Jurnal Khazanah Intelektual
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Tren Publikasi Tentang Ekonomi Hijau Dalam Perspektif Syariah : Sebuah Analisis Bibliometrik
Current economic activities often utilize natural resources without prudent consideration for environmental preservation efforts. Hence, the concept of green economy is crucial for national economic development. This aligns with Sharia principles, particularly in promoting societal well-being. There is a need to develop approaches that integrate environmental factors and ecosystems into economic paradigms, enabling government economic policies to integrate with environmental conservation efforts. Comprehensive literature on green economy research from a Sharia perspective is necessary to provide further insights into its development. This research aims to understand the progress, topical trends, and future directions of green economy research within the Sharia perspective. The study employs a quantitative descriptive research method with a bibliometric approach. Data consists of secondary data gathered from publication metadata on Google Scholar from 2015 to 2023, analyzed using Publish or Perish version 8.2.3944 and Vosviewer version 1.6.20. The findings indicate positive growth with 73 scholarly works on green economy from a Sharia perspective between 2015 and 2023. Frequently discussed topics include green economy, sustainable development, and Indonesia in relation to green economy from a Sharia perspective. Further in-depth and specific research is essential for the development of green economy topics within the Sharia perspective, particularly focusing on societal well-being, Islamic economics, natural resources, economic growth, and the environment.Kegiatan ekonomi saat ini banyak melakukan pemanfaatan sumber daya alam secara kurang bijak yang tidak diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan. Maka konsep ekonomi hijau diperlukan dalam rangka perekonomian nasional. Hal ini sejalan dengan prinsip syariah salah satunya menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Diperlukan pengembangan pendekatan dalam pembangunan ekonomi yang mengintegrasikan faktor lingkungan dan ekosistem ke dalam paradigma ekonomi, sehingga kebijakan ekonomi pemerintah dapat terintegrasi dengan upaya pelestarian lingkungan. Untuk mendapatkan lebih lengkap tentang penelitian ekonomi hijau dalam perspektif syariah diperlukan literatur agar memberi lebih banyak informasi mengenai perkembangan penelitian tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana perkembangan penelitian, tren topik dan arah penelitian selanjutnya terkait ekonomi hijau dalam perspektif syariah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan bibliometrik. Data dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diambil dari metadata publikasi di Google Scholar pada periode 2015-2023 dengan bantuan aplikasi Publish or Perish versi 8.2.3944 kemudian data di olah dibantu dengan menggunakan aplikasi Vosviewer versi 1.6.20. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 73 karya ilmiah tentang ekonomi hijau dalam perspektif syariah dari tahun 2015 hingga 2023 mengalami pertumbuhan yang positif. Topik yang sering dibahas meliputi ekonomi hijau, pembangunan berkelanjutan, dan Indonesia terkait dengan ekonomi hijau dalam perspektif syariah. Untuk pengembangan topik ekonomi hijau dalam perspektif syariah, diperlukan penelitian lebih mendalam dan spesifik agar penelitian lebih beragam terutama di bidang kesejahteraan masyarakat, ekonomi Islam, sumber daya alam, dan pertumbuhan ekonomi, serta lingkungan
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Provinsi Jambi
The purpose of this study was to determine the factors that influence the loyalty of cadets on disaster preparedness (TAGANA) in Jambi Province. The research method used is descriptive method with a quantitative approach. The population in this study were volunteers for disaster preparedness cadets (TAGANA) in Jambi Province. The sample was determined by random sampling method so that the number of samples was 250 people.Data collection techniques used questionnaires and processed with SPSS20. The data analysis method used is multiple linear regression method. The results showed that the social spirit had a positive and significant effect on volunteer loyalty by t count 5,246 > t table 1,651. A comfortable environment and workplace have a positive and significant effect on volunteer loyalty by t count 2.937 <t table 1.651. Effective communication has a positive and significant effect on volunteer loyalty of 9,646 < t table 1,651. The relationship between members within the organization has no effect on the loyalty of volunteers because the t count is 0.849 < t table 1.651. Leadership style has no effect on volunteer loyalty because the t count is 1,291 < t table 1,651. However, social life, relationships with members in the organization, leadership style, comfortable environment and workplace, effective communication have a simultaneous and significant effect on the loyalty of TAGANA volunteers with an F count of 190,339 > F table 2.25Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas relawan taruna siaga bencana (TAGANA) di Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah relawan tarunas siaga bencana (TAGANA) Seprovinsi Jambi.sampel ditentukan dengan metode random sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 250 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah dengan SPSS20. Metode analisi data yang digunakan adalah metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jiwa sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas relawan sebesar t hitung 5.246 > t table 1.651. Lingkungan dan tempat kerja yang nyaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas relawan sebesar t hitung 2,937 < t table 1.651. Komunikasi Yang Efektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas relawan sebesar 9.646 < t table 1.651. Hubungan Antar Anggota Dalam Organisasi tidak berpengaruh terhadap Loyalitas relawan karena nilai t hitung 0.849 < t table 1.651. Gaya Kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap Loyalitas relawan karena nilai t hitung 1.291 < t table 1.651. Namun jiwa sosial, hubungan dengan anggota dalam organisasi, gaya kepemimpinan, lingkungan dan tempat kerja yang nyaman, komunikasi yang efektif berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap Loyalitas relawan TAGANA dengan nilai F hitung 190.339 > F table 2.25
Pengaruh Inflasi Dan Bi Rate Terhadap Penyaluran Kredit Di Provinsi Jambi
Regional Development Banks have an important intermediary function in supporting regional development. Credit distribution to the community will improve community welfare. This study aims to analyze the influence of macroeconomic variables, namely inflation and Bank Indonesia interest rates on the development of credit distribution at the Jambi Regional Development Bank (Bank Jambi). The quantitative descriptive research method is used to answer the problems raised in this study with secondary data for the period 2020 to 2023. The analysis tool in this study is multiple linear regression. The results of the study show that the development of credit distribution at Bank Jambi is not significantly influenced by macroeconomic variables, namely inflation and Bank Indonesia interest rates.Bank Pembangunan daerah memiliki fungsi intermediasi yang penting dalam menunjang Pembangunan daerah. Penyaluran kredit kepada Masyarakat akan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makro ekonomi yaitu inflasi dan suku Bunga Bank Indonesia terhadap perkembangan penyaluran kredit pada Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi). Metode penelitian deskriptif kuantitatif digunakan guna menjawab permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini dengan data sekunder dengan periode 2020 sampai dengan 2023. Alat analisis dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan penyaluran kredit pada bank Jambi tidak signifikan dipengaruhi oleh variabel makro ekonomi yaitu berupa inflasi dan suku Bunga Bank Indonesia.
 
The STATUS KEBERLANJUTAN EKOSISTEM MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR: STATUS KEBERLANJUTAN EKOSISTEM MANGROVE DI WILAYAH PESISIR Suistanability Status Of The Mangrove Ecosystem
Mangrove ecosystem have a complex functions including ecological functions and economic, socio-cultural functions. This ecosystem has unique resources and is vulnerable to habitat degradation. Decreased habitat quality and area area usually occurs due to several factors. These factors can come from natural factors and human activity factors. Natural factors that affect habitat degradation include accretion, abrasion, and sedimentation. Habitat degradation factors that come from human activities include encroachment, illegal logging, coastal development, and the creation of ponds. The mangrove area on the coast of Mendahara District, East Tanjung Jabung Regency was identified as experiencing habitat degradation. The goals of this research are to assess the sustainability of the mangrove ecosystem in the coastal area of Mendahara District, East Tanjung Jabung Regency, and to conduct a leverage analysis on the sustainability of the mangrove ecosystem in the coastal area of Mendahara District, East Tanjung Jabung Regency. Four dimensions—environmental, economic, social, and institutional—are analyzed using the RAPFISH technique. It will be validated using the Monte Carlo approach in order to calculate the stress value and R2 value after it has been evaluated. The leverage analysis method is used to identify key characteristics. According to the analysis of this study, the mangrove ecosystem in the coastal region of Mendahara District, East Tanjung Jabung Regency, is reasonably sustainable in the institutional, ecological, and economic dimensions, but less so in the social dimension. The leverage analysis of 36 attributes revealed 7 sensitive attributes that have an impact on the sustainability of the mangrove ecosystem in the coastal region of Mendahara District, East Tanjung Jabung Regency. The seven sensitive features that were found are the diversity of fauna, changes in coastlines, the availability of government funds, government help, community management of mangroves, social conflict, and law enforcement.Ekosistem mangrove memiliki fungsi yang kompleks meliputi fungsi ekologi dan fungsi ekonomi, sosial-budaya. Ekosistem ini memiliki sumber daya yang unik dan rentan terhadap degradasi habitat. Penurunan kualitas habitat dan luas wilayah biasanya terjadi karena beberapa faktor. Faktor-faktor ini dapat berasal dari faktor alam dan faktor aktivitas manusia. Faktor alam yang mempengaruhi degradasi habitat antara lain akresi, abrasi, dan sedimentasi. Faktor degradasi habitat yang berasal dari aktivitas manusia antara lain perambahan, penebangan liar, pembangunan pesisir, dan pembuatan kolam. Kawasan mangrove di pesisir Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur diidentifikasi mengalami degradasi habitat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan ekosistem mangrove di Wilayah Pesisir Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan menganalisis atribut sensitif (analisis leverage) terhadap status keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode RAPFISH digunakan untuk menganalisis empat dimensi, yaitu dimensi ekologi, ekonomi, sosial dan kelembagaan. Setelah dianalisis, akan divalidasi menggunakan metode Monte Carlo sehingga dapat menentukan nilai tegangan dan nilai R2. Penentuan atribut sensitif dilakukan dengan menggunakan analisis leverage. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa status keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada dimensi kelembagaan, ekologis dan ekonomi cukup berkelanjutan, namun pada dimensi sosial dalam status kurang berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis atribut sensitif (analisis leverage) dari 36 atribut yang digunakan, terdapat 7 atribut sensitif yang diidentifikasi mempengaruhi status keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tujuh atribut sensitif yang diidentifikasi antara lain keanekaragaman fauna, perubahan garis pantai, ketersediaan anggaran pemerintah, bantuan pemerintah, pengelolaan mangrove oleh masyarakat, konflik sosial, penegakan hukum.
 
Faktor Penyebab Balita Stunting Pada Awal 1000 Hari Pertama Kehidupan (Studi Kualitatif Di Puskesmas X)
Background: Stunting is a state of growth failure due to chronic malnutrition since the first 1000 days of life, so that toddlers are too short for their age. Stunting is the cumulative result of a process that begins during pregnancy, problems when pregnant women become the cause of stunting in toddlers. Some of the problems that occur in pregnant women such as lack of nutritional intake, teenage pregnancy, history of hypertension, and depression. Purpose: To gain an in-depth understanding of the causes of stunting in toddlers starting in the early first 1000 days of life period in the X Health Center area. Methods: This study used a qualitative description. Data collection is done by with an in-depth interview approach. Informants were selected by purposive sampling. The informants consisted of 5 people, 1 key informant (nutrition officer) and 4 informants of mothers who have stunted toddlers. The research tools used were interview guides and recorders. Results: the causes of stunting in the early first 1000 days of life period at the X Health Center occurred due to factors from direct and indirect causes. Direct causal factors include teenage pregnancy, nutritional intake during pregnancy, history of hypertension and depression during pregnancy. In addition, there are also indirect causal factors for stunting which include knowledge and family income. Conclusion: The causes of stunting in the early first 1000 days of life period include teenage pregnancy, nutritional intake during pregnancy, history of hypertension, depression during pregnancy. knowledge and family income.Latar Belakang: Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sejak seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), sehingga balita terlalu pendek untuk usianya. Stunting menjadi hasil kumulatif dari proses yang dimulai sejak kehamilan, Masalah ketika ibu hamil menjadi penyebab terjadinya stunting pada balita. Beberapa masalah yang terjadi pada Ibu hamil seperti kekurangan asupan nutrisi, kehamilan usia remaja, riwayat hipertensi, dan depresi. Tujuan: Mendapatkan pemahaman secara mendalam mengenai penyebab kejadian stunting pada balita yang dimulai pada masa awal 1000 HPK di wilayah kerja Puskesmas X. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriftif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan in-depth interview (wawancara mendalam). Informan dipilih secara purposive sampling. Informan terdiri dari 5 orang, yaitu 1 orang informan kunci (petugas gizi puskesmas) dan 4 informan ibu yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas X. Alat penelitian yang digunakan adalah panduan wawancara dan recorder. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa penyebab stunting pada masa awal 1000 HPK di Puskesmas X terjadi karena faktor dari penyebab langsung dan tidak langsung. Faktor penyebab langsung meliputi kehamilan usia remaja, asupan nutrisi selama hamil, riwayat hipertensi dan depresi ketika hamil. Selain itu juga ditemukan faktor penyebab tidak langsung terjadinya stunting yang meliputi pengetahuan dan pendapatan keluarga. Kesimpulan: Penyebab stunting pada masa awal 1000 HPK meliputi kehamilan usia remaja, asupan nutrisi selama hamil, riwayat hipertensi, depresi ketika hamil. pengetahuan dan pendapatan keluarga
The Evaluasi Dampak Akreditasi Puskesmas Terhadap Kualitas Layanan Dan Pencapaian Uhc Di Indonesia
Universal Health Coverage (UHC) is a crucial component of the Sustainable Development Goals aimed at ensuring access to quality healthcare without financial hardship. In Indonesia, the National Health Insurance Program (JKN-KIS) has achieved significant population coverage; however, challenges persist in ensuring healthcare quality, particularly in primary healthcare centers (Puskesmas). This study evaluates the impact of accreditation on improving the quality of primary healthcare services and its contribution to achieving UHC in Indonesia. Drawing from a literature review of 25 articles published between 2015–2024, accreditation has been shown to enhance service quality, particularly in responsiveness and patient satisfaction. Key supporting factors include continuous training, regulatory support, and effective management. However, challenges such as limited infrastructure, uneven distribution of healthcare workers, and administrative barriers remain significant, especially in remote areas. Accreditation plays a vital role in advancing UHC, but its success depends on strengthening infrastructure, improving healthcare worker competencies, and integrating accreditation into daily service practices.Universal Health Coverage (UHC) merupakan bagian penting dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang bertujuan memastikan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas tanpa beban finansial. Di Indonesia, program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah berhasil mencapai cakupan populasi yang signifikan, namun tantangan masih ada dalam memastikan kualitas layanan kesehatan, khususnya di Puskesmas. Penelitian ini mengevaluasi dampak akreditasi terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan primer serta kontribusinya terhadap pencapaian UHC di Indonesia. Berdasarkan tinjauan literatur dari 25 artikel terpublikasi antara 2015–2024, akreditasi terbukti meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam responsivitas dan kepuasan pasien. Dukungan pelatihan, regulasi, dan manajemen efektif menjadi faktor pendukung utama. Namun, hambatan seperti keterbatasan infrastruktur, distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata, dan hambatan administratif masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah terpencil. Akreditasi memiliki potensi besar dalam mendukung UHC, namun keberhasilan program ini memerlukan penguatan infrastruktur, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, dan integrasi akreditasi dalam praktik layanan sehari-hari. Kata kunci: akreditasi Puskesmas, Indonesia, kualitas layanan kesehatan, pelayanan kesehatan primer, Universal Health Coverag
The Partisipasi Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Jambi Dalam Upaya Meningkatkan Ekosistem Inovasi (Tantangan Dan Peluang)
This study aims to describe the existing state of regional innovation in Jambi Province and the partisipation of regional government agencies in improving the Regional Competitiveness Index (IDSD) and the Regional Innovation Index (IID). Data were obtained from government documents and related academic research. The results indicate that the IDSD and IID scores are gradually recovering. The participation by regional agencies has fluctuated, indicating human resources capacity issues in proposing innovations. Recommendations are include maintaining institutional consistency, encouraging cross-regional collaboration, and ensuring that each OPD is required to produce at least one innovation per year to maintain regional compretitiveness.
Keywords: Competitiveness, Innovation, Regional Govetnment Agencies.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi eksisting inovasi daerah Provinsi Jambi dan partisipasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jambi dalam meningkatkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dan Indeks Inovasi Daerah (IID). Data diperoleh dari dokumen pemerintah dan penelitian akademik terkait. Hasil menunjukkan bahwa skor IDSD dan IID mengalami pemulihan secara bertahap. Demikian pula dengan partisipasi perangkat daerah mengalami fluktuasi yang mengindikasikan bahwa ada isu kapasitas SDM dalam mengusulkan inovasinya. Rekomendasi antara lain menjaga konsistensi kelembagaan, mendorong kolaborasi lintas OPD, serta memastikan bahwa setiap OPD memiliki kewajiban menghasilkan inovasi minimal satu per tahun untuk menjaga daya saing daerah
Kata kunci: Daya Saing, Inovasi, Perangkat Daera
Dinamika Ekonomi-Bisnis Provinsi Jambi Di Era Pengetahuan Terbuka: Kajian Bibliometrik-Slr Terhadap Peta Riset Global Bereputasi Dan Implikasinya
n facing the global transition towards an open knowledge economy, Jambi Province encounters complex challenges such as digital inequality, agrarian governance issues, and the sustainability of its natural resource-based economy. This study aims to map the direction, trends, and research gaps in global literature related to regional economicbusiness dynamics relevant to the context of Jambi, as well as to evaluate their implications for evidence-based public policy formulation. Employing a Systematic Literature Review (SLR) and bibliometric approach, this study analyzed 123 Scopusindexed articles (2000–2025), following the PRISMA protocol and utilizing Bibliometrix and VOSviewer for analysis. The results reveal seven dominant thematic clusters, namely participatory governance, ecosystem sustainability, agribusiness value chains, agrarian conflicts, smallholder productivity, socio-ecological transformation, and consumer preferences for sustainable products. There is a notable gap in the literature concerning the integration of Jambi’s development strategies based on open information systems, digitalization of farmer cooperatives, and data-driven cross-sector policy approaches. Jambi's position in the global research landscape remains marginal, marked by low levels of international collaboration. This study recommends strengthening open research ecosystems, fostering triple helix partnerships, and developing regional economic policies supported by geospatial information systems. Keywords: Bibliometric, Jambi, Knowledge-Based Economy, Regional Sustainable DevelopmentDalam menghadapi transisi global menuju open knowledge economy, Provinsi Jambi menghadapi tantangan kompleks berupa ketimpangan digital, tata kelola agraria, dan keberlanjutan ekonomi berbasis sumber daya alam. Studi ini bertujuan untuk memetakan arah, tren, dan kesenjangan riset global terkait dinamika ekonomi-bisnis daerah yang relevan dengan konteks Jambi, serta mengevaluasi implikasinya bagi perumusan kebijakan publik berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis bibliometrik, mengacu pada protokol PRISMA, dengan sumber data dari Scopus (2000–2025) dan dianalisis menggunakan Bibliometrix serta VOSviewer. Sebanyak 123 artikel teridentifikasi dan dianalisis melalui analisis ko-okurensi kata kunci dan bibliographic coupling.Studi ini bertujuan untuk memetakan arah, tren, dan kesenjangan riset global terkait ekonomi-bisnis regional dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan bibliometrik terhadap 123 artikel terindeks Scopus (2000–2025). Proses seleksi mengikuti protokol PRISMA, dianalisis menggunakan Bibliometrix dan VOSviewer. Hasilnya menunjukkan tujuh klaster tematik dominan yang meliputi tata kelola partisipatif, keberlanjutan ekosistem, rantai nilai agribisnis, konflik agraria, produktivitas petani kecil, transformasi sosial-ekologis, dan preferensi konsumen terhadap produk berkelanjutan. Terdapat kekosongan dalam literatur mengenai integrasi strategi pembangunan Jambi berbasis sistem informasi terbuka, digitalisasi koperasi petani, serta pendekatan kebijakan lintas sektor berbasis data lokal. Posisi Jambi dalam lanskap riset global masih marjinal, dengan rendahnya keterlibatan kolaboratif internasional. Studi ini merekomendasikan penguatan ekosistem riset terbuka, kemitraan triple helix, dan kebijakan ekonomi daerah yang didukung sistem informasi berbasis geospasial
Determinan Fertilitas Pada Suku Anak Dalam (SAD) Provinsi Jambi
Fertility is the ability of a woman to give birth to a child alive during her reproductive years, the baby born shows signs of life, including heartbeat, moving, breathing, crying and others. This study was conducted to identify Factors affecting Fertility in Orang Rimba in Jambi Province. The research design used was an Observational Analysis Study, with research locations in Jelutih Village, Batin XXIV District, Batanghari Regency and in Bukit Suban Village, Air Hitam District, Sarolangun Regency, Jambi Province. Sample determination using the Proportional Simple Random Sampling method, with data analysis using the Structural Equation Modeling (SEM) equation model with the SmartPLS application. The results of the analysis showed that demographic, conception and environmental variables (programs) proved to have a real and significant effect with fertility variables (p-value< 0.05). Specifically, there is a structural relationship (p-value 0.062) between Intercourse-> Conception-> Fertility. Increasing the intercourse variables (first HUS age, first marriage age) will reduce conception variables (use of birth control devices, the length of vulnerable HUS time after childbirth and increasing the first age of childbirth) thus having an impact on decreasing fertility rates in SAD in Jambi Province.
Keywords: fertility, norm, environment, intercourse, conceptionFertilitas merupakan kemampuan seorang wanita untuk melahirkan seorang anak dalam keadaan hidup selama masa reproduksinya, bayi yang dilahirkan menunjukan adanya tanda-tanda kehidupan, diantaranya adanya detak jantung, bergerak, bernafas, menangis dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi Faktor yang mempengaruhi Fertilitas pada Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi. Desain penelitian yang digunakan adalah Observational Analitic Study, dengan lokasi Penelitian di Desa Jelutih Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari dan di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Penentuan sampel menggunakan metode Proportional Simple Random Sampling, dengan analisis data menggunakan model persamaan Structural Equation Modeling (SEM) dengan aplikasi SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa, variabel demografi, konsepsi dan lingkungan (program) terbukti berpengaruh secara nyata dan signifikan dengan variabel fertilitas (p-value< 0,05). Secara spesifik terdapat hubungan struktural (p-value 0,062) antara Intercourse -> Konsepsi -> Fertilitas. Peningkatan variabel intercourse (Usia HUS pertama, usia kawin pertama) akan menurunkan variabel konsepsi (pemakaian alat KB, Lama rentan waktu HUS setelah melahirkan dan meningkatnya usia pertama melahirkan) sehingga berdampak terhadap menurunnya tingkat fertilitas pada SAD di Provinsi Jambi.
Kata kunci : fertilitas, norma, lingkungan, intercourse, konseps
IMPULSIVE BUYING DALAM BELANJA SECARA ONLINE PADA MAHASISWA
The rapid development of the internet has resulted in an increasing demand for internet services. Consequently, there has been a rise in the usage of e-commerce in Indonesia. Apart from serving as a source of information, the internet is now predominantly used for online shopping. Currently, there are numerous online shopping applications such as Shopee, Lazada, Tokopedia, Blibli, Bukalapak, and others. This trend can lead to impulsive buying behavior among consumers. Impulsive buying is characterized by sudden, unplanned purchases without prior consideration or product evaluation. The objective of this study is to determine the prevalence of impulsive buying among students at one of the public universities in Jakarta. This research adopts a descriptive qualitative approach to provide a deeper understanding of issues, events, and occurrences. The study uses purposive sampling involving three female students aged 18-24 years who have experience with online shopping. Data collection is carried out through semi-structured interviews conducted face-to-face.The findings indicate that students at one of the public universities in Jakarta exhibit impulsive buying behavior. Among the three subjects in this study, several types of impulsive buying behavior were identified, namely pure impulse buying, suggestion impulse buying, reminder impulse buying, and planned impulse buying. Each subject reported engaging in online shopping activities 3 to 5 times per month.Meningkatnya perkembangan internet menyebabkan kebutuhan internet semakin meningkat. Sehingga meningkatnya jumlah pemakaian dan penggunaan e-commerce di Indonesia. Selain kegunaan internet pada saat ini bukan lagi mencari sumber data melainkan pembelajaan secara online. Yang dimana pada saat ini sudah banyak aplikasi belanja online misalnya shopee, Lazada, Tokopedia, Blibli, bukalapak, dan lainnya. Hal ini dapat meningkatkan perilaku impulsive buying pada konsumen. Impulsive buying adalah perilaku dalam berbelanja secara tiba-tiba, tidak memikirkan, tanpa perencanaan, dan tanpa mempertimbangkan produk yang akan dibeli. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat impulsive buying pada mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan dan mengetahui lebih dalam suatu masalah, peristiwa, dan kejadian. Subjek pada penelitian ini menggunakan purposive sumpling berjumlah 3 orang dengan kriteria subjek mahasiswa berjenis kelamin Perempuan, berusia 18-24 tahun, dan pernah berbelanja online. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi struktur, wawancara dilakukan secara langsung. Hasil yang didapatkan bahwa mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta memiliki impulsive buying, yang dimana pada ketiga subjek pada penelitian ini terdapat beberapa tipe dalam perilaku impulsive buying yaitu pure impulse buying, suggestion impulse buying, reminder impulse buying, dan planned impulse buying. Pada ketiga subjek melakukan pembelanjaan secara online sebanyak 3 sampai 5 kali dalam sebulan