Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
1307 research outputs found
Sort by
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA) UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN LAMANDAU
This study evaluates the effectiveness of the implementation of the Disaster-Resilient Village Program (DESTANA) in Lamandau Regency. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation from eight villages selected as research sites. The findings indicate that budget constraints, limited community training, and a lack of coordination among stakeholders are the primary challenges. Only half of the villages have conducted emergency response simulations, with low community participation. This study highlights the importance of equitable budget distribution, community engagement, and enhanced cross-sectoral coordination. The contribution of this research lies in strengthening community-based disaster risk reduction theory and providing strategic recommendations for more inclusive policies. It opens opportunities for further exploration of the social and cultural factors influencing community preparedness in facing disasters.
Keywords: Disaster-Resilient; Policy Implementation; Preparednes
PERLINDUNGAN TERHADAP INTERNATIONAL COMMITTEE OF THE RED CROSS (ICRC) DALAM KONFLIK BERSENJATA INTERNASIONAL MENURUT KONVENSI JENEWA TAHUN 1949
Penelitian ini mengkaji tentang perlindungan hukum yang diberikan kepada ICRC yang merupakan sebuah organisasi kemanusian yang kerap mendapatkan praktik kekerasan di negara yang sedang terjadi konflik bersenjata internasional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan membahas lebih dalam tentang perlindungan terhadap ICRC dalam konflik bersenjata internasional menurut Konvensi Jenewa Tahun 1949 dan apa yang menjadi faktor penghambat dalam perlindungan terhadap ICRC dalam konflik bersenjata internasional tersebut. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, yakni studi dokumen berdasarkan literatur serta peraturan yang berkaitan dengan pembahasan tersebut, namun juga akan dibandingkan dengan pendapat ahli yang ada. Dari hasil penelitian penulis, bahwa perlindungan terhadap ICRC diatur dalam beberapa Pasal Konvensi Jenewa Tahun 1949 yang mana pada inti dari kesemua pasal adalah memberikan penghormatan dan perlindungan khusus kepada ICRC. Adapun pelanggaran terhadap upaya perlindungan ICRC juga merupakan suatu pelanggaran terhadap Hukum Humaniter Internasional yang mana pelanggaran Hukum Humaniter Internasional ini bersifat tanggung jawab pidana sehingga hukuman pidana merupakan akibat langsung dari pelanggaran tersebut.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, ICRC, Konvensi Jenew
POLA KOMUNIKASI REMAJA DALAM PELESTARIAN BUDAYA: STUDI PADA ACARA SAMBAYAN BUJANG GADIS DI PEKON WAYKERAP KECAMATAN SEMAKA KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2024
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam, namun globalisasi dan modernisasi menyebabkan penurunan minat generasi muda dalam melestarikan tradisi lokal. Salah satu tradisi yang mengalami tantangan dalam pelestariannya adalah Sambayan Bujang Gadis di Pekon Waykerap, Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi remaja dalam pelestarian budaya melalui acara Sambayan Bujang Gadis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi remaja dalam acara ini terdiri dari komunikasi antar generasi, komunikasi sebaya, dan komunikasi digital. Komunikasi antar generasi berperan dalam transfer nilai budaya, komunikasi sebaya memperkuat keterlibatan sosial, sedangkan komunikasi digital menjadi sarana modern dalam mempromosikan dan mempertahankan eksistensi budaya. Dengan memahami pola komunikasi ini, strategi pelestarian budaya dapat lebih efektif diterapkan.Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam, namun globalisasi dan modernisasi menyebabkan penurunan minat generasi muda dalam melestarikan tradisi lokal. Salah satu tradisi yang mengalami tantangan dalam pelestariannya adalah Sambayan Bujang Gadis di Pekon Waykerap, Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi remaja dalam pelestarian budaya melalui acara Sambayan Bujang Gadis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi remaja dalam acara ini terdiri dari komunikasi antar generasi, komunikasi sebaya, dan komunikasi digital. Komunikasi antar generasi berperan dalam transfer nilai budaya, komunikasi sebaya memperkuat keterlibatan sosial, sedangkan komunikasi digital menjadi sarana modern dalam mempromosikan dan mempertahankan eksistensi budaya. Dengan memahami pola komunikasi ini, strategi pelestarian budaya dapat lebih efektif diterapkan
PENERAPAN COGNITIVE LOAD THEORY DALAM PENGELOLAAN KONTEN EDUKASI DIGITAL DI INSTAGRAM PPSDM ANRI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Teori Beban Kognitif (Cognitive Load Theory/CLT) dalam pengembangan konten edukatif di Instagram oleh PPSDM ANRI. CLT digunakan sebagai landasan teori untuk mengoptimalkan penyampaian informasi secara efektif, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan mengurangi beban kognitif yang dialami audiens. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini memanfaatkan observasi partisipatif selama penulis menjalani magang di divisi media sosial PPSDM ANRI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip CLT diterapkan secara konsisten dalam proses produksi konten. Beban kognitif intrinsik dikelola dengan menyederhanakan topik-topik kompleks dan membagi informasi menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dicerna; beban kognitif ekstrinsik dikurangi melalui desain visual minimalis, narasi yang jelas, dan animasi yang relevan; sedangkan beban kognitif germane ditingkatkan melalui fitur interaktif dan narasi bergaya percakapan yang mendukung keterlibatan audiens dan pengembangan skema pengetahuan. Konten tersebut diproduksi menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Animate, After Effects, dan CapCut, untuk memastikan kualitas visual yang tinggi dan kesesuaian instruksional. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa desain konten yang mempertimbangkan beban kognitif dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas upaya pendidikan publik di media sosial. Penelitian ini menyoroti potensi bagi institusi pemerintah untuk mengadopsi CLT sebagai kerangka strategis dalam komunikasi digital dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut mengenai dampak jangka panjangnya terhadap hasil pembelajaran audiens.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Teori Beban Kognitif (Cognitive Load Theory/CLT) dalam pengembangan konten edukatif di Instagram oleh PPSDM ANRI. CLT digunakan sebagai landasan teori untuk mengoptimalkan penyampaian informasi secara efektif, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan mengurangi beban kognitif yang dialami audiens. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini memanfaatkan observasi partisipatif selama penulis menjalani magang di divisi media sosial PPSDM ANRI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip CLT diterapkan secara konsisten dalam proses produksi konten. Beban kognitif intrinsik dikelola dengan menyederhanakan topik-topik kompleks dan membagi informasi menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dicerna; beban kognitif ekstrinsik dikurangi melalui desain visual minimalis, narasi yang jelas, dan animasi yang relevan; sedangkan beban kognitif germane ditingkatkan melalui fitur interaktif dan narasi bergaya percakapan yang mendukung keterlibatan audiens dan pengembangan skema pengetahuan. Konten tersebut diproduksi menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Animate, After Effects, dan CapCut, untuk memastikan kualitas visual yang tinggi dan kesesuaian instruksional. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa desain konten yang mempertimbangkan beban kognitif dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas upaya pendidikan publik di media sosial. Penelitian ini menyoroti potensi bagi institusi pemerintah untuk mengadopsi CLT sebagai kerangka strategis dalam komunikasi digital dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut mengenai dampak jangka panjangnya terhadap hasil pembelajaran audiens
KUALITAS KIMIA DAGING SE’I SAPI YANG DIBERI ASAP CAIR DAUN KESAMBI (Schleichera oleosa): Chemical Quality of Beef Se\u27i Given Liquid Smoke of Kesambi Leaves (Schleichera oleosa)
Daging se’i memiliki masa simpan yang singkat. Salah salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan daging adalah dengan menambahkan asap cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan asap cair daun kesambi (Schleichera oleosa) pada konsentrasi yang berbeda pada kualitas kimia pada daging se’i sapi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu P0: Daging sapi tanpa penggunaan asap cair (kontrol), P1: Daging sapi + penggunaan asap cair 1%, P2: Daging sapi + penggunaan asap cair 3%, P3: Daging sapi + penggunaan asap cair 6%, dan masing-masing perlakuan mendapat 4 kali ulangan. Kadar lemak, oksidasi lemak, dan aktivitas antioksidan adalah parameter yang diukur. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asap cair daun kesambi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua perlakuan. Disimpulkan bahwa penggunaan asap cair daun kesambi pada level 1%, 3%, dan 6% tidak mempengaruhi kadar lemak, oksidasi lemak, dan aktivitas antioksidan pada daging se’i sapi.
Kata kunci: aktivitas antioksidan, asap cair daun kesambi, se’i sapi, kadar lemak, oksidasi lemak
Analisis Eko-Efisiensi Penggunaan Recycle Water pada Industri Pengolahan Karet Alam (Studi Kasus: PT. MKC)
The manufacturing industry in natural rubber processing uses large amounts of water resources with repeated washing processes. PT. MKC uses water resources from the river which are processed at the WTP as the main source of water for production, and uses some of the water resources in recycled water from wastewater processing to be reused in production. The selection of alternatives in improving the quality of recycled water, process of industrial wastewater treatment and the selection of domestic wastewater treatment, in the eco-efficiency analysis of the use of recycled water utilized efficiently. By using the AHP method, alternative A becomes the most advanced process of industrial wastewater treatment with a weight of 63.1%, using reverse osmosis that already exists at the WTP to process WWTP effluent water into clean water that meets the parameters of clean water for industry. Alternative PT. DUJ which offers domestic wastewater treatment technology with aeration, sedimentation, and ozonation processes is the best of domestic wastewater treatment with a weight of 53.7%. The feasibility of investment in both selected alternatives with a payment period of 2 years 5 months.
Keywords: AHP, Domestic, Production, Treatment, Wate
PENGARUH PEMBERIAN SARANG BURUNG WALET PUTIH (Collacalia fuciphaga) TERHADAP OTOT POLOS BRONKIOLUS MENCIT BETINA: Effect Of Giving White Walet Bird\u27s Nest (Collacalia Fuciphaga) To The Bronchiolus Muscle Of Female Mice
Penyakit saluran pernapasan seperti asma dan PPOK masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, sementara alternatif terapi alami dengan efek antioksidan dan antiinflamasi masih terbatas. Kandungan asam sialik dalam sarang burung wallet yang berpotensi menekan inflamasi saluran napas dengan menghambat pelepasan sitokin pro-inflamas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian larutan sarang burung walet (Collacalia sp) terhadap otot polos bronkiolus pada mencit betina yang diinduksi ovalbumin. Penelitian menggunakan desain true experimental post-test only control group design dengan 36 ekor mencit betina yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif (OVA + Na-CMC), kontrol positif (teofilin), serta dua kelompok perlakuan dengan larutan sarang burung walet dosis 0,1 mg/kgBB, dan 1 mg/kgBB. Induksi asma dilakukan dengan sensitisasi dan paparan ovalbumin, kemudian perlakuan diberikan sesuai kelompok. Ketebalan otot polos bronkiolus dianalisis melalui preparat histopatologi pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan sarang burung walet putih dosis 1 mg/kgBB terbukti signifikan menurunkan ketebalan otot polos bronkiolus mencit yang diinduksi ovalbumin, dengan efek yang mendekati kontrol positif teofilin.
Respiratory diseases such as asthma and COPD remain a major cause of global morbidity and mortality, while natural therapeutic alternatives with antioxidant and anti-inflammatory effects are still limited. The content of sialic acid in swallow\u27s nest has the potential to suppress airway inflammation by inhibiting the release of pro-inflammatory cytokines. This study aims to determine how the effect of swallow\u27s nest solution (Collacalia sp) on bronchiolar smooth muscle in ovalbumin-induced female mice. The study used a true experimental post-test only control group design with 36 female mice divided into six groups, namely normal control, negative control (OVA + Na-CMC), positive control (theophylline), and two treatment groups with swallow\u27s nest solution doses of 0.1 mg/kgBB, and 1 mg/kgBB. Asthma induction was performed by sensitization and exposure to ovalbumin, then treatment was given according to the group. Bronchiolar smooth muscle thickness was analyzed through Hematoxylin-Eosin staining histopathology preparations. The results showed that the administration of white swallow nest solution at a dose of 1 mg/kgBB proved to significantly reduce the thickness of bronchiolar smooth muscle in mice induced by ovalbumin, with an effect close to the positive control of theophylline.Abstract
Respiratory diseases such as asthma and COPD remain a major cause of global morbidity and mortality, while natural therapeutic alternatives with antioxidant and anti-inflammatory effects are still limited. The content of sialic acid in swallow\u27s nest has the potential to suppress airway inflammation by inhibiting the release of pro-inflammatory cytokines. This study aims to determine how the effect of swallow\u27s nest solution (Collacalia sp) on bronchiolar smooth muscle in ovalbumin-induced female mice. The study used a true experimental post-test only control group design with 36 female mice divided into six groups, namely normal control, negative control (OVA + Na-CMC), positive control (theophylline), and two treatment groups with swallow\u27s nest solution doses of 0.1 mg/kgBB, and 1 mg/kgBB. Asthma induction was performed by sensitization and exposure to ovalbumin, then treatment was given according to the group. Bronchiolar smooth muscle thickness was analyzed through Hematoxylin-Eosin staining histopathology preparations. The results showed that the administration of white swallow nest solution at a dose of 1 mg/kgBB proved to significantly reduce the thickness of bronchiolar smooth muscle in mice induced by ovalbumin, with an effect close to the positive control of theophylline.
Keywords: Bronchiolar, Smooth Muscle, Ovalbumin, Swallow\u27s Nest, Dunn-Bonferroni
PENERAPAN METODE OMNIBUS DALAM SISTEM PERATURANPERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA
Pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerjasebagai solusi dari hyper regulations di Indonesia. Namun, dalam implementasinya, undangundang ini mendapatkan penolakan dari masyarakat. Setelah itu, pemerintah menetapkanUndang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-UndangNomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang mengaturmengenai pembentukan metode omnibus. Metode yang digunakan adalah yuridis normatifdengan pendekatan peraturan perundang-undangan khususnya Undang-undang Cipta Kerjadan Undang-undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Hasil kajian menunjukkanUndang-undang Cipta Kerja tidak sesuai dengan asas pembentukan peraturan perundangundangan, yakni asas keterbukaan, sebagaimana tercantum dalam Putusan MK Nomor Nomor91/PUU-XVIII/2020. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 telah mengatur pembentukanmetode omnibus baik dalam rumusan pasal maupun lampiran. Penegakan undang-undang inioleh berbagai macam pihak menjadi sangat penting dalam pembentukan regulasi di Indonesia.
Kata Kunci: Metode Legislasi, Omnibus Law, Peraturan Perundang-undangan.
PERTENTANGAN NORMA ANTARA HAK KONSTITUSIONAL DAN REGULASI PERKAWINAN BEDA AGAMA DI INDONESIA
Perkawinan beda agama di Indonesia masih menjadi isu kontroversial akibat adanya pertentangan norma antara hak konstitusional warga negara dan regulasi nasional yang mengaturnya. Di satu sisi, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin kebebasan beragama dan hak untuk membentuk keluarga sebagai bagian dari hak asasi manusia. Di sisi lain, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mensyaratkan bahwa perkawinan hanya sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama, yang sering kali menghambat pelaksanaan dan pencatatan perkawinan beda agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kedudukan hak konstitusional dalam konteks perkawinan beda agama serta mengidentifikasi bentuk pertentangan normatif yang muncul antara konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer dan sekunder dikaji melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif dengan metode interpretasi sistematis dan penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pertentangan norma antara jaminan konstitusional dalam Pasal 28B dan Pasal 29 UUD 1945 dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan yang menyebabkan ketidakpastian hukum bagi warga negara. Oleh karena itu, diperlukan langkah legislasi dan penafsiran yudisial yang sejalan dengan prinsip konstitusionalisme dan pluralisme dalam masyarakat Indonesia.
Kata Kunci: Beda Agama, Perkawinan, Konstitusi, Regulasi
Peran Redaksi Sebagai Gatekeeper dalam Produksi Berita di Sukabumiupdate.com
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mengubah pola konsumsi berita masyarakat dari media konvensional menuju media daring. Perubahan ini menuntut media untuk beradaptasi tanpa mengabaikan prinsip akurasi dan kredibilitas. Maka dari itu, peran redaksi sebagai gatekeeper menjadi semakin penting, termasuk pada media lokal seperti Sukabumiupdate.com yang berfungsi sebagai penyedia informasi utama bagi masyarakat Sukabumi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran redaksi berita menggunakan teori lima level gatekeeping Shoemaker & Vos (2009), yaitu level individual, rutinitas media, organisasi, extramedia, dan sistem sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara, serta partisipasi aktif dalam kegiatan redaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa redaksi menjalankan fungsi gatekeeper secara komprehensif pada kelima level tersebut. Studi ini menegaskan bahwa meskipun media digital mempercepat arus informasi, peran gatekeeper tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas dan integritas berita.Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mengubah pola konsumsi berita masyarakat dari media konvensional menuju media daring. Perubahan ini menuntut media untuk beradaptasi tanpa mengabaikan prinsip akurasi dan kredibilitas. Maka dari itu, peran redaksi sebagai gatekeeper menjadi semakin penting, termasuk pada media lokal seperti Sukabumiupdate.com yang berfungsi sebagai penyedia informasi utama bagi masyarakat Sukabumi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran redaksi berita menggunakan teori lima level gatekeeping Shoemaker & Vos (2009), yaitu level individual, rutinitas media, organisasi, extramedia, dan sistem sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif melalui observasi, wawancara, serta partisipasi aktif dalam kegiatan redaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa redaksi menjalankan fungsi gatekeeper secara komprehensif pada kelima level tersebut. Studi ini menegaskan bahwa meskipun media digital mempercepat arus informasi, peran gatekeeper tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas dan integritas berita