Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
    1307 research outputs found

    ANALISIS PENERAPAN E-GOVERNMENT DALAM LAYANAN PENDANAAN RISET: STUDI PADA PLATFORM eRISPRO LPDP

    No full text
    This study aims to analyze the implementation of e-government in research funding services through the eRISPRO platform developed by Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), especially by assessing aspects of efficiency, transparency, accountability, accessibility, and inclusiveness in managing research grants. This system is designed as an integrated digital service to manage the grant process, from proposal submission to selection, disbursement, and reporting. The study uses a qualitative descriptive approach, gathering data by directly observing the eRISPRO system and conducting semi-structured interviews with LPDP staff involved in managing the program. The results of the study show that eRISPRO has increased the efficiency of grant administration through process digitization, such as the use of e-Stamps, automatic notifications, and online reporting. In terms of transparency and accountability, this system provides access to reviewer assessment records, activity-based RAB verification, and an achievement dashboard that supports information transparency. However, challenges are still found in the aspects of accessibility and inclusiveness, especially related to the digital literacy gap and the dominance of merit-based approaches that have not fully reached institutions in non-leading areas. This study contributes to the literature on e-government by highlighting digital public service platforms in a research sector that has not been widely studied before and providing recommendations for improvements so that the implementation of such digital services can be more equitable and sustainable. Keywords: Digital Public Service; e-Government; eRISPRO; LPDP; Research Fundin

    EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK DIGITAL “APLIKASI GETUK SEWU”  OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PRINGSEWU

    No full text
    The purpose of this study is to identify and explain the effectiveness of the digital service \u27Getuk Sewu Application\u27 by the Department of Population and Civil Registration of Pringsewu Regency. The background of this research is the effort to improve the quality of public services from the Department of Population and Civil Registration through the Getuk Sewu application. This writing theory uses the public service theory which refers to Zaithaml\u27s perspective; service quality can be measured using five main dimensions, namely: reliability, tangibles, responsiveness, assurance, and empathy. The research approach adopted is qualitative, where the analysis process is conducted based on data obtained from collection techniques such as interviews, field observations, and document review. The research results indicate that the officers have demonstrated a good level of proficiency in operating the Getuk Sewu application. The presence of the Getuk Sewu application as a form of digital public service already reflects tangible indicators, particularly in terms of ease of access. Officials from the agency as well as village apparatus are considered capable of responding promptly to requests for civil administration services submitted by the community. The public feels confident and comfortable regarding the transparency of costs and the validity of the documents they receive. The conclusion of this study is that public services provided by the Civil Registration Office and village officials through the Getuk Sewu Application are quite effective, although they still face several obstacles.   Keywords: Effectiveness; Getuk Sewu; Public Sevice

    PERAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTASEMARANG TERHADAP PENGAWASAN PENYELENGGARAANKONSER MUSIK DALAM PERSPEKTIF HUKUM NEGARA

    No full text
     Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengawasan yang dilakukan oleh DinasKebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang terhadap penyelenggaraan konser musik, denganmenitikberatkan pada ketegasan hukum terhadap promotor, efektivitas kelembagaanpengawasan, dan keberlakuan peraturan daerah sebagai instrumen hukum administratif ditingkat lokal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif,dengan menelaah berbagai peraturan perundang-undangan, dokumen hukum daerah, sertaliteratur akademik dalam ranah hukum administrasi negara. UU No. 23 Tahun 2014 dan UUNo. 10 Tahun 2009 secara jelas memberi wewenang kepada pemerintah daerah untukmengatur dan mengawasi kegiatan kepariwisataan, termasuk konser musik. Namun, DinasKebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang belum memiliki perangkat kelembagaan danperaturan pelaksana yang memadai untuk melaksanakan kewenangan tersebut secara penuhdan akuntabel.Kata Kunci: Hukum Negara, Pengawasan Konser, Dinas Budaya dan Pariwisata

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PENYALAGUNAAN DATA PRIBADI MELALUI PENGIRIMAN UNDANGAN PALSU DI MEDIA SOSIAL

    No full text
    Abstrak  Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap korban penyalahgunaan data pribadi melalui modus undangan palsu di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis kualitatif dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah tersedia, implementasi penegakan hukum masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan alat bukti digital, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta kompleksitas yurisdiksi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, regulator, penyedia platform digital, dan masyarakat dalam memperkuat perlindungan terhadap korban. Korban juga memiliki jalur hukum administratif, pidana, maupun perdata untuk memperoleh pemulihan hak dan kompensasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan dan strategi penegakan hukum yang adaptif terhadap perkembangan kejahatan siber di Indonesia. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Data Pribadi, Undangan Palsu, Media Sosial, Kejahatan Siber.      

    STRATEGI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @AIRTERJUN_WAYKALAM DALAM MENGEMBANGKAN DAYA TARIK DESTINASI  WISATA ALAM AIR TERJUN WAY KALAM LAMPUNG SELATAN

    No full text
    Penelitian ini mengkaji strategi media sosial Instagram @airterjun_waykalam dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata alam Air Terjun Way Kalam di Lampung Selatan. Pemilihan topik ini didasarkan pada meningkatnya peran media sosial, khususnya Instagram, yang banyak digunakan wisatawan untuk memperoleh informasi dan inspirasi perjalanan. Penelitian ini berlandaskan teori komunikasi dan kolaborasi dari Safko (Julyanto 2023), serta teori fasilitas dan pelayanan dari Morrison (2013), yang menekankan pentingnya peran interaksi digital, kerja sama, ketersediaan fasilitas, dan kualitas pelayanan dalam pengelolaan destinasi wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pengelola Instagram @airterjun_waykalam, pengurus destinasi, dan pengunjung. Data sekunder diperoleh melalui literatur, dokumen, dan publikasi yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan masih bersifat satu arah karena lebih menekankan pada unggahan ulang konten dari pengunjung, sementara interaksi langsung melalui fitur Instagram belu m dimaksimalkan. Kolaborasi yang dijalankan juga terbatas pada repost konten dan kerja sama sederhana dengan pengunjung maupun influencer lokal, sehingga belum optimal sebagai strategi jangka panjang. Dari sisi pengelolaan di lapangan, fasilitas yang tersedia masih terbatas seperti mushola, kamar mandi, dan gazebo, sedangkan pelayanan pengurus dinilai ramah namun belum memiliki standar operasional yang baku. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun Air Terjun Way Kalam memiliki potensi alam yang kuat sebagai destinasi wisata, strategi media sosial dan pengelolaan destinasi masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Optimalisasi komunikasi interaktif, perluasan kolaborasi, peningkatan fasilitas, serta perbaikan standar pelayanan menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya tarik wisata ini di masa mendatang.Penelitian ini mengkaji strategi media sosial Instagram @airterjun_waykalam dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata alam Air Terjun Way Kalam di Lampung Selatan. Pemilihan topik ini didasarkan pada meningkatnya peran media sosial, khususnya Instagram, yang banyak digunakan wisatawan untuk memperoleh informasi dan inspirasi perjalanan. Penelitian ini berlandaskan teori komunikasi dan kolaborasi dari Safko (Julyanto 2023), serta teori fasilitas dan pelayanan dari Morrison (2013), yang menekankan pentingnya peran interaksi digital, kerja sama, ketersediaan fasilitas, dan kualitas pelayanan dalam pengelolaan destinasi wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pengelola Instagram @airterjun_waykalam, pengurus destinasi, dan pengunjung. Data sekunder diperoleh melalui literatur, dokumen, dan publikasi yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan masih bersifat satu arah karena lebih menekankan pada unggahan ulang konten dari pengunjung, sementara interaksi langsung melalui fitur Instagram belu m dimaksimalkan. Kolaborasi yang dijalankan juga terbatas pada repost konten dan kerja sama sederhana dengan pengunjung maupun influencer lokal, sehingga belum optimal sebagai strategi jangka panjang. Dari sisi pengelolaan di lapangan, fasilitas yang tersedia masih terbatas seperti mushola, kamar mandi, dan gazebo, sedangkan pelayanan pengurus dinilai ramah namun belum memiliki standar operasional yang baku. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun Air Terjun Way Kalam memiliki potensi alam yang kuat sebagai destinasi wisata, strategi media sosial dan pengelolaan destinasi masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Optimalisasi komunikasi interaktif, perluasan kolaborasi, peningkatan fasilitas, serta perbaikan standar pelayanan menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya tarik wisata ini di masa mendatang

    STRATEGI PENGURUS DALAM MENINGKATKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI YAYASAN KOTA MAJU GEMILANG UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan tingkat keterbukaan informasi publik di Yayasan Kota Maju Gemilang, serta menganalisis strategi informasi yang diterapkan dalam mendorong partisipasi masyarakat melalui transparansi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pengurus yayasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan informasi publik telah diterapkan dengan cukup baik melalui media sosial dan forum bold seperti Zoom meeting, yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban serta kegiatan secara berkala. Hambatan yang mencakup keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan relawan, serta pemahaman masyarakat terhadap visi yayasan. Strategi yang dilakukan pengurus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat meliputi edukasi internal, pelatihan relawan, serta pelibatan aktif para donatur dan masyarakat dalam setiap kegiatan. Penerapan keterbukaan informasi publik berdampak positif terhadap tingkat partisipasi masyarakat, di mana kepercayaan dan dukungan meningkat secara signifikan, bahkan menjangkau masyarakat di tingkat nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan informasi yang konsisten dan transparan mampu meningkatkan kredibilitas dan partisipasi masyarakat terhadap program yayasan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan tingkat keterbukaan informasi publik di Yayasan Kota Maju Gemilang, serta menganalisis strategi informasi yang diterapkan dalam mendorong partisipasi masyarakat melalui transparansi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pengurus yayasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan informasi publik telah diterapkan dengan cukup baik melalui media sosial dan forum bold seperti Zoom meeting, yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban serta kegiatan secara berkala. Hambatan yang mencakup keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan relawan, serta pemahaman masyarakat terhadap visi yayasan. Strategi yang dilakukan pengurus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat meliputi edukasi internal, pelatihan relawan, serta pelibatan aktif para donatur dan masyarakat dalam setiap kegiatan. Penerapan keterbukaan informasi publik berdampak positif terhadap tingkat partisipasi masyarakat, di mana kepercayaan dan dukungan meningkat secara signifikan, bahkan menjangkau masyarakat di tingkat nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan informasi yang konsisten dan transparan mampu meningkatkan kredibilitas dan partisipasi masyarakat terhadap program yayasan

    Optimalisasi Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Strategi Komunikasi Digital untuk Peningkatan Engagement di Media Sosial

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam strategi komunikasi digital guna meningkatkan engagement di media sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap admin media sosial dan pakar komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan proses komunikasi, terutama dalam analisis perilaku pengguna, otomatisasi interaksi, serta personalisasi pesan. Penerapan AI terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi komunikasi digital, sekaligus mengubah peran manusia dari pelaksana teknis menjadi pengelola strategis. Meskipun demikian, keberhasilan penggunaan AI sangat dipengaruhi oleh pemahaman dan kemampuan etis pengguna dalam mengelola teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan strategi komunikasi berbasis data dan etis yang relevan dengan dinamika era digital.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam strategi komunikasi digital guna meningkatkan engagement di media sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap admin media sosial dan pakar komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan proses komunikasi, terutama dalam analisis perilaku pengguna, otomatisasi interaksi, serta personalisasi pesan. Penerapan AI terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi komunikasi digital, sekaligus mengubah peran manusia dari pelaksana teknis menjadi pengelola strategis. Meskipun demikian, keberhasilan penggunaan AI sangat dipengaruhi oleh pemahaman dan kemampuan etis pengguna dalam mengelola teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan strategi komunikasi berbasis data dan etis yang relevan dengan dinamika era digital

    PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PUBLIK MELALUI PENULIS ARTIKEL WISATA DI RADAR BOGOR SEBAGAI MEDIA LOKAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan informasi publik melalui artikel wisata yang dipublikasikan oleh Radar Bogor sebagai media lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer serta data sekunder berupa laporan traffic Google Analytics periode September–Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel wisata di Radar Bogor memiliki performa tinggi yang ditandai dengan jumlah tayangan stabil, pengguna aktif yang konsisten, serta waktu keterlibatan yang cukup baik. Jenis artikel yang paling diminati publik adalah konten dengan informasi terperinci, seperti harga, fasilitas, keunikan destinasi, serta pengalaman pengunjung. Temuan ini sejalan dengan teori Uses and Gratifications, yang menyatakan bahwa audiens secara aktif memilih media untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Dalam konteks ini, Radar Bogor berhasil menyediakan informasi wisata yang relevan dan berorientasi pada kebutuhan praktis masyarakat, sehingga mampu berfungsi sebagai rujukan utama bagi publik dalam pengambilan keputusan terkait aktivitas wisata lokal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan informasi publik melalui artikel wisata yang dipublikasikan oleh Radar Bogor sebagai media lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer serta data sekunder berupa laporan traffic Google Analytics periode September–Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel wisata di Radar Bogor memiliki performa tinggi yang ditandai dengan jumlah tayangan stabil, pengguna aktif yang konsisten, serta waktu keterlibatan yang cukup baik. Jenis artikel yang paling diminati publik adalah konten dengan informasi terperinci, seperti harga, fasilitas, keunikan destinasi, serta pengalaman pengunjung. Temuan ini sejalan dengan teori Uses and Gratifications, yang menyatakan bahwa audiens secara aktif memilih media untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Dalam konteks ini, Radar Bogor berhasil menyediakan informasi wisata yang relevan dan berorientasi pada kebutuhan praktis masyarakat, sehingga mampu berfungsi sebagai rujukan utama bagi publik dalam pengambilan keputusan terkait aktivitas wisata lokal

    STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS PT KAI PERSERO DIVRE III PALEMBANG DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM KESELAMATAN KERETA API

    No full text
    Humas memiliki peran penting dalam setiap institusi karena humas merupakan salah satu strategi dalam membentuk citra perusahaan yang positif. Humas biasanya memiliki hubungan yang luas. Oleh karena itu, humas PT KAI Divre III Palembang membutuhkan strategi komunikasi yang efektif dan relevan dalam mengsosialisasikan program keselamatan kereta api kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi  komunikasi humas PT KAI Divre III Palembang dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap program keselamatan kereta api, serta mengetahui bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi oleh humas dalam mengurangi insiden kecelakaan kereta api di wilayah Divre III Palembang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus, informan dalam penelitian ini adalah divisi Humas PT KAI Divre III Palembang sebanyak tiga orang yaitu Manager, Asmen dan Staf nya, sementara sumber data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung. Penelitian ini menggunakan teori citra yang dicetuskan oleh Frank Jefkins pada tahun 1976 sebagai pembentukan citra perusahaan untuk menciptakan kesan positif dibenak publik serta meningkatkan representasi identitas dan reputasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi humas PT KAI Divre III Palembang sudah diperbarui menggunakan model PIE (Planning, Implementation, Evaluation) yang terbaru. Istilah PIE, Planning berarti membuat rencana yang matang, memilih target warga dan pesan keselamatan yang jelas, Implementation adalah eksekusi melalui Safety Walkthrough dan konten visual yang menarik, dan Evaluation adalah memeriksa hasil dari survei penumpang dan laporan medsos agar terus bisa diperbaiki. Model ini diterapkan melalui sosialisasi multi-media seperti banner, Instagram @sepor_kitogalo, dan reels, serta kerja sama dengan pihak polisi setempat. Akibatnya, kecelakaan di rel berkurang drastis karena masyarakat lebih aktif dalam menjaga keselamatan.Humas memiliki peran penting dalam setiap institusi karena humas merupakan salah satu strategi dalam membentuk citra perusahaan yang positif. Humas biasanya memiliki hubungan yang luas. Oleh karena itu, humas PT KAI Divre III Palembang membutuhkan strategi komunikasi yang efektif dan relevan dalam mengsosialisasikan program keselamatan kereta api kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi  komunikasi humas PT KAI Divre III Palembang dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap program keselamatan kereta api, serta mengetahui bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi oleh humas dalam mengurangi insiden kecelakaan kereta api di wilayah Divre III Palembang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus, informan dalam penelitian ini adalah divisi Humas PT KAI Divre III Palembang sebanyak tiga orang yaitu Manager, Asmen dan Staf nya, sementara sumber data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung. Penelitian ini menggunakan teori citra yang dicetuskan oleh Frank Jefkins pada tahun 1976 sebagai pembentukan citra perusahaan untuk menciptakan kesan positif dibenak publik serta meningkatkan representasi identitas dan reputasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi humas PT KAI Divre III Palembang sudah diperbarui menggunakan model PIE (Planning, Implementation, Evaluation) yang terbaru. Istilah PIE, Planning berarti membuat rencana yang matang, memilih target warga dan pesan keselamatan yang jelas, Implementation adalah eksekusi melalui Safety Walkthrough dan konten visual yang menarik, dan Evaluation adalah memeriksa hasil dari survei penumpang dan laporan medsos agar terus bisa diperbaiki. Model ini diterapkan melalui sosialisasi multi-media seperti banner, Instagram @sepor_kitogalo, dan reels, serta kerja sama dengan pihak polisi setempat. Akibatnya, kecelakaan di rel berkurang drastis karena masyarakat lebih aktif dalam menjaga keselamatan

    SOSIALISASI TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM MEWUJUDKAN KESADARAN HUKUM MASYRAKAT DESA MATARAM KABUPATEN PRINGSEWU

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Desa Mataram, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, melalui sosialisasi tentang tata pemerintahan yang baik (good governance). Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap konsep transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan supremasi hukum menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan hukum, diskusi interaktif, pembentukan Duta Hukum Desa, dan penyediaan media informasi hukum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman hukum masyarakat dan terbentuknya Duta Hukum yang berperan dalam keberlanjutan edukasi hukum. Selain itu, disampaikan pula pentingnya kontrak tertulis sebagai bentuk perjanjian yang lebih formal dan mudah dibuktikan secara hukum dibandingkan perjanjian lisan, guna menghindari sengketa di tingkat masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi pada terciptanya masyarakat desa yang sadar hukum, transparan, dan berkeadilan. Kata kunci: Kesadaran hukum, good governance, desa sadar hukum, kontrak tertulis, pengabdian masyaraka

    1,011

    full texts

    1,307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇