Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
    676 research outputs found

    Hubungan Self Care dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Serviks

    Get PDF
    According to Globocon 2018 data, new cases of cervical cancer reached 32,469 people and the death rate from cervical cancer reached 18,279 per year. This means that about 50 Indonesian women die from cervical cancer every day. This literature study aims to determine the relationship or influence of selfcare on the quality of life of cervical cancer patients. This method of research uses literature riview or literature study method. Article searches are conducted based on keywords from 'Self Care'AND 'Quality of Life'AND 'Cervical Cancer Patients', using pubmed search engine, Google Search Engine (Scholar and Repository) and Researchgate. With the publication of articles from 2015 to 2020. The search results were obtained 11 articles that discuss the topic of self care and quality of life in cervical cancer patients. Published articles published from 2015 to 2020. Each individual has a different quality of life depending on each individual in addressing the problems that occur in him. The use of certain coping strategies can influence their desire for information about their illness, their efficacy, and the way they adjust to the disease and its treatments. The quality of life of cervical cancer patients will improve if we know the supporting factors of a person in performing the treatment of both family support, health workers and social context support so that the patient remains passionate in living his life.Menurut data Globocon 2018, kasus baru kanker serviks mencapai 32.469 jiwa dan angka kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun. Ini artinya, ada sekitar 50 perempuan Indonesia meninggal dunia akibat kanker serviks setiap harinya. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh selfcare terhadap kualitas hidup penderita kanker serviks. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan atau literature riview. Pencarian artikel dilakukan berdasarkan kata kunci dari ‘Self Care‘AND ‘Quality of Life’AND ‘Cervical Cancer Patients’, menggunakan mesin pencarian Pubmed, Google Search Engine (Scholar dan Repository) dan Researchgate. Dengan terbitan artikel tahun 2015 hingga 2020. Hasil pencarian didapatkan 11 artikel yang membahas topik mengenai self care dan kualitas hidup pada pasien kanker serviks. Artikel publikasi yang diterbitkan tahun 2015 hingga 2020. Setiap individu memiliki kualitas hidup yang berbeda tergantung dari masing-masing individu dalam menyikapi permasalahan yang terjadi dalam dirinya. Penggunaan strategi koping tertentu dapat memengaruhi hasrat mereka akan informasi tentang penyakit mereka, kemanjuran diri mereka, dan cara mereka menyesuaikan diri dengan penyakit serta perawatannya. Kualitas hidup pasien kanker serviks akan meningkat jika kita tahu faktor pendukung seseorang dalam melakukan perawatan baik dukungan keluarga, petugas kesehatan dan dukungan lingkunga sosialnya sehingga pasien tetap semangat dalam menjalankan hidupnya

    Hubungan Sikap dengan Perilaku Masyarakat terhadap Pencegahan Covid 19 di Kecamatan Karawaci Tahun 2020

    Get PDF
    COVID-19 as a world problem in the health sector. At the same time, World Health Organizatin (WHO) said there were pneumonia cases in Wuhan, Hubei, China whose cause was unclear and it was increasingly spreading outside the country. After that, the World Health Organization, in this case the WHO, declared COVID-19 as a pandemic in March 2020. To determine the relationship between attitudes and community behavior in preventing the transmission of COVID 19 in Karawaci District, Tangerang City in 2020. This research method is descriptive analytic. with a cross sectional approach. Quota sampling technique, research sample of people living in Karawaci sub-district. Chi-square result. The relationship between attitude and community behavior is obtained p-value 0.000 <0.05, which means that there is a significant relationship between attitude and community behavior with very low relationship closeness. The results showed that there is a significant relationship between attitudes and community behavior. It is hoped that the community can maintain good attitudes and behavior in preventing transmission of COVID-19.COVID-19 sebagai permasalahan dunia di bidang kesehatan. Di waktu yang bersamaan World health Organizatin (WHO) menyebutkan ada kasus pneumonia Wuhan, Hubei, China yang tidak jelas penyebabnya dan semakin menyebar hinnga ke luar negara tersebut. Setelah itu Badan Kesehatan Dunia dalam hal ini WHO menetapkan COVID-19 sebagai pendemik pada bulan Maret 2020. Mengetahui hubungan sikap dengan perilaku masyarakat dalam mencegah penularan COVID 19 di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang tahun 2020. Metode penelitian ini adalah diskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik quota sampling, sampel penelitian masyarakat yang tinggal di Kecamatan Karawaci. Hasil chi-square hubungan sikap dengan perilaku masyarakat didapatkan p-value 0,000 < 0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan sikap dengan perilaku masyarakat dengan keeratan hubungan sangat rendah. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku masyarakat. Diharapkan masyarakat dapat mempertahankan sikap dan perilaku yang baik dalam mencegah penularan COVID-19

    Pencitraan Penyakit Metabolik Tulang dengan Modalitas Kedokteran Nuklir

    Get PDF
    Metabolic bone disease is a group of disorders associated with disturbances in changes in calcium levels and phosphorus homeostasis, which occur frequently but are difficult to distinguish based on history, physical examination and imaging studies. Osteoporosis is one that often occurs, which often occurs in women who have a higher risk of osteoporosis (21.7%) than men (14.8%). Clinically, metabolic bone disease is often found in patients with fractures which are the main complications of this disease. The modalities used include plain radiography or even computed tomography (CT) and Magnetic Resonance Imaging (MRI), but currently Bone scan (bone fingerprint) is an examination that can be used to detect, is an imaging technique capable of high resolution in a long time. short (acquisition of whole body or specific parts of bone), relatively low dose, sensitivity and specificity for detecting lesions as a result of tomographic data and is an option in routine examinations in Nuclear Medicine. In this article, we will thoroughly explain the various manifestations in the form of peculiarities of the uptake picture of metabolic disease in bone using bone scan (bone fingerprint) examination using the literature study method or literature review as well as conducting article inclusion and article review. These articles can be in the form of research, systematic reviews or case reports. The places where the research was carried out from these articles all came from abroad, on the continents of Asia, Europe, and America.Penyakit metabolik tulang merupakan kelompok kelainan yang berkaitan dengan adanya gangguan pada perubahan kadar kalsium dan homeostasis fosfor, sering terjadi namun sulit dibedakan berdasarkan riwayat, pemeriksaan fisik dan studi pencitraan. Osteoporosis merupakan salah satu yang sering terjadi, dimana sering terjadi pada wanita memiliki resiko osteoporosis lebih tinggi (21,7%) dibandingkan laki-laki (14,8%). Secara klinis, penyakit tulang metabolik sering ditemukan pada pasien dengan fraktur yang merupakan komplikasi utama penyakit ini. Modalitas yang digunakan antara lain radiografi polos atau bahkan dengan Computed Tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), namun saat ini bone scan (sidik tulang) merupakan pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendeteksi, merupakan teknik pencitraan yang berkemampuan resolusi tinggi dalam waktu yang singkat (akuisisi seluruh tubuh atau bagian tertentu dari tulang), dosis relatif rendah, sensitivitas dan spesifisitas untuk mendeteksi lesi sebagai hasil data tomografi dan menjadi pilihan dalam pemeriksaan yang rutin pada Kedokteran Nuklir. Pada artikel ini, akan dijelaskan secara menyeluruh manifestasi beragam berupa kekhasan gambaran uptake penyakit metabolik pada tulang menggunakan pemeriksaan bone scan (sidik tulang) dengan menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review serta melakukan inklusi artikel dan review artikel. Artikel tersebut dapat berupa penelitian, systematic review maupun case-report. Tempat dilakukan penelitian dari artikel tersebut semua berasal dari luar negeri, di benua Asia, Eropa, dan Amerika

    Hubungan Kecerdasan Emosional terhadap Tingkat Depresi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

    Get PDF
    The World Health Organization (WHO) recognize the COVID-19 pandemic as an imminent global threat. To dampen the spread of the highly-contagious virus, the Indonesian government has imposed several social-distancing and government regulations. Nonetheless, these regulations result in peripheral effects; many people are subject to loneliness, fear, and anxiety—all of which leads to depression. Statistical evidence show that depression is very much prevalent in Indonesians—reaching a staggering 62% as of August 2020. Multiple studies have proven the negative correlation between emotional intelligence—which is the ability to regulate and control emotions—and depression. Consequently, this study aims to determine the relationship between emotional intelligence and depression in medical students of Universitas Tarumanagara batch 2019. Using a descriptive analytic research design with a cross-sectional approach, we obtained data through simple random sampling a total of 154 respondents who answered an emotional intelligence questionnaire used as a proxy in determining the level of emotional intelligence. Statistical analysis using the chi-square test confirmed that there is a significant negative correlation between emotional intelligence and depression during the COVID-19 pandemic, yielding a p-value of 0.003. In conclusion, students can improve their level of emotional intelligence as a preventive measure of depression during the COVID-19 pandemic.World Health Organization (WHO) secara resmi mendeklarasikan COVID-19 sebagai pandemi yang menjadi problema kesehatan di dunia. Pembatasan sosial dan kebijakan pemerintah lainnya yang diberlakukan selama pandemi COVID-19 untuk menurunkan penyebaran virus yang sangat menular menyebabkan banyak orang mengalami kesepian, ketakutan, kecemasan dan berakhir pada depresi. Prevalensi depresi di Indonesia saat pandemi COVID-19 mencapai angka 62%. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan dalam mengatur dan mengontrol emosi yang dapat berperan dalam menyikapi kebijakan selama pandemi COVID-19 dan kejadian depresi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan depresi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019. Menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, kami memperoleh data melalui simple random sampling sebanyak 154 responden yang menjawab kuesioner kecerdasan emosional yang digunakan sebagai proksi dalam menentukan skala kecerdasan emosional. Hasil chi-square hubungan kecerdasan emosional dengan depresi didapatkan p-value 0.003. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kecerdasan emosional dan depresi pada mahasiswa saat pandemi COVID-19. Oleh karena itu, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kecerdasan emosional yang mereka miliki sebagai upaya preventif akan terjadinya depresi

    Pengaruh Terapi Layering Krim Cysteamine 5% dan Asam Traneksamat 3% terhadap Skor Masi Pasien Melasma

    Get PDF
    Melasma is a hypermelanosis disorder that arises typical of areas of the skin that are often exposed to sunlight. Melasma therapy is relatively difficult because there is often chronicity in melasma. Until now therapy with Kligman formula is still an option, but kligman formula has some side effects, especially for long-term use. Cysteamine works by inhibiting the enzyme tyrosinase. Traneksamat acid works by inhibiting the activity of plasmin in keratinocytes known as stimulators of tyrosinase activity The purpose of the study proved and analyzed the effectiveness of cysteamine cream layering therapy 5% and tranexilic acid 3% compared to kligman formula modification in melasma sufferers to improve MASI score. Experimental research method, pre and post control group design double-blind randomied controlled trial with 28 samples of melasma patients namely group A using layering cysteamine cream 5% and traneksamat acid 3% compared to the group of patients melasma i.e. group A using layering cysteamine cream 5% and traneksamat acid 3% compared to the group of patients. Assessment and measurement of the effectiveness of therapy is carried out during weeks 0, 2, 4 and 8, with an assessment of MASI score. The analysis used is the t-pair test and the Wilcoxon test. Statistical tests are considered meaningful if p<0.05. The results of the study decreased the difference in MASI score in group A obtained in week 4 and week 8, while group B in week 8. The difference in the difference in MASI score change between group A and group B in weeks 4 and 8 indicates a significant difference (p=0.025 and p=0.003). Conclusion of 5% layering cysteamine therapy and 3% tranex acid indicates a decrease in the difference in MASI score earlier than modified Kligman cream therapy.Melasma merupakan kelainan hipermelanosis didapat yang timbul khas pada area kulit yang sering terpapar sinar matahari. Terapi melasma relatif sulit karena sering timbul kronisitas pada melasma. Hingga saat ini terapi dengan formula Kligman masih menjadi pilihan, namun formula Kligman mempunyai beberapa efek samping terutama untuk pemakaian jangka lama. Cysteamine bekerja dengan menghambat enzim tirosinase. Asam traneksamat bekerja dengan menghambat aktivitas plasmin di keratinosit yang diketahui sebagai stimulator aktivitas tirosinase Tujuan penelitian membuktikan dan menganalisa efektivitas terapi layering krim cysteamine 5% dan asam traneksamat 3% dibandingkan formula Kligman modifikasi pada penderita melasma terhadap perbaikan skor MASI. Metode penelitian eksperimental, pre and post control grup design double-blind randomized controlled trial dengan 28 sampel pasien melasma yaitu kelompok A menggunakan layering krim cysteamine 5% dan asam traneksamat 3% dibandingkan dengan kelompok B menggunakan formula Kligman modifikasi (hidrokuinon 4%, tretinoin 0,05% dan fluocinolone acetonide 0,01%). Penilaian dan pengukuran efektivitas terapi dilakukan saat minggu ke-0, 2, 4 dan 8, dengan penilaian skor MASI. Analisis yang digunakan adalah uji t-berpasangan dan uji Wilcoxon. Uji statistik dianggap bermakna jika p<0,05. Hasil penelitian penurunan selisih skor MASI pada kelompok A didapat pada minggu ke-4 dan minggu ke-8, sedangkan kelompok B pada minggu ke-8. Perbedaan selisih perubahan skor MASI antara kelompok A dan kelompok B pada minggu ke-4 dan 8 menunjukan perbedaan yang signifikan (p=0,025 dan p=0,003). Kesimpulan kesimpulan terapi layering cysteamine 5% dan asam traneksamat 3% menunjukkan penurunan selisih skor MASI lebih awal dibanding terapi krim Kligman modifikas

    Pengaruh Kelengkapan Pencatatan Form Tindakan terhadap Mutu Rekam Medis di Puskesmas Pakutandang

    Get PDF
    Medical records are very important documents in the medical world because in medical records describe the patient's medical history, actions, treatment and other documents ranging from patient diseases in health facilities to patientspu lang. The specific purpose of this study is to find out the adequacy of filling out the patient identification and authentication action form at the Klinik Gigi Puskesmas Pactndang. The type of research used is qualitative descriptive research that has the aim to identify the completeness of filling out the poly dental action form at pakutandang health center. Under the law medical records must be completed within 24 hours before the end of outpatient services. To avoid incompleteness of the contents of outpatient medical records, an in-depth study of medical record samples is conducted. This research was conducted at Pakundang Health Center using descriptive statistical methods. The object of the study is in the form of actions in March - April 2021. The sample count studied was 15 randomly taken samples from a total of 150 action forms in March - April. According to the results of the study conducted, 14 samples or 94% of medical records examined are incomplete. Lack of completeness is mainly found in the signatures of doctors who treat as many as 10 forms or 67%. From these results it is expected that in the future it can reduce the incompleteness of medical record forms at Pakundang Health CenterRekam medis adalah dokumen yang sangat penting dalam dunia medis karena dalam rekam medis menggambarkan riwayat kesehatan pasien, tindakan, pengobatan dan dokumen lainnya mulai dari penyakit pasien di fasilitas kesehatan sampai pasien pulang. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui kecukupan pengisian formulir tindakan identifikasi dan autentikasi pasien di Klinik Gigi Puskesmas Paktandang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang memiliki tujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan pengisian formulir tindakan Poli gigi di puskesmas Pakutandang. Berdasarkan undang-undang rekam medis harus diselesaikan dalam 24 jam sebelum akhir layanan rawat jalan. Untuk menghindari ketidaklengkapan isi rekam medis rawat jalan, maka dilakukan studi mendalam terhadap sampel rekam medis. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pakundang dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Objek penelitian berupa tindakan pada bulan Maret – April 2021. Jumlah sampel yang diteliti adalah 15 sampel yang diambil secara acak dari total 150 formulir tindakan pada bulan Maret - April. Menurut hasil penelitian yang dilakukan, 14 sampel atau 94% dari rekam medis yang di teliti tidak lengkap. Kurangnya kelengkapan terutama ditemukan pada tanda tangan dokter yang merawat sebanyak 10 formulir atau 67%. Dari hasil tersebut diharapkan kedepannya dapat mengurangi ketidaklengkapan formulir rekam medis di Puskesmas Pakundang

    Uji Coba Lapangan Terkait Nasehat Perjalanan (WHO) dalam Travelling selama Pandemi Covid-19

    Get PDF
    WHO determines the Covid-19 pandemic status followed by various advice in order to reduce the spread of the virus, one of which is related to traveling. Indonesia currently has no specific travel advice that has been prepared to meet the needs of the community in traveling during the Covid-19 pandemic. Therefore, travel advice is needed which refers to travel advice made by WHO that is adjusted to the perception of the people in Indonesia. Objective: To assess how the public perception (informant) of the travel advice video issued by WHO to reduce the spread of Covid-19 during the trip. Method: This research is a qualitative descriptive study of people's perceptions of video travel advice as a guide for traveling during the COVID-19 pandemic for triangulation of data and in-depth analysis. The variable used is using pretest theory. Research Results: There are variations of answers and opinions from informants on the Q and A videos. Overall found opinions that say that the video is quite interesting and can provide information that helps people who want to travel or travel. Conclusion: Based on the perceptions conveyed by the information in this study, in general the Q and A videos recommended by WHO can be applied in Indonesia, by adjusting to the development of the disease and the current situation in IndonesiaWorld Health Organization menetapkan status pandemic Covid-19 diikuti dengan berbagai advice dalam rangka pengurangan penyebaran virus, salah satunya terkait travelling. Indonesia saat ini belum ada travel advice khusus yang disusun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan travelling selama masa pandemi Covid-19. Maka dari itu, dibutuhkan travel advice yang mengacu pada travel advice yang dibuat oleh WHO yang sesuaikan dengan persepsi masyarakat di Indonesia. Tujuan untuk menilai bagaimana persepsi masyarakat (informan) terhadap video travel advice yang dikeluarkan oleh WHO untuk mengurangi penyebaran Covid-19 selama dalam perjalanan. Metode penelitian ini merupakan penelitian qualitative deskriptif mengenai persepsi masyarakat terhadap video travel advice sebagai panduan melakukan travelling selama masa pandemi COVID-19 untuk kemudian dilakukan triangulasi data dan dianalis secara mendalam. Variabel yang digunakan menggunakan teori pretest. Hasil Penelitian ada variasi jawaban dan pendapat dari informan terhadap video Q and A tersebut. Secara keseluruhan ditemukan pendapat yang mengatakan bahwa video tersebut cukup menarik dan dapat memberikan informasi yang membantu masyarakat yang ingin melakukan travelling atau perjalanan. Kesimpulan berdasarkan persepsi yang disampaikan infoman dalam penelitian ini, secara umum video Q and A yang direkomendasikan oleh WHO dapat diterapkan di Indonesia, menyesuaikan dengan perkembangan penyakit dan keadaan di Indonesia saat ini

    Analisis Luas Ruangan Berdasarkan Kebutuhan Rak di Ruang Penyimpanan Rekam Medis Rawat Jalan di RS X Kota Bandung

    Get PDF
    Organizing medical records is an activity process that begins when the patient is received at the hospital, medical records are stored in storage racks so that their confidentiality is maintained, avoids damage and makes it easier for officers to retrieve and return medical records. The purpose of this study was to analyze and determine the area of the room based on the need for shelves in the outpatient medical record file storage room at X Hospital, Bandung city The research used was descriptive quantitative, the data source was obtained from the area of the room, the average patient visits, the number of storage racks, the size of the storage rack and the thickness of the medical record file. The results showed that in the last 3 years (2018-2020) the area of the medical record storage room was 75m2, the number of patient visits was 12672 people, the number of additional storage racks was 2 units of shelves that required a room area of 11m2, the size of the storage rack was 4000cm with a distance between shelves was 100cm, and the average thickness of medical record files was 5.4cm. The results of the calculation based on the area of the room and the need for shelves in the medical record file storage room, it can be concluded that in the storage room of X Hospital, Bandung city  2 units of storage racks for medical record files need to be added without the need for additional storage spacegPenyelenggaraan rekam medis merupakan proses kegiatan yang dimulai pada saat diterimanya pasien di rumah sakit, rekam medis disimpan dalam rak penyimpanan agar terjaga kerahasiaanya, terhindar dari kerusakan dan mempermudah petugas dalam pengambilan dan pengembalian rekam medis. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menentukan luas ruangan berdasarkan kebutuhan rak di ruang penyimpanan berkas rekam medis rawat jalan di RS X Kota Bandung. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, sumber data di peroleh dari luas ruangan, rata-rata kunjungan pasien, jumlah rak penyimpanan, ukuran rak penyimpanan dan ketebalan berkas rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 3 tahun terakhir (2018-2020) luas ruangan penyimpanan rekam medis adalah 75m2, jumlah kunjungan pasien sebanyak 12672 orang, jumlah penambahan rak penyimpanan sebanyak 2 unit rak yang membutuhkan luas ruangan 11m2 , ukuran rak penyimpanan adalah 4000cm dengan jarak antar rak 100cm, dan ketebalan berkas rekam medis rata-rata 5,4cm. Hasil perhitungan berdasarkan luas ruangan dan kebutuhan rak di ruang penyimpanan berkas rekam medis, dapat disimpulkan bahwa di ruang penyimpanan RS X Kota Bandung perlu ditambahkan sebanyak 2 unit rak penyimpanan berkas rekam medis tanpa perlu penambahan luas ruang penyimpana

    Hubungan Penerapan Sistem Informasi Terhadap Keberhasilan Program Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Wilayah Kerja Puskesmas Sepatan Tahun 2020

    Get PDF
    Salah satu program yang digalakkan dalam mencapai indonesia sehat adalah tentang pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sedangkan data yang diperoleh dari depkes RI (2014) sebanyak 26,1% penduduk di indonesia masuk dalam kategori kurang aktif dalam beraktivitas atau tidak melakukan PHBS. Besarnya angka ini terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat dikarenakan penerapan sistem informasi yang kurang baik. Tujuan: untuk mengetahui hubungan penerapan sistem informasi terhadap keberhasilan program PHBS di wilayah kerja puskesmas sepatan kabupaten tangerang. Desain penelitian: termasuk survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan rumus stanley lameshow dengan proporsi yang tidak diketahui diperoleh jumlah sampel sebanyak 196 responden. Pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: berdasarkan analisis univariat dari 196 responden mayoritas penerapan sistem informasi baik sebesar 59,7%, keberhasilan program PHBS sebesar 57,7%. Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat ada hubungan antara penerapan sistem informasi terhadap keberhasilan program PHBS (p-value 0,000). Kesimpulan: dari variabel yang diteliti dapat diketahui bahwa penerapan sistem informasi berhubungan dengan keberhasilan program PHBS. Saran: bagi perawat hendaknya meningkatkan pengetahuannya tentang program PHBS, serta senantiasa mencari metode-metode terbaik agar dapat menyampaikan tentang program PHBS tersebut kepada masyarakat disekitar mereka.Salah satu program yang digalakkan dalam mencapai indonesia sehat adalah tentang pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sedangkan data yang diperoleh dari depkes RI (2014) sebanyak 26,1% penduduk di indonesia masuk dalam kategori kurang aktif dalam beraktivitas atau tidak melakukan PHBS. Besarnya angka ini terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat dikarenakan penerapan sistem informasi yang kurang baik. Tujuan: untuk mengetahui hubungan penerapan sistem informasi terhadap keberhasilan program PHBS di wilayah kerja puskesmas sepatan kabupaten tangerang. Desain penelitian: termasuk survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan rumus stanley lameshow dengan proporsi yang tidak diketahui diperoleh jumlah sampel sebanyak 196 responden. Pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: berdasarkan analisis univariat dari 196 responden  mayoritas penerapan sistem informasi baik sebesar 59,7%, keberhasilan program PHBS sebesar 57,7%. Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapat ada hubungan antara penerapan sistem informasi terhadap keberhasilan program PHBS (p-value 0,000). Kesimpulan: dari variabel yang diteliti dapat diketahui bahwa penerapan sistem informasi berhubungan dengan keberhasilan program PHBS. Saran: bagi perawat hendaknya meningkatkan pengetahuannya tentang program PHBS, serta senantiasa mencari metode-metode terbaik agar dapat menyampaikan tentang program PHBS tersebut kepada masyarakat disekitar mereka

    Hubungan Status Gizi Dan Anemia Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Rumah Sakit Dustira Cimahi Tahun 2018

    Get PDF
    Di Indonesia batas ambang LILA dengan resiko KEK adalah 23,5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko KEK di perkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Pada ibu hamil yang menderita anemia berat kemungkinan melahirkan bayi BBLR dan premature lebih besar. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menganalisa hubungan Status gizi dan Anemia dengan kejadian BBLR di Rumah sakit Dustira Kota Cimahi.  Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan Cross sectional. Sampel kasus sebanyak 100 orang. Sampel penelitian ini yaitu ibu bersalin. Pengukuran menggunakan data primer dengan lembar cheklis. Hasil uji chi-square menunjukan bahwa nilai p sebesar 0,006, berarti p<0,05 maka disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian BBLR”. Nilai p sebesar 0,025, berarti p<0,05 maka disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan antara anemia dengan kejadian Berat Badan lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit dustira Kota Cimahi.Di Indonesia batas ambang LILA dengan resiko KEK adalah 23,5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko KEK di perkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Pada ibu hamil yang menderita anemia berat kemungkinan melahirkan bayi BBLR dan premature lebih besar. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menganalisa hubungan Status gizi dan Anemia dengan kejadian BBLR di Rumah sakit Dustira Kota Cimahi.  Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan Cross sectional. Sampel kasus sebanyak 100 orang. Sampel penelitian ini yaitu ibu bersalin. Pengukuran menggunakan data primer dengan lembar cheklis. Hasil uji chi-square menunjukan bahwa nilai p sebesar 0,006, berarti p<0,05 maka disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian BBLR”. Nilai p sebesar 0,025, berarti p<0,05 maka disimpulkan bahwa “Terdapat hubungan antara anemia dengan kejadian Berat Badan lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit dustira Kota Cimah

    637

    full texts

    676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Health Sains (JHS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇