Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
1307 research outputs found
Sort by
PENGAYAAN DARING MATA PELAJARAN BIOLOGI TENTANG MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELINCI PADA SANTRI MTs PUTRI AL HUDA SAWOJAJAR MALANG: Online Enrichment of Biology Subjects on Rabbit Care Management in Students of MTs Putri Al Huda Sawojajar Malang
Pengayaan suatu mata pelajaran akan memperkuat pemahaman siswa. Salah satu metode pengayaan pembelajaran dapat dilakukan secara daring. Salah satu pengayaan Mata Pelajaran Biologi melalui pemahaman terkait merawat kesehatan hewan kesayangan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengayaan Mata Pelajaran Biologi secara daring pada santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) tentang perawatan dan kesehatan kelinci. MTs memiliki tingkat pendidikan yang sama dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada MTs Putri Al Huda Sawojajar Malang dan diikuti sebanyak 53 santri. Metode pelaksanaan berupa koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi dan lembar evaluasi kemudian pelaksanaan kegiatan. Materi Manajemen Pemeliharaan Kelinci terbagi menjadi jenis ras kelinci, pakan kelinci, tingkah laku kelinci, kandang dan handling kelinci. Kegiatan pengabdian diawali dengan pre-test dilanjutkan dengan penjelasan materi diakhiri degan post-test. Hasil evaluasi jumlah santri yang menjawab benar pada subtopik serta hasil kuisioner dianalisa secara deskriptif melalui visualisasi data, sedangkan kenaikan nilai post-test yang dianalisa secara statistik melalui T-test dependent dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kognitif siswa MTs meningkat pasca pengayaan berdasarkan presentase jumlah santri yang bisa menjawab benar dan kenaikan nilai post-test secara signifikan (p<0.05). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengayaan secara daring pada Mata Pelajaran Biologi tentang Manajemen Pemeliharaan Kelinci dapat memberikan dampak yang baik untuk kognitif siswa MTs Putri Al Huda Sawojajar Malang.
Kata kunci: Biologi, Daring, Kelinci, Manajemen pemeliharaan, Sekolah menenga
Identifikasi dan Usulan Menangani Waste pada Proyek Mesin Selectifier dengan Pendekatan Lean Project Management Di PT. Z
The delay of a project can occur due to poor planning of its necessary resources, causing waste or waste. The purpose of this research is to find out the waste and its factors that can potentially occur in the selectifier machine project and know the viable solution to choose to deal with the waste. Then careful planning is required by applying the Lean Project Management methodology, where waste and harm can be found using scoring matrices and fishbone diagramming tools. Based on the analysis results in the selectifier machine project at PT. Z, the potential waste appears, namely waste waiting, defects and overprocessing. Waste and its potential causes are materials or components that are late dating, workers waiting for certain information, machines or tools supporting machine manufacturing are damaged, manufacturing process is not suitable for SOP, materials or components of poor quality, less scrupulous workers, poor working techniques. And according to the evaluation matrix, the best solution obtained is to perform other tasks that do not involve doing material work or using components that have not yet arrived on site, and buying back better materials from vendors.
Keywords : Evaluation Matrix, Fishbone Diagram, Lean Project Management, Wast
Pengendalian Kualitas Produk Arummanis dengan Peta Kendali P dan Diagram Fishbone di UMKM Arummanis AT
UMKM arummanis AT is an UMKM that produces traditional food, namely arummanis or what is often called grandmother\u27s hair. UMKM arummanis AT often experience defects during arummanis production, which has an impact on sales of the arummanis. The defect in AT\u27s arummanis product is that the arummanis often clumps which makes it difficult to package and results in the arummanis being unfit for sale. The method used is a P control chart and also a fishbone diagram. The results of the research show that the highest proportion of defects is 0.00134 and the lowest proportion of defects is 0.00067 with a center line (CL) of 0.000912. The fishbone diagram shows the factors that cause defects in Arummanis products which are influenced by machine, method, human, environmental and material factors. The conclusion obtained in this research is that according to the P control line analysis, the research results show that 1 point of Arummanis error exceeds the control limit, which is then corrected. The solution to minimize the occurrence of defective products in Arummanis is by creating work SOPs, carrying out routine maintenance, maintaining cleanliness by creating a cleaning schedule, and also providing job training to workers.
Keywords : Defective Products, Fishbone Diagram, P Control Chart, Quality
Analisis Pemborosan Pada Area Penyimpanan Di Gudang Sparepart Dengan Metode Waste Assesment Model
The Material Department at PT Pupuk Kujang faces significant challenges in spare part storage, including stockpiling, excess materials, and unused items. To address these issues efficiently, identifying critical waste, the most dominant and urgently requiring improvement, is crucial. The Waste Assessment Model (WAM) is a suitable method for this purpose. The waste identification process involves using the Seven Waste Relationship (SWR), Waste Relationship Matrix (WRM), and Waste Assessment Questionnaire (WAQ). Root cause analysis is then conducted with a Fishbone Diagram for prompt improvements. Research results reveal the following waste rankings: Overproduction at 20.27%, Inventory at 18.60%, Motion at 16.33%, Defect at 14.94%, Transportation at 14.29%, Waiting at 9.73%, and Process at 5.83%. The two largest percentages, Overproduction and Inventory, are critical wastes. This classification enables root cause determination using the Fishbone Diagram and provides recommendations for waste reduction
Keywords: Fishbone Diagram, Lean Manufacturing, Waste, Waste Assessment Mod
Penerapan Metode Antrian Dan Game-Theory Dalam Analisis Pengaruh Kenaikan Harga Pertalite-Pertamax Bagi Pengendara Roda Dua (SPBU XY)
Queuing problems in everyday life can hinder the smooth running of activities in terms of time. With queues, the time to get service will be longer. If this problem is not resolved it will have an impact on users of the related services. XY gas station is one of the gas stations that is quite busy with two-wheeled users. The research method used in this case was direct observation at SPBU XY and interviews. The data in this research was obtained at SPBU carried out for 3 hours, namely from 09.00 WIB to 12.00 WIB. With the method used, namely maximin and minimax in game theory, to find out in terms of the advantages of Pertalite and Pertamax, the saddle point in the pay off matrix is known, namely it lies in price and quality because the saddle point value obtained is the same, namely 27. So it can be said that this calculation is optimal. Because the value obtained is optimal and has a saddle point, the type of game theory used is pure strategy. Knowing that the customer strategy results are that Pertalite wins the price strategy, while Pertamax wins the quality strategy.
Keywords: Game theory, Queuing, SPB
A UPAYA PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR DENGAN KAJIAN PERATURAN YANG KOMPREHENSIF DI KOTA BANDAR LAMPUNG : Bandar Lampung, Penyakit Menular, Pelayanan Kesehatan, Penanggulangan.
Penyakit menular adalah kondisi yang dapat menyebar luas dan menjadi wabah, beberapa di antaranya yang ada di Indonesia telah terjadi di Kota Bandar Lampung. Penyakit menular disebabkan oleh virus, bakteri, parasit atau jamur. Penyakit menular dapat terjadi secara kontak langsung melalui fisik maupun lewat saluran pernafasan yang kita hirup sehari-hari. Penanggulangan penyakit menular harus segera dilakukan dan diatasi oleh pemerintah setempat dalam hal ini pemerintah daerah, jika tidak segera diatasi maka penyakit ini agar menjadi wabah yang menakutkan bagi masyarakat. Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, seperti promosi gaya hidup sehat dan vaksinasi, menjadi kunci yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, meningkatkan gizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan memberikan penyuluhan kesehatan juga menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengatur berbagai aspek dalam sistem kesehatan di Indonesia. Undang-Undang ini mengubah fokus pengobatan menjadi pencegahan, memudahkan akses layanan kesehatan dan mempersiapkan sistem kesehatan yang tangguh menghadapi bencana.Penyakit menular adalah kondisi yang dapat menyebar luas dan menjadi wabah, beberapa di antaranya yang ada di Indonesia telah terjadi di Kota Bandar Lampung. Penyakit menular disebabkan oleh virus, bakteri, parasit atau jamur. Penyakit menular dapat terjadi secara kontak langsung melalui fisik maupun lewat saluran pernafasan yang kita hirup sehari-hari. Penanggulangan penyakit menular harus segera dilakukan dan diatasi oleh pemerintah setempat dalam hal ini pemerintah daerah, jika tidak segera diatasi maka penyakit ini agar menjadi wabah yang menakutkan bagi masyarakat. Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, seperti promosi gaya hidup sehat dan vaksinasi, menjadi kunci yang dapat dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, meningkatkan gizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan memberikan penyuluhan kesehatan juga menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengatur berbagai aspek dalam sistem kesehatan di Indonesia. Undang-Undang ini mengubah fokus pengobatan menjadi pencegahan, memudahkan akses layanan kesehatan dan mempersiapkan sistem kesehatan yang tangguh menghadapi bencan
Naskah; RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI STAGE II DI PUSKESMAS X JANUARI-JUNI 2023: RATIONAL USE OF ANTIHYPERTENSIVE DRUGS IN STAGE II HYPERTENSION AT PUSKESMAS X JANUARY-JUNE 2023
Hipertensi stage II ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥160 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg yang tidak stabil. Terapi antihipertensi diperlukan untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi efek samping, sehingga harus rasional sesuai pedoman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas X Provinsi Kalimantan Selatan, serta mengevaluasi rasionalitasnya berdasarkan Buku Panduan Praktik Klinik. Studi observasional deskriptif ini menggunakan data retrospektif dari 75 rekam medis dan 109 lembar resep. Pengambilan data dilakukan dengan metode nonprobability sampling menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dibandingkan dengan Buku Pedoman Praktik Klinik dan disajikan dalam diagram, tabel, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan monoterapi amlodipine (90%) dan kombinasi CCB+ACEI (59%). Rasionalitas penggunaan obat menunjukkan ketepatan indikasi (100%), tepat pasien (100%), pemilihan obat (17,4%), dosis (80,7%), dan interval waktu pemberian (97,2%).Hipertensi stage II ditandai dengan tekanan darah sistolik ≥160 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg yang tidak stabil. Terapi antihipertensi diperlukan untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi efek samping, sehingga harus rasional sesuai pedoman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas X Provinsi Kalimantan Selatan, serta mengevaluasi rasionalitasnya berdasarkan Buku Panduan Praktik Klinik. Studi observasional deskriptif ini menggunakan data retrospektif dari 75 rekam medis dan 109 lembar resep. Pengambilan data dilakukan dengan metode nonprobability sampling menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dibandingkan dengan Buku Pedoman Praktik Klinik dan disajikan dalam diagram, tabel, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan monoterapi amlodipine (90%) dan kombinasi CCB+ACEI (59%). Rasionalitas penggunaan obat menunjukkan ketepatan indikasi (100%), tepat pasien (100%), pemilihan obat (17,4%), dosis (80,7%), dan interval waktu pemberian (97,2%).
Kata Kunci: Hipertensi, Antihipertensi, Rasionalitas terapi
PERAN KEPALA DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA (Studi Kasus Desa Wisata Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung)
Tourism village development is the government\u27s mission to improve community welfare through the development of productive businesses in the tourism sector in accordance with existing regional resources and potentials. The development of tourism villages requires the participation of village and community officials to support the progress of tourism villages. The participation of the village head is one of the important points in the development of tourism villages. This study aims to see and describe the role of the Village Head in the development of Sangeh Tourism Village. The method used will be a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The result obtained from this research is that the Head of Sangeh Village plays a role in becoming a bridge of cooperation between agencies and universities who want to provide coaching and training to the community. The village head and ranks also participated in the success of the Sangeh Festival which was used as a promotional event for Sangeh Tourism Village. The village head is also the initiator in making the mascot dance of Sangeh Village named "Sekar Pala". To maintain the integrity of the Sangeh Village area, the village head also participated in supporting the customary village policy not to trade and buy land ownership of Sangeh Village to investors. In addition, plans from the Badung Regency government and Sangeh Traditional Village in rearranging tourist attraction areas to make it easier for tourists to visit all tourist attractions in Sangeh Tourism Village. These development steps are expected to increase the existence of Sangeh Village as one of the tourist villages with its own uniqueness in Badung Regency.
Keywords: Role of Village Head; Tourism Village; Developmen
EFEKTIVITAS PROGRAM PELAYANAN APLIKASI SIPADU (Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Desa Terpadu) DALAM PENGOPTIMALAN PELAYANAN ADMINISTRASI DI DESA DANGIN PURI KANGIN KECAMATAN DENPASAR UTARA
This research aims to find out how effective the SIPADU Application Service Program (Integrated Village Administrative Service Information System) is in optimizing administrative services in Dangin Puri Kangin Village, North Denpasar District. The research method used is a qualitative descriptive research method using interview techniques were determined by random sampling and literature study were carried out by searching for information through journals, articles and internet sites. The research results show that the SIPADU (Integrated Village Administrative Services Information System) application in optimizing administrative services in Dangin Puri Kangin Village, North Denpasar District is quite effective. This refers to the effectiveness measurement proposed by Steers which consists. 1) Indicators for achieving goals are running well because they are designed according to community needs, but the level of socialization needs to be increased. 2) The adaptation indicators have been met because this application makes it easy for the public to obtain administrative and information services. 3) Integration indicators are also carried out well by the Dangin Puri Kangin Village Government through the delivery of information via its website and social media. Integration is also carried out through regular updates of information on the application. From this study it can be concluded that the SIPADU Application Service Program (Integrated Village Administrative Services Information System) in Optimizing Administrative Services in Dangin Puri Kangin Village, North Denpasar District is running quite effectively but there needs to be continuous increase in socialization to the community of Dangin Puri Kangin Village, North Denpasar District.
Keywords: Effectiveness; SIPADU; Public Servic
Pengaruh Komunikasi Interpersonal Tourguide Terhadap Kepuasan Pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak komunikasi interpersonal tourguide pada kepuasan pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah serta mengamati partisipasi pengunjung dalam interaksi mereka dengan tourguide. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa ada keterkaitan yang signifikan antara komunikasi interpersonal tourguide dengan tingkat kepuasan pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini mencapai 267.952 ribu dan sampel yang diambil berjumlah 100 responden, dihitung menggunakan rumus slovin. Accidental sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dipilih adalah. Hasil penelitian memperlihatkan nilai uji korelasi Pearson sebesar 0,770 dengan tingkat signifikansi 0,001. Hasil ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal tourguide berhubungan positif dengan kepuasan pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah. Dari analisis regresi linear sederhana, ditemukan bahwa nilai signifikansi adalah 0,001, sehingga hipotesis Ha dapat diterima, yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi interpersonal tourguide dengan tingkat kepuasan pengunjung. Berdasarkan temuan ini, semakin efektif komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh tourguide, semakin tinggi tingkat kepuasan pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah, semakin besar kemungkinan pengunjung untuk merasa puas dengan kunjungan mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak komunikasi interpersonal tourguide pada kepuasan pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah serta mengamati partisipasi pengunjung dalam interaksi mereka dengan tourguide. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa ada keterkaitan yang signifikan antara komunikasi interpersonal tourguide dengan tingkat kepuasan pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini mencapai 267.952 ribu dan sampel yang diambil berjumlah 100 responden, dihitung menggunakan rumus slovin. Accidental sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dipilih adalah. Hasil penelitian memperlihatkan nilai uji korelasi Pearson sebesar 0,770 dengan tingkat signifikansi 0,001. Hasil ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal tourguide berhubungan positif dengan kepuasan pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah. Dari analisis regresi linear sederhana, ditemukan bahwa nilai signifikansi adalah 0,001, sehingga hipotesis Ha dapat diterima, yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi interpersonal tourguide dengan tingkat kepuasan pengunjung. Berdasarkan temuan ini, semakin efektif komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh tourguide, semakin tinggi tingkat kepuasan pengunjung di Taman Mini Indonesia Indah, semakin besar kemungkinan pengunjung untuk merasa puas dengan kunjungan mereka