Jurnal Ilmiah Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar Jakarta
Not a member yet
220 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Youtube sebagai Media Alternatif Pujian Rohani untuk Meningkatkan Komitmen Beribadah Jemaat GKSI Pondok Natai
Community service at GKSI Pondok Natai aims to overcome low congregational participation in worship through an innovative approach based on digital technology. The main problem is the declining interest of the congregation in worship due to monotonous praise music and the challenges of work in the plantation sector that make it difficult to attend on Sundays. The research method used a qualitative approach through participatory observation and literature study, with stages including pastoral visits, YouTube utilization education, congregation group formation, and member involvement in the service. Program implementation was carried out for four months with a focus on transforming spiritual experiences using digital technology. Results showed a significant increase in congregational attendance of up to 90%, a change in spiritual mindset, and increased enthusiasm for service. In conclusion, the innovative YouTube-based approach successfully transformed congregational participation from passive to active, proving the effectiveness of digital strategies in fostering contemporary spiritual life.Pengabdian masyarakat di GKSI Pondok Natai bertujuan mengatasi rendahnya partisipasi jemaat dalam ibadah melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi digital. Permasalahan utama adalah menurunnya minat jemaat beribadah akibat musik pujian monoton dan tantangan pekerjaan di sektor perkebunan yang menyulitkan kehadiran pada hari Minggu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif dan studi kepustakaan, dengan tahapan meliputi kunjungan pastoral, edukasi pemanfaatan YouTube, pembentukan kelompok jemaat, dan pelibatan anggota dalam pelayanan. Implementasi program dilakukan selama empat bulan dengan fokus pada transformasi pengalaman spiritual menggunakan teknologi digital. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kehadiran jemaat hingga 90%, perubahan mindset spiritual, dan peningkatan antusiasme pelayanan. Kesimpulannya, pendekatan inovatif berbasis YouTube berhasil mengubah partisipasi jemaat dari pasif menjadi aktif, membuktikan efektivitas strategi digital dalam membina kehidupan rohani kontemporer
Pengenalan Artificial Intelligence sebagai Asisten Digital dalam Penulisan Artikel Ilmiah bagi Dosen di STAK Arastamar Grimenawa Jayapura
This Community Service Program was conducted at STAK Arastamar Grimenawa Jayapura from January 13-15, 2025. The background of this service stems from the need to enhance lecturers' competencies in utilizing AI technology as a digital assistant for academic writing. The program aims to introduce and train lecturers in using AI technology responsibly to produce high-quality scientific works that align with Christian values. The implementation method comprises five stages: observation, planning, training execution, academic study writing, and evaluation. The novelty of this service lies in integrating technical aspects of AI usage with Christian spiritual values in the context of academic writing at theological education institutions. The results show significant improvement in lecturers' ability to utilize AI applications to enhance grammar quality, originality, and structure of scientific articles while maintaining spiritual and academic integrity. This program successfully bridges academic needs with theological missions through ethical and responsible use of AI technology.Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di STAK Arastamar Grimenawa Jayapura pada 13-15 Januari 2025. Latar belakang pengabdian berangkat dari kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai asisten digital dalam penulisan artikel ilmiah. Program pengabdian bertujuan memperkenalkan dan melatih dosen menggunakan teknologi AI secara bertanggung jawab untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan selaras dengan nilai-nilai kristiani. Metode pelaksanaan mencakup lima tahap: observasi, perencanaan, pelaksanaan pelatihan, penulisan kajian akademis, dan evaluasi. Novelty pengabdian terletak pada integrasi aspek teknis penggunaan AI dengan nilai-nilai spiritual kristiani dalam konteks penulisan artikel ilmiah di institusi pendidikan teologi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan dosen memanfaatkan aplikasi AI untuk meningkatkan kualitas tata bahasa, keaslian, dan struktur artikel ilmiah, tanpa mengabaikan integritas spiritual dan akademik. Program ini berhasil menjembatani kebutuhan akademik dengan misi teologi melalui pemanfaatan teknologi AI secara etis dan bertanggung jawab
Studi Biblika Otoritas Penciptaan terhadap Era Rekayasa Gender
This article explores the authority of creation from a biblical perspective, focusing on the phenomenon of gender engineering as an ethical and theological challenge in the modern era. The study is grounded in the Christian belief that the human body is a creation of God, endowed with sacred value, divine dignity, and spiritual purpose. Employing an interdisciplinary approach, this research integrates insights from theology, medical science, and sociology. Its aim is to provide profound theological reflections on bodily modification in light of Christian values and to formulate an ethical framework to help Christians navigate these complex developments. The findings reveal that gender engineering creates a paradox between human freedom and divine authority. Extensive bodily modifications may be seen as violations of the sanctity of the body and the sovereignty of God. Within Christian thought, the human body is not merely a physical entity but a dwelling place of the Holy Spirit, thus requiring deep respect for its dignity. This study offers a significant contribution by presenting a biblically grounded ethical guide to help Christians understand and respond to the moral challenges posed by advances in modern medical technology.Artikel ini membahas otoritas penciptaan dalam perspektif biblika, dengan fokus pada fenomena rekayasa gender sebagai tantangan etis dan teologis di era modern. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pandangan Kristen bahwa tubuh manusia adalah ciptaan Allah yang memiliki nilai sakral, martabat ilahi, dan fungsi spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan interdisipliner dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti teologi, ilmu medis, dan sosiologi. Tujuannya adalah untuk menawarkan wawasan teologis yang mendalam mengenai isu modifikasi tubuh dalam kaitannya dengan nilai-nilai Kristen, serta merumuskan kerangka etis yang dapat membantu umat Kristen dalam menghadapi perubahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa gender menimbulkan paradoks antara kebebasan manusia dan otoritas ilahi. Modifikasi tubuh yang signifikan dapat dipandang sebagai pelanggaran terhadap kesucian tubuh dan kedaulatan Allah. Dalam pandangan Kristen, tubuh manusia bukan sekadar objek fisik, melainkan juga tempat kehadiran Roh Kudus yang menuntut penghormatan penuh terhadap martabatnya. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dengan menawarkan panduan etis berbasis Alkitab bagi umat Kristen dalam memahami dan merespons tantangan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi medis modern
Menjadi Pembawa Kabar Sukacita: Belajar dari Respons Para Gembala dalam Lukas 2:15
This article highlights the significance of believers as bearers of the good news, drawing upon the response of the shepherds in Luke 2:15. In contemporary Christianity, many believers appear passive or hesitant in proclaiming the gospel, often due to misconceptions such as the notion that evangelism amounts to proselytism, that it ought to be replaced by interreligious dialogue or apologetics, or that doing good alone is sufficient for salvation. This study seeks to recover the missional example of the shepherds, who actively shared the message with those who had not yet heard it. Employing a qualitative descriptive approach through biblical textual analysis, the study examines the theological significance of the shepherds’ response. The findings indicate that the shepherds not only received and witnessed the good news but also became its earliest messengers. Their response offers a model for believers today: to embrace their calling to proclaim Christ, that others too might come to faith.Artikel ini membahas pentingnya peran orang percaya sebagai pembawa kabar sukacita dengan meneladani respons para gembala dalam Lukas 2:15. Dalam konteks kekristenan masa kini, banyak orang percaya yang bersikap pasif atau ragu-ragu dalam memberitakan Injil. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman akan panggilan mereka dalam penginjilan, atau oleh berbagai kesalahpahaman, seperti anggapan bahwa penginjilan identik dengan upaya Kristenisasi, bahwa penginjilan seharusnya digantikan oleh dialog atau apologetika, bahwa semua agama sama asalkan berbuat baik, atau bahwa berbagi kebaikan sudah cukup sebagai bentuk penginjilan. Tujuan utama artikel ini adalah menggali dan meneladani sikap para gembala yang secara aktif menyampaikan kabar sukacita kepada mereka yang belum mendengarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis teks Alkitab untuk mengkaji makna respons para gembala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para gembala tidak hanya menerima dan menyaksikan langsung kabar sukacita tersebut, tetapi juga memberitakannya kepada orang lain. Temuan ini menunjukkan bahwa tindakan para gembala dapat menjadi teladan bagi orang percaya masa kini. Kesimpulannya, meneladani para gembala dalam memberitakan kabar sukacita dapat mendorong lebih banyak orang untuk percaya kepada Kristus
Pembimbingan bagi Generasi Z di GKSI Antiokhia Jakarta dalam Merespons Worship Apathy
The Indonesian Christian Faithful Church (GKSI) Antiochia, located in East Jakarta on Kalimalang main road, serves as the location for this Community Service implementation. Based on observations and surveys conducted, worship apathy among Generation Z appears to be quite significant, particularly in their involvement in Youth worship services. This condition is exacerbated by their high dependency on gadgets and social media, along with the minimal role of spiritual mentors in facilitating meaningful worship experiences. In response to these conditions, this Community Service program aims to fulfill the need for contextual worship guidance. The objective is for Generation Z at GKSI Antiochia to experience transformation in their worship life, understand the essence of true worship (John 4:23-24), and grow into a generation of faithful worshippers. The Community Service implementation employs participatory observation methods, personal mentoring, group discussions, and worship workshops supported by literature studies. The results demonstrate significant transformation in Generation Z's understanding and practice of worship, marked by increased involvement in church services and deepened personal relationship with God.Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Antiokhia, berlokasi di daerah Jakarta Timur, Jalan raya Kalimalang, menjadi lokasi pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Berdasarkan hasil pengamatan dan survei yang dilakukan, worship apathy di kalangan Generasi Z terlihat cukup signifikan, khususnya dalam keterlibatan mereka di ibadah Pemuda (Youth). Hal ini diperparah dengan tingginya ketergantungan pada gadget dan media sosial dan minimnya peran pembimbing rohani dalam memfasilitasi pengalaman worship yang bermakna. Sebagai respons atas kondisi tersebut, PkM ini hadir untuk memenuhi kebutuhan pembimbingan worship yang kontekstual. Tujuannya adalah agar Generasi Z di GKSI Antiokhia dapat mengalami transformasi dalam kehidupan peribadatan mereka, memahami esensi worship yang sejati (Yoh. 4:23-24), dan bertumbuh menjadi generasi penyembah yang setia. Pelaksanaan PkM menggunakan metode observasi partisipatif, mentoring personal, diskusi kelompok, dan workshop worship yang didukung studi literatur. Hasil yang diperoleh menunjukkan transformasi signifikan dalam pemahaman dan praktik worship Generasi Z, yang ditandai dengan meningkatnya keterlibatan dalam ibadah dan pendalaman relasi personal dengan Tuhan
Pendekatan Pastoral dalam Pendidikan Karakter Kristen Generasi Z berdasarkan Amsal 22:6
This article discusses the role of pastoral counseling in shaping the character of Christian Generation Z, focusing on the exposition of Proverbs 22:6 as a biblical foundation. The research background stems from the challenges faced by Generation Z in the fast-paced digital era, which necessitates a relevant spiritual guidance approach. The research problem addresses how pastoral counseling can serve as an effective tool in guiding Generation Z to uphold Christian values. This study employs a qualitative method based on literature research, examining relevant works on the concept of pastoral counseling and the exposition of Proverbs 22:6. The aim of the research is to identify the relevance of pastoral counseling in the context of faith formation for Generation Z. The novelty of this research lies in its biblical exposition approach, specifically linked to Generation Z and the challenges of the digital age. The research findings suggest that pastoral counseling, grounded in the principles of Proverbs 22:6, can help Generation Z develop strong Christian character through relevant and contextual approaches.Artikel ini membahas peran pastoral konseling dalam membentuk karakter Generasi Z Kristen, dengan berfokus pada eksposisi Amsal 22:6 sebagai landasan biblis. Latar belakang penelitian berangkat dari tantangan yang dihadapi Generasi Z dalam era digital yang serba cepat, sehingga membutuhkan pendekatan pembinaan rohani yang relevan. Masalah penelitian mencakup bagaimana pastoral konseling dapat menjadi alat efektif dalam mendampingi Generasi Z agar tetap berpegang pada nilai-nilai Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis riset pustaka dengan mengkaji literatur yang berkaitan dengan konsep pastoral konseling dan eksposisi Amsal 22:6. Penelitian bertujuan mengidentifikasi relevansi pastoral konseling dalam konteks pembentukan iman Generasi Z. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan eksposisi biblis yang secara khusus dikaitkan dengan Generasi Z dan tantangan era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pastoral konseling yang didasarkan pada prinsip Amsal 22:6 dapat membantu Generasi Z mengembangkan karakter Kristen yang kokoh melalui pendekatan yang relevan dan kontekstual
PENYULUHAN POLA PIKIR WAWASAN KRISTEN TENTANG LGBT PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN IPS UNIVERSITAS PELITA HARAPAN DAN GURU SD GMIM LELEMA KABUPATEN MINAHASA SELATAN
The ease of obtaining information about LGBT and becoming a ‘lifestyle’ of some people today, has raised concerns in the world of education. The understanding of gender in the name of human rights can open space for the formation of LGBT in Indonesia. This condition destroys the human concept of God's creation, which is differentiated between men and women. However, LGBT people as individuals created by God, and have fallen into sin, should not receive inhumane treatment. LGBT people need to be given a touch of ‘love’ in the form of education to bring LGBT people to the construction of God's creation. This concept needs to be understood by social science education teachers of Universitas Pelita Harapan and teachers of Elementary School of GMIM Lelema in South Minahasa Regency as the bearers of character building. It turns out that LGBT is associated with the concept of gender and has not been properly understood. The variety of gender thinking in the social sciences about gender requires direction from Christian insights. Activities were carried out in the form of virtual face-to-face through zoom and Pre-Test and Post-Test were conducted.Kemudahan memperoleh informasi tentang LGBT dan bahkan menjadi “life style” sebagian masyarakat dewasa ini menimbulkan keprihatinan dunia pendidikan. Pemahaman gender yang mengatasnamakan HAM dapat membuka ruang terbentuknya LGBT di Indonesia. Kondisi ini menghancurkan konsep manusia ciptaan Tuhan yang dibedakan laki-laki dan perempuan saja. Namun demikian penderita LGBT sebagai individu ciptaan Tuhan dan telah jatuh ke dalam dosa, tidak boleh mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. Penderita LGBT perlu dirangkul dengan sentuhan “kasih” dalam bentuk edukasi untuk membawa penderita LGBT pada konstruksi ciptaan Allah. Konsep ini perlu dipahami oleh calon guru IPS Universitas Pelita Harapan dan guru Sekolah Dasar GMIM Lelema di Kabupaten Minahasa Selatan sebagai pengemban pembentukan karakter. Ternyata LGBT dikaitkan dengan konsep gender belum dipahami secara tepat. Bervariasinya pemikiran gender dalam ilmu sosial tentang gender membutuhkan arahan dari wawasan Kristen. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk tatap muka virtual melalui zoom dan dilakukan Pre-Test dan Post-Test
PEMBIMBINGAN JEMAAT DI GEREJA KRISTEN OIKOUMENE RIMBA BELIAN TENTANG REVITALISASI PEMAHAMAN PERNIKAHAN KUDUS
Holy marriage is an essential concept in Christian teachings, yet its understanding is often neglected by the congregation. At GKO Rimba Belian, revitalizing the understanding of holy marriage has become a significant focus in strengthening the moral and spiritual integrity of the congregation. The primary challenge faced is the lack of awareness regarding the importance of a God-blessed marriage and the ethical values contained in the Bible, as referenced in Hebrews 13:4 and Genesis 1:27-31. This research aims to guide the congregation in understanding marriage as a sacred institution that involves moral responsibility, reason, and love, as outlined in Colossians 3:14. Utilizing a participatory method that incorporates discussions, Bible studies, and direct mentorship, this research offers a comprehensive approach to educating the congregation. The uniqueness of this study lies in the integration of spiritual guidance and theological understanding of marriage, a combination rarely applied in church contexts. The results demonstrate an increased understanding of holy marriage among the congregation and a strengthened commitment to these values.Pernikahan kudus merupakan konsep yang esensial dalam ajaran Kristen, namun seringkali pemahamannya diabaikan oleh jemaat. Di GKO Rimba Belian, revitalisasi pemahaman pernikahan kudus menjadi fokus penting dalam rangka memperkuat integritas moral dan spiritual jemaat. Problematika utama yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran terhadap pentingnya pernikahan yang diberkati Tuhan serta nilai-nilai etika yang terkandung dalam Alkitab, seperti yang tercantum dalam Ibrani 13:4 dan Kejadian 1:27-31. Penelitian ini bertujuan untuk membimbing jemaat memahami pernikahan sebagai institusi sakral yang melibatkan tanggung jawab moral, akal, dan kasih, sesuai dengan Kolose 3:14. Dengan menggunakan metode partisipatif yang melibatkan diskusi, studi Alkitab, dan pembinaan langsung, penelitian ini menawarkan pendekatan komprehensif dalam mengedukasi jemaat. Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi antara pembinaan spiritual dan pemahaman teologis mengenai pernikahan, yang jarang diterapkan dalam konteks gereja. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman jemaat tentang pernikahan kudus dan komitmen mereka terhadap nilai-nilai tersebut
PEMBINAAN IMAN ORANG MUDA KATOLIK DI PAROKI SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA KABANJAHE
The Young Catholics (OMK) are individuals born and raised within the Catholic tradition from adolescence to early adulthood. Young people often undergo critical identity and faith development during this phase. OMK currently faces challenges and changes in an increasingly complex and dynamic world. Globalisation, technology, and social changes influence their perspectives on their faith values. The objective of this service is to provide spiritual guidance to OMK, enabling them to understand better and embrace their faith. Activities are conducted through lectures and materials on the Catholic faith, interspersed with games, group dynamics, songs and movements, and practical worship practices. The method used in analysing the results of this CommunityService is qualitative. The outcomes obtained reveal that through the service conducted, OMK has gained additional knowledge and understanding of the values of the Catholic faith.Orang muda Katolik (OMK) adalah kelompok individu yang lahir dan dibesarkan dalam tradisi Katolik. Rentang usia antara remaja hingga awal dewasa. Pada fase ini orang muda banyak mengalami krisis identitas dan iman. OMK saat ini menghadapi tantangan dan perubahan dalam dunia yang semakin kompleks dan dinamis. Faktor seperti globalisasi, teknologi, dan perubahan sosial memengaruhi pandangan mereka terhadap nilai-nilai iman mereka. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pembinaan iman kepada OMK agar semakin memahami dan mencintai iman mereka. Kegiatan dilakukan dengan memberikan ceramah dan materi tentang iman Katolik. Pemberian materi juga diselingi dengan games, dinamika kelompok, lagu dan gerak, serta praktik ibadat. Metode yang dipakai dalam analisis hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah metode kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah melalui pengabdian yang telah dilaksanakan OMK semakin menambah pengetahuan dan pemahaman akan nilai-nilai iman Katolik
PERAN AYAH KRISTEN DALAM PEMENUHAN MISI KRISTUS DALAM KONTEKS KELUARGA
According to God, fathers must guide their families with selfless love. If children correctly understand their earthly or physical father, they will also understand God well. In addition to being a follower of Christ, the parent must exhibit godly qualities and show him patience, humility, self-control, compassion, and meekness toward his children. Nonetheless, it is undeniable that many families are going through a crisis in the twenty-first century and lack the psychological and physical presence of a father. Many children are growing up without their fathers there. This study employs a descriptive methodology and a qualitative approach. The study aims to determine how Christian fathers contribute to the family's fulfillment of Christ's mission. The study's findings indicate that Christian fathers have fulfilled three functions: serving as loving fathers, role models, and spiritual leaders for their family members.Ayah bertanggung jawab di hadapan Tuhan untuk memimpin keluarganya dengan kasih yang penuh pengorbanan. Anak-anak akan memahami konsep Tuhan dengan baik jika mereka memahami ayah duniawi atau fisik mereka dengan tepat pula. Ayah harus menunjukkan karakter yang saleh dan dia harus menjadi pengikut Kristus serta harus mengungkapkan karakteristik tertentu, seperti kerendahan hati, penguasaan diri, mengasihi, kelembutan hati dan kesabaran terhadap anak-anaknya. Namun, di abad ke-21, banyak keluarga sedang mengalami krisis dan tidak dapat dipungkiri bahwa banyak keluarga tidak mengalami kehadiran seorang ayah secara fisik mau psikis. Ada banyak anak tumbuh tanpa kehadiran ayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian adalah untuk melihat peran ayah kristen dalam pemenuhan misi Kristus dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga peran yang telah ayah kristen lakukan yakni sebagai pemimpin rohani bagi anggota keluarganya, ayah telah menjadi teladan dan menjadi ayah yang penuh kasih bagi anggota keluarga