Jurnal Khazanah Intelektual
Not a member yet
    144 research outputs found

    KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SMA NEGERI DI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstract The purpose of this study is to identify the principal's perspective on student academic achievement and the strategies carried out in the principal's transformational leadership to improve student academic achievement.This research conducted by qualitative research with research subjects from the principal, vice principal, teachers and students. Data collection techniques used in-depth interviews, documentation and observation studies. Test the validity of the data used source triangulation techniques. Data analysis techniques used qualitative data analysis.The results indicated that the principal had a goal to improve student academic achievement. Student academic achievement is focused on increasing national exam scores and the number of graduates entering tertiary institutions. The principal conducts a number of strategies to improve student academic achievement, including: conducting joint evaluations with school stakeholders to help shape the vision and mission of the school, the principal facilitating the teacher to attend workshops and training, the principal prepares an IT (Information and Technology) consultant or laboratory assistant to help teachers implement internet-based learning, principals provide opportunities for teachers to become resource persons at workshops or training, principals make regulations for teachers to play an active role in MGMP (Subject Teachers' Consultation), Principals involve parents in the process of formulating tutoring and evaluation of learning outcomes, principals collaborate with various figures and experts in various fields to be a resource in a cultural workshop program, Hold a tutoring program at the 0th hour for grade 11, tutoring class 12, tutoring on Saturdays, giving In the form of a free learning program, the school principal addresses the administrative problems of teachers through the MGMP, and the school principal conducts an evaluation workshop every semester. All strategies undertaken by the principal aim to improve student academic achievement.   Keywords: Transformational Leadership, Principals and Academic Achievement of students

    PENYESUAIAN BIROKRASI DI MASA PANDEMI COVID-19 KANTOR KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA TIMUR

    No full text
    Pandemi Covid-19 telah membawa dunia modern dalam kepanikan yang dengan cepat mengubah tatanan sosial, ekonomi, politik, dan budaya masyarakat. Hal ini mendorong pemerintah melakukan redefinisi terhadap perubahan dalam pola kerja kebijakan dan pelayanan publik. Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur ikut terimbas kondisi yang dinamis tersebut. Artikel ini bertujuan membahas tentang bagaimana dampak perubahan yang terjadi pada cara kerja birokrasi dan pelayanan publik setelah adanya Covid-19 di kantor Kementerian Agama Provinsi jawa Timur. Teori yang digunakan adalah konsep New Public Service yang menggariskan tentang pentingnya birokrasi fleksibel terhadap perubahan sosial di masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersikap tangkas dan adaptif terhadap perubahan kondisi sosial yang ada. Sikap tangkas merujuk pada kelincahan dalam merespon pandemi, sedangkan pola adaptif mengacu pada perubahan di tingkat sistem di seluruh unit. Perubahan kebijakan yang cukup progresif dalam kurun waktu yang singkat menggambarkan respon yang tanggap dalam menyikapi situasi krisis. Perubahan yang dimaksud antara lain adanya mekanisme Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) dalam kondisi tertentu sesuai zona wilayah. Kajian ini diharapkan bisa menambah khazanah penelitian di bidang birokrasi, pelayanan publik, dan perubahan masyarakat di era pandemi Covid-19

    Analisis Pengaruh Sentimen Investor Terhadap Return Saham Sektoral BEI Pada Masa Pandemi COVID-19

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sentiment investor terhadap return saham sektoral pada masa pandemi. Adapun sampel perusahaan-perusahaan di setiap sektor diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini juga menggunakan three factors model yang dikembangkan Fama-French untuk meningkatkan keakuratan model dalam  penelitian. Adapun data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sebelum masa pandemi COVID-19 (Maret – April 2019) dan selama masa awal pandemi COVID-19 (Maret – April 2020). Penelitian ini menggunakan data panel yang dianalisis dengan menggunakan program e-views 10 dan juga Microsoft Excel. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sentiment investor pada masa pandemi memiliki pengaruh yang positif atau searah, signifikan, dan lebih besar dibanding sebelum masa pandemi terhadap imbal hasil saham di Sektor Pertanian, Sektor Pertambangan, Sektor Industri Dasar dan Kimia, sektor Perdagangan-Jasa-Investasi, serta Sektor Industri Barang Konsumen. Kemudian sentimen investor di masa pandemi memiliki pengaruh yang signifikan positif atau searah, namun pengaruhnya ini tidak lebih besar dibandingkan dengan saat sebelum masa pandemi terhadap imbal hasil saham di Sektor Properti, Real Estate, dan Konstruksi Bangunan. Sementara itu, penelitian ini menunjukkan bahwa pada Sektor Infrastruktur-Utilitas-Transportasi, Sektor Aneka Industri, dan Sektor Keuangan sentimen investor pada masa pandemi memiliki pengaruh yang positif atau searah namun tidak signifikan terhadap imbal saham

    STRATEGI PENGEMBANGAN KOPI ROBUSTA DI KABUPATEN MERANGIN

    Get PDF
    Sumatran Merangin Robusta Coffee has a plant area currently reaching 11,002 hectares. Coffee farming is one of the main livelihoods of the population in three districts, namely Jangkat, Sungai Tenang and Lembah Masurai sub-districts. The development of coffee commodities is very important in order to increase productivity and competitiveness. Regional government political support through various regulations aimed at creating various forms of convenience for agribusiness activities which are expected to boost commodity competitiveness. Therefore, it is necessary to formulate a policy strategy for the development of regional superior commodities, especially coffee, so that in the future the development of the coffee commodity can be more developed and product competitiveness is more competitive. This study aims, to describe the existing conditions of robusta coffee farming, and the strategy and design of the Robusta Coffee Farming Development program in Merangin Regency, the development of robusta coffee in Merangin Regency. The method used in this research is SWOT analysis and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The results show that the majority of robusta coffee farmers in Merangin Regency are of productive age, most of whom have their own land with an area of ??1 to 3 hectares. The market structure that is formed is an imperfect competitive market. Then the strategy for the development of robusta coffee farming in Merangin Regency is through the downstreaming of robusta coffee farming so that it can increase the added value of coffee-based products, improve farming technical skills to improve the quality of processed products based on robusta coffee and empower members and farmer groups. The priority of designing a robusta coffee development program in Merangin Regency is directed at increasing the capacity of robusta coffee farmers to be able to face competition, developing access to coffee marketing through product promotion, growing investor interest in and outside the region to develop downstream coffee-based products and building supporting infrastructure at centers. Robusta coffee production in Merangin Regency

    Aksara Incung Sebagai Inspirasi Motif Batik Masyarakat Kerinci: -

    Get PDF
    Aksara Incung Kerinci merupakan bukti kecerdasan peradaban suku Kerinci pada zamannya. Aksara ini menjadi media komunikasi suku Kerinci sejak abad ke-13. Kumpulan naskahnya menjadi naskah kuno yang bernilai budaya tinggi dengan makna kearifan lokal tak ternilai. Sebagai sub sistem budaya, aksara incung menjadi inspirasi seniman lokal, khususnya pembatik dalam corak desain motif batik, baik teknik cap maupun tulis. Latar belakang penelitian adalah mendeskripsikan motif aksara incung kerinci pada motif batik serta proses terciptanya ide motif batik tersebut. Tahapan penentuan corak dan motif batik dimulai dengan menentukan konsep dan inspirasi dari alam kerinci dan bentuk aksara incung yang dielaborasi menjadi bentuk-bentuk motif batik yang menarik secara visual. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam kepada beberapa narasumber, dokumentasi dan visualisasi motif. Penelitian dilakukan dengan fokus pada motif batik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Aksara Incung Kerinci yang sarat dengan makna kearifan lokal dituangkan pada motif batik. Cara ini melahirkan banyak varian motif batik yang sesuai dengan konteks lokal maupun zaman masyarakat Kerinci. Sehingga pembatik kerinci dapat terus berkreasi dengan ragam corak baik nuansa tradisional maupun kontemporer guna meminimalisir kejenuhan konsumen. &nbsp

    STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SMP NEGERI 2 YOGYAKARTA

    Get PDF
    AbstractEducation is an important thing in human life. The success of an educational institution is largely determined by the leadership role of the principal. The principal is required to be able to bring the school towards the achievement of predetermined goals. Currently, the city of Yogyakarta has established an inclusive school policy as contained in the Regulation of the Governor of the Special Region of Yogyakarta Number 21 of 2013 Article 3 concerning the Implementation of Inclusive Education as a form of equity and a form of education without discrimination. However, in reality this policy is not yet clearly known by school principals, so it requires appropriate leadership strategies in dealing with problems and managing good inclusive schools to improve school quality. One of them is SMPN 2 Yogyakarta, which transforms the regular school system into an inclusive school. Therefore, this study aims to identify and describe the issues of inclusive education faced by the principal of SMP Negeri 2 Yogyakarta as well as to describe the leadership strategy of the principal in overcoming issues of school principals in inclusive schools at SMPN 2 Yogyakarta. This research uses descriptive qualitative research with data collection methods using interview techniques, observation, and documentation. The achievements of SMPN 2 Yogyakarta after following the policy to turn schools into inclusive schools include: sports and journalism

    PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA JENUH AIR UNTUK MENINGKATKAN PENDATAPATAN PETANI KEDELAI HITAM DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR: PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA JENUH AIR UNTUK MENINGKATKAN PENDATAPATAN PETANI KEDELAI HITAM DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan pendapatan petani kedelai hitam dengan penerapan teknologi Budidaya Jenuh Air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2017.di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Berbak, Dendang dan Rantau Rasau. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh dari 86 responden yang diambil secara purposive sementara data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan beberapa publikasi yang relevan dengan penelitian. Pendapatan dihitung dengan analisis pendapatan yang juga dapat melihat tingkat efisiensi yang dihitung dengan membandingkan penerimaan yang diterima petani dengan biaya yang dikeluarkan. Kelebihan teknologi budidaya jenuh air adalah produksi kedelai hitam yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan produksi dari usahatani konvensional dan teknologi ini sesuai untuk diterapkan di lahan sub optimal seperti lahan pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan petani kedelai hitam yang menerapkan teknologi BJA Rp. 2.140.000 lebih tinggi dari pendapatan yang diperoleh dari usahatani konvensional Rp1.810.000. Nilai R/C-Ratio pada budidaya BJA (1,2) lebih kecil dibanding nilai R/C-Ratio pada budidaya kedelai konvensional (1,3)

    PENDAMPINGAN OPTIMALISASI MUTU KARET RAKYAT DI KABUPATEN SAROLANGUN : PENDAMPINGAN OPTIMALISASI MUTU KARET RAKYAT DI KABUPATEN SAROLANGUN

    No full text
    Karet memiliki peranan yang besar dalam kehidupan perekonomian Indonesia. Untuk meningkatkan nilai tambah karet rakyat, salah satu upaya adalah melalui hasil olahan yang mempunyai prospek seperti pengolahan latek dadih (latek pekat yang diolah dengan pendadihan) dan penggunaan Deorub sebagai pembeku dan pencegah bau tak sedap padalateks. Pada pendampinan ini dicobakan sebuah alat pendadih latek sederhana tipe Batch yang dirakit di Balit Karet Sembawa. Alat ini dirancang dengan prinsip harganya yang relatif terjangkau oleh petani, proses pengolahan yang sederhana dan memungkinkan untuk diterapkan pada proyek pengembangan karet rakyat. Selain itu, dicobakan pula Deorub sebagai bahan pembeku dan pencegah bau tak sedap lateks sebagai pengganti cuka karet dan pupuk P yang selama ini digunakan masyarakat setempat. Dengan aplikasi Deorub, bau busuk pada slab dapat dihilangkan karena Deorub mengandung senyawa-senyawa yang dapat berfungsi sebagai antibakteri, antioksidan dan sebagai pembeku lateks

    PENGARUH BEBERAPA STARTER TERHADAP KUALITAS KOMPOS DARI FECES SAPI DAN LIMBAH KELAPA SAWIT: PENGARUH BEBERAPA STARTER TERHADAP KUALITAS KOMPOS DARI FECES SAPI DAN LIMBAH KELAPA SAWIT

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa starter terhadap kualitas kompos dari feces sapi dan limbah kelapa sawit. Rancangan acak lengkap digunakan pada penelitian ini dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian adalah P0= kontrol, P1= P0 + 2,5% probiotik, P2= P1 + 10% akar bambu, P3= P1 + 10% bonggol pisang, P4 = P0 + 2,5% EM4. Peubah yang diamati adalah bentuk fisik kompos (warna, tektur), C,N,P, K. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuanP2 dan P3 menghasilkan 100% kompos berwarna hitam dan bertektur remah, sementara P0, P1 dan P2 sebagian berwarna coklat dan tertektur kasar. Starter mempengaruhi kandungan karbon kompos dimana perlakuan P3 (31,51± 4,77) nyata lebih rendah daripada P1 (42,31,51±4,77), tetapi sama dengan P0 (37,91±2,27), P2 (36,79±5,26) dan P4 (40,27±9,45). Kandungan nitrogen perlakuan P0 (1,57±0,16) dan P4 (1,10±0,26) nyata lebih rendah daripada P1 (1,57±0,16), P2 (1,57±0,22) dan P3 (1,41±0,21). Kandungan phospor perlakuan P0 (0,071±0,004) nyata lebih rendah dibandingan P1 (0,112±0,01), P2 (0,130±0,02), P3 (0,109±0,02) dan P4 (0,123±0,03). Kandungan kalium perlakuan P0 (0,217±0,01) nyata lebih rendah daripada perlakuan P1 (0,022±0,002), P2 (0,219±0,03), P3 (0,222±0,03) dan P4 (0,223±0,05). C/N rasio kompos pada perlakuan P4 (36,54±1,67) nyata lebih tinggi daripada PO (27,59±1,67), P1 (27,17±8,38), P2 (24,20±1,67), P3 (22,41±0,00). Simpulan penelitian adalah perlakuan probiotik dengan akar bambu, probiotik dan bonggol pisang menghasilkan karakteristik fisik kompos serta kualitas kompos yang baik

    TINGKAT ADOPSI PETANI MENERAPKAN VUB IMPARA 3 DAN IMPARI 34 DI LAHAN RAWA KECAMATAN BETARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT JAMBI : TINGKAT ADOPSI PETANI MENERAPKAN VUB IMPARA 3 DAN IMPARI 34 DI LAHAN RAWA KECAMATAN BETARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT JAMBI

    No full text
    Tujuan pengkajian untuk mengetahui tingkat adopsi varietas Inpara 3 dan Impari 34 di lahan rawa. Pengkajian dilakukan di lahan rawa Desa Makmur Jaya, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi pada tahun 2019. Jumlah sampel sebanyak 40 orang petani kooperator di bawah kelompok tani Surya Gemilang, dipilih secara acak sederhana yang berada di desa Makmur Jaya, Kecamatan Betara. Data dianalisis secara deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif dengan teknik skoring. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan petani terhadap varietas Inpara 3 dan Impari 34 termasuk kategori tinggi, masingmasing 84,3% dan 71,3%, sedangkan sikap petani terhadap inovasi kedua varietas tersebut termasuk dalam kategori setuju. Varietas Impara 3 dan Impari 34 cukup efisien dikembangkan dilahan rawa. Varietas Inpara 3 sangat disukai petani karena daya adaptasi varietas di lahan rawa, ketahanan terhadap hama dan penyakit, jumlah anakan dan produktivitas yang tinggi. Sedangkan pada varietas Impari 34 sangat disukai petani karena daya adaptasi varietas di lahan rawa, ketahanan terhadap hama dan penyakit, bentuk gabah dan tekstur/rasa nasi yang pera. Peningkatan adopsi varietas Inpara 3 dan Impari 34 dapat dilakukan melalui peningkatan diseminasi dan dukungan benih sumber secara keberlanjutan untuk mendukung pengembangannya di lahan raw

    71

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Khazanah Intelektual
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇