Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
1307 research outputs found
Sort by
DIGITAL MARKETING PARIWISATA DI WAINGAPU KABUPATEN SUMBA TIMUR OLEH DINAS PARIWISATA
Pariwisata merupakan sektor yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Sumba Timur. Namun, Dinas Pariwisata Sumba Timur masih menghadapi beberapa tantangan saat menggunakan digital marketing. Beberapa di antaranya adalah infrastruktur teknologi yang tidak memadai dan kurangnya sumber daya manusia yang terampil dalam pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital marketing yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata Sumba Timur dalam mempromosikan pariwisata daerah serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak Dinas Pariwisata Sumba Timur, observasi langsung terhadap aktivitas pemasaran digital yang dilakukan, serta analisis dokumen terkait strategi digital marketing. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata Sumba Timur telah memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai alat utama dalam promosi pariwisata. Konten yang disajikan berupa foto, video, serta informasi terkait destinasi wisata Sumba Timur mampu menarik perhatian wisatawan. Namun, strategi digital marketing masih dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan konsistensi konten, meningkatkan keterlibatan audiens, serta memanfaatkan analitik media sosial untuk mengevaluasi keberhasilan kampanye pemasaran. Oleh karena itu, orang yang bertanggung jawab atas promosi digital harus dilatih dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membuat strategi pemasaran yang lebih kreatif dan berkelanjutan.Pariwisata merupakan sektor yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Sumba Timur. Namun, Dinas Pariwisata Sumba Timur masih menghadapi beberapa tantangan saat menggunakan digital marketing. Beberapa di antaranya adalah infrastruktur teknologi yang tidak memadai dan kurangnya sumber daya manusia yang terampil dalam pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital marketing yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata Sumba Timur dalam mempromosikan pariwisata daerah serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak Dinas Pariwisata Sumba Timur, observasi langsung terhadap aktivitas pemasaran digital yang dilakukan, serta analisis dokumen terkait strategi digital marketing. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata Sumba Timur telah memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai alat utama dalam promosi pariwisata. Konten yang disajikan berupa foto, video, serta informasi terkait destinasi wisata Sumba Timur mampu menarik perhatian wisatawan. Namun, strategi digital marketing masih dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan konsistensi konten, meningkatkan keterlibatan audiens, serta memanfaatkan analitik media sosial untuk mengevaluasi keberhasilan kampanye pemasaran. Oleh karena itu, orang yang bertanggung jawab atas promosi digital harus dilatih dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membuat strategi pemasaran yang lebih kreatif dan berkelanjutan
Evaluasi Keberhasilan Kebuntingan Sapi Peranakan Simmental Di Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur
Inseminasi Buatan merupakan sistem perkawinan buatan dengan cara memasukkan semen cair atau beku yang berasal dari pejantan unggul menggunakan metode dan alat khusus (insemination gun) untuk menjangkau leher rahim yang bertujuan untuk memperbaiki mutu genetik ternak, meningkatkan populasi dan produksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB pada Sapi Peranakan Simmental di Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Juli-September 2024. Materi penelitian ini adalah peternak sapi peranakan Simmental Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur yang berjumlah 91 orang. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu untuk menjelaskan tingkat keberhasilan inseminasi buatan berdasarkan parameter yang ditinjau dari Service per Conception (S/C), Conseption Rate (CR), Non Return Rate (NRR) dan Calving Interval (CI). Hasil penelitian diperoleh tingkat keberhasilan IB pada sapi peranakan Simmental di Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur yaitu S/C = 3,09, CR = 8,7%, NRR= 8,7% dan CI = 437 hari. Disimpulkan bahwa kualitas reproduksi atau kesuburan sapi betina di daerah pengamatan belum cukup baik, tingkat keberhasilan yang tidak optimal karena masih kurangnya tingkat pemahaman peternak tentang reproduksi, deteksi birahi, ketepatan waktu IB dan kesehatan ternak. Kata Kunci: Service Per Conception, Conception Rate, Non Return Rate, Calving Interva
Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan secara internal dan eksternal, serta menganalisis strategi pengembangan usaha peternakan sapi potong di Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2023 di Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kamera, kuisioner, buku catatan, dan pena untuk mencatat hasil pengamatan. Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi potong dan peternak yang berada di lokasi tersebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yang melibatkan pengamatan dan wawancara langsung dengan responden peternak sapi potong sebanyak 27 orang. Data primer diperoleh melalui daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah disiapkan, serta wawancara dengan 2 tokoh masyarakat. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi faktor internal, yang terdiri dari analisis kekuatan dan kelemahan, serta faktor eksternal yang meliputi analisis peluang dan ancaman
PENGARUH JENIS RANSUM KOMERSIAL PADA DUA STRAIN AYAM BROILER TERHADAP BOBOT RELATIF TEMBOLOK, GIZZARD, USUS HALUS, DAN PANJANG USUS HALUS: Effect of Commercial Diet Types on Two Strains of Broiler Chickens the Relative Crop, Weight of Gizzard, Small Intestine, and Small Intestine Length
Eksplorasi dengan tujuan untuk mengkaji respon jenis ransum yang berbeda dan dua strain ayam broiler serta interaksi kedua faktor tersebut terhadap organ dalam (bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus) ayam broiler. Eksplorasi dilakukan dari Januari –Februari 2024. Penelitian ini menggunakan sebanyak 96 ekor ayam broiler (48 ekor strain A dan 48 ekor strain B). Eksplorasi gunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Faktor pertama terdiri dari 2 strain ayam A dan strain ayam B dan faktor kedua jenis ransum (P1, P2, dan P3). Setiap kombinasi perlakuan diulang 4. Parameter diukur bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus. Hasil eksplorasi ini terlihat (1) Tidak ada interaksi (P>0,05) faktor A dan faktor B pada bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus, (2) faktor A tidak signifikan (P>0,05) pada bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus, (3) Strain ayam A maupun B tidak signifikan (P>0,05) pada bobot relatif tembolok, gizzard, usus halus dan panjang usus halus. Simpulan, jenis ransum komersial yang berbeda dapat diberikan pada ayam strain A maupun strain B tanpa memberikan pengaruh terhadap bobot organ dalam.
Kata kunci: Ayam broiler, Jenis pakan, Organ internal, Strai
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PISANG (Musa Paradisiaca var Raja) SELAMA PENYIMPANAN BERBEDA : Efforts to Improve the Quality of Ice Cream with the Addition of Banana Flour (Musa Paradisiaca Var Raja) During Different Storage
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan perlakuan penambahan tepung pisang (Musa Paradisiaca var Raja) dan lama penyimpanan terhadap nilai pH, overrun, waktu pelelahan dan kualitas sensori (warna, aroma, tekstur, dan rasa) es krim. Es krim dibuat dari susu sapi dengan penambahan tepung pisang (0, 10 dan 15%) dan disimpan di dalam freezer selama (0, 1, 2, 3, 4 minggu). Variabel yang diamati adalah pH, overrun, waktu pelelehan dan sensori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan faktorial 3x5 dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan, dan dilanjutkan dengan UJBD menggunakan IBM-SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung pisang berbeda sangat nyata (P≤0,01 terhadap nilai pH, overrun, waktu pelelehan dan sensori (warna, aroma, tekstur, dan rasa). Lama penyimpanan berbeda sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai pH, overrun, waktu pelelehan dan sensori (warna, aroma, tekstur, dan rasa). Interaksi antara penambahan tepung pisang dan waktu penyimpanan berbeda sangat nyata (P≤0,01) terhadap nilai pH, overrun, waktu pelelehan dan oranoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas es krim terbaik dengan penambahan tepung pisang 15% dan waktu penyimpanan 0 minggu.
Kata kunci: Es krim, Lama penyimpanan, Tepung pisan
DAMPAK KEPERCAYAAN SOSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN “MAROSOK”: The Impact of Social Trust on the Sustainability of "Marosok"
Salah satu metode transaksi tradisional yang masih digunakan di Sumatera Barat adalah "Marosok". "Marosok" adalah metode tradisional dalam jual beli ternak yang menggunakan jari sebagai simbol harga dan ditutup dengan selembar kain selama prosesnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kepercayaan sosial terhadap keberlanjutan "Marosok" dalam jual beli ternak di Sumatera Barat. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang (10 orang peternak, 10 orang pedagang ternak, dan 10 orang pedagang perantara) yang dipilih secara sengaja (purposive). Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Method Research yang mengkombinasikan data kuantitatif dan kualitatif dalam menyusun pembahasan. Data kuantitatif dianalisis dengan regresi linear dan data kualitatif dianalisis dengan triangulasi data. Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan sosial berdampak secara signifikan terhadap keberlanjutan “marosok”. Data tersebut didukung dengan hasil wawancara bersama informan kunci yang menyatakan bahwa kepercayaan berkaitan erat dengan kegiatan “marosok”. Sehingga, pelaksaan “marosok” di Sumatera Barat masih berlanjut hingga saat ini. Proses yang intens yang hanya melibatkan satu penjual dan satu pembeli saat "marosok" membuat kepercayaan masyarakat saat bertransaksi menjadi tinggi. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi masyarakat bahwa transaksi berbasis kepercayaan antara pedagang dan pembeli dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara luas.
Kata kunci: Kepercayaan, Marosok, Tradisi, Transaks
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS TERNAK SAPI MELALUI PENYULUHAN BUDIDAYA DAN REPRODUKSI SERTA PELATIHAN FERMENTASI PAKAN BERBASIS BATANG PISANG : Optimization of Cattle Productivity Through Outreach on Farming and Reproduction and Training on Banana Stem-Based Feed Fermentation
Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi sebagai sentra produksi tanaman pisang di Indonesia yang berpotensi menghasilkan limbah batang pisang yang dapat dimanfaatkan menjadi alternatif pakan bagi ternak. Kelompok Ternak Rejo Cow Farm merupakan kelompok ternak sapi pemula di Desa Margomulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung yang belum pernah menerima kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang peternakan sehingga beternak sapi masih dilakukan secara konvensional. Tim PKM DIPA FP Unila menghadirkan solusi melalui berbagai rangkaian kegiatan: 1) Penyuluhan dan diskusi mengenai budidaya sapi, dan fermentasi pakan; dan 2) Pelatihan fermentasi pakan berbasis limbah pertanian batang pisang, daun singkong, dan rumput gajah. Evaluasi kegiatan berdasarkan peningkatan pengetahuan peternak dari kuesioner pre-test dan post-test dan data disajikan dalam bentuk grafik untuk digolongkan dalam 3 jenis kriteria tingkat pengetahuan yaitu rendah (<50%), sedang (50-70%), dan tinggi (>70%). Hasil kegiatan pengabdian yaitu 1) Penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan peserta terkait budidaya sapi, reproduksi sapi, dan fermentasi pakan hingga kategori tinggi (>70%) dengan rerata peningkatan pengetahuan sebesar 38,52%; dan 2) Fermentasi pakan berbasis batang pisang sebagai bentuk efisiensi pengolahan limbah pertanian menjadi alternatif pakan dengan keberhasilan pada uji organoleptik dan palatabilitas tinggi pada ternak sapi. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini secara efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya sapi, reproduksi sapi, dan fermentasi pakan serta keberhasilan pemanfaatan limbah batang pisang sebagai pakan alternatif menunjukkan potensinya dalam meningkatkan efisiensi pakan dan mendukung produksi ternak yang berkelanjutan.
Kata kunci: Batang pisang, Budidaya, Fermentasi pakan, Reproduksi, Ternak sapi
Analisis Risiko dan Strategi Peningkatan Keselamatan Kerja di Sektor Industri Manufaktur: Tinjauan Literatur
Workplace safety in the manufacturing sector is a critical issue, given the high incidence of workplace accidents that may hurt the company and the workers. This study was conducted to analyze occupational safety risks and strategies for improvement, with a focus on the challenges faced in implementing safety policies that are often suboptimal. This research is a literature review employing a descriptive approach, where data from various secondary sources such as academic journals, reports, and official publications are systematically analyzed. The findings of the study indicate four main categories of occupational safety risks in the industrial sector: physical, chemical, ergonomic, and psychosocial risks. The application of technologies, such as automation and monitoring sensors based on the Internet of Things (IoT), has proven effective in reducing workplace accidents, but access to these technologies remains limited. Additional challenges include cost limitations, low worker awareness, weak safety culture implementation, and suboptimal enforcement of safety regulations. This study recommends the importance of collaboration between governments, companies, and workers to strengthen safety culture through investment in technology, ongoing training, and more rigorous regulation enforcement. With these measures, workplace safety in the industrial sector is expected to improve significantly and sustainably.
Keywords: industrial risk, occupational safety, regulation, safety strateg
Analisis Sistem Antrian Proses Muat Pakan Ternak Menggunakan Metode Multiple Channel Query System (M/M/S) di PT. JKL
The purpose of this research is to analyze the effectiveness level of the service system in the commercial livestock feed loading process at PT. JKL and to provide improvement suggestions to enhance the performance of the queue system in the livestock feed loading process. The queuing system problem is solved by implementing the queuing theory concept using the multiple channel query system (M/M/S) method. The use of the M/M/S method can analyze the performance of the queuing system in the livestock feed loading process, which provides 6 service servers during the period from 08:30 to 11:30 and 1 queue line. This research uses primary data consisting of the number of vehicle arrivals and the number of vehicles that have been served. From the data processing results, the highest server utilization rate of 40.9% was obtained during the time period between 08:30-09:31 with 3 vehicles in the system. The probability of no vehicles in the system is 8.54% with an average time of vehicles in the system being 5.522 minutes. From these results, suggestions can be made to improve the performance of the queue system by adding forklift operator staff and increasing the loading speed of the contract workers.
Keywords: Arrival, Loading Process, Queue, Servic
Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko pada Kegiatan Cleaning Tanki dengan Metode HIRARC di PT. DEF
Human resources is very important role in carrying out activities in an organization or company. So companies need to strive for a safe working environment to maximize HR potential. One important aspect that must be considered in human resource management is the occupational safety and health system. Therefore, this research aims to evaluate how K3 management has been implemented by PT. DEF during the tank cleaning process using the HIRARC method. Tanks are an example of a confined space. which refers to an area that is quite large but has limited access in and out and is potentially dangerous because the atmosphere contains dangerous gases or air with the most extreme risk, namely that it can threaten worker safety. The results of this research are that in the 6 stages of the tank cleaning process there is a 46% moderate level risk, 31% high level risk, and 23% extreme level risk. After conducting a risk assessment analysis, it can be concluded that PT. DEF has been effective in implementing risk management in tank cleaning activities, this is proven by the company being able to reduce all risks in tank cleaning activities in an efficient manner.
Keywords: Cleaning Tanki, Confined Space, Hazard, Risk Assessmen