Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
    676 research outputs found

    Persepsi, Pengetahuan, dan Sikap Tentang Obat terhadap Mahasiswa Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah

    Get PDF
    Medicine is a compound that is used for the prevention and cure of disease. Besides having benefits, drugs also have side effects, namely the cause of making mistakes in self-medication. Irrational use of drugs such as drug abuse is one of the impacts of the low knowledge of students about drugs. This study aims to assess the perceptions, knowledge, and attitudes of Health and Non-Health Students of Tadulako University in the city of Palu regarding medicine. The research was conducted by using descriptive and analytic methods with cross-sectional method using Google Form questionnaire with 345 health students and 395 non-health students. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The results showed that the perception of Health Students towards drug safety was categorized as high (88.7%) while Non-Health Students (72.4%), Health students having knowledge of medicine was categorized as good (94.2%) while Non-Health Students had good knowledge. good (86.3%), and Health Students were positive (64.6%) but Non-Health Students were negative (55.7%). In Health Students there is a relationship between perception and attitude (0.000 <0.05), a relationship between perception and knowledge (0.008 <0.05) and a relationship between attitude and knowledge (0.019 <0.05). Meanwhile, non-health students have a relationship between perception and attitude (0.000 <0.05), but there is no relationship between perception and knowledge (0.849> 0.05) and the relationship between attitude and knowledge (0.972> 0.05). This shows that low perceptions and knowledge can encourage students to make more fatal mistakes such as drug abuse or irrational drug use.Obat merupakan senyawa yang digunakan untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit. Selain memiliki manfaat, obat juga memiliki efek samping yaitu penyebabnya karena melakukan kesalahan dalam pengobatan sendiri. Penggunaan obat yang tidak rasional seperti penyalahgunaan obat merupakan salah satu dampak dari rendahnya pengetahuan mahasiswa tentang obat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai persepsi, pengetahuan, dan sikap mahasiswa kesehatan dan mahasiswa non kesehatan Universitas Tadulako di Kota Palu tentang obat-obatan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan analitik secara cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner Google Form dengan jumlah mahasiswa kesehatan 345 orang dan jumlah mahasiswa non kesehatan 395 orang. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil yang didapatkan bahwa persepsi mahasiswa kesehatan terhadap keamanan obat dikategorikan tinggi (88,7%), sedangkan mahasiswa non kesehatan (72,4%), mahasiswa kesehatan memiliki pengetahuan tentang obat dikategorikan baik (94,2%) sedangkan mahasiswa non kesehatan memiliki pengetahuan yang baik (86,3%), dan mahasiswa kesehatan bersikap positif sebanyak (64,6%) namun mahasiswa non kesehatan bersikap negatif sebanyak (55,7%). Pada mahasiswa kesehatan terdapat hubungan antara persepsi dengan sikap (0,000<0,05), hubungan persepsi dengan pengetahuan (0,008<0,05) dan hubungan sikap dengan pengetahuan (0,019<0,05), sedangkan pada mahasiswa non kesehatan terdapat hubungan antara persepsi dengan sikap (0,000<0,05), namun tidak ada hubungan antara persepsi dengan pengetahuan (0,849>0,05) dan hubungan sikap dengan pengetahuan (0,972>0,05). Hal ini menunjukkan rendahnya persepsi dan pengetahuan dapat mendorong mahasiswa untuk melakukan kesalahan yang lebih fatal seperti penyalahgunaan obat atau penggunaan obat yang tidak rasional

    Identifikasi Senyawa Terpenoid dan Steroid pada Beberapa Tanaman Menggunakan Pelarut N-Heksan

    Get PDF
    Hexane is a hydrocarbon compound of alkanes with the chemical formula C6H14. The prefix hex refers to the six carbon atoms found in the hexane and the suffix ana is derived from the word alkane which refers to the single bond connecting the carbon atoms. Identification of terpenoid compounds and steroids has been identified in several plants, namely Red Shoots (Syzygium myrtifolium Walp.), Salam (Syzygium polyanthum), bilaran Tapah (Argyreia nervosa (Burm. F.), Blind (Excoecaria agallocha L.), as well as on the lotion preparations Citrus hystrix DC. This study was conducted to determine the content of terpenoid compounds and steroids found in some parts of plants using n-hexane solvents. Research used is qualitative research with Lieberman Burchard method. Review this article using a method of literature study by searching sources and literature with data form in the form of national journals to international journals about the last 10 years (2012-2021). Identification is carried out on extracts, fractions, isolates and lotion preparations using liquid vacuum chromatography, column chromatography, thin-layer chromatography, and Lieberman-Burchard reagents. The results showed that all of the samples were positive for terpenoid compounds and steroids using n-hexane solvents.Heksana adalah senyawa hidrokarbon alkana dengan rumus kimia C6H14. Awalan heks menunjukan pada enam karbon atom yang terdapat pada heksana dan akhiran ana berasal dari kata alkana yang menunjuk pada ikatan tunggal yang menghubungkan atom-atom karbon tersebut. Telah dilakukan identifikasi senyawa terpenoid dan steroid pada beberapa tanaman, yaitu Tanaman Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.), Salam (Syzygium polyanthum), Bilaran Tapah (Argyreia nervosa (Burm. F.), Buta-buta (Excoecaria agallocha L.), serta pada sediaan losion Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa terpenoid dan steroid yang terdapat pada beberapa bagian tanaman menggunakan pelarut n-heksan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode Lieberman Burchard. Review artikel ini menggunakan metode berupa studi pustaka dengan mencari sumber dan literatur dengan bentuk data berupa jurnal nasional sampai jurnal internasional sekitar 10 tahun terakhir (2012-2021). Identifikasi dilakukan terhadap ekstrak, fraksi, isolat dan sediaan losion menggunakan kromatografi vakum cair, kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis, dan pereaksi Lieberman-Burchard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel tersebut positif mengandung senyawa terpenoid dan steroid menggunakan pelarut n-heksan

    Pengaruh Mirror Theraphy terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Penderita Stroke

    Get PDF
    The World Health Organization (WHO) Data shows that deaths of 7.9% of all deaths occurring in Indonesia are caused by stroke. According to the data obtained in RSU Kabupaten Tangerang, there are 208 patients suffering from stroke and treatment in hospital period from March to May 2020. In patients with stroke will usually experience weakness in muscles based on some research gained that one of the complementary therapies that can be performed in a non-hemorrhagic stroke patients is mirror therapy. Mirror Therapy is the shape motoric imagination that is expectable visual, mental performance of a movement without doing the movement. The study aims to collect and analyze articles related to the intervention of increasing the muscle strength of the stroke sufferers with Mirror Therapy. The design used is the Literature Review, articles gathered by using the search engine Google Scholar, PUBMED, Medline and Resarchgate. The article criteria used were published in 2014-2020. Based on the article collected the results that Mirror Therapy proved to improve muscle strength in Stroke patients. Mirror Therapy can also be combined with other therapies such as ROMS, acupresure, and motivation support against Stroke patients. The role of nurses in giving therapy and support to patients is also very influential. Mirror Therapy will be more effective in enhancing muscle strength in stroke patients when done routinely and disciplined.Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa kematian sebesar 7,9% dari seluruh kematian yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh stroke. Menurut data yang di peroleh di RSU Kabupaten Tangerang, terdapat 208 pasien yang menderita stroke dan menjalani perawatan di rumah sakit periode maret hingga mei 2020. Pada penderita stroke biasanya akan mengalami kelemahan pada otot berdasarkan beberapa penelitian didapatkan bahwa salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan pada pasien stroke non hemoragik adalah mirror therapy. Mirror = therapy adalah bentuk= imajinasi motoric yang ekspektasikan secara=visual, mental=performance dari suatu gerakan tanpa melakukan gerakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisa artikel yang berhubungan dengan intervensi Meningkatkan kekuatan otot penderita stroke dengan mirror therapy. Desain penelitian yang digunakan adalah literature review, artikel dikumpulkan dengan menggunkan mesin pencarian google scholar, PUBMED, Medline dan Resarchgate. Kriteria artikel yang digunakan adalah diterbitkan pada tahun 2014-2020. Berdasarkan artikel yang dikumpulkan didapatkan hasil bahwa Mirror Therapy terbukti dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien Stroke. Mirror Therapy juga dapat dikombinasikan dengan terapi lain seperti ROM, Akupresure, dan dukungan Motivasi terhadap pasien Stroke. Peran perawat dalam memberi terapi dan dukungan kepada pasien juga sangat berpengaruh. Mirror Therapy akan lebih efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke apabila dilakukan secara rutin dan disiplin

    Terapi L-Ascorbic Acid 10% dan Glutation 2% Dibandingkan dengan Hidrokuinon 4% pada Pasien Melasm

    Get PDF
    Melasma is a hyperpigmentation disorder that is often found, is chronic. Hydroquinone is considered the standard therapeutic standard of melasma, has limitations and side effects vary. L-ascorbic acid acts as a reactive oxygen species (ROS) scavenger and has the ability to bind copper ions in the tyrosinase workplace. Glutation has the function of depigmentation of the skin that inhibits melanogenesis by suppressing the activity of tyrosinease enzymes. The purpose of this study was to prove and analyze the effectiveness of serum combination therapy L-ascorbic acid 10% and glutation 2% in lowering MASI score compared to serum hydroquinone 4% in melasma patients. Clinical experimental research method, pre and posttest double blind randomized controlled trial with the study subjects as many as 36 melasma patients. In group I was given a combination of serum L-ascorbic acid 10% and glutation 2%, while group II got serum hydroquinone 4%. The effectiveness of serum is assessed with an MASI score. The analyses used are t-paired tests, Wilcoxon tests and Difference-in-Differences (DID) analyses. Statistical tests are considered meaningful if p<0.05. The results of the study in both groups had a significant decrease in MASI score (p<0,001), but the decrease did not differ significantly between the two groups. The decrease in MASI scores between the two groups made no significant difference in week 4 (p=0.535) and 8th (p=0.303). The conclusion of this study was a combination of serum L-ascorbic acid 10% and glutation 2% lowered MASI score, but not proven more effective in lowering MASI score than serum hydroquinone 4% in melasma patients.Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi yang sering dijumpai, bersifat kronis. Hidrokuinon dianggap terapi standar baku melasma, memiliki keterbatasan dan efek samping bervariasi. L-ascorbic acid berperan sebagai reactive oxygen species (ROS) scavenger dan memiliki kemampuan mengikat ion tembaga pada tempat kerja tirosinase. Glutation mempunyai fungsi depigmentasi kulit yaitu menghambat melanogenesis dengan menekan aktivitas enzim tirosinase. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan dan menganalisa efektivitas terapi kombinasi serum L-ascorbic acid 10% dan glutation 2% dalam menurunkan skor MASI dibandingkan serum hidrokuinon 4% pada pasien melasma. Metode penelitian eksperimental klinis, pre and posttest double blind randomized controlled trial dengan subjek penelitian sebanyak 36 pasien melasma. Pada kelompok I diberikan kombinasi serum L-ascorbic acid 10% dan glutation 2%, sedangkan kelompok II mendapat serum hidrokuinon 4%. Efektivitas serum dinilai dengan skor MASI. Analisis yang digunakan adalah uji t-berpasangan, uji Wilcoxon dan analisa Difference-in-Differences (DID). Uji statistik dianggap bermakna jika p<0,05. Hasil penelitian pada kedua kelompok terdapat penurunan skor MASI secara signifikan (p<0,001), namun penurunan tersebut tidak berbeda signifikan antara kedua kelompok. Penurunan skor MASI antara kedua kelompok tidak ada perbedaan signifikan pada minggu ke-4 (p=0,535) dan ke-8 (p=0,303). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi serum L-ascorbic acid 10% dan glutation 2% menurunkan skor MASI, tetapi tidak terbukti lebih efektif menurunkan skor MASI dibandingkan serum hidrokuinon 4% pada pasien melasma

    Theory Organizational Behaviour untuk Menganalisa Pengaruh Psychological Well-Being dan Job Attitude terhadap Perawat Klinis

    Get PDF
    Job Attitude nurses become the basis of the formation of good health services, one of the dimensions of job attitude is job satisfaction. Clear career development makes nurse job satisfaction good and has a loyalty impact on the hospital. Psychological well-being is the most important part of the nurse's Turn Over Intention process. The number of job demand nurses in daily activities causes job attitude nurses to be not good and nurses feel dissatisfied with high job demand. The goal is to analyze the effect of Job Demand and Career Development on The Job Attitude of Nurses In Class C Hospitals Through Psychological Well-being as an Intervening Variable. Research methods with an associative quantitative descriptive approach with cross-sectional research design. The data analysis technique used is path analysis and uses 63 nurses as a saturated sample of research. The result is the Effect of Job Demand and Career Development on Nurse Job Attitude Through Psychological Well-being as an Intervening Variable. Broadly speaking there is the Influence of Job Demand and Career Development on Job Attitude Through Psychological Well-being in Class C Hospital Tangerang City. Management must make a Determination of Work load of each nursing unit in the Hospital so that it can create a good assignment, plan the nurse's career development work program and make a corner of complaints so that every problem can be resolved properly. Further research needs to develop with a larger sample and add independent variables to be more widespread in the discussionJob Attitude perawat menjadi dasar terbentuknya pelayanan kesehatan yang baik, salah satu dimensi dari Job Attitude adalah kepuasan kerja. Pengembangan karir yang jelas membuat kepuasan kerja perawat baik dan berdampak loyalitas terhadap Rumah Sakit. Psychological Well-being merupakan bagian terpenting dalam proses Turn Over Intention perawat. Banyaknya Job Demand perawat dalam kegiatan sehari hari menimbulkan Job Attitude perawat menjadi tidak baik dan perawat merasa tidak puas akan Job Demand yang tinggi. Tujuannya adalah untuk menganalisa pengaruh Job Demand dan pengembangan karir terhadap Job Attitude Perawat di Rumah Sakit Kelas C Melalui Psychological Well-being Sebagai Variabel Intervening. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif asosiatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik analisis data yang digunakan adalah path analysis dan menggunakan 63 Perawat sebagai sampel jenuh penelitian. Hasilnya terdapat Pengaruh Job Demand dan Pengembangan Karir Terhadap Job Attitude Perawat Melalui Psychological Well-being Sebagai Variabel Intervening. Secara garis besar terdapat Pengaruh Job Demand dan Pengembangan Karir Terhadap Job Attitude Melalui Psychological Well-being di Rumah Sakit Kelas C Kota Tangerang. Manajemen harus membuat Penentuan Work load setiap unit keperawatan di Rumah Sakit sehingga dapat terciptanya penugasan yang baik, merencanakan program kerja pengembangan karir perawat dan membuat pojok keluhan agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Penelitian Selanjutnya perlu melakukan pengembangan dengan sampel yang lebih besar dan menambah variabel independentnya agar lebih luas dalam pembahasan

    Pengaruh Intervensi Edukasi Kesehatan Secara Daring terhadap Pengetahuan Bahaya Rokok Masyarakat Indonesia Usia 20-40

    Get PDF
    Based on data from the World Health Organization, more than 8 million of the population died due to tobacco use globally. Around 90% of them died as a result of direct use, while 10% were exposed by other people. There are 225.700 people killed by tobacco exposure and tobacco-related disease in Indonesia each year. This research was conducted to consider efforts to reduce the level of cigarette consumption through health education about the dangers of smoking. The method used was a one-group pretest–posttest design. A total of 108 people participated in the webinar and completed questionnaires before and after the intervention to assess their level of knowledge about the dangers of smoking. The findings revealed a difference in the mean level of knowledge among respondents before and after the webinar, with pre-test score of 149.07 and post-test score of 157.78 out of 170 as the total score. There were significant differences (p < 0.001), implying that the health education intervention was effective in increasing knowledge about the dangers of smoking among Indonesians aged 20-40 yearsMenurut World Health Organization, lebih dari 8 juta orang per tahun meninggal akibat konsumsi tembakau di seluruh dunia. Kurang lebih 90% dari mereka meninggal akibat paparan secara langsung, sedangkan 10% lainnya akibat paparan dari orang lain. Ada sekitar 225.700 jiwa yang meninggal akibat rokok ataupun penyakit yang berkaitan dengan konsumsi tembakau tiap tahun di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mempertimbangkan usaha menurunkan tingkat konsumsi rokok melalui intervensi edukasi kesehatan tentang bahaya rokok. Metode yang digunakan yaitu one-group dengan desain pre-test post-test terhadap 108 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Responden mengikuti webinar kemudian mengisi kuesioner sebelum dan sesudah intervensi untuk diukur tingkat pengetahuannya tentang bahaya rokok. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan sebelum webinar dan sesudah webinar pada responden dengan nilai pre-test mencapai 149.07 dan post-test 157.78 dari total skor 170. Ditemukan adanya perbedaan bermakna (p<0.001) sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya rokok pada masyarakat Indonesia berusia 20-40 tahu

    Effect of ZN Suplementation on Blood Glucose Levels and Insulin Resistance in Diabetes Mellitus

    Get PDF
    Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by high levels of glucose in the blood. Micromineral levels are related to the mechanism of glucose homeostasis. The abnormal zinc levels can be risk factors for DM. Improvement of micro-mineral levels can improve blood sugar levels. This study aimed to review the effects of zinc supplementation on blood glucose levels and insulin resistance. This study showed that DM was associated with low zinc levels in body serum. Zinc supplementation reduced fasting blood glucose, hemoglobin A1c levels, and insulin resistance in rat model DM and human researchs. It occurs in many types of Zn supplements. Differences in results may be due to differences in the characteristics of the subjects, doses, and periods of administration. Zn can be used for nutritional therapy in DM by considering the dose and period of supplementation, and patient characteristics to get optimal resultsDiabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by high levels of glucose in the blood. Micromineral levels are related to the mechanism of glucose homeostasis. The abnormal zinc levels can be risk factors for DM. Improvement of micro-mineral levels can improve blood sugar levels. This study aimed to review the effects of zinc supplementation on blood glucose levels and insulin resistance. This study showed that DM was associated with low zinc levels in body serum. Zinc supplementation reduced fasting blood glucose, hemoglobin A1c levels, and insulin resistance in rat model DM and human researchs. It occurs in many types of Zn supplements. Differences in results may be due to differences in the characteristics of the subjects, doses, and periods of administration. Zn can be used for nutritional therapy in DM by considering the dose and period of supplementation, and patient characteristics to get optimal result

    Pengaruh Senam Aerobic Terhadap Skala Dismenore Pada Peserta Senam Di Gedung Barata

    Get PDF
    Di Indonesia, diperkirakan 55% perempuan usia produktif mengalami dismenore, dengan 54,89% mengalami dismenore primer dan 45.11% mengalami dismenore sekunder. Sampai saat ini metode pengobatan yang khusus untuk dismenore masih kurang sehingga para ahli menyarankan menggunakan metode nonmedis dengan aktivitas fisik yaitu berolahraga. Salah satu jenis olahraga yang paling banyak digemari adalah Aerobic. Latihan olahraga aerobic mampu mengurangi gejala-gejala gangguan menstruasi seperti dismenore yaitu mengurangi kelelahan dan stress. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh senam aerobic terhadap skala dismenore serta melihat hubungan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat survey-analitik dengan desain crosectional study. Sampel sebanyak 53 orang diambil dari total sampling peserta senam aerobic di Gedung Barata. Analisa dilakukan dengan menggunakan dua uji yaitu Uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan uji Chi-Square Tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada perbedaan derajat nyeri dismenore antara sebelum dan sesudah mengikuti senam aerobic namun demikian, tidak ada hubungan antara senam aerobic dengan derajat nyeri dismenorea pada peserta senam Gedung Barata Banda Aceh. Senam Aerobic bukan merupakan variabel yang secara langsung dapat berhubungan dengan peurunan derajat nyeri dismenorea.Di Indonesia, diperkirakan 55% perempuan usia produktif mengalami dismenore, dengan 54,89% mengalami dismenore primer dan 45.11% mengalami dismenore sekunder. Sampai saat ini metode pengobatan yang khusus untuk dismenore masih kurang sehingga para ahli menyarankan menggunakan metode nonmedis dengan aktivitas fisik yaitu berolahraga. Salah satu jenis olahraga yang paling banyak digemari adalah Aerobic. Latihan olahraga aerobic mampu mengurangi gejala-gejala gangguan menstruasi seperti dismenore yaitu mengurangi kelelahan dan stress. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh senam aerobic terhadap skala dismenore serta melihat hubungan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat survey-analitik dengan desain crosectional study. Sampel sebanyak 53 orang diambil dari total sampling peserta senam aerobic di Gedung Barata. Analisa dilakukan dengan menggunakan dua uji yaitu Uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan uji Chi-Square Tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada perbedaan derajat nyeri dismenore antara sebelum dan sesudah mengikuti senam aerobic namun demikian, tidak ada hubungan antara senam aerobic dengan derajat nyeri dismenorea pada peserta senam Gedung Barata Banda Aceh. Senam Aerobic bukan merupakan variabel yang secara langsung dapat berhubungan dengan peurunan derajat nyeri dismenore

    Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur (Wus) Tentang Pap Smear Dengan Keikutsertaan Melakukan Pemeriksaan Pap Smear

    Get PDF
    Tujuan literature review ini untuk menyimpulkan informasi dan menganalisis jurnal penelitian tentang hubungan pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dengan keikutsertaan melakukan pemeriksaan pap smear. Desain penelitian ini adalah literature review atau tinjauan pustaka. Jangka waktu jurnal yang digunakan adalah rentang waktu penerbitan jurnal maksimal 5 tahun (2014-2019), menggunakan bahasa Indonesia, subyek manusia dewasa, jenis jurnal menggunakan original artikel penelitian dan tema isi jurnal adalah tema pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dengan keikutsertaan melakukan pemeriksaan pap smear. Penelusuran artikel publikasi pada academic search complete, medline with full text, proquest dan pubmed, EBSCO menggunakan kata kunci yang dipilih yakni: pengetahuan, wanita usia subur, pap smear dan klien kanker. Penulis menelaah lima hasil penelitian tentang hubungan pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dengan keikutsertaan melakukan pemeriksaan pap smear, didapatkan hasil bahwa lima penelitian dari artikel yang penulis telaah menunjukan ada hubungan antara pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dengan keikutsertaan melakukan pemeriksaan pap smear.Tujuan literature review ini untuk menyimpulkan informasi dan menganalisis jurnal penelitian tentang hubungan pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dengan keikutsertaan melakukan pemeriksaan pap smear. Desain penelitian ini adalah literature review atau tinjauan pustaka. Jangka waktu jurnal yang digunakan adalah rentang waktu penerbitan jurnal maksimal 5 tahun (2014-2019), menggunakan bahasa Indonesia, subyek manusia dewasa, jenis jurnal menggunakan original artikel penelitian dan tema isi jurnal adalah tema pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dengan keikutsertaan melakukan pemeriksaan pap smear. Penelusuran artikel publikasi pada academic search complete, medline with full text, proquest dan pubmed, EBSCO menggunakan kata kunci yang dipilih yakni: pengetahuan, wanita usia subur, pap smear dan klien kanker. Penulis menelaah lima hasil penelitian tentang hubungan pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dengan keikutsertaan melakukan pemeriksaan pap smear, didapatkan hasil bahwa lima penelitian dari artikel yang penulis telaah menunjukan ada hubungan antara pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dengan keikutsertaan melakukan pemeriksaan pap sme

    Gambaran Gangguan Respirasi Di Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2015-2019

    Get PDF
    Gangguan respirasi adalah dijumpai kelainan ventilasi, aliran darah paru dan proses pertukaran gas yang dapat menyebabkan gagal napas dan kematian. Gangguan respirasi dapat dibagi menjadi beberapa penyakit infeksi maupun non-infeksi. Adapun penyakit infeksi misalnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), pneumonia, TB Paru dan penyakit paru lainya, sedangkan penyakit non-infeksi dapat dibagi menjadi penyakit paru restriktif  dan obstruktif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gangguan respirasi di Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2015-2019. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriftif restrospektif dengan pendekatan cross sectional. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari dinas kesehatan untuk mengetahui gambaran gangguan respirasi di Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2015-2019. Hasil penelitian gambaran tuberkulosis sebanyak 675 kasus, gambaran asma 17145 kasus, gambaran PPOK 2448 kasus, gambaran ISPA 95343 dan gambaran pneumonia anak dibawah 5 tahun 50 kasus.aliran darah paru dan proses pertukaran gas yang dapat menyebabkan gagal napas dan kematian. Gangguan respirasi dapat dibagi menjadi beberapa penyakit infeksi maupun non-infeksi. Adapun penyakit infeksi misalnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), pneumonia, TB Paru dan penyakit paru lainya, sedangkan penyakit non-infeksi dapat dibagi menjadi penyakit paru restriktif  dan obstruktif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gangguan respirasi di Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2015-2019. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriftif restrospektif dengan pendekatan cross sectional. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari dinas kesehatan untuk mengetahui gambaran gangguan respirasi di Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2015-2019. Hasil penelitian gambaran tuberkulosis sebanyak 675 kasus, gambaran asma 17145 kasus, gambaran PPOK 2448 kasus, gambaran ISPA 95343 dan gambaran pneumonia anak dibawah 5 tahun 50 kasu

    637

    full texts

    676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Health Sains (JHS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇