Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Pengembangan Penilaian Unjuk Kerja Berbasis Hands On Activity untuk Mengukur Kreativitas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian pengembangan (R&D) untuk mengukur kreativitas siswa dengan mengembangkan penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIA 3 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan metode observasi, angket dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk melihat kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity yaitu lembar angket yang mencakup beberapa aspek yaitu validasi, keterlaksanaan, respon siswa. Kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity oleh 2 dosen ahli dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2 guru Fisika dari SMA Negeri 5 Purworejo serta teman sejawat peneliti yang telah menjadi guru Fisika di SMA Negeri 11 Purworejo dan guru IPA MTS Darrussa”adah di Kebumen. Analisis data dengan Percentages Correction dan Precentage Agreement. Penelitian yang dikembangkan melalui tujuh langkah pengembangan, dengan rerata kelayakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,14 termasuk kategori “baik”. Keterlaksanaan pembelajaran Fisika menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,21 dengan kategori “baik”. Respon siswa terhadap lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dengan rerata sebesar 3,23 dengan kategori ”baik”. Hasil ketercapaian siswa menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity untuk mengukur kreativitas pada pertemuan pertama mencapai rerata 3,03 dalam kategori “baik”, pada pertemuan kedua mencapai rerata 3,11 dengan kategori “baik”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dapat mengukur kreativitas siswa kelas X dan dapat layak digunakan
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dengan Media Physics Hearts Card pada Materi Momentum dan Impuls
Dalam kegiatan belajar mengajar, penggunaan metode ceramah di sekolah-sekolah saat ini masih mendominasi. Selain itu penerapan sistem rangking yang masih diterapkan disekolah memunculkan sikap individual dan kompetisi negatif diantara siswa tanpa adanya kerja sama. Mengingat pentingnya sikap kerja sama, menciptakan pembelajaran kreatif dan menyengankan maka dibutuhkan metode pembelajaran yang mencangkup hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menerapan Pembelajaran Kooperatif tipe TGT dengan media physics hearts card untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa dengan mengembangkan permainan physics hearts card pada bagian konsolidasi. Metode penelitian yang dipakai adalah PTK. Sampel yang digunakan siswa SMA kelas XI, dengan materi momentum dan impuls. Penelitian ini diawali dengan pembelajaran sesuai RPP kemudian pada tahap konsolidasi siswa melakukan tournament menggunakan permainan physics hearts card. Dalam permainan semua siswa berpasangan mengerjakan soal dengan berdiskusi antar pasangana dan berdiskusi dengan pasangan lain saat membacakan jawabannya dalam satu tim. Pada akhir pembelajaran guru memberika tes evaluasi kepada semua siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa dan kuisioner untuk mengetahui tanggapan siswa tentang metode pembelajaran yang diberikan. Hasil penelitian didapatkan 94 % siswa mendapat nilai 7 untuk post test. Selain itu pada aspek afektif kelas mencapai batas kriteria yang ditentukan yaitu 70% siswa melakukan kegiatan kerjasama dengan baik
Persepsi Guru terhadap Kualitas Buku Ajar Cetak Fisika Kelas XI SMA Negeri seKabupaten Purworejo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap buku ajar fisika kelas XI SMA Negeri SeKabupaten Purworejo, yang diantaranya buku Yudistira, Erlangga, Essis, Aneka Ilmu, dan Phibeta.Populasi dalam penelitian ini adalah guru Fisika SMA Negeri Se-Kabupaten Purworejo yang berjumlah 19 guru. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling sehingga memperoleh 4 sekolah dari wilayah kota, semikota, dan desa dengan jumlah 7 guru dan teknik sampling purposive untuk memperoleh sampel buku yaitu buku Yudistira, Erlangga, Essis, Aneka Ilmu, dan Phibeta. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas buku Yudistira dalam kategori baik; (2) kualitas buku Erlangga dalam kategori baik; (3) kualitas buku Essis dalam kategori baik; (4) kualitas buku Aneka ilmu dalam kategori baik; (5) kualitas buku Phibeta dalam kategori baik; (6) buku yang paling berkualitas menurut persepsi guru SMA Negeri SeKabupaten Purworejo adalah buku Erlangga sebagai buku yang paling baik
Pengembangan Penilaian Unjuk Kerja Berbasis Hands On Activity untuk Mengukur Kreativitas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian pengembangan (R&D) untuk mengukur kreativitas siswa dengan mengembangkan penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIA 3 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan metode observasi, angket dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk melihat kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity yaitu lembar angket yang mencakup beberapa aspek yaitu validasi, keterlaksanaan, respon siswa. Kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity oleh 2 dosen ahli dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2 guru Fisika dari SMA Negeri 5 Purworejo serta teman sejawat peneliti yang telah menjadi guru Fisika di SMA Negeri 11 Purworejo dan guru IPA MTS Darrussa”adah di Kebumen. Analisis data dengan Percentages Correction dan Precentage Agreement. Penelitian yang dikembangkan melalui tujuh langkah pengembangan, dengan rerata kelayakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,14 termasuk kategori “baik”. Keterlaksanaan pembelajaran Fisika menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,21 dengan kategori “baik”. Respon siswa terhadap lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dengan rerata sebesar 3,23 dengan kategori ”baik”. Hasil ketercapaian siswa menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity untuk mengukur kreativitas pada pertemuan pertama mencapai rerata 3,03 dalam kategori “baik”, pada pertemuan kedua mencapai rerata 3,11 dengan kategori “baik”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dapat mengukur kreativitas siswa kelas X dan dapat layak digunakan
Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMANegeri 2 Wonosobo
Latar belakang dari penelitian adalah rendahnya rata-rata motivasi belajar siswa di SMAN 2 Wonosobo yaitu 48,24%. Sehingga PTK ini bertujuan untuk meningkatkan Motivasi Belajar Siswa melalui Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining. Subyek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X MIA 5 SMAN 2 Wonosobo yang berisi 34 siswa terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data menggunakan oservasi, angket dan tes. Pengolahan data dengan tehnik Persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Wonosobo. Rata-rata motivasi belajar siswa yang sebelumya adalah 48,24%, meningkat menjadi 66,18% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 90,88% setelah diberi tindakan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar fisika siswa pada mata pelajaran fisika
Peningkatan Keaktifan Metrik Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Aktif Tipe Modeling The Way pada Kelas XI MOA SMK Purnama 2 Gombong
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran masih bersifat Teacher Center Learning. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keaktifan siswa terlihat masih kurang dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui peningkatkan keaktifan metrik siswa pada pembelajaran Fisika dengan model pembelajaran aktif tipe Modeling The Way pada siswa kelas XI. MOA SMK Purnama 2 Gombong Model pembelajaran aktif tipe ini diterapkan pada materi Listrik Statis dan Dinamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan selama 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SMK Purnama 2 Gombong pada siswa Kelas XI. MOA Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, angket, tes,dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran aktif tipe Modeling The Way dapat meningkatkan keaktifan metrik siswa dengan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah sebesar minimal 25% siswa mengalami penigkatan keaktifan metrik. Hal ini ditandai denganmeningkatnya rata-rata persentase keaktifan metrik siswa pada setiap siklus. Sebelum digunakan model pembelajaran aktif tipe Modeling The Way persentase keaktifan metrik siswa 20,00%. Setelah memanfaatkan model pembelajaran aktif tipe Modeling The Way pada siklus I meningkat menjadi 44,06% dan pada siklus II meningkat menjadi 74,68%. Sehingga model pembelajaran aktif tipe Modeling The Way dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam proses pembelajaran guna meningkatkan keaktifan metrik siswa
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort pada Kelas VIII B MTs Tarbiyatul ‘Ulum Tirtomoyo Poncowarno
ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran fisika dengan model pembelajaran aktif tipe card sort pada siswa kelas VIII B MTs Tarbiyatul ‘Ulum Tirtomoyo Poncowarno. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di MTs Tarbiyatul ‘Ulum Tirtomoyo Poncowarno Kebumen. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII B tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilakukan pada Januari sampai Pebruari tahun 2014 pada pokok bahasan hukum newton dan energi dan usaha. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga metode, yaitu: metode angket, metode observasi dan metode tes. Setelah data diperoleh dianalisis menggunakan deskripsi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran aktif tipe card sort dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas VIII B MTs Tarbiyatul ‘Ulum Tirtomoyo Poncowarno tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini dilihat dari persentase jawaban pengakuan siswa yang diperoleh dari angket keterampilan berpikir kritis siswa, diperoleh persentase rata-rata 54% pada pra siklus menjadi 64% pada siklus I dan menjadi 72% pada siklus II. Berdasarkan data hasil observasi keterampilan berpikir kritis siswa, diperoleh persentase rata-rata 47% pada pra siklus menjadi 60% pada siklus I dan menjadi 66% pada siklus II. Prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 59,9 menjadi 62,8 pada siklus I dan menjadi 70,3 pada siklus II
Pengaruh Keaktifan Berorganisasi dan Konsep Diri tehadap Indeks Prestasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akdemik 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekatifan berorganisasi dan konsep diri terhadap indeks prestasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan expost facto. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh yang positif antara keaktifan berorganisasi dan konsep diri terhadap indeks prestasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika dengan sumbangan mandiri masing-masing sebesar 23,20% dan 46,40%. Dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara keaktifan berorganisasi dan konsep diri terhadap indeks prestasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika secara bersama-sama sebesar 54,60%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka mahasiswa hendaknya tidak perlu takut untuk mengikutsertakan dirinya dalam sebuah orgaisasi dan hendaknya mahasiswa mengembangkan konsep diri yang positif guna meningkatkan prestasi akademik
Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif Type Firing Line untuk Peningkatan Kemampuan Analisis pada Pembelajaran Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengetahui peningkatan kemampuan analisis siswa pada pembelajaran fisika dengan menggunakan metode pembelajaran aktif type firing line. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 6 Purworejo yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes siklus, dan metode angket. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran aktif type firing line pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa SMP Negeri 6 Purworejo kelas VIII. Kemampuan Analisis fisika siswa pada tahap pra siklus adalah 42,968%, meningkat menjadi 71,429% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat menjadi 77,679% setelah diberi tindakan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran menggunakan metode pembelajaran aktif type firing line dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan analisis siswa dalam pembelajaran fisika
Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran Fisika Kelas X IPA 3 SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengetahui peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 3 Purworejo yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan metode tes akhir siklus. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung skor rerata dan persentase. Hasil dari penelitian ini dapat menunjukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 3 Purworejo kelas X IPA 3. Rata-rata pemahaman fisika siswa pada tahap pra siklus adalah 57,53 dengan persentase 12,5%, meningkat menjadi 69,62 dengan persentase 53,12% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 81 dengan persentase 81,25% setelah diberi tindakan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan pemahaman siswa dalam pembelajaran fisika