Universitas Muhammadiyah Purworejo: OJS
Not a member yet
498 research outputs found
Sort by
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Product terhadap Peningkatan Sikap Sosial Siswa dalam Pembelajaran Fisika Kelas X IPS SMA Negeri 1 Prembun Tahun Pelajaran 2015/2016
Telah dilakukan penelitian eksperimen semu guna mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Team Product terhadap peningkatan sikap sosial siswa dalam pembelajaran fisika kelas X IPS SMA Negeri 1 Prembun tahun pelajaran 2015/2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Prembun yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah 164 siswa. Sampel penelitian berjumlah 65 siswa, yaitu 33 siswa kelas X IPS 4 (kelas eksperimen) dan 32 siswa kelas X IPS 5 (kelas kontrol). Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, metode angket, metode observasi, dan metode dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain angket identifikasi sikap sosial siswa, lembar keterlaksanaan proses pembelajaran (kegiatan guru dan siswa) dan lembar observasi sikap sosial siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persentase sarana belajar sebesar 88,54% dengan kategori sangat baik. Persentase sikap sosial siswa selama pembelajaran sebesar 78,38% yang termasuk kategori baik dengan n-gain 0,35 yang termasuk kategori sedang. Rerata total keterlaksanaan proses pembelajaran ditinjau dari kegiatan guru sebesar 3,61 sedangkan dari kegiatan siswa sebesar 3,52 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Percentage Agreement (PA) untuk kegiatan guru sebesar 98,47% sedangkan untuk kegiatan siswa sebesar 98,61% yang dinyatakan sangat reliabel. Berdasarkan uji-t diperoleh hasil tobservasi = 6,4406 > 1,99834, yang berarti H0 ditolak, sehingga sikap sosial siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Product meningkat. Berdasarkan hasil tersebut maka model pembelajaran kooperatif tipe Team Product efektif terhadap peningkatan sikap sosial siswa dalam pembelajaran fisika
Pengembangan Instrumen Assessment Sikap Ilmiah Berbasis Self Assessment Dalam Pembelajaran Fisika SMA
Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan instrumen penilaian yang layak. Metode penelitian pengembangan mengacu pada model ADDIE yang dilakukan dengan subjek uji coba siswa kelas XI IPA 2 SMA N 5 Purworejo, siswa kelas XI IPA 2 MAN 1 Kebumen, siswa kelas XI IPA 3 MAN Kutowinangun, siswa kelas XI IPA 3 SMA N 2 Purworejo. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan angket, sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman wawancara, lembar validasi, lembar keterbacaan, dan lembar penilaian sikap ilmiah yang telah divalidasi keabsahannya. Berdasarkan hasil validasi oleh dosen ahli diperoleh rerata skor 3,96 dengan interpretasi “baik” sedangkan validasi oleh guru fisika diperoleh rerata skor 4,50 dengan interpretasi “sangat baik”. Ketercapaian penilaian sikap ilmiah diperoleh rerata sebesar 2,87 dengan interpretasi “baik”. Dari hasil uji validitas konstruk menggunakan analisis faktor konfirmatori diketahui keragaman total yang mampu diterangkan oleh 8 fakor yang terbentuk sebesar 63,773% dan diperoleh 43 soal valid dimana setiap item sudah merujuk pada indikator yang telah ditentukan sebelumnya. Reliabilitas instrumen yang dihitung dengan persamaan Alpha Cronbach diperoleh koefisien sebesar 0,934 serta nilai standard error of measurement sebesar 0,096. Dengan demikian instrumen penilaian sikap ilmiah berbasis self assessment layak digunakan sebagai instrumen penilaian dalam pembelajaran Fisika
Pengembangan Modul Fisika Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan High Order Thinking Skills (HOTS) Siswa SMA
Telah dilakukan penelitian pengembangan modul fisika berbasis masalah guna mengetahui kelayakan modul fisika berbasis masalah yang dikembangkan, peningkatan High Order Thinking Skills (HOTS) siswa, dan respon siswa setelah menggunakan modul fisika berbasis masalah yang telah dikembangkan. Jenis penelitian yaitu pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 7 Purworejo dengan subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar validasi, angket respon siswa, dan tes hasil belajar. Berdasarkan penelitian diperoleh data hasil validasi modul pembelajaran fisika berbasis masalah dari tiga validator yaitu dua dosen ahli dan guru fisika mendapatkan nilai secara keseluruhan sebesar 3,34, termasuk dalam kategori baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Peningkatan HOTS tahap penerapan diperoleh N-gain 0,585 dan termasuk kategori peningkatan sedang. Respon siswa terhadap modul pembelajaran fisika berbasis masalah tahap penerapan diperoleh persentase 88,68% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, modul pembelajaran fisika berbasis masalah yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan High Order Thinking Skills (HOTS) siswa SMA
Pengaruh Pemilihan Jurusan dan Model Pembelajaran Terhadap Kemampuan Intelektual Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Salaman Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan penelitian guna mengetahui pengaruh pemilihan jurusan dan model pembelajaran Problem Based Instruction serta model pembelajaran Generatif terhadap kemampuan intelektual fisika. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Salaman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1Salaman tahun 2014/2015. Sampel diambil secara cluster random sampling dari populasi terjangkau sebanyak 4 kelas dengan jumlah 124 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain dua faktorial. Data yang diperoleh dianalisis dengan Two-Way Anova berbantuan komputer program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemilihan jurusan mempengaruhi kemampuan intelektual fisika. (2) Model pembelajaran tidak mempengaruhi kemampuan intelektual fisika. (3) Interaksi antara pemilihan jurusan dan model pembelajaran mempengaruhi kemampuan intelektual fisika
Pengaruh Metode Demonstrasi-Eksperimen Berbasis Lingkungan Terhadap Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi-eksperimen berbasis lingkungan terhadap keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa kelas X SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian didapat dengan menggunakan teknik cluster random sampling dari populasi 191 siswa kelas X SMA Negeri 4 Purworejo sehingga diperoleh sampel penelitian berjumlah 56 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert yang masing-masing sudah diujicobakan dan telah memenuhi syarat validasi dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji t (t-test). Uji hipotesis menggunakan uji t dan uji t sampel berkorelasi. Dengan α = 0,05 diperoleh (1) dengan menggunakan uji t, metode demonstrasieksperimen berbasis lingkungan berpengaruh terhadap keterampilan proses siswa karena ????ℎ???????????????????? = 7,613 > ???????????????????????? = 1,703 artinya ????0 ditolak dan ????1 diterima; (2) dengan menggunakan uji t, metode demonstrasi-eksperimen berbasis lingkungan berpengaruh terhadap sikap ilmiah siswa karena ????ℎ???????????????????? = 7,936 > ???????????????????????? = 1,703 artinya ????0 ditolak dan ????1 diterima; (3) dengan menggunakan uji t sampel berkorelasi, metode demonstrasi-eksperimen berbasis lingkungan berpengaruh terhadap keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa karena ????ℎ???????????????????? = 10,604 > ???????????????????????? = 1,703 untuk keterampilan proses dan ????ℎ???????????????????? = 15,308 > ???????????????????????? = 1,703 untuk sikap ilmiah siswa artinya ????0 ditolak dan ????1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi-eksperimen berbasis lingkungan berpengaruh terhadap keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa baik dengan uji t maupun uji t berkorelasi
Desain Masalah Pada Topik Rangkaian Listrik Untuk Metode Pembelajaran Berbasis Masalah
Metode pembelajaran merupakan aspek penting ketika melaksanakan pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran akan mempengaruhi berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran Fisika adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). PBM merupakan metode pembelajaran yang menyajikan permasalahan dalam pembelajaran dan dipecahkan oleh siswa. Paper ini membahas hasil identifikasi permasalahan yang dapat diangkat pada topik “Rangkaian Listrik” beserta penyelesaiannya. Mula-mula dilakukan identifikasi permasalahan, identifikasi konsep, penyelesaian permasalahan dan uji coba sampel. Konsep yang diajarkan pada topik ini adalah syarat arus dapat mengalir, rangkaian seri, rangkaian paralel, rangkaian kombinasi seri dan paralel serta fungsi saklar dalam rangkaian. Untuk mengajarkan topik tersebut, didapati bahwa desain permasalahan yang dapat diangkat adalah (1) menyusun rangkaian satu lampu, satu baterai dan satu kabel,(2) menyusun rangkaian satu lampu menggunakan dua kabel dan dua baterai, (3) menyusun rangkaian dua lampu, (4) menyusun rangkaian empat lampu, (5) menyusun rangkaian satu lampu menggunakan satu saklar, (6) menyusun rangkaian satu lampu yang dapat dikendalikan oleh dua saklar. Berdasarkan hasil uji coba pada sampel, didapati bahwa permasalahan tersebut mampu merangsang proses berpikir siswa secara aktif dan kreatif selama proses pemecahan masalah. Permasalahan 6 merupakan permasalahan yang paling kompleks. Meskipun sulit dipecahkan, namun proses pemantapan konsep dapat diperoleh melalui permasalahan tersebut
Penggunaan Metode Fast Feedback Model Rainbow Card dalam Pembelajaran Fisika tentang Suhu dan Kalor
Evaluasi digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah paham akan suatu materi ajar yang sudah diajarkan. Namun yang terjadi guru-guru seringkali mengevaluasi siswa setelah 1 bab sampai 2 bab selesai dahulu. Sehingga kesalahan siswa terlambat untuk diketahui (slow feedback). Untuk itu perlu digunakan metode umpan balik cepat (fast feedback) yaitu metode koreksi cepat yang dapat membantu guru untuk mengoreksi dan mengetahui hasilnya saat itu juga. Metode fast feedback dapat dilakukan guru sesering mungkin dan tidak menghabiskan banyak waktu sehingga dapat dilakukan berkali-kali dalam satu pertemuan.Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh umpan balik (feedback) secara cepat dan mengembangkan model baru dari metode fast feedback model rainbow card dalam pembelajaran fisika tentang suhu dan kalor. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model guru sebagai peneliti. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa fisika berjumlah 32 mahasiswa. kartu tugas dikerjakan secara individu. Jika jumlah mahasiswa yang menjawab benar ≥70%, maka diberikan tugas baru. Jika jumlah mahasiswa yang menjawab benar <70% dilakukan pembelajaran. Demikian seterusnya sampai tugas selesai. Analisa dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: diperlukan 1 siklus feedback pada setiap tahap pembelajaran. Waktu untuk melakukan 1 siklus feedback adalah <10menit. 80-100% mahasiswa aktif merespon tugas yang diberikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode fast feedback dengan model rainbow card efektif digunakan sebagai umpan balik cepat
Peningkatan Minat Belajar Siswa Dengan Metode Jigsaw Pada Pembelajaan IPA di SMP Negeri 2 Ambal Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014
Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa dengan metode Jigsaw pada pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Ambal. Pembelajaran IPA dirasa sulit oleh siswa SMP Negeri 2 Ambal sehingga siswa tidak memiliki minat tuntuk belajar. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMP N 2 Ambal yang berjumlah 30siswa, 15 siswa perempuan, 15 siswa laki-laki. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif. Instrumen pengambilan data menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan angket minatsiswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil dari penelitian ini dapat menunjukkan bahwa Penerapan metode pembelajaran jigsaw pada pembelajaran IPA, dapat meningkatkan minat belajar siswa.Hal ini ditandai dengan meningkatnya minat belajar siswa pada prasiklus yang dengan persentase 57% meningkat menjadi 69% pada siklus I dan meningkat menjadi 81% pada siklus II. Serta dapat meningkatkan aktivitas siswa pada Pra Siklus dengan persentase 60% meningkat menjadi 77% pada siklus I dan meningkat menjadi 85% pada siklus II. Selain meningkatkan minat dan aktivitas siswa, hasil belajar siswa juga meningkat. Pada prasiklus nilai rata-rata IPA 64,5, meningkat pada siklus I menjadi 74 dan pada siklus II menjadi 79,5
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa dan Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas X MAN Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015
- Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Fisika melalui model pembelajaran Talking Stick pada siswa kelas X MIA 2 MAN Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 2 MAN Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 31 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode angket, metode lembar observasi, metode tes dan metode dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Tahapan pelaksanaan meliputi pra siklus, siklus I, dan siklus II. Hal ini ditandai dengan peningkatan keaktifan siswa pada pra siklus sebesar 60,34%, pada siklus I sebesar 66,16% dan pada siklus II sebesar 80,41%. Persentase hasil belajar nilai rerata kelas yang didapat pada pra siklus adalah 32,39%, pada siklus I sebesar 52,71% dan pada siklus II sebesar 83,61%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Fisika siswa kelas X MIA 2 MAN Purworejo tahun pelajaran 2014/2015
Efektivitas Model Pembelajaran ROPES dengan Model Pembelajaran AIR terhadap Kemandirian dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Binangun Tahun Pelajaran 2014/2015
Telah dilakukan penelitian guna mengetahui efektivitas model pembelajaran ROPES dengan model pembelajaran AIR terhadap kemandirian dan hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 1 Binangun. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA yang berjumlah 94 siswa dari 3 kelas. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa dari 2 kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, angket dan observasi awal. Uji hipotesis data menggunakan analisis One-Way Anavadengan taraf signifikansi 5%. 1) Uji One-Way efektivitas model pembelajaran diperoleh Fhitung = 4,839 > Ftabel = 4,00 dengan skor rerata respon 3,12, sehingga terdapat perbedaan efektivitas model dan pembelajaran ROPES lebih efektif dibanding dengan AIR. 2) hasil data kemandirian diperoleh skor rerata dari kelompok eksperimen I dan eksperimen II sebesar 2,87 < 2,89, jadi terdapat perbedaan efektivitas dan kelompok eksperimen II dengan model pembelajaran ROPES lebih efektif. 3) pengujian hasil belajar diperoleh nilai Fhitung = 4,701 > Ftabel = 4,00 dengan skor rerata post test kelompok eksperimen I dan eksperimen II sebesar 67,19 < 74,35, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum terdapat perbedaan antara model pembelajaran ROPES dengan model pembelajaran AIR terhadap kemandirian dan hasil belajar fisika dan model ROPES lebih efektif dibanding AIR