Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
    676 research outputs found

    Perancangan Sistem Informasi Retensi Rekam Medis Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Proklamasi Karawang

    Get PDF
    The hospital is a health service facility that organizes public health efforts. In carrying out its duties, the hospital records and reports patient health. Recording and reporting of patients can be seen from the medical record file. After the storage time limit is exceeded, the medical record can be retained or destroyed. Medical record retention is an activity to separate active and inactive medical records which aims to reduce the burden of storage racks. This study aims to design an outpatient medical record retention information system using Microsoft Visual Studio 2010 at the Proklamasi Hospital Karawang. Based on the research conducted, a problem was found, namely the retention system is still manual and not fully computerized, by sorting the medical record files one by one to separate between active and inactive files resulting in a long process. So it is necessary to have a retention information system to accelerate the destruction of medical record files. The design method uses the waterfall method. The method stages are Planning, Analysis, Design, Implementation, maintenance. The medical record retention information system that has been created, it can be concluded that the system can facilitate officers in carrying out medical record file destruction activities to be more effective and efficient.Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya rumah sakit melakukan pencatatan dan pelporan kesehatan pasien. Pencatatan dan pelaporan pasien dapat dilihat dari berkas rekam medis. Rekam medis pada rumah sakit wajib disimpan dalam jangka waktu lima tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat. Setelah batas waktu penyimpanan dilampaui maka rekam medis dapat diretensi atau dimusnahkan. Retensi rekam medis yaitu suatu kegiatan untuk memisahkan antara rekam medis aktif dan inaktif yang bertujuan untuk mengurangi beban rak penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi retensi rekam medis pasien rawat jalan menggunakan Microsoft visual studio 2010 di Rumah Sakit Umum Proklamasi Karawang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan masalah yaitu sistem retensi masih manual dan belum sepenuhnya komputerisasi, dengan cara memilah berkas rekam medis satu persatu untuk memisahkan antara berkas yang masih aktif dan inaktif mengakibatkan pengerjaan menjadi lama. Sehingga diperlukan adanya sistem informasi retensi untuk mempercepat kegiatan pemusnahan berkas rekam medis. Metode perancangan menggunakan metode waterfall. Tahapan metode adalah Perencanaan, Analisis, Perancangan, Implementasi, Pemeliharaan Sistem. Sistem informasi retensi rekam medis yang telah dibuat, dapat disimpulkan bahwa sistem tersebut dapat memudahkan petugas dalam melakukan kegiatan pemusnahan berkas rekam medis agar lebih efektif dan efisien

    Profil Eksotropia Sensoris dan Outcomes dari Penatalaksanaan Surgikal di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2018-2020

    Get PDF
    Of the etiologies, retinal abnormalities were the most common cause of exotropia with 4 cases (33.33%). Patient management with surgical and wth monocular recess-resect surgery hangs back. From 6 months of follow-up, the patient had satisfactory cosmetic results with 85.71% orthotropia. Sensory exotropia of patients aged 21-30 years The most common cause of sensory strabismu is retinal abnormalities, and the long-term results of surgery for sensory exotropia are satisfactory. The purpose of the study was to find out the profile of sensory exotropia and outcomes of surgikal management in dr.m. djamil padang hospital in 2018-2020. The results of surgical treatment are evaluated by examining the hirsberg test and the creamy prism test. A total of 12 patients included, of whom 6 cases (50%) were men and women 6 cases (50%), and patients aged 21-30 years about 33.33%.  Evaluated for Visual acuity, through evaluation of the anterior segment using a slit lamp, and a fundus examination was performed, and found eye irregularities by conducting hisberg tests and close cream prisms and distance tests. The results of surgical treatment are evaluated by examining the hirsberg test and the creamy prism test. A total of 12 patients included, of whom 6 cases (50%) were men and women 6 cases (50%), and patients aged 21-30 years about 33.33%. Of the etiologies, retinal abnormalities were the most common cause of exotropia with 4 cases (33.33%). Patient management with surgical and wth monocular recess-resect surgery hangs back. From 6 months of follow-up, the patient had satisfactory cosmetic results with 85.71% orthotropia. Sensory exotropia of patients aged 21-30 years The most common cause of sensory strabismu is retinal abnormalities, and the long-term results of surgery forsensory exotropia are satisfactory.Dari etiologi, kelainan retina adalah penyebab paling besar dari eksotropia dengan 4 kasus (33,33%). Pasien manajemen dengan bedah dan wth monocular reses-resect operasi hang back. Dari 6 bulan tindak lanjut, pasien tersebut hasil kosmetik yang memuaskan dengan orthotropia 85,71%. Sensoris eksotropia pasien berusia 21-30 tahun Penyebab paling umum dari strabismu sensorik adalah kelainan retina, dan hasil jangka panjang operasi untuk eksotropia sensorik memuaskan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui profil eksotropia sensoris dan outcomes dari penatalaksanaan surgikal di rsup dr. m. djamil padang tahun 2018-2020. Hasil perawatan bedah dievaluasi dengan memeriksa tes hirsberg dan tes prisma krimsky. Sebanyak 12 pasien termasuk, di antaranya 6 kasus (50%) adalah pria dan wanita 6 kasus (50%), dan pasien berusia 21-30 tahun sekitar 33,33%.  Dievaluasi untuk ketajaman Visual, Melalui evaluasi segmen anterior menggunakan lampu celah, dan pemeriksaan fundus dilakukan, dan menemukan penyimpangan mata dengan melakukan tes hisberg dan prisma krimsky dekat dan tes jarak. Hasil perawatan bedah dievaluasi dengan memeriksa tes hirsberg dan tes prisma krimsky. Sebanyak 12 pasien termasuk, di antaranya 6 kasus (50%) adalah pria dan wanita 6 kasus (50%), dan pasien berusia 21-30 tahun sekitar 33,33%. Dari etiologi, kelainan retina adalah penyebab paling besar dari eksotropia dengan 4 kasus (33,33%). Pasien manajemen dengan bedah dan wth monocular reses-resect operasi hang back. Dari 6 bulan tindak lanjut, pasien tersebut hasil kosmetik yang memuaskan dengan orthotropia 85,71%. Sensoris eksotropia pasien berusia 21-30 tahun Penyebab paling umum dari strabismu sensorik adalah kelainan retina, dan hasil jangka panjang operasi untuk eksotropia sensorik memuaska

    Analisis Pemenuhan Standar Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (SN-PKPR) pada Puskesmas Mampu Laksanan PKPR di Kota Jambi Tahun 2020

    Get PDF
    Standar Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli remaja  (PKPR) is a program by Kementrian Kesehatan Indonesia as an effort to overcome the increasing problems in adolescence which is applied to health centers capable of implementing PKPR by using a PKPR National Standard. However, from the 2018 data there is still an increase in adolescent risk behavior so the research was carried out to describe the achievement of meeting the National Standards for Youth Care Health Services at Puskesmas that are able to be like PKPR in Jambi City. This research is a descriptive study with a quantitative approach using a cross-sectinal design. The sample in the study was the same as the population, namely all health centers in Jambi, totaling 20 health centers. The data in this research are primary and secondary data taken by interview using a questionnaire. The results showed that the achievement of the achievement of the fulfillment of SN-PKPR in Puskesmas capable of implementing PKPR in Jambi City has been running quite well, with the highest level of fulfillment being optimal, namely 70% and 30% at the minimum level and no Puskesmas in Jambi City has reached the Plenary fulfillment. There needs to be coordination between the Government, the Jambi provincial health office and the Puskesmas in implementing and evaluating the implementation of the PKPR programPelayanan Kesehatan Peduli remaja (PKPR) merupakan program oleh Kementrian Kesehatan RI sebagai upaya mengatasi peningkatan permasalahan di usia remaja yang diterapkan pada puskesmas mampu tata laksana PKPR dengan menggunakan suatu Standar Nasional PKPR. Namun dari data 2018 masih terdapat peningkatan peningkatan perilaku berisiko remaja sehingga penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan capaian pemenuhan Standar Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja pada Puskesmas mampu laksana PKPR di Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectinal. Sampel pada penelitian sama dengan populasi yaitu seluruh puskesmas di kota Jambi yang berjumlah 20 puskesmas. Data pada penilitian merupakan data primer dan sekunder yang diambil dengan cara wawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian hasil perolehan pemenuhan SN-PKPR Pada Puskesmas Mampu Laksana PKPR di Kota Jambi sudah berjalan cukup baik, dengan Tingkat pemenuhan terbanyak adalah Optimal yaitu 70% dan 30% berada pada tingkat minimal dan belum ada Puskesmas di kota Jambi yang mencapai tingkat pemenuhan Paripurna. Perlu adanya koordinasi Pemerintah, Dinas kesehatan provinsi Jambi dan Puskesmas dalam pelaksaan dan evaluasi pelaksanaan program PKPR

    Pola Penggunaan Insulin terhadap Pasien Diabetes Mellitus Tipe 1 di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X

    Get PDF
    Type 1 diabetes mellitus is a condition characterized by high levels of sugar or glucose in the blood. This study aims to get an idea of the Pattern of Insulin Use In Patients with Type I Diabetes Mellitus installed Hospital Outpatient Pharmacy X. This study is a descriptive study. With retrospective research design. The data used is data that already exists in Hospital Pharmacy Installation X period of March 2021 as many as 82 patients. Pattern of Insulin Use Of Type I Diabetes Mellitus Patients in Hospital X period March 2021, Outpatients who were given the most insulin therapy based on female sex 43 patients (52.43%), based on the age of patients at most age range 51-60 as many as 28 patients (31.70%), based on the type of insulin used the most is rapid-acting as much as 44 (53.65%),  Then followed by long-acting as much as 19 (23.17), premixed as much as 18 (21.95) and combination of rapid acting and long acting as much as 9 (10.97%).Diabetes Melitus Tipe 1 merupakan kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai Pola Penggunaan Insulin Terhadap Pasien Diabetes Mellitus Tipe I diinstalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan penelitian secara deskriptif. Dengan desain penelitian retrospektif. Data yang digunakan adalah data yang sudah ada di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X periode Maret 2021 sebanyak 82 pasien. Pola Penggunaan Insulin Terhadap Pasien Diabetes Mellitus Tipe I di Rumah Sakit X periode Maret 2021, pasien Rawat Jalan yang diberi terapi insulin paling banyak berdasarkan jenis kelamin Perempuan 43 pasien (52,43%), berdasarkan umur pasien paling banyak kisaran umur 51-60 sebanyak 28 pasien (31,70%), berdasarkan jenis insulin yang digunakan paling banyak adalah rapid-acting sebanyak 44 (53,65%), kemudian diikuti dengan long-acting sebanyak 19 (23,17%), premixed sebanyak 18 (21,95%) dan kombinasi rapid acting dan long acting sebanyak 9 (10,97%)

    Penerapan Budaya Keselamatan Dan Perilaku Keselamatan Pada Pekerja Spun Pile Di Pt. X Plant Cibitung

    Get PDF
    Rata-rata data kecelakaan tahun 2014 – 2018 berdasarkan lokasi kejadian 69,75% terjadi di dalam tempat kerja. Menurut survei yang telah dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan 22% mengusulkan bantuan promotive terkait peningkatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan budaya keselamatan (safety culture) dan perilaku keselamatan (safety behavior) pada pekerja spun pile di PT. X Plant Cibitung. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data primer adalah informan yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Sumber data sekunder dari studi kepustakaan, referensi dan dokumen perusahaan. Instumen penelitian yaitu human instrument, pedoman wawancara dan lembar studi dokumentasi. Teknik pengambilan data dengan wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yakni dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020 di PT. X Plant Cibitung. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 67,2% (39 poin) terpenuhi, 29,4% (17 poin) tidak sesuai, dan 3,4% (2 poin) tidak terpenuhi dari indicator budaya keselamatan serta nilai perilaku aman sebesar 87,2% dengan kategori baik. Simpulan penelitian ini adalah adanya penerapan budaya keselamatan dan perilaku keselamatn pada pekerja spun pile di PT.X Plant Cibitung.Rata-rata data kecelakaan tahun 2014 – 2018 berdasarkan lokasi kejadian 69,75% terjadi di dalam tempat kerja. Menurut survei yang telah dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan 22% mengusulkan bantuan promotive terkait peningkatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan budaya keselamatan (safety culture) dan perilaku keselamatan (safety behavior) pada pekerja spun pile di PT. X Plant Cibitung. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data primer adalah informan yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Sumber data sekunder dari studi kepustakaan, referensi dan dokumen perusahaan. Instumen penelitian yaitu human instrument, pedoman wawancara dan lembar studi dokumentasi. Teknik pengambilan data dengan wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yakni dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020 di PT. X Plant Cibitung. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 67,2% (39 poin) terpenuhi, 29,4% (17 poin) tidak sesuai, dan 3,4% (2 poin) tidak terpenuhi dari indicator budaya keselamatan serta nilai perilaku aman sebesar 87,2% dengan kategori baik. Simpulan penelitian ini adalah adanya penerapan budaya keselamatan dan perilaku keselamatn pada pekerja spun pile di PT.X Plant Cibitun

    Hubungan Pengetahuan Swamedikasi Influenza terhadap Karakteristik Tenaga Teknis Kefarmasian

    Get PDF
    Self-medication is someone's attempt to treat himself or herself. The role of pharmaceutical technical personnel in self-medicated activities is important, they can provide clear drug information to buyers. So, can prevent the mistake of using drugs to buyers when they are going to self-medication. The research objective was to determine the level of knowledge of pharmaceutical technical personnel about influenza treatment by self-medication and the relationship between demographic characteristics of pharmaceutical technical personnel and level of knowledge This research was conducted by purposive sampling with sample size 125 pharmaceutical technical personnel. The questionnaire was made at Google Form and distributed through the WhatsApp group of pharmaceutical technical personnel. The data collected was analyzed descriptively and used Chi-Square test to see relationship between the level of knowledge and the characteristics of pharmaceutical technical personnel. The results of this study found that a good level of knowledge in pharmacy technical personnel aged 17-30 years (90.52%), final education level of S1 (88.4%), female (91%) and has a service life of <5 years (91%). Based on the results of Chi-Square test can be concluded there is no relationship between the level of knowledge and age, final education level, gender, and years of service.Swamedikasi merupakan upaya seseorang dalam mengobati diri sendiri. Peran tenaga teknis kefarmasian dalam kegiatan swamedikasi sangat penting yaitu tenaga teknis kefarmasian dapat memberikan informasi obat yang jelas kepada pembeli. Sehingga hal ini dapat mencegah terjadinya kesalahan penggunaan obat kepada pembeli pada saat akan melakukan swamedikasi. Tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada tenaga teknis kefarmasian mengenai pengobatan influenza secara swamedikasi serta adanya hubungan karakterisktik demografi tenaga teknis kefarmasian dengan tingkat pengetahuan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini, yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 125 tenaga teknis kefarmasian. Kuesioner dibuat dalam format Google Form kemudian disebar melalui grup WhatsApp tenaga teknis kefarmasian. Data yang terkumpul dilakukan analisis secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat terdapat hubungan pada tingkat pengetahuan dengan karakteristik tenaga teknis kefarmasian. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tingkat pengetahuan yang kateori baik pada tenaga teknis kefarmasian terdapat pada tenaga teknis kefarmasian yang berumur 17-30 tahun (90,52%), tingkat pendidikan akhir S1 Farmasi (88,4%), jenis kelamin perempuan (91%) dan memiliki masa kerja <5 tahun (91%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square dapat disimpulkan bahwa tidak didapatkan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan umur, tingkat pendidikan akhir, jenis kelamin, dan masa kerja

    Hubungan Merokok terhadap Kejadian Hipertensi Di Kabupaten Pidie Jaya

    Get PDF
    Lifestyle is one of the factor than can influence healthy living behavior. Hypertension is one of the non communicable diseases caused by lifestyle pattern, where hypertension is one of the disease than can trigger other diseases such as heart disease and stroke. The prevalence of hypertension in Aceh reached 27,8 percent in 2018 and the prevalence of hypertension in Pidie Jaya reached 23,4 percent in the same year. This study aims to determine the relation of smoking on the incident of hypertension in Kabupaten Pidie Jaya. This type of study was quantitative with analytic, research using crosssectional design. The sample are 270 samples obtained using multistage random sampling by combining three sampling techniques in stages. The instrument in this study was questionnaire. Data obtained in this study were analyzed by univariate and bivariate using simple logistic regression tests. The results showed that there were influences of smoking (p =0,002), long time smoking (p = 0.358) number of cigarattes (p=0,931) on the incidence of hypertension. Meanwhile there is no relation of kind of coffee (p=0,876). Health officer must active give health education and active establishing cooperation with community components as an effort to reduce the incidence of hypertension through campaigns against the danger of smoking.Pola gaya hidup adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku hidup sehat. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh pola gaya hidup, dimana hipertensi adalah salah satu penyakit yang dapat memicu penyakit lainnya seperti penyakit jantung dan stroke. Prevalensi hipertensi di Aceh mencapai 27,8 persen di tahun 2018 dan prevalensi kejadian hipertensi di Kabupaten Pidie Jaya mencapai 23,4 persen di tahun yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan merokok terhadap kejadian hipertensi di Kabupaten Pidie Jaya. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 270 diperoleh dengan menggunakan multistage random sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan univariat, dan bivariat menggunakan uji regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara merokok (p=0,002), jumlah batang rokok (p=0,034), dan lama merokok (p=0,036) terhadap kejadian hipertensi namun tidak terdapat hubungan antara jenis rokok terhadap kejadian hipertensi. Petigas Kesehatan beroeran aktif dalam edukasi Kesehatan dan berperan aktif dalam menjalin Kerjasama dengan komponen masyarakat dalam upaya mengurangi angka kejadian hipertensi melalui kampanye bahaya rokok

    Pengaruh Pemberian Insentif Covid-19 terhadap Kinerja Nakes Di RS X

    Get PDF
    In early January 2020, the world was shocked by a serious outbreak caused by a virus called Coronavirus Disease (COVID-19). The virus is believed to have first appeared on November 31, 2019 in wuhan city, China. The outbreak spread to several countries making it a global pandemic.  The purpose of this study is to analyze the effect of covid-19 incentives on the performance of nakes in rs x. This research method as a whole uses quantitative methods. This study used two variables, namely bound variables and free variables, in this study it will be known if there is a significant influence between Incentive-Free Variables (X) to Performance Bound Variables (Y) in RS X. This study outlines the effect of Covid-19 incentives on Nakes' performance in Hospital X. This aims to find out how much impact Covid-19 incentives have on Nakes' performance in hospital X. Based on validation tests, reliability tests, simple linear regression tests, correlation coefficient tests, determination coefficient tests and t tests can be concluded that there is a significant influence between Covid-19 incentives on nakes performance in Hospital X by 34 .7% tested.Pada awal bulan Januari tahun 2020, dunia dikejutkan dengan adanya wabah serius yang disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan Coronavirus Disease (COVID-19). Virus ini diyakini pertama kali muncul pada tanggal 31 November 2019 di kota Wuhan, Cina. Wabah ini meluas ke beberapa negara sehingga menjadi pandemi global.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian insentif covid-19 terhadap kinerja nakes di rs x. Metode penelitian ini secara keseluruhan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan dua Variabel yaitu variabel terikat dan variabel bebas, dalam penilitian ini akan diketahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara Variabel Bebas Insentif (X) terhadap Variabel Terikat Kinerja (Y) di RS X. Penelitian ini menguraikan mengenai pengaruh pemberian insentif Covid-19 terhadap kinerja Nakes di Rumah sakit X. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh insentif Covid-19 terhadap kinerja Nakes di rumah sakit X. Berdasarkan uji validasi, uji reliabilitas, uji regresi linier sederhana, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi dan uji t dapat di simpulkan bahwa adanya pengaruh secara signifikan antara insentif Covid-19 terhadap kinerja nakes di Rumah sakit X sebesar 34.7% yang telah di uji

    Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Mengenai Covid-19 pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit X

    Get PDF
    Since the discovery of COVID-19 cases in Indonesia in early March 2020, the number of COVID-19 transmission in Indonesia has increased. COVID-19 is a virus that causes diseases ranging from mild and severe symptoms, this disease attacks the respiratory system, the disease is in the spotlight because of its first appearance in 2019 in Wuhan, China. This study aims to analyze the influence of health promotion on the level of knowledge about covid-19 in hospital outpatients x. This study uses a type of quantitative research using pseudo-experimental methods or post-test (Questionnaire). The results of the frequency of Prevention Knowledge conducted on patients in hospitals "X" are influenced by the granting of interventions to increase knowledge in outpatients regarding the prevention of COVID-19. This counseling activity is carried out so that communication can be received and health messages can be delivered. So that it can help in increasing the target knowledge about COVID-19 prevention. Conclusion there are differences in prevention of 6M about COVID-19 at the time before being given counseling and after giving / conducted counseling. This means that there is an influence of health promotion on the level of knowledge about COVID-19 and the prevention of 6M in hospitals " X ".Sejak ditemukannya kasus COVID-19 di Indonesia pada awal bulan Maret 2020 lalu, angka penularan COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan. COVID-19 adalah virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan dan berat, penyakit ini menyerang sistem pernapasan, penyakit ini menjadi sorotan karena kemunculannya di tahun 2019 yang pertama kali di Wuhan, China. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan mengenai covid-19 pada pasien rawat jalan rumah sakit x. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu atau post-test (Kuisioner). Hasil dari frekuensi pengetahuam pencegahan yang dilakukan pada pasien di rumah sakit “X“ di pengaruhi dengan diberikannya intervensi untuk meningkatkan pengetahuan pada pasien rawat jalan mengenai pencegahan COVID-19. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan supaya komunikasi yang terjalin dapat diterima dan pesan kesehatan dapat tersampaikan. Sehingga dapat membantu dalam menambah pengetahuan sasaran mengenai pencehagan COVID-19. Terdapat perbedaan pencegahan 6M tentang COVID-19 pada saat sebelum diberikan penyuluhan dan sesudah diberikan/dilakukan penyuluhan. Hal ini memiliki arti bahwa terdapat pengaruh promosi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan mengenai COVID-19 dan pencegahan 6M di Rumah Sakit “ X

    Pemahaman Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Dan Tinjauan Yuridis Perkawinan Usia Dini

    Get PDF
    Masa remaja merupakan masa tersulit yang harus dilalui setiap individu yang akan menentukan fase-fase perkembangan kehidupan selanjutnya. Masalah utama dalam kehidupan remaja adalah masalah kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan kehidupan seksualitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi masih rendah terutama terkait dengan perilaku seks bebas. Rendahnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi berdampak pada kurangnya pemahaman tentang perkawinan usia dini yang sampai saat ini masih menduduki angka yang cukup tinggi di Indonesia.  Tujuan penelitian ini untuk menkaji bagaimana pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan bagaiman tinjauan yuridis perkawinan usia dini dilihat darai Undang-Undang No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Tinjauan menggunakan sistematik review  mengikuti Panduan Pilihan untuk ulasan Sytematic Review dan Meta Analyses (PRISMA) dengan menggunakan flowchart berdasarkan daftar periksa PRISMA 2009. Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja menimbulkan dampak seperti meningkatnya angka perkawinan usia dini. Akibat yuridis dari perkawinan di bawah usia, tidak tampak terjadinya pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 sebagai perubahan Undang-Undang Nomor  tahun 1974 secara jelas, tetapi timbul akibat yuridis lain, yaitu terjadi penelantaran dalam rumah tangga yang bisa dikenai ancaman pidana sesuai UndangUndang Nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, jika terjadi perceraian akan timbul akibat hukum terlantarnya anak sehingga terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.Masa remaja merupakan masa tersulit yang harus dilalui setiap individu yang akan menentukan fase-fase perkembangan kehidupan selanjutnya. Masalah utama dalam kehidupan remaja adalah masalah kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan kehidupan seksualitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi masih rendah terutama terkait dengan perilaku seks bebas. Rendahnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi berdampak pada kurangnya pemahaman tentang perkawinan usia dini yang sampai saat ini masih menduduki angka yang cukup tinggi di Indonesia.  Tujuan penelitian ini untuk menkaji bagaimana pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan bagaiman tinjauan yuridis perkawinan usia dini dilihat darai Undang-Undang No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Tinjauan menggunakan sistematik review  mengikuti Panduan Pilihan untuk ulasan Sytematic Review dan Meta Analyses (PRISMA) dengan menggunakan flowchart berdasarkan daftar periksa PRISMA 2009. Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja menimbulkan dampak seperti meningkatnya angka perkawinan usia dini. Akibat yuridis dari perkawinan di bawah usia, tidak tampak terjadinya pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 sebagai perubahan Undang-Undang Nomor  tahun 1974 secara jelas, tetapi timbul akibat yuridis lain, yaitu terjadi penelantaran dalam rumah tangga yang bisa dikenai ancaman pidana sesuai UndangUndang Nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, jika terjadi perceraian akan timbul akibat hukum terlantarnya anak sehingga terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan ana

    637

    full texts

    676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Health Sains (JHS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇