Jurnal Khazanah Intelektual
Not a member yet
    144 research outputs found

    Determinan Berat Badan Lahir Rendah di 34 Provinsi Indonesia Tahun 2019-2022

    No full text
    The degree of public health in a country can be reflected in the infant mortality rate. In Indonesia, infant deaths, especially during the neonatal period, are the highest cause of Low Birth Weight (LBW), which also affects the quality of human resources itself and risks a slowdown in the country's economic growth. The study aims to see whether smoking, prenatal coverage, supplementary feeding, childbirth in health facilities, and the risk age of pregnant women <20 and >35 years have a significant heve probability chance of Low Birth Weight (LBW) incidence in Indonesia in 2019-2022. The research data used is secondary data derived from BPS RI and Kemenkes RI reports using logistical regression analysis methods. The results obtained were smoking consumption, prenatal services, and supplementary feeding are non-significant have probability, as well as childbirth in health facilities and pregnancy age of mothers at risk <20 years and >35 years of significant have probability chances against BBLR in 34 Indonesian provinces in 2019-2022.Derajat kesehatan masyarakat di suatu negara dapat dicerminkan dari angka kematian bayi. Di Indonesia kematian bayi khususnya pada masa neonatal penyebab tertinggi ialah kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang juga berdampak pada kualitas sumberdaya manusia itu sendiri juga berisiko terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah Konsumsi Rokok, Cakupan Pepelayanan Antenatal, Pemberian Makanan Tambahan, Persalinan dilakukan di Fasilitas Kesehatan, serta Usia Ibu Kehamilan Berisiko pada Usia Ibu Hamil <20 dan >35 tahun apakah signifikan memiliki peluang terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia pada tahun 2019-2022. Data penelitian yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari laporan BPS RI dan Kemenkes RI dengan metode analisis regresi logistik. Hasil yang didapat ialah Konsumsi Rokok, Pepelayanan Antenatal, dan Pemberian Makanan Tambahan tidak signifikan berpeluang namun bermakna, serta Persalinan di Faskes dan Usia Ibu Kehamilan Berisiko <20 tahun dan >35 tahun signifikan berpeluang terhadap BBLR di 34 Provinsi Indonesia tahun 2019-2022

    Pengaruh Kemampuan Digitalisasi Dan Jiwa Entrepreneur Terhadap Keberhasilan Usaha Kecil Dan Mikro (Ukm): Analisis Peran Dukungan Pemerintah Sebagai Variabel Moderasi

    Get PDF
    This study aims to analyze the influence of digitalization capability, entrepreneurial spirit, andgovernment support on the success of small and micro enterprises in Jambi City, focusing onthe Sahabat Sehati UKM community. The main issues faced by MSEs in this communityinclude low digital literacy, a lack of strong entrepreneurial spirit, and suboptimal governmentsupport in sustaining business development. This research uses a quantitative approach withdata collected through questionnaires distributed to 150 MSEs actors in the culinary, fashion,and service sectors. Data were analyzed using Structural Equation Modeling based on PartialLeast Square with the Smart PLS 3.0 application. The results show that digitalization capabilityhas a negative and insignificant effect on MSEs success, while entrepreneurial spirit andgovernment support have a positive and significant effect. Moreover, government supportstrengthens the relationship between digitalization capability and MSEs success but does notstrengthen the relationship between entrepreneurial spirit and UKM success. These findingshighlight the importance of more structured digital empowerment programs and moresustainable government support in MSEs development. Keywords: Digitalization capability, entrepreneurial spirit, government support, MSEssuccessPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan digitalisasi, jiwaentrepreneur, dan dukungan pemerintah terhadap keberhasilan usaha kecil dan mikro di KotaJambi, dengan fokus pada komunitas UKM Sahabat Sehati. Masalah utama yang dihadapiUKM dalam komunitas ini adalah rendahnya literasi digital, kurangnya jiwa kewirausahaanyang kuat, dan belum optimalnya dukungan pemerintah dalam membantu keberlanjutanusaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan datamelalui kuesioner yang disebarkan kepada 150 pelaku UKM di sektor kuliner, fashion, danjasa. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial LeastSquare menggunakan aplikasi Smart PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwakemampuan digitalisasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keberhasilan UKM,sedangkan jiwa entrepreneur dan dukungan pemerintah memiliki pengaruh positif dansignifikan. Selain itu, dukungan pemerintah terbukti memperkuat hubungan antarakemampuan digitalisasi dan keberhasilan UKM, namun tidak memperkuat hubungan antarajiwa entrepreneur dan keberhasilan UKM. Temuan ini menunjukkan pentingnya programpemberdayaan digitalisasi yang lebih terstruktur dan dukungan pemerintah yang lebihberkelanjutan dalam pengembangan UKM.Kata kunci: Kemampuan digitalisasi, jiwa entrepreneur, dukungan pemerintah, keberhasilanUsah

    A Analisis Nilai Tambah Limbah Padat Kelapa Sawit Di Provinsi Jambi

    No full text
    The extensive oil palm plantations in Jambi Province have the potential to generate significant waste, impacting the environment. One hectare of oil palm plantation yields approximately 10 tons of fronds and 75 tons of trunks. Furthermore, for every 1 kg of palm oil produced, 4 kg of dry biomass is generated. However, this palm waste also holds potential for providing economic value-added for farmers and fostering the growth of new MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). This research aims to identify the value-added generated from utilizing community-owned oil palm solid waste by transforming it into valuable products for the people of Jambi Province. The study employed a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative research. Data was collected through Focus Group Discussions (FGDs) and direct interviews with MSMEs and community-based oil palm waste processing groups. The value-added from the waste was then calculated using the Hayami value-added method. The results indicate that processing waste fronds into compost yields the highest value-added compared to processing midribs into woven products or trunks into palm sugar. The value-added for compost fertilizer per 1 kg of oil palm fronds is IDR 12,403.32. Consequently, the profit margin received by the Village-Owned Enterprise (BUMDesa) or the entrepreneur is 86.3%.Luasnya perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi berpotensi menghasilkan limbah yang berdampak pada lingkungan. Satu hektar lahan perkebunan kelapa sawit menghasilkan sekitar 10 ton pelepah dan 75 ton batang kelapa sawit. Setiap 1 kg minyak sawit yang diproduksi, akan menghasilkan 4 kg biomassa kering. Padahal potensi limbah sawit memberikan nilai tambah ekonomi untuk petani dan menumbuhkan UMKM baru. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah padat kelapa sawit milik masyarakat sehingga menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif, dengan melakukan FGD serta wawancara langsung ke UMKM dan kelompok usaha pengolah limbah sawit. Kemudian dihitung nilai tambah limbah sawit menggunakan metode nilai tambah Hayami. Hasilnya diperoleh bahwa pemanfaatan pelepah limbah sawit menjadi kompos memiliki nilai tambah paling baik dibandingkan nilai tambah lidi sawit menjadi anyaman dan batang sawit diolah menjadi gula aren sawit. Nilai tambah pupuk kompos tiap 1 kg pelepah sawit adalah Rp. 12,403,32. Sedangkan keuntungan yang diterima BUMDesa atau pengusaha adalah 86,3 %

    Social and Ecological Cost Analysis of Hydropower Development in Kerinci Seblat TNKS Conservation Area

    No full text
    This research explores the social and ecological impacts of hydropower development in the Kerinci Seblat TNKS, an important conservation area in Indonesia. Although hydropower is promoted as a green investment solution for meeting national energy needs, there are conflicts between environmental interests, economic growth, and improving community welfare. Few previous papers have examined and studied in depth the effectiveness of conservation policies involving local wisdom and community welfare in the context of infrastructure development. This paper uses the literature review method and the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) approach to analyze the socio-economic impacts and environmental conflicts related to hydropower development. The search shows that hydropower development has the potential to damage ecosystems and cause social tensions, so an inclusive and adaptive policy approach is needed. This paper indicates that conservation policies that integrate the perspectives of local communities to achieve sustainable development without sacrificing ecosystems and social welfare

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Di 10 Provinsi Termiskin Di Indonesia

    Get PDF
    This study aims to determine and explain the effect of the Human Development Index, Economic Growth, Per Capita Income, Education Level, Open Unemployment Rate, Inflation and Government Expenditure on the Poverty Rate in 10 Provinces with the highest poverty rate. The analytical method used is descriptive quantitative analysis with a panel data regression model using the Fixed Effect Model from secondary data starting from 2013 - 2023 in 10 provinces there is Papua, West Papua, East Nusa Tenggara, Maluku, Gorontalo, Aceh, Bengkulu, West Nusa Tenggara, Central Sulawesi, and South Sumatra with the highest poverty rate sourced from the Central Statistics Agency (BPS) and the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK). The results showed simultaneously that two of the seven independent variables there is education level and open unemployment rate affect the Poverty Rate in the 10 Provinces with the highest poverty rate in 2013-2023.  Keywords : HDI, Economic Growth, Per Capita Income, Education Level, Unemployment, Inflation, Government Spending, Poverty Rate.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Per Kapita, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengangguran Terbuka, Inflasi dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Tingkat Kemiskinan di 10 Provinsi dengan Tingkat Kemiskinan Tertinggi Tahun 2023. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan model regresi data panel menggunakan Fixed Effect Model dari data sekunder mulai tahun 2013 - 2023 di 10 provinsi yaitu Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Gorontalo, Aceh, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Selatan dengan tingkat kemiskinan tertinggi yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Hasil penelitian menunjukkan secara simultan bahwa dua dari tujuh variabel bebas yaitu tingkat pendidikan dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh terhadap Tingkat Kemiskinan di 10 Provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi Tahun 2013-2023

    Optimalisasi Event Wisata Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal: Studi Kelembagaan Dan Strategi Pengembangan Pariwisata Di Kuala Jambi

    No full text
    This study analyzes tourism event development strategies for strengthening the local economy in Kuala Jambi Subdistrict, Tanjung Jabung Timur Regency. Employing a qualitative approach with primary data (FGDs involving researchers, Jambi University academics, Regional Development Planning Agency, Youth-Sports-Culture-Tourism Office, Regional Secretariat’s Economic and Development Division, Research and Development Agency, Cooperative Office, Trade and Industry Office; in-depth interviews with Tourism/Culture/Trade Division Heads) and secondary data (Regional Tourism Development Plan, strategic documents, annual reports from Tourism and Trade/Industry/Cooperative Offices), fieldwork was conducted from July to September 2024. Findings reveal three flagship annual events: Bedak Sejuk Duano Festival (showcasing Duano ethnic cosmetics traditions), Kampung Laut Festival (highlighting mangrove crab harvesting), and Anak Pesisir Festival (coastal children’s cultural games), alongside the national-scale Kenduri Swarnabhumi event (2022) which significantly boosted MSME revenues. SWOT analysis identified core strengths in cultural uniqueness (score 3.875/4) and institutionalized community participation (with government grant support), but critical weaknesses included inadequate infrastructure, limited human capital, and ineffective promotion (score 2.625). Key opportunities centered on digitalization and private partnerships (score 3.25), while primary threats involved destination competition and climate vulnerability (score 3.63). Priority strategies derived from the SWOT matrix: 1)Leveraging cultural assets for ecotourism-based product diversification and digital promotion; 2)Addressing weaknesses through capacity-building training, infrastructure upgrades, and homestay development (9 registered units); 3)Penta-helix collaboration (government-community-private sector-academia-media) for event sustainability. Critical policy recommendations include: establishing a Tourism Collaborative Forum, institutionalizing technical mentorship with sustained grant allocation, integrating infrastructure into the Regional Medium-Term Development Plan, and fostering MSME-private partnerships for product certification. Keywords: Tourism Events, Local Economy, Pentahelix, Community Participation, SWOT AnalysisAbstrak Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan event wisata untuk penguatan ekonomi lokal di Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan data primer (FGD melibatkan Peneliti, Dosen Universitas Jambi, Bappeda, Dinas Porabudpar, bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda, Balitbangda, dinas koperasi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian; wawancara mendalam dengan Kabid Pariwisata, kabid Kebudayaan, kabid perdagangan) dan data sekunder (Ripparda, renstra, Laporan Tahunan Dinas Porabudpar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi), penelitian dilaksanakan pada Juli–September 2024. Hasil mengungkap tiga event wisata tahunan unggulan: Festival Bedak Sejuk Duano, Festival Kampung Laut, dan Festival Anak Pesisir, serta event nasional Kenduri Swarnabhumi (2022) yang berdampak signifikan pada pendapatan UMKM. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan utama pada keunikan budaya lokal (skor 3.875/4) dan partisipasi komunitas terlembagakan (dukungan hibah pemerintah), namun kelemahan kritis meliputi infrastruktur tidak memadai, kapasitas SDM terbatas, dan promosi tidak efektif (skor 2.625). Peluang terbesar terletak pada digitalisasi dan kemitraan swasta (skor 3.25), sedangkan ancaman utamanya adalah persaingan destinasi dan kerentanan cuaca (skor 3.63). Strategi prioritas dirumuskan melalui matriks SWOT: 1) Pemanfaatan kekuatan budaya untuk diversifikasi produk wisata berbasis ekowisata dan digitalisasi promosi; 2) Mitigasi kelemahan melalui pelatihan SDM, perbaikan infrastruktur, dan pengembangan homestay (9 unit terdata); 3) Kolaborasi pentahelix (pemerintah-komunitas-swasta-akademisi-media) untuk keberlanjutan event. Rekomendasi kebijakan kunci mencakup: pembentukan Forum Kolaboratif Pariwisata, alokasi hibah berkelanjutan dengan pendampingan teknis oleh expert, integrasi infrastruktur dalam RPJMD, serta kemitraan UMKM-swasta untuk sertifikasi produk. Kata Kunci: Event Wisata, Ekonomi Lokal, Pentahelix, Partisipasi Masyarakat, Analisis SWO

    Analisis Efisiensi Berbagai Saluran Pemasaran Beras Produksi Lokal Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur

    Get PDF
    Marketing is a process of distributing products from producers to consumers, accompanied by an increase in utility value through processing, transportation, and storage. The number of entities involved in the marketing channel influences the total cost, making selecting the appropriate channel a critical factor in ensuring cost efficiency. This study aims to describe the marketing channels, marketing entities, and marketing functions of rice, as well as to analyze the efficiency of rice marketing in Tanjung Jabung Timur Regency. A descriptive qualitative method was used to analyze the channels, entities, and functions, while a descriptive quantitative method was employed to evaluate marketing efficiency through margin analysis, farmer's share, and the cost-to-benefit ratio. The study identified four main entities in rice marketing: farmers, rice mills/village-level collectors, district-level collectors, and retailers, organized into five marketing channel patterns. All channels were efficient, with Channels 1 and 2 being the most efficient due to direct sales from farmers to consumers.Pemasaran merupakan proses distribusi produk dari produsen ke konsumen, disertai peningkatan nilai guna melalui pengolahan, transportasi, dan penyimpanan. Jumlah lembaga yang terlibat dalam saluran pemasaran memengaruhi besarnya biaya, sehingga pemilihan saluran yang tepat menjadi faktor penting dalam efisiensi biaya pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan saluran pemasaran, lembaga pemasaran, dan fungsi-fungsi pemasaran beras, serta untuk menganalisis efisiensi pemasaran beras di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Untuk menganalisis saluran, lembaga, dan fungsi pemasaran digunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan untuk mengetahui efisiensi pemasaran digunakan metode deskriptif kuantitatif yakni analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya. Penelitian ini menemukan empat lembaga utama dalam pemasaran beras di Kabupaten Tanjung Jabung Timur: petani, penggilingan padi/pedagang pengumpul kecamatan, pedagang pengumpul kabupaten, dan pedagang pengecer, dengan lima pola saluran pemasaran. Semua saluran pemasaran dinilai efisien, dengan Saluran 1 dan 2 sebagai yang paling efisien karena melalui penjualan langsung petani ke konsumen

    Servant Leadership: Kunci Peningkatan Kinerja Pelayanan Melalui Employee Engagement: Servant leadership

    Get PDF
    Servant leadership is a leadership style that prioritizes service to subordinates and focuses on the holistic development of employees. This leadership approach is often associated with increased employee engagement and improved organizational performance, particularly in public service institutions where service quality is a critical success factor. This study aims to examine the effect of servant leadership on service performance at the Jambi Class I TPI Immigration Office, with employee engagement as a mediating variable.  Using a quantitative research approach was employed, involving all 40 employees working in the passport service division. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed through Structural Equation Modeling (SEM) with the aid of SmartPLS software. The findings indicate that servant leadership does not have a direct and significant impact on service performance. However, servant leadership positively and significantly influences employee engagement. In turn, employee engagement exerts a strong and significant effect on service performance. These results confirm that employee engagement serves as a full mediator in the relationship between servant leadership and service performance. In other words, the positive effects of servant leadership on service outcomes are channeled entirely through its ability to enhance employees’ emotional commitment, enthusiasm, and psychological investment in their roles.Servant leadership merupakan gaya kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan kepada bawahan dan berfokus pada pengembangan karyawan secara holistik. Pendekatan kepemimpinan ini sering dikaitkan dengan peningkatan employee engagement dan peningkatan kinerja organisasi, terutama di lembaga layanan publik di mana kualitas layanan merupakan faktor keberhasilan yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan pelayan terhadap kinerja pelayanan di Kantor Imigrasi TPI Jambi Kelas I, dengan keterlibatan karyawan sebagai variabel mediasi.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh servant leadership terhadap kinerja pelayanan pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi, dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan responden sebanyak 40 orang pegawai pada bagian layanan paspor. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa servant leadership secara langsung berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pelayanan. Namun, servant leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement. Pada gilirannya, keterlibatan karyawan memberikan efek yang kuat dan signifikan pada kinerja layanan. Hasil ini menegaskan bahwa employee engagement berfungsi sebagai mediator penuh dalam hubungan antara servant leadership dan kinerja layanan. Dengan kata lain, efek positif dari servant leadership pada hasil layanan disalurkan sepenuhnya melalui kemampuannya untuk meningkatkan komitmen emosional, antusiasme, dan investasi psikologis karyawan dalam peran mereka.

    Evaluasi Surveilans Respons Cepat Krisis Kesehatan Akibat Wabah: Literatur Review

    Get PDF
    Introduction: Outbreaks remain one of the biggest public health challenges today. The prevention and control of diseases with outbreak potential depends on the effectiveness of a successful response system with the help of surveillance activities. The aim of this study was to determine the evaluation of surveillance in rapid response to health crises due to disasters and outbreaks. Methods: This study used the literature review method, which refers to the PRISMA method. Reference searches were conducted on three databases, namely Google Scholar, Science Direct, PubMed. A total of 6 articles were selected based on the inclusion criteria. Results: The results of the literature review show that in the input aspect, most surveillance systems face challenges in the form of limited number and competence of officers, lack of funds, and inadequate facilities and infrastructure. Although the methods and SOPs are standardized, their application is not consistent. In the process component, there are obstacles in collecting and analyzing data and disseminating information that is not yet optimal. As a result, the output of the surveillance system has not met national standards. Conclusion: Strengthening the capacity of human resources, providing financial support and infrastructure, and improving the quality of method implementation and analysis are needed to optimize the health surveillance system in Indonesia   Keywords: Evaluation, Surveillance, OutbreaksPendahuluan: Wabah masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar saat ini. Pencegahan dan pengendalian penyakit berpotensi wabah tergantung pada keefektifan sistem respon yang dijalankan secara sukses dengan bantuan kegiatan surveilans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi surveilans dalam respons cepat terhadap krisis kesehatan akibat bencana dan wabah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review, yang merujuk pada metode PRISMA. Pencarian referensi dilakukan pada tiga database, yaitu Google Scholar, Science Direct, PubMed. Sebanyak 6 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hasil: Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa pada aspek input, sebagian besar sistem surveilans menghadapi tantangan berupa keterbatasan jumlah dan kompetensi petugas, kekurangan dana, serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Meskipun metode dan SOP telah sesuai standar, penerapannya belum konsisten. Pada komponen proses, ditemukan kendala dalam pengumpulan dan analisis data serta diseminasi informasi yang belum optimal. Akibatnya, output sistem surveilans belum memenuhi standar nasional. Simpulan: Diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan dukungan dana dan infrastruktur, serta peningkatan kualitas implementasi metode dan analisis untuk mengoptimalkan sistem surveilans kesehatan di Indonesia. Kata kunci: Evaluasi, Surveilans, Wabah &nbsp

    Analisis Desk Research Startup : Perkembangan Dan Dukungan Program Pendanaan Di Indonesia

    Get PDF
    Indonesia is one of the most dynamic growth centers for the startup ecosystem in Southeast Asia. Limited access to financing often hampers startup growth and sustainability potential in Indonesia. Therefore, innovation strategies in financing or funding programs are key in overcoming these obstacles and paving the way for more significant developments. The approach taken in this research is qualitative, using desk research analysis by exploring data from various sources as secondary data. The results of the analysis show that funding has a positive and significant impact on startup business actors' growth development and sustainability. One of the funding sources is from the National Research and Innovation Agency through the Advanced Indonesian Innovation Research (RIIM) Startup funding scheme, which has funded 74 startups with a total funding of IDR 24 billion (2022 - 2024). Funding comes from BRIN and universities, ministries/institutions, and other research and development institutions. With strong support from various parties and Indonesia's increasingly mature startup ecosystem, the future and development of startup businesses in this country look increasingly bright. With innovation, creativity, and a strong entrepreneurial spirit, startup entrepreneurs in Indonesia are ready to conquer challenges and achieve success in the global business world. Keywords: desk research; funding; innovation; program; startupIndonesia merupakan salah satu pusat pertumbuhan startup di wilayah Asia Tenggara. Keterbatasan akses terhadap pembiayaan sering kali menghambat potensi pertumbuhan dan keberlanjutan para pelaku Startup di Indonesia. Oleh karena itu, strategi inovasi dalam program pembiayaan atau pendanaan menjadi kunci dalam mengatasi hambatan ini dan membuka jalan bagi perkembangan yang lebih signifikan. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan analisis desk research dengan menggali data dari berbagai sumber sebagai data sekunder. Dari hasil analisis yang dilakukan diperoleh bahwa pendanaan membawa dampak yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan serta keberlanjutan pelaku usaha startup. Hal ini dapat dilihat bahwa salah satu sumber pendanaan adalah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui skema pendanaan Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Startup dan telah mendanai sebanyak 74 startup dengan total pembiayaan sebesar Rp. 24 Milyar dalam kurun waktu (2022 – 2024). Pendanaan tidak hanya berasal dari BRIN melainkan dari Perguruan Tinggi, Kementrian/Lembaga dan Lembaga litbang lainnya. Dukungan yang kuat dari berbagai pihak akan mendorong semakin matangnya ekosistem startup di Indonesia, yang pada akhirnya masa depan dan perkembangan usaha startup di tanah air akan menjadi lebih besar dan kuat. Dengan berbagai inovasi, kreativitas, dan semangat wirausaha yang kuat dari para pelaku usaha startup di Indonesia, mampu dan siap menaklukan tantangan dan bersaing secara global. Kata Kunci: desk research; inovasi; pendanaan; program; startu

    71

    full texts

    144

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Khazanah Intelektual
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇