Portal Jurnal Politeknik Negeri Semarang
Not a member yet
    3817 research outputs found

    FRONT MATTER

    No full text

    Back Matter Journal of Mechanical Engineering and Applied Technology, 1 (2) July 2023

    No full text

    THE MACRO-PRUDENTIAL POLICY AND BANK NON-PERFORMING ASSETS IN INDONESIA

    Get PDF
    This study examines the effect of the Macro-prudential Intermediation Ratio (MIR) as an instrument of Bank Indonesia's macro-prudential regulation on Non-Performing Assets (NPA) as one of the banking industry performance indicators in Indonesia. In addition, this study also examines several other independent variables such as bank assets as an indicator of bank size, Bank Indonesia interest rates (BI rate), and inflation as macroeconomic indicators and their effect on NPA. The NPA, MIR, and bank asset data used in this study consist of 109 commercial banks operating in Indonesia during the period from January 2015 to December 2020. This study uses an Ordinary Least Square (OLS) analysis approach by undertaking classical assumption tests and statistical tests. The results show that (1) MIR, bank assets, BI rate, and inflation simultaneously have a significant effect on NPA (2) Partially, bank assets have a negative and significant effect on NPA while other variables including macro-prudential policy have no significant effect on NPA (3) Variable MIR, bank assets, BI rate, and inflation can explain variations of NPA variable by 34% (4) Larger bank size encourages prudent financing and reduces NPA

    cover

    No full text

    cover

    No full text

    PENERAPAN IPTEK MESIN BATIK CAP ELEKTRIK PORTABLE UNTUK UKM BATIK “KEMBANG WIJAYA KUSUMA” SEMARANG

    Get PDF
    ABSTRAK:  UKM Batik “Kembang Wijaya Kusuma” Semarang adalah  usaha di bidang pembuatan kain batik tulis dan cap yang terletak di Kelurahan Mangunharjo Semarang. Usaha yang bersifat rumahan ini beranggotakan lebih kurang 10 orang, yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, dengan sistem penjualan membuka gerai di rumah dan mengikuti pameran-pameran di tingkat Kota Semarang. Dalam pembuatan kain batik cap proses seluruhnya secara manual, sehingga sangat membutuhkan energi dan waktu. Dengan latar belakang itulah pada kegiatan ini dilakukan pendampingan dan pelatihan pada penerapan teknologi Mesin Batik Cap Elektrik Portable dengan tujuan membantu para pengrajin dalam pembuatan kain batik cap. Mesin cap dengan ukuran 60 cm x 120 cm x 75 cm dapat dioperasikan otomatis atau manual. Untuk operasi manual dilengkapi joystick untuk mengendalikan gerakan canting cap. Untuk mencairkan lilin digunakan kompor listrik yang telah dilengkapi pengendali suhu menggunakan sensor PT100. Dalam operasinya suhu lilin diatur antara 70  OC sampai dengan 85  OC. Hasil pengujian alat menunjukkan waktu yang dibutuhkan lilin untuk mencair pada suhu yang diinginkan adalah 15 menit 23 detik. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus pengecapan menggunakan mode otomatis yaitu 1 menit 30 detik. Dari hasil penerapan ini mesin batik cap sangat membantu pengrajin dalam membuat kain batik cap.Kata Kunci:  Batik Cap, Mesin Batik Cap, UKM “Kembang Wijaya Kusuma”

    Pengaruh Kadar dan Waktu Perendaman Serat Bambu Betung Pada Larutan Kalium Permanganat Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekuatan Bending Bermatriks Epoksi

    Get PDF
    Banyak komposit serat alam yang sering dipelajari di era ini karena sifat ramah lingkungan dari bahan yang dimiliki. Salah satu serat alam yang memiliki kekuatan tinggi adalah Bambu Betung (Dendrocalamus esper). Bahan ini berlimpah di wilayah Indonesia dan sifat materialnya dapat ditingkatkan dengan memodifikasinya dengan perlakuan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan kimia KMnO4 terhadap pembuatan komposit Bambu Betung. Metode pembuatan yang digunakan adalah metode hand lay-up dengan pengujian yang dilakukan menggunakan pengujian tarik, pengujian bending, pengujian densitas dan pengamatan makrostruktur. Dari hasil densitas didapatkan densitas tertinggi terjadi pada kadar KMnO4 7% yaitu 1,1526 gr/cm3 dan 1,1501 gr/cm3 pada waktu perendaman 30 menit. Dari hasil uji tarik, konsentrasi 5% menghasilkan kuat tarik dan modulus tertinggi yaitu 30,86 MPa dan 2,42 GPa, sedangkan untuk variabel waktu perendaman kekuatan tarik relatif sama antara waktu perendaman 15 menit dan 30 menit. Modulus tertinggi diperoleh KMnO4 dari proses perendaman selama 15 menit. Dari hasil pengujian lentur, kekuatan lentur dan modulus tertinggi diperoleh pada kadar KMnO4 5% dan lama perendaman 15 menit yaitu 67,27 MPa, dan 2595 MPa. Berdasarkan pengamatan makrostruktur, ditemukan bahwa sesar yang terjadi dengan perlakuan KMnO4 mengalami oberload, sedangkan yang tanpa perlakuan mengalami patahan fiber pull-out

    Investigasi Kinerja Energi dan Eksergi Pengering Surya Konveksi Alamiah Terdistribusi dengan Media Penyimpan Panas Pasir

    Get PDF
    Dalam rangka ikut berperan serta dalam upaya mengembangkan sistem pengering surya, maka dalam penelitian akan dilakukan rancang bangun dan uji eksperimental kinerja energi dan eksergi sistem pengering surya konveksi alamiah tipe terdistribusi untuk proses pengeringan berbagai komoditi pertanian dan perkebaunan. Pengkajian terhadap kinerja energi sistem dimaksudkan untuk mengetahui pengatuh berbagai parameter   yang mempengaruhi kinerja energi sistem pengering surya seperti media absorber yang digunakan dalam proses pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa   unit pengering yang dirancang dengan media penyimpan panas pasir dan kerikil mampu menaikkan temperatur ambien masing-masing sebesar 9.2 °C dan 3.07 °C pada proses pengeringan kacang. Penggunaan pasir sebagai media penyimpan pada unit pengering yang dirancang mampu menaikkan laju pengeringan kacang kedelai masing-masing sebesar sebesar 10,91% dan 57,69%. Besarnya perubahan eksergi aliran panas pada unit pengering mencapai 316172,1 J, dan semakin besar perubahan eksergi aliran udara yang melewati unit pengerin, maka laju pengeringan akan semakin meningkat

    Studi Kelayakan Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTMH) Daya 8.1 kWatt untuk Masyarakat dengan Studi Kasus Usaha Terpadu Desa Caturanom

    Get PDF
    Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), merupakan satu implementasi dari green energy initiative yaitu mendorong energi terbarukan.Desa Caturanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mempunyai sumber tenaga air yang belum maksimal dimanfaatkan. Sementara kebutuhan listrik untuk usaha terpadu, peternakan, perikanan, pertanian, dan pengolahan sampah membutuhkan pasokan listrik. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis PLTMH yang dapat digunakan untuk pengoperasian usaha terpadu berkelanjutan. Metode penelitian di mulai dengan studi pustaka, studi lapangan, merancang, membuat, dan menguji kinerjanya. Tenaga aliran air dengan tinggi jatuh (head) dan jumlah debit air mempunyai potensi membangkitkan listrik dengan turbin crossflow. Hasil penelitian instalasi gambar PLTMH daya kerja 8,1 [kWatt] dengan head 10 [m]; debit 126 [l/detik]. PLTMH digunakan penyediaan pasokan energi listrik yang murah dan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan operasional, monitoring dan kontrol usaha terpadu meliputi pertanian, peternakan, perikanan, dan pengolahan sampah. Dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat penerapan teknologi PLTMH ini yaitu mampu meningkatkan pendapatan, ekonomi dan kesejahteraan usaha terpadu melalui penurunkan biaya produksi, peningkatkan kuantitas, kualitas, dan daya saing produksi budidaya tanaman hortikultura. Sementara itu, dampak sosial yang ditimbulkan usaha terpadu dan masyarakat sekitar menjadi lebih peduli terhadap pentingnya sumber energi listrik terbarukan dan teknologi pemanfaatan energi bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan

    Front Matter Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 18 No. 2 Agustus 2023

    No full text

    3,302

    full texts

    3,817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Politeknik Negeri Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇