EKSIBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan - E-Journal)
Not a member yet
250 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Infrastruktur Jalan, Listrik Dan Air Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bandar Lampung Di Tinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam Tahun 2011-2024
Infrastructure is a fundamental facility that plays a vital role in supporting the social and economic activities of society. Infrastructure such as roads, electricity, and clean water serves as the main foundation for production, distribution, and consumption activities within a region. The availability of adequate infrastructure is a key factor in enhancing economic efficiency, expanding access to public services, and strengthening regional competitiveness. This study aims to analyze the influence of road, electricity, and water infrastructure on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Bandar Lampung City for the period 2011–2024 from an Islamic economic perspective. The research employs a quantitative descriptive approach using multiple linear regression analysis (time series), with secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS), PLN, PDAM, and the Public Works Department of Bandar Lampung City. The population in this study consists of road, electricity, and water infrastructure as well as the GRDP of Bandar Lampung City. Thus, the sample analyzed comprises 14 observations from 2011 to 2024. The data were processed and analyzed using EViews 12 software, which includes classical assumption tests (normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation) and hypothesis testing (t-test, F-test, and coefficient of determination). The results indicate that simultaneously, the three infrastructure variables have a significant effect on GRDP with an Adjusted R-squared value of 0.807 or 80.7%, meaning that 80.7% of GRDP variation can be explained by road, electricity, and water infrastructure variables, while the remaining 19.3% is influenced by other variables outside the study. Partially, road and electricity infrastructure significantly affect GRDP, while water infrastructure has a positive but insignificant effect. The classical assumption tests show that the data meet the criteria for a good regression model, as all tests indicate normality and the absence of multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. From an Islamic economic perspective, infrastructure development is a mandate of the khalifah (leader) to prosper the earth in accordance with the principles of maslahah (public benefit), justice, and social responsibility. Therefore, equitable and sustainable infrastructure development can promote economic growth and community welfareInfrastruktur merupakan fasilitas dasar yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Infrastruktur seperti jalan, listrik, dan air bersih berfungsi sebagai penopang utama kegiatan produksi, distribusi, serta konsumsi di suatu wilayah. Ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi ekonomi, memperluas akses terhadap layanan publik, dan memperkuat daya saing daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Infrastruktur Jalan, Listrik dan Air terhadap PDRB kota Bandar Lampung periode 2011-2024 dari perspektif Ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi linier berganda (Time Series), menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), PLN, PDAM, dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah Infrastruktur Jalan, Listrik dan Air dan Produk Domestik Regional Bruto kota Bandar Lampung. Sehingga jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 14 sampel yaitu dari tahun 2011-2024. Data diolah dan dianalisis menggunakan software EViews 12, yang mencakup uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi) serta uji hipotesis (uji t, uji F, dan koefisien determinasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel infrastruktur berpengaruh signifikan terhadap PDRB dengan nilai Adjusted R-squared sebesar 0,807 atau 80,7%, yang berarti bahwa 80,7% variasi PDRB dapat dijelaskan oleh variabel infrastruktur jalan, listrik, dan air, sedangkan sisanya 19,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Secara parsial, infrastruktur jalan dan listrik berpengaruh signifikan terhadap PDRB, sedangkan infrastruktur air berpengaruh positif namun tidak signifikan. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data telah memenuhi kriteria model regresi yang baik, karena seluruh uji menunjukkan hasil normal, bebas dari multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Dalam perspektif ekonomi Islam, pembangunan infrastruktur merupakan amanah khalifah untuk memakmurkan bumi, sesuai dengan prinsip kemaslahatan, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
Sosialisasi Digital Marketing Kepada Masyarakat Desa Cipinang Dalam Mewujudkan Transformasi Ekonomi Mandiri
Pesatnya kemajuan teknologi membuat pemasaran terus tumbuh dan berevolusi serta pemasaran mengalami pergeseran dari tradisional menjadi digital. Hal tersebut memaksa dunia UMKM untuk terus mengikuti perkembangan zaman agar mampu bertahan dan berkembang. Indeks Pembangunan Manusia di Desa Cipinang mengalami kenaikan selama 4 tahun kebelakang. Namun, permasalahan yang muncul adalah penggunaan teknologi yang belum maskimal dilakukan oleh pelaku UMKM di Desa Cipinang. Tujuan PKM ini untuk memberikan pemahaman digital marketing kepada masyarakat Desa Cipinang dalam mewujudkan transformasi ekonomi mandiri, dengan memanfaatkan platform google maps sebagai media pemasaran mandiri. Metode yang digunakan seminar, diskusi dan evaluasi. PKM ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat dan Pelaku UMKM Desa Cipinang kini telah memahami betapa pentingnya teknologi pemasaran digital, mulai memanfaatkan Google Maps dalam mempromosikan produk, dan mulai sadar serta beralih ke pemasaran digital. Terakhir masyarakat dan Pelaku UMKM Desa Cipinang mulai banyak memiliki alamat usaha yang terdaftar di Google Maps.Pesatnya kemajuan teknologi membuat pemasaran terus tumbuh dan berevolusi serta pemasaran mengalami pergeseran dari tradisional menjadi digital. Hal tersebut memaksa dunia UMKM untuk terus mengikuti perkembangan zaman agar mampu bertahan dan berkembang. Indeks Pembangunan Manusia di Desa Cipinang mengalami kenaikan selama 4 tahun kebelakang. Namun, permasalahan yang muncul adalah penggunaan teknologi yang belum maskimal dilakukan oleh pelaku UMKM di Desa Cipinang. Tujuan PKM ini untuk memberikan pemahaman digital marketing kepada masyarakat Desa Cipinang dalam mewujudkan transformasi ekonomi mandiri, dengan memanfaatkan platform google maps sebagai media pemasaran mandiri. Metode yang digunakan seminar, diskusi dan evaluasi. PKM ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat dan Pelaku UMKM Desa Cipinang kini telah memahami betapa pentingnya teknologi pemasaran digital, mulai memanfaatkan Google Maps dalam mempromosikan produk, dan mulai sadar serta beralih ke pemasaran digital. Terakhir masyarakat dan Pelaku UMKM Desa Cipinang mulai banyak memiliki alamat usaha yang terdaftar di Google Maps
Strategi Promosi Jasa Perawatan Kecantikan Salon Shalia Muslimah Purwakarta Pada Masa Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 mengakibatkan semua sektor bisnis mengalami penurunan termasuk sektor jasa perawatan kecantikan. Salon Shalia Muslimah merupakan salah satu jenis usaha jasa perawatan kecantikan khusus muslimah yang terletak di Kabupaten Purwakarta yang menyediakan berbagai jenis perawatan dan produk perawatan. Salon Shalia Muslimah mengalami penurunan omset pada saat pendemi Covid-19, tetapi tidak lama kemudian pertengahan pandemi Covid-19 tepatnya pertengahan 2021 omset Salon Shalia Muslimah mengalami kenaikan omset kembali. Dengan demikian Salon Shalia Muslimah mempunyai strategi khusus dalam mempromosikan jasa perawatan kecantikan walaupun pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi berdasarkan promosi periklanan (Advertising), promosi penjualan (sales promotion), promosi perorangan (personal selling), promosi publisitas (publicity) dan promosi pemasaran langsung (Direct marketing) jasa kecantikan salon Shalia Muslimah Purwakarta pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi promosi jasa perawatan kecantikan Salon Shalia Muslimah Purwakarta Pada Masa Pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut: 1) Strategi promosi berdasarkan promosi periklanan (Advertising) yang dilakukan Salon Shalia Muslimah meliputi baligho, spanduk, logo, katalog, facebook, instagram, dan whatsapp; 2) Promosi penjualan (sales promotion) meliputi promosi keunggulan-keunggulan produk yang dimiliki Salon Shalia Muslimah; 3) Promosi perorangan (personal selling) Salon Shalia Muslimah meliputi penjualan yang dilakukan karyawan dan pelanggan; 4) Promosi publisitas (publicity) Salon Shalia Muslimah meliputi kualitas pelayanan karyawan yang ramah, jujur, dan amanah; 5) Promosi pemasaran langsung (Direct marketing) meliputi layanan komunikasi pelanggan dengan Salon Shalia Muslimah secara online seperti tanya jawab reservasi, konsultasi perawatan, dan informasi promo atau diskon
Analisis Persepsi Mahasiswa pada Fitur dan Layanan Islami di Aplikasi BSI Mobile (Studi Mahasiswa STIES Indonesia Purwakarta)
Persepsi mahasiswa sangat penting terhadap produk perbankan syariah, karena salah satu fungsi mahasiswa sebagai agent of changes, agen perubahan akan salah mentafsirkan atau salah memberikan edukasi kepada masyarakat karena persepsi agennya pun salah. Fitur dan layanan yang baik akan membuat persepsi konsumen khususnya mahasiswa tetap setia menggunakan layanan atau produk tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fitur dan layanan apa saja yang banyak digunakan mahasiswa STIES IP pada aplikasi BSI Mobile, dan untuk mengetahui persepsi mahasiswa STIES IP pada fitur dan layanan islami di aplikasi BSI Mobile. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data primer penelitian ini berupa hasil observasi dan wawancara langsung dengan mahasiswa STIES Indonesia Purwakarta. Teknik analisis data menggunakan mengunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur dan layanan yang banyak digunakan mahasiswa STIES IP pada aplikasi BSI Mobile adalah info rekening, transfer, pembayaran, waktu sholat, pembelian, dan layanan islami. Selanjutnya persepsi mahasiswa STIES IP pada fitur dan layanan islami di aplikasi BSI Mobile dari indikator penerimaan mendapatkan respon bahwa dari segi tampilan menarik, mudah digunakan, transaksi cepat, respon cepat, bisa diakses 24 jam, fitur dan layanan islaminya lengkap, sangat membantu dan memuaskan. Sedangkan indikator evaluasi mendapatkan respon bahwa dari segi fitur dan layanan islami bagus dan inovatif, namun dari segi keamanan perlu ditingkatkan, adanya sistem error, dan terlalu banyak verifikasi saat transaksi
Perwujudan Maqashid syariah Dalam Ekonomi Islam, Lembaga Keuangan Syariah, dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah
Maqashid syariah refers to the goals or purposes underlying Islamic laws, and in an economic context, this concept helps determine economic principles and practices that are in accordance with Islamic teachings. This article outlines the objectives of Maqashid syariah which include the protection of religion, life, intellect, lineage and property. This article also discusses various sharia economic instruments used in mudarabah, musharakah and takaful practices. Apart from that, this article aims to determine the important role of sharia financial institutions in achieving the goals of Maqashid syariah in an economic context. The methodology in this article uses library research or literature study with data sources coming from books, journals and research reports that discuss the realization of maqashid sharia in Islamic economics. The results of this article show that the realization of maqashid sharia in Islamic economics can be seen from the implementation of contracts in sharia financial institutions whose operations are based on Islamic values which aim to achieve shared mashlahah which is also supported by the enactment of law number 21 of 2008 concerning sharia banking. which contains maqashid sharia values. The embodiment of hifdz al-maal (protecting assets) is found in mudharabah and musyarakah contracts and the embodiment of hifdz al-khams (protecting the soul) is found in takaful or sharia insurance.Maqashid syariah merujuk pada tujuan atau maksud yang mendasari hukum-hukum Islam, dan dalam konteks ekonomi, konsep ini membantu menentukan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi yang sesuai dengan ajaran Islam. Artikel ini menguraikan tujuan-tujuan Maqashid syariah yang meliputi perlindungan agama, kehidupan, akal, keturunan, dan harta. Artikel ini juga membahas berbagai instrumen ekonomi syariah yang digunakan dalam praktik mudarabah, musharakah, dan takaful. Selain itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya peran lembaga-lembaga keuangan syariah dalam mencapai tujuan Maqashid syariah dalam konteks ekonomi. Metodologi pada artikel ini menggunakan library research atau studi pustaka dengan sumber data berasal dari buku, jurnal dan laporan penelitian yang membahas terkait dengan perwujudan maqashid syariah dalam ekonomi Islam. Hasil artikel ini menunjukkan bahwasanya perwujudan maqashid syariah dalam ekonomi Islam dapat dilihat dari penerapan akad-akad pada Lembaga keuangan syariah yang operasionalnya dilandasi oleh nilai-nilai islam yang bertujuan untuk mencapai mashlahah bersama juga didukung dengan berlakunya undang-undang nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah yang didalamnya mengandung nilai maqashid syariah. Adapun perwujudan hifdz al-maal (menjaga harta) terdapat pada akad mudharabah dan musyarakah serta perwujudan hifdz al-khams (menjaga jiwa) terdapat pada takaful atau asuransi syariah
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah Menabung Di Bank Syariah
The increasing quantity of sharia banking and the decreasing market share of sharia banking and Indonesia\u27s population of more than 100 million people are a challenge in attracting customers\u27 decisions to use sharia banking products. The aim of this research is to determine the influence of promotional mix, service quality, bank characteristics and physical objects of Islamic banks on customers\u27 decisions to save at Islamic banks. The sample used by BRI Syariah KC Malang Soekarno Hatta bank customers was 75 respondents. The analytical method used is multiple linear regression. The aim is to determine the relationship between independent variables and dividend variables. The findings from this research show that there are three independent variables that have a significant effect on the dependent variable. Namely the promotional mix, bank characteristics and physical objects of Islamic banks. Furthermore, service quality has no significant effect. Based on the four variables used, the coefficient of determination is 68.3% and the remainder is influenced by variables not examined in this research.Bertambahnya jumlah kuantitas perbankan syariah dan menururnnya market share perbankan syariah serta penduduk Indonesia yang mencapai 100 juta orang lebih menjadi satu tantangan dalam menarik keputusan nasabah dalam menggunakan produk perbankan syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bauran promosi, kualitas pelayanan, karakteristik bank dan obyek fisik bank syariah terhadap keputusan nasabah menabung di bank syariah. Sampel yang digunakan nasabah bank BRI Syariah KC Malang Soekarno Hatta sebanyak 75 responden. Metode analisis yang digunakan regresi linier berganda. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara variabel independen terhadap variabel devenden. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Yaitu bauran promosi, karakteristik bank dan objek fisik bank syariah. Selanjutnya kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan dari empat variabel yang digunakan memiliki nilai koefisien determinasi sebesar 68,3% dan sisanya dipengaruhi variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Sharing Session Meningkatkan Keterampilan Berwirausaha Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan Kepada Masyarakat Desa Cibatu Purwakarta
Hasil observasi tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menemukan beberapa fenomena unik. Pertama, minimnya pemanfaatan teknologi, terutama dunia digital dan internet, dalam berwirausaha. Kedua, minimnya pemahaman dan penerapan kecerdasan buatan dalam berwirausaha. Ketiga, fasilitas teknologi di Desa Cibatu belum mendukung pengembangan kecerdasan buatan sebagai sarana berwirausaha. Fenomena keempat persepsi masyarakat yang melihat berwirausaha melalui kecerdasan buatan sebagai suatu hal yang mustahil dan mahal. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berwirausaha melalui integrasi kecerdasan buatan kepada masyarakat Desa Cibatu. Metode PKM ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil PKM ini dapat disimpulkan bahwa pemnafaatan kecerdasan buatan pada UMKM harus segera direalisasikan oleh Aparatur Desa Cibatu guna memajukan UMKM yang ada. Alhamdulillah hasil PKM memberikan dampak positif terlihat dari hasil monitoring pemahaman masyarakat Desa Cibatu tentang tentang kecerdasaan buatan sebesar 87.5%, sedangkan hasil monitoring terhadap kecerdasaan buatan yang bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha sebesar 90%.Hasil observasi tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menemukan beberapa fenomena unik. Pertama, minimnya pemanfaatan teknologi, terutama dunia digital dan internet, dalam berwirausaha. Kedua, minimnya pemahaman dan penerapan kecerdasan buatan dalam berwirausaha. Ketiga, fasilitas teknologi di Desa Cibatu belum mendukung pengembangan kecerdasan buatan sebagai sarana berwirausaha. Fenomena keempat persepsi masyarakat yang melihat berwirausaha melalui kecerdasan buatan sebagai suatu hal yang mustahil dan mahal. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berwirausaha melalui integrasi kecerdasan buatan kepada masyarakat Desa Cibatu. Metode PKM ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil PKM ini dapat disimpulkan bahwa pemnafaatan kecerdasan buatan pada UMKM harus segera direalisasikan oleh Aparatur Desa Cibatu guna memajukan UMKM yang ada. Alhamdulillah hasil PKM memberikan dampak positif terlihat dari hasil monitoring pemahaman masyarakat Desa Cibatu tentang tentang kecerdasaan buatan sebesar 87.5%, sedangkan hasil monitoring terhadap kecerdasaan buatan yang bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha sebesar 90%
Pengaruh Perilaku Konsumen Muslim Terhadap Minat Pembiayaan BPKB Motor di PT Nusa Surya Ciptadana Purwakarta
Sebagian diantaranya memanfaatkan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) sepeda motor untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan dari perusahaan leasing. Hal ini terlihat dari minat konsumen terhadap pembiayaan multiguna di Indonesia lebih besar dibandingkan dengan jenis kegiatan usaha pembiayaan lainnya. Adapun jumlah kontrak di NSC Finance Purwakarta terdapat kenaikan dan penurunan pada setiap tahunnya. Hal ini tidak terlepas dari peran perilaku konsumen. NSC Finance Purwakarta memiliki konsumen konsumen muslim hampir 95% konsumen yang tertarik dengan praktik pembiayaan BPKB Motor di lembaga konvensional. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perilaku Konsumen Muslim Terhadap Minat Pembiayaan BPKB Motor di PT Nusa Surya Ciptadana Purwakarta. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif, populasi penelitian ini adalah konsumen muslim NSC Finance Purwakarta sebanyak 536 konsumen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 90 konsumen. Hasil penelitian ini dihasilkan analisis uji t thitung sebesar 8.971 > ttabel sebesar 1.662 dengan nilai probabilitas sebesar < 0.001, berarti lebih kecil dari 0.05, maka H1 diterima, artinya variabel X (Perilaku Konsumen Muslim) berpengaruh positif terhadap variabel Y (Minat) pembiayaan BPKB Motor di PT Nusa Surya Ciptadana Purwakarta. Selanjutnya hasil analisis uji determinasi (R Square) didapatkan nilai sebesar 0.478 atau 47.8%. Dengan demikian besarnya pengaruh variabel perilaku konsumen muslim (X) terhadap variabel minat (Y) pembiayaan BPKB motor di PT Nusa Surya Ciptadana Purwakarta sebesar 47.8%. Sedangkan sisanya sebesar 52.2% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti karena keterbatasan penelitian ini
Analisis Praktik Sewa Menyewa Peralatan Camping Pada Lentera Outdoor Tegalmunjul Purwakarta Dalam Perspektif Akad Ijarah
Berdasarkan hasil obsevasi dilapangan, pertama mengenai konsumen Lentera Outdoor membatalkan sewa peralatan camping secara mendadak. Fenomena kedua, penyewa menanggung resiko kerusakan sewa peralatan camping. Fenomena ketiga, keterlambatan waktu pengembalian sewa peralatan camping yang dilakukan oleh penyewa. Fenomena keempat, hilanganya peralatan camping yang masih dalam waktu sewa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan praktik sewa menyewa peralatan camping pada Lentera Outdoor Tegalmunjul Purwakarta dan untuk mengetahui pelaksanaan praktik sewa menyewa peralatan camping pada Lentera Outdoor Tegalmunjul Purwakarta dalam perspektif akad ijarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data primer didapatkan dari hasil wawancara dan observasi sebanyak 11 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa praktik sewa menyewa peralatan camping di Lentera Outdoor Tegalmunjul Purwakarta : 1) Menghubungi via WhatsApp/Instagram; 2) Konsumen mengirimkan list booking dan waktu sewa peralatan camping; 3) Saat waktu sewa tiba, konsumen mendapat penjelasan kondisi dan tata cara penggunaan serta diwajibkan mengecek kondisi peralatan camping; 4) Konsumen akan diminta membayar DP 50% sesuai list booking sewa peralatan camping dan menyerahkan KTP/SIM sebagai syarat dan jaminan: 5) Biaya denda keterlambatan pengembalian sewa sesuai list booking sewa peralatan camping: 6) Pelunasan sisa pembayaran ketika waktu sewa berakhir. Selanjutnya, praktik sewa menyewa peralatan camping di Lentera Outdoor Tegalmunjul Purwakarta sudah sesuai dengan akad ijarah, karena sudah memenuhi rukun dan syarat akad. Shighat sudah dinyatakan secara tegas dan jelas sehingga dapat dipahami kedua belah pihak. Para pihak sudah cakap hukum serta pemilik memiliki kemampuan untuk menyerahkan manfaat barang dan konsumen memiliki kemampuan membayar ujrah. Objek sewa merupakan peralatan camping sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan outdoor. Ujrah dibayarkan sesuai kesepakatan di awal serta penyewa mentaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh pihak Lentera Outdoor
Profesi Pengatur Belokan Jalan Dalam Perspektif Ekonomi Syariah (Studi Fenomenologi Di Persimpangan SMPN 2 Purwakarta)
Based on the results of the author\u27s observations, the profession of road turn regulator does not have the legal auspices of the Constitution, in contrast to parking attendants who already have legal auspices under the guidance of the Department of Transportation of each city or region. The second phenomenon is the job security of the road turn regulator profession at the SMPN 2 Purwakarta Road Intersection, Kel. Ciseureuh Purwakarta has not been guaranteed, either health insurance or work accident insurance. The purpose of this study was to determine the profession of road turn regulator at the intersection of SMPN 2 Purwakarta in sharia economic perspective. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach, data collection through observation, interviews with 5 respondents who have met the criteria, documentation studies. The results of the study can be concluded that "Pak Ogah" is a term for those who work as workers who regulate almost every road intersection. The income they get from each driver ranges from Rp. 500,- to Rp. 2,000,- and sometimes there are drivers who deliberately give more. This income if calculated within one hour is at least Rp. 50,000, - up to Rp. 200,000, - depending on the crowd in the center of Purwakarta City. The profession of the road turn regulator at the SMPN 2 Purwakarta road intersection is not yet in accordance with sharia economics, because the road turn regulator at the SMPN 2 Purwakarta road intersection who carries out his duties is only limited to pursuing gifts from 2-wheeled drivers, especially 4-wheeled ones, besides that many are also found that the position and instructions of the road turn regulator are not based on traffic safety and order.Berdasarkan hasil observasi penulis bahwa profesi pengatur belokan jalan tidak ada naungan hukum UUD, berbeda dengan tukang parkir yang sudah punya naungan hukum di bawah binaan Dinas Perhubungan masing-masing kota atau daerah. Fenomena kedua jaminan kerja Profesi pengatur belokan jalan di Persimpangan Jalan SMPN 2 Purwakarta Kel. Ciseureuh Purwakarta belum terjamin, baik jaminan kesehatan maupun jaminan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profesi pengatur belokan jalan di persimpangan SMPN 2 Purwakarta dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data melalui observasi, wawancara kepada 5 responden yang telah memenuhi kriteria, studi dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa “Pak Ogah” merupakan sebutan bagi mereka yang berprofesi sebagai pekerja yang mengatur hampir di setiap persimpangan jalan. Penghasilan yang mereka dapatkan dari setiap pengendara berkisar mulai Rp. 500,- s/d Rp. 2.000,- dan terkadang ada pengendara yang sengaja memberi lebih. Penghasilan tersebut jika dikalkulasikan dalam waktu satu jam minimal Rp. 50.000,- sampai Rp. 200.000,- tergantung keramaian di pusat Kota Purwakarta. Profesi pengatur belokan jalan di persimpangan jalan SMPN 2 Purwakarta belum sesuai dengan ekonomi syariah, karena pengatur belokan jalan di persimpangan jalan SMPN 2 Purwakarta yang menjalankan tugasnya hanya sebatas mengejar pemberian dari para pengemudi roda 2 khususnya roda 4, selain itu banyak ditemukan juga posisi dan instruksi pengatur belokan jalan tidak berlandaskan pada keamanan dan ketertiban lalu lintas