Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Analisis Luas Ruangan Berdasarkan Kebutuhan Rak di Ruang Penyimpanan Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Cangkuang
Storage racks are needed to maintain the confidentiality of medical records, maintain medical records from physical damage, and make it easier for officers to retrieve medical records and return medical records. In addition, sufficient storage space is also needed so that the shelves needed can be arranged properly and neatly. Based on initial observations, the medical record file storage space at the Cangkuang Health Center is still narrow and insufficient, as evidenced by the large number of medical record files scattered on the floor and difficult access for officers. This study aims to determine the area of medical file storage space based on the need for storage racks. The research method used is a quantitative descriptive method by describing the results of the research as they are and comparing them with the theory which then draws conclusions. The subject in this study is the outpatient medical record file storage room. The object of this research is the outpatient medical record file and the outpatient medical record file storage rack. The results showed that the number of storage racks at the Cangkuang Health Center was 5 units with a storage area of 5.39 m². If currently there are only 5 shelves, Cangkuang Health Center needs to provide 5 more shelves, and expand the storage space to 13.63 m² so that all current medical record files can be neatly arranged in the shelves and make it easier for officers to retrieve and return them. medical record file.Rak penyimpanan dibutuhkan dalam menjaga kerahasiaan rekam medis, memelihara rekam medis dari kerusakan fisik, dan memudahkan petugas dalam mengambil rekam medis serta pengembalian kembali rekam medis. Disamping itu, dibutuhkan juga ruang penyimpanan yang memadai agar rak yang dibutuhkan dapat tertata dengan baik dan rapi. Berdasarkan hasil pengamatan awal, ruang penyimpanan berkas rekam medis di Puskesmas Cangkuang masih sempit dan belum memadai, terbukti dengan banyaknya berkas rekam medis yang tercecer di lantai dan akses yang sulit untuk petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan luas ruangan penyimpanan berkas rekam medis berdasarkan kebutuhan rak penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggambarkan hasil penelitian apa adanya dan membandingkan dengan teori kemudian ditarik kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini adalah ruang penyimpanan berkas rekam medis rawat jalan. Objek dalam penelitian ini adalah berkas rekam medis rawat jalan dan rak penyimpanan berkas rekam medis rawat jalan. Hasil dari penelitian menunjukkan jumlah rak penyimpanan di Puskesmas Cangkuang adalah 5 unit rak dengan luas ruang penyimpanan 5.39 m². Jika saat ini hanya terdapat 5 unit rak, Puskesmas Cangkuang perlu menyediakan 5 unit rak lagi, dan memperluas ruang penyimpanan menjadi 13.63 m² sehingga semua berkas rekam medis saat ini dapat tersusun rapi di dalam rak serta memudahkan akses bagi petugas untuk mengambil dan mengembalikan kembali berkas rekam medi
Preferensi Pasien sebagai Media Menuju Loyalitas, Dampak Dari Implementasi Relationship Marketing
Patient loyalty is the hope of all health care providers especially hospitals. This certainly must begin with the differentiation strategy of the hospital so that the patient's tendency arises to choose and always reuse the hospital of their choices. This study aims to analyze the relationship between Relationship Marketing, patient preferences for the choice of treatment and its relationship with the formation of loyalty thereafter. With the background of this research is to determine the tendency of patients in choosing a place of treatment with marketing strategies implemented by hospital management in the form of a more personal approach that focuses on the needs and care for patients with the hope of making patients loyal to the hospital. The study was conducted in 2019, at Hospital X in DKI Jakarta Province, located on Jalan Salemba Tengah, Kec. Senen, Jakarta Pusat. The population in this study was adult patients confined to general outpatients at X Hospital at a certain time, using a purposive sampling method. The number of samples using the Slovin formula were 245 respondents. This study uses the Structural Equation Model (SEM) method with the statistical program SmartPLS version 3.0. By proposing 4 hypotheses and with the results all hypotheses are accepted. The results of this study indicate that patient preferences are proven to mediate the relationship between relationship marketing and patient loyalty at Hospital X with management implications that the tendency of patients to choose hospitals is because of the flexibility of patients to provide input, suggestions for the progress of Hospital X, so that patients feel care and respect and this makes the patient remain loyal to continue to choose Hospital X as a place for treatmentsLoyalitas pasien adalah harapan dari semua penyedia layanan kesehatan khususnya rumah sakit. Hal ini tentu harus diawali dengan diferensiasi strategi dari rumah sakit sehingga menjadikan timbul kecenderungan pasien untuk memilih dan selalu menggunakan kembali rumah sakit yang dipilihnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Relationship Marketing, preferensi pasien terhadap pemilihan tempat berobat serta hubungannya dengan terbentuknya loyalitas setelahnya. Dengan latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan pasien pada pemilihan tempat berobat dengan strategi marketing yang diterapkan oleh manajemen rumah sakit yaitu berupa pendekatan yang lebih personal yang memfokuskan pada kebutuhan dan kepedulian terhadap pasien dengan harapan menjadikan pasien loyal pada rumah sakit tersebut. Studi dilakukan tahun 2019, di Rumah Sakit X di Provinsi DKI Jakarta, yang terletak di Jalan Salemba Tengah, Kec. Senen, Jakarta Pusat. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dewasa terbatas pada pasien umum rawat jalan di Rumah Sakit X pada waktu tertentu, dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 245 responden. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Model (SEM) dengan program statistik SmartPLS versi 3.0. Dengan mengajukan 4 hipotesis dan dengan hasil semua hipotesis diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi pasien terbukti memediasi hubungan antara relationship marketing dan loyalitas pasien di Rumah Sakit X dengan implikasi manajemen bahwa kecenderungan pasien dalam memilih rumah sakit salah satunya oleh karena keleluasaan pasien dalam memberikan masukan, saran untuk kemajuan Rumah Sakit X, sehingga pasien merasa dipedulikan dan dihargai dan hal ini menjadikan pasien tetap setia untuk tetap memilih Rumah Sakit X sebagai tempat beroba
Tingkat Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Prolanis Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Jatisari Karawang Periode bulan Januari – Maret 2021
Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by hyperglycemia that occurs due to defects in insulin secretion, insulin action or both. Half-life is very important, especially in long-term treatment in order to achieve therapeutic success. As in the Hadith narrated by Muslim. That every disease has a cure. Then the drugs used obediently will help the patient's condition get better. In the management of the disease, the role of the patient becomes very important, especially in terms of increasing adherence to therapy in order to achieve optimal blood glucose levels to prevent more severe complications. The purpose of this study was to describe the level of treatment of patients with diabetes mellitus prolanis at Jatisari Clinic in the period from January to April 2021. The type of research conducted an observational study using a descriptive method. Sampling using a total sampling technique with a sample of 99 patients. The primary data collection instrument used a Morisky Medication Adherence Scale 8 items (MMAA-8) questionnaire find the level of adherence therapy in Diabetes Mellitus patients. The results of the study found that the level of adherence to treatment in patients with diabetes mellitus prolanis at Jatisari Clinic according are "High Adherence" , “Medium Adherence”, and “ Low Adherence” with 33 patients (33.33%) , 43 patients (43.44%) and 23 patients (23.22%) respect ivelyDiabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolic dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Keparuhan merupakan hal yang sangat penting terutama dalam pengobatan jangka Panjang agar tercapai keberhasilan terapi. Sebagaimana dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Muslim. Bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka obat yang digunakan dengan patuh akan membantu kondidi pasien menjadi lebih baik. Dalam pengelolaan penyakit tersebut, peran pasien menjadi sangat penting, terutama dalam hal meningkatkan kepatuhan dalam menjalani terapi agar tercapai kadar glukosa darah yang optimal untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengobatan pasien prolanis diabetes melitus di Klinik Jatisari pada periode bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat observasional dengan menggunakan metode diskriptif. Pengambilan sampel menggunakan Teknik total sampling dengan jumlah sampel 99 pasien. Instrument pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale 8 items (MMAS-8) untuk melihat tingkat kepatuhan pada pasien Diabetes Melitus. Hasil Dari Penelitian Didapatkan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Prolanis Diabetes Melitus Di Klinik Jatisari yang masuk kategori “Kepatuhan Tinggi” sebanyak 33 pasien dengan Presentase 33.33 %. Dan yang masuk ke dalam kategori “Kepatuhan Sedang” sebanyak 43 pasien dengan presentase 43.44 % dan dan yang masuk kedalam kategori “Kepatuhan Rendah” sebanyak 23 pasien dengan presentase 23,22
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Sigma Farma Kota Bandung
Consumer goals are a person's feelings after comparing (performance or results) that are felt compared to their expectations. Service (customer service) in general is any activity aimed at providing satisfaction to customers, through this service the desires and needs of customers can be fulfilled. Pharmacies according to the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 1027/MENKES/SK/IX/2004 is a place for pharmaceutical work, the provision of pharmaceutical preparations and other health supplies to the public. This study aims to determine the extent to which the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at Apotek Sigma Farma is based on the level of service quality in physical appearance, response, certainty and empathy. This research is an observational research conducted using survey and observation method which is a descriptive study. This research was conducted at the Sigma Farma pharmacy by providing a cross sectional questionnaire to patients who visited the pharmacy. The results of the study on the level of patient satisfaction with pharmaceutical services at the Sigma Farma Pharmacy Bandung, seen from the aspect of the questionnaire above, it can be said that from a total of 8 questions from 10 people who answered, the average patient or respondent strongly agreed that the standard of pharmaceutical services at the Sigma Farma pharmacy it's been very good. No one answered disagree and strongly disagreeKepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan (kinerja atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Pelayanan (customer service) secara umum adalah setiap kegiatan yang diperuntukkan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, melalui pelayanan ini keinginan dan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. Apotek menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1027/MENKES/SK/IX/2004 yaitu sebagai suatu tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Sigma Farma berdasarkan tingkat kualitas pelayanan dalam penampilan fisik, kehandalan, tanggapan, kepastian dan empati. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan dengan menggunakan metode survei dan observasi yang merupakan studi deskriptif. Penelitian ini dilakukan di apotek Sigma Farma dengan memberikan kuesioner terhadap pasien yang berkunjung di apotek tersebut secara cross sectional. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Sigma Farma Bandung, dilihat dari aspek kuesioner diatas maka dapat disimpulkan bahwa dari jumlah total 8 pertanyaan dari 10 orang yang menjawab, rata - rata pasien atau responden sangat setuju bahwa standar pelayanan kefarmasian di apotek Sigma Farma sudah sangat bagus. Tidak ada yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuj
Prosedur Kedokteran Nuklir pada Anak
Childrens are different from adults in terms of organ maturity and the prevalence of diseases that often occur. Because of that, there are need for special skills in diagnosing diseases in children. Nuclear medicine diagnostic imaging is one of the modalities for diagnosing diseases in children. It takes special skills and techniques to perform nuclear medicine procedures in children. The cooperation of the child, the dose of radiopharmaceutical, and the dose of CT given are several important factors to support the examination. The purpose of this literature review is to discuss the preparation needed to carry out nuclear medicine examinations on children and the things that need to be considered in performing imaging on children. The type of literature review used is the narrative review method. Based on the criteria of inclusion and exclusion we get 17 articles related to the procedure and preparation of nuclear medicine actions in childrenAnak memiliki perbedaan dengan dewasa dari sisi kematangan organ maupun prevalensi penyakit yang sering terjadi. Hal demikian mengakibatkan perlunya keterampilan khusus dalam mendiagnosa penyakit pada anak. Pencitraan diagnostik kedokteran nuklir merupakan salah satu modalitas untuk penegakan diagnosis penyakit pada anak. Perlu keterampilan dan teknik khusus untuk melakukan prosedur kedokteran nuklir pada anak. Kerjasama anak, dosis radiofarmaka, dan dosis CT yang diberikan merupakan beberapa faktor penting untuk menunjang pemeriksaan. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk membahas persiapan yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan kedokteran nuklir pada anak dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pencitraan pada anak. Jenis literature review yang digunakan adalah metode narrative review. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tersebut kami mendapatkan 17 artikel yang berkaitan dengan prosedur dan persiapan tindakan kedokteran nuklir pada ana
Perbedaan Hitung Jumlah Trombosit Darah Edta Dengan Penundaan Waktu Pemeriksaan
Pemeriksaan trombosit berperan penting dalam membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan hitung jumlah trombosit tidak boleh ditunda karena akan mempengaruhi hasil pemeriksaan jika dilakukan lebih dari 1 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hitung jumlah trombosit darah EDTA yang diperiksa segera dengan yang ditunda 20 menit dan 40 menit pada pemeriksaan suhu kamar menggunakan metode pemeriksaan automatik dengan prinsip Flow Cytometer. Hasil rerata hitung jumlah trombosit pada penelitian ini adalah jumlah hitung trombosit yang diperiksa segera lebih tinggi dibanding hasil hitung trombosit yang ditunda 20 menit dan 40 menit. Hasil uji Paired-sample T-test pada hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hasil hitung trombosit yang segera diperiksa dengan yang ditunda 20 menit dan 40 menit tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P > 0,05), begitu juga dengan hasil hitung trombosit yang diperiksa pada penundaan 20 menit dan 40 menit.Pemeriksaan trombosit berperan penting dalam membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan hitung jumlah trombosit tidak boleh ditunda karena akan mempengaruhi hasil pemeriksaan jika dilakukan lebih dari 1 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hitung jumlah trombosit darah EDTA yang diperiksa segera dengan yang ditunda 20 menit dan 40 menit pada pemeriksaan suhu kamar menggunakan metode pemeriksaan automatik dengan prinsip Flow Cytometer. Hasil rerata hitung jumlah trombosit pada penelitian ini adalah jumlah hitung trombosit yang diperiksa segera lebih tinggi dibanding hasil hitung trombosit yang ditunda 20 menit dan 40 menit. Hasil uji Paired-sample T-test pada hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hasil hitung trombosit yang segera diperiksa dengan yang ditunda 20 menit dan 40 menit tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P > 0,05), begitu juga dengan hasil hitung trombosit yang diperiksa pada penundaan 20 menit dan 40 meni
Pengaruh Riwayat Keluarga Dan Riwayat Aborsi Terhadap Kejadian Kanker Payudara Di Rsup H.Adam Malik Medan Tahun 2020
Dari data rekam medik RSUP H.Adam Malik Medan menunjukkan bahwa jumlah kasus pasien kanker payudara meningkat dari tahun 2016 sebanyak 276 orang, tahun 2017 sebanyak 346 orang, tahun 2018 sebanyak 379 orang, tahun 2019 sebanyak 323 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh riwayat keluarga dan riwayat aborsi terhadap kejadian kanker payudara. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol dengan teknik matching. Jumlah sampel sebanyak 38 kasus dan 38 kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat pengaruh riwayat keluarga OR=4,000 (95% CI; 0,607-26,357; p=0.150) dan riwayat aborsi OR=8,588 (95% CI; 1,853-36,620; p=0.006) terhadap kejadian kanker payudara di RSUP H.Adam Malik Medan Tahun 2020. Diharapkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama yang memiliki keluarga yang terkena kanker payudara untuk lebih mendeteksi secara dini sehingga dapat mencegah kanker payudara ke arah stadium lanjut.Dari data rekam medik RSUP H.Adam Malik Medan menunjukkan bahwa jumlah kasus pasien kanker payudara meningkat dari tahun 2016 sebanyak 276 orang, tahun 2017 sebanyak 346 orang, tahun 2018 sebanyak 379 orang, tahun 2019 sebanyak 323 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh riwayat keluarga dan riwayat aborsi terhadap kejadian kanker payudara. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol dengan teknik matching. Jumlah sampel sebanyak 38 kasus dan 38 kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat pengaruh riwayat keluarga OR=4,000 (95% CI; 0,607-26,357; p=0.150) dan riwayat aborsi OR=8,588 (95% CI; 1,853-36,620; p=0.006) terhadap kejadian kanker payudara di RSUP H.Adam Malik Medan Tahun 2020. Diharapkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama yang memiliki keluarga yang terkena kanker payudara untuk lebih mendeteksi secara dini sehingga dapat mencegah kanker payudara ke arah stadium lanju
Penyuluhan Keseimbangan untuk Atlet Tenis Lapangan dengan Program Ankle Strategy Exercise
Balance is a person's ability to control the position of his body against the base of the footing. Balance is a complex interaction and interaction of sensory systems (vestibular, visual, and somatosensory including propioceptors) and musculoskeletal (muscles, joints, and other soft tissues) that are regulated in the brain (motor control, sensory, basal ganglia, cerebellum and associate areas). Reduced ability to maintain balance results in an increased risk of falls. This ankle strategy exercise is used to train balance in field tennis athletes. This extension aims to increase knowledge to coaches and athletes about balance and exercises used to improve balance. The implementation of this extension activity, carried out by the method of presentation and discussion. There are 2 methods given, namely the presentation method explaining the content of the extension material and the demonstration method to provide examples of exercises that have been described. The result of this counseling is an increased knowledge and understanding from coaches and athletes about the material and a reduced risk ofinjuryKeseimbangan merupakan kemampuan seseorang untuk mengontrol posisi tubuhnya terhadap dasar pijakan. Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dan interaksi sistem sensorik (vestibular, visual, dan somatosensoris termasuk propioseptor) dan musculoskeletal (otot, sendi, dan jaringan lunak lain) yang diatur dalam otak (kontrol motorik, sensorik, basal ganglia, cerebellum dan area asosiasi). Berkurangnya kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan mengakibatkan peningkatan resiko jatuh. Latihan ankle strategy ini digunakan untuk melatih keseimbangan pada atlet tenis lapangan. Penyuluhan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kepada pelatih dan atlet tentang keseimbangan dan latihan yang digunakan untuk meningkatkan keseimbangan. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini, dilakukan dengan metode presentasi dan diskusi. Ada 2 metode yang diberikan yaitu metode presentasi menjelaskan tentang isi materi penyuluhan dan metode demonstrasi untuk memberikan contoh latihan yang sudah dijelaskan. Hasil dari penyuluhan ini berupa meningkatnya pengetahuan dan pemahaman dari pelatih dan atlet tentang materi dan terjadi penurunan resiko ceder
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Farmasi Universitas Tadulako Palu Mengenai Obat Golongan Kortikosteroid
The knowledge level of pharmacy students about corticosteroid drugs is crucial since corticosteroid drugs have many dangerous side effects. This study aims to determine the knowledge level of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences Pharmacy students at Tadulako University Palu regarding corticosteroid drugs and the factors that influence them. The study used a cross-sectional method using a questionnaire to 250 active students of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Tadulako University Pharmacy study class 2017, 2018, and 2019. The sampling technique is purposive sampling. Descriptive data analysis used the chi-square test. The results showed that the knowledge level of pharmacy students about corticosteroid drugs showed that 36.4% of respondents had good knowledge, 31.6% had enough knowledge, and 32% had insufficient knowledge. The results of statistical tests showed a significant relationship between the knowledge level and age with a batch of pharmacy students (p-value <0.05). The conclusion is that Pharmacy students of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences at Tadulako University have good knowledge regarding the dominant corticosteroid drugs and that the age and class of the students affect the knowledge level.Tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi mengenai obat golongan kortikosteroid merupakan hal yang penting mengingat golongan kortikosteroid memiliki banyak efek samping berbahaya. Tujuan penelitian ini dalam rangka mengetahui tingkat pengetahuan dari mahasiswa Farmasi FMIPA Universitas Tadulako Palu mengenai obat golongan kortikosteroid dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan dengan metode cross-sectional menggunakan kuesioner terhadap 250 mahasiswa aktif Prodi Farmasi FMIPA Universitas Tadulako angkatan 2017, 2018, dan 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi square dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi mengenai obat golongan kortikosteroid menunjukkan sebanyak 36,4% responden berpengetahuan baik, 31,6% berpengetahuan cukup dan 32% berpengetahuan kurang. Hasil dari uji statistik yaitu adanya suatu hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan umur dan angkatan mahasiswa farmasi (p value <0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan mahasiswa Farmasi FMIPA Universitas Tadulako mengenai obat golongan kortikosteroid dominan berpengetahuan baik, dan tingkat pengetahuan dipengaruhi faktor umur dan angkatan mahasiswa
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Pola Hidup Masyarakat Kelurahan Utan Panjang Terhadap Covid-19 - Jakarta Pusat
This study aims to determine the level of knowledge, attitudes, and actions of the lifestyle of the people of the Utan Panjang village against Covid-19 - Central Jakarta. The research method uses quantitative descriptive with independent variables knowing the level of knowledge, attitudes, and actions of people's lifestyles and the dependent variable of covid-19 - Central Jakarta. Samples were taken by Random Sampling technique. The size of the sample in this study can be known by using the Slovin formula, the number of samples is 340 respondents. Using a questionnaire in data collection, the data can be analyzed using IBM SPSS 24. The results of the univariate test obtained the largest percentage at the age of 18-30 years (30.9%, 105 respondents), female gender (51.5%, 175 respondents), and SMA/SMK education (55.6%, 189 respondents). With the number of respondents who fall into the category of poor knowledge level (84 respondents), sufficient (157 respondents), and good (99 respondents) from a total of 340 respondents. With the number of respondents who fall into the category of poor attitude (90 respondents), enough (12 respondents), and good (238 respondents) from a total of 340 respondents. Meanwhile, the number of respondents who fall into the category of poor lifestyle (31 respondents), sufficient (63 respondents), and good (246 respondents) from a total of 340 respondents. The results of the bivariate test using the Pearson correlation method found that there was a relationship between knowing the level of knowledge, attitudes, and actions of the life pattern of the kelurahan utan Panjang community towards covid-19 - Central Jakarta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pola hidup masyarakat kelurahan utan panjang terhadap covid-19 - jakarta pusat. Metode penelitian menggunakan Deskriptif kuantitatif dengan variabel independen mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pola hidup masyarakat dan variabel dependen covid-19 - Jakarta Pusat. Sampel yang diambil dengan teknik Random Sampling. Besarnya sampel dalam penelitian ini dapat diketahui dengan cara menggunakan rumus Slovin, Jumlah sampel adalah 340 responden. Menggunakan Kuesioner dalam pengumpulan data, data yang di dapat dianalisis menggunakan IBM SPSS 24. Hasil uji univariat didapatkan persentase terbesar pada usia 18 – 30 tahun (30,9%, 105 responden), jenis kelamin perempuan (51.5 %, 175 responden), dan pendidikan SMA/SMK (55,6%, 189 responden). Dengan jumlah responden yang masuk dalam tingkat pengetahuan kategori kurang (84 responden), cukup (157 responden), dan baik (99 responden) dari total responden sebanyak 340 responden. Dengan jumlah responden yang masuk dalam sikap kategori kurang (90 responden), cukup (12 responden), dan baik (238 responden) dari total responden sebanyak 340 responden. Sedangkan jumlah responden yang masuk dalam pola hidup kategori kurang (31 responden), cukup (63 responden), dan baik (246 responden) dari total responden sebanyak 340 responden. Hasil uji bivariat menggunakan metode Pearson correlation didapatkan bahwa adanya hubungan antara mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pola hidup masyarakat kelurahan utan panjang terhadap covid-19 - Jakarta Pusat