Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
    1307 research outputs found

    Pemanfaatan Media Sosial  KPU Kota Palembang Dalam Menyosialisasikan Program Coktas Pemilu

    No full text
    Penggunaan platform sosial oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kian krusial dalam zaman digital ini, khususnya dalam membantu penyebaran informasi mengenai pemilihan kepada publik. Salah satu inovasi yang diluncurkan oleh KPU Kota Palembang adalah Program COKTAS, yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman politik, kesadaran pemilih, dan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi cara KPU Kota Palembang menggunakan media sosial dalam mengkomunikasikan Program COKTAS Pemilu, jenis strategi komunikasi digital yang diterapkan, efektivitas konten yang disampaikan, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian ini memakai pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengamatan terhadap akun media sosial KPU di Kota Palembang, wawancara, dan juga dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram, Facebook, dan TikTok merupakan platform paling efektif untuk menyebarkan informasi COKTAS karena dapat menjangkau pemilih baru serta kelompok usia yang produktif. Jenis konten yang dihadirkan mencakup pendidikan politik, infografis pemilu, aktivitas di lapangan, dan video pendek yang interaktif. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain adalah jumlah sumber daya manusia di bidang digital yang terbatas, kurangnya konsistensi dalam konten, dan perubahan algoritma pada media sosial. Penelitian ini menyarankan perbaikan desain konten, penerapan strategi kolaborasi di dunia digital, serta pemanfaatan analitik media sosial untuk memperluas jangkauan kegiatan sosialisasi.Penggunaan platform sosial oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kian krusial dalam zaman digital ini, khususnya dalam membantu penyebaran informasi mengenai pemilihan kepada publik. Salah satu inovasi yang diluncurkan oleh KPU Kota Palembang adalah Program COKTAS, yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman politik, kesadaran pemilih, dan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi cara KPU Kota Palembang menggunakan media sosial dalam mengkomunikasikan Program COKTAS Pemilu, jenis strategi komunikasi digital yang diterapkan, efektivitas konten yang disampaikan, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian ini memakai pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengamatan terhadap akun media sosial KPU di Kota Palembang, wawancara, dan juga dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram, Facebook, dan TikTok merupakan platform paling efektif untuk menyebarkan informasi COKTAS karena dapat menjangkau pemilih baru serta kelompok usia yang produktif. Jenis konten yang dihadirkan mencakup pendidikan politik, infografis pemilu, aktivitas di lapangan, dan video pendek yang interaktif. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain adalah jumlah sumber daya manusia di bidang digital yang terbatas, kurangnya konsistensi dalam konten, dan perubahan algoritma pada media sosial. Penelitian ini menyarankan perbaikan desain konten, penerapan strategi kolaborasi di dunia digital, serta pemanfaatan analitik media sosial untuk memperluas jangkauan kegiatan sosialisasi

    Konstruksi Makna Fitur Female Seat Map PT. Kereta Api Indonesia dalam Membangun Citra Ramah Perempuan

    No full text
    Fitur Female Seat Map yang diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Maret 2025 merupakan inovasi berbasis gender yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi berdekatan dengan sesama perempuan untuk meningkatkan rasa aman selama perjalanan. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana makna fitur tersebut dikonstruksi oleh PT KAI dan pengguna perempuan, serta bagaimana fitur ini berperan dalam membangun citra perusahaan yang ramah perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga orang perempuan yang merupakan pengguna aplikasi KAI Access, serta analisis terhadap hasil wawancara satu pihak KAI yang dimuat dalam pemberitaan Kompas. Analisis mengacu pada Teori Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann (1966) yang meliputi proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT KAI mengeksternalisasikan nilai kepedulian dan keamanan melalui kebijakan Female Seat Map sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Namun, objektivasi belum sepenuhnya merata karena sosialisasi yang terbatas dan ketidakpatuhan sebagian penumpang terhadap penandaan kursi. Meski demikian, tahap internalisasi tampak kuat, di mana pengguna perempuan memaknai fitur ini sebagai bentuk perlindungan dan perhatian terhadap kenyamanan mereka, sehingga berdampak positif pada citra perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fitur Female Seat Map tidak hanya berfungsi sebagai layanan teknis, tetapi juga sebagai simbol komunikasi organisasi yang menguatkan representasi PT KAI sebagai perusahaan yang inklusif dan sensitif terhadap kebutuhan perempuanFitur Female Seat Map yang diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Maret 2025 merupakan inovasi berbasis gender yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi berdekatan dengan sesama perempuan untuk meningkatkan rasa aman selama perjalanan. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana makna fitur tersebut dikonstruksi oleh PT KAI dan pengguna perempuan, serta bagaimana fitur ini berperan dalam membangun citra perusahaan yang ramah perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga orang perempuan yang merupakan pengguna aplikasi KAI Access, serta analisis terhadap hasil wawancara satu pihak KAI yang dimuat dalam pemberitaan Kompas. Analisis mengacu pada Teori Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann (1966) yang meliputi proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT KAI mengeksternalisasikan nilai kepedulian dan keamanan melalui kebijakan Female Seat Map sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Namun, objektivasi belum sepenuhnya merata karena sosialisasi yang terbatas dan ketidakpatuhan sebagian penumpang terhadap penandaan kursi. Meski demikian, tahap internalisasi tampak kuat, di mana pengguna perempuan memaknai fitur ini sebagai bentuk perlindungan dan perhatian terhadap kenyamanan mereka, sehingga berdampak positif pada citra perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fitur Female Seat Map tidak hanya berfungsi sebagai layanan teknis, tetapi juga sebagai simbol komunikasi organisasi yang menguatkan representasi PT KAI sebagai perusahaan yang inklusif dan sensitif terhadap kebutuhan perempua

    PENYULUHAN BAHAYANYA JUDI ONLINE DAN PINJAMAN ONLINE DESA PANJEREJO KECAMATAN GADING REJO KABUPATEN PRINGSEWU

    No full text
    Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosial. Namun, di balik kemudahan dan manfaat yang ditawarkan, teknologi juga membawa tantangan baru, terutama bagi generasi muda yang rentan terpengaruh oleh praktik-praktik negatif. Salah satu masalah yang semakin mengkhawatirkan adalah maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) dikalangan remaja. Pinjaman dan Judi dilakukan dengan perantara internet sebagai jaringannya dan menggunakan sejumlah uang sebagai taruhan serta media elektronik berupa smartphone, komputer, atau laptop. Dua hal ini sekarang marak terjadi di masyarakat terutama pada remaja yang notabene nya masih awam. Oleh karena itu, untuk mencegah dan menghentikan rantai judi online dan pinjaman online ,, pendidikan pada remaja harus ditingkatkan seperti melakukan pemblokiran pada penyebaran link yang mengarah ke situs website judi dan pinjaman onlien ilegal, serta diberikan jeratan hukum sesuai undang- undang yang berlaku. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menimalisir penyebaran pinjol dan judol serta memberikan penyuluhan  untuk mencegah para remaja khususnya remaja Desa Panjerejo. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah dengan mempelajari fenomena pinjaman dan judi online yang telah terjadi di kalangan masyarakat Indonesia khususnya remaja di Desa Panjerejo Kabupaten Gading Rejo kemudian dilakukan sosialisasi dengan mendatangkan narasumber yang kompeten. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah solusi untuk menghindari arus dampak negatif pinjaman dan judi online pada remaja dengan memperbanyak membaca dan menuangkan isi fikiran dengan menulis. Dalam hal tersebut para remaja menjadi lebih produktif dengan kegiatan positif melalui membaca buku dan menuli

    Standarisasi Bahan Alam Sebagai Bahan Obat Tradisional

    No full text
    Obat yang berasal dari bahan alam memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obatan kimia, karena obat herbal bersifat alamiah. Hal ini mendorong pemanfaatan tumbuhan obat sebagai bahan baku obat.  Kegiatan pengabdian  kepada  masyarakat  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  kapasitas  pengetahuan  Kelompok Wanita Pengurus PKK, kader posyandu dan ibu-ibu rumah tangga Desa Tambahrejo Kabupaten.    Kegiatan pengabdian kepda masyarakat menggunakan metode ceramah dan diskusi.  Materi  pelatihan  mencakup  berbagai  aspek  penting  seperti  teknik  budidaya tanaman untuk obat bahan alam,  dan cara pembuatan simplisi strandar dimulai dari cara pengambilan bahan tanaman obat, pencucian, pengerinagn pengahalusan dan penyimpanan. Hasil   kegiatan   menunjukkan   peningkatan pengetahuan peserta sebesar 24% terkait cara pembuatan simplisia standar dimulai dari budidaya tanaman obat sampai penyimpanan simplisia. Secara keseluruhan,  kegiatan  ini   mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam standarisasi simplisia

    PENGARUH PENAMBAHAN MIKROKAPSUL DARI EKSTRAK LIMBAH IKAN PATIN TERHADAP AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN AYAM BROILER: The Effect of Adding Microcapsules of Catfish Waste Extract on the Digestive Enzyme Activity of Broiler Chickens

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan penyalut terbaik dalam proses pembuatan mikrokapsul dan dosis terbaik yang digunakannya. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) biasa dengan 10 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari ransum tanpa mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi (MELIPF) dan ransum dengan penambahan mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi (MELIPF) dengan jenis penyalut dan dosis penggunaan yang berbeda – beda pada setiap perlakuannya. Data di analisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan analisis jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hasil aktivitas enzim protease didapatkan perlakuan R5 dengan penyalut gum arab dengan dosis 1 % berbeda nyata terhadap perlakuan R2 dengan penggunaan penyalut maltodekstrin dengan dosis 1%, sedangkan pada hasil akitivitas enzim lipase perlakuan R0 tanpa penggunaan MELIPF berbeda nyata dengan R5 dengan penyalut gum arab dengan dosis 1% dan perlakuan R6 dengan penyalut gum arab dengan dosis 2 % berbeda nyata dengan perlakuan R9 dengan penggunaan penyalut gelatin dengan dosis 2%.   Kata kunci: Aktivitas enzim, Ekstrak limbah ikan patin, Fermentas

    Analisis Material Requirement Planning dengan Lot Sizing pada Produk Asam Sulfat di PT. Petrokimia Gresik

    Get PDF
    In the industrial world, material requirements planning is a very important foundation for smooth operations and business success so that production disruptions and increased costs can be avoided. PT. Petrokimia Gresik is the most complete fertilizer producer in Indonesia, one of which produces sulfuric acid. The problems experienced by PT. Petrokimia Gresik Produksi IIIA, namely Sulfuric Acid production, has been temporarily stopped due to excess product stock in the distribution line. Therefore, the aim of this research is to carry out product inventory planning by determining the quantity and when orders can be placed so that over stock and inventory costs can be minimized. To solve this problem, the Material Requirement Planning method is used using the lotting technique. Based on the research results, it was found that the MRP method should be applied in companies with lot sizing Economic Order Quantity because it has the smallest total ordering and inventory costs. It was found that the total order for sulfuric acid using the economic order quantity was 1,390,000 tons, which resulted in a difference of 54,534.06 tons of sulfuric acid from the company\u27s total orders and by applying the economic order quantity the company would save inventory costs of IDR 3,697,073,366.00. Keywords: Economic Order Quantity, Least Total Cost, Lot For Lot, Material Requirement Planning, Suppl

    Analisis Pengendalian Kualitas Tahu dengan Metode New Seven Tools di UD. Graha Sukses Desa Pungka

    Get PDF
    UD Tofu Factory. Graha Sukses produces tofu, the results of observations in the field, there are tofu defects. The new seven tools method is seven tools that are able to explore data qualitatively. Affinity Diagram, Interrelationship, Tree diagram is the human factor, lack of caution in the printing process. Machine, manual printing tool. Environment, product storage location is less tidy and hot. Materials, less checked before processing. Methods, SOPs of printing equipment and printing processes are not paid attention to. Matrix diagrams, supervision of soaking, molding and moving products score 9 and training to workers related to SOPs and product quality score 8. Matrix data analysis, priority score of improvement proposals 3, improvement in UD paying attention to SOP score 2, training to workers score 2, supervision of workers score 2, scheduling maintenance of tools score 2, changing manual tools to automatic score 2, making checksheets score 2, checking raw materials before and after production score 2. The arrow chart of the critical path is the A-C-E-G path. PDPC diagram proposes improvements by conducting training to workers for SOPs, check sheets are used to recap defective products and checking materials before use. Keywords: Disabled tofu, New seven tools, UD. Graha Sukse

    Perancangan Alat Bantu Peras Kedelai dengan Pendekatan Antropometri di UMKM Susu Kedelai Bekasi

    Get PDF
    Bekasi Soy Milk UMKM is a home-based business in the beverage sector that faces obstacles in the soybean squeezing process, which is still done manually using hands and cloth. This method takes a long time and risks causing injury and fatigue due to less ergonomic work positions. To increase production efficiency and reduce workload, a soybean squeezing aid based on anthropometric methods was designed. This design is adjusted to the dimensions of the worker\u27s body as well as aspects of comfort in order to create a tool that is ergonomic and easy to use. This tool consists of several main components, namely a skeleton base that functions as the foundation of the tool, a support frame to support the structure, and a press container as a place to squeeze soybeans. In addition, there is a press channel that drains the extraction results, a lever piston that functions as a pressure-giving mechanism, a press filter to separate the soybean juice from the pulp, and a lever that optimizes the squeezing pressure. With an ergonomic design, this tool is expected to increase user comfort and optimize work efficiency. In addition, this tool is also expected to speed up the soybean squeezing process, thereby increasing productivity after the existence of this soybean squeezing tool. Keywords: Anthropometry, Assistive Devices, Ergonomics

    Analisis Perilaku Pengepul kopi dalam Meningkatkan Nilai Jual Kopi pada Petani Kopi di Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat

    No full text
    This study aims to analyze the behavior of coffee collectors in increasing the selling value of coffee for farmers in Kebun Tebu District, West Lampung Regency. The main issue raised is the dependence of farmers on collectors, which leads to suboptimal selling prices of coffee. The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants in this study included coffee collectors, coffee farmers, and representatives of the farmers’ association. The results show that collectors have sufficient knowledge regarding coffee quality standards, market prices, and the impact of post-harvest processes on selling value. In practice, collectors play a crucial role as intermediaries between farmers and broader markets. Their strategies to increase coffee value include educating farmers, sorting, drying, and packaging coffee. However, several challenges remain, such as price fluctuations, lack of transparency in pricing, and the uneven understanding among farmers regarding coffee quality. This study recommends the development of a more transparent distribution system and ongoing training for farmers to improve coffee quality and competitiveness. Establishing a fairer relationship between collectors and farmers is essential to enhancing the welfare of coffee farmers. Keywords: collector behavior, selling value, coffee, farmers, kebun tebu district

    KECERDASAN BUATAN DALAM PRODUKSI KONTEN JURNALISTIK: ANALISIS ETIKA DAN AKURASI KOMUNIKASI BERITA BERBASIS AI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam produksi konten jurnalistik, khususnya dengan menyoroti dua aspek utama: etika komunikasi dan akurasi informasi. Latar belakang studi ini didasarkan pada tren meningkatnya adopsi teknologi AI oleh media daring nasional dalam proses pembuatan berita, yang menawarkan efisiensi dan kecepatan namun sekaligus menimbulkan tantangan etis dan substansial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan redaktur, jurnalis, dan pengembang sistem AI, serta melalui observasi terhadap konten berita yang dihasilkan oleh sistem otomatis di beberapa media nasional yang telah mengimplementasikan teknologi ini. Teknik analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola praktik penggunaan AI, standar akurasi yang diterapkan, serta pemahaman etika yang dipegang oleh para pelaku industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI mampu menghasilkan berita secara cepat dan konsisten dalam struktur, konten yang dihasilkan sering kali minim konteks, kurang dalam interpretasi, dan tidak sepenuhnya memenuhi prinsip jurnalistik seperti keberimbangan dan tanggung jawab sosial. Selain itu, isu atribusi dan transparansi penggunaan AI masih menjadi persoalan yang belum teratasi secara menyeluruh. Dari sisi etika, tanggung jawab terhadap isi berita yang dihasilkan AI masih belum jelas, baik dari segi kelembagaan maupun individu. Oleh karena itu, diperlukan regulasi, pedoman etika, dan penguatan peran manusia dalam proses editorial sebagai bentuk pengawasan atas kualitas dan integritas komunikasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi AI dalam jurnalisme sangat bergantung pada keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan komitmen terhadap nilai-nilai dasar komunikasi etis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam produksi konten jurnalistik, khususnya dengan menyoroti dua aspek utama: etika komunikasi dan akurasi informasi. Latar belakang studi ini didasarkan pada tren meningkatnya adopsi teknologi AI oleh media daring nasional dalam proses pembuatan berita, yang menawarkan efisiensi dan kecepatan namun sekaligus menimbulkan tantangan etis dan substansial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan redaktur, jurnalis, dan pengembang sistem AI, serta melalui observasi terhadap konten berita yang dihasilkan oleh sistem otomatis di beberapa media nasional yang telah mengimplementasikan teknologi ini. Teknik analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola praktik penggunaan AI, standar akurasi yang diterapkan, serta pemahaman etika yang dipegang oleh para pelaku industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun AI mampu menghasilkan berita secara cepat dan konsisten dalam struktur, konten yang dihasilkan sering kali minim konteks, kurang dalam interpretasi, dan tidak sepenuhnya memenuhi prinsip jurnalistik seperti keberimbangan dan tanggung jawab sosial. Selain itu, isu atribusi dan transparansi penggunaan AI masih menjadi persoalan yang belum teratasi secara menyeluruh. Dari sisi etika, tanggung jawab terhadap isi berita yang dihasilkan AI masih belum jelas, baik dari segi kelembagaan maupun individu. Oleh karena itu, diperlukan regulasi, pedoman etika, dan penguatan peran manusia dalam proses editorial sebagai bentuk pengawasan atas kualitas dan integritas komunikasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi AI dalam jurnalisme sangat bergantung pada keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan komitmen terhadap nilai-nilai dasar komunikasi etis

    1,011

    full texts

    1,307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇