Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Peran Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja terhadap Komitmen Organisasional Pegawai di Masa Pandemi Covid-19 di Moderasi Work From Home/Work From Office di RSUD Jati Padang Jakarta Selatan
The current pandemic in Indonesia has allowed the government to quickly overcome the improvement of public health due to the Corona Virus (Covid-19) by issuing SE Nomor 58 Tahun 2020 concerning the Work Procedure for State Civil Servants of the New Normal Order to establish a work entry system and provisions on working hours used remote working system. Remote work system established by the government through flexibility in work location arrangements, namely working from home(WFH) / office from the office (WFO). This situation can cause a decrease in enthusiasm and concentration at work. As a result of the increase in work cases with the new work system, it has led to a crisis of boredom or boredom for employees in providing services in hospitals. This study aims to analyze the effect of transformational leadership and work motivation on organizational commitment as moderated by working from home / working from the office at RSUD Jati Padang. The design of this research is a quantitative survey with a causal approach. The data source is a primary data survey method with a questionnaire instrument via google form which is distributed to 90 samples. The results of the questionnaire were analyzed using Moderated Regression Analysis and described using descriptive statistics. The results showed that transformational leadership has a positive effect on organizational commitment. However, the findings in this study were that transformational leadership and work motivation moderated by working from home / office weakened the organizational commitment of employees at RSUD Jati Padang. For further research at Jati Padang Hospital, it is more focused on other moderating variablesPandemi yang melanda dunia termasuk Indonesia membuat pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru membuat sistem masuk kerja dan ketentuan jam kerja yang berlaku melalui mekanisme sistem remote working yang ditetapkan pemerintah melalui fleksibilitas dalam pengaturan lokasi kerja yakni work from home/work from office. Situasi ini dapat menyebabkan penurunan semangat kerja. Tuntutan pekerjaan yang meningkat dengan sistem kerja yang baru menimbulkan krisis kejenuhan atau kebosanan bagi karyawan pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap komitmen organisasional yang dimoderasi oleh work from home/work from office di RSUD Jati Padang. Desain penelitian ini survey kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Sumber data berupa data primer metode survey dengan instrumen kuisioner melalui google form yang disebarkan kepada 90 sampel. Analisis data hasil kuisioner dilakukan menggunakan Moderasi Regresi Analysis dan diilustrasikan melalui statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh positif pada komitmen organisasional. Namun temuan pada penelitian ini bahwa kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja yang dimoderasi oleh work from home/work from office memperlemah komitmen organisasi karyawan di RSUD Jati Padang. Untuk penelitian selanjutnya di RSUD Jati Padang lebih di fokuskan terhadap variabel moderasi yang lai
Tinjauan Literatur Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Inisiasi Menyusui Dini (Imd) Pada Ibu Postnatal
Perilaku inisiasi menyusui dini (IMD) pada ibu postnatal masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Prevalensi IMD di salah satu RS Pemerintah di Kota Tangerang pada kurun waktu Januari-Juli 2020 menunjukkan 25,4% ibu postnatal melakukan IMD. Sedangkan data di Provinsi Banten pada Desember 2018 menunjukkan 53,18% ibu melakukan IMD. Keterbatasan pengetahuan dan pengalaman menjadi pemicu tidak optimalnya perilaku IMD dan menyusui. Pendidikan kesehatan hadir sebagai salah satu alternatif solusi dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu postnatal tentang menyusui. Tujuan penelitian dengan melakukan review artikel mengenai pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku inisiasi menyusui dini (IMD) pada ibu postnatal dengan melakukan pencarian dan pengumpulan informasi dan melakukan analisis. Desain penelitian menggunakan literature review pada 20 artikel dari tahun 2016-2019 yang diambil dari pangkalan data seperti Google Scholar, Science direct, PubMed, Research Gate dan Elsevier. Hasil analisis dari berbagai penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pendidikan kesehatan dengan perilaku menyusui dini (IMD) (p-value < 0.005). Perilaku IMD pada ibu postnatal masih jauh dari memuaskan. Prevalensi perilaku IMD diberbagai wilayah di dunia menunjukkan lebih dari setengah ibu menunda pemberian inisiasi menyusui. Pendidikan kesehatan tentang IMD perlu dilakukan secara terencana, terstruktur, massif, konsisten dan berkesinambungan.The early initiation of breastfeeding (EIBF) in postnatal is still a health problem in the world. The prevalence of EIBF in one of the Government Hospitals in Tangerang City in the period January-July 2020 shows that 25.4%. Meanwhile, report in District of Banten Province in December 2018 showed 53.18%. Limited knowledge and experience triggers the behavior of EIBF and lactation is not optimal. Health education is present as an alternative solution in increasing the knowledge and understanding of postnatal about breastfeeding. The research objective was to review articles on the relation of health education on early initiation breastfeeding (EIBF) behavior in postnatal by searching and gathering information and conducting analysis. The research design used literature review on 20 articles from 2016-2019 which were taken from databases such as Google Scholar, Science Direct, PubMed, Research Gate and Elsevier. The results of the analysis of various studies concluded that there was a significant relationship between health education and early breastfeeding behavior (EIBF) (p-value <0.005). EIBF behavior in postnatal is far from satisfactory. The prevalence of EIBF behavior in various regions of the world shows more than half of mothers delay initiating breastfeeding. Health education about EIBF needs to be carried out in a planned, structured, massive, consistent and sustainable manne
Pengalaman Keluarga Merawat Pasien Kanker Di Kota Tanjung
Penelitian ini bertujuan mengekplorasi pengalaman keluarga yang pernah merawat pasien kanker di kota Tanjung. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam pada 5 anggota keluarga yang pernah merawat pasien kanker di rumah. Hasil penelitian menemukan 8 tema utama yaitu Perawatan luka, Perawatan paliatif: aspek fisik (keluhan fisik berkurang), Upaya keluarga dalam pencarian pengobatan, Menjaga kualitas hidup klien, Pemenuhan kebutuhan dasar klien, Respon keluarga dalam melakukan perawatan klien, Keputusan pelaksanaan perawatan klien di rumah dan Manfaat bagi keluarga dalam merawat klien dengan kanker. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pentingnya peran keluarga dalam merawat pasien kanker dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pendampingan yang dilakukan keluarga dan dukungan keluarga agar meningkatkan kualitas hidup klien serta keluarga memilik respon yang bervariasi selama melakukan perawatan seperti respon positif dan respon negatif. Demikian keluarga juga mendapatkan manfaat setelah melakukan perawatan bagi klien itu sendiri maupun bagi keluarga itu sendiri.Penelitian ini bertujuan mengekplorasi pengalaman keluarga yang pernah merawat pasien kanker di kota Tanjung. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam pada 5 anggota keluarga yang pernah merawat pasien kanker di rumah. Hasil penelitian menemukan 8 tema utama yaitu Perawatan luka, Perawatan paliatif: aspek fisik (keluhan fisik berkurang), Upaya keluarga dalam pencarian pengobatan, Menjaga kualitas hidup klien, Pemenuhan kebutuhan dasar klien, Respon keluarga dalam melakukan perawatan klien, Keputusan pelaksanaan perawatan klien di rumah dan Manfaat bagi keluarga dalam merawat klien dengan kanker. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pentingnya peran keluarga dalam merawat pasien kanker dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pendampingan yang dilakukan keluarga dan dukungan keluarga agar meningkatkan kualitas hidup klien serta keluarga memilik respon yang bervariasi selama melakukan perawatan seperti respon positif dan respon negatif. Demikian keluarga juga mendapatkan manfaat setelah melakukan perawatan bagi klien itu sendiri maupun bagi keluarga itu sendir
Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Kader Posyandu Dalam Penimbangan Balita Selama Pandemi Covid-19 Di Jakarta Timur
Perilaku kader dalam melakukan penimbangan balita selama masa pandemi COVID-19 sangat penting. Perilaku kader dalam menjalankan tugas dapat membantu mendeteksi kelainan pertumbuhan balita dan mencegah penularan COVID-19 pada pengunjung posyandu. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader posyandu dalam melakukan penimbangan balita di posyandu pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah kader posyandu balita yang melakukan penimbangan balita di posyandu pada bulan Agustus 2020 yang berjumlah 100 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan analisis univariat (tabel distribusi frekuensi) dan analisis bivariat (uji chi square). Hasil pada penelitian ini didapatkan bahwa 89% kader posyandu balita memiliki tingkat pengetahuan baik, 69% memiliki sikap yang positif dan 77% berperilaku baik dalam melakukan penimbangan balita pada masa pandemi COVID-19. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader posyandu (p-value > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader, namun kader memiliki pengetahuan yang baik, sikap yang positif serta perilaku yang baik dalam melakukan penimbangan balita.Perilaku kader dalam melakukan penimbangan balita selama masa pandemi COVID-19 sangat penting. Perilaku kader dalam menjalankan tugas dapat membantu mendeteksi kelainan pertumbuhan balita dan mencegah penularan COVID-19 pada pengunjung posyandu. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader posyandu dalam melakukan penimbangan balita di posyandu pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectinal. Sampel pada penelitian ini adalah kader posyandu balita yang melakukan penimbangan balita di posyandu pada bulan Agustus 2020 yang berjumlah 100 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan analisis univariat (tabel distribusi frekuensi) dan analisis bivariat (uji chi square). Hasil pada penelitian ini didapatkan bahwa 89% kader posyandu balita memiliki tingkat pengetahuan baik, 69% memiliki sikap yang positif dan 77% berperilaku baik dalam melakukan penimbangan balita pada masa pandemi COVID-19. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kader posyandu (p-value > 0,05
Tingkat Pengetahuan antara Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan terhadap Penggunaan Vitamin C di Universitas Tadulako Sulawesi Tengah
During the Covid-19 pandemic, it is recommended to use vitamin C in maintaining immunity, especially in students who have high activity. Widespread use can lead to dose abuse, resulting in side effects such as diarrhea, vomiting nausea to the formation of kidney stones. The purpose of this study was to determine the knowledge and use of vitamin C as well as the relationship between both medical and non-medical students of Tadulako University. This study used cross sectional method by collecting data through questionnaires in Google Form in 747 medical and non-medical students in the class of 2017-2019. Sampling techniques using purposive sampling. The results of the study obtained the knowledge of tadulako university medical students about vitamin C entered the sufficient category (47.01%) and non-medical students were included in the low category (59.01%). For the use of vitamin C, medical students fall into the high category (61.54%) and non-medical students were included in the sufficient category (48.74%). The results of the chi-square test, there is a significant relationship between knowledge and the use of vitamin C, with p value 0.000 (p value <0.05). The conclusion from the research, the knowledge of medical students about vitamin C and its use is better than non-medical students, and there is a link between the knowledge and use of vitamin C in tadulako university students.Pada masa pandemi Covid-19 lebih disarankan penggunaan vitamin C dalam menjaga imunitas tubuh, terutama pada mahasiswa yang memiliki aktivitas tinggi. Maraknya penyalahgunaan dosis yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping berupa diare, mual muntah hingga pembentukan batu ginjal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan penggunaan vitamin C serta hubungan keduanya pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pengambilan data melalui kuesioner di Google Form pada 747 mahasiswa kesehatan dan non kesehatan angkatan 2017-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian, pengetahuan mahasiswa kesehatan Universitas Tadulako tentang vitamin C masuk kategori cukup (47,01%) dan mahasiswa non kesehatan masuk kategori kurang (59,01%). Untuk penggunaan vitamin C, mahasiswa kesehatan masuk kategori baik (61,54%) dan mahasiswa non kesehatan masuk kategori cukup (48,74%). Hasil uji chi-square, terdapat hubungan signifikansi antara pengetahuan dengan penggunaan vitamin C, dengan p value 0,000 (p value <0,05). Kesimpulan penelitian ini, pengetahuan mahasiswa kesehatan tentang vitamin C dan penggunaannya lebih baik dari mahasiswa non kesehatan, serta terdapat hubungan antara pengetahuan dan penggunaan vitamin C pada mahasiswa Universitas Tadulako
Potensi Fitokimia Citrus Aurantium (Hesperetin, Naringenin) Dalam Menghambat Xantin Okisidase Pada Hiperurisemia Secara In Silico
Prevalsensi penderita hiperusemia cenderung meningkat dalam beberapa dekade. Obat golongan xantin oksidase inhibitor digunakan untuk hiperurisemia. Citrus aurantium merupakan sumber flavonoid, dimana flavonoid utamanya hesperetin dan naringenin. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi molekuler senyawa flavonoid utama C. aurantium dalam menghambat kerja xantin oksidase. Penelitian dilakukan dengan metode in silico dan perangkat AutoDock Vina untuk proses penambatan. Grid box yang digunakan memiliki ukuran dimensi x 26, y 26, dan z 38 dan pusat x 97.706, pusat y 104.809, pusat z 31.607. Hasil optimasi grid box dengan menambatkan ligan kontrol menghasilkan nilai rmsd 1.4338 Å. Hasil penambatan molekuler menghasilkan energy Gibbs ligan hesperetin (-7.2 kkal/mol) dan ligan naringenin (-8.4 kkal/mol). Nilai tersebut lebih tinggi dari ligan kontrol dan pembanding, nilai tersebut menunjukkan interaksi kuat dan stabil sebagai inhibitor enzim xantin oksidase. Hal ini menunjukkan hesperetin dan naringenin dapat menjadi alternatif pengobatan bagi penderita hiperusemia.Prevalsensi penderita hiperusemia cenderung meningkat dalam beberapa dekade. Obat golongan xantin oksidase inhibitor digunakan untuk hiperurisemia. Citrus aurantium merupakan sumber flavonoid, dimana flavonoid utamanya hesperetin dan naringenin. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi molekuler senyawa flavonoid utama C. aurantium dalam menghambat kerja xantin oksidase. Penelitian dilakukan dengan metode in silico dan perangkat AutoDock Vina untuk proses penambatan. Grid box yang digunakan memiliki ukuran dimensi x 26, y 26, dan z 38 dan pusat x 97.706, pusat y 104.809, pusat z 31.607. Hasil optimasi grid box dengan menambatkan ligan kontrol menghasilkan nilai rmsd 1.4338 Å. Hasil penambatan molekuler menghasilkan energy Gibbs ligan hesperetin (-7.2 kkal/mol) dan ligan naringenin (-8.4 kkal/mol). Nilai tersebut lebih tinggi dari ligan kontrol dan pembanding, nilai tersebut menunjukkan interaksi kuat dan stabil sebagai inhibitor enzim xantin oksidase. Hal ini menunjukkan hesperetin dan naringenin dapat menjadi alternatif pengobatan bagi penderita hiperusemia
Perbandingan Handover Model Sbar Dan I-Pass Terhadap Insiden Keselamatan Pasien
SBAR dan I-PASS merupakan model handover perawat, hal tersebut untuk memastikan kelanjutan kelangsungan pelayanan perawatan pasien secara aman dan efektif. Handover merupakan kegiatan vital perawat bilamana tidak dilakukan dengan baik akan mengakibatkan terjadinya insiden keselamatan pasien. Model tersebut sudah dianggap efektif dalam meningkatkan keselamatan pasien. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui keefektifan model handover SBAR dan I-PASS terhadap keselamatan pasien di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literatur review, pencarian artikel dengan menggunakan database online PubMed, google scholar, mendeley dari tahun 2015-2020, berbahasa Inggris dengan menggunakan kata kunci SBAR or I-PASS or handover or patient safety. Proses seleksi artikel dengan menggunakan flow diagram PRISMA. Hasil telaah ditemukan dengan menggunakan model handover SBAR dan I-PASS dapat meningkatkan kualitas komunikasi antar perawat yang berdampak terhadap meningkatkan keselamatan pasien. Kesimpulannya adalah belum ada standar praktik terbaik yang terbukti untuk digunakan komunikasi saat handover. Model SBAR dan I-PASS merupakan alat komunikasi yang terbilang efektif untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan meningkatkan keselamatan pasien.SBAR dan I-PASS merupakan model handover perawat, hal tersebut untuk memastikan kelanjutan kelangsungan pelayanan perawatan pasien secara aman dan efektif. Handover merupakan kegiatan vital perawat bilamana tidak dilakukan dengan baik akan mengakibatkan terjadinya insiden keselamatan pasien. Model tersebut sudah dianggap efektif dalam meningkatkan keselamatan pasien. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui keefektifan model handover SBAR dan I-PASS terhadap keselamatan pasien di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literatur review, pencarian artikel dengan menggunakan database online PubMed, google scholar, mendeley dari tahun 2015-2020, berbahasa Inggris dengan menggunakan kata kunci SBAR or I-PASS or handover or patient safety. Proses seleksi artikel dengan menggunakan flow diagram PRISMA. Hasil telaah ditemukan dengan menggunakan model handover SBAR dan I-PASS dapat meningkatkan kualitas komunikasi antar perawat yang berdampak terhadap meningkatkan keselamatan pasien. Kesimpulannya adalah belum ada standar praktik terbaik yang terbukti untuk digunakan komunikasi saat handover. Model SBAR dan I-PASS merupakan alat komunikasi yang terbilang efektif untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan meningkatkan keselamatan pasie
Pengaruh Penghasilan Dan Gaya Hidup Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Nelayan Di Kota Medan
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh faktor sosial (umur, pendidikan, penghasilan dan masa bekerja) dan gaya hidup (pola makan, merokok, minum kopi dan durasi tidur) terhadap kejadian hipertensi terhadap kejadian hipertensi pada nelayan di Kota Medan. Penelitian bersifat analitik observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Subjek terdiri dari kasus dan kontrol dengan perbandingan 1:1. Sampel terdiri dari 53 kasus dan 53 kontrol. Sampel kasus adalah nelayan menderita hipertensi dan sampel kontrol adalah nelayan lainnya yang tidak menderita hipertensi. Hasil uji bivariat dengan simple logistic regression diperoleh pengaruh yang signifikan adalah variabel umur (p=0,000), pendidikan (p=0,008), penghasilan (p=0,000), pola makan (p=0,000) dan merokok (p=0,002) terhadap kejadian hipertensi pada nelayan di Kota Medan. Sedangkan untuk variabel yang tidak berpengaruh signifikan adalah minum kopi (p=0,606) dan durasi tidur (p=0,127). Berdasarkan hasil uji multivariat dengan multiple logistic regression faktor dominan yang berpengaruh secara signifikan terhadap hipertensi pada nelayan di Kota Medan adalah pola makan (OR=6,972 p=0,001). Disarankan kepada nelayan agar menghindari makanan yang berisiko hipertensi, berhenti merokok dan istrirahat yang cukup, upaya edukasi kesehatan lebih ditingkatkan dalam upaya pencegahan hipertensi terutama terkait pola makan dan kebiasaan merokok pada nelayan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh faktor sosial (umur, pendidikan, penghasilan dan masa bekerja) dan gaya hidup (pola makan, merokok, minum kopi dan durasi tidur) terhadap kejadian hipertensi terhadap kejadian hipertensi pada nelayan di Kota Medan. Penelitian bersifat analitik observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Subjek terdiri dari kasus dan kontrol dengan perbandingan 1:1. Sampel terdiri dari 53 kasus dan 53 kontrol. Sampel kasus adalah nelayan menderita hipertensi dan sampel kontrol adalah nelayan lainnya yang tidak menderita hipertensi. Hasil uji bivariat dengan simple logistic regression diperoleh pengaruh yang signifikan adalah variabel umur (p=0,000), pendidikan (p=0,008), penghasilan (p=0,000), pola makan (p=0,000) dan merokok (p=0,002) terhadap kejadian hipertensi pada nelayan di Kota Medan. Sedangkan untuk variabel yang tidak berpengaruh signifikan adalah minum kopi (p=0,606) dan durasi tidur (p=0,127). Berdasarkan hasil uji multivariat dengan multiple logistic regression faktor dominan yang berpengaruh secara signifikan terhadap hipertensi pada nelayan di Kota Medan adalah pola makan (OR=6,972 p=0,001). Disarankan kepada nelayan agar menghindari makanan yang berisiko hipertensi, berhenti merokok dan istrirahat yang cukup, upaya edukasi kesehatan lebih ditingkatkan dalam upaya pencegahan hipertensi terutama terkait pola makan dan kebiasaan merokok pada nelayan
Infeksi Parasit, Hubungannya Dengan Karsinogenesis
Penyakit keganasan dapat terjadi karena pengaruh kondisi lingkungan dan fisiologi. Beberapa studi epidemiologi dan laporan kasus memperlihatkan bahwa terdapatnya hubungan antara infeksi parasit dengan karsinogenesis. Terdapat beberapa organisme yang tergolong ke dalam parasit yang sangat erat kaitannya dengan penyakit keganasan antara lain; Schistosoma sp, Strongyloides stercoralis, Plasmodium sp, Chlonorchis sinensis, Opistorchis viverrini, Trypanosoma cruzi. Organisme ini membajak celluler pathways untuk memanipulasi epigenom sel host, organel, signaling pathway dan program epigenetik. Pencarian literatur dilakukan dengan metode kualitatif pada bulan November 2020-Januari 2021 dengan menggunakan data sekunder. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui Infeksi Parasit, Hubungannya Dengan Karsinogenesis. Tulisan ini membahas tentang epidemiologi dan mekanisme infeksi parasit menginduksi terjadinya penyakit keganasan (karsinogenesis). Kesimpulan dari penulisan ini adalah hubungan antara infeksi parasite dengan karsinogenesis telah banyak dibuktikan. Schistosoma haematobium, Opistorchis viverrini dan Chlonorchis sinensis mempunyai potensi karsinogeik yang lebih tinggi dibandingkan Opistorchis felineus dan Schistosoma.Penyakit keganasan dapat terjadi karena pengaruh kondisi lingkungan dan fisiologi. Beberapa studi epidemiologi dan laporan kasus memperlihatkan bahwa terdapatnya hubungan antara infeksi parasit dengan karsinogenesis. Terdapat beberapa organisme yang tergolong ke dalam parasit yang sangat erat kaitannya dengan penyakit keganasan antara lain; Schistosoma sp, Strongyloides stercoralis, Plasmodium sp, Chlonorchis sinensis, Opistorchis viverrini, Trypanosoma cruzi. Organisme ini membajak celluler pathways untuk memanipulasi epigenom sel host, organel, signaling pathway dan program epigenetik. Pencarian literatur dilakukan dengan metode kualitatif pada bulan November 2020-Januari 2021 dengan menggunakan data sekunder. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui Infeksi Parasit, Hubungannya Dengan Karsinogenesis. Tulisan ini membahas tentang epidemiologi dan mekanisme infeksi parasit menginduksi terjadinya penyakit keganasan (karsinogenesis). Kesimpulan dari penulisan ini adalah hubungan antara infeksi parasite dengan karsinogenesis telah banyak dibuktikan. Schistosoma haematobium, Opistorchis viverrini dan Chlonorchis sinensis mempunyai potensi karsinogeik yang lebih tinggi dibandingkan Opistorchis felineus dan Schistosoma
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat terhadap Penerapan Patient Safety Di Ruang IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2020
Patient safety has become a global issue for hospitals, a top priority to be implemented, and is a something far more important than jus service efficiency, it is related ti the issue of the quality and image of the hospital. This study was conducted with the aim to determine the relationship of the level of knowledge of nurses to the appication of patient safety in the Emergency Room of Gunung Jati Hospital Cirebon City in 2020. This research was a descriptive study with cross sectional approach. The number of samples using a total sampling thechnique of 30 nurses with a questionnaire research instrument. The independent variable covered nurses knowledge about patient safety. Dependent variable includes the application of patient safety by nurses. The level of nurses knowledge of patient safety in Emergency Room RSD Gunung Jati Cirebon City in 2020, most (80%) of respondents had a good level of knowledge about patient safety. The application of patient safety in Emergenci Room RSD Gunung Jati Cirebon City in 2020, most (86,7%) respondents did the application of patient safety well. There is a relationship between the level of nurses knowledge on the application of patient safety in the Emergenci Room RSD Gunung Jati Cirebon City in 2020, р (0.002). The results of the study can be input to medical nurses to learn more about patient safety knowlegde, so that increasing nurses knowledge about patient safety can prevent medical errors in work.Keselamatan pasien (patient safety) telah menjadi isu global untuk rumah sakit, prioritas utama untuk dilaksanakan, dan merupakan sesuatu yang jauh lebih penting dari pada sekedar efisiensi pelayanan, hal itu terkait dengan isu mutu dan citra rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap penerapan patient safety di ruang IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 30 perawat dengan instrumen penelitian kuesioner. Variabel bebas meliputi pengetahuan perawat mengenai patient safety. Variabel terikat meliputi penerapan patient safety oleh perawat. Tingkat pengetahuan perawat terhadap patient safety di IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon tahun 2020, sebagian besar (80%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang patient safety. Penerapan patient safety di IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon tahun 2020, sebagian besar (86.7%) responden melakukan penerapan patient safety dengan baik. Ada hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap penerapan patient safety di Ruang IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon tahun 2020, р (0,002). Hasil penelitian bisa menjadi masukan kepada perawat medis untuk belajar lebih banyak lagi tentang pengetahuan patient safety, sehingga dengan bertambahnya pengetahuan perawat mengenai patient safety dapat mencegah terjadinya medical eror dalam bekerj