EKSIBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan - E-Journal)
Not a member yet
    250 research outputs found

    Analisis Literasi Halal Bagi Pelaku Usaha di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan

    Full text link
    In Islam, all aspects of life such as worship, culture, politics and economics have been regulated in the Al-Qur\u27an and Hadith. Including consuming food and drinks in Islam, halala is very important to pay attention to. Halal certification is the process of ensuring that products or services comply with Islamic halal standards. In Indonesia, the Food, Drug and Cosmetic Research Institute of the Indonesian Ulema Council (LPPOM MUI) is responsible for halal certification. However, there are still many MSME business actors who have not carried out halal certification for their products, bearing in mind that by October 17 2024, all products circulating in Indonesia must be halal certified. The aim of this research is to determine the understanding and knowledge of MSME business actors in Modung District, Bangkalan Regency. related to halal literacy. The research method used is qualitative with a descriptive analysis approach, which involves interviews with informants as primary and secondary data sources. The results of the discussion show that halal literacy in Modung District, Bangkalan Regency, is still very low. MSME business actors in Modung District, Bangkalan Regency have limited understanding of halal literacy. Factors such as lack of education, lack of information, and low awareness of the importance of halal certification are the causes of low halal literacy among business actors.Dalam islam seluruh aspek kehidupan seperti ibadah, budaya, politik, dan ekonomi telah di atur dalam Al-Qur\u27an dan Hadis. Termasuk dalam mengonsumsi makanan dan minuman dalam islam sangat di perhatikan kehalalanya. Adapun sertifikasi halal merupakan proses memastikan bahwa produk atau layanan sesuai dengan standar kehalalan Islam. Di Indonesia, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bertanggung jawab atas sertifikasi halal. Akan tetapi masih banyak pelaku usaha UMKM yang belum melakukan sertifikasi halal pada produknya, mengingat bahwa pada tanggal 17 Oktober 2022 semua produk yang beredar di Indonesia sudah harus tersertifikasi halal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman dan pengetahuan pelaku Usaha UMKM di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan terkait literasi halal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif, yang melibatkan wawancara dengan narasumber sebagai sumber data utama dan sekunder. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa literasi halal di Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, masih terbilang sangat rendah. Pelaku usaha UMKM di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan memiliki pemahaman terbatas mengenai literasi halal. Faktor-faktor seperti kurangnya edukasi, minimnya informasi, dan rendahnya kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal menjadi penyebab rendahnya literasi halal di kalangan pelaku usaha

    Sosialisasi Digital Marketing Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Jatiluhur Purwakarta

    Full text link
    MSME actors in Jatiluhur Village are currently marketing and promoting their business products still using conventional methods, namely by leaving their products in stalls, word of mouth information in this conventional way is considered not to provide satisfactory results. Changes in behavior from conventional to digital marketing have not been maximally matched by the existence of Micro, Small and Medium Enterprises, even though Micro, Small and Medium Enterprises can be trusted as one of the sectors that can encourage economic growth. The application of internet-based marketing or digital technology is one of the very positive hopes for every Micro, Small and Medium Enterprises actor so that they can compete and develop and become the center of economic power for both families, communities and countries. Micro, Small and Medium Enterprises can apply digital marketing, namely social media as a means of communicating and transacting. It is indeed very difficult at first for those who are new to the digital world, but if you are used to it, it is not too difficult, and it is also cheap and also does not need to have special skills, social media is currently considered capable of directly attracting consumer attention. The purpose of this PKM is to socialize digital marketing to Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the Jatiluhur Purwakarta Village environment. This PKM method uses observation and socialization methods. The results of this PKM went well, this PKM program helped change marketing behavior that was still using conventional methods to change towards digitalization. This marketing digitalization socialization utilizes social media platforms that are easy to access and use so that it can increase the confidence of MSME players in promoting or marketing their selling products.Pelaku UMKM di Desa Jatiluhur saat ini memasarkan dan mempromosikan produk usahanya masih menggunakan cara konvensional, yaitu dengan cara menitipkan produknya ke warung-warung serta informasi dari mulut ke mulut. Dengan cara konvensional ini dipandang belum memberikan hasil yang memuaskan. Perubahan perilaku dari pemasaran cara konvensional ke arah digital belum diimbangi secara maksimal oleh keberadaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah, padahal Usaha Mikro Kecil dan Menengah bisa dipercaya sebagai salah satu sektor yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian. Penerapan pemasaran yang berbasis internet atau teknologi digital menjadi salah satu harapan yang sangat positif bagi setiap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah sehingga dapat bersaing dan berkembang serta menjadi pusat kekuatan ekonomi baik bagi keluarga, masyarakat maupun negara. Usaha Mikro Kecil dan Menengah dapat menerapkan digital marketing yaitu media sosial sebagai sarana dalam berkomunikasi dan bertransaksi. Memang awalnya sangat sulit bagi mereka yang baru mengenal dunia digital, namun jika sudah terbiasa tidak terlalu sulit. Biaya yang murah dan juga tidak perlu memiliki keahlian khusus sehingga media sosial saat ini dianggap mampu untuk secara langsung menarik perhatian konsumen. Tujuan PKM ini untuk mensosialisasikan digital marketing kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di lingkungan Desa Jatiluhur Purwakarta. Metode PKM ini menggunakan metode observasi dan sosialisasi. Hasil PKM ini berjalan dengan lancar, program PKM ini membantu merubah perilaku pemasaran yang tadinya masih menggunakan cara konvensional berubah ke arah digitalisasi. Sosialisasi digitalisasi marketing ini memanfaatkan platform media sosial yang mudah diakses dan digunakan sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri para pelaku UMKM dalam mempromosikan atau memasarkan produk jualannya

    Strategi Pemasaran Syariah Untuk Meningkatkan Pendapatan Usaha Jamur Tiram Kelompok Tani Tunas Karya Desa Sukahaji

    Full text link
    Kegiatan budidaya jamur tiram poktan Tunas Karya belum melakukan langkah-langkah strategi, terutama dalam bidang produksi dan pemasaran, mengalami keterbatasan modal dan dalam proses produksi belum menggunakan teknologi dan tenaga mesin sehingga kapasitas produksi usaha belum bisa meningkat. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pemasaran usaha Jamur Tiram Kelompok Tani Tunas Karya Desa Sukahaji, dan strategi pemasaran syariah untuk meningkatkan pendapatan usaha Jamur Tiram Kelompok Tani Tunas Karya Desa Sukahaji. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran Usaha jamur tiram kelompok tani Tunas Karya mempunyai produk yang unik yaitu berupa Jamur Ngehe (Jamur Crispy) dan D’Supaan; Harga usaha jamur tiram cukup murah; Distribusi usaha jmaur tiram di alokasikan ke pasar tradisonal, mini market, reseller dan ada juga yang melalui online (Shopee dan Instagram); Promosi Usaha jamur tiram melalui media akun Shopee dan Instagram. Selanjutnya pemasaran syariah pada Usaha Jamur Tiram Kelompok Tani Tunas Karya mengikuti prinsip-prinsip sifat Nabi Muhammad SAW yaitu : 1) Cerdas (Fathanah), cerdas dalam memasarkan produk, dan cerdas dalam mempromosikan produk yang tepat, 2) Terpercaya dan kredibel (Amanah), produk yang di olah sangat dapat di percaya karena menggunakan bahan-bahan alami, dan juga amanah dalam memasarkan produknya, 3) Komunikatif (Tabliqh), informasi yang disampaikan jelas dan dapat di pahami oleh konsumen; 4) Jujur dan Benar (Shiddiq), jujur dan terbuka mengenai harga produk yang di pasarkan. Pendapatan produk usaha jamur tiram dari tahun 2019 sampai 2022 mengalami peningkatan yang cukup signifikan

    Pengaruh Religiusitas Dan Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa Terhadap Minat Menjadi Nasabah Di Bank Syariah : (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah UMSU)

    Full text link
    With a high level of religiosity, individuals can understand that saving in an Islamic bank is not only beneficial on an individual level but also contributes to the welfare of the Muslim community. Financial literacy, especially in the context of Shariah finance, significantly influences the tendency to conduct transactions or use products in Islamic banking. However, Shariah financial literacy among students is still considered less important, as they tend to prioritize personal consumption over long-term financial considerations. This study aims to explore the influence of religiosity and Shariah financial literacy on students\u27 willingness to save funds in Islamic banks, providing detailed insights into the aspects affecting financial decision-making among students. The study employs a quantitative approach with a population of 190 students and uses 66 samples selected through random sampling. The study\u27s findings indicate that religiosity partially and significantly affects customer interest, as evidenced by the religiosity t-value being greater than the t-table value (3.388 > 1.996). Similarly, Shariah financial literacy significantly impacts customer interest, with its t-value also exceeding the t-table value (8.386 > 1.996). The F-value is greater than the F-table value (109.894 > 2.76), with a significance level of 0.001, which is lower than 0.05, indicating that both religiosity and Shariah financial literacy together significantly impact customer interest, accounting for 77.7% of the influence, while the remaining 22.3% is influenced by other factors. These findings contribute to a better understanding of how religiosity and Shariah financial literacy influence students\u27 interest in becoming customers of Islamic banks.Dengan mempunyai tingkat religiusitas yang tinggi, seseorang dapat memahami bahwa menabung di bank syariah tidak hanya bermanfaat secara individual, tetapi juga dapat memberikan kontribusi pada kesejahteraan umat Islam. Literasi keuangan, terutama dalam konteks keuangan syariah, secara signifikan memengaruhi kecenderungan untuk melakukan transaksi atau menggunakan produk di perbankan Islam. Namun, literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa masih kurang dianggap penting, mahasiswa lebih memprioritaskan konsumsi pribadi daripada pertimbangan keuangan jangka panjang. Studi ini dirancang untuk mengeksplorasi pengaruh religiusitas dan literasi keuangan syariah pada keinginan menyimpan dana mahasiswa pada perbankan syariah, dengan harapan dapat memberikan pengetahuan lebih terperinci tentang aspek-aspek yang memengaruhi pengambilan keputusan keuangan di kalangan mahasiswa. Studi tersebut mengaplikasikan metode pendekatan kuantitatif dengan populasi 190 mahasiswa, serta memakai 66 sampel dengan mengaplikasikan sampling acak. Berdasarkan hasil studi, dapat ditarik kesimpulan bahwa religiusitas secara parsial berdampak secara signifikan terhadap minat nasabah dilihat dari angka thitung religiusitas lebih besar dari ttabel (3.388 > 1.996), begitu pula literasi keuangan syariah dilihat dari angka thitung literasi keuangan syariah lebih besar dari ttabel (8.386 > 1.996), dan dilihat dari angka Fhitung lebih besar dari angka Ftabel (109.894 > 2.76), dengan tingkat signifikansi 0,001 disebabkan nilai signifikansi ini lebih rendah daripada 0.05 maka secara bersamaan baik religiusitas maupun literasi keuangan syariah berdampak secara signifikan terhadap minat nasabah dipengaruhi sebesar 77,7% sedangkan sisanya 22,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang faktor-faktor religiusitas dan literasi keuangan syariah yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk menjadi nasabah di bank syariah

    Sosialisasi Advertising Dan Pemasaran Digital UMKM Pengrajin Pot Bunga Di Desa Mekargalih Jatiluhur Purwakarta

    Full text link
    Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have an important role in the economic and industrial growth of a country. Especially with the current technological advances, it is easy for MSME players to introduce and sell their products widely. Digital marketing is one of the main keys to being able to carry out online transaction activities, both using social media and marketplaces. Due to the lack of knowledge about digital marketing and advertising, it is difficult for business actors to develop and compete. In community service activities carried out in Mekargalih Village, it aims to enable MSME players to expand product sales and encourage the economic growth rate of flower pot industry players so as not to lose market share. The community service activities that have been carried out can be concluded that the process of socializing advertising and digital marketing has a positive impact on the business development of flower pot craftsmen. Starting from increasing the knowledge of business actors about the use of internet technology as an online marketing medium, increasing the ability and skills of business actors in building and running online marketing and until flower pot craftsmen are able to expand the product sales network nationally and even internationally. The program to support community service activities also has a positive impact on the community, because the community feels helped and provides awareness of the importance of maintaining cleanliness, especially maintaining the cleanliness of places of worship such as prayer rooms, jami\u27mosques and mejlis ta\u27lim. In addition, the community also feels helped by the Al-Quran waqf program, because the existence of a new and readable Al-Quran can increase interest in continuing to read the Al-Quran.Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mempunyai peranan yang penting dalam pertumbuhan ekonomi dan industri suatu negara. Terutama dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini membuat pelaku UMKM dengan mudah untuk memperkenalkan dan menjual produknya secara luas. Digital marketing merupakan salah satu kunci utama untuk bisa menjalankan kegiatan transaksi secara online, baik menggunakan media sosial maupun marketplace. Karena minimnya pengetahuan mengenai digital marketing dan advertising membuat pelaku usaha sulit untuk berkembang dan bersaing. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Mekargalih bertujuan agar pelaku UMKM mampu memperluas penjualan produk dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi pelaku industri pot bunga agar tidak kehilangan pangsa pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa proses sosialisasi advertising dan pemasaran digital memberikan dampak positif terhadap perkembangan bisnis pengrajin pot bunga. Mulai dari bertambah pengetahuan pelaku usaha tentang pemanfaatan teknologi internet sebagai media pemasaran online, meningkatnya kemampuan dan keterampilan pelaku usaha dalam membangun serta menjalankan pemasaran online dan sampai pengrajin pot bunga mampu memperluas jaringan penjualan produk secara nasional bahkan international. Program penunjang kegiatan pengabdian kepada masyarakat pun memberikan dampak positif terhadap masyarakat, karena masyarakat merasa terbantu dan memberikan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan apalagi menjaga kebersihan tempat ibadah seperti mushola, mesjid jami’dan mejlis ta’lim. Selain itu mayarakat pun mearasa terbantu dengan adanya program wakaf Al-Quran, karena dengan adanya Al-Quran yang baru dan layak baca mampu meningkatkan minat untuk terus membaca Al-Quran

    Meningkatkan Minat Berwirausaha Sosial melalui Seminar Kewirausahaan di Desa Jatiluhur

    No full text
    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat berwirausaha masyarakat desa Jatiluhur agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usahanya juga menumbuhkan rasa percaya diri dan berpikir positif dalam membangun usahanya. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara garis besar yaitu dengan menggunakan sosialisasi tentang kewirausahaan dengan menggunakan Teknik presentasi dan tanya jawab atau diskusi. Tahap pertama yaitu melakukan persiapan dengan cara survey kondisi masyarakat di desa jatiluhur, menentukan lokasi kegiatan dan sasaran penyusunan materi yang akan disampaikan. Tahap selanjutnya yaitu pelaksanaan sosialisasi dengan mengenai materi kewirausahaan. Hasil kegiatan ini sangat baik bisa dilihat dari antusias para peserta dalam mengikuti kegiata

    Analisis Literasi Tentang Konsep Wisata Halal (Studi Kasus Pengelola di Objek Wisata Situ Gede Tasikmalaya)

    Full text link
    Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, maka kapasitas Indonesia sebagai konsumen muslim dan produsen muslim bisa dikatakan cukup besar. Banyaknya konsumen muslim di Indonesia menjadi salah satu sektor yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah sektor pariwisata yang saat ini sudah muncul istilah baru dalam industri halal yaitu wisata halal. Saat ini wisata halal mulai menjadi tren dan banyak diminati masyarakat seiring dengan peningkatan pertumbuhan industri halal. Peningkatan tersebut seiring dengan meningkatnya wisatawan muslim dari tahun ke tahun. Namun, apakah konsep wisata halal sudah diterapkan khususnya oleh pengelola objek wisata?. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat literasi terkait konsep wisata halal pada pengelola objek Wisata Alam Situ Gede Kabupaten Tasikmalaya dan penerapan konsep wisata halalnya. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Objek Wisata Situ Gede yang terdapat di Tasikmalaya belum sepenuhnya menerapkan konsep wisata halal. Hal ini disebabkan karena masih rendahnya literasi tentang wisata halal khususnya bagi pengelola wisatanya. Adapun hal-hal yang belum sesuai dengan konsep wisata halal yaitu makanan yang sudah tersertifikasi halal. Pengelola objek wisata memiliki persepsi bahwa makanan yang sudah tersertifikasi halal tidak terlalu penting bagi pedagang yang berada di wilayah Situ Gede karena jarang pengunjung yang menanyakan tentang kepemilikan sertifikasi halal makanan yang dijual

    Pengaruh Halal Awareness dan Halal certification Terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa Fakultas Keislaman UTM Pada Produk Mixue

    Full text link
    Perkembangan ekonomi syariah sejalan dengan peningkatan permintaan terhadap produk halal diseluruh dunia. Dari 277,43 juta penduduk Indonesia, 240,62 juta adalah muslim. Sangat penting bagi pelangan muslim untuk memiliki sertifikasi halal pada produk makanan dan minuman, mixue mengalami permasalahan setelah munculnya isu bahwasanya mixue tidak memiliki sertifikasi halal. Dengan adanya hal tersebut menimbulkan keraguan dikalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis halal awareness dan halal certification terhadap keputusan pembelian mahasiswa fakultas keislaman UTM produk mixue secara simultan dan parsial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada populasi mahasiswa fakultas keislaman UTM, metode pengumpulan data menggunakan kuisoner skala likert dan pengambilan sampel menggunakan sample acak berstrata (stratifed random sampling). Data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS 21. Diperoleh hasil penelitian dengan menganalisis data uji t yang telah dilaksanakan dan diketahui, membuktikan bahwa hasil nilai Ttabel (1,523 > 1,97838) dan angka signifikansinya (0,000 < 0,05) menunjukan bahwa kesadaran halal berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan nilai Ttabel (3,623 > 1,97838) dan nilai signifikansi (0,000 < 0,05) menunjukan bahwa sertifikasi halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk mixue. Selainitu, nilai Fhitung > F tabel sebesar (23,475 > 3,07), dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yakni (0,000 < 0,05). Dengan ini bahwa mengidentifikasikan bahwa dengan mengintregasi kedua variabel diantarannya halal awareness dan halal certification terhadap keputusan pembelian produk mixue meningkat atau berpengaruh positif. Dengan demikian pentingnya kesadaran halal dan memperhatikan halal certification yang didapat melalui proses dari MUI membuat konsumen semakin percaya terhadap kehalalan produk mixue.Perkembangan ekonomi syariah sejalan dengan peningkatan permintaan terhadap produk halal diseluruh dunia. Dari 277,43 juta penduduk Indonesia, 240,62 juta adalah muslim. Sangat penting bagi pelangan muslim untuk memiliki sertifikasi halal pada produk makanan dan minuman, mixue mengalami permasalahan setelah munculnya isu bahwasanya mixue tidak memiliki sertifikasi halal. Dengan adanya hal tersebut menimbulkan keraguan dikalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis halal awareness dan halal certification terhadap keputusan pembelian mahasiswa fakultas keislaman UTM produk mixue secara simultan dan parsial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada populasi mahasiswa fakultas keislaman UTM, metode pengumpulan data menggunakan kuisoner skala likert dan pengambilan sampel menggunakan sample acak berstrata (stratifed random sampling). Data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS 21. Diperoleh hasil penelitian dengan menganalisis data uji t yang telah dilaksanakan dan diketahui, membuktikan bahwa hasil nilai Ttabel (1,523 > 1,97838) dan angka signifikansinya (0,000 < 0,05) menunjukan bahwa kesadaran halal berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan nilai Ttabel (3,623 > 1,97838) dan nilai signifikansi (0,000 < 0,05) menunjukan bahwa sertifikasi halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk mixue. Selainitu, nilai Fhitung > F tabel sebesar (23,475 > 3,07), dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yakni (0,000 < 0,05). Dengan ini bahwa mengidentifikasikan bahwa dengan mengintregasi kedua variabel diantarannya halal awareness dan halal certification terhadap keputusan pembelian produk mixue meningkat atau berpengaruh positif. Dengan demikian pentingnya kesadaran halal dan memperhatikan halal certification yang didapat melalui proses dari MUI membuat konsumen semakin percaya terhadap kehalalan produk mixue

    Analisis Dampak Lembaga Keuangan Mikro Syariah Terhadap Pencapaian SDGs : Studi Kasus BMT IMADA Kuningan

    Full text link
    BMT memiliki peran penting dalam meningkatkan perekenomian. Selain itu, BMT juga diharapkan mendukung program SDGs. Maka dari itu diperlukan identifikasi strategi efektif yang dapat memperkuat kontribusi BMT dalam mendukung tujuan pada SDGs dan mengatasi tantangan operasional yang dihadapi dalam melayani kelompok berpenghasilan rendah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami peran dan evaluasi operasional Lembaga Keuangan Mikro Syariah dari BMT IMADA dalam mencapai SDGs serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional BMT IMADA. Penelitian masih terbatas lingkup poin SDGs yang di maksud dalam lingkup ini hanya mencakup SDGs (1), SDGs (8) dan SDGs (10). Penelitian ini menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) untuk Mengolah data kualitatif dan kuantitatif. Temuan studi ini menunjukkan bahwa penilaian lembaga keuangan mikro syariah belum berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian SDGs di lingkungan sekitar. Masalah utama yang dihadapi LKMS BMT IMADA adalah skala mikro, yang ditunjukkan oleh rendahnya modal yang dimiliki LKMS, dengan prioritas nilai sebesar 0.25123. Sementara itu, masalah terkait prinsip syariah, di mana anggota kurang memahami konsep syariah, menempati prioritas terakhir dengan nilai 0.15202. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah fokus pada penguatan internal BMT melalui peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan anggota dan optimalisasi pengelolaan modal. Digitalisasi juga dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas distribusi dana, serta memperkuat komunikasi dan sosialisasi kepada anggota dan masyarakat.BMT memiliki peran penting dalam meningkatkan perekenomian. Selain itu, BMT juga diharapkan mendukung program SDGs. Maka dari itu diperlukan identifikasi strategi efektif yang dapat memperkuat kontribusi BMT dalam mendukung tujuan pada SDGs dan mengatasi tantangan operasional yang dihadapi dalam melayani kelompok berpenghasilan rendah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami peran dan evaluasi operasional Lembaga Keuangan Mikro Syariah dari BMT IMADA dalam mencapai SDGs serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional BMT IMADA. Penelitian masih terbatas lingkup poin SDGs yang di maksud dalam lingkup ini hanya mencakup SDGs (1), SDGs (8) dan SDGs (10). Penelitian ini menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) untuk Mengolah data kualitatif dan kuantitatif. Temuan studi ini menunjukkan bahwa penilaian lembaga keuangan mikro syariah belum berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian SDGs di lingkungan sekitar. Masalah utama yang dihadapi LKMS BMT IMADA adalah skala mikro, yang ditunjukkan oleh rendahnya modal yang dimiliki LKMS, dengan prioritas nilai sebesar 0.25123. Sementara itu, masalah terkait prinsip syariah, di mana anggota kurang memahami konsep syariah, menempati prioritas terakhir dengan nilai 0.15202. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah fokus pada penguatan internal BMT melalui peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan anggota dan optimalisasi pengelolaan modal. Digitalisasi juga dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas distribusi dana, serta memperkuat komunikasi dan sosialisasi kepada anggota dan masyarakat

    Peran Ekonomi Digital dalam Pembangunan Ekonomi di Indonesia

    Full text link
    The digital economy is an economy that uses digital technology as a key in the production, distribution and consumption of goods and services. This research aims to analyze and prove the influence of internet users, the number of e-commerce businesses, and the value of e-commerce transactions on per capita income in Indonesia. The methodology used is a quantitative approach with an associative type of research. The data collection technique in this research uses documentation techniques. This research uses a quantitative approach with an associative type of research. The data collection technique in this research uses documentation techniques. This technique searches for data, namely secondary data, through the official website of the Central Statistics Agency. The data analysis method in this research is to use multiple linear regression tests to evaluate the relationship between two or more independent variables and one dependent variable. The results of this research show that partially internet users have a significantly positive effect on per capita income in Indonesia. The number of e-commerce businesses has no and insignificant effect on per capita income in Indonesia. The value of e-commerce transactions has a significantly positive effect on per capita income in Indonesia. Meanwhile, together internet users, the number of e-commerce businesses, and the value of e-commerce transactions have a significant positive effect on per capita income in Indonesia. Internet users, the number of e-commerce businesses, and the value of e-commerce transactions influence per capita income in Indonesia by 95.1% and 4.9% is influenced by other variables not examined in this research.Ekonomi digital merupakan ekonomi yang menggunakan teknologi digital sebagai kunci dalam proses produksi, distribusi, serta konsumsi dari barang dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi digital dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Dimana teknik ini mencari sebuah data yaitu data sekunder melalui website resmi Badan Pusat Statistik. Metode analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji regresi linier berganda karena untuk mengevaluasi hubungan antara dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial pengguna internet berpengaruh secara signifikan positif terhadap pendapatan perkapita di Indonesia. Jumlah usaha e-commerce tidak berpengaruh dan tidak signifkan terhadap pendapatan perkapita di Indonesia. Nilai transaksi e-commerce berpengaruh secara signifikan positif terhadap pendapatan perkapita di Indonesia. Sementara itu, secara bersama-sama pengguna internet, jumlah usaha e-commerce, dan nilai transaksi e-commerce berpengaruh signifikan positif terhadap pendapatan perkapita di Indonesia. Pengguna internet, jumlah usaha e-commerce, dan nilai transaksi e-commerce memengaruhi pendapatan perkapita di Indonesia sebesar 95,1% dan 4,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    227

    full texts

    250

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    EKSIBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan - E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇