EKSIBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan - E-Journal)
Not a member yet
250 research outputs found
Sort by
Pendampingan Pemasaran Dan Branding Produk UMKM Keripik Pisang Di Desa Sukajadi Kec. Pondok Salam Purwakarta
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sebuah sektor yang penting dalam perekonomian di Indonesia. Saat ini semakin banyak bermunculan UMKM yang mencoba untuk memaksimalkan potensi yang ada di masyarakat. Salah satu UMKM yang berkembang di Desa Sukajadi adalah UMKM Keripik Pisang. Permasalahan yang dialami oleh UMKM keripik pisang yang berada di Desa Sukajadi Kec. Pondok Salam Purwakarta salah satunya adalah tampilan kemasan atau produk yang masih sederhana, serta proses pemasaran dan promosi produk yang selama ini masih dilakukan secara manual dan terbatas karena hanya mengandalkan informasi dari perseorangan. Selama ini penjualan yang dilakukan oleh UMKM keripik pisang hanya fokus dengan berjualan ditempat saja, yaitu mengandalkan penjualan hanya yang kenal saja, dan melakukan pemasaran secara offline. Tujuannya untuk memaksimalkan Pemasaran Dan Branding Produk UMKM Keripik Pisang Di Desa Sukajadi Kec. Pondok Salam Purwakarta dari sistem tradisional dibantu dengan sistem digital, serta melakukan rebranding tampilan produk dari tampilan sederhana menjadi tampilan kemasan yang menarik. Metode yang digunakan PKM ini menggunakan metode penyuluhan/sosialisasi, pemberian materi, rebranding label, pendampingan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, bahwa UMKM Keripik Pisang di Desa Sukajadi Kec. Pondok Salam Purwakarta sudah mengetahui pentingnya citra merek dan pemasaran produk secara online. Hasil evaluasi menunjukan bahwa UMKM Keripik Pisang telah mempunyai Branding kemasan produk yang unik dan akan mudah di kenal oleh konsumen baru, serta pemasaran UMKM Keripik Pisang telah menggunakan 2 cara yakni menjajakan dan memasarkan juga di media Whatsapp.Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sebuah sektor yang penting dalam perekonomian di Indonesia. Saat ini semakin banyak bermunculan UMKM yang mencoba untuk memaksimalkan potensi yang ada di masyarakat. Salah satu UMKM yang berkembang di Desa Sukajadi adalah UMKM Keripik Pisang. Permasalahan yang dialami oleh UMKM keripik pisang yang berada di Desa Sukajadi Kec. Pondok Salam Purwakarta salah satunya adalah tampilan kemasan atau produk yang masih sederhana, serta proses pemasaran dan promosi produk yang selama ini masih dilakukan secara manual dan terbatas karena hanya mengandalkan informasi dari perseorangan. Selama ini penjualan yang dilakukan oleh UMKM keripik pisang hanya fokus dengan berjualan ditempat saja, yaitu mengandalkan penjualan hanya yang kenal saja, dan melakukan pemasaran secara offline. Tujuannya untuk memaksimalkan Pemasaran Dan Branding Produk UMKM Keripik Pisang Di Desa Sukajadi Kec. Pondok Salam Purwakarta dari sistem tradisional dibantu dengan sistem digital, serta melakukan rebranding tampilan produk dari tampilan sederhana menjadi tampilan kemasan yang menarik. Metode yang digunakan PKM ini menggunakan metode penyuluhan/sosialisasi, pemberian materi, rebranding label, pendampingan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, bahwa UMKM Keripik Pisang di Desa Sukajadi Kec. Pondok Salam Purwakarta sudah mengetahui pentingnya citra merek dan pemasaran produk secara online. Hasil evaluasi menunjukan bahwa UMKM Keripik Pisang telah mempunyai Branding kemasan produk yang unik dan akan mudah di kenal oleh konsumen baru, serta pemasaran UMKM Keripik Pisang telah menggunakan 2 cara yakni menjajakan dan memasarkan juga di media Whatsap
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendampingan Branding dan Pemasaran Islami kepada UMKM Aneka Keripik Di Desa Salamjaya Pondoksalam Purwakarta
Desa Salamjaya sebagian besar berladang sawah dan perkebunan, tim PKM menemukan pengrajin usaha aneka keripik yang dimana usaha ini belum memiliki label, NIB (Nomor Induk Berusaha), dan tampilan kemasan produknya masih sederhana atau polos. Selain itu, lokasi UMKM Aneka Keripik belum terdapat di Google Maps, sehingga tidak bisa mencakup banyak konsumen, karena bagi sebagian konsumen khusunya generasi milenial akan sedikit kesulitan, karena generasi ini lebih mudah meminta petunjuk kepada google salah satunya Google Maps. Selain itu juga, pemasaran UMKM Aneka Keripik ini masih sangat sederhana, yakni hanya menjual kepada Warung terdekat atau hanya mencakup Desa Salamjaya saja. Apalagi dihadapkan dengan pemasaran sistem islami yang makin tambah kebingungan, karena kajian tentang fiqih muamalah masih sangat jarang ditemukan. Tujuan PKM ini untuk melakukan pendampingan branding dan pemasaran islami UMKM Aneka Keripik Di Desa Salamjaya Pondoksalam Purwakarta. Metode PKM ini menggunakan sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil PKM dapat disimpulkan bahwa UMKM Aneka Keripik Di Desa Salamjaya Pondoksalam Purwakarta sudah mengetahui pentingnya labelisasi produk, dan media periklanan berupa spanduk atau banner. Selain itu, plang nama yang tim PKM berikan terlihat memberikan dampak yang positif berupa masyarakat mulai banyak mengenal adanya produksi aneka keripik di Desa Salamjaya. Penambahan lokasi di Google Maps pun memberikan dampak positif berupa mempermudah pelanggan baru berkunjung ke lokasi UMKM Aneka Keripik. Kemudian NIB yang sudah dimiliki menjadi bukti bahwa UMKM Aneka Keripik di Desa Salamjaya bukan usaha yang abal-abal dan bukan usaha yang tidak bertanggung jawab.Desa Salamjaya sebagian besar berladang sawah dan perkebunan, tim PKM menemukan pengrajin usaha aneka keripik yang dimana usaha ini belum memiliki label, NIB (Nomor Induk Berusaha), dan tampilan kemasan produknya masih sederhana atau polos. Selain itu, lokasi UMKM Aneka Keripik belum terdapat di Google Maps, sehingga tidak bisa mencakup banyak konsumen, karena bagi sebagian konsumen khusunya generasi milenial akan sedikit kesulitan, karena generasi ini lebih mudah meminta petunjuk kepada google salah satunya Google Maps. Selain itu juga, pemasaran UMKM Aneka Keripik ini masih sangat sederhana, yakni hanya menjual kepada Warung terdekat atau hanya mencakup Desa Salamjaya saja. Apalagi dihadapkan dengan pemasaran sistem islami yang makin tambah kebingungan, karena kajian tentang fiqih muamalah masih sangat jarang ditemukan. Tujuan PKM ini untuk melakukan pendampingan branding dan pemasaran islami UMKM Aneka Keripik Di Desa Salamjaya Pondoksalam Purwakarta. Metode PKM ini menggunakan sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil PKM dapat disimpulkan bahwa UMKM Aneka Keripik Di Desa Salamjaya Pondoksalam Purwakarta sudah mengetahui pentingnya labelisasi produk, dan media periklanan berupa spanduk atau banner. Selain itu, plang nama yang tim PKM berikan terlihat memberikan dampak yang positif berupa masyarakat mulai banyak mengenal adanya produksi aneka keripik di Desa Salamjaya. Penambahan lokasi di Google Maps pun memberikan dampak positif berupa mempermudah pelanggan baru berkunjung ke lokasi UMKM Aneka Keripik. Kemudian NIB yang sudah dimiliki menjadi bukti bahwa UMKM Aneka Keripik di Desa Salamjaya bukan usaha yang abal-abal dan bukan usaha yang tidak bertanggung jawab
Faktor Pendorong Melakukan Belanja Online Pada Pegawai di STIES Indonesia Purwakarta
Perkembangan teknologi informasi sudah berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan penyebaran informasi dari internet yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun. Karena pengaruh dari revolusi industri dan gaya hidup masyarakat kini pemanfaatan teknologi merambat ke dunia pasar bisnis electronic atau ecommerce. Dalam bisnis online perdagangan dilakukan melalui website, media sosial, atau aplikasi belanja online. Dalam melakukan belanja online ada faktor yang melatarbelakangi seseorang tertarik untuk berbelanja secara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mendorong pegawai di lingkungan STIE Syariah Indonesia Purakarta untuk berbelanja secara online. Hasil penelitian ini terdapat 5 faktor pendorong pegawai untuk berbelanja online, antara lain aspek service quality sebanyak 69%, aspek merchandise quality 85%, aspek price attractiveness 62%, aspek perceived risk 69% , aspek time and effort savings 54%. Dari kelima faktor tersebut factor merchandise quality merupakan factor pendorong yang paling dominan pegawai melakukan berbelanja secara online, hal ini dapat dilihat dari persentase sebanyak 85% responden yang menyatakan sangat setuju jika kualitas barang atau merchandise quality menjadi salah satu faktor pendorong pegawai di STIE Syariah Indonesia Purwakarta untuk berbelanja secara online. 
Analisis Kerjasama Budidaya Kumbung Jamur Tiram dalam Perspektif Ekonomi Syariah
Budidaya kumbung jamur tiram Dedi Loyang Sari memiliki beberapa investor baik dalam maupun luar purwakarta. Selanjutnya kualitas baglog tidak sama tergantung dari pemasok. Dengan jumlah permintaan jamur tiram saat ini lumayan banyak tetapi supplier penyedia jamur tiram saat ini masih terbatas. Selain itu, harga jual hasil panen jamur tiram dipengaruhi oleh tingkat permintaan pasar. Terakhir pembagian hasil panen budidaya jamur tiram dengan investor masih menggunakan sistem kepercayaan. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui kerjasama budidaya kumbung jamur tiram Dedi Loyang Sari Purwakarta dan untuk mengetahui kerjasama budidaya kumbung jamur tiram Dedi Loyang Sari Purwakarta dalam perspektif ekonomi syariah. Teori pada penelitian ini menggunakan teori akad mudharabah yang bersumber dari DSN MUI No. 115 tahun 2017. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, sumber data primer didapatkan dari hasil wawancara dan observasi pada Pemilik dan Investor dari Budidaya Kumbung Jamur Tiram Dedi Loyang Sari, Pemasok Baglog dan Pembina Yayasan Ibnu Hambal dan Yayasan Nurul Iman Bogor. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Kesimpulan penelitian ini bahwa kerjasama budidaya Kumbung Jamur Tiram Dedi Loyang Sari belum sesuai ekonomi syariah, karena masih ada salah satu syarat yang belum terpenuhi yaitu kesesuaian pembagian keuntungan dan kerugian, pengelola tidak dapat mengajukan/mengusulkan jika terjadi kelebihan keuntungan dari hasil panen karena belum terdapat kejelasan menegenai kesepakatan secara spesifik untuk target panen. Hal tersebut dapat menimbulkan sifat gharar di kemudian hari, sedangkan ketentuan sighat, para pihak, modal/ra’s al-mal, nisbah bagi hasil dan kegiatan usaha sudah memenuhi syarat berdasarkan teori mudharabah yang dikeluarkan oleh DSN MUI No. 115 tahun 2017
Pengaruh Label Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah Outlet Cantik Mart Plered Purwakarta
Cosmetics are one of the products offered to meet consumers\u27 secondary needs and desires to look more beautiful and attractive. Since the majority of the population in Indonesia is Muslim, the certainty of a product\u27s halal status is an important consideration. The development of halal cosmetics in Indonesia has seen significant growth. This is marked by the emergence of various cosmetic companies with different brands. One of the most well-known cosmetic brands in society is Wardah. The purpose of this study is to determine the influence of halal labeling on purchasing decisions for Wardah cosmetic products at the Cantik Mart Plered Purwakarta outlet, as well as to measure the extent of this influence on purchasing decisions. This research uses a quantitative descriptive method with a population of 112 respondents and a sample using the purposive sampling technique calculated using the Slovin formula with a 5% error rate, resulting in a sample size of 87 respondents. The results of this study can be concluded that the Halal Label has an influence on consumers\u27 decisions to purchase cosmetics at the Wardah Cantik Mart Plered Purwakarta outlet. This is evidenced by the calculated t-value being greater than the table t-value (10.059 > 1.98827) with a significance level less than 0.05 (0.000 < 0.05). Based on these data, it can be stated that the Halal Label has a significant influence. The extent of the Halal Label\u27s influence on purchasing decisions can be seen from the T-test results, which yielded an R-square value of 0.571. Thus, the results of this study indicate that the Halal Label influences purchasing decisions by 57.1%, while the remaining 42.9% is influenced by variables outside the scope of this study.Kosmetik merupakan salah satu produk yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan keinginan konsumen agar tampil lebih cantik dan menarik, Karena mayoritas penduduk di Indonesia menganut agama Islam maka kepastian tentang kehalalan produk menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Perkembangan kosmetik halal di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan bermunculannya perusahaan kosmetik dengan berbagai merek. Brand kosmetik yang cukup terkenal di masyarakat adalah Wardah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Label Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah di Outlet Cantik Mart Plered Purwakarta, serta mengukur besarnya pengaruh label halal tersebut terhadap keputusan pembelian. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 112 responden dan sample menggunakan Teknik purposive sample yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% sehingga menghasilkan sampel sebesar 87 responden. Hasil pengujian penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Label Halal memiliki pengaruh terhadap Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian kosmetik di Outlet Wardah Cantik Mart Plered Purwakarta. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (10,059 > 1,98827) dengan tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa label halal berpengaruh secara signifikan. Adapun besarnya pengaruh label halal terhadap keputusan pembelian dapat dilihat dari hasil Uji T yang mengasilkan nilai R square sebesar 0,571. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat dinyatakan label halal berpengaruh sebesar 57,1% terhadap keputusan pembelian sedangkan sisanya sebesar 42,9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini
Pendampingan Periklanan dan Pemasaran Digital Syariah Kepada UMKM Tempe Di Desa Cibatu Purwakarta
Based on the observation results, the PKM team found several unique phenomena related to Tempe MSMEs in Cibatu Village, one of which is the largest number of Tempe MSME players in Cibatu Village when compared to other MSME players. The second phenomenon is that the digital marketing used is still very simple, namely using Whatsapp media, not using other social media that are popular today. The third phenomenon, at the business location of Tempe MSME players there are no instructions for tempeh production, and the business location has not been registered on google maps, so many people do not know that the location produces tempeh. The purpose of this PKM is to provide sharia-based digital advertising and marketing assistance to Tempe MSME players in Cibatu Village. The method used in this PKM is to go to the field to make observations, provide solutions to problems, implement the solutions offered, supervise and evaluate Tempe MSMEs in Cibatu Village. Based on the discussion above, it can be concluded that community service on advertising media assistance and sharia digital marketing, Tempe MSME players have understood 87.5% of the importance of banner advertising media to promote their products, 90% of Tempe MSMEs already understand and use whatshapp and Instagram promotional digital media, and the location of Tempe MSMEs has been registered on google maps. The hope is that consumers of Tempe UMKM Cibatu will increase, and profits will also increase, so that Tempe UMKM in Cibatu can help the Cibatu Village community even more through the creation of jobs.Berdasarkan hasil observasi tim PKM menemukan beberapa fenomena unik terkait UMKM Tempe di Desa Cibatu, salah satunya jumlah pelaku UMKM Tempe di Desa Cibatu paling banyak jika dibandingkan dengan pelaku UMKM lain. Fenomena kedua, pemasaran digital yang digunakan masih sangat sederhana yaitu menggunakan media Whatsapp, belum menggunakan media sosial lain yang populer saat ini. Fenomena ketiga, di lokasi usaha pelaku UMKM Tempe tidak terdapat petunjuk tempat produksi tempe, dan lokasi usaha belum terdaftar di google maps, sehingga banyak orang yang belum mengetahui bahwa di lokasi tersebut memproduksi tempe. Tujuan PKM ini untuk melakukan pendampingan periklanan dan pemasaran digital berbasis syariah pada pelaku UMKM Tempe di Desa Cibatu. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah terjun ke lapangan melakukan observasi, memberikan solusi dari permasalahan, pelaksanaan dari solusi yang ditawarkan, pengawasan dan evaluasi terhadap UMKM Tempe di Desa Cibatu. Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tentang pendampingan media periklanan dan pemasaran digital syariah pelaku UMKM Tempe telah memahami 87.5% terhadap pentingnya media periklanan spanduk untuk mempromosikan produknya, UMKM Tempe 90% sudah sudah memahami dan menggunakan media digital promosi whatsapp dan Instagram, serta lokasi UMKM Tempe telah terdaftar di google maps. Harapannya semoga konsumen UMKM Tempe Cibatu semakin meningkat, dan Keuntungan pun ikut meningkat, sehingga UMKM Tempe di Cibatu bisa membantu masyarakat Desa Cibatu lebih banyak lagi melalui terciptanya lapangan pekerjaan
Pengenalan Uang Layak Edar Dan Tidak Layak Edar Kepada Anak - Anak Di Lingkungan Desa Cibatu Purwakarta
Based on the observations of the PKM team, they found several phenomena related to money worthy of circulation and not worthy of circulation in Cibatu Village, one of which is that there are still few parties who care about money worthy of circulation and not circulating to children and the people of Cibatu Purwakarta Village. The second phenomenon is that children who often write on banknotes, either with romantic words or just scribbling numbers or lines, do not know that such actions are categorized as damaging money. The third phenomenon is the limited understanding of the children and the community about money worthy of circulation and not worthy of circulation, damaged and undamaged money. So the purpose of this PKM is to conduct Educational PKM: socialization of money worthy of circulation and not worthy of circulation to children in the Cibatu Purwakarta Village environment. This PKM method uses socialization and discussion. The results of PKM on the socialization of money worthy of circulation and not worthy of circulation to children in the Cibatu Purwakarta village environment get satisfactory results, because the average result of understanding the children of Cibatu Village on money worthy of circulation and not worthy of circulation is 80.19%. Through this PKM activity, it is hoped that it can form a smart, responsible, and caring young generation for the environment, including in terms of money management. Thus, children can contribute positively to the development of Cibatu Purwakarta village.Berdasarkan hasil observasi tim PKM menemukan beberapa fenomena terkait uang layak edar sama tidak layak edar di Desa Cibatu, salah satunya masih sedikit pihak yang peduli terhadap uang layak edar dan tidak edar kepada anak-anak dan masyarakat Desa Cibatu Purwakarta. Fenomena kedua, anak-anak yang sering membuat tulisan di uang kertas, baik dengan kata-kata romantis maupun hanya sebatas coretan angka atau garis semata, belum mengetahui bahwa perbuatan tersebut masuk kategori merusak uang. Fenomena ketiga, masih terbatasnya pemahaman anak-anak dan masyarakat tentang uang layak edar dan tidak layak edar, uang rusak dan tidak rusak. Maka tujuan PKM ini untuk melakukan PKM Edukatif : sosialisasi uang layak edar dan tidak layak edar kepada anak-anak di lingkungan Desa Cibatu Purwakarta. Metode PKM ini menggunakan sosialisasi dan diskusi. Hasil PKM tentang sosialisasi uang layak edar dan tidak layak edar kepada anak-anak di lingkungan desa Cibatu Purwakarta mendapatkan hasil memuaskan, karena rata-rata hasil pemahaman anak-anak Desa Cibatu terhadap uang layak edar dan tidak layak edar adalah sebesar 80.19 %. Melalui kegiatan PKM ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang cerdas, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan, termasuk dalam hal pengelolaan uang. Dengan demikian, anak-anak dapat berkontribusi secara positif terhadap pembangunan desa Cibatu Purwakarta
Pemberdayaan UMKM Lokal Melalui Pemanfaatan Pasar Malam Kadumekar Purwakarta
Based on the results of observations, the PKM team found several unique phenomena related to the empowerment of local MSMEs through the use of the Kadumekar night market, one of which is that Kadumekar MSMEs still have difficulty in marketing the products produced, the Kadumekar Night Market is one of the initiatives that can be utilized to empower local MSMEs, the night market is not only a place for economic transactions, but also a means of social and cultural interaction that can strengthen the community, and the Kadumekar night market is a magnet for business actors from various regions. The purpose of this PKM is to socialize the empowerment of local MSMEs through the use of the night market, so as to increase the income of local MSME players. This PKM method uses observation, socialization and discussion, monitoring and evaluation. The conclusion of this PKM is that before the socialization of MSME empowerment through the use of the night market, the average value of respondents was 27.77 (very not understanding), while after the PKM activity the average value of respondents was 83.33 points of understanding criteria. In addition, this PKM MSME actors have understood the use of the night market to increase income, methods to attract night market customers so that the products and services offered are in great demand, have known the benefits of direct interaction with night market customers, have been able to optimize the potential of the night market, have known the promotion strategy at the night market, have known the strategy for choosing the right business location to attract customers and increase sales opportunities, and have known the importance of product branding from product labels to product packaging.Berdasarkan hasil observasi tim PKM menemukan beberapa fenomena unik terkait pemberdayaan UMKM lokal melalui pemanfaatan pasar malam Kadumekar, salah satunya UMKM Kadumekar masih kesulitan dalam memasarkan produk yang dihasilkan, Pasar Malam Kadumekar salah satu inisiatif yang dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan UMKM lokal, pasar malam tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai sarana interaksi sosial dan budaya yang dapat memperkuat komunitas, dan pasar malam Kadumekar menjadi magnet bagi pelaku usaha dari berbagai daerah. Tujuan PKM ini untuk mensosialisasikan pemberdayaan UMKM lokal melalui pemanfaatan pasar malam, supaya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM lokal. Metode PKM ini menggunakan observasi, sosialisasi dan diskusi, monitoring dan evaluasi. Kesimpulan PKM ini sebelum kegiatan sosialisasi pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan pasar malam didapatkan nilai rata-rata responden sebesar 27,77 (sangat tidak memahami), sedangkan setelah kegiatan PKM didapatkan nilai rata-rata responden sebesar 83,33 poin kriteria memahami. Selain itu, PKM ini pelaku UMKM sudah memahami pemanfaatan pasar malam guna meningkatkan pendapatan, metode untuk menarik pelanggan pasar malam agar produk dan jasa yang ditawarkan banyak diminati, sudah mengetahui manfaat interaksi secara langsung dengan pelanggan pasar malam, sudah bisa mengoptimalkan potensi pasar malam, sudah mengetahui strategi promosi di pasar malam, sudah mengetahui strategi pemilihan lokasi usaha yang tepat untuk memikat pelanggan dan meningkatkan peluang penjualan, dan sudah mengetahui pentingnya branding produk dari mulai label produk hingga packaging produk
Analisis Kepercayaan Masyarakat Desa Cikumpay Purwakarta Menggunakan Layanan Mesin ATM Bank Syariah
Layanan ATM Syariah di Desa Cikumpay, Purwakarta masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi aksesibilitas dan kenyamanan pengguna. Observasi menunjukkan bahwa hanya terdapat satu mesin ATM Syariah, berbeda dengan ATM non-Syariah yang lebih banyak tersedia. Jarak tempuh ke ATM Syariah bervariasi antara 10 meter hingga 5 kilometer, yang dapat menyulitkan masyarakat dalam bertransaksi. Selain itu, aspek kebersihan dan kerapihan mesin ATM perlu diperhatikan, sementara gangguan teknis yang sering terjadi semakin menghambat layanan. Kondisi ini menekankan perlunya peningkatan fasilitas dan sistem ATM Syariah agar lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui layanan mesin ATM yang digunakan masyarakat Desa Cikumpay Purwakarta, dan untuk mengetahui kepercayaan masyarakat Desa Cikumpay Purwakarta menggunakan layanan mesin ATM Syariah. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Cikumpay Purwakarta menggunakan berbagai bank, dengan dominasi Bank Mandiri (41%), diikuti oleh BSI (32%), BCA (23%), dan BRI (2%). Jenis transaksi yang paling sering dilakukan adalah tarik tunai (78%) dan transfer (22%), sementara pembayaran zakat dan infaq masih belum banyak digunakan karena belum tersedia di mesin ATM Syariah. Kepercayaan masyarakat terhadap layanan ATM Syariah cukup baik, terutama dalam aspek aksesibilitas, keamanan, dan keandalan transaksi. Namun, layanan responsif saat terjadi masalah masih perlu ditingkatkan. Dampaknya, peningkatan fitur dan layanan ATM Syariah, termasuk penyediaan transaksi zakat dan infaq, dapat lebih memenuhi kebutuhan masyarakat serta memperkuat peran perbankan syariah dalam transaksi keuangan sehari-hari
Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Kurs Mata Uang Dan Inflasi Terhadap Penanaman Modal Asing (Pma) Dalam Perspektif Ekonomi Islam: Studi Pada Negara ASEAN Yang Termasuk Kategori Lower Middle Income Pada Tahun 2015 – 2024
Di negara-negara yang pendapatannya masih menengah kebawah umumnya memiliki keterbatasan pembiayaan untuk melakukan pembangunan, industri, pengadaan teknologi maupun sektor lainnya. Oleh karena itu, penanaman modal asing mejadi salah satu alternatif utama untuk menutupi pembiayaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga, kurs mata uang dan inflasi terhadap penanaman modal asing dalam perspektif ekonomi islam. Penelitian ini menggunaka metode pendekatan secara kuantitatif yang di analisisnya menggunakan metode data panel, populasi studi mencakup negara yang ada dikawasan Asean yang termasuk kategori pendapatan menengah kebawah pada sebagian besar periode tahun 2015 -2024. Metode sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sedangkan teknik analisis data yang dipergunakan adalah data panel dengan menggunakan perangkat lunak EViews 10. Dengan hasil temuan bahwa tingkat suku bunga dan kurs mata uang secara parsial tidak berpengaruh terhadap penanaman modal asing di Asean, sedangkan inflasi berpengaruh positif signifikan terhadap penanaman modal asing di Asean. Namun variabel Tingkat suku bunga, kurs mata uang dan inflasi secara simultan berpengaruh terhadap penanaman modal asing di Asean. Dalam perspektif Ekonomi Islam, pengelolaan variabel tingkat suku bunga, nilai tukar mata uang, dan inflasi hendaknya dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan kemaslahatan. Tingkat suku bunga dalam sistem konvensional dipandang tidak sesuai dengan nilai-nilai syariah karena mengandung unsur riba, yang secara tegas dilarang dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, sistem ekonomi Islam mendorong penerapan skema investasi berbasis bagi hasil sebagai alternatif yang lebih adil dan beretika. Nilai tukar mata uang perlu distabilkan melalui kebijakan moneter yang bebas dari praktik spekulatif dan manipulatif, guna menciptakan kepastian dan kepercayaan dalam aktivitas ekonomi. Sementara itu, inflasi harus dikendalikan agar tidak merugikan masyarakat, khususnya golongan berpendapatan rendah, serta agar daya beli tetap terjaga. Dengan pengelolaan ketiga variabel tersebut yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, diharapkan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan dapat tercipta di negara-negara yang menerapkan ekonomi Islam.Di negara-negara yang pendapatannya masih menengah kebawah umumnya memiliki keterbatasan pembiayaan untuk melakukan pembangunan, industri, pengadaan teknologi maupun sektor lainnya. Oleh karena itu, penanaman modal asing mejadi salah satu alternatif utama untuk menutupi pembiayaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga, kurs mata uang dan inflasi terhadap penanaman modal asing. Dengan metode penelitian kuantitatif, populasi studi mencakup negara yang ada dikawasan Asean yang termasuk kategori pendapatan menengah kebawah pada tahun 2015 -2024. Metode sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sedangkan teknik analisis data yang dipergunakan adalah data panel dengan menggunakan perangkat lunak EViews 10. Dengan hasil temuan bahwa tingkat suku bunga dan kurs mata uang secara parsial tidak berpengaruh terhadap penanaman modal asing di Asean, namun inflasi berpengaruh positif signifikan terhadap penanaman modal asing di Asean. Sedangkan variabel Tingkat suku bunga, kurs mata uang dan inflasi secara simultan berpengaruh terhadap penanaman modal asing di Asean