EKSIBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan - E-Journal)
Not a member yet
250 research outputs found
Sort by
Strategi Pemasaran Islami Pada UMKM Toko Kue Borondong Sawargi Bojong Purwakarta
Borondong Sawargi merupakan UMKM Purwakarta yang telah menjangkau pasar oleh-oleh di Wanayasa dan Bojong. Meski hanya menawarkan satu varian rasa, penjualannya cukup tinggi. Harga produk lebih murah dibanding kompetitor, walau lokasi produksi kurang strategis. Distribusi tetap berjalan berkat kolaborasi dengan toko oleh-oleh. Promosi masih sederhana, mengandalkan spanduk dan komunikasi lisan. Fenomena ini menarik untuk diteliti guna memahami strategi bertahan dan tumbuh di tengah keterbatasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemasaran Toko Kue Borondong Sawargi Bojong Purwakarta, dan untuk mengetahui strategi pemasaran Islami Toko Kue Borondong Sawargi Bojong Purwakarta. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data primer yang didapatkan dari hasil observasi dan wawancara dengan pemilik dan konsumen Toko Kue Borondong Sawargi sebanyak 20 informan. Kesimpulan penelitian ini Strategi pemasaran UMKM Toko Kue Borondong Sawargi Bojong Purwakarta menunjukkan korelasi antara pendekatan 4P (produk, harga, lokasi, promosi) dan nilai-nilai pemasaran Islami (Siddiq, Amanah, Fathanah, Tabligh). Kualitas produk dijaga dengan baik, dan harga ditentukan berdasarkan bahan baku. Lokasi produksi tidak strategis, namun distribusi tetap berjalan melalui mitra toko oleh-oleh. Promosi masih terbatas pada spanduk dan komunikasi lisan, belum memanfaatkan media digital. Secara keseluruhan, penerapan nilai-nilai pemasaran Islami belum maksimal, terlihat dari kurangnya transparansi informasi produk, minimnya inovasi, dan terbatasnya akses konsumen terhadap negosiasi dan variasi produk
Analisis Perbandingan Keputusan Masyarakat Menggunakan Bank Konvensional dengan Bank Syariah
Individual decisions in choosing a financial institution are a crucial aspect influenced by the environment and quality of service. This study stems from the phenomenon of low public understanding of Islamic banking in Sukamerang Village, the dominance of conventional banks, and limited access to Islamic banking services. Observations show that most people, including members of the Majlis Taklim study group, are not clearly aware of, or even completely unaware of, Islamic banking services. Based on these findings, this study aims to identify the banking products used by the community and compare the community\u27s decisions in choosing between conventional and Islamic banks in Kersamanah Subdistrict, Garut Regency. These findings are expected to contribute to improving Islamic financial literacy and more inclusive policy-making. The method used in this study is a qualitative approach, specifically a descriptive research type. The primary data sources were obtained from interviews and observations with the village head and residents of Sukamerang Village, involving 30 informants. Based on the research findings, it can be concluded that the residents of Sukamerang Village utilize both conventional and Islamic banking services, with a stronger preference for conventional banks. This is due to factors such as ease of access, proximity, and long-standing usage habits. However, Islamic banks are beginning to be chosen for certain aspects, such as opening accounts for children, ease of applying for business capital, and work-related reasons. The most commonly used services include savings, KUR products, and transaction services such as transfers, cash deposits and withdrawals, e-commerce top-ups, and electricity token purchases. Preference for conventional banks is also evident in terms of the number and frequency of transactions, as well as the use of digital payment methods such as SMS and mobile banking. These findings highlight the need to improve literacy and access to Islamic banking services to make them a more competitive alternative among the public.Keputusan individu dalam memilih lembaga keuangan menjadi aspek krusial yang dipengaruhi oleh lingkungan dan kualitas pelayanan. Penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya pemahaman masyarakat Desa Sukamerang terhadap Bank Syariah, dominasi penggunaan Bank Konvensional, serta keterbatasan akses terhadap layanan Bank Syariah. Observasi menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat, termasuk jamaah kajian Majlis Taklim, belum mengetahui secara jelas bahkan sama sekali tidak mengetahui layanan perbankan syariah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk perbankan yang digunakan oleh masyarakat serta membandingkan keputusan masyarakat dalam memilih antara Bank Konvensional dan Bank Syariah di Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan syariah dan pengambilan kebijakan yang lebih inklusif. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif, penelitian ini menggunakan sumber data primer didapatkan dari hasil wawancara dan observasi dengan Kepala Desa dan masyarakat Desa Sukamerang sebanyak 30 informan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Desa Sukamerang memanfaatkan layanan perbankan baik konvensional maupun syariah dengan kecenderungan lebih dominan pada Bank Konvensional. Hal ini disebabkan oleh faktor kemudahan akses, jarak yang dekat, serta kebiasaan penggunaan yang telah berlangsung sejak lama. Meskipun demikian, Bank Syariah mulai menjadi pilihan dalam aspek tertentu, seperti pembukaan rekening untuk anak, kemudahan pengajuan modal usaha, dan alasan pekerjaan. Layanan yang paling banyak digunakan mencakup tabungan, produk KUR (kredit Usaha Rakyat), serta layanan transaksi seperti transfer, setor dan tarik tunai, top up e-commerce, dan pembelian token listrik. Preferensi terhadap Bank Konvensional juga tampak kuat dalam hal jumlah dan frekuensi transaksi serta penggunaan metode pembayaran digital seperti SMS dan mobile banking. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan literasi dan akses terhadap layanan Bank Syariah agar dapat menjadi alternatif yang lebih kompetitif di tengah masyarakat
Pemanfaatan Ecobrick sebagai Bahan Bangunan Alternatif dalam Program Pengabdian Masyarakat di Desa Kadumekar
The objective of this PKM is to utilize ecobricks as an alternative building material in the community service program in Kadumekar Village, in order to reduce the amount of plastic waste polluting the environment and provide solutions for village infrastructure development. The PKM method employs observation, socialization, mentoring, monitoring, and evaluation. The conclusion of this PKM is that the level of understanding of respondents or PKM partners before the workshop was conducted had a minimum score of 0/100 and a maximum score of 60/100, but after the workshop was conducted, the minimum score was 60/100, and the maximum score was 100/100. When averaged, the level of understanding of PKM partners changed from an average score of 28.5 (category: very poor understanding) to a drastic increase of 79 points (category: understanding). This achievement, according to the PKM team, is quite significant. The reason it did not reach 100% or 100 points is because the PKM partners wanted to quickly make ecobrick bottles without waiting for the process of inserting plastic waste into the bottles. This is one of the reasons why making ecobrick bottles takes a long time before they can be used. Additionally, this PKM has had a positive impact on the community by helping them understand the concept of Ecobrick, its usage, ensuring the quality of Ecobrick, inserting plastic waste into Ecobrick bottles, the advantages of recycled Ecobrick materials over conventional building materials, applying Ecobrick in daily activities, the benefits of ecobricks, creativity in ecobrick design, the advantages and disadvantages of ecobricks, environmental education benefits through ecobricks, and ecobrick production techniques and tools.Berdasarkan hasil observasi tim PKM menemukan beberapa fenomena unik terkait Pemanfaatan Ecobrick sebagai Bahan Bangunan Alternatif, salah satunya masyarakat Desa Kadumekar belum bisa membedakan sampah organik dan anorganik, sampah plastik masih jarang mendapatkan perhatian dalam pengelolaan, masyarakat belum tahu tata cara pengelolaan limbah botol plastic, masyarakat jarang mengetahui pemanfaatan sampah plastik bisa bernilai ekonomi, masyarakat kesulitan dalam memasarkan produk yang dihasilkan. Tujuan PKM ini untuk pemanfaatan ecobrick sebagai bahan bangunan alternatif dalam program pengabdian kepada masyarakat di Desa Kadumekar, supaya dapat mengurangi jumlah limbah plastik yang mencemari lingkungan dan memberikan solusi bagi pembangunan infrastruktur desa. Metode PKM ini menggunakan observasi, sosialisasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Kesimpulan PKM ini bahwa tingkat pemahaman responden atau mitra PKM sebelum dilaksanakan kegiatan workshop mendapatkan nilai minimal 0/100 dan paling tinggi mendapatkan nilai 60/100, namun setelah dilaksanakan kegiatan workshop mendapatkan nilai minimal 60/100, dan nilai maksimal 100/100. Jika dirata-ratakan tingkat pemahaman mitra PKM mengalami perubahan dari nilai rata-rata 28,5 kategori sangat tidak memahami, berubah drastis menjadi 79 poin dengan kategori memahami. Pencapaian ini menurut tim PKM merupakan pencapaian yang lumayan siginifikan, alasan tidak mencapai 100% atau 100 poin, karena kondisi mitra PKM yang menginginkan cepat jadi botol ecobrick, tanpa menunggu proses pemasukan sampah plastic kedalam botol. Hal ini yang menjadi salah sebab pembuatan botol ecobrick butuh waktu lama untuk sampai bisa digunakan. Selain itu, PKM ini memberikan dampak positif bagi masyarakat berupa sudah memahami pengertian Ecobrick, penggunaan Ecobrick, memastikan kualitas Ecobrick yang baik, memasukan sampah plastik kedalam botol plastik ecobrick, keunggulan bahan daur ecobrick ulang dibandingkan bahan bangunan konvensional, mengapliaksikan ecobrick dalam kegiatan sehari-hari, manfaat ecobrick, kreatifitas dalam desain ecobrick, keunggulan dan kekurangan ecobrick, manfaat pendidikan lingkungan melalui Ecobrick, dan teknik dan alat pembuatan Ecobrick
Pelatihan Pengolahan Rambutan Menjadi Produk Usaha di Desa Ciparungsari Kecamatan Cibatu Purwakarta
Desa Ciparungsari Kecamatan Cibatu Purwakarta sebagai salah satu daerah yang memiliki komoditi unggulan salah satunya buah rambutan. Besarnya potensial lokal tersebut tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Saat ini hasil buah rambutan umumnya dikonsumsi langsung atau dijual dengan cara diborongkan. Melimpahnya rambutan dan keterbatasan konsumsi langsung masyarakat menimbulkan nilai harga buah rambutan tergolong rendah. Selain itu tidak sedikit ditemukan banyak buah yang terbuang tanpa dimanfatkan bahkan membusuk dipohonnya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk menyelenggarakan pelatihan pengolahan rambutan menjadi produk usaha di Desa Ciparungsari, Cibatu, Purwakarta. PKM ini menggunakan metode Seminar edukatif dan pelatihan. Hasil PKM ini dapat disimpulkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pengolahan rambutan menjadi produk usaha dapat memberikan ide ataupun inovasi kepada masyarakat untuk mengembangkan suatu produk yang dapat meningkatkan nilai jual dari buah rambutan. Selain itu dengan adanya PKM ini masyarakat sudah mengetahui aneka pengolahan buah rambutan yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang lebih mahal, dan masyarakat sudah mengetahui pentingnya logo kemasan prodduk untuk menarik konsumen, sehingga bisa menghasilkan banyak penjualan dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa CiparungsariDesa Ciparungsari Kecamatan Cibatu Purwakarta sebagai salah satu daerah yang memiliki komoditi unggulan salah satunya buah rambutan. Besarnya potensial lokal tersebut tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Saat ini hasil buah rambutan umumnya dikonsumsi langsung atau dijual dengan cara diborongkan. Melimpahnya rambutan dan keterbatasan konsumsi langsung masyarakat menimbulkan nilai harga buah rambutan tergolong rendah. Selain itu tidak sedikit ditemukan banyak buah yang terbuang tanpa dimanfatkan bahkan membusuk dipohonnya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk menyelenggarakan pelatihan pengolahan rambutan menjadi produk usaha di Desa Ciparungsari, Cibatu, Purwakarta. PKM ini menggunakan metode Seminar edukatif dan pelatihan. Hasil PKM ini dapat disimpulkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pengolahan rambutan menjadi produk usaha dapat memberikan ide ataupun inovasi kepada masyarakat untuk mengembangkan suatu produk yang dapat meningkatkan nilai jual dari buah rambutan. Selain itu dengan adanya PKM ini masyarakat sudah mengetahui aneka pengolahan buah rambutan yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang lebih mahal, dan masyarakat sudah mengetahui pentingnya logo kemasan prodduk untuk menarik konsumen, sehingga bisa menghasilkan banyak penjualan dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Ciparungsar
Analisis Membership Fitness Galaxy Sadang Purwakarta Dalam Perspektif Akad Ijarah
Sewa menyewa alat fitness menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup sehat. Dalam konteks agama Islam, praktik sewa ini termasuk dalam akad ijarah. Salah satunya contoh penerapan ini dapat dilihat pada layanan penyewaan alat fitness yang ditawarkan oleh Fitness Galaxy Sadang Purwakarta. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, peneliti menemukan beberapa fenomena menarik untuk diteliti atau dikaji secara mendalam, salah satunya tidak ada peraturan tertulis terkait kerusakan alat fitness, kerusakan alat fitness sebelum penggunaan, sering terjadi pengunjung yang tidak mengembalikan alat fitness ke tempat semula, terbatasnya instruktur dalam mengarahkan pengunjung pemula, dan kebersihan dilokasi fitness masih kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menjadi membership fitness di Fitness Galaxy Sadang Purwakarta dan dalam perspektif akad ijarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan jumlah pengunjung sebanyak 9 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik membership di Fitness Galaxy Sadang Purwakarta memiliki dampak penting terhadap operasional gym dan kepatuhan terhadap akad ijarah. Dari segi operasional, penelitian ini menyoroti perlunya transparansi dalam pengelolaan fasilitas serta peningkatan aturan terkait usia pengunjung untuk menghindari risiko kesehatan dan keselamatan. Selain itu, permasalahan alat fitness yang rusak tanpa keterangan dapat berpengaruh terhadap pengalaman pengguna dan kondisi peralatan. Dari perspektif akad ijarah, penelitian ini mengungkap bahwa belum semua aspek akad terpenuhi, khususnya dalam hal kelayakan usia pengunjung dan sistem pembayaran yang masih memungkinkan adanya tunggakan. Temuan ini dapat menjadi dasar perbaikan bagi pengelola dalam meningkatkan sistem membership yang lebih sesuai dengan prinsip akad ijarah dan meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan
Pengelolaan Dana Desa Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Menurut Perspektif Manajemen Keuangan Syariah: Studi Kasus Desa Jati Sari Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat
Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan Masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistem Pengelolaan Dana Desa Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Menurut Perspektif Manajemen Keuangan Syariah (Studi Kasus Desa Jati Sari Kec. Padang Tualang Kab. Langkat). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model field research adalah metode pengumpulan data langsung dari lingkungan alam atau setting kehidupan nyata, di mana peneliti berinteraksi langsung dengan subjek atau objek yang sedang diteliti. Hasil dalam penelitian ini menunjukan jika system pengelolaan dana desa di desa Jatisari menggunakan system padat karya. Sementara Pembangunan ekonomi Masyarakat belum bisa dikatakan meningkat justru kebalikannya Masyarakat banyak memiliki hutang meskipun telah diberi Solusi BUMDES. Sedangkan dalam perspektif manajemen keuangan syariah telah mengimpelemntasikannya dengan baik sesuai syariah Islam dengan keadilan, transparansi dan akuntabilitas, dan Efesiensi penggunaan dana dalam transaksi keuangan.Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan Masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistem Pengelolaan Dana Desa Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Menurut Perspektif Manajemen Keuangan Syariah (Studi Kasus Desa Jati Sari Kec. Padang Tualang Kab. Langkat). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model field research adalah metode pengumpulan data langsung dari lingkungan alam atau setting kehidupan nyata, di mana peneliti berinteraksi langsung dengan subjek atau objek yang sedang diteliti. Hasil dalam penelitian ini menunjukan jika system pengelolaan dana desa di desa Jatisari menggunakan system padat karya. Sementara Pembangunan ekonomi Masyarakat belum bisa dikatakan meningkat justru kebalikannya Masyarakat banyak memiliki hutang meskipun telah diberi Solusi BUMDES. Sedangkan dalam perspektif manajemen keuangan syariah telah mengimpelemntasikannya dengan baik sesuai syariah Islam dengan keadilan, transparansi dan akuntabilitas, dan Efesiensi penggunaan dana dalam transaksi keuangan
Analisis Pemasaran Melalui Media Sosial Untuk Meningkatkan Penjualan Pada Pedagang Muslim Pasar Bojong Purwakarta
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola perdagangan global, namun sebagian besar pedagang di Pasar Bojong Purwakarta, belum memanfaatkannya secara optimal. Sehingga promosi produk kurang menarik dan peluang pasar terlewat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pemasaran melalui media sosial pada pedagang muslim, dan menganalisis tingkat penjualan melalui media sosial pada pedagang muslim Pasar Bojong Purwakarta. Penelitian menggunakan kualitatif bersifat deskriptif, dengan jenis penelitian studi lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia (20 tahun ke atas), latar agama Islam, penggunaan media sosial (Instagram, Facebook, WhatsApp, TikTok) untuk pemasaran, dan pengalaman berdagang minimal 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemasaran melalui media sosial pada pedagang Muslim Pasar Bojong Purwakarta masih bersifat dasar dan belum optimal. a) Product: Sebagian besar pedagang muslim Pasar Bojong mengunggah foto/video tanpa deskripsi yang memadai. b) Price: Terdapat perbedaan harga antara penjualan online dan langsung, dengan harga online cenderung lebih mahal karena biaya pengiriman. c) Place: Pembelian di media sosial dominan melalui Cash On Delivery (COD). d) Promotion: Mayoritas pedagang menggunakan WhatsApp sebagai media utama untuk promosi. 2) Tingkat penjualan pedagang Muslim Pasar Bojong Purwakarta melalui media sosial menunjukkan kecenderungan peningkatan secara bertahap, didorong oleh: a) Biaya yang terbatas menghambat promosi berbayar, sehingga pedagang mengandalkan metode promosi gratis, b) Permintaan meningkat pada momen tertentu namun masih berubah-ubah, c) Persaingan sehat mendorong kreativitas, meski literasi digital masih rendah; dan d) Harga Jual disesuaikan secara fleksibel, didukung oleh diskon dan promo yang menarik minat konsumen
Analisis Perbandingan Kemudahan Akses dan Keamanan Layanan M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah
Dominasi M-Banking konvensional di Desa Kadumekar menunjukkan rendahnya preferensi terhadap M-Banking syariah, yang dipengaruhi oleh desain antarmuka yang kurang intuitif dan kenyamanan akses yang rendah. Masyarakat lebih memilih e-wallet karena dinilai lebih praktis, sehingga diperlukan evaluasi terhadap aksesibilitas dan keamanan layanan perbankan digital antara bank konvensional dan syariah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kemudahan akses dan keamanan layanan pada Masyarakat Desa Kadumekar pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini perbandingan kemudahan akses pada Masyarakat Desa Kadumekar pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah, berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U-test diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan dalam hal fitur aplikasi, kecepatan layanan, antarmuka pengguna, atau dukungan teknis yang dirasakan oleh para pengguna. Hasil ini penting bagi bank syariah untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan layanan digital agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal, sejajar dengan layanan perbankan konvensional. Selanjutnya berdasarkan hasil uji statistik independent sample t-test yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,867 > 0,05, mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengguna M-Banking Bank Konvensional dan Bank Syariah dalam hal persepsi nasabah terhadap aspek keamanan M-Banking. Nilai signifikansi yang melebihi batas ambang 0,05 memperkuat penerimaan terhadap hipotesis nol, yang berarti bahwa nasabah bank konvensional dan bank syariah cenderung memiliki persepsi yang sama mengenai tingkat keamanan layanan M-Banking yang digunakan
Analisis Pemasaran Islami Pada Akun TikTok Shop @Chamaycollection
Akun TikTok Chamaycollection adalah UMKM fashion di TikTok Shop yang menjual boxer, buste houder, dan celana dalam pria-wanita. Dengan jangkauan pengiriman hingga Papua dan Pulau Jawa, usaha ini mencatat omset Rp15 juta/minggu dan Rp50 juta/bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemasaran pada akun TikTok Shop @Chamaycollection, dan untuk mengetahui pemasaran Islami pada akun TikTok Shop @Chamaycollection. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primer yang didapatkan dari hasil observasi dan wawancara terhadap pemilik serta konsumen akun TikTok Shop @Chamaycollection. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling, dimana informan awal (pemilik akun) merekomendasikan konsumen lain yang relevan untuk diwawancarai. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi data dan triangulasi metode. Berdasarkan hasil pembahasan tentang Pemasaran pada Akun TikTok Shop Chamaycollection dengan menggunakan teori 4P (produk, harga, tempat dan promosi) dapat disimpulkan: 1) Produk, mendeskripsikan produk secara jelas, termasuk bahan, ukuran dan warna; 2) Harga, memberikan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah banyak; 3) Tempat, mengikuti tren dan tantangan yang sedang viral di TikTok untuk meningkatkan visibilitas pengunjung; 4) Promosi, menyelenggarakan giveaway dengan hadiah menarik untuk meningkatkan engagement rate. Selanjutnya, pemasaran Islami pada akun TikTok Shop Chamaycollection mengkorelasikan teori 4P (produk, harga, tempat dan promosi) dengan nilai-nilai pemasaran Islami (ketuhanan, etis, realistis, humanistis) mendapatkan respon pemasaran Islami yang diterapkan belum maksimal, karena masih terdapat indikator pemasaran Islami yang tidak di manfaatkan secara maksimal, seperti deskripsi produk yang disajikan terkadang tidak sesuai dengan produk yang diterima, hal ini terbukti dari ulasan bintang yang diberikan oleh pelanggan
Peran Financial Technology (Fintech) Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia: Analisis Perspektif Ekonomi Islam
Amidst the development of digital technology, Sharia Financial Technology (Fintech) has emerged as an alternative solution that not only offers service efficiency but also ensures compliance with Islamic economic principles such as the prohibition of usury, distributive justice, and transaction ethics. This study aims to determine: (1) the concept of financial inclusion in conventional and Islamic economics; (2) the development and characteristics of Sharia Fintech in Indonesia; (3) Islamic economic principles such as maqashid al-shariah, distributive justice, and transaction ethics; and (4) policies and regulations that affect the Sharia Fintech ecosystem. The method used is a literature study with thematic analysis of academic literature and related regulations. The results show that Sharia Fintech has great potential in expanding fair and halal financial access, especially for groups of people who are not yet served by the conventional financial system. By integrating digital technology and Islamic values, Sharia Fintech is able to bridge the economic gap while strengthening Sharia financial literacy. However, challenges such as low public understanding of Sharia contracts and suboptimal specific regulations still need to be addressed. The implications of this study emphasize the importance of synergy between regulators, industry players, academics, and the community in building an inclusive, ethical, and sustainable Sharia Fintech ecosystem. This study also contributes theoretically to the development of a value-based financial inclusion model and provides a basis for formulating policies that are more responsive to the economic needs of the community.Di tengah perkembangan teknologi digital, Financial Technology (Fintech) Syariah hadir sebagai solusi alternatif yang tidak hanya menawarkan efisiensi layanan, tetapi juga menjamin kepatuhan terhadap prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti larangan riba, keadilan distributif, dan etika transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) konsep inklusi keuangan dalam ekonomi konvensional dan Islam; (2) perkembangan dan karakteristik Fintech Syariah di Indonesia; (3) prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti maqashid al-shariah, keadilan distributif, dan etika transaksi; serta (4) kebijakan dan regulasi yang memengaruhi ekosistem Fintech Syariah. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis tematik terhadap literatur akademik dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fintech Syariah memiliki potensi besar dalam memperluas akses keuangan secara adil dan halal, terutama bagi kelompok masyarakat yang belum terlayani oleh sistem keuangan konvensional. Dengan mengintegrasikan teknologi digital dan nilai-nilai Islam, Fintech Syariah mampu menjembatani kesenjangan ekonomi sekaligus memperkuat literasi keuangan syariah. Namun, tantangan seperti rendahnya pemahaman masyarakat terhadap akad syariah dan belum optimalnya regulasi khusus masih perlu diatasi. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara regulator, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem Fintech Syariah yang inklusif, etis, dan berkelanjutan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan model inklusi keuangan berbasis nilai, serta menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan ekonomi umat