervensi edukasi gizi di tahun 2014 menjadi acuan untuk perbaikan pelaksanaan intervensi dengan melihat besaran perubahan yang semakin meningkat setelah tahun 2014 yaitu mulai tahun 2015 sampai tahun 2018.Indonesia menjadi salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan negara-negara berpendapatan rendah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program gerakan nusantara dalam meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan nasional melalui serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan (PSP) gizi dan kesehatan, makan makanan yang bergizi seimbang, berolahraga dan membiasakan minum susu setiap hari. Riset evaluasi pada penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan kegiatan gernus bersama PKGK UI. Pelaksanaan program gernus dari tahun ke tahun mengalami perubahan dan perbaikan. Beberapa program yang dilaksanakan ditahun awal, mengalami tambahan dan perbaikan ditahun berikutnya, sesuai dengan kebutuhan. Hasil evaluasi yang dilakukan pada intervensi edukasi gizi di tahun 2014 menjadi acuan untuk perbaikan pelaksanaan intervensi dengan melihat besaran perubahan yang semakin meningkat setelah tahun 2014 yaitu mulai tahun 2015 sampai tahun 2018
Hubungan Perilaku dan Faktor Penyebab Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep di Kalangan Mahasiswa Universitas Tadulako
Behavior and causal factors affect the rate of antibiotic use without a prescription because self-medicating efforts require the extent to which students' understanding of antibiotic use is good and also correct. The purpose of this study is to find out the behavior of non-prescription antibiotic use among tadulako university students, to find out the causative factors of antibiotic use without prescription among tadulako university students, to find out the relationship of behavior and causative factors of antibiotic use without a prescription among tadulako university students and to find out what antibiotics are most consumed without a prescription among tadulako University students. This study used a descriptive method with a cross-sectional approach with 396 respondents. The sampling technique in this study, namely using purposive sampling data collection using questionnaires in Google Form. The results found that the most widely used antibiotic is amoxicillin. Behavior variables are classified as sufficient categories of (63%). Variable causal factors fall into a sufficient category of (66%). Variable level of causal factors that fall into the category of good assessment, namely sub-variables ease of obtaining antibiotics. When viewed by age, gender and class have sufficient knowledge. In conclusion, the results of the chi-square test obtained a value of 0.000 < 0.05 which means there is a significant relationship between behavior and factors causing antibiotic use without a prescription among tadulako university students.Perilaku dan faktor penyebab berpengaruh terhadap tingkat penggunaan antibiotik tanpa resep karena upaya mengobati diri sendiri membutuhkan sejauh mana pemahaman mahasiswa tentang penggunaan antibiotik yang baik dan juga benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Tadulako, untuk mengetahui faktor penyebab penggunaan antibiotik tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Tadulako, untuk mengetahui hubungan perilaku dan faktor penyebab penggunaan antibiotik tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Tadulako dan untuk mengetahui antibiotik apa yang paling banyak dikonsumsi tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas tadulako. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden 396 orang. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini, yaitu memakai purposive sampling pengambilan datanya menggunakan kuesioner di Google Form. Hasil penelitian didapatkan bahwa antibiotik paling banyak digunakan yakni amoxicillin. Variabel perilaku yaitu tergolong dalam kategori cukup yakni sebesar (63%). Variabel faktor penyebab tergolong dalam kategori cukup yakni sebesar (66%). Tingkat variabel faktor penyebab yang termasuk dalam kategori penilaian baik yakni sub variabel kemudahan mendapatkan antibiotik. Jika dilihat berdasarkan usia, jenis kelamin dan angkatan memiliki pengetahuan cukup. Kesimpulannya itu hasil uji chi square, didapatkan nilai 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat hubungan signifikasi antara perilaku dan faktor penyebab penggunaan antibiotik tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Tadulako
Hubungan Partisipasi Kader dalam Pelaksanaan Desa Siaga terhadap Pelayanan Kia Di Desa Karanganyar Kabupaten Cirebon Tahun 2020
AKI and AKB are still a concern for each country and a top priority for improving the health of mothers, newborns. By improving health services, especially maternal and child health, and efforts to develop Desa Siaga can involve the community and cadre participation. A cadre is a community chosen, can guide the community in health issues independently, help health workers in an effort to improve health status. The purpose of the study was to determine the relationship between Kader participation and the delivery of Mataernal and Neonatal services. This study uses an observational analytic research design with a cross sectional approach using primary data from questionnaire sheets and village standby indicator checklist. The population and sample in the study were all health cadres in Karanganyar Village with 27 respondents. This research was conducted in February-March 2020. Data analysis in this study used Univariate analysis in the form of frequency tables and Bivariate analysis using Chi Square Test. The results showed that 27 samples of 13 (48.1) respondents had a sufficient level of participation in providing Mataernal and Neonatal services, 4 (14.8) respondents with a less level of participation were not given Mataernal and Neonatal services, and 2 (3.7) respondents with a level of participation. well, the provision Mataernal and Neonatal services is not carried out. After doing the Chi Square test, the p value is 0.135, which means p> 0.05 with a positive correlation value of 0.103, which means that the closeness of the relationship is very low.0020The conclusion of this study is that there is no relationship between cadre participation and the provision of Mataernal and Neonatal services services in Karanganyar Village, the Kubangdeleg Community Health Center in 2020. It is hoped that each cadre can play an active role in carrying out tasks in health services, especially in KIA services, capable of empowering and mobilizing communities in village implementationAKI dan AKB masih menjadi perhatian bagi setiap Negara dan menjadi prioritas utama untuk memperbaiki kesehatan ibu, bayi baru lahir. Dengan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak dan upaya pengembangan Desa Siaga dapat dengan melibatkan masyarakat dan partisipasi kader. Kader yaitu seorang masyarakat yang dipilih, dapat membimbing masyarakat dalam masalah kesehatan secara mandiri, membantu tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan antara Partisipasi Kader dengan Pemberian Pelayanan KIA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectionalmenggunakan data primer dari lembar kuesioner dan checklis indikator desa siaga. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah seluruh kader kesehatan yang berada di Desa Karanganyar sejumlah 27 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret tahun 2020. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Univariate dalam bentuk tabel frekuensi dan analisis Bivariate dengan menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 27 sampel 13 (48,1) responden memiliki tingkat pasrisipasi cukup dilakukan pemberian pelayanan KIA, 4 (14,8) responden dengan tingkat partiisipasi kurang tidak dilakukan pemberian pelayanan KIA, dan 2 (3,7) responden dengan tingkat pastisipasi baik tidak dilakukan pemberian pelayanan KIA. setelah dilakukan uji Chi Square, didapatkan p value sebesar 0,135, yang berarti p > 0,05 dengan nilai korelasi positif sebesar 0,103 yang berarti yang berarti keeratan hubungannya sangat rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara partisipasi kader dengan pemberian pelayanan KIA di Desa Karanganyar Wilayah Kerja Puskesmas Kubangdeleg Tahun 2020. Diharapkan setiap kader dapat berperan aktif dalam melakukan tugas di pelayanan kesehatan terutama dalam pelayanan KIA, mampu memberdayakan dan menggerakan masyarakat dalam pelaksanaan desa siag
Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Wisma Arimbi dan Wisma Bima Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta
The implementation of hospital occupational health and safety service standards at Wisma Arimbi and Wisma Bima is still not optimal because there are still hospital occupational health and safety programs that have not been running optimally, such as uneven health checks. The purpose of this study was to see the application of occupational safety and health service standards at Wisma Arimbi and Wisma Bima in the Grhasia Mental Hospital, Special Region of Yogyakarta. This is a qualitative research with a case study approach. The sampling technique in this study was to use purposive sampling method with as many as 5 subjects. The data in this study were obtained from in-depth interviews. The safety and security of Wisma Arimbi and Wisma Bima are good. The hospital has a hospital occupational health and safety team, adequate PPE and a good working environment. However, there is a shortage of hospital occupational health and safety human resources where only one person is competent in the hospital occupational health and safety field, while other members have other main tasks (double jobs). Occupational Health Services at Wisma Arimbi and Wisma Bima are already in operation, such as providing additional food, sports facilities and health insurance. But the health check has not been maximal. The implementation of service standards at Wisma Arimbi and Wisma Bima has not been maximal, there are still some hospital occupational health and safety service standards programs that have not yet been implemented, such as uneven health checks, lack of fire protection facilities, and lack of competent officers in the OSH sector.Standar pelayanan K3RS di Wisma Arimbi dan Wisma Bima masih belum optimal karena masih ada program K3RS yang belum berjalan dengan maksimal seperti pemeriksaan kesehatan yang belum merata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Standar Pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Perawat di Wisma Arimbi dan Wisma Bima Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Purposive Sampling dengan sebanyak 5 subjek. Data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara mendalam. Keselamatan dan Keamanan Kerja di Wisma Arimbi dan Wisma Bima sudah baik. Rumah Sakit memiliki Tim K3RS, APD yang memadai dan lingkungan kerja yang baik. Namun terdapat kekurangan pada SDM K3RS dimana hanya satu orang yang berkompentensi di bidang K3RS, sedangkan anggota lainnya memiliki tugas pokok lain (double job). Pelayanan Kesehatan Kerja di Wisma Arimbi dan Wisma Bima sudah berjalan seperti pemberian makanan tambahan, terdapatnya sarana olahraga dan jaminan kesehatan. Tetapi pemeriksaan kesehatan belum maksimal. Penerapan standar pelayanan di Wisma Arimbi dan Wisma Bima belum maksimal, masih terdapat beberapa program K3RS yang belum berjalan seperti belum meratanya pemeriksaan kesehatan, minimnya sarana proteksi kebakaran, dan kurangnya petugas yang berkompeten dibidang K3
Efektivitas Latihan Relaksasi Otot Pernafasan terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Pasca Cateterisasi Jantung
Cardiac catheterization is a mandatory procedure that is performed before heart surgery and has the highest level of accuracy (96% -99%) to detect abnormalities in the heart, especially coronary heart disease. Through relaxation exercises the nurse's respiratory muscles help patients achieve stable hemodynamics and prevent respiratory complications due to pain after cardiac catheterization. This study aims to identify the effectiveness of breathing muscle relaxation exercises on pain reduction in patients after cardiac catheterization. The design of this study was a quasi-experimental study with a pre-post test approach, which was conducted in May-July 2018. The research subjects used inclusion criteria, namely patients undergoing cardiac catheterization at the public hospital in the rebo market area. Measuring instruments in data collection use a structured format. Breathing muscle relaxation exercises are the variables in this study, while the dependent variable is the level of pain after cardiac catheterization. The results of the independent T test and paired T test and the general linear model repeated measures prove the existence of a significant difference in the level of pain between before and after the relaxation exercises of respiratory muscles (P = 0.000). The average level of pain in the intervention group before the deep breathing relaxation exercise was 3.9, while the average level of pain after the deep breathing relaxation exercise decreased to 2.7. While the average level of pain in the control group with a standard given from the hospital that is distraction is 2.6, while the average level of pain after exercise decreased to 1.6.Katerisasi jantung merupakan prosedur wajib yang dilakukan sebelum operasi jantung dan memiliki tingkat ketepatan paling tinggi (96%-99%) untuk mendeteksi penyakit jantung koroner. Melalui latihan relaksasi otot pernapasan sangat membantu pasien mencapai hemodinamik yang stabil dan mencegah komplikasi pernapasan akibat nyeri pasca kateterisasi jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektifitas latihan relaksasi otot pernapasan terhadap penurunan nyeri pada pasien pasca kateterisasi jantung. Desain penelitian ini kuasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test, dilakukan pada bulan Mei-Juli 2018. Subyek penelitian menggunakan kriteria inklusi yaitu pasien yang dilakukan kateterisasi jantung. Alat ukur dalam pengumpulan data menggunakan format terstruktur. Latihan relaksasi otot pernapasan merupakan variabel dalam penelitian, sedangkan yang menjadi variabel terikatnya adalah tingkat nyeri pasca kateterisasi jantung. Hasil uji independent T test dan paired T test serta uji general linier model repeated measures membuktikan adanya perbedaan tingkat nyeri bermakna antara sebelum dan sesudah latihan relaksasi otot pernapasan (P = 0.000). Rata-rata tingkat nyeri pada kelompok intervensi sebelum dilakukan latihan relaksasi napas dalam adalah 3.9, sedangkan rata-rata tingkat nyeri sesudah dilakukan latihan relaksasi napas dalam menurun menjadi 2.7. Sedangkan rata-rata tingkat nyeri pada kelompok kontrol dengan standar yang diberikan dari rumah sakit yaitu distraksi adalah 2.6, sedangkan rata-rata tingkat nyeri sesudah dilakukan latihan menurun menjadi 1.6
Potensi Cuka Apel terhadap Waktu Kematian Caplak (Rcichepalus Sanguenus) pada Anjing
Apple cider vinegar is widely discussed today in addition to having many benefits for body health and facial treatments, this preparation also has antiparasitic properties, especially to repel ticks on dogs. This study aims to analyze the effect of apple vinegjzsar administration on the time of tick death (Rhipicephalus sanguineus). The sample in this study used 50 ticks divided into 5 ticks for 5 treatment groups (K-, 10% Apple Vinegar, 15% Apple Vinegar, 20% Apple Vinegar, K +) with two repetitions. In negative controls using aquades, no tick deaths were found. At the Apple Vinegar concentration of 10% there were 8 tick deaths with an average death at 2 hours 50 minutes after administering the preparations At the Apple Vinegar concentration 15% there were 10 tick deaths with an average death at 2 hours 47 minutes after administration of the preparations. At the Apple Vinegar concentration of 20% there were 10 tick deaths with an average death at 1 hour 15 minutes after administration of the preparation. In the positive control using fipronil 3% with the trademark Deticks there was an average of 5 ticks mortality. The results of this study concluded that Apple Vinegar is very effective as an anti-tick with a minimum concentration of 20% can kill ticks quickly. In addition, it was also found that Apple Vinegar with a concentration of 20% was more effective at killing ticks than fipronil 3%.Cuka sari apel banyak dibahas saat ini selain memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan perawatan wajah, persiapan ini juga memiliki sifat antiparasit, terutama untuk mengusir kutu pada anjing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pemberian cuka apel pada saat kematian kutu (Rhipicephalus sanguineus). Sampel dalam penelitian ini menggunakan 50 kutu yang dibagi menjadi 5 kutu untuk 5 kelompok perawatan (K-, 10% Cuka Apel, 15% Cuka Apel, 20% Cuka Apel, K +) dengan dua pengulangan. Dalam kontrol negatif menggunakan aquades, tidak ada kematian kutu yang ditemukan. Pada konsentrasi Cuka Apel 10% ada 8 kematian kutu dengan kematian rata-rata pada 2 jam 50 menit setelah memberikan persiapan Pada konsentrasi Cuka Apel 15% ada 10 kematian kutu dengan kematian rata-rata pada 2 jam 47 menit setelah pemberian persiapan. Pada konsentrasi Cuka Apel 20% ada 10 kematian kutu dengan kematian rata-rata pada 1 jam 15 menit setelah pemberian persiapan. Dalam kontrol positif menggunakan fipronil 3% dengan merek dagang Deticks ada rata-rata 5 kutu kematian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Cuka Apel sangat efektif sebagai anti-tick dengan konsentrasi minimum 20% dapat membunuh kutu dengan cepat. Selain itu, ditemukan juga bahwa Cuka Apel dengan konsentrasi 20% lebih efektif untuk membunuh kutu daripada fipronil 3%