Jurnal Khazanah Intelektual
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
BUDAYA MEMBACA PEGAWAI BERDASARKAN MEDIA INFORMASI DI PERPUSTAKAAN SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAMBI : BUDAYA MEMBACA PEGAWAI BERDASARKAN MEDIA INFORMASI DI PERPUSTAKAAN SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAMBI
Sejak tahun 1972 UNESCO telah memprioritaskan masalah pembinaan minat baca. Pada tahun tersebut diluncurkan program yang disebut Books for All (buku untuk semua orang), yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan kegemaran membaca di masyarakat dunia. Budaya baca yang kuat akan mendorong seseorang untuk tidak leka dan akan mendorong seseorang untuk tidak lekas berpuas diri. Dengan membaca seorang pegawai dapat mengasah serta meningkatkan kemampuan otaknya untuk lebih berfikir kreatif dan inovatif. Yang pada gilirannya akan mewujudkan pegawai yang literat, yaitu pegawai yang memilki kemampuan membaca menulis dan mampu menjalankannya dalam melaksanakan tugas sebagai ASN. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap pegawai. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya membaca pegawai melalui media informasi di perpustakaan Setda Prov. Jambi masih sangat rendah. Sarana dan prasarana di perpustakaan Setda Prov. Jambi masih kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Prov. Jambi. Dalam era teknologi informasi, di samping sarana dan prasarana yang bersifat manual, diperlukan pula fasilitas yang mendukung kegiatan otomasi perpustakaan. Komputer dan fasilitas komunikasi telah menjadi bagian pengorganisasian koleksi sumber informasi berdasarkan sistem yang handal dan terpercaya, termasuk sistem yang berbasis TI agar dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna pada satu sisi, dan mengadakan koleksi yang mutakhir, sehingga perhatian pemerintah Provinsi Jambi sangat dibutuhkan guna meningkatkan minat baca pada pegawai
MENERAPKAN PANCASILA SEBAGAI NILAI DASAR PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN NASIONAL BANGSA INDONESIA: MENERAPKAN PANCASILA SEBAGAI NILAI DASAR PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN NASIONAL BANGSA INDONESIA
Andaikan para ilmuwan dalam pengembangan ilmu konsisten terhadap janji awalnya ditemukan ilmu, untuk mencerdaskan manusia, memartabatkan manusia dan menyejahterakan manusia, maka pengembangan ilmu yang didasarkan pada kaedah keilmuan tidak perlu menimbulkan ketegangan antara ilmu dan teknologi dengan masyarakat.
Fakta yang kita saksikan saat ini ilmu empiris mendapatkan tempatnya yang sentral dalam kehidupan manusia karena dengan teknologi modern yang dikembangkannya dapat memenuhi kebutuhan praktis hidup manusia. Ilmu empiris tersebut tumbuh dan berkembang dengan cepat melebihi ritme pertumbuhan dan perkembangan peradaban manusia. Ironisnya tidak diimbangi kesiapan mentalitas sebagian masyarakat, khususnya di Indonesia.
Teknologi telah merambah berbagai bidang kehidupan manusia secara ekstensif dan mempengaruhi sendi kehidupan manusia secara intensif, termasuk merubah pola pikir dan budaya manusia, bahkan nyaris menggoyahkan eksistensi kodrati manusia itu sendiri. Kondisi ini terlihat ketika misalnya, anak-anak sekarang dengan alat-alat permainan yang serba teknologis seperti playstation, mereka sudah dapat terpenuhi hasrat hakekat kodrat sosialnya hanya dengan memainkan alat permainan tersebut secara sendirian. Mereka tidak sadar dengan kehidupan yang termanipulasi teknologi menjadi manusia individualis.Masih terdapat banyak persoalan akibat teknologi yang dapat disaksikan, meskipun secara nyata manfaat teknologi tidak dapat dipungkiri.
Problematika keilmuan dapat segera diantisipasi dengan merumuskan kerangka dasar nilai bagi pengembangan ilmu. Kerangka dasar nilai ini harus menggambarkan suatu sistem filosofi kehidupan yang dijadikan prinsip kehidupan masyarakat, yang sudah mengakar dan membudaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia, yaitu nilai-nilai Pancasila
PERANAN GURU DALAM MEMBERIKAN BIMBINGAN TERHADAP ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI 1 KOTA JAMBI : PERANAN GURU DALAM MEMBERIKAN BIMBINGAN TERHADAP ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI 1 KOTA JAMBI
Semua warga negara berhak memperoleh pendidikan baik bagi anak normal maupun anak berkebutuhan khusus, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan dipertegas dalam Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa, dengan memberi peluang kepada anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan bimbingan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peranan guru dalam memberikan bimbingan terhadap anak dengan kebutuhan khusus terutama dalam pengembangan individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan studi kepustakaan sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam memberikan bimbingan terhadap anak dengan kebutuhan khusus sangat penting. Peran tersebut terlihat dari penguasaan guru dalam memberikan bimbingan konseling dan pengembangan individu yang mengharuskan guru untuk kreatif mengembangkan pola serta metode pendekatan terhadap anak. Akan tetapi latar belakang pendidikan serta komitmen guru dalam memberikan bimbingan terhadap anak berkebutuhan khusus menjadi faktor kunci keberhasilan anak dalam mengembangkan dirinya
ANALISIS KEBIJAKAN MERGER SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN KERINCI (Feasibility Study)
Kondisi saat , ada sekitar 15 Sekolah Dasar di Kabupaten Kerinci direncanakan akan di merger oleh Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan. Langkah tersebut dilakukan sabagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Kerinci. Karena Belasan sekolah itu dinilai tidak memenuhi Standart Nasional Pendidikan (SNP). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan dari perencanaan kebijakan Pendidikan melalui Merger Sekolah Dasar di Kabupaten Kerinci. Manfaat penelitian melalui feasibility and Policy Analysis (Analisis kebijakan dan Kelayakan) akan ditemukan permasalahan dan sejauh mana alternatif kebijakan yang diusulkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah Kabupaten Kerinci dalam memutuskan kebijakan merger pada sekolah-sekolah yang direncanakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan Sequential Explanatory Design of mixed method.Hasil penelitian menunjukan temuan kuantitatif dengan cross-sectional study menjelaskan bahwa (1) Administrative Operability tidak berpengaruh dan signifikan terhadap Sucessful Policy Implementation. Hasil nilai t statistik adalah 0.528 = 1,96. (2) Economic & Financial Feasibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sucessful Policy Implementation. Hasil nilai t statistik adalah 10.693 = 1,96. (3) Political Feasibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sucessful Policy Implementation. Hasil nilai t statistik adalah 3.906 = 1,96. dan (4) Technical Feasibility tidak berpengaruh dan signifikan terhadap Sucessful Policy Implementation. Hasil nilai t statistik adalah 1.016 = 1,96. Kesimpulannya H4 ditolak. Konsekuensinya diperoleh bahwa Economic & Financial Feasibility dan Political Feasibility memiliki pengaruh paling kuat terhadap keberhasilan penerapan kebijakan merger SD di Kabupaten Kerinci. Wawancara dengan skateholders terkait di peroleh hasil temuan bahwa terdapat tujuh tema baru yang muncul yaitu (1) Masalah pada sertifikasi guru khususnya terkait jam mengajar dan kelas, (2) Masalah pada guru honorer, (3) Efek dan dampak kebijakan ini akan tidak seimbang dari kepala sekolah dan kepentingan desa, (4) Masyarakat Desa Mempersepsikan susah mendirikan sekolah dan mudah untuk menghapus sekolah, (5) Belum ada persamaan persepsi tentang kebijakan merger SD, (6) Proses penyesuaian diri guru-guru dari sekolah yang dihapuskan (7) Terjadi Penumpukkan guru. Dari tujuh tema tersebut frekuensi pernyataan yang sering muncul memiliki relevansi yang kuat dengan dua domain penilaian kelayakan kebijakan yaitu Economic & Financial Feasibility dan Political Feasibility.
Kata Kunci : Merger, Sekolah Dasar, Studi Kelayaka
STUDI KOMPARATIF KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN INDUK DAN KABUPATEN PEMEKARAN (STUDI KASUS KAB. BATANG HARI DAN KAB. MUARO JAMBI)
Penelitian mengenai Studi Komparatif Kemampuan Keuangan Daerah KabupatenInduk dan Kabupaten Pemekaran(Studi Kasus Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi) bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi yang ditunjukkan melalui Derajat Otonomi Fiskal (DOF), Indeks Kemampuan Rutin (IKR) dan Indeks Penampilan PAD (IPAD), menganalisis perbedaan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi yang ditunjukkan melalui Derajat Otonomi Fiskal (DOF), Indeks Kemampuan Rutin (IKR) dan Indeks Penampilan PAD (IPAD, menganalisis hubungan antara kemampuan keuangan daerah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi dengan pertumbuhan ekonomi, selama periode 2001-2015.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk runtun waktu (time series) dengan periode pengamatan dari tahun 2001 sampai 2015. Alat analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut di atas adalah indikator kemampuan keuangan daerah melalui Derajat Otonomi Fiskal (DOF), Indeks Kemampuan Rutin (IKR) dan Indeks Penampilan PAD (IPAD), uji beda independent sample t-tes dan korelasi pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan keuangan daerah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi masih sangat rendah, dimana Derajat Otonomi Fiskal (DOF) sangat kurang karena berada < 10 persen, Indeks Kemampuan Rutin (IKR) sangat kurang karena berada antara rasio 0,00 – 20,00 persen dan Indeks Penampilan PAD (IPAD) lemah karena IPPAD < 1. Ada perbedaan yang signifikan Derajat Otonomi Fiskal (DOF) dan Indeks Penampilan PAD antara Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi, sementara tidak ada perbedaan yang signifikan Indeks Kemampuan Rutin (IKR) antara Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi.Tidak ada hubungan antara indikator kemampuan keuangan daerah (DOF, IKR dan IPPAD) dengan pertumbuhan ekonomi melalui indikator PDRB di Kabupaten Batang Hari dan kabupaten Muaro Jambi
ANALISIS PENGARUH EKSTERNAL PADA PERUSAHAAN START-UP BIDANG PENDIDIKAN: PENGGUNAAN TEKNIK ANALISIS PEST DI CV. BIG EDU INDONESIA
Perkembangan startup di Indonesia semakin meluas karena banyak kesempatan-kesempatan dari dalam negeri maupun luar negeri yang mendukung perkembangan startup. Mulai dari kesempatan investasi dan incubator. Melihat perkembangan startup di Indonesia, rupanya perkembangan startup yang cukup pesat ialah startup dibidang E-commerce. Startup bidang pendidikan pun mulai menyusul eksistensinya. Bisa dilihat dalam perkembangan startup Ruangguru. Untuk meningkatkan eksistensi startup pendidikan, perlu adanya penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan startup pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi startup pendidikan dengan PEST analisis, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pelitian ini dilakukan di perusahaan CV. Big Edu Indonesia sebagai salah satu startup pendidikan yang bergerak dalam bidang riset. adapun hasil dari penelitian ini ialah: faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan startup Big Edu Indonesia ialah: peraturan perundang-undangan dalam riset, kondisi perekonomian Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia, kondisi demografi dan geografis masyarakat, serta perkembangan teknologi di dunia.
 
Model Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Kota Jambi: Model Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Kota Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model pengembangan pertanian berkelanjutan di Kota Jambi. Diklaksanakan tahun 2017 di Kota Jambi Provinsi Jambi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan pendekatan Model FLAG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tingkat keberlanjutan pertanian Kota Jambi berdasarkan analisis fleg termasuk kategori tidak berkelanjutan terlihat dari hasil analisis tidak ditemukan adanya green fleg. 2) Skenario kebijakan berbasis Natural Farming (NF) dan Mix (CF +NF) di Kota Jambi cenderung lebih berkelanjutan walaupun masih memiliki bendera merah dan hitam, jika pertanian kebijakan konvensional tetap dipertahankan akan mengakibatkan tingkat keberlanjutan semakin menurun. 3) jika pertanian di Kota Jambi masih menggunakan kebijakan Konvensial Farming (CF) dengan input prtanian yang tidak mendukung keberlanjutan akan berindikasi pada level keberlanjutan yang semakin menurun. Untuk Pengembangan pertanian berkelanjutan Kota Jambi Kedepan dengan menerapkan kebijakan pertanian secara alam
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
Era revolusi industri 4.0, kepemimpinan memegang peranan penting guna mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini kaitannya dalam bidang pendidikan. Salah satu tipe kepemimpinan yang tepat untuk era ini ialah tipe kepemimpinan transformasional. Informan penelitian ini yaitu kepala sekolah SMAN 1 Pakem. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam, penedekatan pada penelitian ini dengan menggunakan kualitatif, yang dianalisis menggunakan teknik analisis Miles and Huberman. SMAN 1 Pakem memiliki beberapa tantangan yang dihadapi. Diantaranya yaitu: menurunnya prestasi siswa, masalah moralitas, dan tantangan SMAN 1 Pakem dalam kelulusan siswa nya di perguruan tinggi. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi tersebut, kepala sekolah melakukan beberapa strategis. Diantaranya yaitu melakukan evaluasi kebijakan yang telah dilakukan oleh kepala sekolah sebelumnya, pemberian motivasi dan fasilitas kepada siswa dan guru untuk pengembangan mereka. Menerapkan prinsip social entrepreneur guna menumbuhkan kepekaan sosial, dan melakukan pendalaman materi dengan tentor sebaya
IMPLEMENTASI BOARDING SCHOOL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU HEDONIS DI KALANGAN REMAJA KAJIAN QS. AL-HADID: 20 : IMPLEMENTASI BOARDING SCHOOL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU HEDONIS DI KALANGAN REMAJA KAJIAN QS. AL-HADID: 20
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui pengaruh implementasi boarding school sebagai salah satu upaya pencegahan perilaku hedonis di kalangan remaja, juga didukung dengan kajian QS.Al-Hadid: 20. Objek penelitian ini adalah siswa-siswi MAN Insan Cendekia Jambi. Jenis penelitian ini adalah kombinasi kualitatif dan kuantitatif, sehingga didapatkan hasil saling mendukung antara deskripsi dan besar pengaruh implementasi boarding school sebagai upaya pencegahan perilaku hedonis di kalangan remaja. Hasil analisis data kualitatif menyatakan bahwa implementasi boarding school dapat menjadi salah satu upaya pencegahan perilaku hedonis. Kemudian, hasil analisis data kuantitatif dengan analisis korelasi menunjukkan bahwa niai R = 0,9831. Ini berarti ada hubungan yang signifikan antara implementasi boarding school dan perilaku hedonis remaja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi boarding school behubungan sangat signifikan dan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan perilaku hedonis di kalangan remaja dengan nilai kontribusi sebesar 38,4%
PEMANFAATAN APLIKASI OTOMASI PERPUSTAKAAN INLISLITE PADA PERPUSTAKAAN UMUM PROVINSI DAN KABUPATEN / KOTA DI PROVINSI JAMBI : PEMANFAATAN APLIKASI OTOMASI PERPUSTAKAAN INLISLITE PADA PERPUSTAKAAN UMUM PROVINSI DAN KABUPATEN / KOTA DI PROVINSI JAMBI
Perkembangan teknologi informasi dan penerapan teknologi informasi saat ini telah menyebar hampir di semua bidang tidak terkecuali di perpustakaan. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi sudah seharusnya dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi. Perkembangan penerapan teknologi informasi dapat dilihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan teknologi informasi, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terautomasi dan perpustakaan digital. Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai Sistem Informasi Manajemen perpustakaan yang dapat diintegrasikan dengan kegiatan pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk Otomasi Perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan otomasi perpustakaan pada perpustakan umum di Provinsi Jambi, yaitu perpustakaan umum provinsi dan kabupaten/kota; pemanfaatan bantuan perangkat lunak dan perangkat keras yang sudah diberikan oleh perpustakaan Nasional RI untuk kegiatan otomasi perpustakaan; pemanfaatan fitur dan modul inlislite pada kegiatan pengelolaan perpustakaan; dan kendala yang dihadapi dalam penerapan aplikasi otomasi inlislite di perpustakaan umum. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuisioner, wawancara dan peninjauan langsung dengan sasaran 12 perpustakaan umum di provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan otomasi baru dapat dilaksanakan pada 3 perpustakaan umum, sedangkan perpustakaan umum yang lain masih melakukan entri data walaupun sudah ada perpustakaan yang dapat menyediakan sarana penelusuran OPAC dan buku tamu. Kendala yang terjadi diantaranya keterbatasan alat dan perlengkapan, sumber daya manusia dan anggara