Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
1307 research outputs found
Sort by
KUALITAS PELAYANAN HAJI DI KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN GRESIK
Indonesia\u27s population is predominantly Muslim. The desire to perform the fifth pillar of Islam, the Hajj, is very high. Given the many people who want to go on Hajj, of course, the Indonesian government is expected to be able to provide good public services so that pilgrims can comfortably carry out their worship. Public services cannot be separated from the life of the state, with good public services that will certainly determine the image or quality of a government agency or company. The Ministry of Religion of Gresik Regency, which is the organizer of Hajj and Umrah in Gresik Regency, where the pilgrims in Gresik Regency are ranked 3rd (third) largest contributor in East Java. With so many pilgrims in the Gresik district, it is certainly a challenge for the field of organizing Hajj and Umrah in the Gresik district regarding the quality of services provided. This study aims to determine how the quality of Hajj services at the Ministry of Religion of Gresik Regency. Researchers used a qualitative method of descriptive analysis using the theory of Pasuraman and Zeithmal with 5 dimensions namely Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangibles. Data collection is done by conducting interviews, observations, and literature studies. The results of the research that have been assessed from 5 (five) dimensions of Pasuraman and Zeithmal\u27s theory which show the results at the Ministry of Religion of the Gresik Regency are still not good in the dimensions of tangibles and responsiveness.
Keywords: Hajj; Quality; Service; Publi
PERAN STAKEHOLDER DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN KANTO LAMPO DI KELURAHAN BENG KABUPATEN GIANYAR
Kanto Lampo Waterfall is located in Kelod Kangin Hamlet, Beng Village, Gianyar Regency. The development of this tourist attraction can run optimally if there is involvement from several stakeholders who have the ability. The elements that need to be involved in the development of this tourist attraction are elements in the penta helix collaboration concept consisting of elements of government, academia, society, private sector, and mass media. By maximizing the involvement of penta helix elements in the development of Kanto Lampo Waterfall attractions, the development process of this tourist attraction can run optimally. The problem faced in the development of the Kanto Lampo Waterfall tourist attraction is that there has been no involvement of private elements in the development process of the tourist attraction and there has been no continued involvement from all stakeholders involved in the development of the tourist attraction. The purpose of this study is to analyze the role of stakeholders in the development of Kanto Lampo Waterfall tourism object in Beng Village. The research method used is qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and literature studies. The results of this study show that four of the five elements of the helix have been involved in the development of this tourist attraction, but no involvement has been found from the private element, even though private involvement can help the marketing of this tourist attraction. Training and coaching provided by stakeholders do not have serious sustainability so the knowledge absorbed by the community does not run optimally. The use of social media by the manager of this attraction has not run optimally because of the lack of posts shared by the manager of the attraction.
Keywords: Role; Stakeholders; Penta Helix; Attraction
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PRODUK BRIKET PADA MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL HUDA
Kabupaten Indragiri Hilir merupakan Kabupaten penghasil kelapa terbesar di Indonesia, namun wirausaha produk hilir tempurung kelapa belum berkembang sehingga perlu sosialisasi dan pelatihan pengembangan produk briket. Pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada siswa dalam mengolah arang tempurung kelapa menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah Observasi kepada Madrasah Aliyah Miftahul Huda, sosialisasi pemanfaatan briket dan mengenai peluang wirausaha, Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan setiap siswa pembuatan briket dari arang kelapa dan terakhir evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa mahasiswa sangat antusias untuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan produk briket dalam rangka menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada Madrasah Aliyah Miftahul Huda.
Kata Kunci: socialization, training, briquettes, entrepreneurshi
Review: Kandungan Nutrisi pada Pakan Domba (Ovis aries) di Indonesia
Domba (Ovis aries) merupakan salah satu ternak yang dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Pakan domba merupakan salah satu faktor penting dalam pemeliharaan dan pertumbuhan ternak karena memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur yang relevan mengenai jenis-jenis pakan alami dan buatan, serta kandungan nutrisi pakan domba yang umum digunakan di Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif dengan pendekatan studi tinjauan literatur, di mana data sekunder digunakan sebagai sumber utama. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan hasil penelitian terdahulu berdasarkan topik kandungan nutrisi pakan domba. Hasil penelusuran literatur ini mengungkapkan bahwa Pemilihan pakan yang tepat dalam peternakan domba sangat penting karena secara langsung memengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas hewan. Beragam jenis pakan, seperti berbagai rumput dan daun, serta bahan fermentasi, memberikan pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi domba untuk mencapai hasil optimal dan diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengembangan pakan domba yang lebih efisien dan berkualitas, serta mendukung peningkatan produktivitas ternak di Indonesia.Kata kunci: Domba, Nutrisi, Paka
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Peranakan Ongole Di Kelompok Ternak Fajar Makmur 09 Desa Taman Fajar Purbolinggo Lampung Timur
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi jenis Peranakan Ongole di Kelompok Ternak Fajar Makmsur 09 Desa Taman Fajar Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Ternak Fajar Makmsur 09 Desa Taman Fajar Kecamatan Purbolinggo. Waktu penelitian pada Bulan Juni – Juli 2023. Responden penelitian ini adalah 13 orang anggota kelompok ternak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode survei. Teknik analisis yang digunakan analisis deskriptif. Tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada Sapi Pernakan Ongole diperoleh nilai service per conception (S/C) sebesar 2,75. Besarnya nilai S/C tersebut belum normal. Nilai conception rate (CR) adalah 20% dan belum termasuk kategori baik. Kata kunci: Karakteristik peternak, inseminasi buatan, Service per Conception, Conception Rate
PERBAIKAN KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR LIMBAH KOPI (Coffea canephora) YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Trichoderma reesei: Improvement of Crude Protein and Crude Fiber Content in Fermented Coffee (Coffea canephora) Waste Using Trichoderma reesei
Kulit kopi merupakan limbah yang masih belum banyak dimanfaatkan hingga saat ini. Ketersediaan limbah kopi dan nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya, membuat limbah kopi dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif. Namun, pemanfaatannya sebagai pakan ternak khususnya unggas masih terkendala karena kandungan serat kasar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas limbah kopi sebagai pakan alternatif ternak unggas melalui fermentasi kapang Trichoderma reesei (8,2 x108 CFU/g) dengan dosis dan lama fermentasi yang terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis inokulum (A1=3%, A2=6%, dan A3=9%) dan lama inkubasi (B1=5 hari, B2=10 hari dan B3= 15 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis inokulum dan waktu inkubasi terbaik pada perlakuan A2B1 (dosis inokulum 6%, waktu inkubasi 5 hari) berpengaruh sangat nyata (p<0,05) dalam meningkatkan kandungan protein kasar limbah kopi fermentasi sebesar 12,58%. Sementara itu, dosis inokulum dan waktu inkubasi terbaik pada perlakuan A2B2 (dosis inokulum 6%, waktu inkubasi 10 hari) berpengaruh nyata (p<0,05) dalam menurunkan kandungan serat kasar limbah kopi fermentasi sebesar 27,06%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa interaksi dosis inokulum dan lama inkubasi terbaik mampu memperbaiki kualitas limbah kopi dengan meningkatkan kandungan protein kasar sebesar 12,58% (A2B1) serta menurunkan serat kasar limbah kopi fermentasi sebesar sebesar 27,06% (A2B2).
Kata kunci: Fermentasi, Limbah kopi, Protein kasar, Serat kasar, Trichoderma reese
REVIEW: PEMANFAATAN FERMENTASI TEPUNG TANAMAN AZOLLA (Azolla microphylla) TERHADAP PERFORMA PADA PAKAN UNGGAS: Review: Utilization of Azolla Flour Fermentation (Azolla microphylla) in Poultry Feed Performance
Azolla microphylla merupakan tanaman paku air yang banyak ditemukan di atas permukaan air dan banyak ditemukan ditemukan pada lahan persawahan di Indonesia. Tanaman Azolla microphylla banyak dianggap sebagai gulma sehingga tidak dimanfaatkan secara maksimal dan Sebagian tanaman digunakan sebagai pupuk. Potensi produksi Azolla microphylla cukup baik dengan memiliki karakter pertumbuhan yang cepat. Pemanfaatan tepung Azolla microphylla tidak hanya sebagai pupuk, tetapi mulai dikembangkan sebagai salah satu sumber bahan pakan ternak, termasuk unggas. Azolla microphylla kaya dengan protein, serta mengandung asam amino. Analisis kimia Azolla microphylla 80,53%, protein kasar 24,06%, serat kasar 13,44%, lemak kasar 3,27%, abu 19,47%, BETN 37,71%. Azolla microphylla umumnya mengandung keterbatasan dalam protein dan memiliki serat kasar yang cukup tinggi sehingga memerlukan pengolahan teknologi yaitu fermentasi yang bertujuan untuk meningkatkan daya cerna dan efisiensi pakan serta kadar air tinggi. Tanaman azolla dimanfaatakan sebagai salah satu terobosan bahan pakan yang digunakan bagi ternak unggas. Pemanfaatan tepung azolla terfermentasi sebanyak 5-10% memiliki manfaat terhadap performa produksi meliputi konsumsi, pertumbuhan bobot badan (PBB) dan konversi pakan pada ternak unggas broiler, petelur, dan itik.
Kata kunci: Azolla microphyla, manfaat, analisis kimia, ternak ungga
PRODUKTIVITAS AYAM KAMPUNG UNGGUL (KUB) DENGAN PEMBERIAN ASAM SITRAT PADA AIR MINUM: Productivity of Superior Kampung Chicken (KUB) with adminstration of Citric Acid in Drinking Water
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas (konsumsi pakam, pertambahan berat tubuh, dan konversi pakan) ayam KUB yang air minumnya diberi asam organik sintentetik (asam sitrat) sebagai feed additif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan berbagai level asam sitrat di dalam air minum, yaitu 0% asam sitrat (A0), 0,5% asam sitrat (A1), 1,0% asam sitrat (A2), dan 1,5% asam sitrat (A3). Masing-masing perlakuan diulang 5 kali dengan jumlah ayam 10 ekor/ulangan. Penelitian dilakukan sampai umur ayam 8 minggu, sedangkan asam sitrat mulai diberikan saat ayam berumur 1 minggu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata konsumsi pakan, pertambahan beratubuh, dan konversi pakan ayam KUB yang air minumnya diberi asam sitrat tidak berbeda nyata (P > 0,05) dengan kontrol. Artinya penambahan asam sitrat dapat diberikan sampai dengan 1,5 % dalam air minum ayam KUB karena tidak memberikan efek buruk. Namun, perlu kajian lebih lanjut tentang level dan teknik pemberian asam sitrat sehingga dapat optimal untuk pertumbuhan ayam KUB.
Kata kunci: Asam sitrat, Ayam KUB, Konsumsi pakan, Pertambahan bobot tubuh, Konversi paka
Analisis K3 pada Mesin Blow Moulding PT. XY dengan Metode HAZOP sebagai Upaya Meminimalisir Kecelakaan Kerja
XY is an industrial company that makes home care and food-grade plastic packaging. The purpose of this study is to analyze the risk of accidents and occupational diseases that occur and control the risk of work accidents ergonomically. In analyzing the risk of accidents and occupational diseases, an appropriate method is needed. The HAZOP (Hazard And Operability Study) method is a systematic and structured method that can analyze hazards in the operating system or processes that may pose a risk of occupational hazards. The results of the analysis indicate several sources that can result in the risk of occupational hazards including crushed feet, slipping, slashing, injuries to the musculoskeletal part, sprained feet, and hand lift pinches. Risk control can be done by conducting training based on work instructions and regulations regarding K3 to workers, cleaning the ventilation of the work area, changing work tools that are not ergonomic, conducting regular monitoring by related management, making checksheets of PPE completeness before workers enter the work area, and conducting Safety Talk once a month by the relevant management
Keywords: Ergonomic, HAZOP, Hazard, K3, and Ris
Analisis Kualitas Pelayanan dan Fasilitas dengan Metode SERVQUAL dan QFD di PT. SJKM
Service quality assessment is influenced by the perceptions and expectations of each customer which has an impact on customer satisfaction. PT SJKM is a service company for the sale of motorbikes, spare parts, and official motorcycle repairs from Yamaha. The number of complaints from customers about the company\u27s services has resulted in a decrease in the number of customers, thus affecting the company\u27s revenue. From these problems, this research was conducted to identify the company\u27s service quality attributes by looking at the gap between customer perceptions and expectations, identifying service attributes that are in the critical category, and providing suggestions for improving company services. This research uses the SERVQUAL method to evaluate customer satisfaction from 33 service attributes. Furthermore, the QFD method to design improvement solutions for service attributes that are the main priority for improvement from the results of Importance Performance Analysis (IPA) analysis. According to the research findings, there are 7 service attributes that are perceived negatively by customers, indicating their dissatisfaction. Out of the 6 service attributes that need improvement, dealer security is identified as the top priority and will be addressed first using the QFD method.
Keywords: Customer Satisfaction, Importance Performance Analysis, QFD, SERVQUA