Portal Jurnal Politeknik Negeri Semarang
Not a member yet
3817 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN MIX DESAIN BETON BERSERAT UNTUK STRUKTUR JOINT BETON DENGAN MENGGUNAKAN BETON SERAT DI TINJAUAN DARI KEMAMPUAN KUAT GESER BETON SERAT
Gencarnya pembangunan infrastruktur akan banyak material beton digunakan mengingat beton merupakan material bangunan yang unggul karena memiliki kekuatan tinggi mudah dikerjakan dan dalam pemakaian hampir tanpa memerlukan perawatan serta harganya relatip muran karena bahan bakunya banyak tersedia. Struktur Bangunan dengan bahan beton tidak bisa lepas dari konstruksi joint / pertemuan karena tidak mungkin konstruksi bangunan tanpa terjadi pertemuan antara balok dengan kolom atau slof serta pondasi. Dari Penelitian yang dilakukan Max Tamara 2011 dan Fauzan dkk, 2010, kerusakan bangunan di indonesia akibat gempa banyak terjadi pada konstruksi joint struktur betonnya. Konstruksi Joint pada struktur beton bertulang memang sulit dilaksanakan untuk mendapat hasil yang sempurna mengingat banyak simpangan jalur penulangan serta sempitnya area kerja sehingga menyulitkan dalam proses pemadatan yang akibatnya menurunkan kualitas beton akibat kurang padat.Disisi lain indonesia merupakan wilayah yang dilewati tiga jalur gempa, sehingga sering terjadi gempa, maka fenomena kerusakan pada bagian joint akibat gempa harus dicari solusinya. Penelitian ini dengan judul ” Rancang Bangun Join Struktur Beton Dengan Menggunakan Beton Serat Pada Tinjauan Kemampuan Tarik Betonnya”. Sebagai salah satu upaya pemecahan masalah tersebut, sehingga penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mewujudkan beton berserat yang memiliki kuat tarik tinggiserta memiliki daya kekang tinggi sehingga cocok untuk bagian konstruksi joint pada struktur beton bertulang. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan Eksperimental Laboratorium, yang pelaksanaannya akan dilakukan di laboratorium jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang. Tahapan yang direncanakan dalam penelitian ini adalah; 1. Persiapan antara lain ijin, penyiapan bahan dan alat 2. Uji material berupa uji pasir, Split dan uji tarik kawat (sebagai bahan serat), 3 Pembuatan campuran dan pencetakan benda uji dengan campuran 1PC : 2 PS : 2 Split : ( x jumlah Serat) serta ( y Panjang serat ) untuk jumlah serat ( x ) adalah 0%, 10%, 20 % dan 30 % dari volume beton, sedangkan untuk panjang serat ( y ) adalah 1.5 cm, 3 cm, 4.5 cm, dan 6 cm, sehingga ada 16 Variabel. Masing masing variabel di cetak dalam bentuk benda uji Tarik dan benda uji bobot isi. 4.Perawatan benda uji, karena benda uji perlu dirawat dengan selalu dubasahi selama 28 hari terhitung dari saat pencampuran bahan. 5. Pengujian, uji yang dilakukan adalah uji kuat tarik dan uji bobot isi. 6. Hasil Uji akan ditabulasi dan dianalisis dengan bantuan program exel dan SPSS. 7. Membuat kesimpulan dan saran untuk pengembangan atau penelitian selanjutnya. 8. Membuat Laporan Penelitian, Makalah, dan Draf HKI. Dan pertanggungjawaban keuangan
APPLICATION OF GRAPHIC DESIGN FOR WEBSITE- BASED DIGITAL MARKETING AT THE INDONESIAN HANDICRAFT EXPORTERS AND PRODUCERS ASSOCIATION (ASEPHI) MAGELANG
The application of graphic design in website-based digital marketing
strategies is crucial for organizations such as the Indonesian Handicraft Exporters
and Producers Association (ASEPHI) in Magelang. This study aims to explore how
the application of graphic design can improve the effectiveness of digital marketing
campaigns, particularly through websites. The research method used is a case study
focusing on ASEPHI Magelang. Data was collected through interviews with ASEPHI
officials, observations of the existing website, and analysis of documentation related
to previous digital marketing activities. The research findings indicate that the
appropriate application of graphic design can strengthen brand identity, enhance
visual appeal, and facilitate the communication of marketing messages. Additionally,
responsive and user-friendly graphic design on the website can improve user
experience, extend interaction time, and drive conversions. This study provides
recommendations for ASEPHI Magelang to prioritize improving the quality of
graphic design on their website, including the use of high-quality product images,
intuitive layout design, and integration of design elements that support the brand
narrative. These improvements are expected to optimize ASEPHI Magelang's digital
marketing potential, enhance their online presence, and ultimately expand the
market reach for Indonesian handicraft products. The implementation of this
Community Service activity employs training and mentoring methods. By conducting
training and mentoring sessions with partners, it is hoped that appropriate solutions
can be provided
PEMBERDAYAAN KELOMPOK KREATIVITAS IBU-IBU PKK KELURAHAN GEDAWANG KOTA SEMARANG MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK USAHA BERSAMA
Mitra pada Program Pengabdian Masyarakat ini adalah seorang Ibu Rumah tangga yang kegiatan sehari-harinya berwirausaha makanan ringan yang tinggal di wilayah Kelurahan Gedawang, Semarang. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah membentuk kelompok usahabersama, meningkatkan ketrampilan mengelola usaha, meningkatkan ketrampilan membuat makanan ringan, dan meningkatkan pendapatan keluarga. Mitra dalam kegiatan ini merupakan ibu-ibu PKK Kel Gedawang yang mempunyai waktu longar di rumah dengan kesibukan mengurus anak dan keluarga serta sanggup untuk menjadi anggota kelompok usaha. Penghasilan rumah tangga belum dapat mencukupi kebutuhan, sehingga diperlukan penghasilan tambahan. Permasalahan pada mitra adalah belum terbentuk kelompok usaha bersama, jiwa kewirausahaanmasih perlu dikembangkan melalui tambahan pengetahuan materi tentang wirausaha dan marketing serta ketrampilan mengelola usaha,pembuatan makanan ringan, dengan demikian, pendapatan keluarga masih perlu ditingkatkan. Dari permasalahan tersebut solusi yang disepakati mitraadalah pembentukan kelompok usaha bersama, pengembangan jiwa kewirausahaan, pelatihan dan praktek membuat rencana bisnis, membuat produk makanan ringan. Target luaran dalam program ini adalah terbentuk kelompok usaha bersama, jiwa kewirausahaan meningkat 100%, ketrampilan membuat rencana bisnis meningkat 100%, ketrampilan dalam membuat produk makanan ringan meningkat 100%, Pendapatan keluarga meningkat 10%
MODIFIKASI SISTEM OTOMASI PADA SLIDING HOOD GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA DAN MEMPERBAIKI NILAI ERGONOMI BAGI OPERATOR CNC CUTTING DI PT XYZ
The CNC cutting process at PT XYZ produces emissions and heat controlled by a sliding hood. However, its manual operation—requiring operators to push a 69.65 kg device up to 30 times daily—creates fatigue, discomfort, and low tool utilization. This highlights a gap where automation is often applied for efficiency but rarely combined with ergonomic improvements. This study aims to develop and test an automated sliding hood to increase efficiency and reduce ergonomic risks. The Shigley-Mitchell design methodology was applied, supported by observation, interviews, and performance testing before and after modification. Key indicators measured were cycle time, tool effectiveness, and ergonomic risk using the RULA method. Results showed a decrease in cycle time from 57.28 to 46.65 seconds (18.6% efficiency gain). Tool effectiveness rose from 27 to 44 successful operations out of 45, while RULA scores improved from 7 (high risk) to 3 (low risk), indicating a 58% ergonomic improvement. In conclusion, automating the sliding hood enhanced work efficiency, optimized equipment use, and improved ergonomic conditions. This demonstrates the value of integrating automation with ergonomic design to achieve productivity and health benefits in manufacturing
ANALISIS PENGARUH KETEBALAN IRISAN TERHADAP KUALITAS IRISAN DAN EFISIENSI WAKTU PENGIRISAN PADA MESIN PENGIRIS TEMPE
The tempe processing industry plays a strategic role in food security and the local economy, especially within small and medium enterprises. However, productivity challenges remain, particularly in the slicing process, which impacts the quality and efficiency of production. This study investigates the effect of tempe slice thickness variation (2 mm, 3 mm, and 4 mm) on slice quality (categorized as intact and damaged) and slicing time using a specific performance cutting machine. It addresses the research gap where previous studies have not optimized the relationship between slice thickness and the drive motor performance of tempe cutting machines. The objective is to analyze the influence of slice thickness on quality, time efficiency, and motor performance. An experimental method was employed, varying slice thickness and measuring slice quality and cutting time using quantitative data analyzed descriptively and comparatively. Results showed a significant impact of slice thickness on both quality and time efficiency; 4 mm slices yielded the best quality with the highest intact slice percentage, whereas 2 mm slices resulted in the shortest cutting time. In conclusion, optimizing slice thickness and motor performance is essential to produce high-quality tempe slices with maximum time efficiency. These findings are significant for developing tempe slicing machine technology that enhances productivity and competitiveness for MSMEs
RANCANG BANGUN PENYIMPANAN DAYA PLTS KAPASITAS 160WP MENGGUNAKAN BATTERY MANAGEMENT SYSTEM (BMS) ACTIVE BALANCING SEBAGAI PENYEIMBANG TEGANGAN PADA BATERAI
Abstrak
Baterai pack yang terdiri dari susunan beberapa baterai rentan mengalami penyimpangan tegangan, bila penyimpangan tegangan antara baterai satu dengan baterai yang lain terjadi dalam siklus pengisian dan pengosongan yang berulangulang maka dapat menyebabkan kerusakan pada baterai dan memperpendek masa pakai baterai. Penelitian ini bertujuan untuk memperkecil penyimpangan tegangan pada baterai pack yang menggunakan baterai LifePo4 pada sistem PLTS berkapasitas 160Wp dengan cara menambahkan Battery Management System (BMS) metode active balancing dengan kapasitas arus active balancing sebesar 5.5A. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa studi literatur dari jurnal yang terkait dengan penelitian dan observasi langsung pada alat tugas akhir. Pengujian alat dilakukan dengan menguji pengisian baterai dan pengosongan baterai menggunakan active balancing dan tidak menggunakan active balancing untuk mengetahui dampak dari pemasangan active balancing terhadap keseimbangan tegangan baterai. Hasil pengujian dari penelitian ini mendapatkan pengunaan active balancing pada kondisi pengisian baterai menggunakan sumber PLN mampu menurunkan penyimpangan tegangan sebesar 0,289V dengan efisiensi keseimbangan tegangan baterai sebesar 98,97% sedangkan ketika pengisian dilakukan tanpa active balancing nilai efisiensi keseimbangan baterai hanya sebesar 75,26%. Pada kondisi pengosongan baterai, hasil yang didapatkan yaitu penggunaan active balancing tidak terlalu berdampak terhadap keseimbangan tegangan baterai saat proses pengosongan dimana pengosongan baterai ketika menggunakan active balancing mendapatkan efisiensi keseimbangan tegangan baterai sebesar 65,57% sedangkan pengosongan yang dilakukan tanpa active balancing justru mendapat efisiensi yang sedikit lebih baik yakti 65,84%. Dari hasil pengujian disimpulkan bahwa active balancing yang terpasang mampu mengurangi penyimpangan tegangan baterai pack dan sesuai dengan hipotesis.
Kata kunci: Baterai pack, Active balancing, PLTS, BM
Kaji Eksperimental Penggunaan Sistem Otomasi pada Mesin Pengupas Buah
Subsektor hortikultura dalam pembangunan nasional memiliki peranan yang strategis dan cukup penting. Salah satu daerah penghasil pertanian subsector hortikultura terbesar di Jawa Tengah ialah Kabupaten Wonosobo dengan komoditas utama berupa carica. Carica (Carica Pubescenc) atau disebut dengan pepaya gunung. Saat ini proses pengolahan carica khususnya pada proses pengupasan dilakukan menggunakan sistem konvensional dengan menggunakan pisau dapur yangmana 100% mengandalkan kecepatan tangan pekerja dalam pengupasan. Hal tersebut menyebabkan produktivitas pengupasan carica belum mencapai target. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengkaji secara eksperimental mesin pengupas carica yang dilengkapi dengan system otomasi. Metode penelitian meliputi: (i) Identifikasi kebutuhan konsumen, (ii) Menentukan spesifikasi mesin dan sistem otomasi, (iii) Desain mesin dan pemasangan sistem otomasi dan (iv) Pengujian kinerja mesin. Hasil penelitian berupa mesin pengupas carica dengan dimensi 502 x 503 x 1202 (mm) dengan tenaga penggerak berupa motor listrik DC yang dilengkapi dengan sensor limit switch memiliki kinerja yang baik dan mampu digunakan untuk mengupas carica dengan ukuran maksimum panjang buah 110 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa otomatisasi proses pengupasan buah dengan menggunakan mesin pengupas carica mampu menurunkan cycle time proses pengupasan carica sebesar 54% (75 detik/buah menjadi 34 detik/buah) dan mampu meningkatkan kapasitas produksi sebesar 105 buah/jam dan peningkatan kapasitas produksi sebesar 118,75% (48 buah/jam menjadi 105 buah/jam)
Mechanical Properties and Microstructural Analysis of Gnetum Gnemon Fibers in Traditional Papuan Noken Bags: Integrating Indigenous Knowledge with Materials Science
Serat alami menjadi solusi strategis dalam pengembangan material berkelanjutan, namun tantangan utama tetap pada optimalisasi sifat mekanis dan karakteristik fungsional. Meskipun berbagai penelitian telah mengeksplorasi serat alami seperti kenaf, rami, dan bambu, serat melinjo (Gnetum gnemon L.) masih belum sepenuhnya dikaji dari perspektif rekayasa material. Kesenjangan penelitian ini mendasari pentingnya investigasi komprehensif untuk memahami potensi struktural dan mekanis serat melinjo dalam konteks pengembangan produk tekstil berkelanjutan. Penelitian bertujuan mengoptimalkan kekuatan tarik serat melinjo melalui analisis sistematis variasi pola anyaman untuk mendukung pengembangan tas noken sebagai warisan budaya Papua. Melalui pendekatan eksperimental, penelitian menguji tiga konfigurasi anyaman (1X1, 2X1, dan 2X2) menggunakan metode ekstraksi tradisional dan analisis ilmiah modern. Spesimen dikarakterisasi menggunakan Universal Testing Machine sesuai standar ISO 13934 dan SNI 0276:2009 untuk menganalisis properti mekanis secara komprehensif. Hasil menunjukkan anyaman 2X2 mencapai kekuatan tarik tertinggi 678,09 N, sementara anyaman 1X1 memiliki elongasi optimal 191%. Temuan ini mengungkap potensi serat melinjo dalam pengembangan tekstil fungsional berbasis kearifan lokal, membuka peluang inovasi material berkelanjutan dengan nilai budaya tinggi
Polymer Microfluidics Chip Fabrication and Its Energy Application: A Mini Review
Microfluidics is a technology that manipulates fluids at a microscale and has shown great potential in various fields, including energy. This mini-review discusses common microfluidic materials and the main techniques in microfluidic chip fabrication, such as photolithography, soft lithography, and 3D printing-based fabrication methods. Furthermore, several applications of microfluidic chips in the energy sector, such as solar energy and fuel cell systems development, are also discussed. The use of microfluidic chips in energy systems offers high efficiency, low material consumption, and good system integration. This review aims to provide an overview of the progress of microfluidic chip fabrication and its energy potential applications