Jurnal Health Sains (JHS)
Not a member yet
676 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Work Life Balance Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit Pada Masa Pandemi Covid-19
This study aims to analyze the relationship between individual factors, work stress, and work conflict partially and simultaneously with work life balance in government hospitals and private hospitals. This research uses explanatory causality quantitative analysis research method with SPSS quantitative method. Calculation of the sample using non purposive sampling as many as 200. The independent variables of this study are individual factors, work stress, and work conflict, while work life balance is the dependent variable. The study used a questionnaire as a research instrument with a 5-level Likert scale measurement. The data were analyzed by correlation analysis and regression through Multiple Linear Regression. The conclusion of this study shows that there is a negative and significant relationship between individual factors, work stress, and work conflict with work life balance in Government Hospitals and Private Hospitals, either partially or simultaneously. The suggestion from the researcher is that future researchers are expected to be able to analyze research related to work life balance and use the Structure Equation Model to see the direct and indirect effects of each predictor. In addition, the next research adds an intervening/mediation variable to find out further the effect on work life balancePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu, stress kerja, dan konflik kerja secara parsial dan simultan dengan work life balance di Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis kuantitatif explanatoris kausalitas dengan metode kuantitatif SPSS. Perhitungan sampel menggunakan non purposive sampling sebanyak 200. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor individu, stress kerja, dan konflik kerja, sedangkan work life balance sebagai variabel terikat. Penelitian menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian dengan pengukuran 5 tingkat skala Likert. Data di analisis dengan analisis korelasi dan regresi melalui Regresi Linier Berganda. Hasil kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara faktor individu, stress kerja, dan konflik kerja dengan work life balance di Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta baik secara parsial maupun simultan. saran dari peneliti yaitu untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan analisis penelitian terkait work life balance dan menggunakan Structure Equation Model untuk melihat direct effect dan indirect effect dari setiap predictor. Selain itu penelitian berikutnya menambahkan variabel intervening/mediasi untuk mengetahui pengaruh lebih lanjut terhadap work life balanc
Analisis Cost-Consequences Terapi Penyakit Pneumonia Di Rumah Sakit Umum Daerah Praya, Nusa Tenggara Barat
Pneumonia is an infection of lower respiratory tract caused by bacteria, viruses or fungi and a major cause of problem health in both developing and developed countries. Antibiotics are the first line therapy pneumonia caused by bacteria. Rational antibiotic therapy in the treatment of pneumonia is an important reason the need for pharmacoeconomic analysis. This study aimed to describe the cost of picture pneumonia treatment, the proportion of cost components, drug/drug combination that has the optimal effectiveness and the lowest cost. This research was descriptive non experimental research with retrospective data collection with method cost consequences analysis. Data taken were patient data with primary diagnoses of hospitalized pneumonia and according to inclusion and exclusion criteria. The results showed 57 patients met inclusion and exclusion criteria. Pneumonia patients are predominantly 0-18 years old (85.96%) and male sex with average treatment duration of 3 days. Proportion of drug costs (33.00%) with antibiotics (14.00%) and supportive/non antibiotic drugs (19.00%). The cost of treatment is the highest cost component of all cost components in the treatment of pneumonia. Cost of treatment of pneumonia disease without co-morbidities disease between Rp. 185.808 1.248.018. Cost of treatment of pneumonia with co-morbidities disease between Rp. 249.700-501.939. The most optimal antibiotic drug used in patients without co-morbidities disease is a combination of gentamicin-amoxicillin-ceftriaxone. The most optimal antibiotic drug is used in patients with co-morbidities that are combination of cefotaxim-ceftriaxon. The cost of treatment is the highest cost component of all cost components in the treatment of pneumonia and the most optimally used antibiotic is the combination of gentamicin-amoxicillin-ceftriaxon (patient without comorbidities) and a combination of cefotaxim-ceftriaxon (patients with comorbidities).Pneumonia merupakan infeksi saluran pernafasan bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur dan merupakan masalah utama di bidang kesehatan di negara berkembang maupun negara maju. Antibiotik merupakan pilihan utama dalam pengobatan pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Terapi antibiotik yang rasional dalam pengobatan pneumonia merupakan alasan penting perlunya dilakukan analisis farmakoekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran biaya pada terapi pneumonia, proporsi komponen biaya, obat/kombinasi obat yang memiliki efektivitas optimal dan biaya terendah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriftif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dengan metode analisis cost consequences. Data yang diambil adalah data pasien dengan diagnosa utama pneumonia yang dirawat inap dan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan 57 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien pneumonia didominasi usia 0-18 tahun (85,96%) dan berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata lama perawatan 3 hari. Proporsi biaya obat (33,00%) dengan antibiotik (14,00%) dan obat suportif/non antibiotik (19,00%). Biaya pengobatan merupakan komponen biaya tertinggi dari seluruh komponen biaya pada pengobatan pneumonia. Biaya terapi penyakit pneumonia tanpa penyakit penyerta antara Rp. 185.808-1.248.018. Biaya terapi penyakit pneumonia dengan penyakit penyerta antara Rp. 249.700-501.939. Obat antibiotik yang paling optimal digunakan pada pasien tanpa penyakit penyerta yaitu kombinasi gentamicin-amoksisilin-ceftriaxon. Obat antibiotik yang paling optimal digunakan pada pasien dengan penyakit penyerta yaitu kombinasi cefotaxim-ceftriaxon. Biaya pengobatan merupakan komponen biaya tertinggi dari seluruh komponen biaya pada pengobatan pneumonia dan antibiotik yang paling optimal digunakan yaitu kombinasi gentamicin-amoksisilin-ceftriaxon (pasien tanpa penyakit penyerta) dan kombinasi cefotaxim-ceftriaxon (pasien dengan penyakit penyerta)
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Lansia Terhadap Penyakit Stroke Di Puskesmas Ponorogo Selatan
Sroke is a frightening disease for anyone. Stroke is a clinical syndrome that has a sudden onset, is progressive, rapid, in the form of a focal or global neurologic deficit lasting 24 hours or more or immediately causes death, and is solely caused by a non-traumatic cerebral blood circulation disorder. In this study, data analysis was carried out using descriptive statistics, namely statistical calculations to describe and synthesize data. By using this statistical procedure evaluate, conclude, organize, interpret and present clear information with meaningful figures. In this study, the researcher used a descriptive research method, namely describing urgent events that occur in the present. Stroke is also known as cerebrovascular disease. This disease shows the presence of several brain abnormalities both functionally and structurally caused by pathological conditions of the cerebral blood vessels or of the entire cerebral vascular system. This pathology causes bleeding from a tear that occurs in the vessel wall or damage to the cerebral circulation by partial or complete occlusion of the vessel lumen with temporary or permanent effects. According to the etiology of stroke are as follows: Brain Infarction (80%).Stroke merupakan penyakit yang menakutkan bagi siapa saja. Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif, cepat, berupa deficit neurology fokal atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatic. Pada penelitian ini analisa data dilakukan dengan deskriptif statistik yaitu penghitungan statistik untuk menjabarkan dan mensintesa data. Dengan menggunakan prosedur statistika ini mengevaluasi, menyimpulkan, mengorganisasi, menginterprestasikan serta menyajikan informasi yang jelas dengan angka-angka bermakna. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu memaparkan peristiwa-peristiwa yang urgen terjadi pada masa kini. Stroke disebut juga dengan penyakit serebrovoskuler. Penyakit ini menunjukkan adanya beberapa kelainan otak baik secara fungsional maupun struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari pembuluh darah serebral atau dari seluruh sistem pembuluh darah otak. Patologis ini menyebabkan perdarahan dari sebuah robekan yang terjadi pada dinding pembuluh atau kerusakan sirkulasi serebral oleh oklusi parsial atau seluruh lumen pembuluh darah dengan pengaruh yang bersifat sementara atau permanen. Menurut etiologi dari stroke adalah sebagai berikut: Infark Otak (80%)
Metode Validasi Analisis Senyawa Kimia Obat dalam Sampel Biologis (Plasma Darah)
Blood plasma is used as a biological sample in determining the levels of drug compounds because the concentration of the drug will bind to its receptors and determine the size of the pharmacological effect of a drug. The purpose of this study was to determine the accuracy of human blood plasma as a sample in several validation methods with different analytes. The research method used is by conducting a literature study in several credible journals with the criteria of the journals of the last 10 years regarding the determination of levels of drug compounds in human blood. The results obtained from five different analytes, namely glibenclamide combination with metformin, formalin, vancomycin, lisinopril and a-mangostin which have been validated using various validation methods, namely SPE-MIP followed by HPLC, UV-VIS spectrophotometer, HPLC-UV, UPLC and TLC densitometry using human blood plasma samples, all meet the validation requirements. So it can be concluded that, human blood plasma used as a sample in the validation test with various different methods and analytes that have been carried out is entirely accurate because all validation test methods meet the requirementsPlasma darah digunakan sebagai sampel biologis dalam menentukan kadar senyawa obat dikarenakan konsentrasi dari obat akan berikatan dengan reseptornya dan menentukan besar kecilnya efek farmakologi yang diberikan dari suatu obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keakuratan plasma darah manusia sebagai sampel pada beberapa metode validasi dengan berbagai analit yang berbeda. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan studi literatur pada beberapa jurnal yang kredibel dengan kriteria jurnal 10 tahun terakhir mengenai penentuan kadar senyawa obat dalam darah manusia. Hasil yang didapatkan dari lima analit yang berbeda yaitu glibenklamid kombinasi dengan metformin, formalin, vankomisin, lisinopril dan a-mangostin yang telah dilakukan uji validasi dengan berbagai metode validasi yaitu SPE-MIP dilanjut KCKT, spektorofotometer UV-VIS, KCKT-UV, UPLC dan KLT densitometri dengan menggunakan sampel plasma darah manusia, semuanya memenuhi persyaratan validasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, plasma darah manusia yang dijadikan sebagai sampel dalam uji validasi dengan berbagai metode dan analit yang berbeda yang telah dilakukan seluruhnya akurat karena seluruh metode uji validasi memenuhi persyaratan
Steatocystoma Multiplex pada Vulva Dengan Prosedur Elektrokauterisasi: Laporan Kasus
Steatocystoma multiplex is a type of skin disorder in the form of asymptomatic intradermal cysts content of sebum. We report a 36-year-old female patient who came to the hospital with complaints of white, boil-like rashes on the vaginal lips and back appeared 1 year ago. The patient reported a history of the same complaint experienced by the patient's father, namely the appearance of white spots resembling boils in the back area. The results of the dermatological status examination showed that the lesions were regionally distributed ad regio labia majora and posterior thoracic inthe form of multiple discrete lesions, round in shape, measuring 0.1 cm x 0.1 cm x 0.5 cm to 0.2 cm x 0.2 mm. x 0.5 cm, well-defined, raised and dry lesions, and white papules. Based on history and physical examination, the patient was diagnosed with steatocystoma multiplex. We reported a rare case of steatocystoma multiplex at the vulva. Previous case management reports are one of the considerations for cauterization. The patient was given post-cautery therapy in the form of antibiotics levofloxacin 1 x 500 mg for 5 days and mefenamic acid 3 x 500 mg as painkiller
Tinjauan Aspek Administrasi Pelaksanaan Deklarasi Perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan: Implikasinya Pada Pendekatan Stbm
Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) merupakan suatu pendekatan perubahan perilaku masyarakat di suatu komunitas dalam bidang sanitasi yang berkelanjutan. Output pendekatan STBM adalah verifikasi untuk deklarasi yang di lakukan secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi. Aspek penilaian tahapan verifikasi desa dan kecamatan meliputi penilaian administrasi berupa surat keputusan pejabat berwenang, surat menyurat, berita acara verifikasi dan deklarasi dan dokumen lainnya. Penelitian ini merupakan review dokumen administrasi untuk verifikasi dan deklarasi kabupaten stop BABS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman administrator public terkait dengan pelaksanaan verifikasi dan deklarasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang alur administrasi dalam pelaksanan verifikasi administrasi perubahan perilalu dalam STBM masih rendah,. Selain itu, ketertiban administrasi dalam pelaksanan deklarasi perubahan perilaku masyarakat bersifat formalitas. Kesimpulan Pemahaman tentang alur administrasi dalam pelaksanan verifikasi administrasi perubahan perilalu dalam STBM masih rendah. Selain itu, ketertiban administrasi dalam pelaksanan dekalarasi perubahan perilaku masyarakat bersifat formalitas. Bagi lintas sector terkait dengan pelaksanana dekalarasi, pemberian pelatihan atau orientasi aspek administrasi dalam pelaksnaan dekalarasi STBM di komunitas sangat di perlukan.Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) merupakan suatu pendekatan perubahan perilaku masyarakat di suatu komunitas dalam bidang sanitasi yang berkelanjutan. Output pendekatan STBM adalah verifikasi untuk deklarasi yang di lakukan secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi. Aspek penilaian tahapan verifikasi desa dan kecamatan meliputi penilaian administrasi berupa surat keputusan pejabat berwenang, surat menyurat, berita acara verifikasi dan deklarasi dan dokumen lainnya. Penelitian ini merupakan review dokumen administrasi untuk verifikasi dan deklarasi kabupaten stop BABS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman administrator public terkait dengan pelaksanaan verifikasi dan deklarasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang alur administrasi dalam pelaksanan verifikasi administrasi perubahan perilalu dalam STBM masih rendah,. Selain itu, ketertiban administrasi dalam pelaksanan deklarasi perubahan perilaku masyarakat bersifat formalitas. Kesimpulan Pemahaman tentang alur administrasi dalam pelaksanan verifikasi administrasi perubahan perilalu dalam STBM masih rendah. Selain itu, ketertiban administrasi dalam pelaksanan dekalarasi perubahan perilaku masyarakat bersifat formalitas. Bagi lintas sector terkait dengan pelaksanana dekalarasi, pemberian pelatihan atau orientasi aspek administrasi dalam pelaksnaan dekalarasi STBM di komunitas sangat di perlukan
Faktor Yang Menyebabkan Dismenorea Pada Remaja
Latar Belakang: Dismenore adalah nyeri yang timbul saat mensturasi berlangsung yang bisa di sebabkan oleh beberapa faktor di antaranya usia menarche, lama mensturasi, riwayat keluarga, faktor stress, makanan cepat saji dan kebiasaan olahraga yang bisa berdampak pada remaja yaitu bisa menganggu aktivitasnya. Kejadian nyeri haid pada remaja di di laporkan sebanyak 92%. Sementara Indonesia angkanya di perkirakan 55% wanita produktif. Dampak dari dismenorea juga menyebabkan para remaja putri tidak bisa mengikuti pembelajaran di kelas 13-51% . Tujuan: untuk menganalisis faktor yang berkaitan terhadap dismneore. Metode: Artikel ini yaitu menggunakan metode tinjauan literatur yang terdapat di dalam data based yaitu pubmed dan juga gogle scholar. Artikel yang di gunakan yaitu sesuai dengan kriteria yaitu artikel yang di terbitkan dari tahun 2011-2021. Hasil: Berdasarkan hasil review yang telah di jelaskan melalui artikel di atas menunjukkan bahwa terdapat faktor yang bisa mengakibatkan dismenore antara lain faktor internal meliputi umur menarche, keturunan keluarga, lama mensturasi, kebiasaan olahraga dan faktor eksternal meliputi stress, status gizi, dan fast food. Kesimpulan: Berdasarkan artikel yang telah direview didapatkan hasil bahwa kejadian dismenorhe pada remaja dipengaruhi oleh 1). Faktor internal, meliputi: usia menarche, riwayat keluarga, lama mensturasi, kebiasaan olahraga dan 2). Faktor eksternal, meliputi: stress, status gizi, dan fast food. Cara alami yang bisa di lakukan remaja untuk mengurangi rasa nyeri saat mensturasi yaitu sesering mungkin melakukan kegiatan olahraga seperti jalan kaki dan menghindari stress.Latar Belakang: Dismenore adalah nyeri yang timbul saat mensturasi berlangsung yang bisa di sebabkan oleh beberapa faktor di antaranya usia menarche, lama mensturasi, riwayat keluarga, faktor stress, makanan cepat saji dan kebiasaan olahraga yang bisa berdampak pada remaja yaitu bisa menganggu aktivitasnya. Kejadian nyeri haid pada remaja di di laporkan sebanyak 92%. Sementara Indonesia angkanya di perkirakan 55% wanita produktif. Dampak dari dismenorea juga menyebabkan para remaja putri tidak bisa mengikuti pembelajaran di kelas 13-51% . Tujuan: untuk menganalisis faktor yang berkaitan terhadap dismneore. Metode: Artikel ini yaitu menggunakan metode tinjauan literatur yang terdapat di dalam data based yaitu pubmed dan juga gogle scholar. Artikel yang di gunakan yaitu sesuai dengan kriteria yaitu artikel yang di terbitkan dari tahun 2011-2021. Hasil: Berdasarkan hasil review yang telah di jelaskan melalui artikel di atas menunjukkan bahwa terdapat faktor yang bisa mengakibatkan dismenore antara lain faktor internal meliputi umur menarche, keturunan keluarga, lama mensturasi, kebiasaan olahraga dan faktor eksternal meliputi stress, status gizi, dan fast food. Kesimpulan: Berdasarkan artikel yang telah direview didapatkan hasil bahwa kejadian dismenorhe pada remaja dipengaruhi oleh 1). Faktor internal, meliputi: usia menarche, riwayat keluarga, lama mensturasi, kebiasaan olahraga dan 2). Faktor eksternal, meliputi: stress, status gizi, dan fast food. Cara alami yang bisa di lakukan remaja untuk mengurangi rasa nyeri saat mensturasi yaitu sesering mungkin melakukan kegiatan olahraga seperti jalan kaki dan menghindari stress
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pernikahan Usia Muda Di Desa Gunung Sembung Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang
Pernikahan usia muda merupakan pernikahan di bawah usia kurang dari 20 tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pernikahan usia muda di Desa Gunung Sembung Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang. Metode yang digunakan adalah metode survey analitik dengan menggunakan analisa secara univariat dan bivariat dengan populasinya yaitu wanita yang menikah di Desa Gunung Sembung sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian univariat yaitu terdapat 19 orang (38%) menikah di usia muda dan sebanyak 31 orang (62%) tidak menikah di usia muda, sebanyak 18 orang (36%) dengan ekonomi rendah dan sebanyak 32 orang (64%) dengan tingkat ekonomi tinggi 2018 sebanyak 18 orang (36%) Ada hubungan factor pendidikan dengan pernikahan usia Hasil analisa bivariat hasilnya muda di Desa Gunung Sembung Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang dengan nilai p value 0,000 atau p value < 0,05.Pernikahan usia muda merupakan pernikahan di bawah usia kurang dari 20 tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pernikahan usia muda di Desa Gunung Sembung Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang. Metode yang digunakan adalah metode survey analitik dengan menggunakan analisa secara univariat dan bivariat dengan populasinya yaitu wanita yang menikah di Desa Gunung Sembung sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian univariat yaitu terdapat 19 orang (38%) menikah di usia muda dan sebanyak 31 orang (62%) tidak menikah di usia muda, sebanyak 18 orang (36%) dengan ekonomi rendah dan sebanyak 32 orang (64%) dengan tingkat ekonomi tinggi 2018 sebanyak 18 orang (36%) Ada hubungan factor pendidikan dengan pernikahan usia Hasil analisa bivariat hasilnya muda di Desa Gunung Sembung Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang dengan nilai p value 0,000 atau p value < 0,05
Aktivitas Antivirus Polifenol sebagai Profilaksis dan Terapi Potensial dalam Penanganan Covid-19
COVID-19 has caused serious health problems worldwide. Until now, the available therapy hasn’t been fully effective in improving outcomes in COVID-19 patients. Due to the long process of discovering new drugs, the use of available treatment becomes a solution. However, this therapy has several drawbacks, such as decreased effectiveness in mutated viruses and various serious side effects that accompany it. Polyphenols can be considered as adjunctive therapy for COVID-19 because of their rich variety and antiviral activities. This literature review was conducted to summarize the latest evidence regarding the potential antiviral activity of polyphenols as both prophylactic and therapeutic for COVID-19, as well as further discussion on encouragement of polyphenol intake from diets and recommended food examples. Literature sources were taken from journal articles published online from 2017 to 2021. The databases used were MDPI, PubMed, ScienceDirect, Wiley, and Hindawi. Research shows the use of polyphenolic compounds has been approved as a beneficial nutritional or adjunctive therapeutic approach for COVID-19. This is based on the role of polyphenol bioactivity in the pathophysiology of COVID-19, including antioxidant, antiviral, anti-inflammatory, and immunomodulatory effects. Additional studies that specifically examine the administration of polyphenols to pregnant COVID-19 patients and dose safety limits related to interactions with drugs used in the treatment of COVID-19 need to be conducted.COVID-19 telah mengakibatkan masalah kesehatan yang cukup serius di seluruh dunia. Hingga kini, belum tersedia terapi yang sepenuhnya efektif untuk meningkatkan hasil pada pasien COVID-19. Penggunaan kembali obat yang sudah tersedia menjadi salah satu solusi, mengingat proses pengembangan obat baru yang panjang. Namun, terapi tersebut memiliki beberapa kelemahan seperti penurunan efektivitas pada virus yang mengalami mutasi serta berbagai efek samping serius yang menyertai. Polifenol dapat diperhitungkan sebagai terapi tambahan untuk COVID-19 karena kaya akan jenis serta aktivitas antivirusnya. Tinjauan pustaka dilakukan untuk merangkum bukti-bukti terbaru mengenai potensi aktivitas antivirus polifenol sebagai profilaksis sekaligus terapi untuk COVID-19 serta membahas lebih lanjut mengenai anjuran asupan polifenol dari diet dan contoh makanan yang direkomendasikan. Sumber literatur diambil dari artikel jurnal yang dipublikasikan secara online dalam rentang waktu tahun 2017-2021. Database yang digunakan adalah MDPI, PubMed, ScienceDirect, Wiley, dan Hindawi. Penelitian menunjukkan penggunaan senyawa polifenol telah diverifikasi sebagai pendekatan nutrisi atau terapi tambahan yang menguntungkan untuk COVID-19. Hal ini didasari oleh peran bioaktivitas polifenol dalam patofisiologi COVID-19, meliputi efek antioksidan, antivirus, antiinflamasi, dan imunomodulator. Studi tambahan yang mengkaji secara khusus mengenai pemberian polifenol pada pasien COVID-19 yang sedang hamil serta batas keamanan dosis terkait interaksi dengan obat yang digunakan dalam penanganan COVID-19 perlu dilakuka
Pengaruh Promosi Kesehatan dengan Video Interaktif tentang Hypnobirthing terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Primigravida dalam Menghadapi Persalinan di PMB Bidan U Kecamatan Pondok Melati Bekasi pada Bulan Juni Tahun 2021
Hypnobirthing is one of the techniques of otohipnosis (self hypnosis), which is an attempt to experience instilling positive intentions / suggestions to the soul / subconscious mind in undergoing pregnancy and preparation for childbirth. The purpose of this study was to find out the effect of health promotion with interactive videos about hypnobirthing on the knowledge and attitudes of pregnant women in the face of childbirth. This type of research uses pre-experimental research methods with pre-post-test designs in one group (One Group Pretest- Posttest Design). The number of samples examined as many as 45 primigravida pregnant women in PMB Midwife U. This study was conducted in June 2021. Data collection techniques using questionnaires. The results of the study based on the results of the T test were the influence of knowledge of pregnant women primigravida before and after being given health promotion with interactive videos about Hypnobirthing with a significant value of 0.001<0.005. With differences before and after the intervention there was an increase in the number of knowledge scores by 1.51. In the attitude of primigravida pregnant women before and after being given interventions about Hypnobirthing with a significant value of 0.001<0.005. With differences before and after health promotion with interactive videos there was an increase in attitude scores of 10.51. It is expected that health workers can provide health promotion about Hypnobirthing periodically with other methods to improve the knowledge and attitude of pregnant women so that they are interested in following and doing Hypnobirthing to feel comfortable, relaxed and safe in undergoing pregnancy and childbirth, especially primigravida pregnant women in the face of childbirthHypnobirthing merupakan salah satu teknik otohipnosis (self hypnosis), yaitu upaya mengalami menanamkan niat positif/sugesti ke jiwa/pikiran bawah sadar dalam menjalani masa kehamilan dan persiapan persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan video interaktif tentang hypnobirthing terhadap pengetahuan dan sikap Ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalinan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental dengan desain pre-pasca tes dalam satu kelompok (One Group Pretest- Posttest Design). Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 45 Ibu hamil primigravida di PMB Bidan U. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji T adalah adanya pengaruhan pengetahuan Ibu hamil primigravida sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan video interaktif tentang Hypnobirthing dengan nilai signifikan 0,001<0,005. Dengan perbedaan sebelum dan sesudah intervensi terdapat peningkatan skor pengetahuan sebesar 1,51. Pada sikap Ibu hamil primigravida sebelum dan sesudah diberikan intervensi tentang Hypnobirthing dengan nilai signifikan 0,001<0,005. Dengan perbedaan sebelum dan sesudah promosi kesehatan dengan video interaktif terdapat peningkatan skor sikap sebesar 10,51. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan promosi kesehatan tentang Hypnobirthing secara berkala dengan metode lainnya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil sehingga berminat mengikuti dan melakukan Hypnobirthing supaya merasa nyaman, rileks dalam menjalani kehamilan dan persalinan terutama ibu hamil primigravida dalam menghadapi persalina