Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Karakteristik Masyarakat Dan Hubungannya Dengan Kepuasan Pelayanan Vaksinasi Di 11 Provinsi Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemberian vaksin. Penelitian dilakukan dengan pengisian angket kepuasan pelayanan obat dan vaksin. Pemilihan lokasi penelitian secara purposive dan sebanyak 559 responden menjawab angket tersebut dengan variabel independen: karateristik pasien yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan tingkat ekonomi. Variabel dependen: kepuasan pasien terhadap pelayanan vaksin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Analisis data menggunakan tabulasi silang dan regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik masyarakat dengan kepuasan pelayanan vaksin. Baik dari segi usia, jenis kelamin, pendidikan maupun pekerjaan. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan program imunisasi merupakan program wajib pemerintah yang harus dilaksanakan oleh daerah. Saran peningkatan akses menuju fasilitas kesehatan, pelayanan yang paripurna untuk masyarakat serta memberikan edukasi yang menyeluruh kepada masyarakat sehingga pengetahuan tentang manfaat dari pemberian vaksin bisa diterima oleh masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemberian vaksin. Penelitian dilakukan dengan pengisian angket kepuasan pelayanan obat dan vaksin. Pemilihan lokasi penelitian secara purposive dan sebanyak 559 responden menjawab angket tersebut dengan variabel independen: karateristik pasien yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan tingkat ekonomi. Variabel dependen: kepuasan pasien terhadap pelayanan vaksin. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Analisis data menggunakan tabulasi silang dan regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik masyarakat dengan kepuasan pelayanan vaksin. Baik dari segi usia, jenis kelamin, pendidikan maupun pekerjaan. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan program imunisasi merupakan program wajib pemerintah yang harus dilaksanakan oleh daerah. Saran peningkatan akses menuju fasilitas kesehatan, pelayanan yang paripurna untuk masyarakat serta memberikan edukasi yang menyeluruh kepada masyarakat sehingga pengetahuan tentang manfaat dari pemberian vaksin bisa diterima oleh masyaraka
Implementasi Clinical Pathway Appendicitis Akut Di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Kota Medan Tahun 2019
Clinical pathway adalah sebuah rangkaian pelayanan medis terstruktur dan harus sesuai dengan standar yang telah ada. Adanya pelayanan yang terstruktur maka pelayanan dirumah sakit dapat dijaga agar tetap berkualitas. Pelaksanaan clinical pathway di rumah sakit juga tidak terlepas dari berbagai kendala, hambatan serta komitmen untuk terus melaksanakan clinical pathway. Maka dari itu implemetasi clinical pathay harus tetap di evaluasi agar berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi didalam implementasi clinical pathway appendicitis akut di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Kota Medan tahun 2019. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah sampel penelitian sebanyak 6 informan diperoleh dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien appendicitis akut dan kuesioner. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi clinical pathway appendicitis akut belum berjalan dengan optimal, kurangnya sumber daya yang mendukung implementasi clinical pathway appendicitis akut, kurangnya komitmen dalam implementasi clinical pathway appendicitis akut di rumah sakit, struktur birokrasi dalam mendukung implementasi clinical pathway appendicitis akut belum optimal. Secara umum, penilaian implementasi clinical pathway di RSU Mitra Sejati Kota medan sudah cukup baik dan hanya perlu dilakukan evaluasi seperti sosialisasi ataupun pelatihan yang teratur, kepatuhan dalam pengisian lembaran clinical pathway.Clinical pathway adalah sebuah rangkaian pelayanan medis terstruktur dan harus sesuai dengan standar yang telah ada. Adanya pelayanan yang terstruktur maka pelayanan dirumah sakit dapat dijaga agar tetap berkualitas. Pelaksanaan clinical pathway di rumah sakit juga tidak terlepas dari berbagai kendala, hambatan serta komitmen untuk terus melaksanakan clinical pathway. Maka dari itu implemetasi clinical pathay harus tetap di evaluasi agar berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi didalam implementasi clinical pathway appendicitis akut di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Kota Medan tahun 2019. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah sampel penelitian sebanyak 6 informan diperoleh dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien appendicitis akut dan kuesioner. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi clinical pathway appendicitis akut belum berjalan dengan optimal, kurangnya sumber daya yang mendukung implementasi clinical pathway appendicitis akut, kurangnya komitmen dalam implementasi clinical pathway appendicitis akut di rumah sakit, struktur birokrasi dalam mendukung implementasi clinical pathway appendicitis akut belum optimal. Secara umum, penilaian implementasi clinical pathway di RSU Mitra Sejati Kota medan sudah cukup baik dan hanya perlu dilakukan evaluasi seperti sosialisasi ataupun pelatihan yang teratur, kepatuhan dalam pengisian lembaran clinical pathway
Kegawatdaruratan Bedah Abdomen Anak di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Selama Pandemi Covid-19
Children's Abdominal Surgery Emergency is calculated 2.4-3.1% in child cases. The cause of a child's abdominal surgery emergency is very common and difficult to treat. The object in this study was applied to the Secondary Hospital in Banjarnegara Islamic Hospital with existing patterns and results. Medical record method of children aged 1 year to 16 years who are hospitalized with abdominal surgery in children at Banjarnegara Islamic Hospital, between 2018 to March 2021 retrospectively. The results of the study there were 40 children aged 1 month to 16 years in this study. 25 males and 15 females. The average age is 10 years while the length of hospitalization is 4.5 days 25 patients (62.5%) diagnosed within 24 hours, 11 patients (27.5%) in therapy after 24 hours to 48 hours, and 4 patients (10%) in therapy within > 48 hours. abdominal trauma 1 child (3,25%), intususepsi 3 children (7,5%), inguinal hernia 2 children (3,125%), intestinal obstruction 5 children (12,55%), appendicitis perforation 13 children (32,5%), and acute appendicitis 16 children (40%). 39 children (97.5%) complications after surgery. The average complication is infection and appendication perforation occurs with a value (p: 0.05). There are no deaths in this case. The conclusion in this study, acute appendicitis is the most common cause in the treatment of childhood abdominal surgery emergency in islamic hospitals banjarnegara. This illustration has patterns and results.Kegawatdaruratan Bedah Abdomen Anak terhitung 2,4-3,1% pada kasus anak. Penyebab kegawatdaruratan bedah abdomen anak sangat umum dan sulit untuk diterapi. Objek pada penelitian ini menerapkan pada Rumah Sakit Sekunder di Rumah Sakit Islam Banjarnegara dengan pola dan hasil yang ada. Metode rekam medis anak usia 1 tahun hingga 16 tahun yang di rawat inap dengan operasi bedah abdomen pada anak di Rumah Sakit Islam Banjarnegara, antara tahun 2018 hingga Maret 2021 secara retrospektif. Hasil penelitian ada 40 anak usia 1 bulan hingga 16 tahun dalam penelitian ini. 25 laki-laki dan 15 perempuan. Rata rata usia nya adalah 10 tahun sementara lamanya dirawat inap di rumah sakit adalah 4,5 hari 25 pasien (62,5%) didiagnosis dalam 24 jam, 11 pasien (27,5%) di terapi setelah 24 jam hingga 48 jam, dan 4 pasien (10%) di terapi dalam waktu > 48 jam. trauma abdomen 1 anak (3,25%), intususepsi 3 anak (7,5%), hernia inguinalis 2 anak (3,125%), obstruksi usus 5 anak (12,55%), apendisitis perforasi 13 anak (32,5%), dan akut apendisitis 16 anak (40%), 39 anak (97,5%) yang mendapat komplikasi setelah operasi. Rata -rata komplikasinya adalah infeksi dan terjadi perforasi apendiks dengan nilai (p: 0,05). Tidak ada kematian dalam kasus ini. Kesimpulan dalam penelitian ini, akut apendisitis adalah penyebab tersering dalam penanganan kegawatdaruratan bedah abdomen anak di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Ilustrasi ini memiliki pola dan hasil
Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Teknik Menyusui dengan Benar pada Ibu Menyusui
Breastfeeding is a complex baby behavior response that shows how babies get newborn food has a unique ability to move milk from the mother's breast. This study aims to find out what factors are related to the implementation of breastfeeding techniques correctly in nursing mothers in the target area of puskesmas pasar minggu subdistrict. This study uses cross sectional approach method. The implementation of breastfeeding techniques that are less correct occurred lower in 35.8% of respondents of mothers with normal childbirth compared to the incidence of breastfeeding techniques in respondents of mothers with caesarean delivery is higher at 43.5%. The implementation of improper breastfeeding techniques occurred in 44.7% of respondents who had no experience of exclusive breastfeeding compared to the incidence of improper implementation of breastfeeding techniques in respondents who had experience giving exclusive breast milk 31.6%. The implementation of incorrect breastfeeding techniques occurred in 57.1% of respondents who were not given health education about the correct breastfeeding techniques compared to the incidence of incorrect implementation of breastfeeding techniques in respondents who were given health education 27.1%.Menyusu merupakan respon perilaku bayi yang komplek yang menunjukan cara bayi memperoleh makanan bayi baru lahir mempunyai kemampuan yang unik yaitu mampu memindahkan susu dari payudara ibunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pelaksanaan tehnik menyusui dengan benar pada ibu menyusui di wilayah binaan puskesmas kecamatan pasar minggu. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pelaksanaan teknik menyusui yang kurang benar terjadi lebih rendah pada 35.8% responden ibu dengan persalinan normal dibandingkan dengan kejadian pelaksanaan tehnik menyusui pada responden ibu dengan persalinan secara caesar yang lebih tinggi yaitu 43.5%. Pelaksanaan teknik menyusui yang kurang benar terjadi pada 44.7% responden yang tidak mempunyai pengalaman memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan kejadian pelaksanaan teknik menyusui yang kurang benar pada responden yang mempunyai pengalaman memberikan ASI ekslusif 31.6%. Pelaksanaan teknik menyusui yang kurang benar terjadi pada 57.1% responden yang tidak diberikan pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui yang benar dibandingkan dengan kejadian pelaksanaan tehnik menyusui yang kurang benar pada responden yang diberikan pendidikan kesehatan 27.1%
Pengaruh Model Pendampingan dan Kartu Kendali Faktor Risiko Luka Kaki Diabetik Terhadap Praktik Perawatan Kaki
Diabetes mellitus can affect all organs of the body and cause various kinds of complaints with very varied symptoms. The purpose of the study was to analyze the effect of family assistance models & diabetic foot risk factor control cards on foot care practices in type 2 diabetes mellitus clients. The time of the research will take place in July to October 2019 The population in this study people who suffer from DM in the Pasar Minggu sub-district area with a large sample in accordance with the formula for calculating the number of samples and sampling techniques with purposive sampling technique. The results of the study showed a significant association of assistance with diabetic foot care practices p = 0.003 and a significant relationship between diabetic foot risk factor control cards with DM foot care practices p = 0.000. An increase in the mean value of the mean pre and posttest DM foot care practice in the intervention group and the control group. T test results, the mean posttest of the intervention group was higher than the control group with a p value = 0,000. Recommendations for assistance with clients who have a high risk of diabetic injury. And the need to be socialized and implemented a risk factor control card for diabetic legs.Diabetes mellitus dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan dengan gejala yang sangat bervariasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh model pendampingan keluarga & kartu kendali faktor risiko kaki diabetic terhadap praktik perawatan kaki pada klien diabetes mellitus tipe 2. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Pasar Minggu Jakarta Selatan. Waktu pelaksanaan penelitian akan belangsung pada bulan juli s/d Oktober 2019 Populasi dalam penelitian ini masyarakat yang menderita DM di wilayah kecamatan Pasar Minggu dengan besar sampel sesuai dengan rumus penghitungan jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian adanya hubungan bermakna pendampingan dengan praktik perawatan kaki diabetik p=0.003 dan hubungan bermakna kartu kendali factor risiko kaki diabetic dengan praktik perawatan kaki DM p=0.000. Adanya peningkatan nilai rerata rerata mean pre dan posttest praktik perawatan kaki DM pada kelompok intervensi dan kelompok control. Hasil uji T, posttest mean rerata kelompok intervensi lebih tinggi dari kelompok control dengan nilai p=0.000. Rekomendasi agar perlu pendampingan pada klien yang memiliki risiko tinggi luka diabetic. Dan perlunya disosialisai dan diterapkan kartu kendali factor risiko kaki diabetic
Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Masyarakat pada Pelayananan Kesehatan RSU Mitra Sejati Medan Johor
The hospital has a mission to provide quality health services. Good service quality will affect people's preferences which in turn will affect consumers in choosing the services provided. This research aims to analyze the factors that influence people's preferences for health services at Mitra Sejati Hospital in Medan Johor District. The type of research used in this research is an analytic survey with a cross sectional study design, which is conducted on people who have been treated at Mitra Sejati Hospital as a patient in 2020 with a sample of 93 people taken using accidental sampling technique. The results of the study, there is no relationship between work, education, ownership of health insurance to people's preferences but there is a relationship between income and community preferences. The conclusion obtained from the results of this study is that the people of Medan Johor district mostly have moderate education, work as private workers, have incomes that are not in accordance with MSEs and the preferences of people who do not choose the hospital health service anymore. There is no link between employment, education, ownership of health insurance to people's preferences. There is a link between income and people's preferences.Rumah Sakit mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu. Mutu pelayanan yang baik akan mempengaruhi preferensi masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi konsumen dalam memilih pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat pada pelayanan kesehatan RSU Mitra Sejati di Kecamatan Medan Johor. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan design studi cross sectional, yang dilakukan pada masyarakat yang pernah berobat di RSU Mitra Sejati sebagai pasien tahun 2020 dengan sampel sebanyak 93 orang yang diambil dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara pekerjaan, pendidikan, kepemilikan jaminan kesehatan terhadap preferensi masyarakat tetapi ada hubungan antara pendapatan terhadap preferensi masyarakat Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu masyarakat Kecamatan Medan Johor sebahagian besar memiliki pendidikan sedang, bekerja sebagai pekerja swasta, memiliki pendapatan yang tidak sesuai dengan UMK dan preferensi masyarakat yang tidak memilih lagi pelayanan kesehatan dirumah sakit tersebut. Tidak ada hubungan antara pekerjaan, pendidikan, kepemilikan jaminan kesehatan terhadap preferensi masyarakat. Ada hubungan antara pendapatan terhadap preferensi masyarakat
Kelayakan Aplikasi Pengaduan Berbasis Android dalam Pencegahan Bahaya Psikososial Bagian Jurnalistik Perusahaan Media X
The psychosocial hazard level of journalists job stres is quite high, reaching 51.63% of workers experiencing work-related stres with losses of up to 300 miliar setiap tahun akibat stres ditempat kerja, kemudian jumlah pengaduan yang dilaporkan ke Dewan Pers mencapai angka di atas 500 kasus dengan persentase pengguna android di Indonesia sebesar 90,64%. Di Perusahaan Media X Kota Semarang terhadap 15 jurnalis diketahui bahwa 10 jurnalis (66,7%) mengalami stres kerja sedang dan 5 jurnalis (33,3%) mengalami stres kerja berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun serta menilai kelayakan produk pengembangan aplikasi pengaduan berbasis android dalam pencegahan bahaya psikososial bagian jurnalistik di Perusahaan Media X Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Penilaian kelayakan aplikasi dilakukan oleh 4 orang yaitu 2 ahli media dan 2 ahli materi. Informan dalam penelitian terbagi menjadi 22 informan utama dan 2 informan pendukung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument, pedoman wawancara dan angket. Data dianalisis dengan deskripsi isi, Data disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penelitian ini adalah produk aplikasi berbasis android. Produk yang dikembangkan dinyatakan layak berdasarkan rata-rata penilaian dari ahli media 82.7% dan ahli materi dengan rata-rata nilai masing-masing 80.7%, serta penilaian usability respon pekerja 76.6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pengaduan berbasis android ini sudah baik dan layak diterapkan sebagai media pencegahan bahaya psikososial bagian jurnalistik di perusahaan media X Kota Semarang
Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Rumah Sakit dalam Masa Pandemi Covid 19
The Covid 19 pandemic has many impacts including in the health care environment and medical personnel. Lack of PPE, lack of good patient screening in health facilities, fatigue of medical personnel due to the growing number of COVID-19 patients and long working hours, as well as psychological distress. The purpose of this research was to determine the effect of work discipline on employee performance in X Hospital in pandemic covid 19. The kind of this research method was quantitative of cross-sectional study. The population of this study were all employees at X Hospital as many as 98 employees with a total population of 98. Data obtained from the respondent used questionnaire, then data analysis of this research used Kendall Tau test.The result showed that some respondents in X Hospital had enough worked discipline with sufficient performance. The correlation of Kendall Tau test showed that p=0.001 < α= 0.05 with the correlation 0.290 means that the correlation was weak category.The conclusion of this research that there was an effect of work discipline on employee performance in X Hospital. The advice given by researcher for X Hospital was to increase the responsibility to employees that employee’s practice that sustains of work discipline and improved the sanctions for employees who not arrive on time when the working begins.Pandemi covid 19 ini banyak memberikan dampak termasuk di lingkungan pelayanan kesehatan dan tenaga medis. Minimnya APD, kurangnya skrinning pasien yang baik di fasilitas kesehatan, kelelahan para tenaga medis karena jumlah pasien COVID-19 yang terus bertambah dan jam kerja yang panjang, serta tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada Rumah Sakit X Dalam Masa Pandemi Covid 19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh karyawan di Rumah Sakit X sebanyak 98 karyawan dengan jumlah populasi sebanyak 98. Data diperoleh dari responden dengan menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Uji Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden di Rumah Sakit X memiliki disiplin kerja cukup dengan kinerja yang cukup. Hasil uji korelasi Kendall Tau menunjukkan nilai p value 0,001 < α = 0,05 dengan keeratan hubungan 0,290 yang artinya keeratan hubungan dikategorikan lemah. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa ada pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit X. Saran yang diberikan peneliti adalah Rumah Sakit X diharapkan untuk semakin meningkatkan tanggung jawab terhadap karyawan dengan menciptakan kebiasaan yang mendukung disiplin kerja dan meningkatkan sanksi bagi karyawan yang datang melebihi dari jam masuk kerja
Peran Serta Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Selama Masa Pandemi Covid-19
The COVID-19 pandemic, which has occurred for almost 2 years, has infected more than 200 countries in the world, has made hospital conditions change the service strategy provided. Services that are usually provided during normal times, must change conditions starting from screening patients on arrival until the service ends. When referral hospitals are trying to save patients infected with COVID-19, other hospitals, especially dental and oral hospitals, also participate in removing this nation from the grip of the COVID-19 pandemic, although they do not directly treat COVID-19 patients. By using descriptive qualitative research methods, researchers can obtain deeper information from a case study at a special dental and oral hospital, which usually only provides dental services. The purpose of this study was to get an overview of the efforts made by dental and oral hospitals in providing services to the community in an effort to break the chain of transmission of COVID-19. The results obtained are an evaluation of the increase in the number of patients and dental emergency room services, the implementation of tracing and testing for all hospitalians, as well as providing vaccination services, which are things that special dental and oral hospitals can do in participating in taking part and breaking the chain of transmission of COVID-19.Pandemi covid-19 yang terjadi hampir 2 tahun menginfeksi lebih dari 200 negara di dunia, telah membuat kondisi rumah sakit merubah strategi pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang biasa diberikan saat normal, harus merubah kondisi mulai dari skrining pasien saat kedatangan hingga pelayanan berakhir. Disaat rumah sakit rujukan berupaya menyelamatkan pasien – pasien yang terinfeksi covid-19 maka rumah sakit lainnya terutama rumah sakit khusus gigi dan mulut juga ikut berpartisipasi mengeluarkan bangsa ini dari cengkraman pandemi covid-19, walaupun tidak secara langsung merawat pasien covid-19. Dengan memakai metode penelitian deskriptif kualitatif, peneliti dapat memperoleh informasi yang lebih dalam dari suatu studi kasus pada rumah sakit khusus gigi dan mulut, yang biasanya hanya memberikan pelayanan kedokteran gigi saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran upaya yang dilakukan rumah sakit gigi dan mulut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam upaya memutus rantai penularan covid-19. Hasil yang didapatkan adalah adanya evaluasi peningkatan kembali jumlah pasien dan pelayanan IGD Gigi, pelaksanaan tracing dan testing pada seluruh sivitas hospitalia, juga melakukan pelayanan vaksinasi merupakan hal yang dapat dilakukan rumah sakit khusus gigi dan mulut dalam partisipasi melakukan peran serta memutus mata rantai penularan covid-1
Gambaran Umum Faktor Risiko Covid-19 pada Tenaga Kesehatan Rumah Sakit di Asia
In 2020, nearly 300,000 health workers who were infected and died due to Covid-19 around the world including Asia. Several countries in Asia are among the top 10 of the highest healthcare workers deaths in the world. When the rate of infection and hospitalization increases, health workers must be prioritized so that they are not drained by the Covid-19 infection. Health workers are at a high risk level for exposure to the Covid-19 while they hold an important roles of handling the Covid-19 case. This systematic review aims to analyze the risk factors of health workers in hospitals among Asian Countries regarding Covid-19. We searched, from Science Direct, Springerlink and Pubmed identify relevant studies from 2020 on the topic of risk factors of transmission Covid-19 among healthcare workers in hospital of Asian Countries. From these searches, a total of 135 papers were identified of which 22 studies met criteria. The main results were about risk factors for health workers in hospitals during Covid-19 such as personal protective equipment (PPE) availability, exposure to infected patients, excessive workload, IPC training, pre-existing medical conditions and psychological factors. The level of knowledge of health workers about Covid-19 is classified as good, but factors such as job categories, work experience affect their attitudes and behavior so that the factors of anxiety, fatigue and stress are quite varied. It takes considerable efforts and strategies especially from the work place so that the risk factors from health workers can be overcome.Pada tahun 2020, hampir 300.000 tenaga kesehatan yang terinfeksi dan meninggal akibat Covid-19 di seluruh dunia termasuk Asia. Beberapa negara di Asia termasuk dalam 10 besar kematian tenaga kesehatan tertinggi di dunia. Saat angka infeksi dan rawat inap meningkat, tenaga kesehatan harus diprioritaskan agar tidak terkuras oleh infeksi Covid-19. Tenaga kesehatan berada pada tingkat risiko tinggi terpapar Covid-19 padahal mereka memegang peran penting dalam penanganan kasus Covid-19. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko tenaga kesehatan di rumah sakit negara-negara Asia terkait Covid-19. Melalui search engine seperti Science Direct, Springerlink, dan Pubmed, kami mengidentifikasi studi yang relevan dari tahun 2020 tentang topik faktor risiko penularan Covid-19 di antara petugas kesehatan di rumah sakit pada negara-negara Asia. Dari pencarian ini, total 135 makalah diidentifikasi dan 22 studi memenuhi kriteria. Hasil utama tentang faktor risiko tenaga kesehatan di rumah sakit selama Covid-19 seperti ketersediaan alat pelindung diri (APD), paparan pasien yang terinfeksi, beban kerja yang berlebihan, pelatihan PPI, kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dan faktor psikologis. Tingkat pengetahuan petugas kesehatan tentang Covid-19 tergolong baik, namun faktor seperti kategori pekerjaan, pengalaman kerja mempengaruhi sikap dan perilaku mereka sehingga faktor kecemasan, kelelahan dan stres cukup bervariasi. Dibutuhkan upaya dan strategi yang cukup matang terutama dari tempat kerja agar faktor risiko dari tenaga kesehatan dapat diatasi