Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
1307 research outputs found
Sort by
DIGITAL BRANDING JUNO CAFE DALAM MEMBANGUN BRAND AWARNESS MELALUI INSTAGRAM (STUDI PADA AKUN @JUNO.PLM)
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana digital branding Juno Cafe dibangun melalui platform Instagram dalam meningkatkan brand awareness, dengan fokus khusus pada akun @juno.plm. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi konten Instagram, dokumentasi digital, serta wawancara semi-terstruktur dengan pengelola dan beberapa pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital branding Juno Cafe diwujudkan melalui empat elemen utama, yaitu konsistensi visual pada tampilan konten, penggunaan storytelling yang merepresentasikan karakter dan nilai brand, optimalisasi fitur Instagram seperti reels, stories, dan highlights, serta interaksi aktif dua arah dengan audiens. Seluruh strategi tersebut terbukti efektif dalam membangun brand awareness dengan memperkuat identitas visual, meningkatkan kedekatan emosional, serta memperluas jangkauan informasi kepada pengguna Instagram. Penelitian ini menegaskan bahwa Instagram berperan sebagai platform utama dalam proses digital branding Juno Cafe, tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga sebagai sarana pembentuk identitas dan pengalaman merek pada bisnis kuliner modern.Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana digital branding Juno Cafe dibangun melalui platform Instagram dalam meningkatkan brand awareness, dengan fokus khusus pada akun @juno.plm. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi konten Instagram, dokumentasi digital, serta wawancara semi-terstruktur dengan pengelola dan beberapa pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital branding Juno Cafe diwujudkan melalui empat elemen utama, yaitu konsistensi visual pada tampilan konten, penggunaan storytelling yang merepresentasikan karakter dan nilai brand, optimalisasi fitur Instagram seperti reels, stories, dan highlights, serta interaksi aktif dua arah dengan audiens. Seluruh strategi tersebut terbukti efektif dalam membangun brand awareness dengan memperkuat identitas visual, meningkatkan kedekatan emosional, serta memperluas jangkauan informasi kepada pengguna Instagram. Penelitian ini menegaskan bahwa Instagram berperan sebagai platform utama dalam proses digital branding Juno Cafe, tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga sebagai sarana pembentuk identitas dan pengalaman merek pada bisnis kuliner modern
Sinergi Tata Kelola Pemerintahan, Etika Bisnis, dan Komunikasi Efektif untuk Pembangunan di Pekon Mataram, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat sinergi antara tata kelola pemerintahan, etika bisnis, dan komunikasi efektif sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Pekon Mataram, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Melalui pendekatan quadruple helix collaboration yang melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang prinsip good governance, penerapan etika bisnis Islam, dan kemampuan komunikasi efektif. Kegiatan ini juga menghasilkan forum kolaboratif yang mendorong penguatan pembangunan ekonomi berbasis etika, transparansi, dan partisipasi publik
HIJAUAN LOKAL, GIZI GLOBAL: EDUKASI PEMANFAATAN LEGUMINOSA DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PAKAN KAMBING
Usaha peternakan kambing di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi keluarga dan ketahanan pangan lokal. Namun, rendahnya ketersediaan pakan berkualitas, khususnya saat musim kemarau, menjadi tantangan utama yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan ternak. Padahal, wilayah ini memiliki potensi hijauan lokal berupa tanaman leguminosa seperti lamtoro dan gamal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak melalui edukasi teknis dan pelatihan lapangan mengenai budidaya serta pemanfaatan leguminosa sebagai pakan alternatif. Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan kelompok peternak “Tunas Karya II”. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak dan perubahan perilaku dalam pemberian pakan, di mana 76% anggota mulai rutin mencampurkan leguminosa ke dalam ransum harian. Kegiatan ini terbukti efektif menjawab kebutuhan peternak terhadap solusi pakan berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa
PENGARUH PENAMBAHAN ECO ENZYME BERBASIS BAWANG DAYAK DALAM AIR MINUM TERHADAP ORGAN FISIOLOGIS DAN KARKAS BROILER: Effect of Adding Eco Enzyme Based on Dayak Onions in Drinking Water on Physiological Organs and Broiler Carcasses
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan eco enzyme berbasis bawang Dayak (Eleutherine palmifolia Merr) terhadap organ fisiologis dan karkas broiler. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Broiler umur 1 hari sampai umur 35 hari terdiri dari 100 ekor. Setiap pengujian terdiri dari 20 ekor. Perlakuan adalah : A0= tanpa penambahan eco enzyme bawang Dayak, A1= penambahan 1% eco enzyme bawang Dayak, A2= penambahan 1,5% eco enzyme bawang Dayak, A3= penambahan 2% eco enzyme bawang Dayak, A4= penambahan 2,5% eco enzyme bawang Dayak. Variabel yang diamati yaitu organ fisiologis dan karkas. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan eco enzyme berbasis bawang Dayak tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase organ fisiologis dan karkas broiler. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan eco enzyme berbasis bawang Dayak dengan level yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap organ fisiologis dan karkas broiler.
Kata kunci: Bawang Dayak, Broiler, Eco enzyme, Organ fisiologis, Karka
PREFERENSI PETERNAK SAPI JABRES DALAM PEMILIHAN SEMEN BEKU UNTUK INSEMINASI BUATAN (IB) DI KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH: Jabres Cattle Farmers\u27 Preference in Choosing Frozen Semen for Artificial Insemination in Brebes District, Central Java
Populasi sapi Jabres pada saat penelitian ini dilakukan sebanyak 28.000 ribu ekor sapi yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Brebes. Kabupaten yang menjadi sentra peternakan sapi Jabres adalah Kecamatan Bantarkawung. Kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, oleh karena itu perlu adanya persediaan pangan hewani yang cukup. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah Brebes adalah dengan meningkatkan populasi ternak, salah satu program yang dicanangkan adalah peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB). Keputusan peternak dalam memilih semen beku sapi jantan untuk dilakukan inseminasi buatan (IB) dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jumlah sapi betina yang dipelihara dan lamanya memelihara sapi Jabres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rata-rata jumlah indukan dan lama kawin terhadap preferensi peternak sapi Jabres dalam memilih semen beku untuk inseminasi buatan (IB) di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, penentuan wilayah menggunakan purposive sampling. Responden ditentukan secara purposive sampling pada 87 peternak sapi Jabres yang melakukan IB. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistik biner. Rata-rata jumlah induk pemilik berkisar 1--3 ekor sapi dan lama pemeliharaan sapi Jabres 6--30 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak di Kecamatan Bantarkawung mempunyai preferensi terhadap semen sapi Jabres.
Kata kunci: Peternak sapi Jabres, Jumlah indukan, Lama beternak, Preferensi peternak, Inseminasi buata
PEMANFAATAN GULA LONTAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK DENDENG AYAM BROILER: Utilization of Lontar Sugar on the Physical and Organoleptic Properties of Broiler Chicken Dry
Daging merupakan sumber gizi hewani yang penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada umumnya. Kandungan nutrisi ayam daging terdiri dari 18,06% protein, 15,01% lemak, 66%, abu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efek menggunakan gula aren untuk karakteristik fisik dan organik tulang HO, termasuk karakteristik fisik (pH), karakteristik kimia, organ (air dan kandungan antioksidan). aren. Karakteristik fisik dan organ dari daging ayam Bowa (warna, rasa, tekstur, level favorit). Data yang di peroleh meliputi data kadar air,Ph dan organoleptik kemudian dianalisis dengan ANOVA pada taraf 95%, sedangkan total antioksidan diuji secara deskriptif. Kadar air daging ayam kering tertinggi terdapat pada perlakuan jaggery sebesar 40% (33,35%), diikuti 30% (27,97%), 20% (26,66%), dan 10% (26,62%). Pemotongan ayam yang diobati dengan pH adalah 10%, 20% berbeda secara signifikan dari pengobatan 30% dan 40%. Studi ini menunjukkan bahwa pH tertinggi (33,31%) adalah dalam daging, yang menerima 10% dari konsentrasi gula sebesar 10%, sedangkan pH memiliki%rendah dengan unggulan rendah Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi jaggery 10 sampai 40% dapat mempengaruhi sifat fisikokimia (pH, kadar air, dan total antioksidan). Konsentrasi jaggery sebesar 10% dapat menurunkan kadar air ayam broiler kering (yaitu 33,31%).
Kata kunci: Ayam broiler, Kandungan gizi, Kelayakan usah
STRATEGI DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SAPI LOKAL PESISIR DI KABUPATEN PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT: Strategy and Policy for Local Pesisir Cattle Development in Pesisir Selatan Regency, West Sumatera
Usaha peternakan sapi merupakan penyumbang komoditas daging. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis potensi pengembangan sapi lokal Pesisir di Kabupaten Pesisir Selatan, dan (2) menganalisis potensi sapi lokal di Kabupaten Pesisir Selatan. (3) merumuskan strategi dan kebijakan pengembangan sapi lokal berdasarkan potensi dan program pengembangan yang telah dilaksanakan di masa mendatang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan pengamatan langsung di lokasi penelitian. Penelitian dilakukan dalam 3 tahap: (1) mengidentifikasi dan menganalisis potensi pengembangan sapi lokal di Kabupaten Pesisir Selatan; (2) menganalisis usaha ternak sapi lokal di wilayah sentra pengembangan; dan (3) merumuskan strategi dan kebijakan pengembangan sapi lokal ke depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi masih dipelihara secara semi intensif. Di Kabupaten Pesisir Selatan terdapat 6 (enam) sentra sapi lokal Pesisir yaitu Kecamatan Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Lengayang, Sutera, Batang Kapas, dan Pancung Soal. Kabupaten Pesisir Selatan memiliki peluang pengembangan sapi sebanyak 157.164,1 ST yang tersebar di 9 (sembilan) kecamatan yaitu Silaut, Basa IV Balai Tapan, Lunang, Koto XI Tarusan, Ranah IV Hulu Tapan, IV Nagari Bayang Utara, Bayang, Air Pura, dan Linggo Sari Baganti. Strategi yang dapat digunakan untuk pengembangan sapi lokal Pesisir di masa mendatang adalah: Peningkatan mutu genetik ternak (melalui pemurnian dan seleksi), Optimalisasi fungsi kelembagaan dan sarana pendukung, Peningkatan daya saing dengan pemanfaatan sumber daya lokal, Pengembangan sentra pembibitan sapi lokal, dan Penanaman modal usaha.
Kata Kunci : Strategi, Kebijakan, Pembangunan, Sapi Lokal Pesisir, Sumatera Bara
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PETERNAK SAPI PERANAKAN ONGOLE TERHADAP INSEMINASI BUATAN DI KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN: Factors Influencing Ongole Breed Cattle Farmer’s Interest to Artificial Insemination in Ketapang District, South Lampung Regency
Tujuan dari penelitaian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat peternak sapi Peranakan Ongole (PO) terhadap Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara di lapangan dan data sekunder dari intansi terkait. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah sebanyak 61 orang peternak sapi PO dari enam desa yang ada di Kecamatan Ketapang dengan pertimbangan populasi terbanyak. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh variabel penelitian yaitu biaya inseminasi, kualitas bibit pedet, kualitas semen pejantan, pelayanan petugas, tingkat keberhasilan dan produktivitas betina berpengaruh terhadap minat peternak menggunakan IB.
Kata kunci: Inseminasi buatan, Minat peternak, Sapi Peranakan Ongol
Analisis Penentuan Frekuensi Pengiriman Guna Meminimalkan Biaya Transportasi Dengan Menggunakan Metode Distribution Requirement Planning (DRP)
PT. SM, a company engaged in fertilizer production. The purpose of the study is to identify and address the problems facing companies with less optimal shipping frequency and high transportation costs. In this study, DRP techniques were selected because they allowed the planning and scheduling of product distribution to be efficient. The research process begins with data collection such as product demand, operational cost, and shipping routes. Analysis is conducted to identify more effective sales management solutions. The results of the survey showed that the DRP method reduced sales costs significantly compared to the methods the company previously used. Based on calculation, the total distribution cost of the company incurred before applying the DRP method in a given delivery period is Rp 22.050.000. After applying the DRP methode, the total distribution cost reaches Rp 14. 700. 000,- equivalent to savings of Rp 7. 350. 000 or about 33.33%. Thus, the implementation of DRP methods not only reduces transportation costs but also improves the efficiency of product distribution management..
Keywords : Cost Analysis, DRP, EOQ, Forecasting
Perancangan Alat Pembuat Adonan Siomay pada UMKM Camilansiomay Sidoarjo dengan Metode Quality Function Deployment
An innovative solution to increase the production efficiency of culinary MSMEs such as dumplings and dimsum is the development of a meat grinding machine with a mixer. MSMEs are able to produce 15-23kg of dough and the product is sold for IDR 2,500/piece. The House of Quality (HoQ) and Quality Function Deployment (QFD) methods are used in this research to ensure that the machine design meets user needs. Starting with a survey to determine customer needs, which are then translated into technical specifications on the House of Quality matrix. The analysis results show that ergonomics, energy efficiency and ease of maintenance are the most important. The finished construction of the machine has integrated features of automatic grinding and uniform kneading. It is hoped that these findings will help the sustainability of MSMEs by reducing production time and improving product quality. This machine uses a parallel system, so when it is turned on, the grinding machine and mixer move together. The machine has a power of 900 watts and a speed of 1400 rpm. The production capacity is ± 3 kg in 10 minutes. Grinding machines and mixers are very worthy of investment because the ROR produced is 116.4% per year, the profitability index is 45.32 and the payback period is 0.58 months, which shows that the investment will be returned in less than one month, making this a very efficient and efficient investment. profitable for MSMEs, dimsum dumplings.
Keywords: Grinding machine and mixer , House of Quality, Investment, Quality Function Deployment, UMK