Jurnal Ilmiah Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar Jakarta
Not a member yet
220 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KOMPETENSI CRITICAL THINKING, CREATIVITY, COLLABORATION, AND COMMUNICATION DI ERA NEW NORMAL
The COVID-19 pandemic (coronavirus disease 2019) has caused various problems in terms of health, education, economy, and other aspects. Vitamins are a complex compound that is needed by the body both for immunity and sharpening focus, especially during this pandemic. Therefore, in this social empowerment, the time conducted counseling on the importance of vitamins to teachers, parents, and students of SD Negeri Court 2. The Covid-19 pandemic has also had an impact on students' 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration and Creativity) skills. To overcome this, the members of the social empowerment also conducted learning by using integer chip props to hone students' 4C skills. Through the collaboration of chemistry study program lecturers who provide socialization of the importance of vitamins and mathematics study program lecturers who provide teaching integer operations with integer chips. By these social empowerment activities, students can focus on observing the learning process and honing students' 4C skills.COVID-19 (penyakit virus corona 2019) menimbulkan berbagai permasalahan di antaranya kesehatan, pendidikan, perekonomian, serta aspek lainnya. Vitamin merupakan suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh baik untuk imunitas maupun menajamkan fokus, terutama di masa pandemi ini. Oleh karena itu, pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini, tim pengabdian melakukan penyuluhan pentingnya vitamin kepada guru, orang tua, dan siswa SD Negeri Pengadilan 2. Pandemi Covid-19 juga berdampak pada skill 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration dan Creativity) siswa. Untuk mengatasi hal ini, para anggota tim pengabdian juga melakukan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga chip bilangan bulat untuk mengasah skill 4C siswa. Melalui kolaborasi dosen prodi kimia yang memberikan sosialisasi pentingnya vitamin dan dosen prodi matematika yang memberikan pengajaran operasi bilangan bulat dengan alat peraga chip bilangan bulat, diharapkan siswa dapat fokus dalam mengamati proses pembelajaran dan mengasah skill 4C siswa
PENERAPAN PENGAJARAN DOGMATIK DI GEREJA LOKAL UNTUK PENGUATAN IMAN JEMAAT
The main problems of writing this article are, first, the emergence of dogmas in the local church that contradict or deviate from the Bible; secondly, dogmatic teaching in local churches is not a fundamental emphasis because it is considered difficult and impractical, unpleasant to discuss, and ministers in local churches do not understand and study dogmatics. The author wants to explain the application of dogmatics in the local church to strengthen the congregation's faith so that the congregation is not led astray by other dogmas or that the congregation's faith can be strengthened because of a perspective following the Bible. The research method used is qualitative research. So, it can be concluded that there needs to be dogmatics so that the local church is not influenced by dogmas that do not follow the Bible. This dogma is helpful for the firmness of the congregation's faith in the local church so that the congregation's faith becomes more substantial and can become a witness.Masalah utama dari penulisan artikel ini yaitu pertama, munculnya dogma di Gereja lokal yang bertentangan atau menyimpang dari Alkitab; kedua, pengajaran dogmatik di Gereja lokal tidak menjadi penekanan yang mendasar karena dianggap sulit dan tidak praktis, tidak menyenangkan untuk dibahas, dan para pelayan di Gereja lokal tidak memahami dan mendalami dogmatika. Penulis ingin menjelaskan tentang penerapan dogmatika di Gereja lokal untuk penguatan iman jemaat agar jemaat tidak disesatkan dengan dogma lain atau agar iman jemaat dapat dikuatkan oleh karena cara pandang yang sesuai dengan Alkitab. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jadi dapat disimpulkan bahwa perlu ada dogmatika agar Gereja lokal tidak terpengaruh dengan dogma yang tidak sesuai dengan Alkitab. Dogma ini berguna untuk keteguhan iman jemaat di Gereja lokal agar iman jemaat semakin teguh dan dapat menjadi saksi
MENINGKATKAN PERTUMBUHAN ROHANI GKSI JEMAAT KRISTUS JAMBU BALAI TENTANG MAKNA PERSEKUTUAN IBADAH BERDASARKAN IBRANI 10:25
Jambu Balai is one of the hamlets in Jambu Tembawang Village, Air Besar District, Landak District, West Kalimantan Province. In this village, one of the Faithful Indonesian Christian Churches (GKSI) Jambu Balai Christ Church stands. According to observations and interviews conducted, there are some congregations who lack spiritual growth, so they distance themselves from worship meetings on the grounds of family problems, problems with neighbors, hatred of God's servants, being too busy preparing for their physical needs, lots of activities to the point of no time for God. This is what prompted the author to propose Increasing the Spiritual Growth of the Jambu Balai Christ Congregation About the Meaning of Worship Fellowship Based on Hebrews 10:25, among others: holding household worship (PA), inviting the congregation to perform/carry out worship in their homes, and inviting the congregation to take part in service. In this case, the method used by the author in writing this article is observation and library research to support complete data or information and validation.Jambu Balai merupakan salah satu dusun dalam Desa Jambu Tembawang, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Dikampung ini berdiri salah satu Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Jemaat Kristus Jambu Balai. Sesuai pengamatan (observasi) serta wawancara yang dilakukan, ada sebagian jemaat yang kurang memiliki pertumbuhan rohani, sehingga menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah dengan alasan masalah keluarga, persoalan terhadap tetangga, benci dengan hamba Tuhan, terlalu sibuk mempersiapkan kebutuhan jasmani, banyak kegiatan sampai tidak ada waktu untuk Tuhan. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengusulkan meningkatkan pertumbuhan rohani jemaat kristus jambu balai tentang makna persekutuan ibadah berdasarkan Ibrani 10:25 antara lain: mengadakan ibadah rumah tangga (PA), mengajak jemaat untuk melakukan/melaksanakan ibadah dalam rumahnya, dan mengajak jemaat untuk mengambil bagian dalam pelayanan. Dalam hal ini, metode yang dipakai penulis dalam menulis artikel ini adalah pengamatan (observasi) dan kepustakaan (library research) untuk mendukung data atau informasi secara lengkap dan validasi
PELATIHAN PERSONAL BRANDING AND COMMUNICATION UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI MAHASISWA SEMESTER AKHIR DI STAK ANAK BANGSA
In the development of this increasingly fast and sophisticated world, many people compete to equip themselves with various skills, one of which is branding themselves and improving how to communicate effectively and efficiently or on target. Good communication can improve skills, influence the interlocutor and even increase self-confidence. The Community Service (PkM) method is descriptive qualitative with a literature study approach to strengthen this writing. The results obtained from personal branding and communication training for students at Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa are: Students respond as a whole that the importance of building personal branding and training communication from now on, in addition to increasing self-confidence the training is a provision for students to face community conditions/sites that later they become stakeholders so that student knowledge increases, which needs to be done 1) Students need to find out what abilities they have, 2) Ensure students want to be widely known as what, 3) Do it with everything consistently, which means keep training him.Perkembangan dunia yang semakin cepat dan canggih ini, banyak kalangan berlomba-lomba membekali diri mereka dengan berbagai macam skill salah satunya membranding diri sendiri dan memperbaiki cara berkomunikasi yang efektif dan efisien atau tepat sasaran. Komunikasi yang baik yang dapat meningkatkan keterampilan, pengaruh terhadap lawan bicara bahkan meningkatkan rasa percaya diri. Metode yang dipakai dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk memperkuat penulisan ini. Hasil yang diperoleh dari pelatihan personal branding and communication bagi mahasiswa-mahasiswi di Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa adalah mahasiswa merespon secara keseluruhan bahwa pentingnya membangun personal branding dan melatih komununikasi dari sekarang, selain untuk menambah percaya diri pelatihan tersebut menjadi bekal mahasiswa untuk menghadapi kondisi/situsi masyarakat yang nantinya mereka menjadi stakeholder sehingga pengetahuan mahasiswa bertambah, yang perlu dilakukan 1)Mahasiswa perlu mencari tahu kemampuan yang dimiliki, 2) Memastikan mahasiswa ingin dikenal luas sebagai apa, 3) Lakukan dengan semuanya secara konsisten, yang artinya terus melatih dirinya
BIMBINGAN BELAJAR SUKARELA BAGI SISWA KURANG MAMPU DI DESA SELUANG KELURAHAN MAYASOPA
Tutoring is an effort to help students (students) in completing their education well. Tutoring is not always obtained only from schools, but the guidance they need to get from families and the environment in which they live. Tutoring is needed, especially by children still in elementary school, because that is the golden age where they experience rapid moral, language, cognitive, artistic, and physical motor development. Tutoring aims to guide, educate, and motivate students (students) in carrying out their responsibilities and obligations at school, for example, mastering well the lessons given at school and doing homework. The method used in conducting a tutoring program is through lectures and discussions. This tutoring follows the lessons of students (students) in school so that when they face the test, they have understood the lesson. The continuation of this program for three months has given progress to children who are enthusiastic about participating in it.Bimbingan belajar merupakan upaya membantu peserta didik (siswa) dalam menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik. Bimbingan belajar tidak selalu didapatkan hanya dari sekolah tetapi bimbingan perlu mereka dapatkan dari keluarga dan lingkungan di mana mereka tinggal. Bimbingan belajar sangat dibutuhkan terutama oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar karena masa itu adalah masa golden age di mana mereka mengalami perkembangan yang pesat, baik moral, bahasa, kognitif, seni, dan fisik motorik. Bimbingan belajar bertujuan untuk membimbing, mendidik, memotivasi peserta didik (siswa) dalam melakukan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban mereka di sekolah contohnya menguasai dengan baik pelajaran-pelajaran yang diberikan dari sekolah dan mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Metode yang digunakan dalam melakukan program bimbingan belajar adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi. Bimbingan belajar ini mengikuti pelajaran-pelajaran peserta didik (siswa) di sekolah supaya ketika mereka menghadapi ulangan, mereka sudah paham pelajaran tersebut. Berlangsungnya program ini selama 3 bulan telah memberikan progres kepada anak-anak yang antusias mengikutinya
PERAN GEREJA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI UNTUK BERIBADAH SECARA TATAP MUKA PASCA PANDEMI COVID
After two years of a pandemic where worship activities could not be carried out and were limited, the government began to relax the rules for worship, and churches resumed their activities and held face-to-face worship. Even though some congregations are starting to come to worship face-to-face enthusiastically, others are still choosing to worship online. During the hybrid worship period, where online services are still held simultaneously as face-to-face services, the church seeks various ways to invite the entire congregation back to attend services. Based on direct observations and interviews with pastors and congregations that have attended, various factors have been found that can be a driving force for congregations longing to attend face-to-face activities; the church also uses various creative ways to provoke the desire of congregations that are not present to be able to feel and remember the enjoyment worship directly. Efforts to attract the congregation to return to attendance, thanks to the role of the pastor's attention to the congregation and various supporting factors, have resulted in the return of almost the entire congregation for face-to-face worship.Setelah dua tahun pandemi dimana kegiatan beribadah tidak dapat dilakukan dan dibatasi, pemerintah mulai melonggarkan aturan beribadah, gereja memulai kembali beraktifitas dan mengadakan ibadah tatap muka. Walaupun sebagian jemaat mulai antusias datang beribadah tatap muka, sebagian jemaat yang tetap memilih beribadah daring. Dalam masa ibadah hybrid dimana ibadah on line masih dilaksanakan bersamaan ibadah tatap muka, gereja mencari berbagai cara kembali mengajak seluruh jemaat kembali hadir dalam ibadah. Berdasarkan pengamatan dan wawancara secara langsung dengan gembala dan jemaat yang telah hadir didapati berbagai faktor yang dapat menjadi pendorong untuk jemaat rindu untuk hadir dalam kegiatan tatap muka, gereja juga menggunakan berbagai cara yang kreatif untuk memancing keinginan jemaat yang belum hadir dapat merasakan dan mengingat kembali kenikmatan beribadah secara langsung. Usaha untuk menarik jemaat untuk kembali hadir berkat peran perhatian gembala kepada jemaat dan berbagai faktor pendukungnya membuahkan hasil dengan kembali hadirnya hampir seluruh jemaat untuk beribadah tatap muka
PRINSIP POLITIK YESUS DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PERADABAN INJIL KERAJAAN ALLAH
The problem of this article is that it examines the importance of understanding the political context at the time of Jesus's life, which became a challenge in His ministry. The Son of God offers true political principles compared to the motives of the socio-political movements of that time. The purpose of this article is to explain the political principles of Jesus to promote the values of the Kingdom of God. As a result, the political principle of Jesus offers human redemption to become citizens of God's Kingdom. Jesus' teachings became the standard that inspired the world order regarding love and truth as the main points of His message (Mk 1:15). In carrying out His redemptive mission, Jesus did not carry guns and swords. However, Jesus' political principles were based on love and truth. In conclusion, the essence of Jesus' politics emphasizes God's mercy for sinners.Problem dari artikel ini mengkaji pentingnya memahami konteks politik pada zaman hidup Yesus yang menjadi tantangan dalam pelayanan-Nya. Anak Allah itu menawarkan prinsip politik sejati dibandingkan dengan motif gerakan sosial politik masa itu. Tujuan artikel ini menjelaskan tentang prinsip perpolitikan Yesus guna memasyarakatkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Hasilnya, prinsip politik Yesus menawarkan penebusan manusia agar menjadi warga Kerajaan Allah. Ajaran Yesus menjadi standar yang menginspirasi tatanan dunia tentang kasih dan kebenaran sebagai poin utama pemberitaan-Nya (Mrk 1:15). Dalam menjalankan misi penebusan-Nya, Yesus tidak memanggul senjata dan pedang tetapi prinsip politik Yesus didasarkan pada kasih dan kebenaran. Kesimpulannya, hakikat dari politik Yesus menekankan tentang belas kasihan Allah bagi orang berdosa
ANALISA PANGGILAN TUHAN DALAM KONTEKS MASYARAKAT MAJEMUK DI TINGKAT SEKOLAH
This study aims to find a conception for Christian students of how to understand God's call for Christian students, especially in roles in a pluralistic society. As a large nation consisting of various elements, Christian students in Indonesia cannot stand still and surrender. At the same time, it is asked to answer God's call by portraying oneself elegantly in plurality. Research is conducted with qualitative methods to find clear and correct understanding and guidance. Data was obtained from selected literature based on the suitability of variables and needed part of the answer to the research problem. The result is that differences in ethnicity, culture, religion, and social level are loopholes to carry out God's call in a pluralistic society. Practising a calm attitude and acting out religious moderation is the right way for students to attend school. Research emphasizes that student fellowship in schools is a measured and guided effort to maintain students' faith and trust. Through the fellowship, Christian values and education can be instilled. God's call becomes light, and salt in society can be realized. The diversity of society is precisely God's way for Christian students to answer the divine call.Tujuan penelitian ini untuk menemukan konsepsi bagi siswa-siswi Kristen bagaimana pemahaman panggilan Allah bagi siswa-siswa kristen khususnya dalam peran di tengah masyarakat majemuk. Sebagai bangsa yang besar dan terdiri dari ragam unsur, siswa Kristen di Indonesia tidak bisa diam saja dan pasrah. Pada saat yang sama justeru diminta untuk menjawab panggilan Allah dengan memerankan diri secara elegan di tengah kemajemukan yang ada. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan mengeksplorasi dari untuk menemukan pemahaman dan tuntunan yang jelas dan benar. Data diperoleh dari literatur yang dipilih dengan berdasar pada kesesuaian variabel dan data merupakan kebutuhan dan bagian dari jawaban atas masalah penelitian. Hasilnya yaitu perbedaan suku, budaya, agama dan tingkat sosial merupakan celah yang ada untuk menjalankan panggilan Allah di tengah masyarakat majemuk. Menjalankan sikap yang tenang dan memerankan moderasi beragama adalah cara yang patut untuk ditempuh oleh siswa di sekolah. Penelitian menekankan bahwa persekutuan siswa di sekolah adalah upaya yang terukur dan terpimpin menjaga iman dan kepercayaan siswa. Melalui persekutuan itu edukasi nilai-nilai Kristen dapat ditanamkan. Dengan demikian panggilan Allah menjadi terang dan garam di tengah masyarakat dapat diwujudkan. Keragaman (majemuk) masyarakat justeru menjadi jalan dari Allah agar siswa Kristen menjawab panggilan Ilahi
PEMBIMBINGAN PEMUDA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL AGAR TETAP MEMILIKI KOMUNITAS SEBAGAI MEDIA INTERAKSI VERBAL
Social media has become an important part of the daily lives of youth in Indonesia. However, the influence of social media can be unhealthy if used excessively or in the wrong way. Community can be a solution for youth who experience negative social media influences. This article discusses the role of the community in helping youth overcome the negative effects of social media influence and encourage positive development within youth in Indonesia. This journal uses qualitative research methods with a case study approach or participant observation. Through writing this journal, the authors can draw conclusions that the community can play a very crucial role in helping to increase public understanding and awareness of the benefits of technology. The results obtained can also provide insight that the community can play a crucial role in helping people optimize the use of technology and social media. So this research contributes not only to reminding social media users out there to be wise about the use of social media, but this research also reminds community activists out there who really understand the potential of social media in this era to teach and guide in any form to the public. Indonesia, so that the Indonesian state can progress rapidly as is the progress in existing technology.Sosial media telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari pemuda di Indonesia. Namun, pengaruh sosial media dapat menjadi tidak sehat jika digunakan secara berlebihan atau dengan cara yang salah. Komunitas dapat menjadi solusi bagi pemuda yang mengalami pengaruh sosial media yang negatif. Artikel ini membahas tentang peran komunitas dalam membantu pemuda mengatasi dampak buruk dari pengaruh sosial media dan mendorong perkembangan positif di dalam diri pemuda di Indonesia. Jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus atau observasi partisipan. Lewat penulisan jurnal ini penulis dapat menarik kesimpulan bahwa komunitas bisa memainkan peran yang sangat krusial pada membantu mempertinggi pemahaman dan kesadaran masyarakat akan manfaat dari teknologi. Dari hasil yang didapatkan juga bisa memberikan pencerahan bahwa komunitas bisa memainkan peran krusial dalam membantu masyarakat mengoptimalkan penggunaan teknologi dan sosial media. Jadi penelitian ini berkontribusi bukan hanya mengingatkan para pengguna sosial media di luar sana untuk berlaku bijak akan kegunaan sosial media, tetapi penelitian ini juga mengingatkan para penggerak komunitas diluar sana yang sangat paham akan potensi sosial media di era ini untuk mengajarkan dan membimbing dalam bentuk apapun ke masyarakat Indonesia, agar negara Indonesia dapat maju pesat seperti kemajuan yang terjadi di dalam teknologi yang ada
PERAN ORANGTUA DAN PEMBINA REMAJA KRISTEN TERHADAP FENOMENA PERILAKU REMAJA CITAYAM
The role of parents and youth coaches in the growth and development of adolescent life is significant. This is because there is much news about teenage problems, such as teenage fights, school shootings, alcohol-related accidents, drugs, early pregnancy outside marriage, and teen suicide. Juvenile delinquency due to dropping out of school and lack of parental attention is also often a problem. Adolescent problems can extend to whole communities, schools, churches, cities, and countries. Teenagers at their critical age are trying to find their identity after going through childhood to adult humans. All positive and negative influences in teenagers' lives tend to be easily absorbed, studied, and carried out, even though many are developed as innovations from their creativity. The presence of the adolescent phenomenon from Citayam has recently become the author's interest to examine the role of parents and youth coaches in responding to their influence on teenagers as the next generation of the Kingdom of God. The phenomenon of Citayam youth brings positive and negative impacts and brings a new challenge for parents and youth coaches to answer the challenges of today's youth. This research was made using a qualitative literature study from the Bible, books about teenagers, articles, and social media content about the Citayam youth phenomenon.Peran orangtua dan pembina remaja dalam pertumbuhan dan perkembangan kehidupan remaja sangatlah penting. Hal ini dikarenakan banyaknya berita-berita permasalahan remaja seperti perkelahian remaja, penembakan di sekolah, kecelakaan terkait alkohol, penyalahgunaan narkoba, kehamilan usia dini di luar pernikahan, dan bunuh diri remaja. Kenakalan remaja karena putus sekolah dan kurangnya perhatian orangtua juga sering menjadi masalah. Permasalahan remaja merupakan masalah yang dapat meluas menjadi masalah keseluruhan keluarga bahkan komunitas, sekolah, gereja, kota dan negara. Remaja di usia kritisnya berusaha menemukan jati dirinya setelah melewati masa kanak-kanak untuk menjadi manusia dewasa. Segala pengaruh, baik positif maupun negatif dalam kehidupan remaja, cenderung mudah diserap, dipelajari, dilakukan, bahkan banyak yang dikembangkan sebagai inovasi dari kreativitasnya. Kehadiran fenomena remaja Citayam akhir-akhir ini menjadi ketertarikan penulis untuk mengkaji peran orangtua dan pembina remaja dalam menanggapi pengaruhnya terhadap anak remaja sebagai generasi penerus pemuridan bagi Kerajaan Allah. Fenomena perilaku remaja Citayam membawa dampak positif dan negatif dan membawa suatu tantangan baru bagi peran orangtua dan pembina remaja untuk menjawab tantangan remaja zaman ini. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode kualitatif studi pustaka dari alkitab, buku-buku tentang remaja dan artikel-artikel serta konten media sosial mengenai fenomena perilaku remaja Citayam