Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Analisis Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Obat Batuk pada Pasien ISPA di Apotek Siaga-24 Cikampek
Self-medication is a human behavior that people usually do to get solutions related to health problems, for this reason self-medication must be supervised by pharmacists. Cough is one of the symptoms of ARI that can be treated with self-medication. The purpose of this study was to find out how the level of knowledge of ARI patients on cough medicine self-medication at Apotek standby-24 Cikampek. And to know the role of pharmacy technical personnel in providing information about cough medicine self-medication. This study uses a quantitative descriptive method using a cross sectional research design. Data was collected by means of a questionnaire on 55 respondents. The population in this study were ARI patient with cough symtoms aged 15 to 50 years. The sampling technique used was purposive sampling method. This research was conducted in April - May 2021. The results of this study showed that 95.83% of respondents had a high level of knowledge of cough medicine self-medication and 4.17% showed a low level of self-medication knowledge. Then 87.50% of pharmacy staff provided complete information on self-medication of cough medicine and 12.50% of pharmacy staff were incomplete in providing information on self-medication of cough medicine. The majority of respondents understand what type of cough they suffer from and understand the selection of cough medicine so that self-medication of cough medicine can be achieved according to symptomsSwamedikasi adalah perilaku manusia yang biasanya dilakukan masyarakat untuk medapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini swamedikasi harus diawasi oleh apoteker. Batuk adalah salah satu gejala ISPA yang dapat diatasi dengan swamedikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan pasien ISPA pada swamedikasi obat batuk di Apotek siaga-24 cikampek. Serta untuk mengetahui peranan tenaga teknis farmasi dalam memberikan informasi tentang swamedikasi obat batuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuisioner pada 55 responden. Populasi pada penelitian ini adalah pasien ISPA denganngejala batuk yang berusia 15 sampai dengan 50 tahun. Teknik pangambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei 2021. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 95.83% responden memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi obat batuk yang tinggi dan 4.17% menunjukan tingkat pengetahuan swamedikasi yang rendah. Kemudian 87.50% petugas farmasi memberikan informasi lengkap tentang swamedikasi obat batuk dan 12.50% tenaga farmasi tidak lengkap dalam memberikan informasi swamedikasi obat batuk. Mayoritas responden memahami tentang jenis batuk yang diderita serta memahami dalam pemilihan obat sehingga dapat tercapainya swamedikasi obat batuk yang tepat sesuai gejal
Gambaran Kadar Glukosa pada Penderita Obesitas
Obesity or excess body weight is a predisposing factor for various diseases, one of which is because the accumulation of fatty tissue causes insulin resistance and causes an increase in sugar levels. This study aims to determine the description of glucose levels in obese patients. This research method is carried out through literature review that comes from various related studies, the stages starting from data collection, deepening the problem to be studied, then processing and analyzing the data obtained. From the literature results obtained several descriptions of glucose levels with various criteria for different respondents. Based on the description of various research results, it is found that there are differences in the value of blood sugar levels in obese and non-obese people and there is no relationship between physical activity and fasting blood glucose levels in DM patientsObesitas atau berat badan berlebih merupakan faktor predisposisi terhadap berbagai penyakit, salah satunya karena penumpukan jaringan lemak menimbulkan resistensi insulin dan menyebabkan peningkatan kadar gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar glukosa pada penderita obesitas. Metode penelitian ini dilakukan melalui kajian literatur yang berasal dari berbagai penelitian yang terkait, tahapan dimulai dari pengumpulan data, melakukan pendalaman terhadap masalah yang akan dikaji, kemudian mengolah dan menganalisa data yang diperoleh. Dari hasil literatur diperoleh beberapa gambaran kadar glukosa dengan berbagai kriteria responden yang berbeda. Berdasarkan gambaran dari berbagai hasil penelitian diperoleh hasil bahwa ada perbedaan nilai kadar gula darah sewaktu pada orang obesitas dan non obesitas serta tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien D
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Pentingnya Asam Folat pada Kehamilan di RSAU Lanud Sulaiman Bandung
Folic acid for pregnant women which plays an important role in the formation of one-third of red blood cells and vitamins that are good during pregnancy for baby and pregnant women. According to the World Health Organization (WHO) in 2010 showed that about 56% of all types of anemia are thought to be due to iron deficiency. In addition, 36% due to micronutrient deficiencies (vitamins A, B6, B12, riboflavin and folic acid) and the remaining 8% due to hereditary factors such as thaasemia and cyclical cell disease have also been known to cause anemia (Fatimah, 2011). A study was conducted with the title profile of the level of knowledge of pregnant women on the importance of folic acid in pregnancy at a hospital in Bandung on April 5-5 June 2021 with the aim of knowing the level of knowledge of pregnant women on folic acid in pregnancyAsam folat bagi ibu hamil yang berperan penting dalam pembentukan satu per tiga sel darah merah dan vitamin yang bagus dimasa kehamilan bagi dan ibu hamil. Menurut World Health organization (WHO) tahun 2010 menunjukan bahwa sekitar 56% dari seluruh jenis anemia diperkirakan akibat defisiensizat besi. Selain itu, 36% karena difesiensi mikronutrient(vitamin A, B6, B12, riboflavin dan asam folat) dan sisanya 8% karena faktor kelainan keturunan seperti thaasemia dan sikle sel sease juga telah diketahui menjadi penyebab anemia (fatimah,2011). Telah dilakuakan penelitian dengan judul profil tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap pentingnya asam folat pada kehamilan disalah satu RS di Bandung pada tanggal 5 april-5juni 2021 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap asam folat pada kehamila
Audit Implementasi Clinical Pathway Diare Akut pada Anak Umur 0 – 18 Tahun di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor
To find out multidisplin compliance in the implementation of clinical pathway in cases of acute diarrhea in children aged 0-18 years, the completeness of clinical pathway filling in accordance with the SPO is needed as a means in improving the quality of health services and accreditation at the Bogor Indonesian Red Cross Hospital. This research is designed using mixed methode that is quantitative and qualitative with sequential mixed method design. The mixed method strategy used is sequential explanatoris sequencial design (Quan - Qual mixed methods design). The sample number of 58 cinical pathways of acute diarrhea in children was integrated in the medical record, using purposive sampling techniques. Data collection using quantitative and qualitative methods with a grounded theory approach is further analyzed using SPSS 16. Then a questionnaire was compiled to see social representations. The results of the DPJP and nurse compliance study were 100%, pharmaceuticals 0% and nutritionis 53.4%, bonam prognosis 48.3%. Average l.A. in acute diarrhea 4-6 days (51.7%). The average age of respondents was 0-5 years (93.1%), male sex 60.3%, weight 1-20kg (93.1%), liquid bab anamnesis > 5x a day (44.8%), acute diarrhea diagnosis dehydration 56.9%, acute diarrhea diagnosis variant dehydration 65.5%, 40% participant questionnaire results answered yes to filling clinical pathway manual and 76% of participants answered agreeing to complete clinical pathway filling. The results of the analysis of data from the participant questionnaire obtained the effectiveness of clinical pathway is 68% this is not in accordance with the standard set at 70%. Effectiveness is not achieved because not all multidisciplinary are involved in clinical pathway fillers. This is because audits and evaluations have not been done properly. Effectiveness can be achieved when all multidisciplinary can carry out all tasks supported by facilities and infrastructure and rules or regulations made so as to achieve the target with results-oriented and process-plannedUntuk mengetahui kepatuhan multidisplin dalam implementasi clinical pathway pada kasus diare akut pada anak umur 0-18 tahun, kelengkapan pengisian clinical pathway sesuai dengan SPO yang diperlukan sebagai sarana dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan akreditasi di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor. Penelitian ini didesain meggunakan mixed methode yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan sequensial (sequential mixed method design). Strategi mixed method yang digunakan adalah sequential explanatoris sequencial design (Quan - Qual mixed methods design). Jumlah sampel 58 clinical pathway diare akut pada anak yang terintegrasi di dalam rekam medis, menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan grounded theory selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS 16. Kemudian disusun kuesioner untuk melihat representasi social. Hasil penelitian kepatuhan DPJP dan perawat 100%, farmasi 0% dan nutritionis 53,4%, prognosis bonam 48,3%. Rata-rta LOS pada diare akut 4-6 hari (51,7%). Umur responden rata-rata 0-5 tahun (93,1%), jenis kelamin laki-laki 60,3%, berat badan 1-20kg (93,1%), anamnesis BAB cair > 5x sehari (44,8%), diagnosis diare akut dehidrasi 56,9%, varian diagnosis diare akut dehidrasi 65,5%, hasil kuisioner 40% participant menjawab ya untuk pengisian Clinical Pathwaysecara manual dan 76% participant menjawab setuju untuk pengisian clinical pathway dengan lengkap. Hasil analisis data dari kuisioner partisipan didapat efektivitas clinical pathway adalah 68% hal ini belum sesuai dengan standar yang ditetapkan yaitu 70%. Efektivitas tidak tercapai karena tidak semua multidisiplin terlibat dalam pengisisn clinical pathway. Hal ini karena audit dan evaluasi belum dilakukan dengan seharusnya. Efektivitas dapat tercapai bila semua multidisiplin dapat melaksanakan semua tugas yang didukung oleh sarana dan prasarana serta peraturan atau ketentuan yang dibuat sehingga dapat mencapai target dengan berorientasi pada hasil dan proses yang direncanaka
Pengaruh Relaksasi Nafas Dalam dan Pijat Wajah Terhadap Tekanan Darah dan Stres Pada Ibu Hamil
Hypertension is very significant contributing to maternal and fetal morbidity and mortality so it is necessary to do preliminary screening and follow-up during pregnancy. Hypertension is a disease of the cardiovascular system that has high mortality and morbidity. High blood pressure in hypertensive patients can be overcome by pharmacological and non-pharmacological therapy. One non-pharmacological therapy is facial massage therapy and deep breathing relaxation. This research is a quantitative study with the method of Non-equivalent Control Group Design with the Control Group Post test only design approach or post test control group. The study was conducted at the Puskesmas Tanah Baru Depok. The sample amounted to 108 people who were divided into 54 people in the control group and 54 people in the intervention group. Data was collected through questionnaires and blood pressure measurement results. Based on the Mann Whitney test results obtained p-value 0.001, it can be concluded that there is a difference in the mean systolic blood pressure in pregnant women who do facial massage and deep breathing relaxation. There was a significant difference in the value of stress levels after facial massage and deep breathing relaxation at the stress level (p-value 0.001). The average stress level in pregnant women who did not take facial massage and deep breathing relaxation was 76.50 ± 25.5, while for pregnant women who did facial massage therapy and deep breathing relaxation was 60 ± 16.Hipertensi sangat signifikan berkontribusi terhadap angka kesakitan dan kematian ibu dan janin sehingga perlu dilakukan skrinning awal dan pemeriksaan lanjutan selama kehamilan. Hipertensi merupakan salah satu penyakit pada sistem kardiovaskuler yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi dapat diatasi dengan terapi farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis adalah terapi pijat wajah dan relaksasi napas dalam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Non-equivalent Control Group Design dengan pendekatan Control Group Post test only design atau post tes kelompok control. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kelurahan Tanah Baru Depok. Sampel berjumlah 108 orang yang dibagi menjadi 54 orang pada kelompok kotrol dan 54 orang pada kelompok intervensi. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan hasil pengukuran tekanan darah. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney diperoleh hasil p-value 0,001, maka dapat disimpulkan adanya perbedaan rerata tekanan darah sistolik pada ibu hamil yang melakukan pijat wajah dan relaksasi napas dalam. Ada perbedaan yang signifikan nilai tingkat stres setelah melakukan pijat wajah dan relaksasi napas dalam pada tingkat stress (p-value 0,001). Rata-rata tingkat stress pada ibu hamil yang tidak melakukan terapi pijat wajah dan relaksasi nafas dalam adalah 76,50 ± 25,5, sedangkan untuk ibu hamil yang melakukan terapi pijat wajah dan relaksasi nafas dalam adalah 60 ± 16
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Kebiasaan Sarapan terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMA Negeri 12 Kota Bekasi
The quality of the nation is determined by one of the success rates of education which is carried out systematically and continuously from student learning outcomes. Optimal student learning outcomes depend on the provision of nutrition, both in terms of quality and quantity. Food nutrition at breakfast has affects student concentration and learning achievement in understanding learning at school. This study aims to determine the relationship between nutritional knowledge and breakfast habits on student achievement in SMA Negeri 12 Bekasi City. The research method used was a survey analytic study with aapproach cross- sectional. The sample in this study were 84 respondents. The subjects in this study were students in grade 10 and 11 aged 15-17 years. Sampling was done using a simple random sampling technique. The results of the study used Chi Square statistical test analysis with a significance limit of α = 0.05. Based on the results of the bivariate analysis, there is a significant relationship between nutritional knowledge and learning achievement with a p-value of 0.001 <α 0.05 and the OR= 5.174 also obtained. There is a significant relationship between breakfast habits and learning achievement with a p-value of 0.016 <α 0.05 and the OR = 3.145 is also obtained. So, the better the student's nutritional knowledge, the more concerned with the menu and food combinations for breakfast in the morning. This will affect the readiness of students to follow and remember the subject matterKualitas bangsa ditentukan salah satunya oleh tingkat keberhasilan pendidikan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan dari hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang optimal tergantung pemberian gizi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Gizi makanan saat sarapan sangat mempengaruhi konsentrasi dan prestasi belajar siswa dalam memahami pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan kebiasaan sarapan terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 12 Kota Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik survei dengan pendekatan cross- sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 responden. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas 10 dan 11 yang berusia 15-17 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik Chi Square dengan batas kemaknaan α = 0,05. Berdasarkan hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan prestasi belajar dengan nilai p-value sebesar 0,001 < α 0,05 dan didapatkan pula nilai OR = 5,174. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan prestasi belajar dengan nilai p-value sebesar 0,016< α 0,05 dan didapatkan pula nilai OR = 3,145. Jadi, semakin baik pengetahuan gizi siswa maka akan lebih peduli dengan menu dan kombinasi makanan untuk sarapan di pagi hari. Hal ini akan mempengaruhi kesiapan siswa untuk mengikuti dan mengingat materi pelajara
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Siswa Kelas IX Tentang Dysminorhoe di Mts Al Hikmah 1 Benda Kabupaten Brebes
Menarche is defined as the first menstruation, which is the discharge of blood fluid from the female genitals in the form of the decay of the lining of the inner wall in the uterus that contains many blood vessels. The purpose of the study was to find out the knowledge picture of class IX student girls about dismenorhoe in MTS Al Hikmah 1 Benda Brebes Regency. The type of research used in this research is a descriptive research method. Based on the results of research on the Knowledge Picture of Adolescent Girls Class IX about Dismenorhoe in MTS Al Hikmah 1 Brebes Regency, this shows that most of the students who are respondents to research on the incidence of dysminorhoe are students aged 14 years (59%), then less than half of 15-year-old students amounted to 28 people (28%), Then a small percentage of 13-year-old respondents numbered 9 people (9%), and almost none of the respondents were less than 13 years old or over 15 years old. Based on the results of the research that has been outlined, the conclusion that can be drawn is a picture of the knowledge of adolescent girls of class IX MTS Al Hikmah 1 about dysminorhoe based on characteristics, it is known that more than half of the respondents aged 14 years amounted to 59 people and a small percentage of them were aged 12 and 16 years.Menarche didefinisikan sebagai pertama kali menstruasi, yaitu keluarnya cairan darah dari alat kelamin wanita berupa luruhnya lapisan dinding dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri siswi kelas IX tentang dismenorhoe di MTS Al Hikmah 1 Benda Kabupaten Brebes. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Siswi Kelas IX tentang Dismenorhoe di MTS Al Hikmah 1 Kabupaten Brebes, hal ini menunjukan bahwa sebagian besar dari siswi yang merupakan responden dari penelitian tentang kejadian dysminorhoe merupakan siswi yang berusia 14 tahun (59%), lalu kurang dari setengahnya dari siswi yang berusia 15 tahun berjumlah 28 orang (28%), lalu sebagian kecil dari responden berusia 13 tahun berjumlah 9 orang (9%), dan hampir tidak ada dari responden kurang dari 13 tahun atau lebih dari 15 tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah gambaran pengetahuan remaja putri siswi kelas IX MTS Al Hikmah 1 tentang dysminorhoe berdasarkan karakteristik, diketahui bahwa lebih dari setengahnya dari responden berusia 14 tahun berjumlah 59 orang dan sebagian kecilnya berusia 12 dan 16 tahun
Analisa Kandungan Hidroquinon dan Merkuri dalam Krim Malam Menggunakan High Perform Liquid Chromatography (HPLC) dan Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS)
Hydroquinone is used clinically as a topical agent for depigmented conditions such as chloasma and melasma, but use of more than 2% hydroquinone can cause irritation. Hydroquinone levels exceeding 5% can cause a burning sensation on the skin. Mercury in the smallest levels can be toxic, the use of high doses can cause permanent damage to the brain, kidneys and impaired fetal development. The purpose of this study was to identify and determine levels of hydroquinone and mercury in night creams from several beauty clinics in Tangerang. Samples were taken from five beauty clinics in Tangerang, Banten. Samples were analyzed using HPLC (High Perform Liquid Chromatography) to determine hydroquinone levels, while mercury levels were analyzed using ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry). This research was conducted at the Regional Health Laboratory of DKI Jakarta.The results showed that from 5 samples that analyzed, cream B containing 4,87 % hydroquinone, cream D containing 4,64 % hydroquinone and cream E containing 5,23 % hydroquinone. The conclusion of this study is that the use of hydroquinone ingredients in night creams is still widely found, of the five samples there are three positive containing hydroquinone, namely with levels of 4.87%, 4.64% and 5.23%, while the use of mercury ingredients in night cream preparations is negative in all five samples.Hidroquinon digunakan secara klinis sebagai bahan topikal untuk kondisi depigmentasi seperti chloasma dan melasma, namun pemakaian hidrokuinon melebihi 2% dapat menyebabkan iritasi. Kadar hidrokuinon melebihi 5% dapat menimbulkan rasa terbakar pada kulit. Merkuri dalam kadar terkecil dapat bersifat racun, penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar hidroquinon dan merkuri pada krim malam dari beberapa klinik kecantikan di Tangerang. Sampel diambil dari lima klinik kecantikan di daerah Tangerang, Banten. Sampel dianalisis dengan menggunakan HPLC (High Perform Liquid Chromatography) untuk mengetahui kadar hidroquinon, sedangkan kadar merkuri dianalisis dengan menggunakan ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 sampel yang dianalisis terdapat 3 sampel positif mengandung Hidroquinon dengan krim B mengandung 4,87% hidroquinon, krim D mengandung 4,64% hidroquinon dan krim E mengandung 5,23% kandungan hidroquinon. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan bahan hidrokuinon pada krim malam masih banyak ditemukan, dari kelima sampel terdapat tiga positif mengandung hidroquinon yaitu dengan kadar 4,87%, 4,64% dan 5,23%, sedangkan penggunaan bahan merkuri dalam sediaan krim malam negatif pada kelima sampel
Pengaruh Media Kalender Belajar Obat Bebas Terbatas terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Mewujudkan Gema Cermat
Along with changes in the lifestyle of people who tend to pay less attention to health, the development of disease in the community is inevitable. This problem can be overcome by providing education about medicine through smart calendars to the public. Calendar is not only designed to improve thinking skills but also to stimulate youth thinking, including the ability to concentrate and solve problems on changes in knowledge and action. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of the Smart Calendar Media for Learning limited free drugs on Knowledge and Attitudes in Realizing a Smart Community Movement Using Drugs. This research was conducted with a quantitative survey method by collecting data via a google form. The sampling method uses a side probability with a simple random sampling technique. Sampling was conducted on 140 adolescents at SMA Negeri 1 Kendawangan, then obtained a sample of 103 respondents. Data analysis used the Kolmogorov-Smirnov test for normality, Wilcoxon test for hypothesis testing of knowledge and attitudes.sig (2-tailed) value for knowledge and attitude is 0,000. The conclusion of this study is that the smart calendar method can affect adolescent knowledge and attitudes about limited free drugs.Seiring perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung kurang memperhatikan kesehatan, maka berkembangnya penyakit di masyarakat tidak dapat dielakkan lagi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memberikan edukasi tentang obat melalui media kalender pintar kepada masyarakat. Kalender tidak hanya dirancang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tetapi juga untuk merangsang daya pikir remaja termasuk kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah terhadap perubahan pengetahuan dan tindakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh Media Kalender Pintar Belajar Obat Bebas Terbatas Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Dalam Mewujudkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif survey dengan melakukan pengumpulan data melalui google form. Metode sampling menggunakan probability samping dengan Teknik simple random sampling. Sampling dilakukan pada 140 remaja di SMA Negeri 1 Kendawangan, kemudian diperoleh sampel sebanyak 103 responden. Analisis data menggunakan. Kolmogorov-Smirnov untuk uji normalitas, Wilcoxon-test untuk uji hipotesis pengetahuan dan sikap. Diketahui nilai Asymp.sig (2-tailed) pada pengetahuan dan sikap bernilai 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah metode kalender pintar dapat berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang obat bebas terbatas
Potensi Antioksidan Menggunakan Metode DPPH Ekstrak Beras Hitam (Oryza Sativa L Indica) dan Penghambatan Tirosinase
Black Rice (Oryza sativa L. Indica) is a rice commonly used to improve health. Black rice has a physical shape similar to rice in general, but the surface of this rice is blackish purple. The study aimed to test the antioxidant activity and tyrosinase inhibitors in black rice extract. The study was conducted from February 2019 to August 2019. Using experimental methods. Black rice is extracted by the maceration method using 96% solvent ethanol, then several tests are performed using spectrophotometry. Observed parameters include phytochemical test results, antioxidant activity, and tyrosinase inhibition activity. Tests of antioxidant activity and inhibition of tyrosinase were observed from IC50 (inhibitor concentration) values. The results of phytochemical analysis showed that black rice extract contains flavonoids, tannins, and triterpenoids. The antioxidant activity test is performed using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrihydracil) method which has very strong antioxidant activity with an IC value of < 10 ppm. Brown rice extract has inhibition of tyrosinase. The conclusion that can be from this study is that black rice extract phytochemicalally contains flavonoids, tannins, and triterpenoids that are included in antioxidant compounds.Black Rice (Oryza sativa L. Indica) adalah beras yang biasa digunakan untuk meningkatkan kesehatan. Beras hitam memiliki bentuk fisik yang mirip dengan nasi pada umumnya, namun permukaan beras ini berwarna ungu kehitaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dan inhibitor tirosinase dalam ekstrak beras hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2019 sampai Agustus 2019. Dengan menggunakan metode eksperimen. Beras hitam diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% pelarut, kemudian dilakukan beberapa tes menggunakan spektrofotometri. Parameter yang diamati termasuk hasil tes fitokimia, aktivitas antioksidan, dan aktivitas penghambatan tirosinase. Tes aktivitas antioksidan dan penghambatan tirosinase diamati dari nilai IC50 (konsentrasi inhibitor). Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak beras hitam mengandung flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Tes aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrihydracil) yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC < 10 ppm. Ekstrak beras merah memiliki penghambatan tirosinase. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah ekstrak beras hitam secara fitokimia mengandung flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang termasuk ke dalam senyawa antioksidan